0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan103 halaman

Pengendalian Kualitas Statistik dan TQM

Dokumen ini membahas tentang pengendalian kualitas dan manajemen mutu. Dokumen ini menjelaskan berbagai pendekatan manajemen mutu seperti QC, SQC, QA, dan TQM serta prinsip-prinsipnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan103 halaman

Pengendalian Kualitas Statistik dan TQM

Dokumen ini membahas tentang pengendalian kualitas dan manajemen mutu. Dokumen ini menjelaskan berbagai pendekatan manajemen mutu seperti QC, SQC, QA, dan TQM serta prinsip-prinsipnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Statistical Quality Control

Manajemen Kualitas
Pengertian Kualitas
Kemampuan produk / jasa untuk
memenuhi kebutuhan konsumen
(user) dalam kondisi tertentu.
Penilaian tinggi rendahnya nilai suatu
produk bukan ditentukan produsen
tetapi oleh konsumen.
Definisi Kualitas, menurut 5 fakar manajemen
mutu terpadu (Nasution, TQM)

Juran, (1993)
Kualitas adalah kecocokan penggunaan produk (fitness for use) untuk
memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.
Kecocokan penggunaan didasarkan atas 5 ciri utama, yaitu:
1. Teknologi, yaitu kekuatan atau daya tahan
2. Psikologi, yaitu citra rasa atau status
3. Waktu, yaitu keandalan
4. Kontraktual, yaitu adanya jaminan
5. Etika, yaitu sopan santun, ramah atau jujur
Crosby (1979)
Kualitas adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang
disyaratkan atau distandarkan.

Deming (1982),
Kualitas adalah kesesuian dengan kebutuhan pasar.

Feigenbaum (1986)
Kualitas adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer
satisfaction).

Garvin dan Davis (1994),


Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
manusia/tenaga kerja, proses dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi
atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen.
Dimensions of Quality
1. Performance, berkaitan denga aspek fungsional dari produk
2. Reliability, berkaitan dengan keampuang bertahan sampai periode tertentu
3. Durability, berkaitan dengan masa pakai dan daya tahan
4. Serviceability, berkaitan dengan pelayanan, kesopanan, kemudahan
5. Aesthetics, berkaitan dengan keindahan yang bersifat subyektif
6. Features, berkaitan dengan ciri khas, ferformasi tambahan
7. Perceived quality, bersifat subyektif, berkaitan dengan perasaan pengguna
8. Conformance to standards, berkaitan dengan kesesuaian terhadap
spesifikasi yang ditetapkan.
DELAPAN DIMENSI KUALITAS
(David A Garvin, The MIT):

▪ Performance: primary operating characteristics of a product


▪ Features: secondary characteristics that supplement the basic function
▪ Reliability: probability of functioning within specified period of time
▪ Conformance: meet pre-established standard
▪ Durability: measure of product life, economic and technical dimensions
▪ Serviceability: speed, courtesy, competence and ease of repair
▪ Aesthetics: a matter of personal judgement and a reflection of individual preferences
▪ Perceived quality: perceptions rather than reality, e.g. images, brand names, reputation.
Berry dan Parasuraman, ada 5 kelompok
karakteristik yg digunakan oleh pelanggan dalam mengevaluasi kualitas
jasa, yaitu:

1. Bukti langsung (tangibles),


meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.
2. Keandalan (reliability)
kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan
3. Daya tanggap (responsiveness),
Keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan
dengan tanggap
4. Jaminan (assurance)
Mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat-sifat yang dapat dipercaya
5. Empati,
meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, dan
memahami kebutuhan para pelanggan.
Perspektif Kualitas, menurut Garvin ada 5
alternatif perspektif yang biasa digunakan

◼ Transcendental Approach, kualitas dapat dirasakan tetapi sulit dioperasionalkan


◼ Product – based Approach, kualitas sebagai karakteristik, dapat dikuantifikasi dan
dapat diukur
◼ User – based Approach, kualitas tergantung pada orang yang menggunakannya dan
produk yang paling memuaskan preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas tinggi
◼ Manufacturing – based Approach, memperhatikan praktik-praktik perekayasaan dan
pemanufakturan serta mendefinisikan kualitas sebagai sama dengan persyaratan (conformance of
requirements)
◼ Value – based Approach, memandang kualitas dari segi nilai dan harga.
Perkembangan Pengendalian Kualitas

Kronologis Perkembangan Pengendalian Kualitas (Feigenbaum,


1991)
1. Tahap Operation Quality Control (abad 19)

2. Tahap Foreman Quality Control (awal abad 20)

3. Tahap Inspection Quality Control

4. Statistical Quality Control


5. Total Quality Control
Pengendalian
Semua kegiatan / usaha untuk menjamin agar hasil
dan pelaksanaan sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan:
Tujuan diantaranya meliputi:
[Link] produk yang akan dibuat

[Link] yang akan dibuat

[Link] produksi yang dianggarkan

[Link] kualitas yang direncankan

[Link] produksi dan penyelesaiannya.


Pengendalian , 3 macam
1. Peventive Control
Sebelum proses dilaksanakan,
Biasanya berkaian dengan hal-hal:
a. Rencana
b. Desain
c. Mesin/peralatan
d. Bahan baku/penolong
e. Tenaga kerja
1. Monitoring Control
Pada saat produksi berlangsung, jika terjadi penyimpangan-
penyimpangan
3. Repressive Control
Pengendalian dilakukan jika semua
kegiatan produksi telah selesai dilakukan
(sudah menjadi produk jadi),
Pengendalian Kualitas
Merupakan usaha pengendalian
proses produksi untuk memelihara
dan meningkatkan kualitas produksi
secara efektif dan efisien, sehingga
hasilnya dapat memuaskan pemakai
EMPAT PENDEKATAN
MANAJEMEN MUTU
TQM

TQC

QA

QC
Proses Inspection dalam QC
Inspection

GOOD
INPUTS PROSES I PRODUCTS

Rework

REJECT/SCRAPS
TOTALITAS DALAM TQC
BAHAN BAKU FABRIKASI SU-ASSEMBLY

PROSES I PROSES I PROSES I

PROSES I PROSES I PROSES I

ASSEMBLY PENYIMPANAN PENGIRIMAN


QUALITY ASSURANCE
Prosedur Standard

INPUTS PROSES CONSISTENT


PRODUCTS

Feedback hanya untuk memeriksa


Dan memperbaiki proses
Total Quality Management :
Sistem Total
…... …... …... …...

QA

STD
Supplier
Distributor
Manuf.
Mgt Syst Retailer
Raw Matl

HRM CUSTOMER
Syst

[Link] Invest social,Pol


…….
Empat era Kualitas (Garvin)
◼ Inspeksi (1800-an)
◼ Pengendalian Kualitas Statistik (1930-an)
◼ Jaminan Kualitas (1950-an)
◼ Manajemen Kualitas Strategik (1980-an)
Empat Era Kualitas (Garvin)

Karakterist Inspeksi SQC QA TQM


ik (1800-
an)
Pehatian Utama Deteksi Pengendalian Koordinasi Pengaruh
Strategik
Pandangan Suatu masalah
terhadap kualitas Suatu masalah untuk Suatu masalah Peluang
untuk dipecahkan dipecahkan kompetitif
Penekanan dipecahkan Keseragaman secara proaktif
produk dengan
Keseragaman penguragang Jaringan Kebutuhan pasar
produk inspeksi produksi & konsumen
keseluruhan
Karakterist Inspeksi SQC QA TQM
ik (1800-
an)

Metode Penaksiran dan Alat dan teknik Program dan Perencanaan


pengukuran Statistik sistem strategik,
penentuan
tujuan &
pengarahan
organisasi
Peranan Inspeksi, Mencari dan Pengukuran Penetapan
profesional penyortiran, memecahkan kualitas, tujuan, diklat,
kualitas perhitungan, masalah, perencanaan kerjasama antar
penelompokan penerapan kualitas, dan departement,
metode statistik perancanagan perancangan
program program
Departemen Departemen Semua orang
Yang manufaktur den Semua
inspeksi dalam organisasi
bertanggung perekayasaan departemen dengan
jawab
kepemimpinan
kuat
Karakterist Inspeksi SQC QA TQM
ik (1800-
an)
Orientasi dan Kualitas, Kualitas yang Kualitas Kualitas
pendekatan ‘Inspects in’ ‘Controls in’ ‘builds in’ ‘Manages in’
SQC (Statistical Quality Control)

◼ SPC (statistical process control)


- seven tools
- Peta Kendali (peta control)
- Jenis Peta Kendali
• Sampling Penerimaan
• Eksperimen Taghuci
• Six Sigma
Total Quality Management ( TQM)

 Merupakan suatu pendekatan dalam


menjalankan usaha yang mencoba
untuk memaksimumkan daya saing
organisasi melalui perbaikan terus
menerus atas produk, tenaga kerja,
proses dan lingkungannya.
Unsur untuk pencapaian TQM

 Fokus pada pelanggan


 Obsesi terhadap kualitas
 Pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang
 Kerjasama tim
 Perbaikan berkesinambungan
 Pendidikan dan latihan
 Kebebasan yang terkendali
 Kesatuan tujuan
 Keterlibatan serta pemberdayaan karyawan
Empat prinsip utama dalam TQM

1. Kepuasan pelanggan

2. Respek terhadap setiap orang

3. Manajemen berdasarkan fakta

4. Perbaikan berkesinambungan
Metode TQM
Salah satu metoda perbaikan TQM yaitu
Siklus PDCA ( Plan Do Check Action )
Manfaat TQM

Keuntungan yang didapatkan


perusahaan baik berasal dari
pendapatan penjualan yang lebih
tinggi dan biaya yang rendah,
gabungan keduanya akan
menghasilkan profitabilitas dan
pertumbuhan perusahaan
Management Theories&Practices
Contributing to TQM
Quality Cost
Quality Cost

 Biaya yang berhubungan dengan


penciptaan, pengidentifikasian,
perbaikan, dan pencegahan
kerusakan.
Empat jenis Biaya Kualitas (Ross,
1994)

 Prevention Cost (biaya


pencegahan)
 Detection/Appraisal
Cost (biaya deteksi/
penilaian)
 Internal Failure Cost
(biaya kegagalan
internal)
 External Failure Cost
(biaya kegagalan
eksternal)
Quality Cost
Biaya pencegahan
1. Biaya perencanaan
kualitas
2. Biaya tinjauan
produk baru
3. Biaya rancangan
proses atau produk
4. Biaya pengendalian
proses
5. Biaya pelatihan
6. Biaya audit kualitas
Biaya Deteksi Penilaian
1. Biaya pemeriksaan
dan pengujian bahan
baku
2. Biaya pemeriksaan
dan pengujian
produk
3. Biaya pemeriksaan
kualitas produk
4. Biaya evaluasi
persediaan
Biaya kegagalan internal

1. Biaya sisa bahan (scrap)


2. Biaya pengerjaan ulang
3. Biaya untuk memperoleh bahan
baku
4. Factory contact engineering cost
Biaya Kegagalan Eksternal

1. Biaya penanganan keseluruhan


selama masa garansi
2. Biaya keluhan diluar masa garansi
3. Pelayanan produk
4. Product liability (jaminan selama
garansi)
5. Biaya penarikan kembali produk
Jenis Biaya Biaya Persentase
Aktual (%)
1. Biaya Pencegahan
a. Desain & operasi sistem kualitas 4.000 10,0
b. Pelatihan kualitas bagi karyawan 2.500 6,25
c. Pelatihan dan evaluasi pemasok 500 1,25
2. Biaya Penilaian
a. Prosedur pengendalian proses statistika (SPC) 1.500 3,75
b. Inspeksi 6.000 15,0
c. Pengujian 3.500 8,75
3. Biaya Kegagalan internal
a. Pengerjaan ulang 12.000 30,0
b. Downtime 1.500 3,75
4. Biaya Kegagalan Eksternal
a. Warranty repairs 7.000 17,5
b. penanganan keluhan pelanggan 1.000 2,5
c. Repacking & freight 500 1,25
TOTAL 40.000 100,0
Biaya Kegagalan Eksternal
Fokus Kepuasan
Pelanggan/Konsumen
Fokus Kepuasan
Pelanggan/Konsumen

 Pelanggan adalah semua orang


yang menuntut kita atau
perusahaan untuk memenuhi suatu
standar kualitas tertentu.
 Kepuasan pelanggan merupakan
suatu keadaan dimana kebutuhan,
keinginan, dan harapan pelanggan
dapat terpenuhi pada suatu produk
yang dikonsumsi.
Penyebaran Fungsi Kualitas ( Quality
Function Deployment)

QFD artinya pengembangan fungsi suatu


produk.
QFD didefinisikan sebagai suatu proses atau
mekanisme terstruktur untuk menentukan
kebutuhan pelanggan
Alat utama dari proses QFD adalah matriks,
dimana hasil nya dicapai melalui
penggunaan tim antardepartemen untuk
mengumpulkan, menginterpretasikan,
mendokumentasikan dan memprioritaskan
kebutuhan-kebutuhan pelanggan
Proses QFD
Struktur QFD
Struktur QFD adalah House Of Quality yang digunakan pemanufaktur
untuk menentukan sgala tuntutan yang diinginkan konsumen
Struktur QFD
Hasil dari penggunaan QFD:

1. Meningkatkan efektifitas komunikasi diantara


departemen-departemen.
2. Kebutuhan pelanggan dibawa melalui proses langsung
ke operasional
3. Lebih sedikit perubahan-perubahan sistem yang
terjadi
4. Built-in systems quality
5. Lower start-up cost
6. Less development time
7. Meningkatkan pemahaman dari hubungan kompleks
8. Identifikasi dan penyelesaian kembali kebutuhan-
kebutuhan yang bertentangan dari berbagai pelanggan
Manfaat QFD

1. Fokus pada pelanggan

2. Efisiensi waktu

3. Berorientasi kerja tim

4. Berorientasi dokumentasi
Alat / piranti QFD

1. Diagram Gabungan ( afinity)

2. Diagram antar hubungan

3. Diagram pohon keputusan

4. Diagram matriks
Pengendalian Kualitas Statistik

Kompetensi Pokok Bahasan :


▪ Memahami definisi kualitas serta peranannya
sebagai salah satu strategi manajemen.
▪ Memahami konsep pengendalian kualitas
statistik.
▪ Memahami pengendalian proses statistik
▪ (aplikasi peta kendali variabel dan atribut)
Pengendalian Kualitas Statistik
Kualitas / Mutu :
Ukuran tingkat kesesuaian barang/ jasa dg
standar/spesifikasi yang telah ditentukan/
ditetapkan.

Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) :


Ilmu yang mempelajari tentang teknik /metode
pengendalian kualitas berda-sarkan prinsip/
konsep statistik.
Cara menggambarkan ukuran kualitas

Variabel : karakteristik kualitas suatu produk


dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur
(besaran kontinue). Seperti : panjang, berat,
temperatur, dll.

Attribut : karakteristik kualitas suatu produk


dinyatakan dengan apakah produk tersebut
memenuhi kondisi/persyaratan tertentu, bersifat
dikotomi, jadi hanya ada dua kemungkinan baik
dan buruk. Seperti produk cacat atau produk
baik, dll.
Tujuan :
▪ Memperoleh jaminan kualitas (quality Assuran-ce)
dapat dilakukan dengan Aceceptance sampling
Plans.
▪ Menjaga konsistensi Kualitas, dilaksanakan dengan
Control Chart.

Keuntungan :
▪ Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi
biaya.
▪ Menjaga kualitas lebih uniform.
▪ Penggunaan alat produksi lebih efisien.
▪ Mengurangi rework dan pembuangan.
▪ Inspeksi yang lebih baik.
▪ Memperbaiki hubungan produsen-
konsumen.
▪ Spesifikasi lebih baik.
Teknik Pengendalian Kualitas Statistik

Ada 4 metode Statistik yang dapat digunakan :


1. Distribusi Frekuensi
Suatu tabulasi atau cacah (tally) yang
menyatakan banyaknya suatu ciri kualitas
muncul dalam sampel yang diamati.

Untuk melihat kualitas sampel dpt digunakan :


a. Kualitas rata-rata
b. Penyebaran kualitas
c. Perbandingan kualitas dengan spesifikasi
yang diinginkan.
2. Peta kontrol/kendali (control chart)
Grafik yang menyajikan keadaan produksi secara
kronologi (jam per jam atau hari per hari).

Tiga macam control chart :


a. Control Chart Shewart
Peta ini disebut peta untuk variabel atau peta untuk x dan
R (mean dan range) dan peta untuk x dan σ (mean dan
deviasi standard).
b. Peta kontrol untuk proporsi atau perbandingan antara
banyaknya produk yang cacat dengan seluruh produksi,
disebut peta-p (p-chart).
c. Peta kontrol untuk jumlah cacat per unit, disebut peta-c
(c-chart).
3. Tabel sampling
Tabel yang terdiri dari jadual pengamatan
kualitas, biasanya dalam bentuk presentase.

4. Metode Khusus
Metode ini digunakan untuk pengendalian
kualitas dalam industri, al : korelasi, analisis
variansi, analisis toleransi, dll.
PETA KENDALI (CONTROL CHART)
Metode Statistik untuk menggambarkan adanya
variasi atau penyimpangan dari mutu (kualitas)
hasil produksi yang diinginkan.

Dengan Peta kendali :


▪ Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi
menyimpang dari ketentuan.
▪ Dapat diawasi dengan mudah apakah proses
dalam kondisi stabil atau tidak.
▪ Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan
suatu produk dapat segera menentukan
keputusan apa yang harus diambil.
Macam Variasi :
▪ Variasi dalam objek
Mis : kehalusan dari salah satu sisi daru suatu
produk tidak sama dengan sisi yang lain, lebar
bagian atas suatu produk tidak sama dengan
lebar bagian bawah, dll.

▪ Variasi antar objek


Mis : sautu produk yang diproduksi pada saat
yang hampir sama mempunyai kualitas yang
berbeda/ bervariasi.
▪ Variasi yg ditimbulkan oleh perbedaan waktu
produksi
Mis : produksi pagi hari berbeda hasil produksi
siang hari.

Penyebab Timbulnya Variasi


▪ Penyebab Khusus (Special Causes of
Variation)
Man, tool, mat, ling, metode, dll.
(berada di luar batas kendali)
▪ Penyebab Umum (Common Causes of
Variation)
Melekat pada sistem.
(berada di dalam batas kendali)
Jenis Peta Kendali

▪ Peta Kendali Variabel (Shewart)


Peta kendali untuk data variabel :
- Peta X dan R, Peta X dan S, dll.

▪ Peta Kendali Attribut


Peta kendali untuk data atribut :
- Peta-P, Peta-C dan peta-U, dll.
Peta X dan R
Peta kendal X :
✓ Memantau perubahan suatu sebaran atau
distribusi suatu variabel asal dalam hal
lokasinya (pemusatannya).
✓ Apakah proses masih berada dalam batas-
batas pengendalian atau tidak.
✓ Apakah rata-rata produk yang dihasilkan
sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Peta kendali R :
✓ Memantau perubahan dalam hal spread-nya
(penyebarannya).
✓ Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang
diukur dengan mencari range dari sampel yang diambil.
Langkah dalam pembuatan Peta X dan R

1. Tentukan ukuran subgrup (n = 3, 4, 5, ……).


2. Tentukan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20
subgrup.
3. Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu
X.
4. Hitung nilai rata-rata seluruh X, yaitu X, yang
merupakan center line dari peta kendali X.
5. Hitung nilai selisih data terbesar dengan data
terkecil dari setiap subgrup, yaitu Range ( R ).
6. Hitung nilai rata-rata dari seluruh R, yaitu R yang
merupakan center line dari peta kendali R.
7. Hitung batas kendali dari peta kendali X :
3
UCL = X + (A2 . R) … A2 =
d2 n
LCL = X – (A2 . R)
8. Hitung batas kendali untuk peta kendali R
UCL = D4 . R
LCL = D3 . R
9. Plot data X dan R pada peta kendali X dan R
serta amati apakah data tersebut berada dalam
pengendalian atau tidak.
Hitung Indeks Kapabilitas Proses (Cp)
USL − LSL
Cp =
6S
Dimana :
S =
(N  X ) − ( X )
i
2
i
2

atau S = R/d2
N ( N − 1)

Kriteria penilaian :
Jika Cp > 1,33 , maka kapabilitas proses sangat
baik
Jika 1,00 ≤ Cp ≤ 1,33, maka kapabilitas proses
baik
Jika Cp < 1,00, maka kapabilitas proses rendah
Hitung Indeks Cpk :
Cpk = Minimum { CPU ; CPL }

Dimana :
USL − X X − LSL
CPU = dan CPL =
3S 3S
Kriteria penilaian :
Jika Cpk = Cp, maka proses terjadi ditengah
Jika Cpk = 1, maka proses menghasilan produk
yang sesuai dengan spesifikasi
Jika Cpk < 1, maka proses menghasilkan produk
yang tidak sesuai dengan spesifikasi
Kondisi Ideal : Cp > 1,33 dan Cp = Cpk
Contoh Kasus

PT XYZ adalah suatu perusahaan pembuatan


suatu produk industri. Ditetapkan spesifikasi
adalah : 2.40 ± 0,05 mm. Untuk mengetahui
kemampuan proses dan mengendalikan proses
itu bagian pengendalian PT XYZ telah
melakukan pengukuran terhadap 20 sampel.
Masing-masing berukuran 5 unit (n=5).
Hasil Pengukuran
Sampel X1 X2 X3 X4 X5
1 2,38 2,45 2,40 2,35 2,42
2 2,39 2,40 2,43 2,34 2,40
3 2,40 2,37 2,36 2,36 2,35
4 2,39 2,35 2,37 2,39 2,38
5 2,38 2,42 2,39 2,35 2,41
6 2,41 2,38 2,37 2,42 2,42
7 2,36 2,38 2,35 2,38 2,37
8 2,39 2,39 2,36 2,41 2,36
9 2,35 2,38 2,37 2,37 2,39
10 2,43 2,39 2,36 2,42 2,37
11 2,39 2,36 2,42 2,39 2,36
12 2,38 2,35 2,35 2,35 2,39
13 2,42 2,37 2,40 2,43 2,41
14 2,36 2,38 2,38 2,36 2,36
15 2,45 2,43 2,41 2,45 2,45
16 2,36 2,42 2,42 2,43 2,37
17 2,38 2,43 2,37 2,39 2,38
18 2,40 2,35 2,39 2,35 2,35
19 2,39 2,45 2,44 2,38 2,37
20 2,35 2,41 2,45 2,47 2,35
Perhitungan
Sampel Rata-rata Range
1 2,40 0,10
2 2,39 0,09
3 2,37 0,05
4 2,38 0,04
5 2,39 0,07
6 2,40 0,05
7 2,37 0,03
8 2,38 0,05
9 2,37 0,04
10 2,39 0,07
11 2,38 0,06
12 2,36 0,04
13 2,41 0,06
14 2,37 0,02
15 2,44 0,04
16 2,40 0,07
17 2,39 0,06
18 2,37 0,05
19 2,41 0,08
20 2,41 0,12
Jumlah 47,38 1,19
Rata-rata dari jumlah 2,39 0,06
X = (Σ X)/k = 47.78 / 20 = 2.39
R = (Σ R)/k = 1.19 / 20 = 0.06
Peta Kendali X :
CL = X = 2.39
UCL = X + (A2 * R) = 2.39 + (0.577*0.06) = 2.42
LCL = X - (A2 * R) = 2.39 – (0.577*0.06) = 2.36
Peta Kendali R
CL = R = 0.06
UCL = D4 * R = 2.114 * 0.06 = 0.12
LCL = D3 * R = 0 * 0.06 = 0
Pada Peta X ada data yang out of control, maka
data pada sampel tersebut dibuang
Data setelah perbaikan
Perhitungan
Sampel Rata-rata Range
1 2,40 0,10
2 2,39 0,09
3 2,37 0,05
4 2,38 0,04
5 2,39 0,07
6 2,40 0,05
7 2,37 0,03
8 2,38 0,05
9 2,37 0,04
10 2,39 0,07
11 2,38 0,06
12 2,36 0,04
13 2,41 0,06
14 2,37 0,02
16 2,40 0,07
17 2,39 0,06
18 2,37 0,05
19 2,41 0,08
20 2,41 0,12
Jumlah 45,34 1,15
Rata-rata dari jumlah 2,386 0,0605
X = (Σ X)/k = 45.34 / 19 = 2.386
R = (Σ R)/k = 1.15 / 19 = 0.0605
Peta Kendali X :
CL = X = 2.386
UCL = X + (A2 * R) = 2.386 + (0.577*0.0605) = 2.4209
LCL = X - (A2 * R) = 2.386 – (0.577*0.0605) = 2.3511
Peta Kendali R
CL = R = 0.0605
UCL = D4 * R = 2.114 * 0.0605 = 0.1280
LCL = D3 * R = 0 * 0.06 = 0
Karena sudah tdk ada data yang out of control, maka
langkah selanjutnya adalah menghitung kapabilitas
proses.
Perhitungan Kapabilitas Proses :
(N  X ) − ( X )
2 2

S = i

N ( N − 1)
i

atau S = R/d2 = 0.0605/2.326 = 0.026


USL − LSL 2,54 − 2,35
Cp = = 6(0,06) = 0,6410
6S
USL − X 2,45 − 2,386
CPU = = = 0,8205
3S 3(0,06)

CPL = X − LSL = 2,386 − 2,35 = 0,4615


3S 3(0,06)

Cpk = Minimum { CPU ; CPL } = 0.4615


Kesimpulan :
Nilai Cpk sebesar 0.4615 yang diambil dari nilai
CPL menunjukkan bahwa proses cenderung
mendekati batas spesifikasi bawah.

Nilai Cp sebesar 0.6410 ternyata kurang dari 1,


hal ini menunjukkan kapabilitas proses untuk
memenuhi spesifikasi yang ditentukan rendah.
Peta Kontrol Untuk Atribut
1. Peta Kendali - p : untuk proporsi cacat
Dan peta kendali np untuk proporsi unit
cacatnya relaitif kecil.
2. Peta Kendali – c : untuk cacat (defective)
3. Peta Kendali – u : untuk cacat per unit.

Peta kendali – p
Perbandingan antara banyaknya cacat dengan
semua pengamatan, yaitu setiap produk yang
diklasifikasikan sebagai “diterima” atau “ditolak”
(yang diperhatikan banyaknya produk cacat).
Langkah-langkah pembuatan peta kendali - p :
1. Tentukan ukuran contoh/subgrup yang cukup
besar (n > 30),
2. Kumpulkan banyaknya subgrup (k) sedikitnya
20–25 sub-grup,
3. Hitung untuk setiap subgrup nilai proporsi unit
yang cacat, yaitu :
p = jumlah unit cacat/ukuran subgrup
4. Hitung nilai rata-rata dari p, yaitu p dapat
dihitung dengan :
p = total cacat/total inspeksi.
5. Hitung batas kendali dari peta kendali p :

p (1 − p )
UCL = p + 3
n
p (1 − p )
LCL = p – 3
n

6. Plot data proporsi (persentase) unit cacat serta


amati apakah data tersebut berada dalam
pengendalian atau diluar pengendalian.
Contoh :

Sebuah perusahaan ingin membuat peta kendali


untuk periode mendatang dengan mengadakan
inspeksi terhadap proses produksi pada bulan ini.
Perusahaan melakukan 20 kali observasi dengan
mengambil 50 buah sample untuk setiap kali
observasi. Hasil selengkapnya adalah :
Observasi Ukuran Banyaknya Proporsi
Sampel Produk Cacat Cacat
1 50 4 0,08
2 50 2 0,04
3 50 5 0,10
4 50 3 0,06
5 50 2 0,04
6 50 1 0,02
7 50 3 0,06
8 50 2 0,04
9 50 5 0,10
10 50 4 0,08
11 50 3 0,06
12 50 5 0,10
13 50 5 0,10
14 50 2 0,04
15 50 3 0,06
16 50 2 0,04
17 50 4 0,08
18 50 5 0,10
19 50 4 0,08
20 50 4 0,08
Jumlah 1000 68 1,30
p = (pi)/k = 1,30/20 = 0,065
p (1 − p )
UCL = p + 3 n
0,065(1 − 0,065)
= 0,065 + 3
50
= 0,17
p (1 − p )
LCL = p – 3 n

= 0,065 – 3
0,065(1 − 0,065)
50
= - 0,039
7QC TOOLS
7 QC Tools,
adalah tujuh metode yang dipilih dari metode statistik
oleh Dr. Kaoru Ishikawa. Pemilihan nama diatas diambil
dari “Tujuh Senjata dari Benkei”, yaitu pejuang kuno
yang mempunyai 7 senjata.

7 QC Tools menunjukan metode yang relative mudah


dipahami untuk menyelesaikan 95% masalah di tempat
kerja jika diaplikasikan dengan kemampuan penuh.
Karena 7 QC Tools adalah metode untuk menyelesaikan
masalah, maka dalam proses belajar harus selalu
memperhatikan hal-hal berikut :

❑ Tidak hanya tahu, tetapi bisa menggunakan


❑ Harus tahu tahapan dari QC Story dan tujuannya
Check Sheet

Pareto Diagram

Cause & Effect diagram

7 QC Tools Graphs

Histogram

Scatter Diagram

Stratification
Check Sheet

Pada bagian ini akan dipelajari :


❖ Pengertian dari Check Sheet

❖ Kenapa menggunakan Check Sheet

❖ Jenis Check Sheet

❖ Tahapan penyusunan Check Sheet


Pengertian Check sheet

Check Sheet adalah alat pengumpul data


dan alat interpretasi
Month ,day
4/1 2 3 4
Component
1
2
3
4
5
6
7
8
9

10
Kenapa menggunakan Check sheets
Membedakan Meringkas
antara fakta pengumpulan Mudah
dan opini data diinterpretasi

Check Sheet
Pemahaman
Menghemat lebih baik
Mendapat kejelasan
waktu
pikiran dan data
Jenis-jenis Check Sheet
Jumlah produk NG, jumlah
Tinggi, berat, panjang, waktu &
penjualan, jumlah transaksi,
suhu, dll
jumlah absensi

Data Data
Pengukuran penjumlahan

Point Scale Primary


Data Check
Data
Sheet

1 Point, 2 Point Ordered YES / NO or


…Point A, Point B
Data  / X - Type
dll

1st, 2nd Order …Very Good,


Good, No Good … - Type
Aplikasi Check Sheet
Checksheet digunakan untuk dua aplikasi yaitu
investigasi atau inspeksi.

❖ Investigasi
Digunakan untuk investigasi part yang cacat,
penyebab cacat, distribusi frekuensi dan posisi
cacat

❖ Inspeksi
Digunakan untuk inspeksi periodik pekerjaan -
pekerjaan rutin
Dimana check sheet dapat dipakai
dalam Problem solving stages
Step no QC story step Can use Cannot use

1 Problem
2 Observation
3 Analysis
4 Action
5 Check
6 Standardisation
7 Conclusion
Check sheet dapat digunakan disemua tahapan Problem solving
Tahapan penyusunan check sheet
❖ Check sheet untuk Investigasi
1) Tentukan obyektif dari pengukuran
2) Tentukan item pengecekan
3) Buatlah format untuk pengumpulan data
4) Kumpulkan data
5) Analisa data

Catatan :
Dalam training ini hanya dijelaskan check sheet untuk investigasi.
Tentukan obyek dari pengukuran
Power Harga
(Item check)

I want to
buy a bike
(Obyektif)

Suspension Konsumsi
Bahan bakar

Style
Buat format pengumpulan data
Model
Revo Vega R DB TVS Neo D Smash
Measure

Price

Mileage

Power

Style

Suspension

Total
Kumpulkan data
Power Price Mileage
Power Mileage
Model Model Price (Rp) Model
(bhp/RPM) (Kmpl)
Honda Revo 7.3/7500 Honda Revo 11.900.000 Honda Revo 55
Vega R DB 8.8/7500 Vega R DB 11.215.000 Vega R DB 60
TVS Neo D 8.5/8000 TVS Neo D 10.450.000 TVS Neo D 60
Suzuki Smash 8.3/8000 Suzuki Smash 11.075.00 Suzuki Smash 55

Data Primer
Suspension
Style
Availibility of adjustable
Model Style Model
susspension
Honda Revo Honda Revo
Vega R DB Vega R DB
TVS neo D TVS neo D
Suzuki Smash Suzuki Smash

Point scale
Isilah check sheet
Price 11.900.000 11.215.000 10.000.000 11.075.000

Mileage 55 60 60 55

Power 7.3 bHP 8.8bHp 8.5 bHP 8.3 bHP

Style 5 4 5 4

Suspension 4 4 5 4

Total
Analisa data
Model
Kriteria terbaik
Measure

Price lower

Mileage higher

Power higher

Style higher

Suspension more

1-5 Scale ( 1-Terburuk 5-terbaik)


Tally the data
Model
Honda Revo Vega R DB TVS Neo D Suzuki Smash
Measure

Price

Mileage

Power

Style

Suspension

Total 17 21 25 19
Contoh Check Sheet
Multivariable Chart
March April

Motor cycle Scooterettes Motor cycle Scooterettes

< 110 cc > 110 cc Scooty Pep < 110 cc > 110 cc Scooty Pep

Sales
Domestic
Profit

Sales
Export
Profit
Summary
• Check Sheet adalah alat pengumpul data dan interpretasi

• Jenis-jenis Check Sheets


Pengukuran data
Penjumlahan data
Primary data
Ordered data
Point scale data

• Penyusunan check sheet terdiri dari 5 tahapan

Anda mungkin juga menyukai