0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan17 halaman

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Dokumen ini membahas pedoman umum ejaan bahasa Indonesia. Pedoman ini mencakup penjelasan tentang huruf-huruf abjad, vokal, konsonan, diftong dan gabungan huruf serta aturan pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia.

Diunggah oleh

Sri Maryoto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan17 halaman

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Dokumen ini membahas pedoman umum ejaan bahasa Indonesia. Pedoman ini mencakup penjelasan tentang huruf-huruf abjad, vokal, konsonan, diftong dan gabungan huruf serta aturan pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia.

Diunggah oleh

Sri Maryoto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EYD 1

PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA


YANG DISEMPURNAKAN
(Edisi kedua berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987, dicerm atkan pada Rapat Kerja Ke-30 Panitia Kerja
Sama Kebahasaan di Tugu, tangga l 16–20 Desember 1990 dan diterima pada Sidang Ke-30 Majelis
Bahasa Brunei Darussalam-Indon esia-Malaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4–6 Maret 1991)

I. Pemakaian Huruf C. Huruf Konsonan

A. Huruf Abjad Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa


Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k,
Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia l, m, n, p. q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf di-
sertakan di sebelahnya.
Huruf Contoh Pemakaian dalam Kata
Konsonan
Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama Di Awal Di Tengah Di Akhir
A a a J j je S s es b bahasa sebut adab
B b be K k ka T t te c cakap kaca –
C c ce L l el U u u d d ua ad a aba d
D d de M m em V v fe f fakir ka fir maa f
E e e N n en W w we g guna tiga balig
F f ef O o o X x eks h hari sah am tua h
G g ge P p pe Y y ye j jalan manja mikraj
H h h Q q ki Z z zet k kami pa ksa sesa k
I i i R r er – rakyat* bapak*
1 lekas alas kesa l
m m aka ka m dia m
B. Huruf Vokal
n n ama i an dau n
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indo- p pasang ak siap
nesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u. q** Quran apa –
r raih Fur qan puta r
s sampai ba ra lema s
Contoh Pemakaian dalam Kata
t tali asli rapa t
Huruf Vokal
Di Awal Di Tengah Di Akhir v varia mata –
w wanita lava –
a api padi lusa x** xenon haw –
c* enak petak sore y yakin a –
emas kena tipe z zeni – juz
i itu simpan murn i payung
o oleh kota radio lazim
u ulang bu mi ibu * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah.
*Dalam pengajaran lafal kata, dapat digunakan tanda ** Huruf q dan x digunakan khusus untuk nama dan
aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. keperluan ilmu.
Misalnya:
Anak-anak bermain di teras (téras).
Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah.
Kami menonton film seri (séri). D. Huruf Diftong
Pcrtandingan itu berakhir seri.
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang
dilambangkan dengan ai, au, dan oi.

Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 2

man-di som-bong swas-ta cap-


Huruf Contoh Pemakaian dalam Kata lok Ap-ril bang-sa
Diftong makh-luk
Di Awal Di Tengah Di Akhir
d. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konso-
ai ai n syai tan pand ai nan atau lebih, pemenggalan dilakukan di
au aula saudara harim au antara huruf konsonan yang pertama dan
oi – boikot amboi huruf konsonan yang kedua.
Misalnya:
E. Gabungan Huruf Konsonan in-stru-men ul-tra
in-fra bang-krut
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan
ben-trok ikh-las
huruf yang melambangkan konsonan, yaitu kh, ng,
ny, dan sy.
2. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, terma-
suk awalan yang mengalami perubahan bentuk
Gabungan Contoh Pemakaian dalam Kata serta partikel yang biasanya ditulis serangkai
Huruf dengan kata dasarnya, da pat dipenggal pada per-
Konsonan Di Awal Di Tengah Di Akhir
gantian baris.
kh kh usus a kh ir tari kh Misalnya:
ng ngilu ba ngun sena ng makan-an me-rasa-kan
ny nyata ha nyut – mem-bantu pergi-lah
sy syarat isyarat ara sy
Catatan :
F. Pemenggalan Kata a. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-
dapatnya tidak dipenggal.
1. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan b. Akhiran -i tidak dipenggal. (Lihat juga ke-
sebagai berikut. terangan tentang tanda hubung, Bab V,
a. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, Pasal E, Ayat 1.)
pemenggalan itu dilakukan di antara kedua c. Pada kata yang berimb uhan sisipan, pemeng-
huruf vokal itu. galan kata dilakukan sebagat berikut.
Misalnya: Misalnya:
ma-in sa-at bu-ah te-lun-ju k
si-nam-bung
Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah ge-li-gi
diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak
dilakukan di antara kedua huruf itu. 3. Jika suatu kata terdiri at as lebih dari satu unsur
Misalnya: dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan
unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di
au-la bukan a-u-la antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur
sau-da-ra bukan sa-u-da-ra gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a, 1b, 1c,
am-boi bukan am-bo-i dan 1d di atas.
b. Jika di tengah kata ada huruf konsonan, ter- Misalnya:
masuk gabungan-huruf konsonan, di antara bio-gra fi bi -o-gr a - fi
dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan foto-grafi fo-to-gra-fi
sebelum huruf konsonan. intro-speksi in-tro-spek-si
Misalnya: kilo-gram ki-lo-gram
ba-pak ba-rang su-lit kilo-meter ki-lo-me-ter
la-wan de-ngan ke-nyang pasca-panen pas-ca-pa-nen
mu-ta-khir Keterangan :
c. Jika di tengah kata ada dua huruf kosonan Nama orang, badan hukum, dan nama diri yang
yang berurutan, pemenggalan dilakukan di lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia
antara kedua huruf konsonan itu. Gabungan- yang Disempurnakan kecuali jika ada pertim-
huruf konsonan tidak pernah diceraikan. bangan khusus.
Misalnya:

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 3

II. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
A. Huruf Kapital atau Huruf Besar Profesor Supomo
L aksamana M uda Udara Husen Sastranegara
1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai S ekretaris J enderal Departemen Pertanian
huruf pertama kata pada awal kalimat. Gubernur Irian Jaya
Misalnya:
Huruf kapital tidak dipa kai sebagai huruf perta-
Dia mengantuk.
ma nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti
Apa maksudnya?
nama orang, atau nama tempat.
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu belum selesai. Misalnya:
Siapa gubernur yang baru dilantik itu?
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pe-
Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik
tikan langsung.
menjadi m ayor jenderal.
Misalnya:
Adik bertanya, “ Kapan kita pulang?” 6. Huruf kapital dipakai se bagai huruf pertama
Bapak menasihatkan, “ Berhati-hatilah, Nak!” unsur-unsur nama orang.
“Kemarin engkau terlambat,” katanya. Misalnya:
“Besok pagi,” kata Ibu, “dia akan berangkat.”
A mir H amzah
Dewi S artika
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
Wage R udolf S upratman
dalam ungkapan yang berhubungan dengan
H alim Perdanakusumah
nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti
A mpere
untuk Tuhan.
Misalnya: Huruf kapital tidak dipa kai sebagai huruf per-
Allah Alkitab Islam tama nama orang yang digunakan sebagai nama
Yang M ahakuasa Quran K risten jenis atau satuan ukuran.
Yang M aha Pengasih Weda Misalnya:
T uhan akan menunjukkan jalan yang benar mesin diesel
kepada hamba- Nya. 10 volt
Bimbinglah hamba- M u, ya T uhan, ke jalan 5 ampere
yang E ngkau beri rahmat.
7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
nama gelar kehormatan, keturunan, dan keaga-
maan yang diikuti nama orang. Misalnya:
Misalnya: bangsa I ndonesia
suku S unda
M ahaputra Yamin
bahasa I nggris
S ultan H
asanuddin H aji
Huruf kapital tidak dipa kai sebagai huruf perta-
Agus S alim
ma nama bangsa, suku, da n bahasa yang dipakai
I mam Syafii
sebagai bentuk dasar kata turunan.
N abi Ibrahim
Misalnya:
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf perta-
mengidonesiakan kata asing
ma nama gelar kehormatan, keturunan, dan
keinggris- i nggrisan
keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Misalnya: 8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
Dia baru saja diangkat menjadi sultan. nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa
Tahun ini ia pergi naik h aji. sejarah.
Misalnya:
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
bulan Agustus hari N atal
unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti
bulan M aulid Perang Candu
nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti
hari Galungan tahun Hijriah
nama orang tertentu, nama instansi, atau nama
hari J umat tarikh M asehi
tempat.
hari Lebaran
Misalnya: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 4

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf perta-


Misalnya:
ma peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai
nama. menjadi sebuah republik
beberapa badan h ukum
Misalnya:
kerja sama antara pemerintah dan rakyat
Soekarno dan Hatta mem proklamasikan menurut u ndang- u ndang yang berlaku
kemerdekaan bangsanya.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya 11. Huruf kapital dipakai se bagai huruf pertama
perang d unia. setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terda-
pat pada nama badan, lembaga pemerintah dan
9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
nama geografi. Misalnya:
Misalnya: Perserikatan B angsa- B angsa
Asia Tenggara K ali B rantas Yayasan Ilmu- Ilmu Sosial
B anyuwangi Lembah B aliem U ndang- U ndang Dasar R epublik I ndonesia
B ukit B arisan Ngarai S ianok R ancangan U ndang- U ndang Kepegawaian
Cirebon Pegunungan J ayawijaya
Danau Toba S elat Lombok 12. Huruf kapital dipakai se bagai huruf pertama
Dataran T inggi Dieng Tanjung H arapan semua kata (termasuk se mua unsur kata ulang
Gunung S emeru Teluk Benggala sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat
J alan Diponegoro Terusan S uez kabar, dan judul karan gan, kecuali kata seperti
J azirah A rab di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak
terletak pada posisi awal.
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf perta- Misalnya:
ma istilah geografi yang tidak menjadi unsur
nama diri. Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke
Jalan Lain ke Roma .
Misalnya: Bacalah majalah Bahasa dan Sastra .
berlayar ke teluk Dia adalah agen surat kabar Sinar Pemba-
mandi di k ali ngunan .
menyeberangi selat la menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum
pergi ke arah tenggara Perdata.”

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf perta- 13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
ma nama geografi yang digunakan sebagai nama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan
jenis. sapaan.
Misalnya: Misalnya:
garam i nggris Dr. doktor
gula jawa M.A. master of arts
kacang bogor S.H. sarjana hukum
pisang ambon S. S. sarjana sastra
Prof. profesor
10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama se- T n. tuan
mua unsur nama negara, lembaga pemerintah Ny. nyonya
dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi S dr. saudara
kecuali kata seperti dan.
Misalnya: 14. Huruf kapital dipaka i sebagai huruf pertama
kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti
R epublik Indonesia bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman
M ajelis Permusyawaratan R akyat yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
B adan Kesejahteraan Ibu dan A nak Misalnya:
Keputusan Presiden R epublik I ndonesia, “Kapan B apak berangkat?” tanya Harto.
Nomor 57, Tahun 1972 Adik bertanya, “Itu apa, B u?”
Surat S audara sudah saya terima.
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf perta- “Silakan duduk, Dik” kata Ucok.
ma kata yang bukan nama resmi negara, lembaga Besok Paman akan datang.
pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
nama dokumen resmi. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 5

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf perta- III. Penulisan Kata
ma kata penunjuk hubu ngan kekerabatan yang
tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. A. Kata Dasar
Misalnya: Kata yang berupa kata da sar ditulis sebagai satu ke-
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. satuan.
Semua k akak dan adik saya sudah berke-
Misalnya:
luarga.
Ibu percaya bahwa engkau tahu.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama Kantor pajak penuh sesak.
kata ganti Anda. Buku itu sangat tebal.
Misalnya:
B. Kata Turunan
Sudahkah A nda tahu?
Surat A nda telah kami terima. 1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis
serangkai dengan kata dasarnya.
B. Huruf Miring Misalnya:
1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk bergeletar
menuliskan nama buku, maja lah, dan surat dikelola
kabar yang dikutip dalam tulisan. penetap an
Misalnya: menengok
mem permain kan
majalah Bahasa dan Kesusastraan
buku Negarakertagama karangan Prapanca 2. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan
surat kabar Suara Karya atau akhiran ditulis sera ngkai dengan kata yang
langsung mengikuti atau mendahuluinya. (Lihat
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk me- juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V,
negaskan atau mengkhususkan huruf, bagian Pasal E, Ayat 5.)
kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya:
Misalnya: bertepuk tangan garis bawah i
Huruf pertama kata abad ialah a. menganak sungai sebar luas kan
Dia bukan menipu, tetapi ditipu.
Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf 3. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata
kapital. mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur
Buatlah kalimat dengan berlepas tangan . gabungan kata itu ditulis serangkai. (Lihat juga
keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal
3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk E, Ayat 5.)
menuliskan kata nama ilm iah atau ungkapan
Misalnya:
asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
menggarisbawah i meny ebarluas kan
Misalnya:
dilipatganda kan peng hancurlebur an
Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia
mangostana . 4. Jika salah satu unsur ga bungan kata hanya dipa-
Politik divide et impera pernah merajalela di kai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis
negeri ini. serangkai.
Weltanschauung antara lain diterjemahkan
menjadi ‘pandangan dunia.’ Misalnya:
Tetapi: adipati mahasiswa
Negara itu telah mengalami empat kudeta. aerodinamika mancanegara
antar kota multi lateral
Catatan : anu merta nara pidana
audio gram non kolaborasi
Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau awa hama Panca sila
kata yang akan dicetak miring diberi, satu garis
bikarbonat panteisme
di bawahnya.
biokimia pari purna
catur tunggal poligami
dasa warsa pramu niaga
dekameter pra sangka
demoralisasi purnawirawan
dwi warna reinkarnasi

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 6

ekawarna sapta krida


2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang
ekstra kurikuler semiprofesional mungkin menimbulkan kes alahan pengertian,
elektroteknik subseksi dapat ditulis dengan tanda hubung untuk
infra struktur swadaya menegaskan pertalian di an tara unsur yang
in kovensional telepon bersangkutan.
introspeksi trans migrasi
kolonialisme tri tunggal Misalnya:
kosponsor ultra modern alat pandang-dengar buku sejarah-baru
ibu-bapak kami orang-tua muda
Catatan : anak-istri saya mesin-hitung tangan
(1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf watt-jam
awalnya adalah huruf kapital, di antara kedua
unsur itu dituliskan tanda hubung (-). 3. Gabungan kata berikut ditulis serangkai.
Misalnya: Misalnya:

non-Indonesia pan-Afrikanisme acapkali manakala


adakalanya manasuka
(2) Jika kata maha sebaga i unsur gabungan diikuti akhirulkalam mangkubumi
oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, alhamdulillah matahari
gabungan itu ditulis terpisah. astagriullah olahraga
Misalnya: bagaimana padahal
barangkali paramasastra
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa
beasiswa peribahasa
melindungi kita.
belasungkawa puspawarna
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang
bilamana radioaktif
Maha Pengasih
bismillah saptamarga
bumiputra saputangan
C. Bentuk Ulang daripada saripati
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan meng- darmabakti sebagaimana
gunakan tanda hubung. darmasiswa sediakala
darmawisata segitiga
Misalnya: dukacita sekalipun
anak-anak gerak-gerik halalbihalal silalurahmi
biri-biri huru-hara hulubalang sukacita
buku-buku lauk-pauk kacamata sukarela
bumiputra-bumiputra mondar-mandir kasatmata sukaria
centang-perenang porak-poranda kepada syahbandar
hati-hati ramah-tamah keratabasa titimangsa
hulubalang-hulubalang sayur-mayur kilometer wasalam
kuda-kuda tukar-menukar
kupu-kupu tunggang-langgang E. Kata Ganti - ku, kau-, - mu, dan -nya
kura-kura terus-menerus
laba-laba berjalan-jala n Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan
mata-mata menulis-nulis kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis
sia-sia dibesar-besarkan serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
undang-undang Misalnya:
Apa yang ku miliki boleh kau ambil.
D. Gabungan Kata Buku ku , buku mu, dan bukunya tersimpan di
perpustakaan.
1. Gabungan kata yang lazim disebut kata maje-
muk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya
F. Kata Depan di, ke, dan dari
ditulis terpisah.
Misalnya: Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata
yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata
duta besar mata pelajaran yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti
orang tua simpang empat kepada dan daripada. (Lihat juga Bab III, Pasal D,
kambing hitam meja tulis Ayat 3).
persegi panjang kereta api cepat luar biasa
model linear rumah sakit umum Misalnya:

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 7

Kain itu terletak di dalam lemari.


pun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun,
Bermalam semalam di sini.
sekalipun, sungguhpun, dan walaupun ditulis se-
Di mana Siti sekarang?
rangkai.
Mereka ada di rumah.
la ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Misalnya:
Ke mana saja ia selama ini? Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.
Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyele-
Mari kita berangkat ke pasar. saikan tugas itu.
Saya pergi ke sana-sini mencarinya. Baik para mahasiswa maupun mahasiswi ikut
Ia datang dari Surabaya kemarin. berdemonstrasi.
Sekalipun belum memuaskan, hasil pekerjaan
Catatan:
dapat dijadikan pegangan.
Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis Walaupun miskin, ia selalu gembira.
serangkai.
3. Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan
Si Amin tebih tua daripada Si Ahmad.
‘tiap’ ditulis terpisah da ri bagian kalimat yang
Kami percaya sepenuhnya kepada kakaknya.
mendahului atau mengikutinya.
Kesampingkan saja persoalan yang tidak
penting itu. Misalnya:
Ia masuk, lalu keluar lagi. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1
Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta April.
pada tanggal 11 Maret 1966. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per
Bawa kemari gambar itu. satu.
Kemarikan buku itu. Harga kain itu Rp2.000.00 per helai.
Semua orang terkemuka di desa itu hadir
dalam kenduri itu. I. Singkatan dan Akronim

G. Kata si dan sang 1. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang


terdiri atas satu huruf atau lebih.
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang
a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan,
mengikutinya.
jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda
Misalnya: titik.
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Misalnya:
Surat itu dikirimkan kembali kepada si
A. S. Kramawijaya
pengirim.
Muh. Yamin
Suman Hs.
H. Partikel Sukanto S.A.
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai M.B.A. master of business adminis-
dengan kata yang mendahuluinya. tration
[Link]. master of science
Misalnya: S.E. sarjana ekonomi
Bacalah buku itu baik-baik. [Link]. sarjana karawitan
Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat
Apakah yang tersirat dalam surat itu? Bpk. Bapak
Siapakah gerangan dia? Sdr. Saudara
Apatah gunanya bersedih hati? Kol. Kolonel

2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah
mendahuluinya. dan ketatanegaraan, badan atau organisasi,
Misalnya: serta nama dokumen resmi yang terdiri atas
huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital
Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus. dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.
Jangankan dua kali, satu kali pun engkau be- Misalnya:
lum pernah datang ke rumahku. DPR Dewan Perwakilan Rakyat
Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi. PGRI Persatuan Guru Republik Indo-
nesia
Catatan: GBHN Garis-Garis Besar Haluan
Kelompok yang lazim dianggap padu, misalnya Negara
adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biar-

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 8

SMTP sekolah menengah tingkat per-


Bappenas Badan Perencanaan Pemba-
tama
ngunan Nasional
PT perseroan terbatas
Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indo-
KIP kartu tanda pengenal
nesia
c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga kata Kowani Kongres Wanita Indonesia
atau lebih diikuti satu tanda titik. Sespa Sekolah Staf Pimpinan Adminis-
trasi
Misalnya:
dll. dan lain-lain c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa
dsb. dan sebagainya gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan
dst. dan seterusnya huruf dan suku kata dari deret kata seluruh-
hlm. halaman nya ditulis dengan huruf kecil.
sda. sama dengan atas Misalnya:
Yth. Yang terhormat pemilu pemilihan umum
Tetapi: radar radio detecting and ranging
a.n. atas nama rapim rapat pimpinan
d.a. dengan alamat rudal peluru kendali
u.b. untuk beliau tilang bukti pelanggaran
u.p. untuk perhatian Catatan :
d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, Jika dianggap perlu membentuk akronim,
takaran, timbangan, dan mata uang tidak hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut.
diikuti tanda titik. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi
Misalnya: jumlah suku kata yang lazim pada kata Indo-
nesia. (2) Akronim dibentuk dengan meng-
Cu kuprum indahkan keserasian kombinasi vokal dan
TNT trinitrotoluen konsonan yang sesuai dengan pola kata Indo-
cm sentimeter nesia yang lazim.
kVA kilovolt-ampere
l liter J. Angka dan Lambang Bilangan
kg kilogram
Rp rupiah 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bi-
langan atau nomor. Di dalam tulisan lazim di-
2. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan gunakan angka Arab atau angka Romawi.
huruf awal, gabungan suku kata, ataupun ga-
Angka Arab: 0, 1, 2, 3, 4,5,6, 7, 8, 9
bungan huruf dan suku kata dari deret kata yang
Angka Romawi: I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII,
diperlakukan sebagai kata.
IX, X, L (50), C (100), D
a. Akronim nama diri yang berupa gabungan (500), M (1.000), V (5.000),
huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya M (1.000.000)
dengan huruf kapital.
Pemakaiannya diatur le bih lanjut dalam pasal-
Misalnya: pasal yang berikut ini.
ABRI Angkatan Bersenjata Republik 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran
Indonesia panjang, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu,
LAN Lembaga Administrasi Negara (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas.
PASI Persatuan Atletik Seluruh Indo-
nesia Misalnya:
IKIP Institut Keguruan dan Ilmu 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit
Pendidikan 5 kilogram pukul 15.00
SIM surat izin mengemudi 4 meter persegi tahun 1928
10 liter 17 Agustus l945
b. Akronim nama diri yang berupa gabungan
Rp5.000,00 50 dolar Amerika
suku kata atau gabungan huruf dan suku kata
US$3.50* 10 paun Inggris
dari deret kata ditulis dengan huruf awal
$5.10* 100 yen
huruf kapital.
¥ 100 10 persen
Misalnya: 2.000 rupiah 27 orang
Akabri Akademi Angk atan Bersenjata * Tanda titik di sini merupakan tanda desimal.
Republik Indonesia

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 9

3. Angka lazim dipakai untuk melambangkan


uang lima 1000-an atau uang lima seribuan
nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar
pada alamat. 8. Lambang bilangan yang dapa t dinyatakan
Misalnya: dengan satu atau dua ka ta ditulis dengan huruf
kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai
Jalan Tanah Abang I No. 15
secara berurutan, seperti dalam perincian dan
Hotel Indonesia, Kamar 169
pemaparan.
4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian Misalnya:
karangan dan ayat kitab suci.
Amir menonton drama itu sampai tiga kali.
Misalnya: Ayah memesan tiga ratus ekor ayam.
Bab X, Pasal 5, halaman 252 Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang
Surah Yasin: 9 setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang
memberikan suara blangko.
5. Penulisan lambang bila ngan dengan huruf di- Kendaraan yang ditempah untuk pengang-
lakukan sebagai berikut. kutan umum terdiri atas 50 bus, 100 heli-
a. Bilangan utuh cak, 100 bemo.

Misalnya: 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis


dua belas 12 dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat di-
ubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyata-
dua puluh dua 22
kan dengan satu atau dua kata tidak terdapat
dua ratus dua puluh dua 222
pada awal kalimat.
b. Bilangan pecahan Misalnya:
Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu.
setengah ½ Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.
tiga perempat ¾ Bukan:
seperenam belas 1/16
tiga dua pertiga 15 orang tewas dala m kecelakaan itu.
3 2/3
seperseratus 250 orang tamu diundang Pak Darmo.
1/100
satu persen 1% Dua ratus lima puluh orang tamu diundang
satu permil 1‰ Pak Darmo.
satu dua persepuluh 1,2
10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang
6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah
dilakukan dengan cara yang berikut. dibaca.

Misalnya: Misalnya:

Paku Buwono X Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman


Paku Buwono ke-10 250 juta rupiah.
Paku Buwono kesepuluh Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 120
juta orang.
Bab II
Bab ke-2 11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan
Bab kedua huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam do-
Abad XX kumen resmi seperti akta dan kuitansi.
Abad ke-20 Misalnya:
Abad kedua puluh
Kantor kami mempunyai dua puluh orang pe-
Tingkat V gawai.
Tingkat ke-5 Di lemari itu tersimpan 805 buku dan ma-
Tingkat kelima jalah.
7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat Bukan:
akhiran -an mengikuti cara yang berikut (Lihat Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang
juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, pegawai.
Pasal E, Ayat 5). Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus li-
Misalnya: ma) buku dan majalah.
tahun ’50-an atau tahun lima puluhan 12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan
uang 5000-an atau uang lima ribuan huruf, penulisannya harus tepat.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 1

Misalnya:
4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka
Rp999,75 (sembilan ratus sembilan puluh waktu.
sembilan dan tujuh puluh lima perseratus Misalnya:
rupiah).
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 1.32.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
999,75 (sembilan ratus sembilan puluh 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) 0.0.30 jam (30 detik)
rupiah.
5. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul
tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya
IV. Penulisan Unsur Serapan atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar
pustaka.
Bab ini sudah dimuat dalam butir 6.5, 6.6, dan 6.7
Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) se- Misalnya:
hingga tidak diuraikan lagi di sini. Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara . Wel-
tervreden: Balai Poestaka.

V. Pemakaian Tanda Baca 6a. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan
ribuan atau kelipatannya.
A. Tanda Titik (.) Misalnya:
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
bukan pertanyaan atau seruan. Gempa yang terjadi semalam menewaskan
Misalnya: 1.231 jiwa.

Ayahku tinggal di Solo. 6b. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan
Biarlah mereka duduk di sana. bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak
Dia menanyakan siapa yang akan datang. menunjukkan jumlah.
Hari ini tanggal 6 April 1973. Misalnya:
Marilah kita mengheningkan cipta.
Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permo- Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
honan ini. Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Nomor gironya 5645678.
2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf
7. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang
dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
merupakan kepala karangan atau kepala ilustra-
Misalnya: si, tabel, dan sebagainya.
a. III. Departemen Dalam Negeri Misalnya:
A. Direktorat Jenderal Pembangunan
Acara Kunjungan Adam Malik
Masyarakat Desa
Bentuk dan Kebudayaan (Bab I UUD '45)
B. Direktorat Jenderal Agraria
Salah Asuhan
1. ...
8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat
(1) Patokan Umum
pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan
1.1. Isi Karangan
alamat penerima surat.
1.2. Ilustrasi
1.2.1. Gambar Tangan Misalnya:
1.2.2. Tabel Jalan Diponegoro 82
1.2.3. Grafik Jakarta
Catatan: 1 April 1991
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau Yth. Sdr. Moh. Hasan
huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka Jalan Arif 43
atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam Palembang
deretan angka atau huruf.
Kantor Penempatan Tenaga
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka Jalan Cikini 7l
jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Jakarta
Misalnya:
pukul 1 35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20
detik)

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 1

B. Tanda Koma (,)


Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur “Saya gembira sekati,” kata Ibu, “karena
dalam suatu perincian atau pembilangan. kamu lulus.”
Misalnya: 7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan ala-
Saya mcmbeli kertas, pena, dan tinta. mat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau
memerlukan perangko. negeri yang ditulis berurutan.
Satu, dua, ... tiga! Misalnya:
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat Surat-surat ini harap dialamatkan kepada
setara yang satu dari kalimat setara berikutnya Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas In-
yang didahului oleh kata seperti tetapi atau me- donesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta.
lainkan . Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
Surabaya, 10 Mei 1960
Misalnya:
Kuala Lumpur, Malaysia
Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak 8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian
Kasim. nama yang dibalik susunannya dalam daftar pus-
taka.
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak
Misalnya:
kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat
didahului induk kalimatnya. Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata-bahasa
Baru Bahasa Indonesia . Jilid 1 dan 2.
Misalnya:
Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya. 9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian
dalam catatan kaki.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
Misalnya:
anak kalimat dari induk kalimat jika anak kali-
mat itu mengiringi induk kalimatnya. WJ.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia
untuk Karang-mengarang (Yogyaka rta: UP
Misalnya:
Indonesia. 1967), hlm. 4.
Saya tidak akan data ng kalau hari hujan.
Dia lupa akan janjinya karena sibuk. 10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan
Dia tahu bahwa soal itu penting. gelar akademik yang mengikutinya untuk mem-
bedakannya dari singka tan nama diri, keluarga,
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ung- atau marga.
kapan penghubung antark alimat yang terdapat
Misalnya:
pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh
karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, dan B. Ratulangi, S.E.
akan tetapi. Ny. Khadijah, M.A.
Misalnya: 11. Tanda koma dipakai di muka angka persepu-
.... Oleh karena itu , kita harus berhati-hati. luhan atau diantara rupiah dan sen yang dinyata-
.... Jadi, soalnya tidak semudah itu. kan dengan angka.
Misalnya:
5. Tanda koma dipakai unluk memisahkan kata
seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang 12,5 m
lain yang terdapat di dalam kalimat. Rp12,50
Misalnya: 12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan
O, begitu? yang sifatnya tidak membatasi. (Lihat juga pema-
Wah , bukan main! kaian tanda pisah, Bab V, Pasal F.)
Hati-hati, ya, nanti jatuh. Misalnya:
6. Tanda koma dipakai unluk memisahkan petikan Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
langsung dari bagian la in dalam kalimat. (Lihat Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang
juga pemakaian tanda petik, Bab V, Pasal L dan laki-laki yang makan sirih.
M.) Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang
perempuan, mengikuti latihan paduan
Misalnya:
suara.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 1

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang


Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang ke-
pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
merdekaan itu: hidup atau mati.
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan
namanya pada panitia. 1b. Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau
perian itu merupakan pe lengkap yang mengakhi-
13. Tanda koma dapat di pakai—untuk menghindari ri pernyataan.
salah baca—di belakang keterangan yang terda-
Misalnya:
pat pada awal kalimat.
Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
Misalnya:
Fakultas itu mempunyai jurusan ekonomi
Dalam pembinaan dan pengembangan ba- umum dan jurusan ekonomi perusahaan.
hasa, kita memerlukan sikap yang bersung-
guh-sungguh. 2. Tanda titik dua dipakai scsudah kata atau ung-
Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan kapan yang memerlukan pemerian.
terima kasih. Misalnya:
Bandingkan dengan: a. Ketua: Ahmad Wijaya
Kita memerlukan sikap yang bersungguh- Sekretaris: S. Handayani
sungguh dalam pembinaan dan pengem- Bendahara: [Link]
bangan bahasa. b. Tempat Sidang: Ruang 104
Karyadi mengucapkan terima kasih atas ban- PengantarAcar a: Bambang S.
tuan Agus. Hari: Senin
Waktu: 09.30
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan pe-
tikan langsung dari bagian lain yang mengiringi- 3. Tanda titik dua dapa t dipakai dalam teks drama
nya dalam kalimat jika petikan langsung itu sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam
berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. percakapan.
Misalnya: Misalnya:
“Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. Ibu: (meletakkan bebcrapa kopor)
“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. “Bawa kopor ini, Mir!”
Amir: “Baik, Bu.” (mengangkat kopor
C. Tanda Titik Koma(;) dan masuk)
Ibu: “Jangan lupa. Letakkan baik-baik!”
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisah- (duduk di kursi besar)
kan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan se-
tara. 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau no-
mor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat
Misalnya: dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak
Malam makin larut; pekerjaan belum selesai judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan
juga. acuan dalam karangan.
Misalnya:
2. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai penggan-
ti kata penghubung untuk memisahkan kalimat Tempo, I (1971), 34:7
yang setara di dalam kalimat majemuk. Surah Yasin: 9
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur
Misalnya:
Hidup: Sebuah Studi , sudah terbit.
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu Tjok ronegoro, Sutomo. 1968. Tjukupkah
sibuk bekerja di dapur; Adik menghapal nama- Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita?
nama pahlawan nasional; saya sendi- ri Djakarta: Eresco.
asyik mendengarkan siaran “ Pilihan Pen-
dengar.” E. Tanda Hubung (-)

D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda Hubung menyambung suku-suku kata


dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
1a. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu
Misalnya:
pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau
pemerian.
Di samping cara-ca ra lama itu ada ju-
Misalnya:
ga cara yang baru
Kita sekarang memerlukan perabot rumah
tangga: kursi, meja, dan lemari.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 1

Suku kata yang berupa satu vokal tidak ditem-


Misalnya:
patkan pada ujung bari s atau pangkal baris.
p-a-n-i-t-i-a
Misalnya:
8-4-1973

Beberapa pendapat mengenai masalah itu 5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas
telah disampaikan .... (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan,
Walaupun sakit, mereka tetap tidak dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata.
mau beranjak …. Misalnya:
ber-evolusi
atau dua puluh lima-ribuan (20 5000)
tanggung jawab dan kesetiakawanan-sosial
Beberapa pendapat mengenai masalah Bandingkan dengan:
itu telah disampaikan .... be-revolusi
Walaupun sakit, mereka tetap tidak mau dua-puluh-lima-ribuan (1 2500)
beranjak …. tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial

6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (i)


bukan
se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan
huruf kapital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka
Beberapa pendapat mengenai masalah i- dengan -an, dan (iv) singkatan berhuruf kapital
tu telah disampaikan .... dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan
Walaupun sakit, mereka tetap tidak ma- rangkap.
u beranjak ….
Misalnya:
se-Indonesia
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan se-Jawa Barat
bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan hadiah ke-2
depannya pada pergantian baris. tahun 50-an
Misalnya: mem-PHK-kan
hari-H
sinar-X
Menteri-Sekretaris Negara
Kini ada cara yang baru untuk meng-
ukur panas. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan un-
Kukuran baru ini memudahkan kita me- sur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
ngukur kelapa. Misalnya:
Senjata ini merupakan alat pertahan-
an yang canggih. di-smash
pen-tackle -an

Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terda- F. Tanda Pisah (—)


pat satu huruf saja pada pangkal baris.
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kal-
3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata imat yang memberi penjelasan di luar bangun
ulang. kalimat.

Misalnya: Misalnya:

anak-anak Kemerdekaan bangsa it u—saya yakin akan


berulang-ulang tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu
kemerah-merahan sendiri.

Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan 2. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan apo-
pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai sisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat
pada teks karangan. menjadi lebih jelas.
Misalnya:
4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang die- Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbi-
ja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. an, dan kini juga pembelahan atom—telah
mengubah konsepsi kita tentang alam se-
mesta.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 1

3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau


Alangkah seramnya peristiwa itu!
tanggal dengan arti ‘sampai’.
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Misalnya: 1910– Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan
1945 anak istrinya.
Tanggal 5–10 April 1970 Merdeka!
Jakarta–Bandung
J. Tanda Kurung ((...))
Catatan :
Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan 1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan
dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebe- atau penjelasan.
lum dan sesudahnya. Misalnya;
Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun
G. Tanda Elipsis (...) DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terpu-
2. Tanda kurung mengapit keterangan atau pen-
tus-putus.
jelasan yang bukan ba gian integral pokok
Misalnya: pembicaraan.
Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak. Misalnya:

2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam kalimat Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama
atau naskah ada bagian yang dihilangkan. tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada
tahun 1962.
Misalnya: Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan
Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih arus perkembangan baru dalam pasaran
lanjut. dalam negeri.
Catatan : 3. Tanda kurung mengapit huruf-atau kata yang
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kehadirannya di dalam t eks dapat dihilangkan.
kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga Misalnya:
buah untuk menandai penghilangan teks dan
satu untuk menandai akhir kalimat. Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indone-
sia menjadi kokain(a) .
Misalnya: Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan
dengan hati-hati .... 4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang
memerinci satu urutan keterangan.
H. Tanda Tanya (?) Misalnya:

1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Faktor produksi menyangkut masalah (a)
alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
Misalnya:
Kapan ia berangkat? K. Tanda Kurung Siku ([...])
Saudara tahu, bukan?
1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung me- kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan
nyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis
yang kurang dapat di buktikan kebenarannya. orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesa-
lahan atau kekurangan itu memang terdapat di
Misalnya:
dalam naskah asli.
la dilahirkan pada tahun 1683 (?).
Misalnya:
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.
Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
I. Tanda Seru (!)
2. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam
1. Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau per- kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
nyataan yang berupa seruan atau perintah yang Misalnya:
menggambarkan kesun gguhan, ketidakper-
cayaan, atau pun rasa emosi yang kuat. Persamaan kedua proses ini (perbedaannya
[lihat halaman 35-38] tidak dibicarakan)
Misalnya: perlu dibentangkan di sini.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


E 1

L. Tanda Petik (“...”)


M. Tanda Petik Tungga1 (‘...’)
1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang be-
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang ter-
rasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan
susun di dalam petikan lain.
tertulis lain.
Misalnya:
Misalnya :
Tanya Basri, “Kau dengar bunyi ‘kring-kring’
“Saya belum siap,” kata Mira, “tunggu seben-
tadi?”
tar!”
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara
“Waktu kubuka pintu kamar depan, kudengar
ialah bahasa Indonesia.” teriak anakku, ‘Ibu, Ba pak pulang,’ dan rasa
2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau letihku lenyap seketika,” ujar Bapak Ham-
bab buku yang dipakai dalam kalimat. dan.

Misalnya: 2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemah-


Bacalah “Bola Lampu”dalam buku Dari Suatu an, atau penjelasan kata ungkapan asing. (Lihat
Masa, dari Suatu Tempat . pemakaian tanda kurung, Bab V, Pasal J.)
Karangan Andi Hakim Nasoetion yang ber- Misalnya:
judul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA”
feed-back balikan
diterbitkan dalam Tempo.
Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5
buku itu. N. Tanda Garis Miring
1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat
3. Tanda petik mengapit is tilah ilmiah yang kurang
dan nomor pada alamat dan penandaan masa
dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
satu tahun yang terbagi dalam dua tahun tak-
Misalnya: wim.
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba Misalnya:
dan ralat” saja.
No. 7/PK/1973
la bercelana panjang yang di kalangan remaja
Jalan Kramat II/10
dikenal dengan nama “cutbrai”.
tahun anggaran 1985/1986
4. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang
2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti
mengakhiri petikan langsung.
kata dan, atau, atau tiap .
Misalnya:
Misalnya:
Kata Tono, “Saya juga minta satu.”
mahasiswa/mahasiswi
5. Tanda baca penutup kalim at atau bagian kalimat harganya Rp150,00/lembar
ditempatkan [Link] tanda petik yang meng-
apit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (’)
khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Tanda penyingkat atau apostrof menunjukkan peng-
Misalnya: hilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Karena warna kulitnya, Budi mendapat ju- Misalnya:
lukan “Si Hitam”.
Ali ‘kan kusurati. (‘kan = akan)
Bang Komar sering disebut “pahlawan”, ia
Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah)
sendiri tidak tahu sebabnya.
1 Januari ‘88 (‘88 = 1988)
Catatan :
Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup
pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi ***
di sebelah atas baris. Tanda baca ditulis di luar
tanda petik karena yang di dalam petik bukan Catatan SWD: Seperti tanda baca lain, tanda titik
makna harfiah. Ditulis melekat pada kata juga dua (:) ditulis melekat pada kata yang diberi tanda
boleh. baca. Tidak ada titik dua menggantung atau berdiri
sendiri.

Untuk Keperluan E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


EYD 16

Referensi
Menulis Akademik/Profesional

Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia Yang
Disempurnakan (EYD)

Terlampir dalam Departemen


Pendidikan dan Kebudayaan Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI)
Balai Pustaka
1988

Disalin oleh Suwardjono untuk keperluan akademik

Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD


EYD 17

Referensi Penulisan Akademik/Profesional

Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia
Yang Disempurnakan (EYD)

Seperti produk perundang-undangan yang diundangkan melalui


Lembaran Negara, dapat diasumsi bahwa Keputusan Menteri
merupakan dokumen atau produk perundang-undangan.
Dengan demikian, dokumen ini menjadi domain publik bukan
kekayaan intelektual yang dilindungi dengan Undang-Undang
Kekayaan Intelektual. Oleh karena itu, dokumen semacam ini dapat
disalin, digandakan, dan disebarluaskan untuk tujuan pendidikan
masyarakat dengan menunjukkan sumbernya.

Isi dokumen ini disalin dengan perbaikan tanda baca dan disajikan kembali
dengan memperhatikan aspek tipografi agar nyaman dibaca.

Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD

Anda mungkin juga menyukai