Arti Sopi dalam Adat Romkisar
Arti Sopi dalam Adat Romkisar
HASIL PENELITIAN
Hamparan pasir putih yang indah nan memanjang, karang pantai yang
berhempasan sepanjang pantai dan buih ombak berkejaran serta gelombang yang
pecah, lambaian nyiur yang melambai ditepian pantai, seakan melukiskan ada
kehidupan yang sempurna lagi indah yang tercipta di negeri “LELPAU HARYAI
WONDAUW WON HERA”, yang kemudian disebut dengan nama Romkisar. Kisah
yang terukir beratus-ratus tahun silam, seakan melukiskan kehidupan para pelaku
hidup yang menghadirkan sosok negeri Romkisar ditengah suka dan duka kehidupan.
Di atas tanah yang berbatu dan bertabur benih pohon koli, ada kehidupan yang
alam yang kaya seakan mengajak manusia untuk tetap menjaganya, demi tercipta
hidup yang damai dan sejahtera. Karena itu kebersamaan perlu ditata dan diatur,
maka lahirlah hukum adat untuk mengatur dan menjadikan manusia untuk hidup
Kehidupan yang kemudian berpacu dengan suka dan duka yang dihadapi
persoalan hidup yang ditemui. Karena alasan-alasan tertentu, maka hidup orang-
orang yang ada dalam negeri Romkisar harus mengalami perpindahan tempat tinggal
dari satu tempat ke tempat yang lain sebagai hunian baru. Alasan yang sangat
mendasar adalah bahwa tingkat kematian yang sangat tinggi dalam satu hari.
Perpindahan tempat pertama kali terjadi pada tahun 1945 dari negeri pertama
(Hymna).
Di negeri pertama jumlah jiwanya mencapai 800 jiwa. Pada tahun tersebut
negeri Romkisar berpindah tempat hunian ke negeri yang kedua (Durah). Kemudian
pada tanggal 13 Maret 1961 Negeri ini kembali pindah ke tempat ketiga, dan tempat
ini menjadi tempat hunian terakhir dan sampai sekarang masih ditempati yaitu negeri
perpindahan ke tempat hunian ketiga atau hunian terakhir yang ditempati sekarang
Hnyoli Lyeta (Met Melai tatra Lgona) puncak dari peristiwa sejarah tersebut dengan
ditandai dengan kulibia yang didalamnya terdapat satu buah gelang emas. dan setelah
yang ada di Kabupaten Maluku Barat Daya. Asal nama Romkisar berasal dari kata
Romkeher, yang terdiri dari 2 suku kata yaitu Roma yang artinya patung batu rumah
dan Keher yang artinya sekelompok orang yang hidup dan mempunyai karakter yang
keras. Nama Romkisar baru diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu pada saat
35
keberadaan bangsa Portugis di negeri tersebut. Penterjemahan ini sesuai dengan
legenda Roma dan Keher. Jadi Romkisar diartikan sebagai “orang yang hidup dan
2. Letak Geografis
1
Sumber data: Data desa Romkisar tahun 2016.
36
Kepulauan Maluku Barat Daya terletak di sebelah barat daya kota Ambon
Kabupaten ini sebelah utara berbatasan dengan laut Banda, sebelah timur berbatasan
dengan kepulauan Tanimbar, sebelah selatan berbatasan dengan laut timur dan selat
Secara georgrafis desa Romkisar membujur dari utara ke selatan dengan luas
1km per segi. Di sebelah utara desa Romkisar terdapat pantai (pasir panjang) yang
hampir sudah dikenal diseluruh pulau Luang Sermata. Desa Romkisar adalah salah
satu desa yang berada di Kecamatan Mdona Hyera kabupaten Maluku Barat Daya.
3. Keadaan Alam/Iklim
Keadaan alam atau iklim di desa Romkisar sama dengan yang umumnya
berlaku di daerah Maluku Barat Daya, yaitu beriklim tropis. Dengan keadaan atau
kondisi iklim yang demikian maka desa Romkisar dipengaruhi oleh dua musim yaitu,
musim kemarau juga disebut musim timur dan musim hujan juga disebut musim
hujan dari bulan [Link] musim ini silih berganti yang diselinggi
2
Sumber data: Data Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (Gema MBD), September 2016.
37
oleh musim transisi yang terjadi pada bulan April (peralihan musim barat ke musim
4. Jumlah Penduduk
Berdasarkan data statistik desa Romkisar tahun 2016, maka jumlah penduduk
desa Romkisar seluruhnya adalah 333 jiwa yakni 159 laki-laki dan 174 perempuan.
3
Hasil wawancara dengan ibu. O. D. 15 April 2016.
38
Tabel 2, diatas dapat menunjukan bahwa jumlah penduduk dengan tingkat
umur 0-3 tahun, 16-45 tahun merupakan angka tertinggi yanki 41 jiwa dan 117 jiwa
dan tingkat umur 13-15 tahun merupakan angka terkecil yaitu 20 jiwa.4
5. Mata Pencaharian
Berdasarkan data yang diperoleh dari data statistik desa Romkisar maka, ada
Jenis Pekerjaan
Desa Tukang
3 35 5 3 7 11 2
pencaharian pokok ialah sebagai petani. Pola bertanian masyarakat Romkisar adalah
peladangan, dimana para petani biasanya membuka lahan pada musim kemarau,
antara bulan Agustus sampai Oktober, dan baru dibakar ketika gejalah alam
menunjukan musim hujan segera tiba. Kebun mereka diberi nama sesuai musim,
yaitu kebun barat dan kebun timur. Disebut kebun barat karena hasilnya dipanen
pada musim barat, sedangkan disebut kebun timur karena hasilnya dipanen pada
musim timur.
4
Sumber data: Data desa Romkisar tahun 2016.
39
Selain bertani mata pencaharian lain yang digeluti oleh masyarakat adalah tipar
pohon lontar atau koli. Konon, masyarakat setempat menyebutnya dengan iris
sageru.5 Hasil dari tipar atau iris ini kemudian disuling menjadi minuman keras,
yang istilah tradisional dikenal sebagai arak/sopi. Pekerjaan ini sudah dilakukan
yaitu babi dan kambing, sedangkan ternak yang lain seperti, sapi dan kuda diternakan
tanaman umur panjang (kelapa, jambu mete) dan tanaman umur pendek (umbi-
umbian, pisang, jagung, kacang-kacangan, dan sayur). Kelapa sering dijadikan kopra,
ada hanya dilakukan di dalam desa atau menjualnya ke desa-desa tetangga. Kegiatan
ini umunya dikerjakan atau dilakukan oleh kaum perempuan. Sulitnya transportasi
juga berakibat tanaman-tanaman umur pendek yang dikembangkan tidak dapat dijual
di pasar atau ke kota-kota besar (propinsi), semua hasil hanya untuk kebutuhan
musim penghujan masyarakat memilih bertani, dan musim kemarau mereka hanya
5
Pada umumnya di daerah Maluku Barat daya pohon koli atau tuak sangat banyak, tumbuhan
ini dapat tumbuh dengan baik di daerah-daerah yang berbatu, maupun yang tidak [Link] ini
memiliki banyak manfaat seperti timba untuk mengangkat air, tudung saji, bakul, dll. Untuk pohon yang
tidak berbuah biasanya mengeluarkan batang buah muda yang nantinya diiris dan diambil sarinya
ditampung dalam wadah tampungan dari bamboo atau botol plastik, hasil irisan pertama biasanya
dikenal dengan Tuak/Sageru manis, hasil ini lalu dimasak 4-5 jam lalu diletakan dalam wadah tempurung
kelapa dan didinginkan untuk menjadi gula merah. Hasil irisan batang buah dibiarkan satu sampai dua
hari akan menjadi masam untuk digunakan sebagai pengganti cuka ini dikenal dengan cuka sageru. Hasil
penyulingan sari pohon tuak yang dikenal sebagai sopi (tuak khas Maluku).
40
berternak. Berdasarkan hal ini, maka dapat dikatakan keadaan ekonomi masyarakat
ditentukan oleh jenis mata pencaharian hidup atau pekerjaan pokok yang digeluti.
6. Pendidikan
Jumlah Lulusan
Perguruan Tinggi
95 13 11 1 4
Negeri Romkisar. Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1974, sejak didirikan sampai
saat ini, SD Negeri Romkisar telah berhasil menamatkan banyak siswa. Diantara
siswa-siswa yang tamat, ada yang menjadi PNS, dan ada juga yang bekerja sebagai
pendidikan mereka di SMP, SMA bahkan di perguruan tinggi di kota-kota yang lebih
maju.
41
7. Sistem Pemerintahan
Ada dua sistem pemerintahan yang berlaku dalam masyarakat Romkisar, yaitu
sistem yang kedua adalah sistem pemerintahan adat. Dalam hal ini, semua persoalan
yang ada dalam desa terlebih dahulu diselesaikan secara adat jika hal ini tidak
berjalan baik, maka akan ditindak lanjuti sesuai aturan perundang-undangan.6 Sejalan
dengan hal tersebut maka dapat dilihat struktur pemerintahan desa Romkisar sebagai
berikut:
musyawarah. Sesuai aturan adat setempat, kedudukan kepala desa berdasarkan pada
garis genelogis secara turun-temurun dari soa7 yang memiliki kedudukan untuk
6
Hasil Wawancara dengan Bpk. R.D.(Pejabat Kepala Desa Romkisar), 5 April 2016.
7
Soa yang dimaksudkan disini adalah gabungan dari beberapa mata rumah atau kumpulan dari
kelompok-kelompok kekerabatan.
42
memerintah (soa parentah/marna). Misalnya yang bisa menjabat kursi pemerintahan
desa ialah dari marga Saleky. Dalam sistem pemerintahan dikenal juga badan saniri.8
Badan ini merupakan bentuk kepemimpinan kolektif, sehingga tidak ada person atau
kelompok soa yang dominan terhadap yang lainnya. Masyarakat desa dan dusun
terbagi dalam soa. Setiap soa diketuai oleh seorang kepala soa yang dipilih secara
demokrasi untuk duduk dalam badan saniri. Dalam masyarakat Romkisar juga ada
marinyo9 yang tugasnya masih tampak sampai saat ini. Pada saat-saat tertentu
8
Badan Saniri, disahkan oleh peraturan tahun 1824, di zaman kolonialisme Belanda. Badan
saniri adalah lembaga musyawarah masyarakat sekaligus sebagai lembaga peradilan yang menempatkan
aturan-aturan dan memutuskan perkara-perkara yang berhubungan dengan masalah-masalah adat.
Badan saniri juga adalah badan pegawai bagi petuanan (batas-batas tanah) dari setiap anggota
masyarakat. Lih. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Sejarah Daerah Maluku
(Jakarta: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 1977), 32.
9
Marinyo adalah orang yang menyampaikan berita dan titah pemimpin desa kepada
masyarakat dengan cara berjalan berkeliling kampong sambil tabaos (berteriak) menyapaikan berita
atau informasi.
10
Sumber data: Data desa Romkisar tahun 2016.
43
Wellem Delly (Pejabat Kepala Desa); 1973-1976
8. Susunan Masyarakat
Sistem atau susunan masyarakat dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil
tetapi sekaligus merupakan inti dari suatu masyarakat. Namun demikian susunan
kekerabatan yang melalui garis keturunan yang pokok adalah mata rumah12 atau
klan. Kelompok kekerabatan ini secara umum berlaku di daerah Maluku Barat Daya
Mata rumah yang berarti seisi rumah, maksudnya adalah rumah yang didiami
Romkisar memiliki arti geneologis territorial (garis keturunan dalam wilayah hukum
adat). Mata rumah dalam konteks dimaksud adalah khas karena hanya terbatas pada
kekerabatan mereka dengan mata rumah di desa dan pulau lain, karena mereka
11
Ter Haar, Asas-asas dan Susunan Hukum Adat, (Jakarta: Pranja Paramita, 1960), 15.
12
Mata rumah merupakan istilah adat bagi marga/klan.
44
mengetahui sejarah asal-usul mereka. Pada peristiwa-peristiwa adat misalnya,
membangun rumah tua, mengganti atap rumah tua, perkawinan dan sebagainya,
biasanya mereka dipanggil dari tempat-tempat dimaksud, untuk turut serta dalam
peristiwa adat tersebut. Peristiwa adat ini bukan sekedar reuni, melainkan
Mata rumah biasanya memiliki beberapa bidang hubungan sosial yang penting
Secara tradisional, mata rumah dibedakan pula atas golongan negeri (para leluhur
pendiri negeri) golongan ini memiliki kedudukan sosial yang lebih tinggi karena
memiliki lahan yang lebih luas. Jabatan-jabatan politik di desa Romkisar dikuasai
oleh golongan negeri, karena mereka merupakan ahli waris dari jabatan-jabatan
penting dalam masyarakat seperti, raja atau kepala desa, kepala soa, mata rumah, dan
saniri. Dengan kata lain, jabatan-jabatan penting di dalam masyarakat dipegang oleh
desa Romkisar, namun leluhur mereka datang lebih kemudian mereka tidak memiliki
lahan yang begitu luas, maupun jabatan-jabatan penting. Di desa Romkisar mereka
ini memiliki kedudukan atau status sosial di bawah golongan atas (marna), dan tidak
13
Hasil wawancara denganBpk. M. S. (Tokoh Adat), 11 April 2016.
45
Tabel 5. Nama Rumah Tua dan Mata Rumah
5 Aliyoha Letwatu
kelompok tercipta secara erat dan tersistem sebagai satu kesatuan yang sistemik.
46
membangun satu sama lain atas dasar hubungan kekerabatan itu sendiri, mengeratkan
persatuan antara satu dengan yang lain, mengeleminir konflik atau tegangan yang
terjadi antara satu dengan yang lain atas dasar persaudaraan, bahkan pelaksanaan
Kehidupan sosial budaya masyarakat Romkisar sangat kental dengan adat oleh
sebab itu semua persoalan yang dihadapi masyarakat diselesaikan melalui jalur adat.
Salah satu hal yang unik dalam masyarakat Romkisar adalah tiris sopi. Masyarakat
tergantung dari besar-kecilnya atau masalah yang dihadapi masyarakat, maka semua
sosial. Menyer Fortes seperti yang dikutip oleh Suriyaman mengemukakan bahwa,
sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau
hubungan perkawinan.15
masyarakat yang teratur, yang para anggotanya terikat pada satu garis keturunan
yang sama dari satu leluhur, baik secara langsung karena hubungan (keturunan) atau
secara tidak langsung karena pertalian perkawinan atau pertalian adat. Masyarakat
genelogis dibedakan dalam tiga macam, yaitu yang bersifat patrilineal (garis
14
Resa Dandirwalu, Pengantar Antropologi: Buku Ajar, (Papua: Aseni, 2014), 8-9.
15
Suriyaman. Mustari Pide, Hukum Adat: Dahulu, Kini, dan Akan Datang, (Jakarta: Prenada
Media Group, 2014), 50.
47
keturunan bapak), matrilineal (garis keturunan ibu), dan bilateral atau parental (garis
keturunan orangtua).16
Berdasarkan hukum adat yang bersifat genelogis tersebut maka, hal yang
menarik dalam kehidupan masyarakat Romkisar pula adalah, setiap orang memiliki
“nama hindu” atau nama adat selain nama sesuai akte kelahiran. Nama ini diberikan
pada saat potong pusar anak yang baru dilahirkan. Tidak diketahui bagaimana asal
nama ini telah dilakukan sejak zaman leluhur mereka. Hal tersebut pula dapat
membangun tali kasih atau kekerabatan dari leluhur untuk setiap generasi sekarang,
menerima apaadanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang
terdapat unsur-unsur serta rangkaian dan juga alat-alat yang biasa digunakan untuk
bahwa, religi merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan
16
Pide, Hukum Adat, 60.
17
Dian Pertiwi, Tradisi “Dina Geblag” Dalam Kepercayaan Masayarakat Jawa, (Salatiga: Widya
Sari Press, 2015), 5.
48
terhadapnya. Kepercayaan-kepercayaan keagamaan tidak hanya melukiskan dan
menjelaskan makhluk-mahkluk sakral, tetapi yang lebih penting dari semuanya itu
Berbicara mengenai kepercayaan maka, sudah tentu setiap suku atau daerah
memiliki sistem kepercayan tersendiri sebelum hadir atau masuknya agama Kristen
yang saat ini dianut, dan telah diakui oleh pemerintah. Sebelum masuknya agama
“kepercayaan setempat atau kepercayaan asli.” Inti dari agama asli ialah kepercayaan
terhadap animisme dan dinamisme.19 Begitu pula dengan masyarakat Romkisar hal
dari pada itu masyarakat Romkisar percaya bahwa ada “suatu sosok” yang memiliki
kuasa atas alam dan segala isinya, mereka tidak mengenalnya tetapi mengakui
bahasa adat “Up Lerlauna” untuk menggambarkan sosok yang asing itu maka
dibuatlah anyaman dari daun kelapa yang diikat dan diletakan di atas “pintu masuk
18
Elizabetk. Nottingham, Agama dan Masyarakat; Suatu Pengantar Sosiologi Agama, (Jakarta:
Rajawali, 1985), 13-14.
19
Animisme yaitu suatu kepercayaan mengenai kehadiran hal-hal spiritual dalam benda-benda
seperti batu dan pepohonan. Dinamisme yaitu pemujaan terhadap roh (sesuatu yang tidak tampak
mata). Mereka percaya bahwa roh nenek moyang yang telah meninggal menetap di tempat-tempat
tertentu, seperti pohon-pohon besar. Arwah nenek moyang itu sering dimintai tolong untuk urusan
mereka. Caranya adalah dengan memasukan arwah-arwah mereka ke dalam benda-benda pusaka
seperti batu hitam atau batu merah delima. Ada juga yang menyebutkan bahwa dinamisme adalah
kepercayaan terhadap kekuatan yang abstrak yang berdiam pada suatu benda. Lih. Pengantar
Antropologi, 144.
20
Hasil wawancara dengan Bpk. Y. D. (Tokoh Adat), 17 April 2016.
49
B. Adat Tiris Sopi
Setiap adat tentunya memiliki sejarah, demikian juga adattiris sopi dalam
tiris sopiberasal dari negeri lama Lelpau Haryai. Sejarah tiris sopi ini terbentuk pada
waktu digelarnya konferensi adat oleh tujuh moyang. Sejak zaman dulu ada terjadi
peperangan antara moyang yang satu dengan moyang yang lain di wilayah Lelpau
Haryai,namun pada saat itu ada moyang yang membuat konsensus atau kesepakatan
untuk dapat mempersatukan perselisihan itu dengan membuat sebuah forum marna-
pemersatu atau sebagai materi atau dalam kegiatan-kegiatan ritual adat yang dikenal
Menurut salah seorang informan mengatakan bahwa, tiris sopi artinya sebuah
akta sumpah adat yang mempertanda mengikat atau mengukuhkan perkawinan kedua
pengantin. Kata tiris artinya, menitik, meneteskan, sedangkan sopi adalah lambang
kekuatan yang sangat sakral, sehingga tiris sopi merupakan sebuah kegiatan yang
dilakukan dalam bentuk doa khusus untuk adat, karena masyarakat meyakini bahwa
ketika melakukan ritual tiris sopi maka ada kekuatan yang keluar dari ritual
tersebut.22
Berdasarkan deskripsi data di atas, maka dapat dikatakan bahwa tiris sopi
adalah suatu model pembentukan karakter yang didasarkan pada kebiasaan atau adat
istiadat dari para leluhur yang hidup di desa Romkisar beratus-ratus tahun yang lalu.
21
Hasil wawancara dengan Bpk. A.P. (Saniri Soa Barat), 12 April 2016.
22
Hasil wawancara dengan Bpk. J.T. (Tokoh Masyarakat), 15 April 2016.
50
Tiris sopi ini sekaligus menunjukkan identitas masyarakat Romkisar yang beradab.
Masyarakat Romkisar yang pada awalnya hidup di negeri Lelpau Haryai ternyata
tetap mempertahankan budaya tiris sopi walaupun mereka sudah berpindah dari
negeri Lelpau Haryai ke desa Romkisar yang merupakan desa baru. Alasan tetap
melestarikan budaya tiris sopi ini karena bagi mereka, tiris sopi mengandung nilai-
nilai positif, dan melalui tiris sopi pula masyarakat Romkisar hidup rukun dan saling
mengasihi satu dengan yang lain teristimewa dapat memperkuat tatanan kehidupan
Ritual tirisi sopi adalah salah satu acara adat yang dimiliki oleh masyarakat
Romkisar dan harus dilaksanakan oleh masyarakat Romkisar dan acara ini dibuat
oleh leluhur (tete nene moyang) sejak dahulu kala sampai sekarang dan kapanpun.
Adat ini dilakukan setelah perkawinan disahkan oleh lembaga keagamaan maupun
sipil, begitupun sebaliknya bisa dilakukan sebelum disahkan oleh kedua lembaga
tersebut.
Sebelum pelaksanaan adat tiris sopi dilakukan, maka cara yang dilakukan
terlebih dulu ialah dengan acara masuk minta istri, di dalam acara masuk minta
perkawinan, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat Romkisar tidak ada yang
namanya harta kawin sebab adat mereka adalah adat masuk, atau adat jatuh
mama/ibu. Namun, ketika dalam perjalanan rumah tangga ada terjadi perceraian
23
Hasil wawancara dengan Bpk. St.S. (Tokoh Masyarakat), 18 April 2016.
51
1. Emas
2. Babi
3. Sopi
Dengan ketentuannya adalah dihitung berapa jumlah anak, pulihkan nama baik
keluarga atau orang tua, dihitung desa ketika laki-laki tersebut berasal dari satu
pulau, sementara laki-laki yang berasal dari luar pulau maka dihitung tanjung dan 1
tanjung atau 1 desa dibayar dengan 1 buah emas, begitu pula dengan jumlah anak
dan orang tua, maka biasanya diperkirakan emas yang harus dibayar oleh seorang
suami yang membuang istrinya sebanyak 40 buah. Sedangkan sopi dan babi juga
ditanggungkan saat proses pengurusan adat berlangsung atau suami tersebut yang
yang memiliki ikatan persaudaran yang kuat melalui adat tiris sopi.25 Pemahaman
tersebut turut membangun atau membentuk cara pandang dan perilaku hidup yang
adat tiris sopi terletak pada penghargaan bagi suami istri untuk diberikan nasihat adat
dari tua-tua adat, agar mereka saling mengasihi, menghargai, menghormati satu
dengan yang lain maupun dengan semua orang baik dalam keluarga maupun
masyarakat. Alasan masyarakat Romkisar tetap melakukan adat tiris sopi ini pula
selamanya berasal dari satu desa atau pulau (Luang Sermata), sering terjadinya
24
Hasil wawancara dengan Ibu. T.P, 20 April 2016.
25
Hasil wawancara dengan Bpk. O.L. (Tokoh Masyarakat), 9 April 2016.
52
perkawinan silang, sehingga dalam pelaksanaan adat tersebut untuk sekaligus
memperkenalkan istri atau suami kepada masyarakat luas namun yang lebih
khususnya untuk memperkenalkan budaya atau adat tiris sopi bagi mereka. Sesuai
dengan hasil wawancara penulis dengan salah satu informan mengatakan bahwa,
terjadinya pergeseran nilai adat tiris sopi di Romkisar pada zaman dulu dan sekarang
ini dikerenakan banyak pasangan yang tidak tahu adat atau tidak mengerti adat.26
Sehingga hal tersebut penting sekali dilakukan demi menasihatkan pasangan mudah
yang menikah untuk tunduk pada aturan adat yang berlaku di Romkisar.
Dalam proses perkawinan adat ada beberapa hal yang perlu penulis paparkan
yaitu, pertama pengantin laki-laki sebelum keluar dari rumah yang nantinya akan
maupun kerabat dari pihak laki-laki, maka sebelumnya ia terlebih dulu diberikan
nasihat adat oleh tua-tua adat (pihak laki-laki) di rumahnya. Biasanya adat dilakukan
yaitu pengantin perempuan berada disalah satu rumah tua diujung desa (kampung),
begitu pula pengantin laki-laki. Dengan alasan tersebut bahwa, ketika sang pengantin
laki-laki berjalan menuju ke rumah pengantin perempuan atau rumah calon istrinya,
maka dalam perjalanan laki-laki tersebut memaknai perjalanan hidup yang begitu
panjang yang akan diarumi oleh baterah rumah tangganya, begitupula dengan sadar
ia telah terlepas dari tanggung jawab kedua orang tuanya sehingga ia benar-benar
mampu bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya kelak nanti. Selain dari
pemaknaan diri, hal tersebut juga merupakan adat bagi masyarakat Romkisar sejak
26
Hasil wawancara dengan Bpk. On. D. (Tokoh Masyarakat), 16 April 2016.
53
Gambar 1: Proses pengantin laki-laki diantarkan ke rumah pengantin perempuan.
Hal yang kedua bahwa dalam proses tersebut, pada setiap gapura atau pintu
lorong jalan diberikan 3 tanda yaitu gapura tersebut dihiasi atau dipampang anyaman
daun kelapa yang dibuat melingkar dan disampingnya diletakan 1 buah drom
kosong.27 Dalam ketentuan adat, gapura atau pintu-pintu tersebut dijaga oleh salah
seorang tua adat dari pihak perempuan untuk menanyakan asal usul dari pihak laki-
laki, drom kosong tersebut fungsinya adalah akan dipukul (dibunyikan) oleh penjaga
mengetahui asal-usul maupun tujuan dari pengantin laki-laki tersebut. Pada setiap
pintu ada balasan pertanyaan oleh penjaga pintu dari pihak perempuan kepada pihak
Pihak perempuan:
27
Sebuah tong kosong yang adalah tempat bahan bakar minyak (BBM) berupa minyak tanah.
28
Hasil wawancara dengan Bpk. Al.P. (Tokoh Adat), 17 April 2016.
54
Artinya: Mengapa kamu datang dan buat ribut di kampung atau desa ini,
tidakkah kamu tahu bahwa penghuni kampung atau desa ini sedang
istirahat/tidur?
Pihak laki-laki:
mawahaka.
Artinya: Saya mohon maaf kepada tuan-tuan yang ada di kampung atau desa
ini, tapi saya melihat bahwa di desa ini ada air dan api (gadis, calon mempelai
yang telah penulis paparkan di atas, namun pada gapura atau pintu yang terakhir
istilah yang digunakan ialah pelabuhan terakhir di mana, di depan rumah pengantin
perempuan dibuat sebuah tenda besar dan pertanyaannya pun berubah yaitu;29
Pihak perempuan:
Hoi, hemide mmiplin nyohri aucaka tuini matni herni gaini, mimyai de kokni
rarayaini rehi.
Artinya: Siapa kamu tidakkah kamu tahu bahwa saya yang menjaga pelabuhan
29
Hasil wawancara dengan Bpk. St.S. (Tokoh Adat), 15 April 2016.
55
Gambar 2: Proses saat pengantin laki-laki ditanyakan asal-usulnya.
dipersilahkan masuk dan duduk di bawah tenda depan rumah pengantin perempuan,
setelah itu diberikan sopi lalu diminum bersama, istilah setempat yaitu berteduh
sebentar dan akan melanjutkan perjalanan lagi, kemudian setelah itu mereka
perempuan, namun mereka juga belum diperbolehkan masuk ke dalam rumah atau
tempat berlangsungnya proses perkawinan adat, di mana ada berupa balasan pantun
56
dan syair lagu yang dinyanyikan secara berbalasan baik dari tua-tua adat pihak
perempuan maupun tua-tua adat dari pihak laki-laki. Salah satu contoh balasan
Pantun Laki-laki:
Lyo….yana oliiyoo..
Kia kilyaro,oo.. lyara li..li..yo…
Ployoli wulyo manapa ri..ri..lyolya liyoo..
Okunkayana hero, pinyaliyo…
Artinya: Saya pasang layar, pasang kemudi
Saya berlayar kasian-kasian
Saya panggil Tuhan, berdiri berdiri di depan perahu saya
Tuhan tunjuk pelabuhan yang saya bisa berlabu.
Pantun Perempuan:
Ililyo lyai tieno, ooo..yenyo lairu liinyo..
oo.. rye y aroma lulyo…..
Artinya: Saya punya tempat ini tidak baik, saya tidur di lantai
Orang-orang yang ada gagah perkasa, punya kekayaan, kelebihan,
mengapa kamu berani datang dan membuka pintu rumah saya untuk
masuk, sehingga saya menerima kamu masuk ke dalam rumah saya,
dan kita kawin (menikah) baik-baik.
Setelah selesai berbalasan pantun dari pengantin laki-laki dan perempuan ada juga
syair lagu yang dinyanyikan.31
Laki-laki:
30
Hasil wawancara dengan Bpk. Al.P. (Tokoh Adat), 16 April 2016.
31
Hasil wawancara dengan Bpk. D.W. (Kepala Soa Timur), 18 April 2016.
57
Mhur talotno pai lyo le e..
Lair maha aa gedi..
Tetia terna pai tiane, mhur tia lotna ai lyo lan po
Tipi tru o, tapitie, tetiaretna pai tia, tipi trua taporane…
Ai… tipi trua tapitio… li….li… lye…
Ai… tipi trua tapora, pora mau..maune…
Lair maha aa..gedi, rurum toa maa gedine ee…
Artinya: Nona ee…. Saya ini jadi tali atau tangga.
Lalu saya datang untuk kita berdua kawin (menikah), kita kawin baik-baik.
Perempuan:
Ina po… huraryaumu maha gedi
Hurayaumu, oo… ma..a.. gedi ee…
Ina leli rar yaumu a..a.. gedine…
Huuu… raryaumu ma..a.. gedi po..
Weinyano..o.. rurum to..o..e..e….
Leli raryaumu a..a.. gedi nyarnyar, lair mahane..
Weinyana..rurum to..a.. po mapi tru…o.. tapitie
Nyanyari lair maha, mapi trua taporane..
Mami trua tapi..tiyo, lilieeye..
Mami trua tapora, pora mau..maune.. huraryaumu a..a.. gedi..
Leliraryaumu..ma..a…gedine…
Artinya: Nyong eee… saya ini (nama), saya tunggu nyong, terlalu lama.
Saya tunggu datang ambil saya lalu kita berduakawin(menikah) dan menyatuh
bersama, kawin baik-baik.
58
Gambar 4: Proses berbalasan pantun dan lagu adat di rumah pengantin wanita.
Setelah selesai berbalasan pantun dan lagu adat maka pihak laki-laki telah
diperbolehkan untuk masuk, atau pintu rumah pengantin perempuan dibukakan bagi
mereka. Kemudian pengantin pria dipersilahkan duduk pada kursi pengantin yang
telah disiapkan, sementara itu salah seorang tua adat dari pihak perempuan
kepada pihak laki-laki, dan menanyakan apakah gadis atau perempuan (calon istri)
ini yang dicari? Ketika mereka menjawab iya, maka perempuan itu lalu ditempatkan
atau duduk bersama laki-laki (calon suami) pada kursi pengantin tersebut, yang
didamping oleh dua orang gadis yang membawakan pot bunga. Setelah itu prosesi
adat boleh berjalan dimana, dalam ruangan adat tersebut kedua pengantin diberikan
nasihat oleh tua-tua adat, dan setelah itu acara adat diakhiri dengan sumpah sopi adat
59
Gambar 5: Perkenalan gadis atau calon istri.
Tata cara pelaksanaan tiris sopi ini dilakukan, dimana kedua pengantin berdiri
sambil memegang tangan lalu pemimpin adat meneteskan sopi ke atas tangan kedua
pengantin atau mempelai sekaligus diberikan minum dan sisanya dituangkan di atas
Doa yang pertama merupakan ungkapan syukur terhadap Tuhan dan Datuk
Leluhur. Mekadile Orgahi Ora, wut meha lai meha meka tutu meka wawu mek kohi
meka hara nana rimormiori mek holi mek lete noh kerna din ore up ulu tiagara ulu
ama ulu yei ulu meka la ulu pe hitarge de ulu tara la mahlima mariai di nome upa
ama er tehi liola hrapar liola mai noh kerna di wawnu. Artinya: segala syukur bagi
Tuhan yang telah menciptakan dunia ini dan manusia, dan juga telah memberikan
nafas hidup bagi manusia yang hidup di dunia ini, begitu pula para datuk leluhur
yang terlebih dulu menciptakan adat istiadat melalui ritual tiris sopi dalam
perkawinan yang ada di desa ini, dan yang telah menunjukan jalan sehingga generasi
sekarang dapat mengikutinya. Doa yang kedua merupakan sumpahan. Nome arki di
agala kulti wutu hgari wutu mimrio mailimi mariami di totpene iana paletna iana
60
pahakra totpene mimrio mahlimi di tut le honi tela wali, Kalwedo. Artinya:
Kemudian sopi ini diberikan pertanda mempersatukan perkawinan ini, agar tidak
Proses perkawinan tersebut berlangsung dari pagi hingga sore hari dan ditutup
dengan makan bersama, dan malamnya diadakan acara melantai yaitu; seka adat,
dansa, maupun bergoyang sampai fajar pagi.33 Gambaran data di atas, menunjukkan
bahwapelaksanaan tata cara ritual tiris sopi yang berlaku dalam masyarakat
Romkisar, adalah hal terpenting karena melalui pelaksanaan ritual tiris sopi
masyarakat mendapat nasihat dari tua-tua adat, sehingga mereka bisa hidup rukun
satu terhadap yang lain. Alasan mengapa tiris sopi dilakukan di dalam upacara adat
mengasihi satu dengan yang lain. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa, tiris sopi
32
Hasil wawancara dengan Bpk. M.S dan Al.P. Sebagai Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, 19
April 2016.
33
Hasil wawancara dengan Bpk. N.D. 17 April 2016.
61
tidak dapat dilaksanakan di dalam acara-acara umum di dalam desa Romkisar,
karena hal tersebut dianggap sakral secara adat oleh masyarakat. 34 Maka peneliti
dapat menyimpulkan ritual tiris sopi dapat dijadikan sebagai model pembinaan yang
digunakan para tua-tua adat di desa Romkisar sejak para leluhur mendiami desa
tersebut untuk membentuk karakter masyarakat Romkisar lebih khusus anak mudah
Sesuai dengan hasil penelitian diketahui bahwa, tiris sopi seperti yang
dilaksanakan pada sejak dulu kalah dalam forum-forum adat yang kemudian
diwariskan kepada generasi sekarang agar dapat mengajarkan mereka untuk hidup
34
Hasil wawnacara dengan Bpk. U.D. (Kepala Mata Rumah Soa Barat), 28 April 2016.
62
dengan berjalannya zaman maka makna sakralitas yang terkadung dalam, tiris
nilai sakralitas berubah atau bergeser dikarenakan adanya perkawinan silang, dan
pergaulan bebas. Perkawinan silang dapat mengubah tatanan hidup orang basudara,
di mana ada laki-laki atau perempuan yang kawin masuk ke Romkisar dengan
pembawaan karakter hidup dari tempat asalnya yang selalu dipertahankan, sehingga
akan memunculkan perilaku negatif yang dapat mengubah perilaku tradisi. Selain itu
juga pergaulan bebasdapat merubah nilai dan makna tiris sopi teristimewa bagi kaum
Sesuai dengan deskripsi data di atas, maka dapat dikatakan segala sesuatu tidak
ada yang abadi. Semua berputar sesuai dengan perkembangan zaman. Begitu pula
tiris sopi yang merupakan media dalam membentuk karakter masyarakat Romkisar
turut mengalami pergeseran akibat pengaruh ilmu dan teknologi dewasa ini hal ini
nampak dalam perilaku hidup generasi sekarang. Sehingga hal tersebut tidak bisa
dibiarkan begitu saja melalui arus zaman yang berputar, namun sebagai manusia
yang berpegang teguh pada adat dan budaya senantiasa patuh dalam
sesudahnya itu orang yang telah menjalani perkawinan akan mengharapkan suatu
perkawinan sangat berarti bagi pasangan yang baru menikah ketika mereka
35
Hasil wawancara dengan Bpk. J.T. (Tokoh Masyarkat), 20 April 2016.
63
menjalankan adat ritual tiris sopi sebab mereka percaya melalui ritual tersebut
mereka mendapatakan kebahagiaan yang luar biasa, hidup rukun sebagai suami istri
maupun bersama keluarga besar mereka. Tidak hanya kehidupan yang rukun yang
dibingkai dalam keluarga namun lebih dari pada itu, adanya nilai kehidupan sosial
yang tinggi yang terbingkai bersama sebagai masyarakat yang mampu menghargai
warisan leluhur. Namun seiring dengan berputarnya waktu, nilai-nilai sosial yang
makna.
Salah satu contohnya ialah, pada zaman dahulu setiap kegiatan yang dilakukan
dengan jalur adat seperti orang kawin, pengatapan rumah, pekerjaan rumah tua,
resepsi penutupannya dilakukan dengan jalur adat seperti berbalas pantun dalam
bahasa tanah.36 Pada acara makan bersama, semua makan dirakhi dengan duduk
bersilah (makan dirakhi hampir sama dengan makan patita tidak pandang bulu).
Caranya daun kelapa di buka di atas tanah dan semua makanan dan minuman
disajikan, kemudian semua duduk untuk makan. Akhir dari acara makan bersama ini,
ada kata-kata nasihat atau pesan dan kesan yang disampaikan oleh orang tua-tua.
jalur adat, resepsinya diadakan dansa-dansa, joget, disko dan sebagainya. Hal ini
cara hidup, khususnya hubungan antara orang tua dan anak di dalam keluarga,
36
Hasil wawancara dengan Bpk. Y.K. (Saniri Soa Barat), 26 April 2016.
64
maupun hubungan antar anggota masyarakat di desa Romkisar. Walaupun demikian
kenyataannya, sebagai masyarakat yang berbudaya tiris sopi masih tetap dipegang
oleh mayarakat sebagai salah satu anugerah Tuhan yang berguna untuk membentuk
Masyarakat Romkisar adalah salah satu desa yang masih memegang erat adat-
istiadat yang berlaku dari zaman dulu hingga sekarang ini, hal ini terbukti masih
diberlakukan adat tiris sopi yang berfungsi mengikat pasangan suami istri dalam
membangun sebuah rumah tangga, serta saling mengasihi, menghormati satu dengan
yang harus dipenuhi karena lewat tiris sopi ada sebuah berkat yang diterima. Dalam
ritual tiris sopi, sopi merupakan alat atau sarana yang dipakai untuk menjalankan
ritual adat tersebut. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan maka dalam ritual tiris
maka makna dilakukannya ritual tiris sopi dalam sebuah pernikahan adat adalah
lebih memperkuat hubungan antara suami-istri.38 Selain itu, maknanya adalah rumah
berkeluarga dan bermasyarakat jika seseorang benar-benar memaknai arti dari ritual
tiris sopi tersebut dan kemudian mengaplikasikan dalam kehidupannya maka ia akan
37
Hasil wawancara dengan R.D. (Pasangan muda yang baru menikah), 14 April 2016.
38
Hasil wawancara dengan E.T. (Pasangan mudah yang baru menikah),27 April 2016.
39
Hasil wawancara dengan Bpk. E.D. (Tokoh Adat), 22 April 2016.
65
Ada dua hal penting yang akan penulis ungkapkan dalam penggalian makna
terhadap ritual tiris sopi. Pertama, tiris sopi dapat memperkuat hubungan antara
suami-istri agar tidak terjadi perceraian. Dalam ritual tersebut, kedua pengantin akan
diberikan nasihat agar di dalam mengayomi baterah rumah tangganya mereka selalu
saling menghargai sebagai suami-istri, dan juga menghargai, keluarga, ipar mantu
baik dari pihak suami maupun istri. Misalnya, dalam acara adat pengatapan rumah,
maka suami diberikan tanggung jawab menyumbangkan sopi satu gen, atau babi satu
ekor, dan turut terlibat dalam membantu segala keperluan keluarga sampai selesai
acara tersebut. Sehingga ritual tiris sopi ini lebih mengarah kepada perekat hubungan
orang basudara.
Dalam ritual tiris sopi ini, sekaligus dapat memperkenalkan suami atau istrinya
kepada keluarga maupun masyarakat, terlebih khusus bagi pasangan pendatang atau
penerimaan sang suami atau istri kedalam persekutuan keluarga atau masuk dalam
mata rumah perempuan sebab adat Luang Sermata ialah menurut garis keturunan ibu
(adat jatuh mama). Ritual tiris sopi juga dalam pemahaman masyarakat Romkisar
yang penulis dapatkan menjurus kepada adanya kesepakatan hati dari keluarga kedua
belah pihak untuk turut mendoakan kelangsungan kehidupan keluarga yang baru
dibentuk itu.40
Ketika semua keluarga saling mengenal dan menerima sebelum dilakukan tiris
sopi dalam perkawinan adat tersebut, maka hubungan kekeluargaan baik dari pihak
suami maupun istri telah menyatuh bersama. Sehingga kehidupan keluarga yang
40
Hasil wawancara dengan ibu. T.P, 16 April 2016.
66
akan dibina oleh suami-istri tersebut akan terjalin erat hubungan kekeluargaan pada
kelak nanti, di mana ketika dalam rumah tangga mereka ada hal-hal yang tidak
begitu rumit maka kedua persekutuan keluarga ini menyatuh dan menyelesaikan
secara kekeluargaan.41 Sebab akan sangat mungkin terjadi dalam pemahaman orang
Romkisar, jika tiris sopi ini tidak dibuat maka akan membawa dampak yang buruk
bagi rumah tangga mereka. Karena itu dalam ritual tiris sopi ini, semua hal dari
kedua keluarga besar dianggap telah bersatu. Dengan demikian suami-istri dapat
Oleh sebab itu, dalam pandangan masyarakat Romkisar ritual tiris sopi adalah
bentuk tanggung jawab adat yang terakhir bagi pasangan suami istri. Ritual tiris sopi
ini begitu penting, karena masyarakat Romkisar beranggapan bahwa sebelum suami
atau istri harus bertanggung jawab sendiri terhadap keluarga yang baru dibentuknya,
maka sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kehidupan keluarga diwajibkan untuk
membuat ritual tiris sopi. Pemahaman ini yang hingga kini menjadi bagian penting
dan keharusan bagi masyarakat Romkisar lebih khususnya bagi generasi muda yang
akan menikah untuk tetap melaksanakan ritual tiris sopi sebagai bagian dari bentuk
Kedua, ritual tiris sopi adalah kewajiban semua masyarakat Romkisar dalam
budaya tiris sopi. Jika tidak, mereka percaya bahwa perjalanan kehidupan keluarga
41
Hasil wawancara dengan Bpk. O. D, (Tokoh Masyarakat), 13 April 2016.
67
yang akan mereka jalani, akan ditimpah masalah atau kesulitan serta tidak bisa
melalui adat, orang-orang yang masih hidup dan arwah para leluhur dipersatukan.
Penyatuan ini didasarkan pada kepentingan untuk menjaga warisan budaya dari
leluhur.42 Sebab dalam pemahaman masyarakat Romkisar bahwa, para leluhur adalah
mereka yang menciptakan adat atau budaya ritual tiris sopi ini, dan manusia yang
hidup sekarang adalah pelaksana dari adat atau budaya tersebut. Mereka yang
mematuhi adat akan berhasil, baik dalam mata pencaharian dalam rumah tangga
maupun anak cucu mereka akan sukses dengan masa depan yang dicita-citakan,
sedangkan yang tidak patuh terhadap adat, akan mengalami kesulitan dalam rumah
tangga mereka.43
Karena itu melalui ritual tiris sopi masyarakat Romkisar beranggapan bahwa
para leluhur atau tete nene moyang mereka menyatuh di dalam ritual tersebut.
Sehingga tanggung jawab melaksanakan tiris sopi bukan sekedar tuntutan adat bagi
pasangan suami istri yang menikah semata, namun lebih dari pada itu terdapat
kepercayaan yang kuat bahwa para leluhur juga menyatuh dengan kehidupan mereka
kelak nanti. Sehingga akan menjaga dan melindungi mereka dari berbagai macam
kesulitan hidup, apabila pasangan suami istri yang telah menikah berencana untuk
membuat tiris sopi, bagi salah satu ritual adat (membuat kuburan orang mati dll),
maka harus dibuat. Jika tidak maka akanada berbagai kemalangan ataupun kesulitan
hidup. Misalnya sakit sampai mengalami kematian, rumah rangga mereka selalu
ditimpa konflik atau masalah yang berujungnya bisa terjadi perceraian. Masyarakat
42
Hasil wawancara dengan ibu. T.D, 21 April 2016.s
43
Hasil wawancara dengan Bpk. Y. D, (Tokoh Adat), 28 April 2016.
68
Romkisar percaya bahwa pertama kesulitan hidup itu datangnya dari Sang Pencipta
hidup (Uplera), dan kedua mereka percaya bahwa kelulitan atau masalah itu juga
datang dari para leluhur. Oleh karena itu, tiris sopi haruslah menjadi kewajiban bagi
setiap generasi di Romkisar.44 Telah dikatakan sebelumnya bahwa, ritual tiris sopi
adalah sebuah warisan dari para leluhur yang harus dilakukan oleh setiap generasi
muda masa sekarang, kini, maupun yang akan datang, oleh sebab dalam ritual tiris
sopi tersebut ada makna dalam kehidupan sosial yang didapat yaitu;
yang dibangun dengan leluhur dari zaman dulu sampai saat ini. Sehingga dengan
melakukan ritual tiris sopi, secara sadar bahwa mereka telah dimasukan ke dalam
kebersamaa keluarga besar. Hal ini begitu penting bagi kehidupan masyarakat yang
memiliki adat dan budaya, sebab ketika dalam setiap perjalan hidup ini, mereka
mengakui bahwa masih banyak hal yang mereka akan alami, entah itu baik atau
buruk, sehingga sudah menjadi kewajiban dari semua orang dalam hal ini keluarga
untuk turut membantu dan meringankan setiap beban yang dihadapi. Masyarakat
baru dibina, akan diterpa oleh berbagai kesulitan hidup nantinya. Karena itu,
kebersamaan yang dibangun melalui ritual tiris sopi ini sebetulnya menandakan
sosial yaitu mereka saling mengasihi, baik dalam lingkup keluarga maupun lingkup
44
Hasil wawancara dengan Bpk. Al.P, (Tokoh Adat), 18 April 2016.
45
Hasil wawancara dengan Bpk. O.L, (Tokoh Masyarakat), 22 April 2016.
69
masyarakat, relasi kekeluargaan ini tidak hanya dibangun pada pelaksanaan ritual
triris sopi saja, namun terlihat dalam hidup keseharian mereka terlebih khusus
pasangan suami istri, karena dalam ritual adat tersebut mereka disatukan dalam
ikatan kekeluargaan dan memiliki tanggung jawab bersama dalam hubungan dengan
masyarakat Romkisar tidak hanya sekedar berkumpul dan bersatu secara fisik, tetapi
mereka pun memiliki rasa solider yang tinggi terhadap satu dengan yang lain, solider
atau solidaritas itu nampak dalam sikap saling menghargai, tolong-menolong, serta
saling menghormati.
Ketiga, hal mengenai kerja sama atau gotong royong. Dalam kehidupan sosial
masyarakat Romkisar sangat terlihat jelas ketika seluruh keluarga saling sibuk dalam
mengurus sebuah pesta adat baik itu perkawinan, pengatapan rumah, dan lain-lain,
menyiapkan proses adat mulai dari pemasangan sebuah atau tenda, mengambil kayu
bakar di hutan, serta ada yang diberi tanggung jawab untuk menanggungkan berbagai
hal baik dari materi maupun fisik. Hal tersebut dilakukan bersama-sama sampai pada
akhir acara yaitu pembongkaran tenda dan sebagainya, sehingga hal tersebut jelas
bahwa masyarakat Romkisar memiliki rasa kebersamaan yang sangat tinggi sebagai
tiris sopi dapat dikatakan sebagai sebuah kekuatan yang hadir sebagai suatu
46
Hasil wawancara dengan ibu. E.T, 24 April 2o016.
70
kenyataan hidup komunitas masyarakat ini. Dalam artian bahwa, pemahaman ini
berasal dari para leluhur (tete nene moyang) yang menggambarkan tentang
kenyataan dari pola hidup mereka dimasa dulu, atau realitas yang sudah ada sejak
lama. Bahwa realitas masyarakat Romkisar dengan ritual tiris sopi yang ada pada
masa dulu sering dipakai dan dijadikan sebagai media komunikasi dengan para
komunitas yang telah ada dimasa selanjutnya, yang melihat adat sebagai sesuatu
yang sakral. Ritual tiris sopi dengan keberadaannya kemudian berfungsi sebagai
mudah yang baru menikah di Romkisar secara dalam membangun interaksi dan
solidaritas sosial dengan hidup berkekeluargaan antara satu dengan yang lainnya
lebih khusus membangun keluarga yang tunduk pada aturan adat yaitu saling
Sesuai dengan hasil penelitian diketahui bahwa tiris sopi juga mengandung
nilai-nilai positif. Nilai-nilai yang berada dalam tiris sopi itu positif untuk itu harus
melalui nilai-nilai yang terkandung dalam ritual tiris sopi ini, masyarakat bisa hidup
rukun dan damai.47 Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa, nilai-nilai ritual tiris
sopi ini juga mengajarkan setiap orang agar taat kepada adat istiadat. Sebab adat
47
Hasil wawancara dengan Bpk. D. W. (Tokoh Masyarakat), 19 April 2016.
71
istiadat merupakan bagian dari norma hukum yang mengatur setiap nilai-nilai adat
Ketika peneliti mewawancarai mantan kepala desa bapak Enos Delly, diketahui
bahwa, adat tiris sopi ini harus dikembangkan atau dilestarikan agar tidak hilang atau
pudar. Sebab merupakan satu dasar atau fondasi yang harus ditanamkan dan
dilestarikan oleh generasi sepanjang sejarah. Sebab apabila tiris sopi tidak
terkandung dalam ritual tiris sopi merupakan teladan yang mesti dilakukan oleh
bahwa, di dalam ritual tiris sopi juga para tua-tua adat menasihati anak-anak muda
agar mentaati nasihat orang tua mereka.49 Hal ini sangat relevan dengan apa yang
terdapat di dalam Alkitab khususnya kitab Amsal yang memberi tekanan pada
tiris sopi sangat dibutuhkan untuk menasihati para muda-mudi agar hidup sesuai
48
Hasil wawancara dengan Ibu. S.D. (Pasangan mudah yang baru menikah), 25 April 2016.
49
Hasil wawancara dengan E.D. (Pasanag mudah yang baru menikah), 3 Mey 2016.
72
umumnya, untuk hidup beretika yaitu saling menghargai antara orang tua dan anak.50
Dalam momen tersebut tua-tua adat menggunakan tiris sopi sebagai media
pembentukan karakter. Selain itu melalui tiris sopi dapat ditemukan suatu cara atau
Deskripsi data di atas menunjukkan bahwa, tiris sopi adalah suatu upacara adat
temurun, atau diwariskan dari para leluhur sampai generasi sekarang ini. Karakter
masyarakat Romkisar didasarkan pada tiris sopi. Dalam pengertian, bagi pasangan
yang baru menikah memiliki cara hidup dalam masyarakat atau di mana saja mereka
berada selalu berpegang pada nilai-nilai yang timbul dari ritual tiris sopi. Singkatnya,
saling menghargai dan saling mengasihi yang lahir dari ritual tiris sopi yang
lainnya.
adat yang harus dilaksanakan oleh seluruh anak-anak negeri Romkisar yang telah
menikah. Masyarakat Romkisar adalah bagian dari salah satu kelompok komunitas
yang begitu menghargai para leluhur bahkan mereka sangat takut kepada para
leluhur, mereka percaya bahwa jika adat ini tidak dilakukan, mereka akan mengalami
musibah dan sebagainya. Menurut salah satu informan mengatakan bahwa, jika adat
50
Hasil wawancara dengan Bpk. J.T. (Tokoh Adat), 30 April 2016.
73
ini tidak dilakukan maka dampak yang terjadi yaitu mendapat sangsi dari leluhur
seperti sakit, tidak mempunyai keturunan, dan akan terjadi pertengkaran dalam
keluarga yang membuat terjadi sebuah perceraian dan sebagainya, mereka percaya
akan hal ini karena para leluhur biasanya datang kepada mereka melalui mimpi untuk
menginhgatkan mereka. Hal inilah yang membuat masyarakat Romkisar sangat takut
Selain takut kepada para leluhur, sikap masyarakat Romkisar juga sangat
menghormati dan menghargai, karena ketika mereka melakukan adat tiris sopi,
mereka tidak hanya melakukan kewajiban sebagai komunitas adat tetapi mereka juga
belajar untuk mengucap syukur.52 Para leluhur mewariskan adat tiris sopi sehingga
mengasihi dan tunduk pada aturan adat. Berdasarkan deskripsi data di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa, ritual tiris sopi bagi masyarakat Romkisar mengandung
sebuah kekuatan supernatural yang dapat melindungi mereka dari segala marabahaya
Dalam hubungan dengan adat tiris sopi kebersamaan mereka tidak hanya
terbatas pada proses memberi dan menerima maupun ada relasi yang baik dalam
membangun kekeluargaan diantara mereka namun lebih dari itu membangun sebuah
kebersamaan dalam masyarakat dari zaman dulu (leluhur) sampai pada saat ini. Dan
hal tersebut diharapkan berjalan terus dalam membingkai kehidupan generasi muda
pada masa sekarang, kini, maupun yang akan datang untuk tetap menghargai serta
51
Hasil wawancara dengan Ibu A. T, 29April 2016.
52
Hasil wawancara dengan Bpk. R.D, 4 Mey 2016.
74
g. Pemahaman Majelis Jemaat terhadap Ritual Tiris Sopi
Menurut Roni Delly selaku majelis jemaat Romkisar yang merupakan unsur
gereja mengatakan bahwa ritual tiris sopi sangat didukung oleh gereja, sebab gereja
juga ada dalam Negara dan UU sebagian diambil dari adat. Pada prinsipnya majelis
jemaat juga mengakui bahwa ketika agama tidak ada di tempat maka dilakukan ritual
tersebut dalam pengertian bahwa ritual tiris sopi hadir lebih mendahului agama.53
Selain itu juga ada yang mengatakan bahwa, ritual tiris sopi dimaknai sama dengan
baptisan kudus yang sakral di mana sopi yang diteteskan sebanysak tiga kali
menandahkan dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.54 Ada juga nilai-nilaiyang
muncul yang dapat menggambarkan nilai keagamaan yakni, rasa takut akan Tuhan,
pelaksanakan kegiatan adat ritual tiris sopi, karena di dalam ritual tersebut ada nilai-
nilai keagamaan yang muncul dan membawa sebuah perubahan hidup bagi
leluhur merupakan sumber kebaikan tertinggi, selain mereka harus mengakui bahwa
ada Sang Pencipta yang pertama yang dari padaNya mengalir berkat-berkat dalam
rumah tangga keluarga mereka, namun mereka juga mengakui bahwa leluhur juga
memberikan berkat maupun jalan keluar ketika mereka ada dalam berbagai persoalan
hidup, dimana leluhur mewariskan sebuah keputusan atau aturan adat yang
membingkai tatanan kehidupan bersama dalam suatu totalitas yang harmonis dan
utuh yaitu mereka hidup saling berbagi, menghargai, menghormati. Segala ketetapan
53
Hasil wawancara dengan Bpk. R.D. (Majelis Jemaat Romkisar), 24 April 2016.
54
Hasil wawancara dengan Bpk. A.K. (Majelis Jemaat Romkisar), 26 April 2016.
55
Hasil wawancara dengan Bpk. B.P. (Majelis Jemaat Romkisar), 27 April 2016.
75
yang diberikan dan ditinggalkan oleh leluhur merupakan suatu kebijaksanaan, sebuah
kebajikan bersama. Dalam hal ini, tiris sopi dengan segala keberadaannya
mempunyai kekuatan dan pengaruh yang sangat mengikat karena ia berasal atau
bersumber dari para leluhur, oleh karena itu ia sakral dan pelanggran terhadapnya
Masyarakat Romkisar adalah komunitas yang hidup dalam satu desa yang
kental akan sejarah dan budaya atau mereka hidup berdasarkan pada tatanan nilai
budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Tatanan nilai budaya itu mengambil
bentuk dalam adat, tradisi atau kebiasaan juga berkaitan dengan religi yang mereka
kebersamaan semua masyarakat. Mereka menyadari bahwa ada kekuatan lain yang
lebih berkuasa atas dirinya, dan suatu kekuatan itu bersifat sakral. Pengakuan
terhadap kuasa Tuhan hadir dalam setiap pandangan mereka, akan tetapi kekuatan
lain selain itu ialah kekuatan yang berasal dari roh para leluhur sebagai bagian dari
kehidupan yang pernah ada sebelum mereka ada sebagaimana yang dikenal lewat
adanya ritual tiris sopi. Bagi masyarakat Romkisar, segala unsur yang ada di adat,
baik itu berupa emas, sopi, maupun berupa benda-benda lain yang ditinggalkan para
Sehingga ritual tiris sopi ini merupakan ritual yang begitu banyak memiliki
nilai-nilai sakral dan religius, ritual yang dilakukan masyarakat Romkisar ini penuh
56
Hasil wawancara dengan ibu. S.D, 19 April 2016.
57
Hasil wawancara dengan Bpk. St.S. (Tokoh Adat), 30 April 2016.
76
dengan nuansa religius, karena didalamnya mereka juga mempelajari hal-hal yang
diajarkan oleh ajaran agama, dan sesuai dengan informasi yang penulis dapatkan
dilapangan bahwa, majelis jemaat Romkisar juga mengakui hal tersebut, sebab
mereka secara sadar mengakui bahwa ketika belum ada agama yang masuk di
Romkisar maka nilai-nilai adat lebih dulu mengajarkan manusia tentang hal-hal yang
baik, moral, perilaku, sopan santun, saling mengasihi, menghargai dan menghormati
Dalam rangka itu maka lembaga gereja sepenuhnya memiliki kesamaan dengan
pernikahan yang berlangsung di gereja setelah itu dari segi adat atau budaya akan
melaksanakan juga pernikahan adat yang dikenal dengan ritual tiris sopi. keduanya
dilakukan untuk mengukuhkan atau mengikat status suami istri untuk menjadi satu
dengan dilandasi atas nama Sang Pencipta hidup (Tuhan Allah) dengan lambang
yang dipakai adalah cicin pernikahan. Sedangkan dalam adat, pernikahn dilakukan
untuk mengikat suami istri juga yang dibangun atau dilandasi atas nama leluhur (tete
nene moyang) dengan lambang yang dipakai atau pengikat mereka adalah sopi. Bagi
masyarakat Romkisar ketika mereka tidak melakukan ritual tiris sopi, maka mereka
akan mengalami penderitaan dan lain sebagainya begitupula dengan gereja ketika
sampai perceraian.
77
Ritual tiris sopi memainkan peran vital dalam pembentukan relasi sosial di Romkisar dengan menekankan kebersamaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Ritual ini menguatkan solidaritas dan turut memperkuat relasi kekeluargaan, seperti saling menghargai, tolong-menolong, serta menjaga rasa solider satu sama lain . Ritual ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi mengenai etika sosial kepada generasi muda, di mana para tetua adat memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang penting .
Desa Romkisar berbatasan langsung dengan desa Lelang, Ello, hutan, dan laut yang masing-masing memberikan kontribusi terhadap dinamika budaya dan sistem sosial di desa tersebut . Hubungan kekerabatan sering dipengaruhi oleh percampuran adat dan praktik sosial dengan desa-desa sekitar, sebagaimana terlihat dalam kegiatan sosial dan adat di mana keluarga dari desa berbeda berpartisipasi, memperkuat kohesi sosial dan budaya di wilayah tersebut .
Di Desa Romkisar, terdapat dua sistem pemerintahan yang beroperasi bersamaan, yaitu sistem pemerintahan nasional dan sistem pemerintahan adat. Persoalan di desa terlebih dahulu diselesaikan secara adat, dan jika tidak berjalan baik, solusi akan ditindaklanjuti sesuai aturan perundang-undangan nasional . Kepala desa dipilih secara musyawarah dan sesuai adat setempat, jabatan diwariskan turun-temurun dari soa (kelompok kekerabatan) tertentu . Hal ini menunjukkan adanya integrasi antara kedua sistem, di mana keduanya saling melengkapi guna menyelesaikan masalah di masyarakat Romkisar.
Integrasi adat tiris sopi dengan kehidupan masyarakat Romkisar melahirkan nilai-nilai agama seperti rasa takut akan Tuhan dan saling mengasihi . Selain itu, adat ini memiliki dimensi keagamaan dengan nilai-nilai positif yang diperlukan untuk kemajuan moral dan spiritual masyarakat, memberikan arah pada karakter mereka dan fungsi yang mirip dengan ajaran gereja, seperti halnya dengan perbandingannya dengan ritual baptisan kudus .
Sistem pendidikan di Romkisar menghadapi kendala berupa minimnya sarana prasarana dan fluktuasi penerimaan serta kelulusan murid yang tidak stabil . Siswa yang berhasil tamat dari sekolah dasar banyak yang melanjutkan pendidikan di kota yang lebih berkembang, menunjukkan keterbatasan peluang pendidikan di desa itu sendiri. Dampak dari situasi ini telah mengakibatkan sebagian lulusan tetap tinggal dan berupaya mencari pekerjaan yang sesuai, sementara lainnya bekerja sebagai PNS atau wiraswasta .
Badan Saniri berperan sebagai lembaga musyawarah masyarakat serta lembaga peradilan terkait masalah adat. Badan ini menempatkan aturan-aturan dan memutuskan perkara yang melibatkan adat. Saniri juga memegang peran penting dalam pengaturan batas-batas tanah (petuanan). Keberadaan Badan Saniri mengukuhkan tata kelola tradisional di Romkisar dan menjadi bagian dari struktur sosial yang mendukung kestabilan dalam menjalankan sistem adat di wilayah tersebut.
Keberagaman mata pencaharian di Romkisar, yang mencakup petani, peternak, nelayan, dan PNS, adalah vital bagi stabilitas ekonomi desa karena diversifikasi ekonomi ini mengurangi risiko ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat . Dengan banyaknya pilihan pekerjaan, masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan ekonomi mereka sesuai dengan situasi cuaca dan sumber daya yang tersedia, seperti mengalihkan perhatian dari pertanian ke perikanan di musim tertentu. Hal ini menjaga ekonomi desa tetap dinamis dan beradaptasi terhadap tantangan eksternal.
Pembagian struktur masyarakat Romkisar berdasarkan mata rumah atau klan mencerminkan sistem kekerabatan yang kuat berakar pada garis keturunan . Mata rumah mempengaruhi pembagian tanah, pengaturan pernikahan, dan posisi sosial dalam masyarakat. Golongan negeri menguasai jabatan politik karena merupakan keturunan leluhur pendiri negeri, sementara pendatang memiliki status sosial lebih rendah . Implikasi dari pembagian ini adalah keberlanjutan adat dan hierarki sosial yang menjaga stabilitas politik dan sosial melalui hubungan kekerabatan yang dijaga dan dihormati.
Pergantian musim Timur (kemarau) dan Barat (hujan) di Romkisar berdampak signifikan pada aktivitas ekonomi dan sosial desa . Pada musim kemarau, aktivitas pertanian cenderung menurun dan bisa memicu peningkatan kegiatan lain seperti mengolah produk non-agrikultur atau menangkap ikan. Sebaliknya, musim hujan dapat meningkatkan kendala dalam aksesibilitas dan aktivitas komunitas, tetapi juga menyediakan pasokan air dan meningkatkan hasil pertanian. Pergantian musim ini mengharuskan masyarakat menyesuaikan strategi ekonominya untuk mempertahankan stabilitas finansial dan sosial.
Menurut kepercayaan masyarakat Romkisar, tidak menjalankan adat tiris sopi dapat mendatangkan sanksi dari leluhur, seperti sakit, ketidakmampuan memiliki keturunan, dan keharmonisan keluarga yang terganggu hingga bisa berujung perceraian . Ketakutan akan dampak negatif ini menguatkan keberlangsungan adat dan menunjukkan betapa mendalamnya keyakinan masyarakat terhadap kekuatan adat tiris sopi.