SAFETY FOCUSOCUS
S(HSE(Dept)]
Topik: Pengenalan dan Persepsi Bahaya
KETERLIBATAN SETIAP ORANG DALAM MENGIDENTIFIKASI RISIKO / BAHAYA DI TEMPAT KERJA AKAN
MENCEGAH TERJADINYA INSIDEN
Dari hasil investigasi kejadian kecelakaan kerja selama tahun 2021 di seluruh di Indonesia, diidentifikasi ada tiga faktor
utama yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut, yaitu: Kepatuhan Prosedural; Pengenalan dan Persepsi Bahaya;
dan Motivasi atau Sikap. Harap pastikan bahwa anda memahami dan mematuhi semua prosedur terkait yang relevan
dengan tugas anda, selain itu luangkan waktu Anda untuk memikirkan bahaya dan risiko tugas Anda dan pastikan
kontrol yang diperlukan sudah ada sebelum memulai tugas. Di bawah ini adalah panduan yang dapat kita gunakan
untuk memastikan kita mengelola risiko-risiko pekerjaan.
KARYAWAN – MEMAHAMI BAHAYA
» Pertahankan kesadaran akan bahaya di area kerja saya.
» Pahami risiko kritis di area kerja, dan tinjau efektivitas pengendalian kritis secara berkala.
» Luangkan waktu untuk merencanakan langkah-langkah dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan
pekerjaan dengan baik.
» Selalu tanyakan 'apa yang bisa salah'.
» Periksa pemahaman saya sendiri dan orang lain tentang pekerjaan dan hindari asumsi.
» Menilai kembali bahaya jika terjadi perubahan di area kerja.
PERAN PENGAWAS/SUPERVISOR - MENINGKATKAN KESADARAN RISIKO
» Luangkan waktu untuk merencanakan kerja dengan tim untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan
menerapkan kontrol.
» Menilai kembali bahaya, risiko, dan kontrol saat terjadi perubahan.
» Tantang kebiasaan dan asumsi tentang pekerjaan rutin.
» Mempromosikan pelaporan insiden dan kejadian yang tidak direncanakan.
» Memulai dan tetap terlibat dalam investigasi insiden untuk mengidentifikasi pembelajaran dan perbaikan.
» Secara aktif menerapkan pembelajaran dari investigasi ke dalam perencanaan untuk kegiatan kerja di masa depan
PERAN MANAJER - MENGUJI DAN PERBAIKI
» Mengakui dan bertindak atas risiko yang terkait dengan perubahan.
» Secara aktif mencari dan bertindak berdasarkan sinyal peringatan dini.
» Dorong tim untuk tetap waspada terhadap potensi kegagalan.
» Terlibat secara aktif dalam tinjauan insiden dan hasil.
» Pantau pembelajaran dari investigasi insiden untuk memastikan penerapannya.
» Jadilah terlihat dan berbicara tatap muka dengan tim tentang bagaimana pekerjaan dilakukan.
Personil tidak melakukan tugas tanpa menilai risiko dan menerapkan kontrol yang tepat untuk mengelola risiko yang
teridentifikasi. Alat Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko, mis. Worksheet Risk Assessment, Job Analysis, dapat
digunakan dalam aktivitas sehari-hari di tempat kerja. Hierarkis Pengendalian (eliminasi,
rekayasa, isolasi, administrasi, APD) digunakan untuk menentukan pengendalian yang paling efektif untuk risiko yang
teridentifikasi. dengan tujuan untuk secara signifikan mengurangi risiko (serendah mungkin secara wajar)