0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Panduan Penggunaan Pil KB di Puskesmas

Dokumen ini membahas tentang prosedur pemberian pil kontrasepsi di Puskesmas Amahai. Dokumen ini menjelaskan tentang pengertian, tujuan, prosedur, dan bagan alir pemberian pil kontrasepsi.

Diunggah oleh

Puskesmas Amahai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Panduan Penggunaan Pil KB di Puskesmas

Dokumen ini membahas tentang prosedur pemberian pil kontrasepsi di Puskesmas Amahai. Dokumen ini menjelaskan tentang pengertian, tujuan, prosedur, dan bagan alir pemberian pil kontrasepsi.

Diunggah oleh

Puskesmas Amahai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Alat kontrasepsi PIL

No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal :
Terbit
Halaman :1/3
Kepala Puskesmas Amahai
DINAS
KESEHATAN PUSKESMAS
KABUPATEN PERAWATAN AMAHAI
MALUKU
TENGAH drg. Jackeline M. Ferdinandus
NIP. 19820804 201412 2 001

1. Pengertian Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegahan kehamilan yang di


gunakan dengan cara peroral
Pil KB berisi hormon : 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/ progestin dan 7 tablet tanpa hormon aktif.
2. Tujuan 1) Sebagai acuan dalam mencegah kehamilan atau untuk
menunda kehamilan pertama bagi pasangan yang belum
ingin punya anak dan menjaga jarak kehamilan bagi
pasangan yang ingin menunda kelahiran anak berikutnya
2) Sebagi acuan petugas dalam memberikan pelayanan KB Pil.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Amahai

4. Refrensi
1. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Tahun ,2008
2. Petunjuk praktis layanan kesehatan ibu hamil dan bayi baru
lahir selama Covid-19 Nomor B-4 april 2020
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
Tahun 2019 tentang Puskesmas.
4. Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 tentang pelayanan
kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan,
dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan
pelayanan kontrasepsi serta pelayanan kesehatan seksual
5. Prosedur/ Alat dan abahan :
langkah-  Alat kontrasepsi PIL
langkah
Langkah-langkah :
1. Petugas mencuci tangan sebelum melakukan tindakan
2. Petugas memperkenalkan diri dengan sopan, konseling
pasien
3. Petugas menunjukkan alat kontrasepsi PIL
4. Health education :
a. Keuntungan dan kerugian
b. Efek samping KB PIL Yaitu berat badan meningkan
kemungkinan menimbulkan rasa mual dan muntah,
berjerawat.
c. Cara pemakaian KB PIL
d. Kapan pasien harus kembali ke petugas kesehatan
5. Mencatat dalam kartu akseptor dan buku register KB
6. Mencuci tangan kembali sesudah melakukan tindakan

6. Bagan Alir
Petugas mencuci tangan, memaki masker
kemudian memperkenalkan diri

Petugas menunjukkan alat kontrasepsi PIL

Petugas menjelaskan prosedur

Health education :

Keuntungan dan kerugian

Efek samping

Cara pemakaian KB PIL

Kapan pasien harus kembali ke petugas kesehatan

Mencatat dalam kartu akseptor dan buku register KB

Mencuci tangan kemali setelah


melakukan tindakan
7. Hal-Hal Keadaan umum pasien
Yang Perlu
Diperhatikan
8. Unit Terkait Ruang registrasi pasien
Ruangan KIA/KB
9. Dokumen Rekam medis
Terkait pasien Buku
register
10. Rekaman N Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
Historis o diberlakukan
1.
Perubaha
n

Common questions

Didukung oleh AI

The guidelines enforce hygiene and safety by requiring health personnel to wash their hands before and after handling contraceptive pills, wear masks, and introduce themselves respectfully to patients. These measures help maintain a hygienic environment and build trust with patients .

An oral contraceptive pill package typically contains 21 tablets with active hormones (estrogen/progestin) and 7 inert tablets without active hormones. The active hormone tablets prevent ovulation, thereby preventing pregnancy, while the inert tablets allow for a hormone-free interval to simulate a natural menstrual cycle .

The guidelines recommend scheduling patients for regular follow-up visits to monitor usage and manage side effects. Patients are advised on when to return for evaluations, ensuring adherence to contraceptive regimens and addressing any arising health concerns .

The objectives outlined by the Amahai Health Center for using oral contraceptive pills include providing guidance for preventing or delaying pregnancy for couples not ready to have children and for spacing childbirth for those wishing to delay their next child. It also serves as a reference for health personnel in delivering contraceptive pill services .

The health education component empowers women by providing them with knowledge about contraceptive options, potential side effects, and their health management. This fosters informed decision-making, enhances autonomy over reproductive choices, and promotes active participation in health care .

The administrative steps include greeting the patient and offering consultation, showing the contraceptive pill package, explaining its use and side effects, recording the patient's information in the acceptor card and the family planning register book, and ensuring all procedures are documented for future reference .

The health effects associated with contraceptive pills include prevention of pregnancy and potential regulation of menstrual cycles. Side effects noted in the guidelines include weight gain, nausea, vomiting, and acne. These side effects are important for users to understand as part of informed consent and health management .

The educational aspects include discussing the benefits and drawbacks of using oral contraceptive pills, potential side effects such as weight gain, nausea, vomiting, and acne, correct usage instructions, and guidance on when patients should return for follow-up visits. These educational components ensure that patients are informed about the contraceptive method's functioning and maintenance .

The guidelines emphasize maintaining comprehensive records of updates and changes in practices. This ensures that all personnel are informed about procedural improvements and regulatory compliance, enhancing service delivery and patient safety through systematic documentation .

The key policy references include the Practical Guide to Contraceptive Services (2008), Practical Guidelines for Maternal and Newborn Health Services during Covid-19 (April 2020), Minister of Health Regulation No. 43 of 2019 on Puskesmas, and Minister of Health Regulation No. 21 of 2021 on pre-pregnancy health services and contraception .

Anda mungkin juga menyukai