Panduan Praktik Klinis
KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITAS
RSUD WARAS WIRIS
ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)
1. Pengertian Cedera ligamen krusiatum anterior (ACL) adalah cedera pada ligamen
(Definisi) krusiatum anterior yang mengakibatkan terjadinya translasi anterior
dan medial os tibia terhadap os femur.
Deskripsl klasik dari ACL yaitu terdengar dan terasa 'pop' saat cedera
diikuti hemarthrosis lutut yang cepat 2-6 jam. Pada kasus cedera
kronik dapat ditandai dengan episode 'giving way' tanpa 'pop' atau
bengkak.
2. Anamnesis Terdengar bunyi pop / snap daerah lutut saat tungkai bawah mengalami
hlperekstensi/rotasi dan sense giving away (rasa gamang) untuk melakukan
aktivitas olah raga terutama melompat dan berlari
Nyeri dan bengkak 2-3 jam setelah cedera
Jalan menjadi pincang
Rasa terkunci pada lutut dan gerakan terbatas, harus dicurigai robekan
meniskus
3. Pemeriksaan Drawer test
Fisik Lachmann test
Pivot shift test
Posterior cruciatum ligament test
Medial/lateral collateral ligament test
Mc murray test ·
Apley's grinding and distraction test
4. Kriteria Berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan penunjang.
Diagnosis
5. Diagnosis ICD-10:S83.51: Sprain of Anterior Cruciate Ligament
6. Diagnosis PCL tear
Banding Cedera meniskus
7. Pemeriksaan Pemeriksaan Rontgen
Penunjang MRI
8. Terapi Penatalaksanaan dibagi menjadi·: operatif dan konservatif
lndikasi Operatif
Umur < 40 tahun, atlit
Cedera·lutut bilateral
Cedera kapsulo-ligamen
Fraktur avulsi
Robekan parsial ligamen
Kompensasi muskular defisiens
Indikasi Konservatif
Absolut
Menolak untuk tindakan operatif
Mengancam kehidupan
Luka terkontaminasi atau infeksi
Pasien tidak mampu melakukan program rehabilitasi medik
sesudah dilakukan tindakan operatif
lnstabilitas otot .adekuat
Relatif
Anterior drawer sign (+) dengan pivot shift sign lemah
Pasien > 40 tahun tanpa ambisi sebagai atlit
Ruptur ligamen krusiatum pada anak
Cedera terjadi > 14 harì
Tatalaksana Konservatif
Fase 1: Minggu ke 1-2
RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)
Latihan lingkup gerak sendi lutut (pasif)
Latihan penguatan otot gastroknemius dan hamstring
(isometric)
Terapi modalitas (elektro stimulasi)
Fase 2: Minggu ke 2-8
Open chain exercise
Closed chain exercise
Fase 3: Minggu ke 8 - Bulan ke 12
Proprioception training
Plyometric training
Latihan ketahanan kardiorespirasi
Kernbali ke aktivitas olah raga
Tatalaksana Operatlf :
Fase Preoperasi (Minggu 0-4)
Cryotherapy 20-30 menit
Ankle pumping exercise (10 repetisi/menit) 20-30 menit
Latihan gait
Latihan A/AA/PROM (prone hangs, wall slides, seated knee
flexion) target full ROM
Latihan penguatan otot gastrocnemius dan hamstring
(isometrik)
Fase 1. Postoperasi (Minggu 0-2)
Target
Lindungi fiksasi cangkok
Minimalkan efek imobilisasi
Mengontrol peradangan
Mencapai ekstensi penuh, fleksi lutut 90 derajat
Mendidik pasien tentang kemajuan rehabilitasi
Terapi
RICE (Rest, lce, Compression, Elevation)
Latihan lingkup gerak sendi lutut (fleksi A/AA/PROM) 0-0-90,
sendi panggul gerak penuh
Latihan isometrik otot kuadrisep dan hamstring
Mobilisasi patella
Heel slides, prone leg hangs
Ankle pumping exercise
Berjalan menumpu sebagian dengan dua kruk s/d 1 minggu
(jika kontrol quadriceps sudah baik)
Locked in extension brace
Latihan fungsional fase 1
Fase 2: Minggu ke 2-4
Kriteria Maju ke Fase 2
Quad set yang baik, SLR tanpa extension lag
Lutut sekitar 90 derajat fleksi
Ekstensi penuh
Tidak ada tanda-tanda peradangan
Target
Gaya berjalan normal
Full ROM
Proteksi graft
Meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan proprioseptif untuk
mempersiapkan aktivitas fungsional
Terapi
Mini-squat, 0-30 derajat
Ergocycle (mulai dengan kursi tinggi, tegangan rendah)
Closed chain extension (leg press, 0-30 derajat)
Heel slides, prone leg hangs
Locked in extension brace untuk patellar tendon graft. Brace
dapat dilepas pada hamstring graft dan allograft jika pola jalan
normal dan kontrol kuadriseps sudah tercapai
Latihan fungsional fase 2
Fase 3: Minggu ke 4 - Bulan ke 4
Kriteria Maju ke Fase 3
Gaya berjalan normal
ROM penuh
Kekuatan dan proprioseptif yang cukup untuk memulai
aktivitas fungsional
Target
Meningkatkan kepercayaan diri pada lutut
Hindari penekanan berlebihan pada fiksasi graft
Lindungi sendi patellofemoral
Kemajuan kekuatan, endurance, dan proprioception untuk
mempersiapkan aktivitas fungsional
Terapi
Lanjutkan latihan minggu sebelumnya
Sepeda statik (dengan kursi tinggi)
Close chain exercise/leg press 60°
Latihan fungsional fase 3
Latihan funsgional fase 4
Fase 4: Bulan ke 4
Kriteria Maju ke Fase-4
ROM penuh tanpa rasa sakit
Tidak ada bukti iritasi sendi patellofemoral
Kekuatan dan proprioseptif yang cukup untuk kemajuan
aktivitas fungsional
Izin dokter untuk memulai closed kinetic chain lanjutan dan
kemajuan fungsional
Cangkok stabil pada pengujian Lachman dan KTI000
Sasaran
Kembali ke aktivitas tak terbatas
Terapi
Lanjutkan latihan minggu sebelumnya
Latihan funsgional fase 5
Fase 5: Return to Sports
Kriteria Maju ke Fase-5
Tidak ada keluhan sendi patellofemoral atau jaringan lunak
Semua kriteria terpenuhi untuk kembali berolahraga
Izin dokter untuk melanjutkan aktivitas penuh
Sasaran
Aman kembali ke atletik
Pemeliharaan kekuatan, daya tahan, dan propriosepsi
Edukasi pasien tentang kemungkinan keterbatasan
Terapi
Partisipasi ke olahraga secara bertahap
Maintenance program penguatan dan endurance
Sport specific drills
Brace fungsional dapat direkomendasikan saat olahraga selama
1-2 tahun setelah olahraga
Tindak Lanjut:
Syarat kembali ke aktifitas olah raga prestasl;
Lingkup gerak sendi penuh tanpa nyeri
Perbedaan KT 1000 antar sisi <3mm
Kekuatan kuadriseps 85% atau lebih dibandingkan sisi
kontralateral
Kekuatan hamstring 100% dibandingkan sisi kontralateral
Rasion hamstring-kuadriseps 70% atau lebih
Tes fungsional dibandingkan sisi kontralateral 85% atau lebih
9. Edukasi Penggunaan fungsional knee brace pada tahap awal,•tetap beraktivitas
pada aktlvitas moderat
10. Prognosis Ad bonam
11. Tingkat
Level B
Evidens
12. Tingkat
Rekomendasi
13. Penelaah
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Kritis
14. Indikator VAS
Medis Lachman Test
KT-1000
15. Kepustakaan 1. D’amato M, Bach BR. Handbook of Orthopaedic
Rehabilitation. 2007: 375-539.
2. Maxey L, Magnusson J. Rehabilitation for the Postsurgical
Orthopedic Patient Third Edition. Elsevier; 2013: 404-26.
3. Miller MD, Thompson SR. Delee & Drez’s Orthopaedic Sports
Medicine Principles and Practice Fourth Edition Volume 1.
Elsevier Saunders; 2015: 1149-63.
4. Haas Steven, Ricciardi B, Reyes D. Total knee arthroplasty.
In : Gree A, Hayda R, Hect A, editors. Postoperative
orthopaedic rehabilitation. 2 nd ed. Philadephia: Wolters
Kluwer Health; 2018: 401-10
5. David Ip. Orthopedic Rehabilitation, Assessment, and
Enablement. Springer. 2007.
6. Manske R. Postsurgical Orthopedic Sports Rehabilitation
Knee&Shoulder. Mosby Elsevier; 2006