0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
121 tayangan6 halaman

Solusi Transportasi: Metode Vogel dan Stepping Stone

Dokumen ini membahas beberapa metode untuk menyelesaikan masalah transportasi seperti metode Vogel, metode stepping stone, metode distribusi yang dimodifikasi, dan cara menangani masalah transportasi yang tidak seimbang.

Diunggah oleh

Nazwa Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
121 tayangan6 halaman

Solusi Transportasi: Metode Vogel dan Stepping Stone

Dokumen ini membahas beberapa metode untuk menyelesaikan masalah transportasi seperti metode Vogel, metode stepping stone, metode distribusi yang dimodifikasi, dan cara menangani masalah transportasi yang tidak seimbang.

Diunggah oleh

Nazwa Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RISET OPERASI

RMK TRANSPORTASI

DISUSUN OLEH :
PINGKY PUTRI ANGEL. AS
A021221075
MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
TAHUN AJARAN 2024
A. METODE VOGEL’S APPROXIMATION
Metode ini (VAM atau Vogel’s Appoximimation Method) berdasarkan
pada konsep biaya penalti (penalty cost) atau penyesalan (regret). Jika
mengambil keputusan salah memilih tindakan dari beberapa alternatif
tindakan yang ada. Maka suatu hukuman akan diberikan (dan pengambil
keputusan akan menyesali keputusan yang diambil). Dalam suatu
permasalahan transportasi, yang dianggap sebagai rangkaian tindakan
adalah alternatif rute dan suatu keputusan dianggap salah jika
mengalokasikan ke sel yang tidak berisi biaya rendah.
Aturan umum untuk menghitung suatu biaya penalti adalah dengan
mengurangi sel biaya minimum terhadap biaya sel berikutnya yang lebih
tinggi pada tiap baris pada kolom.
Alokasi awal dalam metode VAM dilakukan pada baris atau kolom
yang memiliki biaya penalti tertinggi. Setelah alokasi awal dilakukan
menentukan, semua biaya penali harus dihitung kembali. Dalam beberapa
kasus biaya penalti ini akan berubah; dalam kasus lain tidak berubah.
Dibawah ini adalah ringkasan langkah-langkah yang dilakukan pada metode
Vogel’s Approximation.
1. Tentukan biaya penalti untuk setiap baris dan kolom dengan cara
mengurungkan biaya sel terendah pada baris atau kolom terhadap
biaya sel terendah berikutnya pada baris atau kolom yang sama.
2. Pilih baris atau kolom dengan biaya tertinggi.
3. Alokasi sebanyak mungkin ke sel fisibel dengan biaya transportasi
terendah pada baris atau kolom dengan biaya penalti tertinggi.
4. Ulangi langkah 1,2,3, sampai semua kebutuhan rim telah terpenuhi.
B. METODE SOLUSI STEPPING-STONE
Begitu solusi fisibel dasar telah ditentukan oleh salah satu dari ketiga
metode penentuan solusi awal, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan
model untuk mendapatkan solusi minimal (yaitu, total biaya minimum). Ada
dua metode solusi dasar: metode stepping-stone dan metode modified
distribution (MODI).
Metode solusi stepping-stone mengingat solusi awal yang diperoleh
dengan menggunakan metode biaya sel minimum mempunyai total biaya
terendah di antara ketiga solusi awal, kita akan menggunakan sebagai solusi
permulaan. Prinsip solusi dasar dalam permasalahan transportasi adalah
untuk menentukan apakah suatu rute transportasi yang tidak digunakan pada
saat ini (yaitu, sebuah sel yang kosong) akan menghasilkan total biaya yang
lebih rendah jika digunakan.
Langkah pertama yang dilakukan dalam metode ini adalah
mengevaluasi sel-sel tersebut dapat menurunkan total biaya. Jika ditemukan
rute seperti itu, maka kita akan mengalokasikan sebanyak mungkin pada sel
tersebut. Batasan dari permasalahan tidak boleh dilanggar dan kelayakan
harus tetap dipertahankan.
Metode ini dapat digunakan dengan satu syarat yaitu bahwa unit hanya
dapat ditambahkan dan dikurangi dari sel-sel yang telah dialokasikan.
Melompat dari satu batu ke batu lain (yaitu, mengalokasikan ke sel).
Ringkasan langkah-langkah pada metode stepping-stone adalah sebagai
berikut:
1. Tentukan lintasan stepping-stone dan perubahan biaya untuk tiap sel
yang kosong dalam tabel.
2. Alokasikan sebanyak mungkin sel kosong yang menghasilkan
penurunan biaya terbesar.
3. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai semua sel kosong memiliki perubahan
biaya positif mengindikasikan tercapainya solusi optimal.
C. METODE DISTRIBUSI YANG DIMODIFIKASI
Metode distribusi yang dimodifikasi (MODI) pada dasarnya adalah
suatu modifikasi dari metode stepping-stone. Dalam metode MODI
perubahan biaya pada sel ditentukan secara sistematis tanpa
mengidentifikasi lintasan sel-sel kosong seperti pada metode stepping-stone.
Ringkasan langkah-langkah metode distribusi yang dimodifikasi adalah
sebagai berikut.
1. Tentukan solusi awal menggunakan satu dari ketiga metode yang
tersedia.
2. Hitung nilai ui dan vj untuk tiap baris dan kolom dengan menerapkan
formula ui+vj=cij pada tiap sel yang telah memiliki alokasi.
3. Hitung perubahan biaya, kij, untuk setiap sel kosong menggunakan
formula cij – uj – vj = kij.
4. Alokasikan sebanyak mungkin ke sel kosong yang menghasilkan
penurunan biaya bersih terbesar (kij yang paling negatif). Alokasikan
sesuai dengan lintasan stepping-stone untuk sel yang terpilih.
5. Ulangi langkah 2 sampai 4 sampai semua nilai kij positif atau nol.
D. METODE TRANSPORTASI TIDAK SEIMBANG
Sejauh ini, telah diperlihatkan metode-metode penentuan solusi awal
dan solusi optimal dalam kondisi model transportasi seimbang. Namun pada
kenyataannya, sering timbul permasalahan yang modelnya dalam kondisi
tidak seimbang.
Agar model menjadi seimbang, baris dummy ditugaskan untuk
memasok penawaran sebesar 50 ton. Permintaan tambahan sebesar 50 ton
yang tidak akan dipasok, akan dialokasikan ke sebuah sel dalam baris
dummy. Biaya transportasi sel- sel dalam baris dummy ini bernilai nol, karena
jumlah yang dialokasikan ke sel-sel tersebut bukan jumlah yang benar-benar
dipindahkan tetapi jumlah yang permintaannya tidak terpenuhi. Sel-sel
dummy ini sebenarnya adalah variabel pengurang.
Penambahan sebuah baris atau kolom dummy ini tidak mempengaruhi
metode solusi awal atau metode untuk menentukan solusi optimal. Sel-sel
baris atau kolom dummy diperlakukan sama seperti sel lainnya dalam Tabel.
E. DEGENERASI
Kondisi berikut di bawah ini dipenuhi dalam semua tabel yang
memperlihatkan solusi permasalahan transportasi gandum.
M baris + n kolom – 1 = jumlah sel dengan alokasi
Sebagai contoh, dalam tabel seimbang yang mana saja dari transportasi
gandum, jumlah baris adalah 3 (yaitu, m = 3) dan jumlah kolom adalah 3
(yaitu n = 3); jadi,

3+3-1-5 sel dengan alokasi

Tabel-tabel tersebut akan selalu mempunyai lima sel dengan alokasi; jadi,
kondisi untuk mendapatkan normal solusi terpenuhi. Jika kondisi ini tidak
terpenuhi dan terdapat sel yang mempunyai alokasi kurang dari m + n - 1,
tabel dinyatakan mengalami degenerasi.
Karena hanya terdapat empat sel yang berisi pengalokasian. Kesulitan
yang dihasilkan dari generasi atas solusi fisibel dasar adalah bahwa baik
metode stepping-stone maupun MODI tidak akan bekerja kecuali kondisi di
atas terpenuhi (terdapat jumlah yang tepat untuk sel berisi alokasi).
Alasannya adalah, lintasan tertutup pada metode stepping-stone dan semua
perhitungan ui + vj = cij pada MODI tidak dapat dilengkapi.
Untuk menciptakan suatu lintasan tertutup, sebuah sel kosong secara
artifisial harus diperlakukan seolah-olah sebagai sebuah sel yang berisi
alokasi. Secara acak sel 1A diperlakukan sebagai sel dengan alokasi artifisial
sebesar "0". (Simbol lain, seperti 0, dapat digunakan untuk menunjukkan
alokasi artifisial). Hal ini mengindikasi bahwa sel ini akan diperlakukan
sebagai sel berisi alokasi baik dalam penentuan lintasan stepping-stone
maupun formula MODI, meskipun sesungguhnya tidak terdapat alokasi yang
sesungguhnya. Perhatikan bahwa pengalokasian 0 adalah acak, karena tidak
terdapat aturan umum untuk mengalokasikan sel artifisial. Pengalokasian 0
pada sebuah sel tidak menjamin terbentuknya semua lintasan stepping-stone.
Jadi, dalam penerapan metode stepping-stone (atau MODI) pada tabel
ini tidak diperlukan alokasi artifisial pada sebuah sel kosong. Dalam pericarian
solusi adalah memungkinkan dimulai dengan suatu tabel normal kemudian
berubah menjadi degenerasi atau sebaliknya dimulai dengan tabel
degenerasi kemudian berubah menjadi normal. Jika telah dapat
diidentifikasikan bahwa sel dengan 0 mempunyai unit yang harus dikurangkan
dari sel tersebut, sesungguhnya tidak terdapat unit aktual yang harus
dikurangkan. Dalam hal demikian 0 dapat dipindahkan he sel yang mewakili
variabel solusi optimal yang masuk.
F. RUTE YANG DILARANG
Kadang kala satu atau lebih rute dalam model transportasi dilarang,
yaitu, unit barang tidak dapat dipindahkan dari satu sumber tertentu ke suatu
tempat tujuan tertentu pula. Pada saat situasi seperti ini muncul, kita harus
yakin bahwa dalam solusi optimal tidak satu unit barang pun dialokasikan ke
sel yang mewakili rute ini. Dalam pembahasan kita mengenai tabel simpleks,
kita mengetahui bahwa dengan memberikan suatu koefisien yang besarnya M
pada variabel artifisial akan menyebabkan variabel tersebut keluar dari solusi
akhir. Prinsip yang sama dapat diterapkan dalam model transportasi untuk
rute yang dilarang ini.
Nilai sebesar M sebagai biaya transportasi diberikan pada sel yang
mewakili suatu rute yang dilarang. Jadi, pada saat pengevaluasian yang
dilarang, sel tersebut akan selalu memuat perubahan biaya positif yang
besarnya M, yang akan menyebabkan variabel tersebut tidak terpilih sebagai
variabel yang masuk.

Anda mungkin juga menyukai