KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEKERJAAN PELAPISAN RUNWAY, TAXIWAY DAN APRON UNTUK
PENINGKATAN DAYA DUKUNG TERMASUK MARKING TAHAP I
Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Perhubungan
Unit Eselon I/II : Direktorat Jendral Perhubungan Udara
Kegiatan : Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana
Bandar Udara
Pekerjaan : Pelapisan Runway, Taxiway dan Apron untuk
Peningkatan Daya Dukung termasuk Marking Tahap I
Lokasi : Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda - Maumere
Pagu Anggaran : Rp. [Link],-
Sumber Dana : SBSN
Tahun Anggaran : 2024.
Hasil : Meningkatkan Pelayanan dan Pengelolaan Perhubungan
Udara yang lancar, terpadu, aman, nyaman sehingga
mampu meningkatkan efisiensi Pergerakan Orang dan
Barang, memperkecil kesenjangan Pelayanan angkutan
udara antar wilayah serta mendorong Ekonomi Nasional.
Indikator Kinerja Pekerjaan : Terlaksananya Kegiatan Pekerjaan Pelapisan Runway,
Taxiway dan Apron untuk Peningkatan Daya Dukung
termasuk Marking Tahap I
Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : Paket
Volume : 1 (satu)
1. Latar Belakang : Ketersediaan prasarana dan sarana transportasi merupakan
suatu persyaratan utama dalam mendukung pengembangan
wilayah suatu daerah, terutama bagi daerah yang mempunyai
potensi sumber daya yang besar namun kurang didukung oleh
sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Transportasi
udara merupakan sarana penting dalam pencapaian ke berbagai
lokasi, terutama wilayah terpencil yang sulit dicapai dengan jalur
darat dan laut.
Keberadaan Bandar Udara diperlukan untuk membuka daerah
terisolasi - tertinggal (sesuai KEPPRES No. 7 Tahun 2004 dan
KEPMEN Percepatan Daerah Tertinggal No. 001/KEP/M-
PDT/II/2005). Bandar udara sebagai prasarana
penyelenggaraan penerbangan dalam menunjang aktifitas suatu
wilayah perlu ditata secara terpadu guna mewujudkan
penyediaan kebandarudaraan secara nasional yang handal dan
berkemampuan tinggi, maka dalam proses penyusunan
penataan bandar udara tetap perlu memperhatikan tata ruang,
pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, keamanan dan
keselamatan penerbangan secara nasional. Hal ini sesuai
sebagaimana yang diatur dalam UU No. 26 Tahun 2007 Tentang
Penataan Ruang, UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan,
Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 Tentang
Kebandarudaraan serta KM Menteri Perhubungan No. KM 83
Tahun 1998 Tentang Pedoman Proses Perencanaan di
Lingkungan Kementerian Perhubungan. Bandar Udara
Fransiskus Xaverius Seda merupakan salah satu bandar udara
yang berada di kawasan yang sedang berkembang di wilayah
Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Sikka Provinsi
Nusa Tenggara Timur, mempunyai peran strategis dalam
mendukung upaya peningkatan peran angkutan udara dalam
kaitan pembangunan daerah khususnya, dan pembangunan
nasional pada umumnya.
Aksesibilitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur lebih dominan
menggunakan transportasi udara karena kondisi geografis
Provinsi Nusa Tenggara Timur berupa Kepulauan. Dari kondisi
tersebut maka tentunya transportasi udara sebagai penghubung
wilayah memiliki peran yang sangat strategis dalam membuka
keterisolasian daerah guna menunjang kegiatan sosial, ekonomi
serta pertahanan dan keamanan sehingga dapat memenuhi
kebutuhan angkutan orang dan barang/jasa antar daerah di
Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 69 Tahun
2013 bahwa Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda memiliki
peran sebagai :
simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan
hierarkinya yaitu bandar udara dijadikan sebagai titik
pertemuan beberapa jaringan dan rute angkutan udara.
pintu gerbang kegiatan perekonomian yaitu lokasi dan
wilayah di sekitar bandar udara dijadikan sebagai pintu
gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataan
pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi serta
keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan
daerah.
tempat kegiatan alih moda transportasi yaitu sebagai tempat
perpindahan moda transportasi udara ke moda transportasi
lain atau sebaliknya dalam bentuk interkoneksi antar moda
pada simpul transportasi guna memenuhi tuntutan
peningkatan kualitas pelayanan yang terpadu dan
berkesinambungan.
pembuka isolasi daerah dan pengembangan daerah
perbatasan yaitu keberadaan bandar udara diharapkan
dapat membuka daerah terisolir karena kondisi geografis
dan/atau karena sulitnya moda transportasi lain,
penghubung daerah perbatasan dalam rangka
mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
prasarana memperkukuh Wawasan Nusantara dan
kedaulatan Negara yaitu titik-titik lokasi bandar udara di
wilayah nusantara saling terhubungkan dalam suatu
jaringan dan rute penerbangan sehingga dapat
mempersatukan wilayah untuk kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Dalam hierarkinya, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda
merupakan Bandar Udara Pengumpul Skala Tersier yaitu :
bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan dan
mempengaruhi perkembangan ekonomi lokal.
bandar udara tujuan atau bandar udara penunjang dari
bandar udara pengumpul
bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang
pelayanan kegiatan lokal.
Dalam perencanaan pengembangan Bandar Udara Fransiskus
Xaverius Seda seperti tercantum di dalam Tabel Rencana Induk
Nasional Bandar Udara (Peraturan Menteri Perhubungan No. 69
Tahun 2013), bahwa Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda
dalam pengembangannya direncanakan memiliki Klasifikasi
Bandar Udara (Aerodrome Reference Code) 4D pada tahun 2030
dan dikembangkan hingga memilki klasifikasi 4D.
2. Landasan Hukum : 1) Undang – Undang.
1. Undang – undang nomor 18 tahun 1999 tentang jasa
konstruksi.
2. Undang – undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4956).
2) Peraturan Pemerintah.
1. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang
Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor
128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4146).
2. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang
pedoman pengadaan barang dan jasa pemerintah.
3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Serta
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I
Kementerian Negara;
5. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor PM 69 tahun 2013,
tentang tatanan kebandarudaraan nasional.
6. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 48 Tahun
2002 tentang Penyelenggaraan Bandar Udara Umum.
7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun 2005
tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008.
3) Standar Internasional.
1. International Civil Aviation Organisation (ICAO) Annex 14.
2. Aerodrome Design Manual (DOC 9157).
3. Maksud dan Tujuan : Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Pekerjaan Pelapisan
Runway, Taxiway dan Apron untuk Peningkatan Daya Dukung
Termasuk Marking Tahap I ini dalam rangka pemenuhan
standar keselamatan/keamanan/pelayanan dan Tercapainya
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Tranportasi Udara Sebagai
Pelayanan Jasa Bandar Udara.
4. Sasaran : Manfaat Pekerjaan Pelapisan Runway, Taxiway dan Apron untuk
Peningkatan Daya Dukung Termasuk Marking Tahap I adalah
untuk Penerima manfaat secara internal adalah peningkatan
pelayanan, keamanan serta keselamatan pada Bandar Udara
Fransiskus Xaverius Seda - Maumere.
Penerima manfaat secara eksternal adalah para Pengguna Jasa
Penerbangan
5. Jangka Waktu : 180 (Seratus delapan puluh) hari kalender
Pelaksanaan
Pekerjaan
6. Lokasi Kegiatan : Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda - Maumere
7. Uraian Singkat : Adapun uraian singkat pekerjaan ini adalah Pelapisan Runway,
Pekerjaan Taxiway dan Apron untuk Peningkatan Daya Dukung Termasuk
Marking Tahap I, yang meliputi:
a. Pekerjaan Persiapan
b. Pekerjaan Konstruksi
8. Bagian Pekerjaan : No Jenis pekerjaan yang Keterangan
yang disubkontrakkan
disubkontrakkan 1 Pekerjaan Tapering Kepada Penyedia jasa
Tanah Pekerjaan Konstruksi
Spesialis (SP 004
(2015)/ PL004 (2020) )
2 Pekerjaan Pengecatan Kepada Penyedia jasa
Marka Runway,Taxiway Pekerjaan Konstruksi
dan Apron Kualifikasi Kecil
9. Jaminan Penawaran : 1% dari HPS
10. Jaminan : 5% dari Nilai Kontrak
Pelaksanaan
11. Jaminan Uang Muka : Jaminan uang muka sebesar 20%, uang muka yang dicairkan
diterbitkan oleh Bank Umum/Asuransi.
12. Kualifikasi Usaha : Untuk Penyedia Jasa Kualifikasi Menengah
Persyaratan Kualifikasi :
a. Memenuhi ketentuan perundang-undangan untuk
menjalankan kegiatan/usaha: memiliki izin – izin
perusahaan yang masih berlaku:
- SBU Kualifikasi Menengah, dengan Klasifikasi
Bangunan Sipil, Sub klasifikasi Jasa Pelaksana
Konstruksi Jalan Raya (kecuali Jalan Layang), Jalan,
Rel Kereta Api, dan Landas Pacu Bandara (SI 003)
untuk KBLI 2017 atau Konstruksi Bangunan Sipil Jalan
(BS001) untuk KBLI 2020
- Nomor Induk Berusaha (NIB)
- Akte Pendirian, akte perubahan terakhir (apabila ada).
b. Mempunyai status valid keterangan wajib pajak
berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP)
c. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban pelaporan
perpajakan (SPT Tahunan) Tahun pajak 2022
d. Memiliki pengalaman pekerjaan paling kurang 1 (satu)
pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun
terakhir baik di lingkungan pemerintah atau swasta
termasuk pengalaman sub kontrak.
e. Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan
perhitungan:
- Untuk usaha non kecil, nilai Kemampuan, Paket (KP)
ditentukan sebanyak 6 (enam) atau 1,2 (satu koma dua)
N.
P adalah jumlah paket pekerjaan konstruksi yang
sedang dikerjakan.
N adalah jumlah pengalaman menyelesaikan pekerjaan
konstruksi terbanyak yang dapat ditangani pada saat
bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.
f. Menyetujui Pernyataan Pakta Integritas yang berisi:
1) Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi,
dan/atau Nepotisme;
2) Akan melaporkan kepada PA/KPA/APIP jika
mengetahui terjadinya praktik korupsi, kolusi dan/atau
nepotisme dalam pengadaan ini;
3) Akan mengikuti proses pengadaan secara bersih,
transparan, dan profesional untuk memberikan hasil
kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan; dan
4) Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam
angka 1), 2) dan/atau 3) maka bersedia menerima
sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
g. Menyetujui Surat Pernyataan peserta yang berisi:
1) yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam
pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan
usahanya tidak sedang dihentikan;
2) badan usaha tidak sedang dikenakan sanksi daftar
hitam;
3) yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha tidak
sedang menjalani sanksi daftar hitam;
4) keikutsertaan yang bersangkutan tidak menimbulkan
pertentangan kepentingan;
5) yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana;
6) pimpinan dan pengurus badan usaha bukan sebagai
pegawai kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah
atau pimpinan dan pengurus badan usaha sebagai
pegawai Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah
yang sedang mengambil Cuti di luar tanggungan
negara;
7) pernyataan lain yang menjadi syarat kualifikasi yang
tercantum dalam dokumen pemilihan;
8) data kualifikasi yang diisikan dan dokumen penawaran
yang disampaikan benar, dan jika kemudian hari
ditemukan bahwa data/dokumen yang disampaikan
tidak benar dan ada pemalsuan maka peserta bersedia
dikenakan sanksi administratif, sanksi pencantuman
dalam daftar hitam, gugatan secara perdata, dan/atau
pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
13. Sumber Pendanaan : SBSN Kementerian Perhubungan
14. Ruang Lingkup : Lingkup kegiatan
Kegiatan
Lingkup kegiatan pekerjaan sebagai berikut:
a. Pelaksanaan konstruksi dilakukan sesuai dengan kualitas
masukan (bahan, tenaga dan alat) dan kualitas hasil
pekerjaan seperti yang tercantum dalam spesifikasi teknis.
b. Pelaksanaan konstruksi mendapatkan pengawasan dari
penyedia jasa pengawasan konstruksi.
c. Pelaksanaan konstruksi harus sesuai dengan ketentuan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
d. Pelaksanaan pekerjaan didahului dengan penanda
tanganan kontrak kerja pelaksanaan dan diakhiri dengan
berita acara Pelaksanaan pekerjaan didahului dengan
penanda tanganan kontrak kerja pelaksanaan dan diakhiri
dengan berita acara serah terima pekerjaan. Semua
administrasi pelaksanaan mengikuti ketentuan yang
tercantum dalam Perpres 16 tahun 2018 berserta
perubahan terakhir perpres dan petunjuk teknis
pelaksanaannya.
e. Uang muka diberikan pada awal pekerjaan dengan
ketentuan menyampaikan Jaminan Uang Muka.
f. Cara pembayaran Pekerjaan sesuai dengan Termin
(Perhitungan Volume Pekerjaan ).
g. Masa pemeliharaan bangunan minimal selama 180 Hari
Kalender terhitung sejak serah terima pertama pekerjaan.
15. Nama dan : Nama PA : PARTAHIAN PANJAITAN
Organisasi Nama PPK : JUSUF FRENGKI TUWAN
Pengguna Anggaran
Satuan Kerja : Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas
/ Pejabat Pembuat
II Fransiskus Xaverius Seda - Maumere
Komitmen
16. Persyaratan : (Syarat Teknis /Spesifikasi teknis kegiatan terlampir).
DokumenTeknis
Persyaratan Pemilihan :
1. Daftar Personil Manajerial.
Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial
untuk pelaksanaan pekerjaan beserta daftar riwayat
pengalaman kerja atau referensi kerja dari pengguna jasa.
2. Daftar Peralatan Utama.
Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk
pelaksanaan pekerjaan
3. Tanggapan Identifikasi Bahaya RK3.
Menyampaikan pakta komitmen dan penjelasan
manajemen resiko serta penjelasan manajemen resiko
serta penjelasan rencana tindakan sesuai tabel jenis
pekerjaan dan identifikasi bahaya yang di jabarkan.
Persyaratan dalam Berkontrak :
1. Menyerahkan Jaminan Pelaksanaan paling lambat 14 Hari
Setelah terbitnya SPPBJ, dengan ketentuan Jaminan
Pelaksanaan untuk nilai penawaran terkoreksi antara 80%
(delapan puluh persen) sampai dengan 100% (seratus
persen) dari nilai HPS, ditentukan sebesar 5% (lima
persen) dari nilai kontrak.
Jaminan Pelaksanaan untuk nilai penawaran terkoreksi
dibawah 80% (delapan puluh persen) dari nilai HPS,
ditentukan sebesar 5% dari nilai total HPS.
2. Jadwal Penggunaan Bahan (Material Schedule)
menggambarkan jenis, Volume dan Waktu Penggunaan
Bahan serta konsistensi antara analisa harga satuan
dengan time schedule,
3. Jadwal Penempatan Tenaga Kerja (Man power schedule)
menggambarkan penempatan jenis, jumlah dan waktu
setiap tenaga kerja serta konsistensi antara Analisa harga
satuan dan schedule,
4. Jadwal Waktu Pelaksanaan (Time Schedule) dibuat tidak
melebihi jangka waktu yang ditetapkan;
5. Melampirkan surat keterangan yang Wajib dimiliki Asphalt
Mixing Plant (AMP) Hasil Pengujian (calibration Certificate)
yang dikeluarkan oleh dinas Perindustrian dan
Perdagangan;
6. Saat Pra Penandatanganan Kontrak, Personil Manajerial
yang ditawarkan harus dihadirkan dan diwajibkan membuat
surat pernyataan siap di tempatkan di lokasi pekerjaan
sampai dengan selesai pekerjaan serta ditandatangani dan
diketahui oleh Direktur dan Pejabat Pembuat Komitmen.
17. Peralatan : Penyedia jasa harus menyediakan semua peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagai
berikut :
No Nama Alat Kapasitas Jumlah
1. Asphalt Mixing Minimal 800 Kg/ 1 Unit
Plant (AMP) Mixing circle
2. Asphalt Finisher Lebar Min, 6 m 1 Unit
3. Dump Truck Minimal 3,5 Ton 3 Unit
4. Pneumatic Tyred Minimal10-12 1 Unit
Roller Ton
5. Tandem Roller Minimal 6-8 Ton 1 Unit
6. Asphalt Sprayer 1.000 Liter 1 Unit
Catatan: Melampirkan Bukti Kepemilikan alat atau Bukti sewa
alat
18. Personil : Daftar Personil Manajerial yang diperlukan adalah:
Personil Inti / Manajeril
PENGALAMA
POSISIS JML KEAHLIAN / N KERJA
NO
JABATAN ORG SPESIALISA MINIMAL
KET.
SI (TAHUN)
1. Manajer 1 SKA 4 Tahun
Pelaksanaan / Pelaksana
Proyek Pekerjaan
Jalan
2. Manajer Teknik 1 Ahli Muda K3 4 Tahun
Konstruksi
3. Manajer 1 4 Tahun
Keuangan
4. Ahli K3 1 Ahli Muda K3 3 Tahun
Konstruksi / Konstruksi / /
Ahli Ahli Madya 0 Tahun
Keselamatan K3 Konstruksi
Konstruksi
19. Rencana : Daftar Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK)
Keselamatan
Konstruksi (RKK) NO Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya
1. Pekerjaan Mixing Pekerja dapat tertimpa
Asphal Beton di AMP Material Campuran dari Hotbin
AMP
20. Ketentuan Lain-lain : Dalam Pelaksanaan Pekerjaan-Pekerjaan Pelapisan Runway,
Taxiway dan Apron untuk Peningkatan Daya Dukung Termasuk
Marking Tahap I dapat Kami sampaikan Metode Pelaksanaan
secara umum, sehubungan dengan Operasional Penerbangan
di UPBU Fransiskus Xaverius Seda – Maumere:
- Sehubungan dengan Pelaksanaan Pekerjaan ini
dilaksanakan di Sisi Udara Bandar Udara maka Kontraktor
Pelaksana harus membuat Standar Operasional Prosedur
(SOP) dan Method Off Working Plan (MOWP) yang
didalamnya harus mengatur tentang jalannya pelaksanaan
pekerjaan dengan mengutamakan faktor keamanan dan
keselamatan penerbangan di Bandar Udara.
- Waktu Pelaksanaan dimulai pada saat selesainya jam
Operasional di Bandar Udara dengan terlebih dahulu
memperhatikan kesiapan Alat, Material, dan Tenaga Kerja.
- Kontraktor Pelaksana wajib Berkoordinasi dengan Petugas
Operasional terkait pergerakan orang dan alat yang akan
masuk ke daerah Bandar Udara. Setiap Orang/Pekerja dan
Kendaraan wajib menggunakan Pas masuk dan Rompi
Safety dan Bendera Penanda kendaraan proyek berwarna
orange putih
Setelah selesai melaksanakan pekerjaan, wajib melakukan
Pembersihan Lokasi dari sisa-sisa material dan wajib melapor
kembali ke Petugas Operasional untuk dapat dilakukan
pengecekan kembali pada areal pelaksanaan pekerjaan, agar
Operasional Penerbangan dapat berjalan dengan Normal.
21. Keluaran Atau : Hasil / produk yang akan dihasilkan dari pekerjaan ini adalah
Produk yang Pelapisan Runway, Taxiway dan Apron dengan Asphalt
dihasilkan Concrete (AC) termasuk Marking.
22. Penutup : Kerangka Acuan Kerja ini menjadi pedoman secara umum bagi
pelaksana konstruksi dalam melaksanakan pekerjaan. Hal-hal
teknis yang diperlukan hendaknya dapat dipersiapkan secara
matang, mengingat Bandar Udara tetap beroperasi dan agar
pelaksanaan pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal yang telah
ditentukan dengan kualitas yang telah ditetapkan sehingga
Keselamatan Operasional Penerbangan di Bandara dapat
terjamin.
Maumere, Desember 2023
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II
Fransiskus Xaverius Seda Maumere
TTD