MAKALAH
JUDUL
Rumah Sakit
GURU PEMBIMBING
Rizky Novriyanti, [Link]
DISUSUN OLEH
Andini Dwi Rizkika
Rifais Hasanuddin
Sitti Nazwa Andini H
Sriutami Marsaoly
SMK NEGERI 5 KOTA TERNATE
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang sudah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyusun
tugas ini dengan baik serta tepat waktu. Seperti yang sudah kita tahu rumah sakit sangat berguna bagi [Link] perlu di bahas
kenapa rumah sakit sangat di perlukan di kalangan masyarakat setempat bahkan di seluruh dunia.
Oleh sebab itu,kritik dan anjuran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari teman-teman sekalian guna kesempurnaan makalah
ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Guru mata pelajaran Konsentrasi [Link] perhatian serta waktunya,kami sampaikan
banyak terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rumah sakit merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan, oleh karena itu
pelayanan yang berkualitas merupakan suatu keharusan dan mutlak dipenuhi oleh suatu rumah sakit. Salah satu upaya dalam meningkatkan
kualitas pelayanan terhadap masyarakat adalah meningkatkan kinerja rumah sakit secara profesional dan mandiri.
Dalam rangka meningkatkan kinerja yang profesional dan mandiri tentunya rumah sakit harus mempunyai perangkat strategis yang dapat
menjadi panduan untuk mengendalikan dan mengarahkan organisasi dalam mewujudkan visi dan misi serta tujuan rumah sakit.
Rencana Strategis Bisnis (RSB) merupakan salah satu perangkat strategis manajemen yang dapat digunakan untuk mengelola kondisi rumah
sakit saat ini dan sebagai alat untuk melakukan proyeksi dan analisa bagi pengambil keputusan dan kebijakan pada kondisi 5 – 10 tahun ke
depan, sehingga Rencana Strategis Bisnis (RSB) dapat menjadi pedoman strategis untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan
dalam menentukan arah, tujuan dan sasaran yang diinginkan oleh suatu rumah sakit. Oleh karena itu suatu
Rencana Strategis Bisnis (RSB) RSTC Tahun 2015 - 2019
rumah sakit sangat penting menyusun Rencana Strategis Bisnis (RSB) untuk kurun waktu tertentu.
Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar merupakan salah satu rumah sakit khusus kusta yang menjadi Rumah Sakit Pembina dan
sekaligus sebagai pusat rujukan kusta di Kawasan Timur Indonesia sesuai SK Menteri Kesehatan Nomor 270/MENKES/SK/VI/1985. Dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar menghadapi tantangan yang berat karena perkembangan
jaman di mana kompetitor semakin banyak dan ketat serta adanya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang berkualitas, sehingga menuntut
Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar untuk melakukan perubahan dari internal tanpa mengabaikan lingkungan eksternal.
Pada kondisi saat ini, Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar memiliki kesempatan yang sangat besar untuk melakukan pengembangan
pelayanan karena selain sebagai Rumah Sakit Pembina Kusta di Kawasan Timur Indonesia juga adanya berbagai fasilitas antara lain sebagai
instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) sesuai SK Menteri Keuangan Nomor 2/
KMK.05/2010; memiliki ijin untuk membuka pelayanan umum (SK Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan No.
HK.03.05/I/2835/10); Perubahan
2
Rencana Strategis Bisnis (RSB) RSTC Tahun 2015 - 2019
Organisasi dan Tata Kelola Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 009 Tahun 2012).
Untuk mengoptimalkan kekuatan yang ada, maka Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar harus memiliki perangkat strategis yaitu
Rencana Strategis Bisnis (RSB) yang dapat menjadi pedoman untuk meraih kesuksesan dalam memberikan pelayanan kusta maupun umum
yang paripurna kepada masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
Kami sudah menyusun sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini. Adapula sebagian permasalahan yang hendak
dibahas yaitu:
•Apakah ada pengaruh kepuasaan pasien rawat inap dan rawat jalan terhadap pelayanan gizi meliputi kinerja tenaga kesehatan, kepatuhan
ketepatan jadwal makan dan kepatuhan jenis makanan pasien diabetes mellitus?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
Mencari tahu tugas rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan.
1.3.2 Tujuan khusus
[Link] tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty.
[Link] kinerja dokter di rawat inap di Rumah Sakit.
BAB II
ISI
2.1 RS(Rumah Sakit)
Menurut WHO (1957), rumah sakit adalah suatu bahagian menyeluruh, (integrasi) dari organisasi dan medis, berfungsi memberikan
pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif, dimana output layanannya menjangkau pelayanan
keluarga dan lingkungan. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta penelitian biososial. Berdasarkan peraturan
yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI tahun 1989, rumah sakit juga merupakan pusat pelayanan rujukan medik spesialistik dan
sub spesialistik dengan fungsi utama menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan
Pemulihan (rehabilitasi pasien).
Rumah sakit merupakan sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan dan dapat dimanfaatkan pula sebagai
lembaga pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Pelayanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit berupa kegiatan penyembuhan
penderita dan pemulihan keadaan cacat badan serta jiwa. Jika dilihat dari sudut pandang pelayanannya, rumah sakit dapat juga diartikan
sebagai sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, pelayanan
gawat darurat, pelayanan medik dan non medik yang dalam melakukan proses kegiatan hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial,
budaya dan dalam menyelenggarakan upaya dimaksud dapat mempergunakan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar
terhadap lingkungan.
2.2 Pelayanan Rumah sakit
Pelayanan medis merupakan serangkaian kegiatan yang diberikan kepada paien sesuai standar pelayanan medis yang telah ditentukan dan
biasanya pada pelayanan tersebut digunakan sumber daya serta fasilitas yang optimal.
PELAYANAN GAWAT DARURAT
RSHS menyelenggarakan pelayanan rawat darurat secara terus menerus selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu. RSHS melaksanakan
pelayanan gawat darurat level IV, yang memberikan pelayanan sbb:
Diagnosis dan penanganan permasalahan pada Airway, Breathing, Circulation dengan alat-alat yang lebih lengkap termasuk ventilator
Penilaian disability, penggunaan obat, EKG, defibrilasi
Observasi/ Ruang Resusitasi
Bedah cito
Sarana yang tersedia untuk pelayanan gawat darurat terdiri dari:
Ruang Triage
Ruang Resusitasi
Ruang Tindakan yaitu : Ruang Tindakan Bedah, Medikal, Anak, serta Obgyn
Ruang Isolasi untuk pasien infeksi
Ruang Dekontaminasi
Ruang Ruang Observasi
IHC (Intermediate High Care)
Ruang Transit Rawat Inap.
2.3 Alur Pelayanan Rumah Sakit
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, yaitu
pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, penyelenggaraan rumah sakit harus
berasaskan Pancasila dan nilai kemanusiaan, etika dan profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti diskriminasi, pemerataan,
perlindungan dan keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi sosial.
Tugas dan fungsi rumah sakit berhubungan dengan tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Berbagai tindakan tersebut sudah
banyak dilakukan kepada masyarakat, meskipun masih banyak keluhan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa tidak mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya.
Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
meliputi rumah sakit, dokter praktik, klinik, laboratorium, apotek dan fasilitas kesehatan lainnya.
Berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, Rumah Sakit dikategorikan dalam Rumah Sakit umum dan Rumah Sakit khusus. Rumah sakit
Umum memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit dimana Rumah Sakit Umum diklasifikasikan kembali menjadi
4 Kelas Rumah Sakit. Rumah Sakit khusus memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan
disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya dan yang dimaksud dengan kekhususan lainnya berdasarkan
jenis pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan bidang kedokteran.
Salah satu kewajiban Rumah Sakit adalah sebagai fungsi sosial rumah sakit yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat miskin/
tidak mampu, memberikan pelayanan tanpa uang muka dan antidiskriminasi, di balik itu rumah sakit berhak menerima imbalan jasa pelayanan
sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Pembiayaan rumah sakit dapat bersumber dari penerimaan Rumah Sakit, anggaran Pemerintah, subsidi Pemerintah, anggaran Pemerintah
Daerah, subsidi Pemerintah Daerah atau sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Rumah Sakit Tanpa Kelas (RSTK) merupakan Rumah Sakit swasta yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan kesehatan tingkat
pertama dan spesialis dasar yang menyediakan pelayanan perawatan tanpa kelas secara kemampuan ekonomi.
RSTK mempunyai tugas dan fungsi yang sama dengan konsep Rumah Sakit yang ada dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44
tahun 2009 tentang Rumah Sakit; RSTK mempunyai tugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien secara paripurna serta mempunyai
fungsi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan mengesampingkan kemampuan ekonomi pasien.
3.2 Saran
Agar Pemerintah cq Kementerian Kesehatan yang telah membuat peraturan kebijakan mengenai penyelenggaraan RSTK melalui Permenkes
selalu melakukan pemantauan dari pelaksanaan peraturan hukum sercara terus menerus dan selalu siap untuk merevisi dalam hal terjadi
kekurangan, karena keberhasilan penyelenggaraan sebuat rumah sakit tergantung dari pengawasan Pemerintah terhadap harmonisnya
antara peraturan hukum dan kenyataan di lapangan, antara das sollen dan das sein.
Agar Dinas Kesehatan Propinsi/Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai pembina dan pengawas Rumah Sakit berperan aktif dalam
membina dan mengawasi penyelegaraan RSTK sesuai dengan Permenkes dengan memberikan bantuan dan arahan yang bersifat
membimbing, karena keberhasikan penyelenggaraan RSTK dari keberhasilan pembinaan dan pengawasan yang konsisten dan
berkesinambungan sehingga dapat berfungsi secara sosial untuk membantu penderita penyakit yang
kurang/tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang
optimal.