0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

SPTK untuk Klien Harga Diri Rendah

Dokumen ini membahas strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan harga diri rendah. Strategi ini meliputi orientasi, kerja, dan terminasi dengan tujuan membantu klien mengidentifikasi kemampuan dan memilih kegiatan sesuai kemampuan.

Diunggah oleh

Annisa Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

SPTK untuk Klien Harga Diri Rendah

Dokumen ini membahas strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan harga diri rendah. Strategi ini meliputi orientasi, kerja, dan terminasi dengan tujuan membantu klien mengidentifikasi kemampuan dan memilih kegiatan sesuai kemampuan.

Diunggah oleh

Annisa Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SPTK) PADA KLIEN

DENGAN HARGA DIRI RENDAH

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Kesehatan Jiwa dan Psikososial

Dosen Pengampu: Rossy Rosnawanty, [Link]

Disusun oleh:

Nurhidayat

C2214201061

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA

2024
Sp 2 : Menilai Kemampuan Yang Dapat Digunakan
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Data Subjektif
̶ Klien mengatakan tidak PD sebagai seorang Ibu karena tidak mampu
menjalankan peran sebagai Ibu rumah tangga.
Data Objektif
̶ Klien tampak tenang dan kooperatif
̶ Klien tampak kurang percaya diri
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
3. Tujuan
̶ Pasien dapat mengindentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki
̶ Pasien dapat menilai kemampuan yang masih dapat digunakan
̶ Pasien dapat memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki
̶ Pasien dapat melakukan kegiatan yang dipilih sesuai dengan
kemampuan
4. Tindakan
̶ Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien
̶ Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat
digunakan
̶ Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilakukan sesuai
kemampuan pasien
̶ Membingbing pasien memasukan dalam jadwal kegiatan pasien
B. Strategi
Fase Orientasi
1. Salam Terapeutik
"Assalamualaikum [Link]. Bu, perkenalkan nama saya Nurhidayat. yang
bertugas diruangan melati ini. Saya disini akan membantu menyelesaikan
masalah yang Ibu hadapi. Kalau boleh tau nama Ibu siapa ya?" "Senang
dipanggil siapa, Bu?"
2. Evaluasi Validasi
"Bagaimana keadaan Ibu hari ini? Tampaknya Ibu segar?"
3. Kontrak
1) Topik
"Ibu, bagaimana kalau kita mengobrol tentang kamampuan dan kegiatan yang
pernah Ibu lakukan? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih
dapat Ibu lakukan di rumah sakit."
2) Waktu
"Bagaimana bu apakah Ibu mau? waktunya mau 10 menit atau 15 menit?"
3) Tempat
"Karena Ibu bersedia, dimana kita mau berbincang-bincang? bagaimanakalau
kita bicarakan masalah ini di taman?"
Fase Kerja
"Sekarang coba Ibu cerita apa kegiatan Ibu sehari hari dirumah mulai dari
bangun tidur?"
"Oh bagus ya bu, selain mandi dan makan kemudian apalagi, Bu?"
"Wah bagus sekali ya bu ada 5 kemampuan dan kegiatan yang Ibu miliki. Nah,
Ibu dari ke 5 kegiatan ini yaitu sikat gigi, keramas, membersihkan tempat
tidur, mandi,dan makan apa yang masih bisa Ibu kerjakan di rumah sakit?"
"Bagus sekali, Ibu ada 2 kegiatan yang masih bisa Ibu kerjakan dirumah sakit
ini yaitu membersihkan tempat tidur dan makan, bagaimana kalau kita
merapihkan tempat tidur, bagaimana bu apa Ibu mau?"
"Ya sudah, kita menuju tempat tidur Ibu ya?"
"Ibu sebelum kita merapikan tempat tidur, kita pindahkan dulu ya bantalnya.
Bagus Ibu, sekarang kita angkat seprainya, sekarang kita pasang lagi seprainya
dengan yang baru, nah sekarang kita mulai lipat.” dari yang atasnya ya? Iya
bagus, sekarang yang sebelah ujung kakinya tarik dan masukan yang
pinggirnya kedalam. Pemasangan seprainya sudah selesai sekarang kita ambil
bantalnya dan letakan diatas, iya bagus Ibu, Ibu sudah bisa merapihkan tempat
tidurnya dengan baik, coba Ibu perhatikan dan bedakan dengan yang tadi
sebelum dirapihkan, sekarang menjadi lebih rapi kan bu?"
Fase Terminasi
a. Evaluasi
1) Evaluasi subjektif
"Bagaimana perasaan ibu setelah kita mengobrol dan latihan merapihkan
tempat tidurnya?"
2) Evaluasi Objektif
"Ternyata Ibu banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan dirumah
sakit ini, salah satunya merapihkan tempat tidur yang sudah ibu praktekan
dengan baik sekali".
b. Rencana Tindak Lanjut
"Nah, kemampuan ini dapat dilakukan juga dirumah setelah pulang
[Link] mari kita masukan ke jadwal harian. Ibu mau berapa sekali
seharimerapihkan tempat tidur? Bagus 2x, yaitu pagi jam berapa? lalu sehabis
istirahat jam 4 sore ya bu."
c. Kontrak Yang Akan Datang
1) Topik
"Besok pagi kita latihan lagi ya bu kegiatan yang mampu dilakukan dirumah
sakit selain merapihkan tempat tidur, yaitu mencuci piring. Bersedia, Bu?"
2) Waktu
"Jam berapa kita akan latihan mencuci piring besok? Bagaimana kalau jam 8
pagi?"
3) Tempat
"Dimana kita akan latihan cuci piring? Bagaimana kalau di dapur saja?"

Anda mungkin juga menyukai