REKAYASA PERANGKAT LUNAK
STUDI KASUS BANK ABC
Oleh
Afifullah Ajuna Putra
NPM (2315061005)
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS LAMPUNG
2024
STUDI KASUS
Bank ABC merupakan perusahaan di bidang perbankan yang baru berdiri di awal tahun ini.
Saat ini bank ABC akan membuat mobile untuk memudahkan nasabah dalam melakukan
transaksi perbankan diantaranya: informasi saldo, transfer, pembayaran, dll. Bank ABC
memiliki syarat untuk tender yang akan membangun system ini di antaranya: dari sisi
keamanan, kecepatan pembuatan system, biaya yang dianggarkan cukup besar, fleksibel,
perlu koordinasi dengan Bank ABC
Berdasarkan studi kasus di atas tentukan SDLC, kebutuhan fungsional dan non fungsional,
usecase.
Berdasarkan studi kasus tersebut jelaskan keunggulan system yang akan saudara
kembangkan.
PEMBAHASAN
I. Metode SDLC (Software Development Life Cycle)
Melihat Pada Studi Kasus tersebut membutuhkan SDLC yang dapat Fleksibel dan
Responsif terhadapa Perubahan yang ada, maka SDLC yang paling cocok pada Studi
Kasus ini adalah SDLC dengan Metode Agile atau Hybrid Agile. Alasan Memilih Agile
adalah :
1. Kecepatan Pembuatan Sistem, Dimana Agile memungkinkan pengembangan
sistem dengan iterasi cepat.
2. Responsif terhadap Perubahan, yang dimana dalam Studi Kasus ini
Membutuhkan fleksibilitas yang tinggi untuk menyesuaikan perubahan
kebutuhan nasabah atau peraturan perbankan yang baru.
3. Pengendalian Biaya, Agile memungkinkan pemangku kepentingan untuk
melihat hasil yang lebih awal dalam proses pengembangan, sehingga
memungkinkan pengendalian biaya yang lebih baik.
4. Kualitas yang Memuaskan, Dengan Menggunakan Agile Dapat dipastikan
dapat menghasilkan Kualitas yang baik pada Software yang dibuat.
II. Kebutuhan Fungsional
Melihat Pada Studi kasus diatas Dapat dipastikan Software Membutuhkan Kebutuhan
Fungsional atau Fitur-Fitur pada Aplikasi. Fitur-Fitur yang dibutuhkan yaitu:
1. Informasi Saldo, Dimana Pada pada Mobile Banking Nasabah dapat melihat
Saldo Rekening secara Real Time.
2. Transfer, Nasabah dapat mentransfer dana antara rekening mereka sendiri
atau ke rekening lain.
3. Riwayat Transaksi, Nasabah dapat melihat Riwayat Transfer yang dilakukan.
4. Bantuan, Nasabah dapat melihat Intruksi atau meminta bantuan apabila
terdapat masalah.
5. Manejemen Akun, Nasabah dapat mengelola detail akun mereka, seperti
mengubah kata sandi atau alamat email.
6. Top Up Saldo, Nasabah dapat melakukan Top Up kepada Saldo E-wallet dan
lain-lain.
7. Pembayaran, Nasabah memungkinkan melakukan Pembayaran untuk Listrik,
Internet, Hingga Pajak.
III. Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan lain yang dibutuhkan adalah Kebutuhan Non Fungsional seperti sistem
Keamanan, Performa, dan Stabilitas pada Software. Berikut contohnya:
1. Keamanan, Dimana pada Aplikasi Mobile Banking harus memilki sistem
keamanan yang sah dan baik untuk Meminimalsiir Pencurian data.
2. Kecepatan, Aplikasi harus merespons dengan cepat terhadap permintaan
Pengguna atau Nasabah.
3. Fleksibilitas, Sistem harus dapat diakses dari berbagai Perangkat.
4. Skalabilitas, Sistem harus dapat menangani Lonjakan lalu lintas Pengguna
dengan baik tanpa Menurunkan Kinerja.
IV. Use Case Diagram
Use case adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mendeskripsikan interaksi
antara sistem yang akan dikembangkan serta untuk menggambarkan perilaku sistem
dari sudut pandang pengguna atau aktor yang berinteraksi dengan sistem tersebut.
Berikut adalah Contoh Use Case Pada Bank ABC:
V. Keunggulan System
System Bank ABC yang dibentuk menggunakan Metode SDLC Agile memiliki banyak
Keunggulan, yaitu:
1. Keamanan yang Kuat, dimana Aplikasi menawarkan lapisan keamanan yang kuat,
termasuk otentikasi dua faktor dan enkripsi end-to-end, menjaga data Nasabah tetap
aman.
2. Responsif, dimana Aplikasi memberikan pengalaman Nasabah yang responsif, dengan
waktu respon yang cepat untuk menghindari frustrasi Nasabah
3. Fleksibelitas, dimana Memungkinkan aplikasi untuk diakses dari berbagai perangkat
dan menangani lonjakan pengguna tanpa penurunan kinerja.