0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan8 halaman

Sejarah Agama Hindu di Asia

Dokumen ini membahas perkembangan dan peninggalan sejarah agama Hindu di berbagai belahan Asia, termasuk India, Indonesia, Cina, dan Kambocha. Agama Hindu telah berkembang dan memberikan pengaruh yang mendalam di Asia selama ribuan tahun melalui praktik keagamaan, filsafat, seni, dan arsitektur.

Diunggah oleh

Nixtar Janadinata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan8 halaman

Sejarah Agama Hindu di Asia

Dokumen ini membahas perkembangan dan peninggalan sejarah agama Hindu di berbagai belahan Asia, termasuk India, Indonesia, Cina, dan Kambocha. Agama Hindu telah berkembang dan memberikan pengaruh yang mendalam di Asia selama ribuan tahun melalui praktik keagamaan, filsafat, seni, dan arsitektur.

Diunggah oleh

Nixtar Janadinata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ARTIKEL ESSAY

(PERKEMBANGAN DAN PENINGGALAN SEJARAH


AGAMA HINDU DI ASIA)

Disusun Oleh

1. IDA AYU DITA CAHAYA (14)


2. KADEK CHARISSA EIPRILLYANI (15)
3. KADEK HENDRA ADITYA (16)
4. KOMANG ANGGI SUGIANTARI (17)
5. MADE KHINARDYA ARISHITA SHIRAYUKI (18)
6. INI KADEK AYU DIAH REGINA PATRESIA (20)

SMA NEGERI 1 BLAHBATUH


TAHUN AJARAN
2023 / 2024
PERKEMBANGAN DAN PENINGGALAN SEJARAH
AGAMA HINDU DI ASIA
Nama penulis Kelompok 3
PENDAHULUAN
Kebudayaan Hindu adalah salah satu warisan budaya yang paling kaya dan
berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia. Sejak lebih dari dua ribu tahun yang lalu,
agama Hindu telah berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap
perkembangan sosial, politik, seni, dan filsafat di berbagai belahan dunia.
Agama Hindu telah meninggalkan jejak yang mendalam dan beragam di seluruh Asia,
menciptakan warisan spiritual yang kaya dan beragam ragam [Link] praktik
keagamaan, filsafat, seni, dan arsitektur, pengaruh Hindu telah mempengaruhi perkembangan
masyarakat Asia selama ribuan tahun.
Dari lembah Sungai Sindhu, ajaran Agama Hindu menyebar ke seluruh pelosok dunia,
seperti; ke India Belakang, Asia Tengah, Tiongkok, Jepang dan akhirnya sampai ke
Indonesia. Di Indonesia banyak ditemukan berbagai bentuk peninggalan sejarah bercorak ke
'Hindu'-an.
Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal tarikh Masehi, dibawa oleh
para musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya, yang di Jawa terkenal dengan sebutan
Batara Guru atau Dwipayana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha
pahyein.
Pada abad ke-4 di Jawa Barat terdapat kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha, yaitu
kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada
masa ini pula muncul dua kerajaan besar, vakni Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa abad ke-
7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah
Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak
kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Tengah dan Kamboja. Abad ke-14
juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih
Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada, berhasil memperoleh kekuasaan atas
wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung
Melayu.
ISI
Peninggalan Agama Hindu di India
Peninggalan agama Hindu di India dibagi menjadi 3 (tiga) zaman, yaitu
1. Zaman Weda;
2. Zaman Brahmana,dan
3. Zaman Upanisad.
[Link] Weda
Persebaran agama Hindu berdasarkan sejarah pada zaman Weda dimulai pada masa
suku bangsa Arya mulai mendatangi lembah Sungai Sindhu yang diperkirakan sekitar tahun
2.500 -1.500 SM. Suku bangsa Arya terus bergerak dan menempati lembah Sungai Sindhu
yang menyebabkan suku Dravida (suku asli lembah sungai Sindhu) tersingkir. Mereka
meninggalkan wilayah tersebut dan terus bergeser mencari tempt yang aman dan akhirnya
sampailah di Dataran Tinggi Dekkan.
Pada zaman Weda kehidupan masyarakat berada dalam fase pemujaan kepada Tuhan.
Hal ini ditandai dengan lantunan kidung-kidung suci, karena Catur Weda sebagai sumber
hukum dalam kehidupan masyarakat saat [Link] Weda yang merupakan Kitab Mantra
dapat diuraikan sebagai berikut.
1) Reg. Weda, isinya dibagi menjadi 10 Mandala, yang terdiri dari 10.552 mantra. Kitab ini
merupakan kitab tertua.
2).Sama Weda, jumlah mantra pada Kitab Sama Weda, yaitu 1.875. Kitab in merupakan kitab
yang isinya diambil dari Reg. Weda.
3) Yajur Weda, kitab ini terdiri dari 1.975 mantra. Kitab ini berbentuk prosa yang isinya
berupa rafal, doa, dan pelaksanaan upacara.
4) Atharwa Weda, kitab ini terdiri dari 5.987 mantra berbentuk prosa yang isinya berupa
mantra-mantra yang kebanyakan bersifat magis, sebagai tuntunan hidup sehari-hari.
[Link] Brahmana
Peninggalan agama Hindu pada zaman Brahmana, dipengaruhi oleh kelompok
pemimpin intelektual ahli Weda yang disebut dengan kaum Brahmana. Pada zaman ini,
pengaruh kaum Brahmana sangat besar pada kehidupan keagamaan. Hanya kaum Brahmana
yang berhak mengantarkan persembahan orang kepada para Deva. Zaman ini ditandai dengan
disusunnya tata cara upacara agama yang teratur.
[Link] Upanisad
Zaman Upanisad yang dipentingkan tidak hanya terbatas pada upacara dan sesaji saja,
tetapi lebih meningkat pada pengetahuan batin yang lebih tinggi, yang dapat membuka tabir
rahasia alam Zaman upanisad adalah zaman pengembangan dan penyusunan falsafah agama.
Pada zaman ini, muncullah ajaran filsafat, ajaran Darsana, Itihasa, dan Purana. Perkembangan
agama Hindu di India.
Kerajaan Hindu Di India
Perkembangan agama Hindu di India ditandai dengan banyaknya kerajaan yang bernuasa
Hindu. Kerajaan-kerajaan tersebut sebagai berikut.
a. Kerajaan Maurya
Dinasti Maurya diperkirakan berdiri sekitar tahun 320 SM. Kerajaan Maurya
didirikan oleh Candragupta. Kerajaan Maura mengalami masa kejayaan dan mampu
berkembang dengan pesat sehingga menjadi kerajaan yang besar.
[Link] Gupta
Kerajaan ini lahir setelah perkembangan dan kekuasaan Dinasti Maurya. Kerajaan
Gupta diperkirakan berdiri sekitar pada abad ke-4 Masehi. Kerajaan tersebut mengalami
perkembangan sangat pesat dan pernah mengalami masa kejayaan, yaitu puncak kejayaannya
pada masa kekuasaan dari Samudragupta. Kehidupan masyarakatya dalam kehidupan sehari-
hari yang menjadi sumber ajaran dan aturan kerajaan yang bersumber dari ajaran Weda
[Link] Andhra
Kerajaan Andhra secara geografis berada berdekatan dengan Sungai Godawari.
Perkembanganya terjadi sekitar abad pertama SM. Diceritakan bahwa pada masa
pemerintahan Khrishna I kerajaan ini berusaha untuk mendirikan bangunan suci agama
Hindu dalam bentuk kuil. Bukti peninggalan tersebut berupa bangunan suci yang bernama
Kuil Kailasa, tempatnya di Ellora.
[Link] Pallawa
Kerajaan ini berdiri tahun 350-750 Masehi, beribu kota di Kanchi. Raja yang paling
terkenal memerintah Kerajaan Pallawa adalah Raja Narasimhawarman. Kerajaan Pallawa
adalah kerajaan yang bercorak Hindu dengan ditandai dibangunnya tujuh kuil.
Perkembangan Agama Hindu di Cina
Perkembangan agama Hindu di Cina dimulai semenjak Cina dikuasai oleh Dinasti
Han (206 SM – 221 M). Pada masa kekuasaan Dinasti Han, Kaisar Cina memberikan izin
para brahmana untuk datang ke Cina mengajarkan agama Hindu. Dengan datangnya para
brahmana ke Cina, agama Hindu mulai berkembang di negeri Cina.
Perkembangan Agama Hindu di Kampuchea
Pengaruh agama Hindu di Kampuchea awalnya masuk ke lembah Sungai Mekong di
daerah Funan, Kampuchea. Di Funan berdiri Kerajaan Funan yang didirikan oleh seorang
brahmana yang bernama Kaundinya pada awal tahun Masehi. Kerajaan Funan adalah
kerajaan awal yang mengembangkan agama Hindu di Kampuchea.
Perkembangan Agama Hindu di Indonesia
Agama Hindu berkembang di Indonesia sejak awal Masehi dengan berdirinya
kerajaan Salakanagara di Jawa Barat. Kemudian berkembang ke Kalimantan Timur dengan
Kerajaan Kutai sekitar abad ke-4 Masehi. Hal ini terbukti dengan ditemukannya tujuh buah
Yupa. Yupa memberikan keterangan mengenai kehidupan keagamaan pada waktu itu yang
menyatakan bahwa Yupa didirikan untuk memperingati dan melaksanakan yajña oleh Raja
Mulawarman
Kemudian, agama Hindu berkembang di Jawa Barat abad ke-5 di Kerajaan
Tarumanegara. Rajanya yang terkenal adalah Raja Purnawarman. Kemudian, agama Hindu
berkembang di Jawa Barat abad ke-5 di Kerajaan Tarumanegara. Rajanya yang terkenal
adalah Raja [Link] Purnawarman adalah penganut agama Hindu dengan memuja
Tri Murti sebagai manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa.
Agama Hindu berkembang pula di Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan
ditemukannya Prasasti Tukmas di lereng Gunung Merbabu. Prasasti ini berbahasa Sanskerta
memakai huruf Pallawa. Prasasti Tukmas diperkirakan ada pada tahun 650 Masehi. Selain itu
juga ditemukan Prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh Raja Sanjaya pada tahun 654
Pada abad ke-8, agama Hindu berkembang ke Jawa Timur, yang dibuktikan dengan
ditemukannya Prasasti Dinoyo dekat Kota Malang berbahasa Sanskerta dan memakai huruf
Jawa Kuno.
Kemudian, pada tahun 929—947, muncullah Mpu Sendok dari Dinasti Isana Wamsa
dengan gelar Sri Isanottunggadewa, yang artinya raja yang sangat dimuliakan dan sebagai
pemuja Deva Siva. Setelah Dinasti Isana Wamsa, di Jawa Timur, muncullah Kerajaan Kediri,
pada tahun 1042—1222. Pada masa Kerajaan Kediri banyak muncul karya sastra Hindu.
Kemudian, muncul Kerajaan Singosari pada tahun 1222-1292. Pada masa Kerajaan Singosari
didirikanlah Candi Kidal, Candi Jago dan Candi Singosari
Setelah Kerajaan Singosari runtuh, muncullah Kerajaan Majapahit. Pada masa
Kerajaan Majapahit, agama Hindu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak
peninggalannya dalam bentuk candi dan karya sastra.
Agama Hindu berkembang pula di Bali. Masuknya agama Hindu ke Bali diperkirakan
pada abad ke-8. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya prasasti-prasasti, juga adanya Arca
Siva dan Pura Putra Bhatara di Desa Bedahulu, Gianyar.
Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia
1 Peninggalan Prasasti
Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras berupa
sebuah batu dan tahan [Link] prasasti pada sejumlah situs arkeologi menandai akhir
dari zaman [Link] ini prasasti peninggalan kebudayaan Hindu:
1. Prasasti Kutai (Kalimantan Timur)
2. Prasasti Ciaruteun (Bogor)
3. Prasasti Jambu (Bogor)
4. Pasasti kebon kopi (Bogor)
5. Prasasti Pasir Awi (Bogor)
6. Prasasti Cidanghiang(Pandeglang)
7. Prasasti Canggal (Magelang)
8. Prasasti Dinoyo (Malang)
Prasasi tersebut tertulis dengan huruf Pallawa, berbahasa Sansekerta, bahasa Melayu
kuno, dan Jawa kuno.
[Link] Berupa Candi
1. Candi Prambanan
2. Candi Cangkuang
3. Candi Dieng
4. Candi Cetho
5. Candi Sukuh
6. Candi Gedong Songo
7. Candi Pringapus
8. Candi Arca Gupolo
9. Candi Penataran
10. Candi Gunung Sari

[Link] Berupa Karya Sastra


1. Carita Parahyangan Bogor, Jabar Abad ke-5 M Tarumanegara
2. Kresnayana Bogor, Jabar Abad ke-5 Tarumanegara
3. Arjunawiwaha Kahuripan, Jatim Abad ke-10 M Medang Kamulan
4. Lubdhaka Kediri, Jatim Abad ke-11 M Kediri
5. Baratayuda Kediri, Jatim Abad ke-12 M kediri
Kesimpulan
Peninggalan agama Hindu di India dibagi menjadi 3 (tiga) zaman, yaitu
1. Zaman Weda;
2. Zaman [Link]
3. Zaman Upanisad.
Adapun peninggalan-peninggalan agama Hindu di Asia, antara lain
1 Peninggalan Prasasti
1. Prasasti Kutai (Kalimantan Timur)
2. Prasasti Ciaruteun (Bogor)
3. Prasasti Jambu (Bogor)
4. Pasasti kebon kopi (Bogor)
5. Prasasti Pasir Awi (Bogor)
6. Prasasti Cidanghiang(Pandeglang)
7. Prasasti Canggal (Magelang)
8. Prasasti Dinoyo (Malang)
[Link] Berupa Candi
1. Candi Prambanan
2. Candi Cangkuang
3. Candi Dieng
4. Candi Cetho
5. Candi Sukuh
6. Candi Gedong Songo
7. Candi Pringapus
8. Candi Arca Gupolo
9. Candi Penataran
10. Candi Gunung Sari
[Link] Berupa Karya Sastra
1. Carita Parahyangan Bogor, Jabar Abad ke-5 M Tarumanegara
2. Kresnayana Bogor, Jabar Abad ke-5 Tarumanegara
3. Arjunawiwaha Kahuripan, Jatim Abad ke-10 M Medang Kamulan
4. Lubdhaka Kediri, Jatim Abad ke-11 M Kediri
5. Baratayuda Kediri, Jatim Abad ke-12 M kediri
DAFTAR PUSTAKA

Candi dan Prasasti Peninggalan Kebudayaan Hindu di Wilayah Nusantara - Kids. Kids.
Published 2021. Accessed March 22, 2024.
[Link]
kebudayaan-hindu-di-wilayah-nusantara#google_vignette
perkembangan sejarah agama Hindu di Asia disebutkan dengan beberapa jenis peninggalan,
sebutkan beberapa peninggalan yang berupa prasasti candi dan karya sastra.
[Link]. Published April 2020. Accessed March 22, 2024.
[Link]
Susila Komang. 2017 . Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMP kelas VIII. Jakarta.
[Link]
Kelas%20VIII%20Hindu%20BS%[Link]

Anda mungkin juga menyukai