0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan15 halaman

Motivasi dan Inovasi Guru Penggerak

Dokumen ini membahas motivasi menjadi guru penggerak dan peran sebagai guru penggerak. Dokumen ini juga membahas inisiatif membuat program kebersihan lingkungan dan diri di sekolah yang memberikan dampak positif.

Diunggah oleh

nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan15 halaman

Motivasi dan Inovasi Guru Penggerak

Dokumen ini membahas motivasi menjadi guru penggerak dan peran sebagai guru penggerak. Dokumen ini juga membahas inisiatif membuat program kebersihan lingkungan dan diri di sekolah yang memberikan dampak positif.

Diunggah oleh

nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?

Motivasi saya untuk menjadi guru penggerak yaitu:


1. Saya ingin menjadi pendidik yang lebih kompeten, bermutu, berkualitas dan berkarakter seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang mana
kurikulum merdeka menuntut adanya perubahan dalam dinamika mengajar dan pengajaran yang sesuai dengan filosofi bapak Khi Hajar Dewantara.

2. Saya ingin memajukan pendidikan di Indonesia, karena kita tau bahwa Indonesia menduduki tingkat pendidikan paling rendah di bandingkan dengan
negara- negara lain yang ada di dunia. Oleh karena itu dengan saya mengikuti pelatihan guru penggerak ini diharapkan dapat mewujudkan hal tersebut.

3. Saya ingin menjadi penggerak bagi diri saya sendiri (pribadi) dan setelah itu menjadi penggerak bagi rekan- rekan guru yang lain supaya kompetensi diri
meningkat oleh karena itu saya ingin meningkatkan interaksi lewat program guru penggerak ini. supaya dengan mengikuti pelatihan ini saya dapat
meningkatkan keterampilan, dan pengetahuan saya.

4. Saya ingin mengembangkan karir saya dari seorang guru PNS menjadi guru yang berkualitas dan berdedikasi yang tinggi. Dan berharap kedepannya
menjadi pemimpin yang unggul dan berkarakter serta dapat menjadi teladan bagi yang lain. Mempersiapkan diri baik kemampuan, kepemimpinan,
pembelajaran dan pedagogi supaya bisa menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Yang akan saya lakukan untuk mewujudkan hal tersebut yaitu:


1. Saya akan mengikuti pelatihan guru penggerak ini dengan sungguh- sungguh. Saya paham pelatihan dan pendidikan dalam waktu sembilan bulan akan
begitu padat. Tetapi dengan semangat, kerja keras, ketekunan, tanggung jawab, dan kedisiplinan maka saya mampu melewati itu semua dengan tidak ada
hambatan.
2. Selain mendapatkan pelatihan dan pengetahuan serta wawasan, ketika mengikuti program pendidikan guru penggerak, sudah tentu calon guru penggerak
akan mendapatkan relasi dan teman baru yang akan sangat menunjang karirnya. oleh karena itu program guru penggerak sangatlah penting dan harus saya
ikuti untuk menunjang karir saya kedepannya.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai guru penggerak yaitu saya mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif
dan inovatif sehingga peserta didik lebih semangat dan menyenangkan dalam menerima pembelajaran atau kegiatan proses belajar mengajar di kelas. Disisi
lain saya mempunyai ketekunan, tertib, disiplin, tidak pantang menyerah, semangat untuk belajar sesuatu hal yang baru, dan bertanggung jawab atas semua
tugas yang diberikan. Saya adalah tipe orang yang tidak suka menunda nunda pekerjaan, karena menunda pekerjaan berarti menyia- nyiakan waktu yang
berharga bagi saya. Sedangkan waktu terus berjalan.
Selain itu alasan saya yang lain adalah dengan menjadi guru penggerak saya akan mencoba menelusuri lebih lanjut tentang filosofi pendidikan oleh Ki Hajar
Dewantara selaku bapak pendidikan di Indonesia kaitannya tentang teori belajarnya yang notabene dijadikan acuan dalam merubah paradigma kehidupan
belajar di era sekarang ini.
Contoh kelebihan saya dalam hal: dimulai dari cara kita berbusana, cara kita bertutur kata dan cara kita bersosialisasi kepada anak. Bertutur kata yang sopan
santun, dan cara berpakaian pun juga yang rapi, sopan, dan bersih karena saya sebagai pendidik menjadi contoh bagi anak didik saya. Sehingga saya harus
bersikap dan berperilaku baik dan sopan supaya menjadi tiruan yang baik bagi mereka.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar saya menerapkan berbagai metode belajar, mengajar untuk membangun critical thinking for student learning. Karena
dengan siswa yang aktif dapat mempermudah pendidik dalam mentransfer knowledge sehingga sesuai dengan tujuan pembelajaran atau modul atau rencana
pelaksanaan pembelajaran ( RPP) yang telah dibuat oleh pendidik. Selain itu dalam kegiatan belajar mengajar dikelas bukan one center atau teacher active
yang saya bangun melainkan student active yang saya harapkan dan terapkan.
Melalui pelatihan guru penggerak ini saya berharap menjadi pendidik yang sesuai dengan filosofi Khi Hajar Dewantara dengan berbagai referensi mengajar
terbaik yang dapat menunjang karir saya kedepannya.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang
mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar
inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Waktu kejadian ini di awal tahun pelajaran baru tepatnya diawal bulan Juni tahun 2023.
Perubahan dan inovasi yang saya lakukan di sekolah SD NO. 3 KUTA yaitu dengan tema *PENGUATAN PENDIDIKAN MELALUI KEGIATAN JUMAT
BERSIH*. Tujuan dari kegiatan Jumat bersih ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan sekitar dan diri pribadi peserta didik. Lingkungan
yang bersih menjadi faktor pendukung dalam menunjang proses pembelajaran. Selain itu suasana yang nyaman, asri dan bersih akan memberikan dampak
yang positif bagi warga sekolah.
Adapun program - program tersebut yaitu:
Pada Minggu pertama kegiatan jumat bersih (JUBER) yang mana kegiatan ini dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan ini meliputi menjaga
kebersihan baik di dalam kelas maupun diluar kelas dan halaman sekolah. Dengan pembagian tugas dari masing-masing kelas untuk membersihkan area dan
halaman sekolah yang dapat mempermudah dalam menyelesaikan kegiatan tersebut. Dalam rangka upaya untuk menjadikan SD No. 3 Kuta yang bersih, sehat,
tertib, aman, rapi, dan indah maka perlu peningkatan pemberdayaan pada seluruh warga sekolah. Selain kebersihan lingkungan kebersihan diri sendiri peserta
didik juga penting seperti kebersihan pakaian, kuku, rambut dan gigi. Terkait hal tersebut adanya pengecekan langsung kepada peserta didik suatu misal
pemeriksaan kuku, jika terdapat kuku yang panjang akan diadakan pemotongan kuku secara langsung atau tindakan langsung supaya mereka terbiasa dengan
menjaga kebersihan.

Pada Minggu kedua yaitu kegiatan Senam bersama (SEBER) kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru serta staf pegawai. Tujuan dari kegiatan ini
supaya seluruh warga sekolah sehat jiwa dan rohani.
Gerakan-gerakan senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran darah sehingga lebih sehat dan segar. Paparan sinar
matahari pagi juga bagus bagi tubuh karena kandungan vitamin D alaminya. Jika tubuh sehat dan bugar secara fisik, maka kemampuan konsentrasi juga akan
meningkat dan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Senam juga dapat memperkuat tulang, membantu menormalkan aliran darah dan
melatih urat saraf yang kaku serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh.

Pada Minggu ketiga yaitu kegiatan Makan Bareng (MABAR) dengan menu sehat yaitu sayur dan buah. Kegiatan ini bertujuan untuk membudayakan anak-
anak menyukai makanan buah dan sayur supaya tubuh menjadi sehat.
Manfaat kegiatan makan bersama di sekolah dalam pengenalan makanan bergizi seimbang pada anak dan serta menjaga kerukunan dan solidaritas antar siswa.

Pada Minggu keempat yaitu kegiatan JJS (jalan-jalan sehat).


kegiatan ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah melainkan juga lingkungan masyarakat dan di
rumah. Kegiatan yang dilakukan yaitu membersihkan area tepi pantai/ lingkungan sekitar.

Hal yang mendorong saya untuk membuat program - program tersebut yaitu:
Kurang sadarnya peserta didik tentang cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan diri pribadi peserta didik. Yang mana masih terlihat ketika kegiatan
istirahat masih banyak peserta didik yang tidak membuang sampah pada tempatnya, bahkan meninggalkan sampah atau bungkus makanan begitu saja dan
tidak membuangnya di tempat yang benar. Selain itu masih saja banyak peserta didik yang kurang rapi dalam berpakaian, rambut yang tidak rapi, kuku yang
panjang dan hitam serta jarang sekali anak-anak yang menggosok gigi dengan benar sehingga giginya masih terlihat kuning dan tidak bersih putih. Disisi lain
makanan yang peserta didik bawa atau belipun bukan tergolong makanan yang menyehatkan. Nampak sekali masih banyak peserta didik yang membeli
makanan yang siap saji seperti snack, permen, es dan lain-lain yang tidak mengandung nilai gizi. Inilah faktor - faktor utama yang saya lakukan dalam
mengatasi dan mencari solusi dari permasalahan diatas. Maka dibuatlah program-program tersebut supaya peserta didik menjadi generasi yang sehat dan
cerdas.

Dampak nyata dalam kegiatan ini yaitu:


Terwujudnya sekolah yang bersih dan nyaman serta memberikan suasana belajar yang kondusif. Dengan pembiasaan hidup bersih di sekolah, diharapkan
seluruh warga sekolah juga dapat menerapkannya di lingkungan masyarakat dan di rumah. Selain dapat menjaga kebersihan lingkungan peserta didik juga
dapat menjaga kebersihan diri pribadi atau diri sendiri. seperti halnya menjaga kebersihan anggota tubuh seperti: kebersihan kuku, rambut, gigi, dan serta
tubuh (badan) yang sangat penting bagi mereka supaya tubuh tetap [Link] dari kegiatan ini yaitu anak- anak mencintai lingkungannya dengan selalu
menjaga dan merawatnya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan tindakan. - tindakan positif lainnya yang sangat bermanfaat. Untuk diri
pribadi peserta didik mulai mencintai dan peduli terhadap dirinya sendiri itu terlihat dari cara berpakaian, kuku yang bersih rambut yang tertata rapi dan indah
dipandang mata. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat dengan kegiatan yang berbeda sesuai dengan program yang telah dibuat. Semua warga sekolah
sangat antusias dalam kegiatan ini, apalagi didukung oleh ibu kepala sekolah, komite sekolah, orang tua peserta didik dan rekan - rekan guru serta staf, dan
pegawai sekolah sangat mendukung kegiatan ini dan rutin serta berkesinambungan dilaksanakan.
2. Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan ceritakan kesulitan yang anda alami saat bekerjasaman dengan pihak lain guna menimbulkan
kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu anda mencapai tujuan.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara
jelas!
Waktu kejadian peristiwa itu yaitu:
Peristiwa itu terjadi pada bulan Maret 2020. Negara diseluruh dunia terserang virus atau penyakit yang sangat berbahaya yaitu Virus Covid-19 yang
melumpuhkan seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali negara Indonesia. Banyak korban berjatuhan baik dari kalangan orang tua, remaja, anak-anak, bahkan
balita sekalipun. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia mengambil beberapa kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus tersebut yaitu dengan bekerja dari
rumah, belajar dari rumah dan semua kegiatan dilaksanakan dari rumah serta membatasi kegiatan diluar rumah. Penggunaan masker menjadi kewajiban bagi
seluruh masyarakat Indonesia dan juga membatasi diri bertemu dengan orang lain.

Situasi yang saya hadapi yaitu:


Situasi yang membuat saya sangat sulit yaitu Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara PJJ ( daring) dikarenakan oleh pandemi Covid-19 yang pertama.
Pemerintah melarang adanya pertemuan tatap muka dikarenakan untuk mengurangi penularan virus Covid -19. Permasalahan yang saya hadapi yaitu:
[Link] akses internet. Karena tidak semua orang tua mempunyai akses internet yang baik sehingga adanya permintaan dari beberapa orang tua untuk
meminta tugas dan materi secara langsung dengan datang kesekolah dan meminta tugas tersebut untuk dikerjakan beberapa hari di rumah.

2. Sebagian dari orang tua murid tidak memahami secara jelas apa yang dimaksud dengan (PJJ) pembelajaran secara daring. Mereka hanya memahami bahwa
jika peserta didik sudah memegang gawai atau hp artinya mereka sudah melaksanakan tugas dan belajar. Itu belum tentu demikian, karena masih ada beberapa
peserta didik yang masih terlambat dalam mengumpulkan tugas dan tugaspun tidak dikerjakan dengan benar. Oleh sebab itu perlu adanya pengawasan dan
bimbingan dari orang tua supaya peserta didik terkontrol dan terarah dalam mengerajakan tugas serta memahami materi yang diberikan.

3. Orang tua tidak memahami bahwa ada peraturan yang harus dipatuhi selama mengikuti pembelajaran daring. Seperti dalam hal waktu mulai belajar dan
pengumpulan tugas, peserta didik harus tetap menggunakan seragam sekolah selama balajar daring, dan laporan harian berupa video atau foto kegiatan belajar.
Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi PJJ satu bulan setelahnya. Karena masih ada beberapa yang terlambat bangun , tidak tepat dalam pengumpulan tugas,
dalam kegiatan belajar masih ada yang memakai pakaian rumah. Hal ini selalu saya ingatkan akan tetapi masih saja ada beberapa orang tua yang mengabaikan
hal tersebut sehingga pembelajaran kurang efektif.

Untuk mengatasi hal di atas,


Upaya Apa Saja Yang Anda Lakukan Untuk Mendapatkan Komitmen Dari Berbagai Pihak Untuk Bekerja Sama?
Upaya yang saya lakukan untuk mendapatkan komitmen dari semua pihak yang berkepentingan, dalam hal ini orang tua peserta didik yaitu:
1. Membuat komitmen dengan orang tua bahwa selama kegiatan belajar secara daring orang tua sangat berperan penting dan diharapkan orang tua
mendampingi anak ketika belajar. Dengan tujuan supaya peserta didik merasa senang dan lebih bersemangat dalam belajar.
2. Kegiatan belajar mengajar 2 kali dalam seminggu akan diadakan class zoom atau zoom meeting dan untuk hari serta jam pelaksanaan juga disepakati
supaya semua peserta didik bisa mengikuti kegiatan tersebut.
3. Membuat kesepakatan dalam belajar, seperti: waktu mulai belajar, pengumpulan tugas dan penentuan penggunaan pakaian ketika proses belajar
berlangsung. Tujuannya untuk mendidik peserta didik disiplin waktu dan disiplin pakaian. Serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian.

Setelah kesepakatan kelas diatas dibuat. Peserta didik lebih bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan, mereka lebih tertib dalam pakaian ketika belajar
dimulai, pengumpulan tugas yang tepat waktu, dan pengerjaan tugaspun dilaksanakan dengan baik, walaupun masih belum ketahap sempuran tapi sudah
banyak kemajuan dan perkembangan.
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana
respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Kesulitan yang saya hadapi saat bekerja sama yaitu:
1. Memberikan pengertian serta pemahaman kepada orang tua betapa pentingnya peran mereka dalam menunjang keberhasilan proses kegiatan belajar yang di
laksanakan di rumah secara daring. Peserta didik sangat membutuhkan support dan dukungan serta perhatian dari orang tua, karen jika tidak mereka tentunya
memegang hp atau gawai hanya untuk bermain game dan lain-lain. Oleh sebab itu belajar daring membuat orang tua ikut aktif dalam belajar.
2. Kurangnya antusias orang tua dalam menyediakan sarana internet yang menujang kegiatan peserta didik dalam belajar. Karena masih saja orang tua yang
tidak setuju dengan belajar melalui zoom meeting karena berakibat pemborosan kuota. maka dari itu diambil kesepakatan jika zoom tersebut dilaksanakan 2
kali dalam seminggu dengan waktu durasi 35 menit.

Penolakan ataupun kegagalan tentunya ada seperti kesulitan-kesulitan yang saya hadapai. Tapi dengan pemberian pengertian dan pemahaman pada orang tua
bahwa penentu keberhasilan belajar daring yaitu peran aktif orang tua, dan merekapun berpendapat bahwa kami sibuk sehingga tidak bisa menemai anaknya
dalam belajar. Dan saya pun memberikan arahan dan pemahaman bahwa belajar daring itu hanya membutuhkan waktu tidak kurang dari satu jam. dan mereka
akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk menemai anak-anaknya belajar.

Upaya yang akan saya lakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu:
1. Merangkul orang tua yang berarti saya selalu memberikan support dan pemahamana bahwa peserta didik membutuhkan kasih sayang, perhatian serta
dukungan orang tuanya dalam mencapai keberhasilan belajar daring.
2. Aktif berkomunikasi dengan masing- masing orang tua tentang perkembangan peserta didik. Supaya orang tua memahami bahwa anak-anaknya mengalami
perkembangan, kemajuan atau bahkan kemunduruan. untuk bahan evaluasi karena masih dalam proses belajar daring. Walaupu sebenarnya belajar luringpun
saya melakukan hal yang sama. Tapi untuk belajar daring ini sangat spesial karena guru kurang berperan aktif dalam kegiatan belajar dan tidak adanya
interaksi langsung dengan peserta didik.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Upaya saya dalam menghadapi situasi untuk membangun komitmen bersama yaitu:
1. Saya melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan pihak sekolah terutama teman teman guru dan kepala sekolah untuk mencari solusi dan jalan keluar atas
masalah yang sedang saya hadapi. Oleh karena itu saran dan masukan dari mereka sangatlah penting bagi saya untuk kelancaran dan keberhasilan dalam
kegiatan proses belajar mengajar secara daring. Karena masukan dan saran itu adalah pondasi saya untuk merancang pembelajaran yang menurut saya sangat
unik, karena pembelajaran daring adalah pembelajaran pertama yang saya lakukan.

2. Peran serta orang tua juga sangat penting. Karena selama proses kegiatan belajar daring orang tualah yang berperan penting. Karena tanpa peran serta
pendampingan dari orang tua sangatlah tidak mungkin meraih keberhasilan. Dalam hal ini pendampingan belajar dari orang tua sangatlah berpengaruh
terhadap belajar anak. Karena dengan di damping anak merasa senang dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

3. Upaya saya sebagai pendidik harus belajar menggunakan aplikasi whatsapp, google classroom, aplikasi pembuatan video pembelajaran yang menarik
dengan menggunakan aplikasi Canvas dan mencari metode serta strategi pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran daring. Karena menurut saya belajar
daring adalah pembelajaran yang kurang efektif. Banyak gangguan yang membuat proses pembelajaran mereka tidak maksimal, karena sebagian anak - anak
mengalami keterbatasan jaringan dan juga keterbatasan dalam memiliki alat komunikasi bahkan keterbatasan keuangan. Oleh karena itu upaya saya bagi
peserta didik yang tidak memiliki gawai yang memadai atau keterbatasan jaringan boleh dengan menyuruh orang tua langsung datang kesekolah untuk
mengambil tugas selama satu minggu dan dikumpulkan ketika hari Jumat dengan pengambilan tugas selanjutnya.
Bagaimana hasilnya?
Hasil yang saya peroleh dari permasalahan serta mencari solusi terbaik dan upaya- upanya yaitu:
Keberhasilan saya yaitu ketika melihat peserta didik yang senang, penuh semangat dan antusias dalam belajar walaupun belajar dari rumah. Karena dengan
melihat mereka bahagia maka akan memberikan stimulus yang baik untuk otak dan syaraf mereka. Dan mereka sudah mengalami berbagai perkembangan baik
dari aspek kemandirian,pengetahuan, daya tangkap, dan keterampilan dalam belajar, mereka suda mempunyai rasa tanggung jawab dengan mengerjakan tugas
serta mengumpulkanya tepat waktu, belajar online tepat waktu tidak ada yang terlambat bangun serta ketika belajar mereka menggunakn seragam sekolah
bukan pakaian rumah lagi.
Sebagai seorang guru keberhasilan saya dalam bekerjasama dengan orang lain yaitu dengan kesabaran dan ketulusan, saya dapat menerima tanggung jawab
mendidik dengan kasih sayang . Adapun keberhasilan sebagai seorang guru dalam menghadapi pandemi covid 19 saya harus bergerak dengan cepat mau tidak
mau saya harus siap menerimanya sebagai pelaku pendidikan saya harus beradaptasi dengan segala kecanggihan teknologi masa kini. Saya harus belajar
menggunakan pembelajaran digital menjadi pilihan yang terbaik agar mendukung terselenggaranya pembelajaran . Saat ini guru dituntut untuk
berinovasi ,kreatifitas guru mulai dituntut saat pandemi agar mendesain pembelajaran secara daring dengan terkoneksi internet guru melakukan pembelajaran
di berbagai media sosial whatsapp ( wa ), google class room, sehingga dapat memastikan peserta didik belajar pada waktu yang bersamaan meskipun di tempat
yang berbeda. Belajar pada saat pandemi hasilnya berdampak pada siswa yaitu peserta didik sudah mampu dalam menggunakan alat komunikasi untuk
melakukan zoom, google classroom bahkan dapat mengirim tugas secara daring serta muncul rasa percaya diri dan kemandirian.
3. Permasalahan tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman anda dalam
menghadapi situasi yang paling menantang kompleks atau sulit dalam menjalankan tugas.
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!
Permasalahan yang saya hadapi yaitu pada tahun 2021 saya memegang kelas 4A dan salah satu siswi pindahan dari daerah Karangasem tepatnya di kelas 4
( empat ) tidak mampu membaca dengan lancar masih mengeja seperti peserta didik kelas satu dan berhitungpun juga belum lancar. Pada saat itu peran saya
sebagai wali kelas mempunyai program tambahan jam belajar. Saya berinisiatif melakukan koordinasi dengan ibu kepala sekolah untuk mengundang orang tua
murid dan menyampaikan program tersebut. Orang tua murid dengan senang hati dan antusias sekali dengan program yang saya tawarkan. Mereka menerima
dan sepakat dengan pihak sekolah demi kebaikan anaknya. Saya sebagai wali kelas berkewajiban memberikan tambahan pelajaran bagi peserta didik yang
kurang mampu dalam menerima materi yang diajarkan diluar jam belajar sekolah, mungkin bisa diadakan ketika jam pulang sekolah. Kegiatan membaca
adalah kemampuan dasar yang sangat penting yang harus dikuasi oleh peserta didik. Karena jika peserta didik tidak bisa membaca maka akan tertinggal materi
dan tidak bisa mengikuti kegiatan proses belajar mengajar dengan baik. Oleh sebab itu membaca menjadi bagian terpenting dalam proses belajar, karena
dengan tidak bisa membaca mustahil peserta didik akan bersemangat atau antusias dalam belajar karena rasa percaya dirinya berkurang . Bahkan mungkin
akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri yang akan menyebabkan kemalasan sekolah dan belajar. terlebih lagi di bicarakan oleh teman - temannya karena
karena tidak mampu membaca dengan benar dan lancar.

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam
situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?
Upaya yang saya lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif?
Saya membuat bebrapa program membaca dan berhitung. Adapun program membaca dan berhitung tersebut yaitu:
1. Saya memberikan bimbingan belajar dengan metode kartu baca yaitu anak mengenal huruf melalui kartu dan juga mengenal suku kata melalui kartu
bahkan mengenal kata sampai pada mengenal kalimat. Program ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan intensif karena dengan berlatih terus
menerus dan intensif maka peserta didik akan cepat menguasai huruf, suku kata bahkan kalimat. Program ini dilaksanakan setiap hari, dari hari Senin
sampai hari Jumat yang membutuhkan waktu 30 menit. Diharapkan dengan berlatih setiap hari bisa mempercepat peserta didik melancarkan bacaanya.

2. Menggunakan Quis membaca yang mana ada suku kata yang hilang atau huruf yang hilang dan kemudian peserta didik menuliskan kata yang hilang
tersebut serta membacanya. Dan juga penggunaan gambar dan menyuruhnya untuk menuliskan isi dari gambar yang sudah dilihat. Contoh seperti ada
gambar semangka kemudian pserta didik menuliskan kata semangka dengan benar.

3. Menyusun huruf - huruf berdasarkan instruksi sehingga menjadi sebuah kata. Contoh dari kartu huruf diharapkan peserta didik membuat kata buku atau
lemari dan seterusnya. Kemudian peserta didik mencari dan menyusun huruf- huruf tersebut dengan benar lalu di tulis di buku tulis serta dibacakan dengan
nyaring.
4. Penggunaan kartu bilangan yang sangat membantu anak untuk belajar berhitung. Karena membaca dan berhitung sangat berkaitan dan tidak bisa
dipisahkan. Dengan belajar yang intensif diharapkan peserta didik lebih cepat menangkap dan mengerti cara membaca dan berhitung dengan benar.
Walaupun itu membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk kelancaran membaca dan berhitungnya.

5. Membimbing anak dalam menulis huruf maupun menulis bilangan serta memperkenalkan cara menuliskan huruf abjad pada buku bergaris maupun
menulis bilangan pada buku berkotak. Hal ini saya lakukan dengan penuh semangat dan tulus ikhlas demi mencerdaskan peserta didik supaya sama dengan
yang lain dan tidak merasa minder. Karena menurut pengamatan saya di kelas peserta didik yang belum lancar membaca terkadang merasa minder ketika
disuruh membaca karena merasa belum mampu membaca dengan lancar. Tetapi dengan dukungan guru dan teman-temannya pesera didik tersebut lebih
berani membaca waluapun dengan teknik mengeja dan menjadikan dirinya lebih semangat dan percaya diri.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk
memperkuat keputusan Anda?
Pertimbangan - pertimbangan atau alternatif yang saya lakukan dalam membuat keputusan yaitu:
1. Fokus pada permasalahan
Ketika saya menghadapi suatu permasalahan fokus merupakan salah satu kunci dalam menyelesaikan masalah. Karena ketika kondisi kalut saya tidak akan
dapat menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Pada dasarnya pengambilan keputusan yang benar yaitu ketika dalam keadaan santai dan berenergi.
Itu karena pemikiran yang kompleks sangat membutuhkan perhatian, motivasi diri dan kemampuan untuk mengendalikan diri yang baik.
Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Karena jika pengambilan keputusan itu tergesa-gesa maka hasil yang didapatkan tidak akan maksimal.
Oleh karena itu perlu adanya pemikiran yang matang dan meminta masukan atau saran kepada ibu kepala sekolah, rekan- rekan guru serta komite sekolah
tentunya.

2. Bersikap tenang dan berfikir positif


Sikap tenang yang paling utama dan pertama adalah sabar. Karena dengan sabar mampu mengantarkan menjadi pribadi yang yang baik. Kesabaran adalah
kunci agara perasaan lebih tenang, nyaman, dan damai dengan segala keadaan yang dialami. Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan tetap berusaha
apapupun tantangan yang di hadapai.
Pikiran positif akan membantu lebih optimis dalam menghadapi segala tantangan hidup. Dengan pikiran yang positif akan menyongsong masa depan yang
lebih baik.
Bersikap tenang, sabar, dan berfikir positif dalam mengatasi masalah diharapkan, masalah tersebut mendapatakan solusi yang terbaik dan tidak ada yang
merasa dirugikan dan diuntungkan.

3. Informasi data harus akurat


Penggalian informasi yang akurat sangat penting karena salah satu kunci tercapainya solusi atas permasalahan yang di hadapi. Jika informasi yang didapat
tidak akurat dan akuntable maka akan sulit mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan tersebut. Karena dengan data yang akurat dapat
dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Tindakan yang saya lakukan yaitu:

1. Penggunaan media pembelajaran yang menarik


Media faktor utama pendukung kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya media pembelajaran maka proses belajar kurang maksimal, Sehingga penggunaan
media sangat penting guna mencapai tujuan pembelajaran.

2. Memberikan perhatian khusus


Pemberian perhatian dengan tujuan supaya peserta didik merasa di sayangi dan diperhatikan.
Sehingga merangsang dan memotivasi peserta didik untuk belajar lebih giat dan bersemangat untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya dalam
belajar. Sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajarn tercapai.

3. Menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan


Suasana belajar yang tenang dan kondusif adalah faktor yang menunjang fokus belajar siswa dan efektifitas mengajar guru. Dalam menciptakan suasana
tersebut, dibutuhkan peran guru dalam memahami kondisi sosial anak.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan besar untuk mengatur suasana belajar yang tenang dan nyaman. karena mengontrol peserta didik
secara langsung saja bisa dibilang sulit, apalagi harus dibatasi jarak dan hanya bisa memberikan arahan melalui layar. Dalam situasi ini, guru harus bisa
menjaga stabilitas emosi, sabar dan menunjukkan minat yang tulus dalam mengajar.

Seorang guru perlu membekali diri dengan strategi pengelolaan kelas yang tepat untuk menciptakan suasana belajar yang tenang, kondusif dan
menyenangkan.
Selain itu, penting juga untuk membangun kedekatan dengan murid agar kelas menjadi lebih aktif dan partisipatif.
Suasana kelas yang kondusif akan membantu peserta didik dan mempermudah guru untuk menangkap pelajaran dan menyampaikan materi pelajaran yang
diajarkan.

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari program membaca dan berhitung yang telah saya laksanakan terhadap peserta didik saya yang sangat spesial itu, perkiraan sekitar 2 bulan lebih
dengan pembelajaran yang intensif akhirnya peserta didik tersebut mampu membaca dan berhitung dengan lancar. Tindakan yang saya lakukan yaitu
berusaha sedapat mungkin agar pembelajaran berhasil dengan melakukan perhatian khusus, ketekunan, kerajinan dan kedisiplinan .Oleh karena itu agar
proses pembelajaran yang diselenggarakan berdaya guna dan berhasil dengan menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik sehingga dapat
meningkatakan motivasi belajar siswa, sayapun berupaya dalam menyampaikan pembelajaran dengan tujuan yang jelas dan menarik semua peserta didik di
kelas. Menarik perhatian peserta didik, menciptakan suasana yang menyenangkan, memberikan pujian dan menghargai pekerjaan peserta didik dengan
memberikan reward.

4. Perkembngan menuntut kita untuk belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman anda saat mendapat masukan atau umpan balik terkait kemampuan anda.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau
umpan balik tersebut?
Waktu kejadian tepatnya pada tahun 2022 bulan Agustus dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Saya dan peserta didik kelas 4A mulai
mempersiapan untuk mengikuti lomba menghias kelas di sekolah SD NO. 3 KUTA setiap tanggal 17 Agustus sekolah kami selalu mengadakan lomba- lomba
tersebut, sehingga lebih awal mempersiapkan dan merancang kelas dengan tema hari kemerdekaan maka saya mempersiapakan pernak pernik atau asesori
kelas berwana merah dan putih selain itu saya juga bekerja sama dengan orang tua peserta didik untuk mendukung kegiatan lomba tersebut. Alhamdulliah
respon dan dukungan yang baik dan luar biasa dari mereka. Orang tua memberikan ide-ide serta masukan yang membangun dan saya tampung masukan-
masukan tersebut. Setelah mendapat respon dari orang tua peserta didik saya mulai mempersiapkan dengan membeli perlengkapan yang dibutuhkan.

Masukan atau umpan balik yang secara spesifik saya dapatkan yaitu ketika dalam hal mendekorasi kelas. Orang tua dan peserta didik memberikan berbagai
masukan dan pendapat apa saja yang diperlukan dan yang akan dihias. Tak lupa juga biaya yang dikeluarkan untuk proses dekorasi tersebut. Semua dibahas
dalam forum interen ini. Dan kami mendapatkan suatu kesepakatan tentang apa saja bahan - bahan yang akan di beli, kemudian penghiasan kelasnya serta
dana yang dianggarkan. Dalam pengangaran biaya dekorasi kelas tak sedikit orang tua yang merasa keberatan malahan mereka sangat antusias sekali
mengikuti perlombaan tersebut.

Dalam mendekorasi kelas hal-hal yang kami lakukan yaitu:


1. Saya dan peserta didik melaksanakan kegiatan bersih - bersih kelas terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan mengepel lantai. Kemudian setelah selesai
dilanjutkan dengan menggunting kertas-kertas yang berwarna merah dan putih untuk membuat kartu huruf tempel. Saya memulai dengan mendekorasi papan
tulis dengan tulisan Dirgahayu Republik Indonesia ke -77 kemudian ditempelkan huruf - huruf abjad tersebut pada keliling papan tulis. Setelah semua
tertempel dilanjutkan dengan membuat tulisan welcome to Class 4A yang akan ditempel di depan pintu dengan memberi dasar merah sedangkan tulisan
welcome berwarna putih supaya terkesan lebih menarik.

2. Kami ( guru, peserta didik, dan orang tua) menggunting kertas berwarna merah dan putih untuk membuat bendera hias segitiga dengan menggunakan lem
dan tali. Orang tua dan peserta didik juga ikut serta dalam kegiatan ini yang menambah keseruan kami dalam menghias kelas. Bendera tersebut dipasang
ditengah - tengah area kelas dan area luar kelas supaya lebih menarik dan terlihat seru.
3. Dilanjutkan dengan peniupan balon masih dengan tema yang sama yaitu merah putih. Yang mana balon balon tersebut ditempel atau digantung di area
papan tulis serta gantung dipojok pojok kelas supaya terkesan lebih hidup kelasnya. supaya terkesan lebih ramai dan menarik tetapi tertata rapi dan enak
dipandang mata.

4. Pada dinding luar pintu masuk kelas IVA ada 3 gambar. Gambar yang pertama mereka harus bersalaman atau salim dengan guru yang sedang berdiri
didepan pintu yang berfungsi untuk mengajarkan aspek kesopanan dan menghormati orang yang lebih tua. Menjadikan pembiasaan dan budaya bagi peserta
didik jika bertemu dengan guru atau orang lain. Gambar kedua berjoget apabila mereka menunjuk gambar yang berjoget guru juga harus ikut berjoget.
Tujuannya untuk hiburan sebelum masuk kelas dan juga untuk meregangkan otot otot tubuh (olahraga) ringan. Gambar yang ketiga yaitu berpelukan. Tujuan
dari kegiatan ini supaya tidak ada pembatas antara guru dengan murid, supaya terjali tali kekeluargaan antara guru dengan peserta didik supaya lebih rukun
dan solid.

Yang saya rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut yaitu rasa senang dan terharu karena begitu antusiasnya orang tua dan peserta didik
dalam memajukan kelas 4A. Saya sangat bersyukur bisa bersama- sama dengan orang tua menghias kelas bersama, karean dari sinilah rasa kekeluargan , dan
kerukukan serta kesolidan terwujud. kami bersama- sama memajukan, mendidik, serta membimbing peserta didik, karean dengan kita bekerjasama maka
pekerjaan berat akan menjadi ringan dan sebaliknya sesuatu yang sulit akan menjadi mudah apabila kita bersatu.
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Cara saya menyikapi masukan serta umpan balik yaitu saya menyadari bahwa hal itu merupakan hal yang baik untuk perkembangan diri saya. Oleh sebab itu
saya selalu terbuka dengan semua masukan yang diberikan. Segi positif yang membangun yang sangat saya perlukan supaya bisa memperbaiki kesalahan
maupun kekurangan dan akhirnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebagai contoh ketika saya mendapatkan umpan balik dari ibu kepala sekolah yang
telah mengadakan supervisi di kelas mengenai cara mengajar di kelas. Ibu kepala sekolah memberikan pujian jika cara mengajar saya sudah bagus, peserta
didik aktif dan kreatif dan mengajarpun saya menyampaikan materi dengan lancar didukung oleh pengunaan video maupun kuis sederhana yang berbasis
game yang membuat peserta didik lebih bersemngat untuk belajar. Namun disisi lain saya juga mendapatkan kritik mengenai cara saya mengajar yang
dianggap membuat peserta didik malas membaca buku dan suara kurang lantang. Menanggapi masukan tersebut saya terus berupaya untuk meningkatkan
kemampuan kompetensi saya dengan membuat inovasi dan metode baru supaya peserta didik selalu merasa antusia dan semangat dalam membaca dan belajar.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses
pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung
proses pembelajaran Anda?
Hal berbeda yang saya lakukan untuk proses pengembangan diri yaitu belajar menguasai penggunaan teknologi digital yang berdampak positif untuk
mempercepat komunikasi dan mempermudah pekerjaan dengan membuat whatsapp, class room, zoom class, video pembelajaran.
Penggunaan teknologi sangat membantu saya dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) karena mempermudah saya mentrasfer knowledge kepada peserta
didik. Pada era globalisasi teknolgi yang semakin canggih menuntut saya belajar lebih supaya tidak tertinggal. Oleh sebab itu teknologi itu sendiri bukan
hanya pendidik saja mampu mengoperasikannya tentu saja peserta didik juga tentunya. Dengan Digitalisasi pendidikan, maka Saya berkeinginan untuk
membangun pembelajaran teknologi guna mengembangkan kemampuan individu dari peserta didik dan menggali potensi dan kemampuan mereka. Adapun
berbagai alasan dari orang tua terkait alat komunikasi serta keterbatasan ekonomi kadang membuat saya kurang nyaman melaksanakan pembelajaran kondisi
seperti ini. Dengan adanya beberapa alasan yang membuat saya menghadapi dengan kesabaran iklas tulus serta merasa optimis karena peserta didik haruslah
sejak dini sudah siap dalam dunia teknologi namun dengan keterbatasan alat komunikasi menjadi satu hambatan dalam belajar.

Melakukan aktifitas sosial masyarakat seperti kegiatan ibu PKK, kegiatan ibu Bayangkari, pengajian atau kajian -kajian keagamaan, melakukan kegiatan
seperti olah raga, yoga, senam, melakukan pembelajaran dengan membaca buku literasi, mengikuti kegiatan seminar seminar pengembangan dan kompetensi
diri. Yang mana semua kegiatan tersebut berdampak positif bagi pengembangan dan ke profesional diri saya. Oleh karena itu maka perlunya pembiasaan
supaya hal tersebut terus berlangsung untuk pengembangan karir saya selanjutanya. Pengembangan kepribadian untuk meningkatkan kapasitas dan
kemampuan diri langkah pengembangan diri yaitu memupuk kepercayaan diri, menggunakan waktu dengan baik, terbuka terhadap segala hal, belajar dari
pengalaman dan mempunyai keinginan berprestasi .

Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Cara- cara di luar kebiasaan saya lakukan dan membuat saya kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran yaitu belajar mandiri diluar dari tuntutan
sebagai Pendidik , belajar mengelola website pribadi, mengembangkan bahan ajar dan mengunggahnya di website tersebut. Semua itu perlu keahlian yang
khusus dan membutuhkan waktu banyak, dan tentunya harus adanya pendampingan dari pihak yang memiliki pengetahuan dan wawasan dalam bidang tersebu
khususnya IT. Karena sejujurnya selain sebagai pendidik saya adalah seorang ibu rumah tangga, yang mana ketika pulang ke rumah segala apapun pekerjaan
yang ada di sekolah tidak mungkin bisa saya kerjakan, karena kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak dan segala rutinitas
yang sangat kompleks. Namun saya selalu berusaha agar semua pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan baik itu
pekerjaan yang ada di sekolah maupun yang ada di rumah saya berusaha untuk melaksanakan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?
Hasil Belajar peserta didik, selama ini selalu menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Hampir dapat dikatakan bahwa jika hasil belajar
peserta didik rendah berarti kompetensi pendidik dalam membelajarkan peserta didik juga rendah. Hal inilah yang selalu menjadi momok bagi para pendidik.
Sepertinya salah satu alasan inilah, yang membuat pendidik selalu menghalalkan segala cara supaya hasil belajar meningkat. Untuk itu diperlukan Pendidik
yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang memadai, mutu kepribadian yang mantap serta menghayati profesinya sebagai pendidik.
Hasil aplikasi proses pembelajaran yang saya lakukan yaitu:
1. Adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik
Meningkatnya motivasi belajar peserta didik tak terlepas peran serta orang tua dan guru. Apalagi kegiatan belajar dari rumah (BDR) daring. Orang tua menjadi
kunci utama yang mendukung motivasi peserta didik dalam meningkatkan kemampuan dan semangatnya ketika belajar. Dalam mengajar guru menjadi
pemimpin dalam proses kegiatan belajar mengajar oleh karena itu saya menyadari bahwa dalam melakukan peningkatan kualitas tidak serta merta hanya
membahas kualitas mengajar pada mata pelajaran yang diampu, namun saya harus optimis dalam peningkatan pada kualitas psikologi peserta didik hal ini
sangat penting demi terwujudnya motivasi belajar peserta didik. Sebelum adanya pandemi covid diseluruh dunia, kegiatan belajar mengajar biasa dilakukan
secara tatap muka dan banyak berkaitan dengan aktivitas di dalam kelas maupun diluar kelas. Namun ketika pembelajaran bersama peserta didik hanya dapat
dilakukan secara daring, tentu inovasi yang harus dilakukan guru harus lebih kreatif dan inovatif. Sehingga seluruh proses pembelajaran yang dilakukan dapat
berjalan secara efektif dan efisien, seperti membuat media pembelajaran yang interaktif lewat animasi dan media pembelajaran lainnya.

2. Pengguan metode yang bervariasi dalam mengajar


Komponen yang sangat penting juga dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan saya dalam menerapkan metode pembelajaran yang memiliki peranan
yang sangat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Pentingnya pemilihan metode pembelajaran yang tepat sesuai
dengan materi yang diajarkan sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas, proses pembelajaran tidak lagi berjalan satu arah
dimana yang berperan aktif hanya guru dalam proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas , namun siswa dan guru saling aktif mengikuti pembelajaran
hal ini menjadikan suasana pendidikan di dalam kelas menjadi asyik dan menyenangkan sehingga dapat menimbulkan mudahnya materi pelajaran terserap
oleh peserta didik.

5. Ceritakan pengalaman anda melakukan pengembangan terhadap orang lain dalam kegiatan perlombaan riset ilmiah mempersiapkan oranglain pada tugas
dan tanggung jawab baru
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Pada tanggal 17 Agustus 2022 momen dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia HUT RI Ke-77 mengusung tema Pulih Lebih Cepat
Bangkit Lebih Kuat. Pada saat itu saya ditunjuk sebagai Ketua penyelengara kegiatan selama 2 hari di Kampung saya tepatnya di daerah Jember Jawa Timur.
Penentuan tema HUT RI ke-77 2022 ini mempunyai dasar - dasar yang kuat, khususnya peristiwa yang melanda Negara Indonesia dan dunia dalam dua tahun
terakhir ketika terjadi pandemi Covid-19.

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut:


Dalam kegiatan HUT RI yang ke -77 tersebut yang terlibat yaitu pak RT, RW, Pak Kampung, Bapak Kepala Desa serta seluruh warga masyarakat Desa. Saya
dipilih oleh Bapak RT untuk menjadi kandidat dalam pemilihan ketua panitia. Berdasarkan hasil voting maka sayalah yang terpilih untuk menjadi ketua dalam
perlombaan itu. Saya membentuk panitia dalam kegiatan tersebut yang bertujuan supaya lebih efektif dan terorganisir dengan baik sesuai dengan tujuan. Saya
menunjuk wakil ketua, sekertaris dan bendahara serta seksi- seksi yang lain seperti seksi dokumentasi, perlombaan, persiapan hadiah, dan seksi konsumsi.
Yang mana dari panitia yang sudah dipilih tersebut saya memberikan masukan dan pendapat atas apa saja tugasnya dan kewenangan dalam perlombaan
tersebut serta arahan- arahan yang baik. Tak lupa juga apa yang menjadi masukan dan saran mereka juga saya tampung sebagai masukan yang membangun.
Dana yang didapat dalam acara tersebut berasal dari sumbangan warga masyarakat, uang kas, dan para donator. Dana tersebut dikumpulkan menjadi satu dan
di kelola oleh bendahara kepanitiaan. Semua ide ide dan pendapat di tuangkan dalam forum rapat untuk menentukan pelaksanaan lomba, peserta lomba, apa
saja kegiatan lomba yang akan diadakan, dan juga hadiahnya. Semua peserta sangat antusias dan aktif dalam menyampaikan aspirasinya. Sehingga
pelaksanaan rapat berjalan dengan lancar dan ditemukannya suatu kesepakatan bersama.

Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?


Yang memotivasi saya yaitu meski tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19, semua elemen bangsa bergerak bersama dan bergotong royong untuk
mewujudkan harapan. Selain itu, semangat gotong royong itu bertujuan untuk mencapai percepatan pemulihan kondisi di semua sektor agar Indonesia siap
menghadapi tantangan global.
Oleh karena itu, HUT RI ke-77 tahun 2022 merefleksikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan Indonesia. Dasar-dasar negara
tersebut menuntun bangsa Indonesia untuk bersama pulih lebih cepat agar siap menghadapi tantangan global dan bangkit lebih kuat untuk siap membawa
Indonesia maju. Dengan semangat menyambut HUT RI saya berharap semua warga masyarakat kuta dapat bekerjasama dan bersama-sama mewujudkan
semangat baru, kreatifitas dan inovasi -inovasi baru untuk bisa bangkit pulih melawan pandemi.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.
Hal yang menjadi fokus pengembangan dalam hal ini yaitu keberhasilan kegiatan lomba dan pemilihan kepanitian yang berkompeten dan mempunyai
komitmen tinggi bersama untuk mencapai keberhasilan tentu adanya keikutsertaan panitia lomba. Dalam pembentukan susunan kepanitian diharapkan dapat
menjalankan peran dan serta tanggung jawab yang sudah diamanahkan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksinya. Disamping itu
kekompakan dan kerjasama antar tim sangat berperan penting dalam keberhasilan HUT RI ini.

Cara saya membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yaitu, Menjalin hubungan kekeluarga.
Dalam bekerjasama kita juga harus menanamkan hubungan kekeluargaan dalam tim supaya tidak ada kesenjangan antar tim dalam kepanitiaan. Fokus pada
kegiatan. Dengan fokus dapat melatih konsentrasi dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Tanggung jawab merupakan hal
terpenting karena dengan tanggung jawab dapat menjalakan tugas dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa
saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Dukungan yang saya berikan yaitu:
Semangat dan tanggung jawab pada rekan - rekan kepanitiaan. Karena dengan semangat dapat melaksanakan kegiatan dengan hati senang, bahagia dan tidak
ada beban atau merasa [Link] jawab hal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Dengan mempunyai tanggung jawab dapat membuat seseorang itu
mempunyai pertanggung pada diri sendiri dan juga kepada orang lain.

Hambatan yang saya temui dan cara menanggulangi nya yaitu:


Hambatan yang saya temui yaitu adanya perlengkapan lomba yang kurang ketika digunakan.
Kegiatan perlombaan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Maksudnya kegiatan tersebut tidak berurutan. Hadiah untuk perlombaan kurang.
Meskipun ada yang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya tapi semua itu tidak mengurangi semangat dalam perlombaan. Kami dapat
menanggulangi persoalan tersebut dengan baik dan lancar.

Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi


Upaya yang saya lakukan yaitu tetap memberikan motivasi kepada setiap seksi - seksi lomba untuk tetap semangat dan fokus dalam kegiatan supaya tidak ada
lagi kekeliruan atau kesalahan dalam perlombaan baik dari segi perlengkapan, peserta dan hadiah.
Dalam hal ini kita tidak saling menyalahkan satu sama lain atas apa yang telah terjadi.
Hal ini akan saya jadikan evaluasi dan pembelajaran untuk kegiatan lomba - lomba selanjutnya supaya berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan bersama.
Karena pada dasarnya keberhasilan itu bukan hanya satu orang saja melainkan kerjasama tim yang solid yang harus tetap dipertahankan.
Bagaimana hasilnya?
Hasil dari kegiatan tersebut meskipun ada beberapa yang tidak sesuai dengan harapan tetapi tidak mengurangi rasa senang, semangat dan antusias seluruh
peserta lomba baik dari kalangan orang tua, bapak, ibu, remaja , dan anak - anak.
Kegiatan yang telah dilakukan akan saya jadikan evaluasi dan pembelajaran untuk kegiatan - kegiatan lomba selanjutnya. Karena dengan mengevaluasi dapat
menjadikan penguat dan semangat untuk merencakanan kegiatan lomba- lomba yang lebih menarik dan kreatif lagi supaya peserta nya juga antusias dalam
mengikuti lomba.

Anda mungkin juga menyukai