PROGRAM KERJA
MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN
(MFK) KLINIK PRATAMA
BALAI REHABILITASI BNN TANAH MERAH
SAMARINTA TAHUN 2024
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas selesai disusunnya
Program Kerja Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) di Balai Rehabilitasi
BNN Tanah Merah. Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat
yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik
promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah,
pemerintah daerah, dan/atau masyarakat Program Kerja Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan (MFK) Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah ini dibuat untuk dapat
digunakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatan pengelolaan fasilitas
kesehatan di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Diharapkan program kerja ini
dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dengan hasil yang cukup memuaskan.
Ketua Tim Penyusun
[Link] Murdiansyah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
BAB II LATAR BELAKANG........................................................................... 2
BAB III TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS........................................ 4
BAB IV KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN.............................. 5
BAB V CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN.............................................. 7
BAB VI SASARAN......................................................................................... 8
BAB VII JADWAL PELAKSANAAN................................................................ 11
BAB VIII EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN.......... 12
BAB I
PENDAHULUAN
Klinik, sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, merupakan bagian
integral dari sumber daya kesehatan yang sangat penting untuk mendukung
penyelenggaraan upaya kesehatan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di klinik
memiliki karakteristik dan organisasi yang kompleks. Berbagai jenis tenaga
kesehatan dengan keahliannya masing-masing berinteraksi dan bersinergi satu
sama lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang pesat
menuntut tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan guna
menanggapi kompleksitas permasalahan kesehatan. Klinik harus mampu
memberikan pelayanan pasien yang lebih aman, termasuk dalam hal asesmen risiko,
identifikasi, dan manajemen risiko terhadap pasien, pelaporan dan analisis insiden,
serta kemampuan untuk belajar dan menindaklanjuti insiden, serta menerapkan
solusi untuk mengurangi dan meminimalkan risiko.
Perkembangan klinik sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di
Indonesia belakangan ini mengalami perkembangan yang pesat, baik dari segi
jumlah maupun pemanfaatan teknologi kedokteran. Klinik sebagai fasilitas pelayanan
kesehatan tetap harus mengutamakan peningkatan mutu pelayanan kepada
masyarakat tanpa mengabaikan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di klinik perlu mendapat perhatian serius dalam
melindungi dari dampak negatif yang mungkin timbul akibat proses pelayanan
kesehatan, sarana, prasarana, obat-obatan, dan logistik lainnya di lingkungan klinik,
sehingga tidak menimbulkan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta kejadian
darurat termasuk kebakaran dan bencana yang dapat berdampak pada staf klinik,
pasien, pengunjung, dan masyarakat sekitarnya.
1
BAB II
LATAR BELAKANG
Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sarana yang digunakan untuk
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk di dalamnya klinik.
Klinik adalah salah satu tempat di mana pelayanan kesehatan promotif, preventif,
kuratif, dan rehabilitatif dapat diselenggarakan. Kualitas lingkungan di klinik sangat
penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang
dilayani. Klinik juga bertanggung jawab untuk memastikan kesehatan dan
keselamatan kerja pegawai serta memenuhi standar lokasi, bangunan, prasarana,
sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan sesuai dengan regulasi yang
berlaku.
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) di klinik memiliki peran yang
penting dalam menjaga status akreditasi klinik. MFK mencakup berbagai aspek,
termasuk keselamatan bangunan, keamanan, pengelolaan bahan dan limbah
berbahaya, proteksi kebakaran, penanganan kedaruratan dan bencana, peralatan
medis, sistem utilitas, konstruksi dan renovasi, pelatihan, serta pengawasan
terhadap pihak-pihak yang melakukan kegiatan di dalam lingkungan klinik
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) memiliki ruang lingkup yang
meliputi:
1. Keselamatan dan Keamanan :
Identifikasi dan pemasangan tanda-tanda keselamatan di area kritis seperti area
tunggu, ruang pemeriksaan, dan ruang klinik dll.
Pelatihan reguler untuk staf tentang tindakan darurat dan prosedur evakuasi.
Pemeriksaan rutin terhadap fasilitas fisik untuk menghindari potensi bahaya
seperti kabel listrik terkelupas atau permukaan licin dll.
2. Bahan Beracun dan Berbahaya:
Identifikasi, penyimpanan, dan penanganan yang aman terhadap bahan beracun
atau berbahaya seperti obat-obatan kimia.
Pemberian pelatihan kepada staf tentang penggunaan alat pelindung diri (APD)
dan prosedur darurat dalam kasus tumpahan atau paparan bahan berbahaya.
Menjalin kerjasama dengan pihak ke tiga terkait pengangkutan sampah B3.
Melakukan monev kerjasama dengan pihak ketiga
2
3. Penanggulangan Bencana:
Penyusunan rencana darurat yang mencakup prosedur evakuasi dan komunikasi
dalam keadaan darurat.
Pelatihan reguler untuk staf tentang tanggapan darurat dalam berbagai skenario
bencana seperti gempa bumi atau kebakaran
4. Proteksi Kebakaran:
Pemasangan peralatan pemadam kebakaran seperti pemadam kebakaran
ringan (APAR) di lokasi yang mudah diakses.
Pemeliharaan rutin terhadap peralatan pemadam kebakaran dan pemeriksaan
yang teratur terhadap sistem peringatan kebakaran.
5. Peralatan Medis:
Pemeliharaan rutin dan pengujian fungsi peralatan medis seperti stetoskop,
tekanan darah, dan alat sterilisasi.
Pelatihan kepada staf tentang penggunaan yang benar dan perawatan peralatan
medis.
6. Sistem Utilitas:
Pemeriksaan rutin dan pemeliharaan terhadap sistem utilitas seperti air bersih,
listrik, dan saluran pembuangan untuk memastikan ketersediaan yang konsisten.
Pemantauan rutin terhadap kualitas air dan udara di sekitar klinik.
7. Sampah Domestik dan Limbah:
Pemisahan limbah medis dan domestik untuk memastikan disposisi yang aman
dan sesuai dengan peraturan.
Melakukan pengujian limbah cair sesuai ketentuan berlaku.
Pemanfaatan sampah domestik dan non domestik.
3
BAB III
TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS
1. Tujuan Umum:
Mengimplementasikan program keselamatan dan kesehatan di klinik untuk
menciptakan lingkungan yang aman dan terlindungi bagi pasien, staf, dan
pengunjung.
[Link] Khusus:
[Link] bahwa semua fasilitas dan aktivitas di klinik mematuhi standar
keselamatan yang telah ditetapkan.
b. Memberikan pelatihan reguler kepada staf tentang tindakan darurat dan
prosedur keselamatan.
c. Mengidentifikasi dan mengelola dengan tepat bahan beracun dan berbahaya
yang digunakan di klinik.
d. Menyusun rencana darurat dan mengadakan latihan untuk menghadapi berbagai
jenis bencana.
e. Memastikan ketersediaan dan kesiapan peralatan pemadam kebakaran serta
pelatihan staf tentang penggunaannya.
f. Menjaga peralatan medis agar selalu dalam kondisi baik dan berfungsi dengan
optimal.
g. Memastikan sistem utilitas seperti air bersih, listrik, dan sistem pembuangan
berjalan dengan lancar dan aman.
h. Mengelola sampah domestik dan limbah medis dengan benar sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
4
BAB IV
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Berikut adalah rincian pokok kegiatan untuk setiap tujuan khusus dalam
program keselamatan dan kesehatan di klinik:
[Link] dan Keamanan:
Melakukan inspeksi rutin terhadap fasilitas klinik untuk mengidentifikasi potensi
bahaya dan risiko.
Memastikan tersedianya peralatan dan fasilitas keamanan seperti pemadam
kebakaran, alat pemadam kebakaran, dan sistem alarm.
Menyusun dan mengkomunikasikan prosedur keselamatan kepada seluruh staf
klinik.
Mengadakan pelatihan reguler tentang langkah-langkah darurat dan tindakan
pengamanan kepada staf.
[Link] Beracun dan Berbahaya:
Mengidentifikasi, menyimpan, dan mengelola bahan beracun dan berbahaya
(B3) sesuai dengan pedoman yang berlaku.
Memberikan pelatihan kepada staf tentang penggunaan dan penanganan yang
aman terhadap B3.
Melakukan pengawasan terhadap penggunaan dan pembuangan limbah B3
secara benar dan aman.
Menjalin kerjasama dengan pihak ke tiga terkait pengangkutan sampah B3.
Melakukan monev kerjasama dengan pihak ketiga
[Link] Bencana:
Menyusun rencana darurat bencana yang mencakup tindakan yang harus
diambil dalam berbagai situasi darurat.
Mengadakan latihan atau simulasi penanggulangan bencana secara berkala
untuk staf klinik.
Memastikan ketersediaan peralatan dan fasilitas penanggulangan bencana
seperti alat pemadam kebakaran, kit pertolongan pertama, dan peralatan
penyelamatan.
5
[Link] Kebakaran:
Melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan pemadam kebakaran dan
sistem proteksi kebakaran.
Mengadakan pelatihan kepada staf tentang cara menggunakan peralatan
pemadam kebakaran dengan benar.
Memastikan jalur evakuasi dan rambu-rambu evakuasi mudah diakses dan jelas.
[Link] Medis:
Menjadwalkan dan melaksanakan perawatan rutin dan pemeliharaan peralatan
medis.
Mengadakan pelatihan kepada staf tentang penggunaan peralatan medis dan
tindakan pemeliharaan sederhana.
[Link] Utilitas:
Memantau dan menjaga sistem utilitas seperti listrik, air bersih, dan sistem
pendinginan agar berfungsi dengan baik.
Melakukan perawatan preventif dan perbaikan rutin terhadap sistem utilitas.
Menyusun rencana darurat untuk mengatasi gangguan atau kegagalan dalam
sistem utilitas.
[Link] Domestik dan Limbah:
Mengelola sampah domestik dengan memisahkan jenis sampah dan
memastikan pembuangan sesuai dengan regulasi.
Mengelola limbah medis secara aman dan mematuhi pedoman penanganan
limbah medis.
Melakukan pelatihan kepada staf tentang tata cara pengelolaan sampah dan
limbah yang benar.
6
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Kegiatan program manajemen fasilitas dan keselamatan klinik dilaksanakan
sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan menggunakan media promosi
seperti leaflet, audio visual, catatan perbaikan, pemeliharaan, dan media promosi
lainnya yang dikoordinir oleh ketua Keselamatan dan Kesehatan Kerja klinik dan
disesuaikan dengan sasaran.
7
BAB VI
SASARAN
Sasaran Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Klinik Balai
Rehabilitasi BNN Tanah Merah Tahun 2024 :
No Program Target
1. Keselamatan dan Keamanan
Melakukan inspeksi rutin terhadap fasilitas 90-100% Terlaksana
klinik untuk mengidentifikasi potensi bahaya kegiatan dengan baik
dan risiko.
Memastikan tersedianya peralatan dan fasilitas 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
keamanan seperti pemadam kebakaran, alat
pemadam kebakaran, dan sistem alarm.
Menyusun dan mengkomunikasikan prosedur 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
keselamatan kepada seluruh staf klinik.
Mengadakan pelatihan reguler tentang 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
langkah-langkah darurat dan tindakan
pengamanan kepada staf.
2. Bahan Beracun dan Berbahaya
Mengidentifikasi, menyimpan, dan mengelola 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
bahan beracun dan berbahaya (B3) sesuai
dengan pedoman yang berlaku.
Memberikan pelatihan kepada staf tentang 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
penggunaan dan penanganan yang aman
terhadap B3.
Melakukan pengawasan terhadap 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
penggunaan dan pembuangan limbah B3
secara benar dan aman.
Menjalin kerjasama dengan pihak ke tiga 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
terkait pengangkutan sampah B3.
Melakukan monev kerjasama dengan pihak 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
ketiga.
8
3. Penanggulangan Bencana
Menyusun rencana darurat bencana yang 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
mencakup tindakan yang harus diambil dalam
berbagai situasi darurat.
Mengadakan latihan atau simulasi 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
penanggulangan bencana secara berkala
untuk staf klinik.
Memastikan ketersediaan peralatan dan 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
fasilitas penanggulangan bencana seperti alat
pemadam kebakaran, kit pertolongan pertama,
dan peralatan penyelamatan.
4. Proteksi Kebakaran
Melakukan pemeriksaan rutin terhadap 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
peralatan pemadam kebakaran dan sistem
proteksi kebakaran.
Mengadakan pelatihan kepada staf tentang 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
cara menggunakan peralatan pemadam
kebakaran dengan benar.
Memastikan jalur evakuasi dan rambu-rambu 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
evakuasi mudah diakses dan jelas.
5. Peralatan Medis
Menjadwalkan dan melaksanakan perawatan 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
rutin dan pemeliharaan peralatan medis.
Mengadakan pelatihan kepada staf tentang 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
penggunaan peralatan medis dan tindakan
pemeliharaan sederhana.
6. Sistem Utilitas
Memantau dan menjaga sistem utilitas seperti 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
listrik, air bersih, dan sistem pendinginan agar
berfungsi dengan baik.
Melakukan perawatan preventif dan perbaikan 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
rutin terhadap sistem utilitas.
Menyusun rencana darurat untuk mengatasi 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
gangguan atau kegagalan dalam sistem
utilitas.
9
7. Sampah Domestik dan Limbah
Mengelola sampah domestik dengan 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
memisahkan jenis sampah dan memastikan
pembuangan sesuai dengan regulasi.
Mengelola limbah medis secara aman dan 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
mematuhi pedoman penanganan limbah
medis.
Melakukan pengujian limbah cair sesuai 90-100% Terlaksana
kegiatan dengan baik
ketentuan yang berlaku
10
JADWA
11
BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
[Link] wajib mencatat dan melaporkan bila terjadi insiden terkait dengan program
Manajemen fasilitas dan keselamatan.
[Link] laporan pekerja atau unit dan membuat laporan kepada direktur
rumah sakit.
c. Evaluasi kegiatan program sekali satu tahun pada akhir tahun, evaluasi dilakukan
untuk melihat pencapaian sasaran.
12