0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan23 halaman

Seni Rupa dan Kriya: Karya dan Fungsi

Diunggah oleh

Novri Badasigi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan23 halaman

Seni Rupa dan Kriya: Karya dan Fungsi

Diunggah oleh

Novri Badasigi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KLIPING

“SENI RUPA, SEJARAH SENI RUPA & TOKOH-TOKOH SENI


RUPA DUNIA & INDONESIA”

DI SUSUN OLEH :

NAMA : JUNIKE STELA LAURENSIA BADASIGI


KELAS : VII.H.

SMP NEGERI 1 TOLITOLI


A. SENI RUPA

Seni rupa adalah tentang cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa
ditangkap mata dan dirasakan dengan [Link] ini diciptakan dengan mengolah konsep
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan
[Link] rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan
eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan
produksi.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai
perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni
rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan
visual arts

Bidang / cabang-cabang seni rupa,


[Link] rupa murni

- Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni
lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan
mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan
tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan
film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa
bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang
digunakan.

- Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik
cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan
salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap
salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya
seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut
dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng
untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil
kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan
biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak
dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa modern masing-masing karya
ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.

- Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya
diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting
(dengan cetakan).

- Seni instalasi adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda
yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna
dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam
konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang
menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu,
suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung pameran) sebagai konsepsi akhir dari
olah rupa

- Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya
seni dari yang bersifat tradisional sampai [Link] itu dibedakan pula kegiatan kriya
keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan [Link] of Dolni Vestonice adalah
karya keramik tertua yang pernah ditemukan.

2. Desain

- Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas,
arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari
level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke
level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk
kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut

- Disain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap
gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa [Link] grafis
diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat
merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan),
atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain). Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif
dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan
gambar, dan tata letak

- Desain industri adalah seni terapan di mana estetika dan usability (kemudahan dalam
menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain industri menghasilkan kreasi
tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna atau garis dan warna atau
gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat dipakai
untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.

Masih ada beberapa jenis desain dalam seni rupa antara lain : desain Interior, desain Busana.

[Link]
Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam
proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti
‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti
khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni”

- Kriya tekstil

Tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun. Barang-barang tekstil
meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan dirajut seperti kain, pakaian,
perlengkapan rumahtangga dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan
berbagai karya seni kriya atau seni terapan yang berkaitan atau menggunakan bahan tekstil,
antara lain : segala bentuk rancangan tenun, rancangan pakaian, rancangan motif dan
rancangan barang-barang rumah tangga dan asesoris, batik, aksesori misal bando, pita, kipas,
tas tangan, perlengkapan rumah tangga dan hiasan ruangan misalnya taplak meja, kain korden,
hiasan dinding, serbet makan, celemek, sarung bantal, sprei dan sebagainya.

- Kriya kayu

Kriya kayu yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk
menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo,
nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain

- Kriya keramik

Kriya keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui
proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan
barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring dan lain-lain.

2. Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk
memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kejiwaan) [Link] rupa terapan memiliki fungsi
guna atau [Link] selain sebagai benda yang bernilai seni (artistik) juga sebagai benda
yang indah (estetis) dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Contoh benda seni
terapan antara lain benda-benda gerabah dari tanah liat, benda-benda anyaman, kerajinan
keramik, peralatan rumah tangga, kerajinan [Link] seni rupa terapan daerah setempat
diciptakan untuk tujuan melestarikan nilai-nilai tradisi dan adat dalam proses serta teknik
berkarya seni rupa daerah setempat. Bentuk, model, teknik, dan media memiliki
keunikan/karakteristik tersendiri, sebagai kekayaan seni budaya. Karya seni rupa terapan
daerah setempat yaitu karya seni rupa yang memiliki fungsi pakai/guna, dibuat dengan teknik
(cara) dan media yang ada di daerah setempat, sebagai aset atau kekayaan budaya nasional.

[Link] Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat


Benda-benda seni rupa terapan yang dihasilkan di bagian daerah di wilayah Indonesia
diantaranya yang terkenal adalah:

1. Kerajinan Batik

Seni batik adalah sebagai budaya nasional yang sudah banyak dikenal di [Link]
besar daerah di Indonesia memiliki karya seni batik yang berbeda jenis dan coraknya. Batik
termasuk karya seni terapan dua dimensi yang umumnya digunakan sebagai nama motif atau
corak batik. Antara lain : Batik Solo, Batik Yogyakarta, Batik Bayumasan (Purwokerto), Batik
Laseman (Lasem-Rembang), Batik Bakaran (Pati), Batik Cirebon, Batik Pekalongan (corak
Pekalongan), Batik Madura, Batik Palembang, Batik Garut (Jawa barat), Batik Bali, Batik Tuban
(Jawa Timur).

2. Kerajinan keramik dari Kasongan Yogyakarta, Purwakarta, Sompok, Mayong (Jepara),


Bojonegoro (Jawa Timur), Bandung, dan Kedu.

3. Kerajinan kain tenun dari daerah Troso (Jepara), Bali, Garut, Yogyakarta, Tuban, Lombok,
dan Timor.

4. Kerajinan kuningan dari Juwana Pati (Jawa Tengah).

[Link] ukir perak bakar dari Kota Gede Yogyakarta.

6. Kerajinan anyaman dari bahan alami untuk benda tas, keranjang, tikar, dan topi. Daerah asal
Tangerang,Kudus, Kedu, Tasikmalaya dan Bali.

[Link] tangan untuk cinderamata (souvenir) dari daerah Surakarta, Jepara, Yogyakarta,
Jakarta, Bali, Bandung, Palembang, Makassar, dan Samarinda.

[Link] wayang kulit (Wayang / boneka yang terbuat dari kulit berbentuk dua dimensi)
digunakan untuk seni perdalangan atau sebagai hiasan. Dihasilkan dari daerah Yogyakarta,
Surakarta, Kedu, Bali, dan Jawa Timur.

9. Wayang Golek (boneka berbentuk tiga dimensi) dihasilkan dari daerah, Bandung, dan
Yogyakarta (Jawa tengah)

10. Kerajinan ukir kayu, yang menghasilkan benda-benda ukir berupa perabotan rumah tangga
ukir (meja, kursi, tempat tidur, almari, dan hiasan dinding) dan gambar relief. Daerah penghasik
ukiran kayu antara lain Jepara, Bali, Kalimantan, Madura, dan Papua (suku Asmat), Yogyakarta,
Surakarta, Cirebon, dan Palembang.

11. Kerajinan topeng kayu dari daerah Yogyakarta, Surakarta, Betawi, Cirebon, Bali, dan
Bandung.

12. Kerajinan merangkai janur. Jawa Tengah, Bali dan Yogyakarta.

13. Kerajinan bordir berasal dari daerah Kudus dan Tasikmalaya.


2. Media dan Teknik Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

a. Media (bahan/alat) yang digunakan umumnya bahan alami dn yang mudah didapat dari
daerah setempat. Contoh media seni terapan tradisional (daerah setempat) umumnya
menggunakan yang harganya murah, mudah terjangkau masyarakat umum/luas, bambu, kayu,
tanah liat, jenis rumput-rumputan (untuk anyaman), eceng gondok, tempurung (batok) kelapa,
kulit kerang, kulit hewan, batu marmer, batu andesit, dan daun-daunan.

[Link] (cara) yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan daerah setempat atau
tradisional pada umumnya sangat sederhana yaitu dengan menggunakan tangan atau dengan
alat bukan mekanis (mesin). Misalnya dalam pembuatan anyaman bambu daun, ukirankayu,
kain tenun, kain songket keramik tradisi, wayang kulit dan golek, bordir, sulaman, kain
[Link] secara perorangan atau kelompok. Dengan cara (teknik) ukir, pahat, anyam,
aplikasi, jahit, butsir, membentuk.

SENI BATIK

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu
pada dua [Link] pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan
malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari [Link] literatur internasional,
teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana
yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang
memiliki kekhasan

SENI KULIT
(wayang kulit sebagai contoh)

Wayang kulit dapat dikategorikan sebagai pelopor film animasi dunia dengan teknik
penangkapan siluet bayangan (menghidupkan bayangan) sebagai hasil jadinya,.Dan
sementara itu, Lotte Reineger dari Jerman baru mengembangkannya pada tahun 1919.
Namun karena kesan bangsa kita yang ramah tamah dan tidak suka menonjolkan diri,
maka kesenian wayang seakan dilupakan sebagai perintis film animasi dunia. Bahkan
ada bangsa lain yang mengclaim kesenian ini milik bangsanya.

SENI BATU
(Suiseki SEBAGAI CONTOH)

Suiseki (水石) merupakan seni batu hias berasal dari [Link] seni Suiseki dibuat
dengan mengambil berbagai macam bentuk, seperti sesuatu hal yang mirip dengan sosok
manusia, sosok binatang, bentuk lansekap, ataupun yang murni abstrak. Seni ini muncul
awalnya dari GongshiSeni batu suiseki hadir dengan berbagai nama terutama di masyarakat
Jepang, Taiwan dan Semenanjung Korea. Seperti di Jepang, mereka menyebutnya dengan
nama suiseki yang artinya “batu air”. Sedangkan di Korea menyebutnya dengan nama Su-Seok
yang artinya “batu berumur tua”. Di China sendiri menyebutnya dengan nama yang
artinya”batu-batu indah”.

SENI UKIR
Saya mengambil contoh ukiran pada permukaan meja,,, dimana fungsinya untuk
membuat tampilan pada permukaan meja terlihat lebih cantik,,,, dengan demikian maka
meja tidak hanya menjadi tempat untuk meletakkan sesuatu,, tapi bisa juga di jadikan
sebagai salah satu yang dapat di gunakan sebagai bahan kreatifitas seni yang kita
miliki,,

seni ukir ini bisa di lakukan di berbagai macam benda,, diantaranya adalah pada
KAYU< BATU< KULIT TELUR< dan lain sebagainya.

SENI LUKIS

tentu tidak asing lagi bagi kita untuk karya seni yang satu ini,,,, seni lukis merupakan
karya seni yang sangat terkenal, seni ini banyak di jumpai di mana saja, dan juga
banyak yang menggemari kesenian ini. melukis merupakan suatu penyaluran ide yang
di tuangkan pada suatu tempat misalnya kertas, dinding, bati, dan lain sebagainya,
dalam bentuk gambar, baik secara ilustrasi ataupun nyata.
SENI BORDIR

Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain
dengan jarum jahit dan [Link] benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat
menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu
burung, dan payet.

nang yang dipakai untuk seni bordir berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak
ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk
membuat [Link] benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern
menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.

Sulam pita adalah sulaman yang menggunakan pita berbagai ukuran dan bahan untuk
membuat motif-motif [Link] memberi efek tiga dimensi karena ukuran pita lebih
besar dari [Link] sulaman pita juga lebih dekoratif karena bahan pita yang lebih
beragam.

SENI LOGAM
LOGAM merupakan suatu bahan yang mengandung unsur senyawa an organik,,,
logam juga dapat di gunakan sebagai bahan dasar untuk menciptakan suatu karya
seni,, seperti ROBOT, PATUNG, dan lain sebagainya,,, patung burung garuda ini dapat
di jadikan contoh kongkritnya.

SENI KRAMIK

Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan
elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa, kaolin,
dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral
bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana
bahan [Link] umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron
bebas.

SEPERTI HALNYA LOGAM,,, KRAMIK JUGA DAPAT DI JADIKAN BAHAN UTAMA DALAM
MENCIPTAKAN KARYA SENI, SEBAB DAPAT DI JADIKAN BERBAGAI MACAM BENTUK
SESUAI DENGAN KREATIFITAS YANG DI MILIKI OLEH PEMBUATNYA
( PENGRAJIN KRAMIK )

SENI ANYAM

Menganyam adalah salah satu seni tradisi tertua di [Link] kegiatan itu ditiru
manusia daricara burung menjalin rantin-ranting menjadi bentuk yang kuat.

Kesenian ini juga ada di berbagai budaya Nusantara. Di rumah-rumah panggung di


pesisir Aceh,tikar pandan menjadi alas lantai. Di Pedamaran, Sumatra Selatan,
kegiatan menganyam tikarmenjadi pemandangan sehari-hari yang dilakukan ibu dan
para gadis remaja. Tak heran bila kotaitu disebut sebagai kota tikar. Untuk
memperkenalkan Kelas Antariksa pada seni tradisi nenek moyang, mereka pun diajak
menganyam kain flanel.

Bahan-bahan tumbuhan yang bolehdianyam ialah lidi, rotan, akar, buluh, pandan,
mengkuang, jut dan [Link] inibiasanya mudah dikeringkan dan lembut.

B. SEJARAH SENI RUPA


Sejarah dan Fungsinya

Sebelum membahas sejarah seni rupa Indonesia, sebaiknya kita memosisikan


diri terlebih dahulu terhadap salah satu definisi sejarah yang [Link]?
karena kesalahpahaman terhadap pemahaman sejarah sendiri dapat membuat
kita tidak mampu benar-benar menyerap pembelajaran di dalamnya.
Meskipun selalu diusahakan sebagai suatu fakta ilmiah, sejarah tidak
selamanya benar.

Sejarah tetap memiliki kekurangan dari ilmu non eksak lainnya, yakni tidak
dapat benar-benar mencapai suatu hukum pasti (seperti hukum newton) yang
dapat memvalidasi kebenaran suatu hal dalam berbagai waktu dan
[Link] salah satu idiom yang paling terkenal mengenai sejarah
adalah “sejarah ditulis oleh pihak yang menang”. Ya, karena itulah kini sejarah
merupakan suatu upaya untuk mencari kebenaran peristiwa yang terjadi
dengan membandingkan berbagai sumber dan bahkan versi sejarah lalu
mengambil kesimpulan terbaik dari apa yang sesungguhnya terjadi.

Sejarah adalah pengetahuan mengenai peristiwa yang pernah terjadi di masa


lampau dalam kurun waktu tertentu. Kejadian sejarah tersebut dapat diamati
melalui bukti-bukti tertulis, dokumentasi dialog maupun saksi bisu seperti
artefak. Selain itu, peristiwa sejarah juga dapat mencatat berbagai konteks lain
yang lebih luas seperti budaya suatu masyarakat dalam disiplin ilmu
turunannya; antropologi.

Dalam perkembangannya, sejarah kini banyak menggunakan disiplin Ilmu


Bandingan untuk memastikan akurasi sumber yang [Link] bandingan
ini disebut sangat efektif dan efisien untuk memastikan kebenaran suatu hal
hingga disiplin ilmu lainnya seperti seni dan sastra kini banyak
menggunakannya pula karena terpengaruhi oleh ilmu sejarah.

Mengapa harus menggunakan bandingan?karena seperti pada kebiasaan


peradaban manusia umumnya, dokumentasi sumber sejarah biasanya ditulis
oleh pihak yang unggul di masanya. Sehingga sumber sejarah menjadi tidak
objektif dan berpihak terhadap yang unggul atau [Link]
antar sumber menjadi hal yang krusial untuk mendapatkan kebenaran yang
sejati.
Jadi apa itu Sejarah Seni Rupa? Dapat disimpulkan bahwa sejarah seni rupa
adalah berbagai upaya pencarian dan pengetahuan mengenai peristiwa,
artefak, hingga kebudayaan seni rupa yang terjadi dan berkembang di masa
lalu dalam kurun waktu [Link] itu, pengertian seni rupa sendiri
dapat dilihat disini.

Fungsi dan Manfaat Sejarah

Berbagai peristiwa yang telah terjadi di masa lampau adalah kenyataan yang
tidak dapat [Link] demikian, peristiwa yang telah terjadi tersebut
merupakan salah satu bagian dari kenyataan yang sedang kita hadapi
sekarang. Sementara itu peristiwa yang terjadi pada waktu yang akan datang
merupakan kenyataan yang dapat direncanakan dari sekarang.

Masa lampau, masa sekarang, dan masa depan merupakan rangkaian


berkaitan yang erat satu sama lain. Keterkaitan rangkaian itulah yang
mendorong manusia untuk mempelajari sejarah. Kita dapat menggunakan
sejarah sebagai salah satu referensi untuk membentuk rencana menghadapi
masa depan. Artinya, mempelajari sejarah juga merupakan salah satu usaha
untuk meningkatkan kesejahteraan di masa kini pula.

Pembagian Periodisasi Sejarah Seni Rupa


Indonesia

Masyarakat nusantara tidak memiliki tradisi pencatatan sejarah yang amat


[Link] catatan teks historis mengenai sejarah seni [Link] sebagian
besar sumber teks sejarah Indonesia harus digali dari dokumentasi
pemerintahan kolonial [Link] alasan itu pula, artefak-artefak sejarah
seni rupa Indonesia sendiri merupakan material yang sangat penting sebagai
sumber [Link] arkeolog memegang peranan sangat penting untuk
menguak sejarah seni rupa [Link] itu, para antropolog (peneliti
kebudayaan) juga menjadi sumber utama dalam pengetahuan sejarah seni
rupa Indonesia.
Maka dari itu, salah satu hal yang dilakukan sebelum membahas sejarah seni
rupa Indonesia adalah menentukan jenis periodisasi yang ingin dibahas.
Apakah kita akan membahas sejarah Indonesia berdasarkan pertumbuhannya
atau kita akan melihat periodisasi berdasarkan ciri peninggalannya (kacamata
arkeologi)?

Intinya, kita dapat menyusun linimasa perkembangan seni rupa Indonesia


berdasarkan pertumbuhan, atau ciri peninggalannya seperti yang akan
dijelaskan di bawah ini.

Periodisasi Sejarah Seni Rupa Indonesia


berdasarkan Pertumbuhannya

Berdasarkan pertumbuhan atau perkembangan zamannya, periodisasi sejarah


seni rupa indonesia dapat dibagi menjadi beberapa zaman berikut ini.

1. Zaman prasejarah
Sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5
Masehi. Zaman ini dapat dibagi menjadi beberapa Zaman yaitu: zaman batu
tua (Paleolitikum), zaman batu tengah (Mesolitikum), dan zaman batu muda
(Neolitikum).
2. Zaman logam
Meliputi: zaman perunggu; dan zaman besi. Zaman tembaga tidak ditemukan
di Asia, termasuk di Indonesia.
3. Zaman purba
sejak datangnya pengaruh India, yakni pada abad-abad pertama tarikh Masehi
sampai lenyapnya kerajaan Majapahit (sekitar 1500 M).
4. Zaman madya
Sejak datangnya pengaruh Islam di Indonesia, yakni menjelang akhir zaman
Majapahit sampai akhir abad ke-19.
5. Zaman baru
Sejak masuknya anasir-anasir Barat dan teknologi modern Indonesia, yakni
kira-kira tahun 1900 Masehi sampai saat ini.
Periodisasi Sejarah Seni Rupa Indonesia
Berdasarkan Ciri Peninggalannya

Sementara itu, berdasarkan peninggalan artefaknya, periodisasi sejarah seni


rupa Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periodisasi di bawah ini.

1. Seni rupa Prasejarah


2. Seni rupa Hindu-Budha
3. Seni rupa Islam
4. Seni rupa modern

Dari perbedaan kedua periodisasi di atas dapat dilihat dengan jelas


bagaimana beberapa istilah sejarah dalam sejarah seni rupa akan saling
berkaitan atau berkontradiksi satu sama lain antara periodisasi berdasarkan
peninggalan dan pertumbuhan zaman. Di sini akan dibahas sejarah seni rupa
Indonesia berdasarkan urutan ciri peninggalannya, namun tidak akan
mengabaikan konteks zaman-nya juga.

Sejarah Seni Rupa Indonesia

Sebelumnya, Eropa dianggap sebagai pelopor seni rupa karena ditemukannya


berbagai benda seni kuno di sana. Namun kemudian pernyataan tersebut
diragukan, karena beberapa temuan benda dan karya seni yang lebih tua di
benua Afrika dan Asia [Link] satu temuan karya tertua itu adalah
lukisan di gua Sulawesi yang berada di Indonesia.

Hingga saat ini diperkirakan lukisan gua tersebut adalah lukisan tertua di
dunia. Penjelasan tersebut sejalan dengan apa yang akan kita bahas pertama
disini, yaitu Seni Rupa Prasejarah.

Sejarah Seni Rupa Prasejarah

Pembagian seni rupa prasejarah di Indonesia dibedakan atas dua periode,


yaitu zaman batu dan zaman [Link] tersebut didasarkan atas
kemampuan teknik dan teknologi masyarakat prasejarah [Link]
dalam menciptakan alat-alat yang diperlukan dalam mendukung
kelangsungan hidupnya.

Hal ini ditunjukkan dengan bukti artefak-artefak yang mereka tinggalkan.


Zaman batu atau disebut juga zaman Megalitik yang terdiri dari:

1. zaman batu tua (Paleolitik),


2. zaman batu tengah (Mesolitik), dan
3. zaman batu muda (Neolitik).

Kehidupan Zaman Prasejarah

Manusia hidup di masa Prasejarah dalam jangka waktu yang sangat


[Link] masa ini hidup manusia belum terlalu bergantung ke peralatan
(gawai) seperti [Link] manusia sudah mulai membuat alat-alat yang
dapat membantu menjalani kehidupnya di dunia.

Tentunya, alat-alat yang dibuat masih sederhana dan menyerupai bentuk


bahan [Link] alat untuk mencari umbi-umbian sebagai bahan
makanan atau alat untuk [Link]-alat tersebut dibuat menggunakan batu
yang di pecahkan, tulang binatang yang diasah, dsb.

Kehidupan manusia pada masa ini juga belum sepenuhnya menetap, mereka
masih berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya tergantung pada
situasi dan kondisi setempat atau biasa disebut dengan istilah nomaden. Jika
tempat tinggal mereka sudah tidak subur lagi atau buruan di sana habis, maka
mereka akan pindah dan mencari tempat tinggal baru.

Tempat singgah yang digunakan di masa ini hanyalah sebatas gua atau
dataran terbuka yang terbebas dari ancaman binatang [Link] masa nomaden
ini sering terjadi hal yang tidak diinginkan, terutama untuk anak-anak dan
wanita. Sering di temukan rangka manusia yang terpisah jauh dari temuan
lainnya, yang berarti adalah beberapa korban dalam perjalanan jauh ketika
berpindah.
Sayangnya manusia prasejarah belum mampu membuat rumah sebagai
tempat tinggal tetap yang [Link] pada umumnya mereka tinggal di
gua untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ketika mulai menetap di gua inilah, aktivitas manusia dalam membuat


berbagai karya juga mulai bertambah, seiring kebutuhan yang meningkat
untuk menciptakan alat-alat pertanian sederhana, ritual, dsb. Pada akhirnya
manusia mulai menemukan logam dan mengetahui cara mengolahnya.
Bahkan lama-kelamaan logam mulai menggeser kedudukan batu, yang pada
akhirnya hanya berfungsi sebagai benda pusaka saja dan kehilangan nilai
praktis.

Karya Seni Rupa Prasejarah

Salah satu peninggalan yang paling kuno dari kesenian Indonesia adalah
lukisan pada dinding gua-gua, seperti yang ditemukan di Papua, di Kepulauan
Kei dan Seram hingga di Sulawesi Selatan. Lukisan-lukisan tersebut antara lain
berupa cap telapak tangan dan telapak kaki, gambar-gambar manusia yang
sederhana, gambar-gambar binatang seperti babi hutan, cecak, kadal, kura-
kura, kerbau, dan lain sebagainya.

Di beberapa gua di Indonesia yang telah disebutkan di atas terdapat bahkan


terdapat gambar telapak tangan dengan jari terpotong (tidak utuh).Ada pula
gambar seekor binatang yang tampak sedang diburu dengan menggunakan
tombak. Van Heekeren, seorang arkeolog yang meneliti gua-gua di dekat
Maros Sulawesi Selatan menyatakan bahwa lukisan babi hutan tertombak
panah maupun ratusan gambar tangan yang terdapat di sana diduga telah
ada sejak tahun 2000 sebelum Masehi, bersamaan dengan berkembangnya
kebudayaan Toala.

Sedangkan pakar lain seperti Dr. Josef Roder yang melakukan penelitian di
daerah Papua menemukan lukisan-lukisan disana telah ada dari sejak 1000
tahun sebelum Masehi. Beberapa diantaranya bahkan baru dibuat 3-4 abad
yang lalu.
C. Tokoh-tokoh Seni Rupa Indonesia & dunia

> Tokoh Seni Rupa Indonesia :

1. Abdullah Suriosubroto

Seorang pelukis pertama Indonesia di abad ke 20, lahir tahun 1878 dan
awalnya sempat kuliah kedokteran di Batavia, hanya saja setelah ia
melanjutkan kuliah ke Belanda justru banting setir ke melukis. Pecinta
pemandangan alam ini memiliki aliran seni sendiri yakni Mooi Indie,
hanya saja jika diperhatikan betul secara garis besar mirip dengan
[Link] lukisannya yang terkenal adalah Bambu Woods.

2. Affandi Koesoema

Terlahir sebagai pemuda Cirebon tahun 1907 dan meninggal tahun 1990.
Seorang pelukis yang rendah hati dan bahkan tak tahu aliran apa yang ia
geluti. Ia hanya menumpahkan warna-warna cat secara acak di atas
kanvas, lalu menyelesaikan lukisannya dengan menggunakan jemari
bukannya kuas seperti pelukis lain. Dunia menyebutnya maestro,
sementara ia hanya menyebut dirinya sebagai tukang lukis saja. Sampai
wafat, ia sudah melukis lebih dari 2000 lukisan salah satunya adalah
Kebun Cengkeh, Perahu dan Matahari, Andong Jogja dan masih banyak
lagi.

3. Barli Sasmitawiyana

Seorang pelukis yang terlahir tahun 1921 dan menutup usia tahun 2007
silam, mulai melukis pada tahun 1930 saat usianya masih 9 tahunan di
sebuah studio milik pelukis Belgia yang tinggal di Bandung yakni Jos
Pluimentz. Ia menempuh pendidikan seni di Paris tahun 1950 dan saat
pulang ke Indonesia membuka Sanggar Rangga Gempol di Dago,
Bandung. Beberapa lukisannya adalah Affandi dan Istri Pulang Melukis
Pohon Apel, Bobotoh, Penari Kipas 2 dan masih banyak lainnya.

4. Basuki Abdullah
Pelukis ini adalah pelukis Istana Merdeka di tahun 1974, merupakan
putra dari pelukis abad 20 Indonesia yakni Abdullah
[Link] tahun 1925 dan wafat tahun 1993. Termasuk ke
dalam jajaran maestro lukis Indonesia dengan aliran realis, ia bahkan
terkenal sebagai pelukis yang mampu melukiskan kecantikan wanita
dengan sangat sempurna. Pada sebuah kompetisi di Belanda, ia
mengalahkan 87 orang pelukis Eropa dan mengharumkan Indonesia.

5. Delsy Syamsumar

Terlahir di Medan tahun 1935 dan pindah ke Sumatera pada masa


perang revolusi sampai usianya SMA. Kala itu, bakat melukisnya sudah
nampak sejak usia 5 tahun, ia juga selalu mendapat nilai sempurna untuk
seni rupa. Di usianya yang ke 17 tahun ia membuat komik perjuangan
yang dikirim ke majalah Aneka, dan kelak berkat komik itulah namanya
terkenal sampai ke seluruh Indonesia. Berkat itu pula ia hijrah ke Jakarta
dengan difasilitasi oleh penerbit dan produktif menelurkan banyak hasil
karya bernilai tinggi. Beberapa contohnya adalah Heroisme Cut Mutia,
Kereta Api Terakhir Yogyakarta dan komik Si Semut.

6. Hendra Gunawan

Pelukis yang juga seorang seniman [Link] tahun 1918 dan wafat di
Bali tahun 1983. Awal mula keputusannya melukis setelah bertemu
dengan Affandi, ia juga mengenal Abdullah Suriosubroto dan Barli.
Bukan cuma melukis, namun ia juga membentuk sebuah sanggar yakni
Sanggar Pusaka Sunda tahun 1940. Beberapa hasil lukisannya yang
melegenda adalah Jual Beli di Pasar, Perempuan Menjual Ayam, Sketsa,
Bisikan Iblis.

7. Henk Ngantung

Memiliki nama lengkap Hendrik Hermanus Joel Ngantung terlahir tahun


1921 di Manado, dan wafat tahun 1991. Bukan cuma seorang pelukis,
namun juga seorang wakil gubernur periode 1960-1964 dan gubernur
Jakarta tahun [Link] mempelajari lukisan dari Chairul Anwar dan
Asrul Sani. Perjalanan politiknya tidak berhasil, misi mengubah Jakarta
menjadi kota budaya pun gagal sampai ia akhirnya lepas masa jabatan
dan tinggal dalam kemiskinan dengan sejumlah penyakit seperti jantung
dan glaukoma. Pameran pertama dan terakhirnya disponsori oleh
pengusaha [Link] Digiring ke Kandang menjadi lukisan
terbaik tahun 1942.

8. I.B Said

Terlahir tahun 1934 dan merupakan salah satu pelukis


[Link] tugas khusus dari Presiden Soekarno untuk melukis
wajah-wajah tamu kenegaraan yang datang ke Indonesia dan totalnya
melukis 300 wajah. Sampai usianya yang ke 74 tahun, ia masih melukis
di istana. Pada masa pemerintahan Bung Karno, pelukis hanya
berjumlah sekitar 20 orang saja dan membuat 10 foto untuk dipajang di
beberapa titik dalam istana. Hasil karya I.B Said adalah Segitiga Senen
Tinggal Kenangan dan berbagai foto wajah tamu negara.

9. Popo Iskandar

Pelukis yang juga seorang dosen di IKIP Bandung (UPI) ini terlahir
tahun 1926 dan wafat tahun 2000. Be;ajar seni rupa pada Barli
Samitawinata dan Hendra Gunawan. Memiliki aliran sendiri dan sangat
suka melukis kucing sehingga ia mendapatkan julukan sebagai pelukis
kucing. Tak hanya melukis kucing, ia juga melukis hewan lainnya dan
hanya menggunakan tiga warna saja. Lukisannya adalah Young
Leophard, Bulan di Atas Bukit, Bunga, Cat dan lain sebagainya.

10. Djoko Pekik

Seorang pelukis yang sempat ditahan paska serangan G30/S PKI ini
lahir di Grobogan tahun 1931, ia mengikuti sebuah pameran di Amerika
Serikat tahun 1986 dan saat itu namanya langsung populer di Indonesia.

Banyak kolektor seni berburu hasil lukisannya yang memang sangat


ekspresif dan penuh dengan curahan perasaannya setulus hati seperti Go
To Hell Crocodile, Becak Driver is Being Baby dan Yes I am a Whore.
Saking digilainya dan langkanya lukisan hasil Djoko Pekik, salah satu
hasil lukisannya bahkan sampai ada yang dibeli dengan harga 1 milyar!

Itulah beberapa tokoh seni rupa Indonesia yang terkenal sampai ke


mancanegara, rata-rata terlahir sebagai keluarga bangsawan mengingat
di zaman penjajahan (masa-masa pelukis ini mulai berkarya), hanya
keluarga bangsawan dan keluarga berada saja yang diperbolehkan
mengikuti berbagai pendidikan formal, dari mulai pendidikan umum
sampai pendidikan seni, termasuk seni rupa.

Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu dan Indonesia yang


mendapatkan kemerdekaannya dengan sepenuhnya, masyarakat
kalangan non bangsawan pun diperbolehkan untuk mempelajari berbagai
hal dengan sebebasnya. Saat ini semakin banyak tokoh seni rupa
Indonesia modern yang muncul dan berkarya, serta mengharumkan
nama Indonesia di mata dunia.

> Tokoh Seni Rupa Dunia :

1. Pablo Ruiz Picasso Pablo Ruiz Picasso


adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis
revolusioner pada abad ke-20. Dalam membentuk aliran kubisme, ia bekerja sama dengan
George Braque. Picasso terkenal sebagai seorang jenius seni yang cakap membuat patung,
grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung. Selama hampir 80 dari 91 tahun
hidupnya, Picasso mengabdikan dirinya pada produksi artistik yang memberikan kontribusi
signifikan dan sejajar dengan seluruh perkembangan seni modern di abad ke-20.

2. Vincent Willem Van Gogh

Van Gogh adalah pelukis pasca-impresionis [Link]-lukisan dan gambar-gambarnya


termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Reputasinya mulai
bertumbuh pada awal abad ke-20 karena unsur-unsur gaya lukisnya digunakan oleh seniman
ekspresionis Jerman dan Fauvis. Melansir Britannica, karya seni Van Gogh menjadi sangat
populer setelah kematiannya, terutama pada akhir abad ke-20, ketika karyanya terjual dengan
jumlah yang memecahkan rekor di lelang di seluruh dunia dan ditampilkan dalam pameran tur
blockbuster. 3. Leonardo da Vinci Leonardo da Vinci adalah arsitek, musisi, penulis, pematung,
dan pelukis Renaisans Italia. Leonardo belajar di bawah asuhan Andrea del Verrocchio. Ia juga
dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang
dibuat semasa hidupnya. Ia pernah membuat konsep mesin terbang, kendaraan perang
bersenjata, hingga kalkulator. Lukisan "Last Supper" atau "Perjamuan Terakhir" (1495–98) dan
Mona Lisa (c. 1503–19) adalah salah satu lukisan Renaisans yang paling populer dan
[Link] menurut Britannica.

3. Leonardo da Vinci
Leonardo da Vinci adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia.
Leonardo belajar di bawah asuhan Andrea del Verrocchio. Ia juga dikenal karena mendesain
banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya. Ia
pernah membuat konsep mesin terbang, kendaraan perang bersenjata, hingga kalkulator.
Lukisan "Last Supper" atau "Perjamuan Terakhir" (1495–98) dan Mona Lisa (c. 1503–19)
adalah salah satu lukisan Renaisans yang paling populer dan [Link] menurut
Britannica.
4. Claude Oscar Monet Aude

Monet merupakan pelukis Perancis dengan aliran impresionisme, yang lahir di Paris dan
meninggal di Giverny pada usia 86 tahun. Salah satu lukisannya adalah Soleil Levant, yang
pertama kali ditayangkan di "Pameran para Impresionis" di Paris, pada bulan April 1874.
Lukisan ini dikenal sebagai lukisan yang menginspirasi nama gerakan impresionis. Lukisan ini
menggambarkan pelabuhan Le Havre yang merupakan kampung Claude Monet.

5. Salvador Felip Jacint Dali Domenech

Salvador Felip Jacint Dalí Domènech adalah salah satu pelukis yang dikenal lewat karya-
karyanya yang surealis. Dali sering berselisih dengan André Breton dan anggota lain dari
lingkaran surealis atas isi lukisannya dan pandangan sayap kanan yang kadang-kadang
dianutnya. Ia dikeluarkan dari grup pada tahun 1934. Beberapa karyanya yang terkenal antara
lain Dream Caused Flight Bumblebee around Pomegranate Second Before Awakening (1944),
The Temptation of St. Anthony (1946), dan Galatea of the Spheres (1952).

6. Henri Emile Benoit Matisse

Henri Matisse adalah seorang seniman asal Prancis yang juga satu angkatan dengan Pablo
[Link] dikenal sebagai salah satu revolusioner dalam pengembangan seni plastik pada
awal abad ke-20. Dilansir dari Britannica, pada tahun 1892 Matisse meninggalkan Académie
Julian untuk kelas malam di cole des Arts Décoratifs dan ke studio pelukis Simbolis Gustave
Moreau di cole des Beaux-Arts, tanpa harus mengikuti ujian masuk. Moreau, seorang guru yang
toleran, ia tidak memaksakan gayanya sendiri pada murid-muridnya, melainkan mendorong
mereka untuk mengembangkan kepribadian mereka dan belajar dari harta karun di Louvre.
Sebagai juru gambar, pembuat lukisan, dan pematung, tetapi terutama sebagai pelukis, Matisse
adalah salah satu seniman paling terkenal di abad ke-20.

7. Rembrandt Harmenszoon van Rijn

Rembrandt Harmenszoon van Rijn adalah pelukis Belanda yang merupakan salah satu pelukis
terbesar dalam sejarah seni [Link] yang besar terhadap seni rupa terjadi pada
era keemasan Belanda. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain An Artist in His Studio
(The Museum of Fine Arts, Boston, Massachusetts), dan The Raising of Lazarus (Los Angeles
County Museum of Art, Los Angeles)

8. Andy Warhol

Andy Warhol menjadi salah satu pencetus gerakan Pop Art di Amerika Serikat pada tahun
1950-an. Ia merupakan seorang seniman, sutradara, dan penulis figur sosial Amerika. Karya-
karyanya seperti Campbell’s Soup Cans, bunga poppy, dan gambar sebuah pisang pada cover
album musik rock The Velvet underground and Nico (1967), dan juga untuk potret-potret ikonik
selebritas abad 20, seperti Marilyn Monroa, Evil Presley, dan Jacqueline Kennedy Onassis.
9. Georgia Totto O’Keffe

George O’Keffe adalah seorang seniman modernis asal Amerika yang lukisan semi-abstraknya
berani membawa seni Amerika ke era [Link] terkenal dengan gambar bunganya yang
mencolok dan lanskap ikonik dari barat daya [Link] O’Keffe berusaha untuk tidak
menunjukkan rasa takut dan memperoleh prestasi yang ditolak oleh wanita dari generasinya.

10. Michaelangelo Buonarroti’

Michaelangelo Buonarroti' adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman
Renaissance. Pada November 1497, Michaelangelo membuat patung Bunda Maria yang
menangisi kematian Yesus dan diberi nama Pieta. Selanjutnya, pada tahun 1504 ia mulai
mengerjakan karyanya yang paling terkenal, David yang kemudian dipajang di Piazza della
Signoria.

Anda mungkin juga menyukai