1.
RAS MELANESOID
Ras Melanesoid adalah salah satu ras yang mendiami Indonesia. Ras ini kebanyakan ditemukan di daerah
Indonesia bagian timur, dengan ciri khas memiliki kulit yang agak gelap. Penamaan Melanesoid berasal dari dua suku
kata Yunani, yaitu melano yang artinya gelap dan soid yang artinya penampilan. Ras ini merupakan sub ras Negroid
yang mana secara umum terdapat tiga ras mayor, yaitu Negroid, Kaukasoid, dan Mongoloid. Asal-usul dan persebaran
Ras Melanesoid datang ke Indonesia pada sekitar 70.000 tahun SM saat penghujung zaman es. Pada zaman
tersebut, suhu turun ke titik terdingin sehingga membuat perairan laut membeku.
Macam-macam Ras yang Ada di Indonesia Ras ini bermigrasi dari Asia ke Oceania, tepatnya ke wilayah
Papua dan benua Australia, yang saat itu masih menjadi satu daratan. Selain ke wilayah Papua dan Australia, bangsa
Melanesoid juga menyebar ke beberapa wilayah, seperti Bismarck, Fiji, Solomon, Vanuatu, Papua Nugini. Di
Indonesia sendiri, persebarannya tertinggi dibandingkan dengan lainnya. Diperkirakan terdapat 70 persen ras
Melanesoid yang menempati wilayah Papua. Adapun 30 persen lainnya ditemukan di sekitar Papua, misalnya di
Papua Nugini. Proses persebaran ini juga disebabkan adanya migrasi yang dilakukan penduduk Yunnan ke Nusantara
pada 2.000 tahun SM. Dalam perkembangannya, ras Melanesoid melakukan percampuran dengan ras Melayu di
Indonesia. Percampuran dari ras Melayu dengan ras Melanesoid sehingga menjadi keturunan Melanesoid-Melayu
sekarang ini banyak tersebar di wilayah NTT dan Maluku.
Ciri-ciri dan Penyebarannya Ciri-ciri Ras Melanesoid Untuk mengidentifikasi manusia yang termasuk ke
dalam ras Melanesoid, terdapat beberapa ciri-cirinya, di antaranya sebagai berikut. Kulitnya berwarna gelap
Rambutnya kriting dan gelap Bibirnya relatif tebal Postur tubuhnya tegap Hidung lebar Tingginya sekitar 160 cm
hingga 170 cm Selain itu, dalam hal budaya, bangsa Melanesoid sering menggunakan kapak genggam dan kapak
perimbas dalam kegiatan sehari-harinya. Kegunaannya adalah sebagai alat untuk memotong dan berburu.
Peninggalan Bangsa Proto Melayu Peninggalan Ras Melanesoid Bangsa Melanesoid memiliki beberapa
peninggalan budaya, seperti contohnya dalam hal mata pencaharian. Biasanya, mata pencaharian penduduk yang
tinggal di daerah pantai adalah berburu ikan. Mereka juga memiliki tempat tinggal berbentuk panggung. Sedangkan
ras Melanesoid yang tinggal di sungai, rawa, danau, dan lembah, pada umumnya bermata pencaharian berburu dan
mengumpulkan hasil hutan. Lalu, bagi yang tinggal di dataran tinggi, biasanya memiliki mata pencaharian sebagai
peternak dan mengolah kebun. Ada pula peralatan sehari-hari yang menjadi peninggalan ras Melanesoid, yaitu kapak
genggam, kapak perimbas, kapak penetak, dan alat serpih yang berasal dari batu maupun tulang.
2. RAS WEDDOID
Sebelum bangsa Melayu Austronesia masuk ke wilayah Indonesia, di wilayah Indonesia sudah
terdapat suku Weddoid dan Negroid. Suku ras Weddoid atau Weddid adalah kelompok ras yang ada di
Indonesia sebelum datangnya bangsa Melayu. Weddoid berasal dari Ceylon (Sri Lanka), dan bagian
selatan Dekhan, India, yang kemudian masuk dan mendiami Asia Tenggara. Setelah itu, ras ini
mengembara hingga ke Kepulauan Nusantara secara bergelombang dalam kurun waktu berabad-abad.
Para ahli menduga bahwa kedatangan ras Weddoid menggeser keberadaan bangsa Negrito, yang lebih
dulu sampai di kepulauan Indonesia. Mereka kemudian hidup berdampingan dengan ras Melanesia dan
mengembangkan kebudayaan Mesolitikum, sebelum akhirnya kedatangan pendatang baru yang membawa
budaya Neolitik. Persebaran ras Weddoid di Indonesia Dalam perkembangannya, ras Weddoid kemudian
menyebar ke wilayah Indonesia bagian timur dan mendiami Sulawesi Selatan, Seram, Timor Barat, Flores
Barat, dan Papua. Sementara sebagian lainnya ada yang menyebar ke barat dan menghuni Pulau
Sumatera.
Bangsa Vedda di Indonesia Persebaran orang-orang Weddoid di Indonesia cukup luas, yakni di
daerah-daerah sebagai berikut. Semenanjung barat daya Sulawesi (Suku Toala dan Tokea) Pulau Muna
(Suku Tomuna) Pedalaman Palembang (Suku Sakai) Jambi (Suku Kubu) Sekitar Danau Laut Tawar (Suku
Gayo) Kepulauan Mentawai (Suku Mentawai) Ciri-ciri ras Weddoid Ciri fisik ras Weddoid hampir sama
dengan penduduk asli Australia (Aborigin) atau Austro-Melanosoid, sebagai berikut. Berbadan tegap Tinggi
rata-rata laki-lakinya 155 cm (lebih tinggi dari bangsa Negrito) Kulit coklat tua/hitam Rambutnya hitam dan
ikal Letak matanya dalam, sehingga tampak berang Hidungnya pesek.
3. RAS PROTO MELAYU
Gelombang pertama adalah masyarakat proto melayu dengan akar kesukuan dari Yunan sedangkan gelombang
kedua adalah deutro melayu dengan leluhur dari bangsa [Link] Melayu atau ada pula yang menyebutnya
Melayu Tua, yaitu suku bangsa yang menjadi proto keturunan (leluhur inti) suku Dayak, Toraja, Batak, serta
[Link] kalangan menamai bangsa proto dengan sebutan Melayu Tua karena memang datang lebih dulu
dibandingkan dengan deutro melayu. Diperkirakan, ras melayu ini dulu datang pertama kali ke Indonesia sekitar 1500
tahun sebelum [Link] ditelusuri lebih jauh, maka akan tampak bahwa ras proto sejatinya adalah orang-orang
Austronesia yang masuk ke Nusantara melalui jalur Sumatera (jalur barat).
Secara umum, ras proto melayu yang lebih tua memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan ras deutro
melayu. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah
Berasal dari Yunnan
Menyerupai ras mongoloid
Datang sebagai imigran
Jalur kedatangan timur
Banyak menetap di hutan
Banyak menyebar di nusantara
Meninggalkan banyak artefak
Ada pendapat ahli yang menyatakan bahwa ras proto ini sejatinya berasal dari wilayah Yunan. Secara geografis,
Yunan merupakan kawasan Cina Selatan yang berbatasan dengan wilayah [Link] proto melayu sudah
berkembang sejak 1500-500 tahun SM dan melakukan perjalanan dari Yunan ke Nusantara untuk mencari lokasi
bermukim yang [Link] Proto Melayu adalah bangsa yang berasal dari wilayah Yunan, maka tidak
mengherankan apabila terdapat kesamaan fisik dengan suku Mongoloid yang sekarang menjadi bangsa Melayu asli.
Ciri-ciri dari rasa mongoloid ini adalah warna kulitnya yang coklat agak kekuningan dengan mata sipit, serta
rambut hitam yang [Link] Melayu yang mendiami Nusantara terus bergerak secara nomaden membentuk suku
kecil-kecil di wilayah [Link] dari Sumatera, ras ini ada yang tiba ke Sulawesi bagian Utara atau Kalimantan.
Dalam perkembangannya, ras ini menjadi nenek moyang suku Dayak, Toraja, Batak, serta beberapa suku lain di
Papua.
4. RAS DEUTRO MELAYU
Deutro Melayu ialah salah satu ras yang asalnya dari semenanjung Indocina dan datang ke Nusantara dengan
membawa kebudayaan besi (disebut juga kebudayaan Dongson).Kehidupan ras ini di Nusantara diperkirakan sejak
500 tahun SM jika dilihat dari fosil yang ditemukan. Sebagian besar peninggalannya bisa dijumpai di Sumatera,
Kalimantan, Jawa, dan Nusa [Link] deutro melayu inilah yang menjadi pemantik masa perundagian di
kepulauan Nusantara pada masa itu. Hal ini terjadi karena mereka sudah membawa kebudayaan dongson yaitu
pengolahan [Link] deutro melayu memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan ras proto
[Link] ini hidup pada tahun 500 sebelum masehi, jauh lebih muda dibandingakn dengan deutro melayu yang
hidup pada tahun 1500 hingga 1000 sebelum masehi.
Oleh karena itu, ras ini memiliki beberapa ciri-ciri tertentu yang dapat kalian gunakan yaitu :
Berasal dari wilayah Dongson
Mahir dalam mengolah logam
Berevolusi menjadi beberapa suku
Jalur kedatangan barat
Identik dengan budaya besi
Deutro Melayu merupakan ras yang asalnya dari wilayah Dongson, yakni suatu daerah di Vietnam yang
pada masa itu telah maju dalam hal peradaban perunggu [Link] peralatan sehari-hari dan juga senjata berburu
yang diciptakan oleh suku tersebut. Setelah melakukan perjalanan, tibalah mereka di Nusantara yang kemudian
menyebar ke berbagai penjuru [Link] berkembangnya kehidupan ras Deutro Melayu di Nusantara, mereka
tidak hanya menetap di satu tempat saja melainkan hidup [Link], saat ini keturunan dari ras deutro asli
menjadi suku Jawa, Bugis, Sunda, Minang, serta [Link] teori Dua Gelombang, ras deutro datang ke tanah
air melalui jalur barat karena mereka berasal dari daerah barat yaitu semenanjung [Link] karena itu, mereka
menyebar pertama kali ke pulau Sumatera lalu bergerak ke Kalimantan dan juga pulau Jawa melewati dangkalan
Sunda yang menghubungkan kepulauan Indonesia di bagian barat dengan semenanjung Indo-China.