0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan27 halaman

Definisi dan Fungsi Logistik Distribusi

Dokumen ini membahas tentang definisi logistik dan distribusi serta fungsi-fungsi logistik. Dokumen ini juga membahas pentingnya logistik dan distribusi dalam aktivitas ekonomi.

Diunggah oleh

arya ipaa218
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan27 halaman

Definisi dan Fungsi Logistik Distribusi

Dokumen ini membahas tentang definisi logistik dan distribusi serta fungsi-fungsi logistik. Dokumen ini juga membahas pentingnya logistik dan distribusi dalam aktivitas ekonomi.

Diunggah oleh

arya ipaa218
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS

TRANSPORTASI REGIONAL

OLEH:

PIPIT KRIDA RAHAYU


G2T1 23 008

PROGRAM STUDI MANAJEMEN REKAYASA


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2023
SUB BAB I
DEFINISI LOGISTIK DAN DISTRIBUSI

A. Definisi Logistik
Logistik adalah manajemen aliran perpindahan barang dari suatu titik
asal yang berakhir pada titik konsumsi untuk memenuhi permintaan
tertentu, contohnya tertuju kepada konsumen ataupun perusahaan-
perusahaan. Jenis barang yang ada dalam bidang logistik terdiri dari
benda berwujud fisik seperti makanan, bahanbahan bangunan, hewan,
peralatan dan cairan. Sama halnya dengan perpindahan benda tidak
berwujud (abstract) seperti waktu, informasi, partikel dan energi. Logistik
benda fisik pada umumnya ikut melibatkan integrasi aliran informasi,
penanganan bahan, produksi, packaging, persediaan, transportasi,
warehousing, dan keamanan. Kompleksitas dalam logistik dapat dianalisa,
diuraikan menjadi suatu model, divisualisasikan dan dioptimalisasi dengan
simulation software yang ada.
Penanganan bahan, produksi, packaging, persediaan, transportasi,
warehousing, dan keamanan. Kompleksitas dalam logistik dapat dianalisa,
diuraikan menjadi suatu model, divisualisasikan dan dioptimalisasi dengan
simulation software yang Logistik adalah proses perencanaan,
implementasi dan kontrol yang efisien, alur yang efektif dan penyimpanan
barang dan jasa, dan seluruh informasi terkait dari suatu titik asal menuju
titik konsumsi demi memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi ini
mengikutsertakan inbound, outbound, pergerakan internal dan eksternal,
dan return of materials untuk tujuan yang bersifat environmental. Logistik
berperan efektif dalam persaingan yang secara luas dakui sebagai suatu
kinerja pelayanan pelanggan yang unggul Pencapaian nilai logistik
berdasarkan layaran berkualitas tinggi dan pengendalian biaya adalah
dimensi penting dari suatu bisnis yang berfokus pada peningkatan
perilaku pembelian konsumen.
Peran logistik kini telah meluas bukan hanya sekadar memindahkan
produk jadi dan bahan, tetapi juga menciptakan keunggulan kompetitif
dengan memberikan layanan yang memenuhi permintaan konsumen.
Memiliki jasa logistik yang kompetitif sangatlah penting bagi Indonesia
dalam upaya membangun konektivitas nasional dan internasional.
Sektor jasa logistik merupakan sektor yang vital karena perannya
dalam mendistribusikan barang dan jasa, mulai dari ekstraksi bahan baku,
proses produksi, pemasaran, sampai barang dan jasa tersebut sampai di
tangan konsumen.

B. Fungsi Logistik
Fungsi logistik merupakan suatu proses yang berkesinambungan
dan saling berkaitan satu sama lainnya serta saling mendukung satu
sama dan lainnya. Proses logistik terdiri dari:
1) Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan
Fungsi perencanaan mencakup aktivitas dalam menetapkan
sasaran-sasaran, pedoman-pedoman, pengukuran penyelenggaraan
bidang logistik. Sementara penentuan kebutuhan merupakan perincian
dari fungsi perencanaan, bilamana perlu semua faktor yang
mempenagruhi penentuan kebutuhan harus [Link] tahap
dan langkah kegiatan pengadaan logistik tersebut harus mendapat
perhatian secara proposional guna mendukung kinerja setiap unit kerja
maupun mendukung efektivitas dan efisiensi organisasi secara
keseluruhan.

2) Fungsi penganggaran
Fungsi penganggaran terdiri dari kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha
untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala
standar, yakni skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperlihatkan
pengarahan dan pembatasan yang berlaku terhadapnya.
3) Fungsi pengadaan
Fungsi pengadaan merupakan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan
untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam
fungsi perencanaan, penentuan kebutuhan dan penganggaran.

4) Fungsi penyimpanan dan penyaluran


Fungsi ini merupakan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan dan
penyaluran perlengkapan yang telah diadakan melalui fungsi-fungsi
terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada instansi-instansi pelaksana.

5) Fungsi pemeliharaan
Menurut Keith Lockyer (1999:186) “Pemeliharaan adalah suatu
usaha untuk memaksimalkan umur kegunaan dari alat sehingga peralatan
dapat bekerja secara memuaskan dan meminimalkan biaya kerusakan”.
Fungsi pemeliharaan sendiri adalah usaha atau proses kegiatan untuk
mempertahankan kondisi teknis, daya guna barang inventaris.
Batasan pengertian tersebut, menegaskan bahwa yang hendak
dicapai dalam kegiatan pemeliharaan adalah menjaga dan menjamin
setiap logistik yang ada tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Disamping itu, pemeliharaan logistik diarahkan agar umur pemakaian
logistik dapat mencapai batas waktu yang optimal (sesuai batas waktu
yang ditetapkan). Dengan demikian pemeliharaan logistik juga ditujukan
untuk mendukung efisiensi organisasi.

6) Fungsi penghapusan
Penghapusan suatu barang logistik dilakukan apabila barang telah
mencapai titik akhir manfaatnya. Penghapusan logistik dapat dilakukan
tergantung dari kebijakan yang diterapkan oleh instansi ataupun
perusahaan. Menurut Sondang P Siagian (2004:62) penghapusan
merupakan kegiatan penghapusan inventaris yang sudah tidak
bermanfaat.
Sementara Subagya (20014:92) mendefiisikan penghapusan
sebagai kegiatan dan usaha-usaha pembebasan barang dari
pertanggungjawaban sesuai peraturan atau perundang-undangan yang
berlaku.

7) Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian merupakan fungsi inti dari pengelolaan logistik
yang meliputi usaha untuk memonitor dan mengamankan keseluruhan
pengelolaan logistik. Dalam fungsi pengendalian ini terdapat kegiatan-
kegiatan yakni pengendalian inventarisasi dan Expediting yang
merupakan unsure-unsur utamanya.

C. Definisi Distribusi
Distribusi adalah salah satu bagian dari pemasaran. Distribusi juga
dapat diartikan kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan
mempermudah penyampaian barang dan jasa sehingga penggunaannya
sesuai dengan yang diperlukan. Distribusi adalah kegiatan yang sangat
penting agar produk dari produsen bisa sampai ke tangan konsumen
dengan efektif. Walaupun letak suatu pabrik/produsen sangat jauh dengan
keberadaan masyarakat, dengan adanya kegiatan distribusi maka akan
mempermudah masyarakat mendapatkan produk/barang yang diinginkan.
Saluran Distribusi merupakan perantara yang turut serta dalam
proses pemindahan barang dari produsen ke konsumen. Distribusi
merupakan suatu organisasi yang membuat proses kegiatan penyaluran
barang atau jasa untuk dipakai atau konsumsi oleh para konsumen. Istilah
distribusi menurut Zylstra (2006) adalah suatu sistem yang menunjukkan
segala sesuatu/sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan
dalam antisipasinya disebut dengan istilah distribusi. Tetapi kita
seharusnya tidak membatasi pengertian distribusi tidak hanya itu saja.
Banyak organisasi perusahan menyimpan jenis-jenis distribusi lain seperti:
uang, ruang fisik buka tutup, bangunan pabrik, peralatan dan tenaga kerja
untuk memenuhi permintaan akan produk dan jasa.
Menurut Sigit (dalam Danang, 2015 : 180) saluran distribusi adalah
perantaraperantara, para pembeli dan penjual yang dilalui oleh
perpindahan barang baik fisik maupun perpindahan milik sejak dari
produsen hingga ke tangan konsumen. Suatu perusahaan di dalam
mendistribusikan barangnya dapat menggunakan salah satu atau lebih
dari cara penyaluran. Bagi perusahaan yang baru saja berdiri memilih
saluran distribusi merupakan pekerjaan yang tidak mudah, karena baru
masuk pasar.
Sedangkan bagi perusahaan yang sudah berjalan dengan saluran-
saluran distribusi tertentu, masih harus tetap waspada dan mengawasi
aparat-aparat distribusinya. Dalam kegiatan distribusi banyak aspek di
dalamnya sehingga pendistribusian bias berjalan dengan efektif, salah
satunya adalah distributor. Distributor merupakan subjek yang melakukan
kegiatan distribusi. Tanpa adanya distributor tidak akan ada yang
menjembatani produsen dan pembeli.

D. Pengantar Logistik dan Distribusi


Logistik dalam perkembangannya hingga kini sudah merupakan ilmu
yang harus dapat perhatian khusus mengingat sejarah pertumbuhan
ekonomi yang semakin kompleks seperti produktivitas barang-barang
yang dihasilkan pabrik atau perusahaan, bagaimana penyalurannya dan
penyimpanannya serta pengelolaan hasil produk secara menyeluruh
memerlukan penanganan khusus dan serius. Untuk mencapai hasil yang
efisien dan efektivitas semua itu mutlak memerlukan pengorganisasian
yang baik atau sering diistilahkan dengan manajemen logistik yang
terpadu sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam melaksanakan
kegiatannya.
Bagian penting logistik seperti transportasi, inventaris, penyimpanan
sudah sebagai elemen fundamental dari sistem ekonomi dan industri
bertahuntahun yang lalu, namun dalam 20 tahun terakhir ini logistik telah
diakui sebagai fungsi penting dalam kehidupan industri dan ekonomi..
Penghargaan terhadap cakupan, manfaat logistik sertai rantai pasok
telah mengarah pada pendekatan yang lebih ilmiah dalam permasalah
industri dan ekonomi. Pendekatan ini bertujuan kepada konsep umum
manfaati logistik secara menyeluruh, tetapi yang paling penting mencakup
keterkaitan dari masing-masing subsistem dalam logistik dan rantai pasok.
Sebagian besar pendekatan ini membahas kebutuhan, sarana dalam
merencanakan logistik serta rantai pasokan, dan juga harus
mempertimbangkan permasalahan operasional yang utama.

E. Cakupan Distribusi dan Logistik


Sejalan semakin pentingnya distribusi, logistik dan rantai pasokan,
maka adanya perkembangan mengenai istilah dan definisi terkait dengan
distribusi, logistik dan rantai pasokan itu sendiri. Di antaranya adalah:
1) Distribusi Fisik;
2) Logistik;
3) Logistik Bisnis;
4) Manajemen Bahan;
5) Pembelian dan Persediaan;
6) Aliran Produk;
7) Logistik Pemasaran;
8) Manajemen Rantai Pasokan;
9) Manajemen Rantai Permintaan;
10) Dan Ada Beberapa lainnya.

Jadi, banyak istilah yang berbeda ini digunakan, dalam literatur dan
dalam dunia bisnis. Definisi juga sangat membantu menggambarkan salah
satu hubungan utama seperti berikut ini:

Logistik = Manajemen Bahan + Distribusi


Perluasan ide ini membantu menggambarkan bahwa rantai pasokan
mencakup cakupan bisnis yang lebih luas. Ini termasuk pasokan bahan
bakudan komponen serta pengiriman produk ke konsumen akhir, seperti:

Rantai Pasokan = Suplier + Logistik + Konsumen

Secara umum, dapat dikatakan bahwa: manajemen persediaan dan


bahan merupakan penyimpanan dan aliran ke dan melalui proses
produksi; sedangkan distribusi mewakili penyimpanan dan mengalir dari
titik produksi akhir ke pelanggan atau pengguna akhir. Perhatikan juga
bahwa logistik dan rantai pasokan tidak hanya berkaitan dengan aliran
fisik dan penyimpanan bahan baku hingga distribusi akhir produk jadi,
tetapi juga dengan arus informasi dan penyimpanan. Bahkan, penekanan
yang lebih besar sekarang ditempatkan pada rantai pasokan.
Definisi modern yang sesuai yang berlaku untuk sebagian besar
industri mungkin adalah bahwa logistik mengacu pada transfer barang
yang efisien dari sumber pasokan melalui lokasi pabrik ke titik
keberangkatan. ekonomis sambil memberikan layanan pelanggan yang
dapat diterima. Kompenen Utama Distribusi dan logistik seperti Gambar.

Gambar 1.1 Komponen Utama Logistik


F. Perspektif Sejarah
Unsur logistik dan rantai pasokan, tentu saja, selalu menjadi hal
mendasar dalam pembuatan, penyimpanan, dan pergerakan barang dan
produk. Namun, baru-baru ini saja mereka diakui sebagai fungsi vital
dalam lingkungan komersial dan ekonomi. Peran logistik telah
berkembang sedemikian rupa sehingga sekarang memainkan peran
penting dalam keberhasilan berbagai operasi dan organisasi. Intinya,
konsep dasar dan logika logistik bukanlah hal baru. Mereka telah
berevolusi melalui berbagai tahap pengembangan, tetapi masih
menggunakan ide-ide dasar seperti analisis tradeoff, rantai nilai dan teori
sistem, bersama dengan teknik yang terkait.
Ada beberapa langkah berbeda dalam pengembangan distribusi dan
logistik:
1) 1950-an dan awal 1960-an
Pada 1950-an dan awal 1960-an, sistem distribusi tidak
direncanakan dan tidak dirumuskan.

2) 1960-an dan awal 1970-an


Bahwa ada sejumlah kegiatan fisik yang saling terkait seperti
transportasi, penyimpanan, penanganan material, dan pengemasan yang
dapat lebih efisien dihubungkan dan dikelola. Secara khusus, ada
pengakuan hubungan antara berbagai fungsi, yang memungkinkan
pendekatan sistem dan perspektif biaya total. Di bawah naungan manajer
distribusi fisik, berbagai offset distribusi dapat direncanakan dan dikelola
untuk memberikan layanan yang lebih baik dan mengurangi biaya.
Awalnya, manfaat diakui oleh produsen yang mengembangkan operasi
distribusi untuk mencerminkan aliran produk mereka melalui rantai
pasokan.

3) Tahun 1970-an
4) 1970-an adalah dekade penting dalam pengembangan konsep
distribusi. Perubahan penting adalah pengakuan oleh beberapa
perusahaan tentang perlunya memasukkan distribusi dalam struktur
manajemen fungsional organisasi. Dekade ini juga telah melihat
perubahan dalam struktur dan kontrol rantai distribusi. Telah terjadi
penurunan dalam kekuatan produsen dan pemasok dan peningkatan
tajam dalam pengecer besar. Rantai ritel yang lebih besar telah
mengembangkan struktur distribusinya sendiri.
5) 1980-an
6) Pada 1980-an, kenaikan biaya yang cukup cepat dan definisi yang
lebih jelas tentang biaya distribusi yang sebenarnya berkontribusi
pada peningkatan profesionalisme distribusi yang signifikan. Dengan
profesionalisme ini, telah terjadi perubahan dalam perencanaan
jangka panjang dan upaya untuk mengidentifikasi dan mengejar
langkah-langkah pengurangan biaya. Langkah-langkah ini termasuk
distribusi terpusat, pengurangan inventaris yang parah, dan
penggunaan komputer untuk memberikan informasi dan kontrol yang
lebih baik. Pertumbuhan sektor jasa distribusi pihak ketiga juga
sangat penting, dengan perusahaan-perusahaan ini mempelopori
perkembangan teknologi dan peralatan informasi. Konsep dan
kebutuhan untuk sistem logistik terintegrasi diakui oleh calon
perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan distribusi.
7) Akhir 80-an dan awal 90-an
8) Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, kemajuan teknologi informasi
memungkinkan organisasi untuk memperluas perspektif mereka
dalam hal fungsi yang dapat diintegrasikan. Singkatnya, ini
mencakup kombinasi manajemen material (sisi input) dan distribusi
fisik (sisi output). Sekali lagi, ini telah mengarah pada peluang
tambahan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan mengurangi
biaya terkait. Penekanan penting yang dibuat selama periode ini
adalah bahwa aspek informasi sama pentingnya dengan aspek fisik
untuk memastikan strategi logistik yang efektif.
9) Tahun 1990-an
10) Pada 1990-an, proses integrasi dikembangkan lebih lanjut untuk
mencakup tidak hanya fungsi inti dalam organisasi, tetapi juga fungsi
eksternal yang juga berkontribusi untuk menyediakan produk kepada
pelanggan akhir. Konsep rantai pasokan telah memberikan
kepercayaan pada kenyataan bahwa mungkin ada beberapa
organisasi yang berbeda yang terlibat dalam memberikan produk ke
pasar. Jadi, misalnya, pabrikan dan pengecer harus bekerja bersama
untuk membantu menciptakan pipa logistik yang memungkinkan
aliran produk yang tepat dan efisien ke konsumen akhir. Kemitraan
atau aliansi ini juga harus mencakup perantara rantai pasokan
lainnya, seperti pihak ketiga yang dikontrak.
11) 2000 hingga 2010
12) Ketika milenium baru dimulai, organisasi bisnis menghadapi banyak
tantangan ketika mereka berjuang untuk mempertahankan atau
meningkatkan posisi mereka terhadap pesaing mereka, membawa
produkproduk baru ke pasar dan meningkatkan keuntungan operasi
mereka. Ini telah mengarah pada pengembangan banyak ide
peningkatan baru, yang secara khusus diakui dalam mendefinisikan
kembali tujuan bisnis dan merekayasa ulang seluruh sistem. Logistik
dan rantai pasokan akhirnya diakui sebagai area penting untuk
kesuksesan bisnis secara keseluruhan. Bahkan, bagi banyak
organisasi, perubahan dalam logistik telah memberikan katalisator
untuk peningkatan besar dalam bisnis mereka. Organisasiorganisasi
terkemuka mengakui bahwa ada peran "nilai tambah" positif yang
dapat ditawarkan oleh logistik, daripada pandangan tradisional
bahwa berbagai fungsi dalam logistik hanya merupakan beban biaya
yang perlu diminimalisasi terlepas dari implikasi lain. Dengan
demikian, peran dan pentingnya logistik terus diakui sebagai enabler
penting untuk peningkatan bisnis.
13) 2010 dan selanjutnya
14) Isu-isu utama saat ini dan masa depan yang akan dihadapi dalam
distribusi, logistik dan manajemen rantai pasokan.

G. Pentingnya Distribusi dan Logistik


Distribusi adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran material dari
produsen ke konsumen dengan suatu keuntungan. Pertimbangan
logistik dalam konteks bisnis dan ekonomi secara keseluruhan.
Pentingnya dalam Perekonomian, Logistik adalah kegiatan penting
yang memanfaatkan sumber daya manusia dan material secara ekstensif
yang memengaruhi perekonomian nasional. Karena kesulitan
pengumpulan data, hanya sejumlah kecil studi yang dilakukan untuk
mencoba memperkirakan dan membandingkan tingkat dampak logistik
terhadap perekonomian. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, sangat
sulit untuk menemukan studi yang menyediakan informasi ini secara lebih
rinci. Sebuah studi di Inggris menunjukkan bahwa sekitar 30% dari
populasi pekerja terkait dengan pekerjaan terkait logistik.
Sebuah studi terbaru oleh Capgemini Consulting (2012) menemukan
bahwa total pengeluaran logistik sebagai persentase dari pendapatan
penjualan adalah sama untuk tiga wilayah komersial teratas di Amerika
Utara, Eropa dan Asia Pasifik - 11%; untuk Amerika Latin, mereka adalah
14%.
Studi lain oleh Armstrong and Associates (2007) mampu menyajikan
data serupa di tingkat negara, menunjukkan bahwa untuk ekonomi utama,
logistik mewakili sekitar 8 hingga 21% dari produk domestik bruto (PDB)
negara tersebut. Informasi ini dirangkum dalam Gambar 1.2.
Gambar 1.2 Biaya logistik sebagai persentase dari PDB untuk negara-
negara tertentu

Gambar 1.2 menunjukkan bahwa untuk ekonomi utama Eropa dan


Amerika Utara, logistik mewakili antara 8% dan 11% dari Pr oduk
Domestik Bruto (PDB). Untuk negara-negara berkembang, kisaran ini
lebih tinggi 12 hingga 21 persen - dengan India 17 persen dan China 21
persen. Angkaangka ini mewakili beberapa biaya yang sangat besar dan
berfungsi untuk menggambarkan betapa pentingnya memahami sifat
biaya logistik dan mengidentifikasi cara untuk menjaga biaya ini seminimal
mungkin. Negaranegara dengan biaya terendah biasanya adalah negara-
negara di mana pentingnya logistik diakui relatif lebih awal dan ada waktu
untuk membangun sistem yang lebih efisien.
Biaya logistik negara-negara berkembang diperkirakan akan
berkurang di tahun-tahun mendatang karena negaranegara ini dapat
mengambil manfaat dari perbaikan. Sekitar 25 tahun yang lalu, jika
statistik yang sama tersedia, elemen persentase ini pasti akan jauh lebih
tinggi di semua negara ini. Di Inggris, catatan tercatat sekitar 30 tahun,
dan biaya logistik sekitar 18-20%. Dewan Profesional Manajemen Rantai
Pasokan AS, dalam Laporan Tahunan Logistik Negara 2012, memberikan
angka yang menunjukkan pengurangan berkelanjutan dalam biaya logistik
sebagai persentase dari PDB untuk Amerika Serikat dari 2007 hingga
2009.
Namun, sejak 2009 biaya persentase meningkat sedikit. Ini karena
krisis keuangan global dan kenaikan biaya bahan bakar. Pada
International Transport Forum (2012) memberikan beberapa angka
spesifik untuk mengukur biaya dan kinerja logistik tingkat nasional untuk
negara-negara tertentu dan dapat digunakan untuk informasi lebih lanjut.
SUB BAB II
MANAJEMEN GUDANG

A. Sejarah Pergudangan
Hampir tidak mungkin mengatur waktu persediaan barang yang
diproduksi (persediaan) dan mereka konsumsi (permintaan) sehingga itu
terjadi pada saat yang bersamaan. Untuk berbagai faktor, termasuk fakta
bahwa konsumsi dan permintaan produksi biasanya tidak terjadi di tempat
yang sama, skala ekonomi dalam produksi dan faktor-faktor lain, barang
harus disimpan di sumber produksi, pada titik konsumsi atau pada lokasi
menengah. Dengan demikian gudang menjadi penting untuk barang-
barang manufaktur.
Di sisi lain, gudang tidak diperlukan untuk layanan karena layanan
tidak dikonsumsi saat tersedia (misalnya, kursi pesawat sebelum
penerbangan lepas landas), adalah hilang selamanya. Gudang telah
dalam satu bentuk yang lain sejak awal peradaban manusia..
Pertimbangkan peradaban Harappa dan Mohenjo-Daro yang dibangun di
seluruh penjuru lembah sungai Indomais dari 5.000 tahun yang lalu.
Keduanya adalah komunitas yang direncanakan dengan terampil. terdiri
dari jalan ortogonal (tipe Manhattan), tempat tinggal bertingkat toilet umum
dan pribadi, saluran air limbah dan bangunan seperti gudang, mungkin
untuk menyimpan gandum.
Bangunan ini memiliki bukaan untuk kontrol kelembaban dan jalur.
untuk gerobak masuk dan keluar yang membawa bahan ke gedung. Saat
ini, perusahaan seperti Amazon memiliki lebih dari 100 call centre dengan
150 hub yang lain dan pusat penilaian. Menggunakan jaringan fasilitas
besar, juga termasuk produsen pihak ketiga, Amazon dapat menjamin
pengiriman di dalam dua hari pesanan secara online.
Di sisi lain, perusahaan seperti Ali Baba, yang dianggap pengecer
terbesar di dunia, tidak memiliki gudang sendiri, tetapi sebaliknya, ia
bergantung pada pemasok untuk mengirimkan barang langsung dari
gudang mereka untuk klien (Hu et al. 2014). Dalam bab ini, model untuk
desain, kontrol, dan analisis penyimpanan sistem diperiksa. Ilustrasi
beberapa teknologi penanganan material digunakan di gudang, termasuk
beberapa yang otomatis terbaru juga disajikan.

B. Desain dan Analisis Gudang (Dasar)


Pada bagian ini topik gudang penting pada tingkat dasar dibahas
oleh pengguna dapat mulai mempelajari masalah desain dan operasional
yang akan muncul di gudang.

Gambar 2.1 Penampang gudang (Savoye Logistics)

Seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 2.1, gudang biasanya terdiri


dari cangkang eksternal, penyimpanan rak dan peralatan penanganan
material (Askin dan Standridge 1993; Heragu 2016). Eksterior (kulit luar)
gudang digunakan untuk melindungi barang-barang gudang. elemen iklim
dan untuk keselamatan. Tergantung pada item yang disimpan (misalnya,
bahan bakar olahan, kayu, tanaman), bangunan atau kulit luar tidak perlu
dan hanya Hal ini diperlukan untuk mengelilingi batas properti. Beberapa
gudang, terutama di AS, tidak menampilkan logo perusahaan atau
memiliki tanda yang terlihat karena bisa menyimpan bahan stok nasional
yang sensitif atau strategis. Untuk perlindungan terhadap kegiatan teroris,
mereka cenderung tidak memiliki tandatanda yang terlihat.
Selain fokus pada elemen pengetahuan, desainer juga harus
mempertimbangkan dua parameter lainnya yaitu through put gudang dan
kapasitas penyimpanan gudang. Bahkan, yang terakhir sering
menentukan ukuran konstruksi rumah, penanganan material peralatan
yang digunakan serta rak penyimpanan yang dipilih. Pendapatan rumah
menunjukkan berapa banyak pesanan pelanggan yang dapat dipilih dalam
satu jam. Kapasitas penyimpanan menunjukkan Jumlah palet maksimum
yang bisa disimpan di rumah perkakas. Tingkat di mana Barang yang
diterima di gudang tergantung pada sejumlah faktor, termasuk
karakteristik spesifik dari barang yang diterima (misalnya ukuran, bentuk,
berat, umur simpan), biaya pengiriman, ukuran pesanan dan frekuensi
penerimaan. Tingkat di mana item berada Dikirim dari gudang tergantung
pada item dalam pesanan pelanggan, ukuran pesanan dan memesan
frekuensi.
Di dunia yang ideal, tingkat penerimaan barang seharusnya sama
dengan tingkat di mana barang diminta dari gudang. Sebuah crossdocking
fasilitas berusaha untuk mencapai ini dengan menempatkan palet truk
yang masuk pada konveyor dan melalui sistem penyortiran truk keluar.
Dalam instalasi seperti itu ada banyak Sedikit atau tidak membutuhkan
ruang penyimpanan. Tidak selalu mungkin untuk menggabungkan
pasokan dan membutuhkan penyimpanan barang sementara secara
akurat dan oleh karena itu di gudang. Ukuran gudang, tingkat otomatisasi,
jenis media penyimpanan yang digunakan tergantung pada bukan hanya
karakteristik barang dan ketidakseimbangan dalam penawaran dan
permintaan tetapi juga hasil gudang yang diinginkan. Tujuan utama rak
penyimpanan, sesuai namanya, adalah untuk menyimpan barang di Rak
Namun, tergantung pada jenis barang yang disimpan dan kondisi di
bawah Di mana mereka harus disimpan, ada berbagai rak yang tersedia.
Beberapa contohnya adalah disediakan pada Gambar. 8.2.

Gambar 2.2 Alternatif Jenis Rak Penyimpanan.

Gambar 2.2a menggambarkan rak palet konvensional. Rak aliran


ditunjukkan pada Gambar. 2.2b memiliki rol yang memungkinkan produk
dimuat di satu ujung dan diambil di yang lain. Kemiringan yang landai
memungkinkan kebijakan pemulihan masuk pertama, keluar pertama.
Penopang Rak pada Gambar. 2.2c memungkinkan batang dan tabung
panjang disimpan. Rak yang bergerak pada Gambar. 2.2d berada di trek
dan dapat dipindahkan. Sementara mereka memaksimalkan kepadatan
penyimpanan Karena rak dapat disimpan satu sama lain, mengambil
barang bisa memakan waktu lebih lama. karena semua rak di depan
barang yang disimpan di rak perantara akan membutuhkan semuanya
mereka yang di depannya harus dipindahkan untuk membuat lorong
mengambang, sehingga rak dipertimbangkan.

C. Material Handling dan Sistem Penyimpanan


Ada berbagai macam sistem penanganan material yang digunakan
di gudang. Miliki banyak cara untuk mengklasifikasikannya. Dalam bab ini,
klasifikasi sederhana digunakan. a. Orang (atau peralatan) untuk item
tersebut b. Barang untuk orang (atau peralatan).
Tergantung pada sejauh mana manusia terlibat dalam pengambilan,
Gudang tidak otomatis, semi-otomatis, atau sepenuhnya otomatis.
Gudang di AS cenderung tidak otomatis. Banyak peralatan yang sudah
canggih seperti forklift perlu membutuhkan seorang operator dan atau
sistem penilaian. NamunGudang Orang Eropa dan Jepang cenderung
memiliki lebih banyak otomatisasi.
Hal Ini di karenaankan sebagian ruangan dibatasi, dan karenanya
gudang memiliki jalur yang lebih kecil dan lebih banyak memiliki
ketinggian (mis. 10 hingga 30 m). Di sisi lain Gudang AS, , memiliki jalur
yang lebih luas. dan ketinggian yang lebih kecil (kurang dari 10 m).
Gudang yang lebih tinggi akan membutuhkan otomatisasi peralatan agar
pesanan terkendali.
Otomatisasi juga membawa manfaat seperti peningkatan akurasi,
lebih sedikit kerusakan barang dan operasi yang efisien. Namun, biaya
investasinya menjadi tinggi.
Gambar 2.3 Warehouse Material-handling Systems

Gambar 2.3 mengilustrasikan beberapa kotak peralatan manual,


semiotomatis, dan sepenuhnya otomatis. Forklift yang ditunjukkan pada
Gambar. 2.3a memungkinkan untuk menyimpan atau mengambil muatan
palet di Rak aliran. Beberapa rak tersembunyi dan memungkinkan
memuat dari depan. Dalam hal ini, item diambil menggunakan kebijakan
masuk terakhir, keluar pertama. Ada stabilitas juga masalah keamanan
saat menangani beban berat, forklift tidak bisa mengoperasikan lebih dari
tiga level. Perhatikan bahwa forklift yang ditunjukkan pada Gambar. 2.3b
memungkinkan Operator berhenti di stasiun pengumpulan yang
diperlukan, memilih jenis dan jumlah yang diperlukan item dan
menyelesaikan satu atau lebih pesanan lengkap dalam satu perjalanan.
Gambar 2.3c, d menggambarkan dua jenis sistem penyimpanan dan
pengambilan otomatis (AS / RS). Seperti terlihat pada gambar, operator
memiliki platform tertutup itu sendiri Ini dipasang pada tiang dan dapat
menaikkan dan menurunkan tiang menggunakan motor listrik. Perakitan
mesin lain mendorong tiang maju dan mundur, memungkinkan crane AS /
RS (dan operator platform) untuk mengakses item apa saja di koridor.
Gambar 2.3e, f menunjukkan dua jenis AS / RS yang sepenuhnya
otomatis. Pada Gambar 8.3e, the kendaraan otonom merah mengambil
palet dari area persiapan, bepergian pada lift sesuai kebutuhan untuk
mencapai tingkat penyimpanan yang diinginkan, dapat melakukan
perjalanan dalam posisi orthogonal instruksi menggunakan dua rakitan
mesin dan menyimpan palet atau mengambil output palet menggunakan
garpu yang memanjang masuk dan keluar, membalikkan langkah-langkah
perjalanan yang disebutkan di atas. Sistem yang ditunjukkan pada
Gambar. 2.3f memiliki robot mini yang dapat mengambil (atau menyetor)
tas jinjing. kolom penyimpanan, angkat dan letakkan di kolom lain yang
diperuntukkan bagi tas keluar. Sistem penanganan material yang
ditunjukkan pada Gambar 2.3 hanyalah enam contoh dari ribuan
perangkat, sistem, dan konfigurasi alternatif.

D. Peran Gudang
Tujuan utama dari sebagian besar gudang adalah untuk
memfasilitasi pergerakan barang melalui rantai pasokan ke konsumen
akhir. Ada banyak teknik yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan
untuk mempertahankan seperti sistem manufaktur yang fleksibel,
visibilitas rantai pasokan dan pengiriman ekspres, dan banyak dari
mereka telah dimasukkan dalam sejumlah inisiatif rantai pasokan,
misalnya just-in-time (JIT), respons konsumen yang efisien (ECR) dan
perencanaan kolaboratif, peramalan dan pengisian (CPFR).
Namun, sebagai bagian dari gerakan ini, seringkali perlu dilakukan
inventaris, terutama ketika dua kondisi berikut berlaku:
1) Permintaan produk terus menerus. Di beberapa sektor, seperti
mode, tertentu Gaya dapat diproduksi secara unik. Dalam keadaan
seperti ini, barang dapat "didorong" melalui rantai pasokan ke toko
tempat mereka dijual, dan ada Oleh karena itu, tidak perlu
menyimpan stok di gudang. Namun, sebagian besar produk
ditawarkan untuk dijual secara berkelanjutan dan oleh karena itu
mereka perlu 'ditarik' oleh persediaan rantai berdasarkan permintaan
pelanggan.
2) Lead time lebih besar dari lead time permintaan. Tempat barang
ditarik melalui rantai pasokan, ini hanya dapat dicapai tanpa stok di
mana pasokan dapat terjadi dalam waktu pengiriman yang
ditawarkan kepada pelanggan. Misalnya, jika barang tersebut
ditawarkan kepada pelanggan pada waktu pengiriman hari
berikutnya, umumnya terjadi materi tidak dapat diperoleh, barang-
barang yang diproduksi dan transportasi dilakukan dalam periode ini.
Dalam situasi ini, barang harus dikirim dari stok.

Oleh karena itu, inventaris sering kali bermanfaat dalam


memperlancar variasi penawaran dan permintaan. Selain itu, bahkan
ketika total biaya persediaan diperhitungkan, bisa jadi lebih hemat biaya
untuk membuat inventaris untuk mengurangi biaya di bagian lain dari
rantai pasokan. Contohnya adalah memungkinkan skala ekonomi dalam
pembuatan, mendapatkan pembelian diskon untuk pesanan massal,
pembuatan awal stok musiman dan untuk menutup berhenti produksi.
Selain itu, inventaris hanya dapat dilakukan untuk acara tertentu
yang tidak diinginkan. di masa depan, seperti halnya dengan persediaan
bantuan kemanusiaan (mis. tenda dan selimut) dan suku cadang
pengganti stasiun (mis. rotor turbin uap). Di mana persediaan diperlukan,
perlu untuk membuat keputusan tentang titik optimal untuk simpan di
rantai pasokan. Ini mungkin terkait dengan konsep 'decoupling point' yang
dijelaskan dalam Bab sebelumnya, di mana inventaris strategis
dipertahankan untuk memungkinkan manufaktur atau pasokan 'lean' hulu
dari rantai pasokan, sementara respons "gesit" dapat diberikan kepada
pasar hilir. Menjaga inventaris di hulu memungkinkan bentuk dan lokasi
barang yang akan ditunda selama mungkin, sehingga mengurangi
persediaan, menjaga persediaan Seringkali diperlukan hilir untuk dapat
menanggapi dengan cepat permintaan pelanggan.
Kombinasi rantai pasokan global (yang cenderung memiliki waktu
tunggu yang lama) dan semakin meningkat pasar yang bergejolak
menghasilkan sejumlah besar saham strategis. Tren ini semakin
diperburuk oleh proliferasi berbagai produk, menghasilkan stok banyak lini
produk yang berbeda diperlukan. Jadi sementara langkah besar telah
terjadi diambil untuk meningkatkan manajemen rantai pasokan, terutama
dengan persediaan, tingkat persediaan keseluruhan cenderung tetap
cukup statis dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara seperti Inggris
dan Amerika Serikat, dibandingkan dengan tingkat kegiatan ekonomi.
Penyimpanan stok hanyalah salah satu dari beberapa fungsi yang dapat
dilakukan gudang. Jadi dengan semakin meningkatnya penekanan pada
barang bergerak melalui rantai pasokan, banyak peran mungkin terkait
dengan kecepatan pergerakan serta untuk menjaga stok.
1) Titik retensi inventaris. Ini biasanya dikaitkan dengan titik performa:
Konsep dan, sebagaimana dijelaskan di atas, mungkin melibatkan
kepemilikan inventaris yang besar. Alasan lain mungkin termasuk
pemeliharaan bagian-bagian penting jika terjadi kerusakan atau
kerusakan. sebagai repositori (misalnya, untuk catatan file atau objek
pribadi).
2) Pusat Konsolidasi Pelanggan biasanya memesan beberapa lini
produk, bukan hanya satu, dan biasanya lebih suka agar mereka
dikirim bersama. Gudang bisa melakukan fungsi menyatukan
mereka, baik dari stok mereka sendiri atau tempat lain dalam rantai
pasokan.
3) Pusat penyeberangan. Jika barang dibawa dari bagian lain dari
rantai pasokan (misalnya, langsung dari produsen atau gudang lain)
khusus untuk memenuhi pesanan pelanggan, mereka cenderung
melakukan crossdocking. Ini berarti bahwa barang ditransfer.
langsung dari kendaraan yang tiba di kendaraan yang berangkat
melalui kwitansi dan keluar barang kompartemen tanpa ditempatkan
di penyimpanan.
4) Pusat Klasifikasi. Ini pada dasarnya adalah pusat cross-dock, tetapi
istilah ini cenderung digunakan untuk depot parsel tempat barang
dibawa ke gudang khusus untuk tujuan klasifikasi untuk wilayah atau
pelanggan tertentu. Operasi serupa terjadi dalam kasus produk
fashion 'didorong' ke toko tempat produk berada dibawa ke gudang
semata-mata dengan tujuan mengklasifikasikan muatan kendaraan.
5) Instalasi pemasangan Ini sering berguna untuk menunda produksi
sebanyak mungkin. rantai pasokan untuk meminimalkan persediaan.
Gudang itu bisa digunakan sebagai titik perakitan akhir produk, yang
melibatkan aktivitas seperti perakitan, pengujian, memotong dan
memberi label.
6) Titik transportasi. Mereka sangat umum untuk melayani daerah
peripheral sebuah negara. Dalam skenario tipikal, pesanan akan
dipilih dari distribusi nasional dan diangkut ke depot transhipment
"non-stok" tempat barang diklasifikasikan muatan kendaraan yang
lebih kecil untuk pengiriman segera ke pelanggan. Transhipments ini
deposit dapat berupa gudang kecil yang hanya digunakan untuk
tujuan klasifikasi atau operasi ini bahkan dapat dilakukan di area
beton menggunakan trailer drawbar kotak swap yang telah dimuat ke
rute kendaraan pengiriman lokal. Tempat kendaraan hanya akan
mengambil setiap kotak bergerak dan mengirimkannya langsung ke
pelanggan.
7) Pusat barang kembali. Penanganan barang yang dikembalikan
menjadi semakin banyak penting. Ini didorong oleh kedua undang-
undang lingkungan (misalnya tentang pengemasan dan pemulihan
bahan dari barang-barang listrik / elektronik) dan tumbuh Belanja
internet (yang cenderung dikaitkan dengan persentase lebih tinggi
dari barang dikembalikan daripada dalam kasus pembelian di dalam
toko).
8) Gudang sering memenuhi kombinasi dari peran yang berbeda ini,
dan penting untuk memperjelasnya peran yang tepat sedang
dilakukan. Saat ini, ada berbagai macam nama yang diberikan
kepada gudang dan Banyak dari nama-nama ini mencerminkan
berbagai peran yang mereka mainkan. Beberapa nama ini termasuk:
pusat konsolidasi pemasok, JIT
DAFTAR PUSTAKA

Alan Rushton, P. C. (2010). The handbook of logistiks and distribution


management, 4th ed. USA: Kogan Page Limited.
Anon. 2014. “[Rushton,_Alan;_Baker,_Peter;_Croucher,_Phil]_The_(z-
Lib.”
Bastuti, S., & Teddy, T. (2017). Analisis persediaan barang dengan
metode time series dan sistem distribution requirement planning
untuk mengoptimalkan permintaan barang di pt. asri mandiri
gemilang. 116–126.
Chandra, A. (2013). Analisis Kinerja Distribusi Logistik Pada Pasokan
Barang Dari Pusat Distribusi Ke Gerai Indomaret Di Kota Semarang.
Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.
Hieber, R. (2002). Supporting Transcorporate Logistics by Collaborative
Kinerjance Measurement in Industrial Logistics Networks. Zurich: vdf-
Verlag.
Martono, R. (2015). Manajemen Logistik Terintegrasi. Jakarta: Jakarta:
PPM.
Rosas, D. S. (2018). Problems & Solutions in Inventory Management.
mexico: Springer International Publishing AG.
Rushton, A., & Rushton, A. (n.d.). Handbook of THE Distribution
Management Management.
Rushton, A., Croucher, P., & Baker, P. (2014). The handbook of logistics
and distribution management: Understanding the supply chain.
Kogan Page Publishers.
Siahaya, W. (2013). Manajemen Pengadaan Procurement Management.
Penerbit Alfabeta Bandung.
Siahaya, W. (2013). Sukses Supply Chain Management Akses Demand
Chain Management. Media, Jakarta.
Silver, E. A., Pyke, D. F., & Thomas, D. J. (2016). Chapter 2 Frameworks
for Inventory Management and Production Planning and Scheduling.
In Inventory and Production Management in Supply Chains.
[Link]
Suharseno, Teguh, Riskin Hidayat, and Dian Liana Dewi. 2013. “Pengaruh
Ketidakpuasan Konsumen Dan Karakteristik Kategori Produk
Terhadap Keputusan Perpindahan Merek Dengan Kebutuhan
Mencari Variasi Sebagai Variabel Moderasi.” Buletin Studi Ekonomi
18(2):176–82
Vrat, P. (2014). Materials management – An integrated sistems approach.
New Delhi: Springer India.
Walker, H., & Jones, N. (2012). Sustainable supply chain management
across the UK private sector. Supply Chain Management, 17(1), 15–
28. [Link]

Anda mungkin juga menyukai