SPESIFIKASI TEKNIS
Rambu Lalu Lintas
I. UMUM
1.1 Tujuan
Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan Jalan yang berupa
lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang berfungsi
sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi
Pengguna Jalan.
Spesifikasi Teknis ini bersama dengan gambar Rencana Umum,
dimaksudkan sebagai petunjuk bagi pelaksanaan Pengadaan dan
Pemasangan Rambu Lalu Lintas untuk dibangun/dipasang pada
ruas jalan Nasional, Provinsi Maluku.
Gambar dan spesifikasi teknis satu sama lain saling
melengkapi. Sesuatu yang tertulis dalam spesifikasi dan tidak
ada dalam gambar atau sebaliknya, dianggap ada pada kedua-
duanya.
1.2 Dasar Regulasi
1) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM. 13 Tahun 2014
tentang Rambu Lalu Lintas;
2) Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor
SK.7234/AJ.401/DRJD/2013 tentang Petunjuk Teknis
Perlengkapan Jalan.
1.3 Jenis dan Jumlah
Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Spesifikasi Teknis
ini terdiri atas :
1) Rambu peringatan sejumlah 434 (Empat Ratus Tiga Puluh
Empat)
2) Rambu Petunjuk sejumlah 144 (Seratus Empat Puluh Empat)
3) Rambu Larangan sejumlah 146 (Seratus Empat Puluh Enam)
S P E S I F I K AS I T E K N I S
1.4 Lokasi Pemasangan
Lokasi pemasangan masing-masing jenis Rambu Lalu Lintas ini
adalah pada:
1) Ruas 015 Jalan Kobisonta - Banggoi (47,31 km)
2) Ruas 016 Jalan Banggoi - Bula (47,88 km)
3) Ruas 032 Jalan Air Buaya - Teluk Bara (28,61 km)
4) Ruas 033 Jalan Samalagi - Air Buaya (47,55 km)
5) Ruas 034 Jalan Tugu Namlea - Samalagi (48,30 km)
6) Ruas 039 1 Jalan Arma - Siwahan (Pulau Yamdena) (44,18 km)
7) Ruas 050 Jalan Larat - Lamdesar Timur (50,87 km)
8) Ruas 057 Jalan Pelabuhan - Wonreli - Lapter (11,46 km)
Lokasi pemasangan tersebut adalah sebagaimana Gambar Peta
Lokasi terlampir.
II. BAHAN DAN UKURAN
2.1 Daun Rambu
Daun Rambu terbuat dari pelat ACP dengan ketebalan minimal 3,0
mm. Ukuran daun rambu peringatan 750 mm x 750 mm.
Permukaan bagian depan harus dibubuhi inisial ”Perhubungan”
atau logo perhubungan dan pada bagian belakang daun rambu
dibubuhi Stiker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan, tahun
anggaran dan isi pasal 275 UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, contoh gambar terlampir :
2.2 Lembaran Reflektif
Rambu Lalu Lintas Standar
Minimal memiliki nilai retroreflektifª ASTM Tipe IV.
Fluore- Fluore- Fluore-
Sudut Sudut Ora- Hi- Me- Cok- sens sens sens
Putih Kuning Biru
Pengamatan Datang nye jau rah lat Kuning - Kuning Oranye
Hijau
0,1 -4 500 380 200 70 90 42 25 400 300 150
0,1 +30 240 175 94 32 42 20 12 185 140 70
0,2 -4 360 270 145 50 65 30 18 290 220 105
0,2 +30 170 135 68 25 30 14 8,5 135 100 50
0,5 -4 150 110 60 21 27 13 7,5 120 90 45
0,5 +30 72 54 28 10 13 6 3,5 55 40 22
ªKoefisien Retroreflektif (Ra) cd/fc/ft2 ([Link]-1.m-2)
RAMBU LALU LINTAS 2
S P E S I F I K AS I T E K N I S
Minimal memiliki nilai retroreflektifª ASTM Tipe XI.
Fluore- Fluore- Fluore-
Sudut Sudut Ora- Hi- Me- Cok- sens sens sens
Putih Kuning Biru
Pengamatan Datang nye jau rah lat Kuning - Kuning Oranye
Hijau
0,1 -4 830 620 290 83 125 37 25 660 500 250
0,1 +30 325 245 115 22 50 15 10 260 200 100
0,2 -4 580 435 200 58 87 26 17 460 350 175
0,2 +30 220 165 77 22 33 10 7.0 180 130 66
0,5 -4 420 315 150 42 63 19 13 340 250 125
0,5 +30 150 110 53 15 23 5.0 5.0 120 90 45
1.0 -4 120 90 42 12 18 4.0 4.0 96 72 36
1.0 +30 45 34 16 5.0 7.0 1.0 1.0 36 27 14
ªKoefisien Retroreflektif (Ra) cd/fc/ft2 ([Link]-1.m-2)
nilai sudut pengamatan 0.1 adalah persyaratan tambahan yang hanya
berlaku bila dispesifikasikan oleh pembeli atau dalam kontrak.
1) Khusus untuk rambu larangan berupa kata-kata dengan warna
dasar putih dan tulisan warna merah, nilai retroreflektif untuk
warna merah harus lebih tinggi daripada nilai retroreflektif warna
putih.
2) Permukaan lembaran reflektif rata dan halus serta bagian
belakang dilengkapi dengan perekat (precoating adhesive);
3) Setiap bahan yang akan dipergunakan harus lulus uji
laboratorium dengan menunjukkan sertifikat uji Laboratorium
resmi;
4) Warna mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor :
PM. 13 Tahun 2014 dan lampirannya tentang Rambu – Rambu
Lalu Lintas.
2.3 Tiang Rambu
Tiang rambu terbuat dari bahan baja galvanis dengan syarat :
1) Berbentuk pipa bulat ukuran 2 inchi, dengan diameter luar 60,3
mm diameter dalam 52,48 dan tebal 3,91 mm;
2) Pipa digalvanisir (zinc coating) dengan ketebalan minimal 70
micron;
3) Yield strenght pipa minimal 195 N/mm2 (28.282 Psi) dan Tensile
Strength pipa minimal 320 N/mm2 (46.412 Psi)
RAMBU LALU LINTAS 3
S P E S I F I K AS I T E K N I S
4) Tahan terhadap proses korosi dan oksidasi, dengan atau tanpa
lapisan anti karat pencegah korosi dan oksidasi, termasuk
bagian berlubang untuk sambungan baut;
5) Pipa utuh tanpa sambungan/las (seamless) dengan panjang
4.000 mm (untuk rambu standard).
6) Angkur bawah terdiri dari minimal 2 batang besi siku
3x30x30x200 mm yang masuk menyilang ke pipa;
7) Rangka rambu tempat menempelkan daun rambu menggunakan
besi siku uk. 3x30x30 mm yang satu sisinya vertical menghadap
ke depan, dan sisi lainnya horizontal masuk ke tiang dan dilas
rapat;
8) Ketinggian pemasangan rambu mengacu pada Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor. PM 13 Tahun 2014 tentang
Rambu Lalu Lintas
III. PELAKSANA PEKERJAAN
3.1 Pembuat Perlengkapan Jalan
Pelaksana pekerjaan pembuat Rambu Lalu Lintas adalah Badan
Usaha yang memiliki Tanda Daftar Badan Usaha Pembuat
Perlengkapan Jalan (TDBU-PPJ) Bidang Rambu Lalu Lintas dengan
Sub Bidang Rambu Lalu Lintas Konvensional yang masih berlaku.
3.2 Penyedia Bahan Perlengkapan Jalan
Bahan Rambu Lalu Lintas disediakan oleh Badan Usaha yang
memiliki Tanda Daftar Badan Usaha Penyedia Bahan Perlengkapan
Jalan (TDBU-PBPJ) Bidang Rambu Lalu Lintas dengan Sub Bidang
Rambu Lalu Lintas Konvensional yang masih berlaku.
IV. TATA CARA PENEMPATAN
Tata cara penempatan rambu lalu lintas mengacu pada Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor: PM 13 Tahun 2014 tentang Rambu –
Rambu Lalu Lintas Jalan;
RAMBU LALU LINTAS 4
S P E S I F I K AS I T E K N I S
V. TATA CARA PEMASANGAN
Pemasangan rambu lalu lintas jalan meliputi kegiatan :
1) Peletakan daun rambu pada tiang rambu;
Daun rambu yang telah dilapisi dengan lembaran retro reflektif,
diletakkan pada tiang rambu dengan menggunakan baut yang
dikencangkan.
2) Pembuatan pondasi dan peletakan rambu untuk rambu tiang
tunggal dengan syarat :
a. Ukuran pondasi rambu dibentuk dengan papan untuk
bekesting dan setiap tiang masing-masing berukuran:
Pengecoran di luar:
Sisi bagian atas : 250 mm
Sisi bagian bawah : 400 mm
Kedalaman : 600 mm
Bagian tiang rambu yang terbenam pada pondasi sedalam
600 mm;
b. Bagian dasar galian pondasi diberi lapisan pasir yang
dipadatkan dengan ketebalan 100 mm;
c. Mutu Pondasi beton K-175;
d. Bagian pondasi di atas di atas permukaan tanah setinggi
100 mm.
e. Jika dipandang perlu, untuk kondisi tertentu, pelaksana
pekerjaan dapat melakukan soil investigation untuk
mengetahui kondisi tanah dil lokasi pemasangan rambu
sehingga dimensi pondasi sesuai dengan kondisi
geoteknis tanah di lokasi pemasangan.
3) Pipa baja galvanis bulat ditutup dengan pelat baja sehingga air
tidak dapat masuk ke dalam pipa;
4) Rambu dipasang miring dengan sudut kemiringn 5O (lima derajat)
terhadap sumbu jalan.
RAMBU LALU LINTAS 5
S P E S I F I K AS I T E K N I S
VI. PENGAWASAN
Pembuatan dan pemasangan Rambu Lalu Lintas harus
dilaksanaakan dengan cara dan sistem yang baik, mempergunakan
tenaga-tenaga ahli dan berpengalaman di bidangnya. Sistem
pembangunan harus disetujui pemesan. Pemasangan sticker retro
reflective Rambu harus sesuai dengan petunjuk dan standar pabrik
pembuat (manufacturer).
Pengawasan pembuatan dan pemasangan Rambu Lalu Lintas
dilakukan oleh pihak ke-tiga sesuai dengan wewenang yang
diberikan oleh pemesan.
Pemesan (owner) dan pengawas harus diberi kebebasan memasuki
lokasi pelaksanaan pekerjaan untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan.
Jadwal pelaksanaan Network Planning pelaksanaan pekerjaan
harus disampaikan kepada Owner selambat-lambatnya 14 hari
(empat belas) hari setelah kontrak ditandatangani. Apabila dalam
pelaksanaan terjadi penyimpangan dari jadual, maka pelaksana
pekerjaan harus mengambil langkah-langkah seperlunya agar jadual
penyelesaian dan penyerahan tetap terpenuhi.
Pelaksana pekerjaan harus menunjuk petugas pengawasan mutu
(Quality Control) yang bersama-sama dengan pengawas
melaksanaan pemeriksaan mutu pekerjaan.
Pelaksana pekerjaan menunjuk seorang kepala proyek yang
bertanggungjawab terhadap pelaksanaan dan perkembangan
pekerjaan dengan mengacu pada jadual yang telah diserahkan
kepada pemesan.
Konsultan Supervisi pelaksanaan pekerjaan ini wajib:
1) Memiliki Tenaga Ahli yang memiliki kompetensi sesuai bidang
kerja yang dibutuhkan.
2) Mengawasi seluruh pelaksanaan pekerjaan mulai dari
pemesanan bahan, pengujian bahan, pengukuran dimensi dan
parameter teknis bahan;
RAMBU LALU LINTAS 6
S P E S I F I K AS I T E K N I S
3) Melakukan pengukuran dan pengujian parameter teknis untuk
memastikan bahwa pemilihan bahan dan pemasangan sudah
sesuai dengan Spesifikasi Teknis dan Gambar Teknis.
4) Membuat Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan
Bulanan pelaksanaan pekerjaan dilengkapi seluruh dokumentasi
dan hasil uji kompoen dan diserahkan kepada pemberi pekerjaan;
VII. PENGUKURAN DAN PENGUJIAN
Setiap material dan bahan yang akan difabrikasi harus mendapat
persetujuan dari Owner dan konsultan pengawas (owner surveyor).
Pengukuran dimensi dilakukan terhadap setiap parameter teknis
yang diatur di dalam Spesifikasi Teknis ini dan Gambar Teknis,
sebagai berikut:
1) Pengukuran ketebalan pipa tiang rambu dilakukan sebelum
fabrikasi pipa;
2) Verifikasi ketebalan zinc coating (galvanized) tiang rambu;
3) Pengukuran ketebalan pelat daun rambu Alluminum Composite
Panel (ACP);
4) Pengukuran dimensi pondasi.
Pengujian material dan komponen dilakukan terhadap:
1) Mutu beton pondasi dengan metode Non Destructive Test (NDT)
hammer test atau speciment test (kubus atau silinder);
2) Retro reflektivitas daun rambu.
VIII. GAMBAR DESAIN
Pelaksana pekerjaan diwajibkan membuat dan menyerahkan
gambar-gambar teknis dalam format CAD sesuai hasil pemasangan
(As Built Drawing) meliputi;
1) Gambar DED Rencana Umum Rambu
2) Gambar DED Daun Rambu
3) Gambar DED Konstruksi Tiang Rambu
4) Gambar DED Pondasi
RAMBU LALU LINTAS 7
S P E S I F I K AS I T E K N I S
IX. LAPORAN-LAPORAN
Pelaksana pekerjaan diwajibkan membuat Membuat Laporan
Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan pelaksanaan
pekerjaan dilengkapi seluruh dokumentasi dan hasil uji kompoen
dan disetujui oleh Konsultan Pengawasan (Supervisi) yang
selanjutnya diserahkan kepada pemberi pekerjaan untuk diverifikasi.
X. SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN
Serah Terima Hasil Pekerjaan dilaksanakan dengan melampirkan:
1) Spesifikasi Teknis Rambu Lalu Lintas terpasang (building
specification)
2) Dokumen Hasil Uji Lab setiap komponen
3) Dokumen Hasil Uji dan Pengukuran setiap komponen
4) Gambar-gambar Teknis setelah pemasangan (As Built Drawing)
XI. PERUBAHAN DESAIN
Desain dan Spesifiasi Teknis Rambu Lalu Lintas yang terdapat di
dalam spesifikasi teknis ini adalah milik Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
Perubahan dan atau modifikasi desain terhadap Desain harus
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direktorat Lalu Lintas
Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian
Perhubungan. Usulan perubahan desain harus dengan melampirkan
justifikasi dan perhitungan teknis yang komprehensif.
XII. PENUTUP
Pelaksana pekerjaan Rambu Lalu Lintas harus melampirkan :
1) Surat pernyataan jaminan spesifikasi bahan yang digunakan
sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam Dokumen
Pemilihan.
RAMBU LALU LINTAS 8
S P E S I F I K AS I T E K N I S
2) Bahan yang digunakan telah lulus uji lab dan memenuhi standar
yang berlaku dengan dilampiri hasil uji lab.
3) Sebelum serah terima pekerjaan akan dilakukan pemeriksaan
ulang untuk mengecek spesifikasi bahan yang digunakan dengan
dilampiri Berita Acara Pemeriksaan.
4) Surat Garansi selama 5 (lima) tahun dan surat keterangan
ketersediaan barang/suku cadang selama masa garansi.
5) Bahan yang digunakan/ atau dibuat diproduksi oleh badan usaha
yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
sesuai dengan SK.2778/AJ.004/DRJD/2015 tanggal 25 Juni 2015
tentang Pelaksanaan Tanda Daftar Badan Usaha Pembuat
Perlengkapan Jalan Dan tanda Daftar Badan Usaha Penyedia
Bahan Perlengkapan Jalan.
Ambon, Agustus 2023
Menyetujui, Memeriksa,
KEPALA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BALAI PENGELOLA TRANSPORTASI DARAT KEGIATAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
KELAS II MALUKU BPTD KELAS II MALUKU
Drs. H. HASAN BISRI NAUFAL IHZA MAHENDRA, [Link]. Tra
NIP. 196808181992031008 NIP. 199805212022031008
Mengetahui,
KASUBDIT PERLENGKAPAN JALAN
SUHENDRO WAGIONO, ST, M. [Link]
NIP. 19710501 199803 1 003
RAMBU LALU LINTAS 9