POWER TRAIN
SYSTEM
PADA KENDARAAN MOBIL
By : Doel Rahim
SISTEM PEMINDAH TENAGA
Power Train System ini adalah suatu sistem yang berfungsi untuk
meneruskan tenaga putar yang dihasilkan oleh engine menuju ke
roda penggerak.
Artinya, tenaga putar yang sudah dihasilkan oleh engine melalui
proses pembakaran, diteruskan dari mesin ke roda melalui
sistem power train ini
Sistem pemindah tenaga pada mobil sendiri dibedakan
berdasarkan sistem penggeraknya. Ada tiga sistem penggerak,
yakni Front Wheel Drive (FWD), Rear Wheel Drive (RWD), dan
Four Wheel Drive (4WD).
[Link]
JENIS SISTEM PENGGERAK
1) FWD (Front Wheel Drive)
Dimana mesin diletakkan di depan kendaraan, dan yang
menggerakkan kendaraan adalah roda bagian depan.
Biasanya pada tipe ini menggunakan mesin yang ber posisi
horizontal. Karena transmisi di letakan sejajar dengan
poros yang berputar menuju roda.
Contoh mobil yang memakai sistem FWD adalah Ertiga,
Honda Jazz, Grand Livina, Mazda 2, Toyota Avanza dan
Daihatsu Xenia terbaru, Mitsubishi Expander dan lainnya.
JENIS SISTEM PENGGERAK
1. Traksi lebih baik, karena roda depan menyeret
bodi mobil bukan mendorongnya.
Kelebihan FWD (Front Wheel
2. Komponen yang di gunakan lebih sedikit
Drive)
sehingga biaya produksi juga lebih murah.
3. Kabin lebih longgar dan rata.
1. Komponen akan lebih cepat rusak karena harus bekerja lebih
berat, sebabnya selain menjadi penggerak yang mendapatkan
Kekurangan FWD (Front
tenaga dari mesin, juga harus mendapat putaran dari setir.
Wheel Drive)
2. Pada kecepatan tinggi dapat terjadi Understeer. Yaitu mobil
akan cenderung bergerak lurus menuju sisi luar belokan.
JENIS SISTEM PENGGERAK
2) RWD (Rear Wheel Drive)
Dimana mesin diletakkan di depan kendaraan, sedangkan roda yang
menggerakkan kendaraan adalah roda bagian belakang. Pemindahan
tenaga mesin di bantu oleh garden untuk meneruskan tenaga mesin
yang berada di depan ke roda bagian belakang. Menempatkan
putaran roda di bagian belakang memungkinkan cukup ruang untuk
transmisi diletakan di tengah kendaraan, dan menghindari kerumitan
mekanis yang terkait dengan daya transmisi ke roda depan.
Contoh mobil yang memakai sistem FWD adalah Toyota Rush,
Suzuki APV, Suzuki Escudo dan lainnya.
JENIS SISTEM PENGGERAK
1. Lebih awet, karena roda belakang hanya untuk bergerak maju
dan mundur.
Kelebihan RWD (Rear Wheel
2. Radius putar jauh lebih banyak, karena tidak ada yang
Drive)
membatasi.
3. Lebih kuat mengangkut beban berat.
1. Bobot kendaraan lebih berat, karena komponen yang di
Kekurangan RWD (Rear Wheel gunakan lebih banyak.
Drive) 2. Biaya produksi juga lebih mahal.
3. Akselerasi lebih lambat.
JENIS SISTEM PENGGERAK
3) 4WD (Four Wheel Drive)
Dimana mesin di letakkan di depan kendaraan, sedangkan yang
menggerakkan kendaraan adalah ke empat roda, baik roda depan
maupun roda belakang sama-sama menggerakkan kendaraan. Maka
untuk menggerakkan ke empat roda tersbut dipasanglah Transfer.
Sebagian banyak orang menyebutnya dengan kendaraan off-road dan
olahraga utilitas kendaraan, karena dengan menyalakan ke empat
roda dapat menyetabilkan kendaraan dalam berbagai medan.
Contoh mobil yang memakai sistem FWD adalah Pajero Sport,
Toyota Fortuner, Toyota Hilux dan lainnya.
JENIS SISTEM PENGGERAK
1. Traksi maksimal karena semua roda berputar, jika satu roda
terjadi selip maka roda yang lain tetap akan membantu bergerak.
Kelebihan 4WD (Rear Wheel
2. Pengendara juga dapat memilih, akan menggerakan roda depan
Drive)
atau belakang saja.
3. Akselerasinya lebih baik dibanding penggerak dua roda, baik
roda depan ataupun belakang.
4. Gejala understeer atau oversteer sulit terjadi.
1. Bobot lebih banyak.
Kekurangan 4WD (Rear Wheel 2. Biaya produksi juga lebih mahal.
Drive) 3. Akselerasi lebih lambat.
kendaraan lebih berat, karena komponen yang digunakan
KOMPONEN SISTEM PEMINDAH TENAGA
1) Kopling (Clutch)
Kopling pada kendaraan terletak di antara mesin dan transmisi. dan
berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran dari mesin
menuju transmisi.
Kopling akan sangat berguna saat kita memindahkan kecepatan
roda gigi, perbedaan perbandingan gigi akan memicu terjadinya
hentakan. Dengan adanya kopling maka hentakan saat perpindahan
roda gigi akan dicegah.
KOMPONEN SISTEM PEMINDAH TENAGA
2) Transmisi (Transmission)
Berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya output tenaga mesin sesuai
dengan kondisi perjalanan. Transmisi digunakan untuk merubah
momen dengan cara memindah perbandingan roda gigi sehingga
dihasilkan momen yang sesuai dengan beban mesin, dan
memindahkan momen tersebut ke roda.
Maka, secara sederhana transmisi berfungsi untuk menyesuaikan
putaran mesin sesuai dengan kebutuhan, memungkinkan untuk maju
dan mundur kendaraan, serta memberikan kondisi netral meski
mesin hidup. Transmisi terletak di antara kopling dan propeler shaft
(khusus untuk jenis RWD dan 4WD).
KOMPONEN SISTEM PEMINDAH TENAGA
2) Transmisi (Transmission)
Kombinasi Dasar Roda Gigi : A = Roda gigi penggerak (Drive)
B = Roda gigi yang digerakkan (Driven)
KOMPONEN SISTEM PEMINDAH TENAGA
3) Poros Propeller
Poros propeller terletak di antara komponen transmisi dan
gardan atau differensial. Fungsi utamanya adalah untuk
menghubungkan putaran yang diberikan oleh transmisi ke
gardan.
Propeller shaft berupa batang baja berlubang yang dibagian
ujung-ujungnya dipasangkan universal joint. Universal joint
berguna ketika terjadi perubahan sudut ketinggian antara
transmisi dengan roda.
KOMPONEN SISTEM PEMINDAH TENAGA
4) Gardan (Differential)
Fungsi gardan atau diferential adalah untuk meneruskan tenaga dari
propeller shaft ke axle shaft dengan arah tegak lurus terhadap
propeller. Selain itu gardan juga berfungsi untuk membedakan putaran
roda kiri dan kanan saat mobil berbelok. Putaran roda saat belok harus
berbeda agar tidak terjadi slip.
Differential bekerja dengan prinsip perbedaan beban roda, ketika mobil
berbelok ke arah kiri maka beban tumpuan mobil sebagian besar
berpindah ke roda belakang kiri, sehingga gaya tekan pada roda ini
semakin besar. Hal itu secara otomatis membuat rangkaian roda gigi
diferential untuk mengurangi putaran roda kiri dan menambah putaran
roda kanan
KOMPONEN SISTEM PEMINDAH TENAGA
5) As Roda (Axle Shaft)
Rear Axle Shaft merupakan poros yang
berhubungan dengan gardan. Berfungsi untuk
meneruskan tenaga mesin ke roda belakang. Rear
Axle umumnya menumpu beban yang lebih berat
daripada roda depan, sehingga konstruksi poros
penggerak rodanya juga relatif lebih kuat.
Pemasangan poros akan dipengaruhi oleh jenis
suspensi yang digunakan. Secara umum tipe
suspensi yang digunakan ada dua kelompok yaitu
suspensi bebas (independent) dan suspensi kaku
(rigid).