NAMA :
KELAS : PGSD R-004
MATA KULIAH : Pembelajaran Berdiferensiasi
TOPIK :
NAVIGASI :
Pengertian Project Based Learning
Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan
kesempatan pasa siswa untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan
kemampuan melalui kegiatan problem solving dan investigasi. Brandon Goodman dan J.
Stiver mendefinisikan Project Based Learning sebagai sebuah pendekatan pengajaran yang
dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi
peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara
berkelompok.
Project based learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menjadikan peserta didik
sebagai subjek atau pusat pembelajaran, menitikberatkan proses belajar yang memiliki hasil
akhir berupa produk. Artinya, peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan aktivitas
belajarnya sendiri, mengerjakan proyek pembelajaran secara kolaboratif sampai diperoleh
hasil berupa suatu produk. Itulah mengapa kesuksesan pembelajaran ini sangat dipengaruhi
oleh keaktifan peserta didik.
Model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) ini tidak hanya fokus pada hasil
akhirnya, namun lebih menekankan pada proses bagaimana siswa dapat memecahkan
masalahnya dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk. Pendekatan ini membuat siswa
mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan berpartisipasi aktif dalam
pengerjakan proyeknya. Hal ini tentu saja lebih menantang daripada hanya duduk diam
mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku kemudian mengerjakan kuis atau tes.
Pengertian Project Based Learning Menurut Para Ahli
Para ahli boleh saja memiliki penafsiran arti yang berbeda-beda, namun inti dasarnya tetap
sama. Project based learning adalah model pembelajaran berupa tugas nyata seperti kerja
proyek, berkelompok, dan mendalam untuk mendapatkan pengalaman belajar yang
bermakna.
Adapun pengertian project based learning menurut para ahli adalah sebagai berikut.
Menurut Goodman dan Stivers, yaitu pendekatan pengajaran yang dibangun di atas
kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik
yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.
Menurut Made Wena, yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan
kepada pendidik untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja
proyek.
Menurut Grant, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk
melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik.
Menurut Afriana, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan
memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik.
Menurut Fathurrohman, yaitu model pembelajaran yang menggunakan proyek atau
kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Ciri-Ciri Pembelajaran Project Based learning
1. Siswa diarahkan untuk membuat keputusan dan membuat kerangka kerjanya sendiri.
2. Terdapat masalah atau pertanyaan yang harus dipecahkan.
3. Siswa merancang proses untuk mencapai hasil yang telah ditentukan.
4. Setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang
dikumpulkan untuk menyelesaikan proyeknya.
5. Siswa harus melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
6. Siswa secara teratur melakukan refleksi atas apa yang mereka kerjakan.
7. Hasil akhir yang diharapkan adalah siswa menghasilkan sebuah produk dan dievaluasi
kualitasnya.
8. Kelas harus mendukung adanya perubahan dan tidak membuat siswa takut melakukan
kesalahan.
Tujuan Project Based Learning
Dengan diterapkannya suatu model pembelajaran tentu mengandung tujuan yang hendak
dicapai. Adapun tujuan project based learning adalah sebagai berikut.
1. Melatih sikap proaktif peserta didik dalam memecahkan suatu masalah.
2. Mengasah kemampuan peserta didik dalam menguraikan suatu permasalahan di kelas.
3. Meningkatkan keaktifan peserta didik di kelas dalam menyelesaikan permasalahan
yang kompleks sampai diperoleh hasil nyata.
4. Mengasah keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan alat dan bahan di kelas
guna menunjang aktivitas belajarnya.
5. Melatih sifat kolaboratif peserta didik.
Langkah-Langkah Pembelajaran Project Based Learning
1. Mulai dengan sebuah pertanyaan.
Pertanyaan harus mengandung permasalahan yang harus dipecahkan dan menghasilkan
sebuah penemuan atau produk. Topik atau teman harus sesuai dengan real world dan
mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang mendalam.
2. Membuat Perencanaan (design a plan for the project).
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dengan siswa. Perencanaan meliputi
tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan
esensial dengan mengintegrasikan berbagai subjek yang mendukung, serta menginformasikan
alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek.
3. Menyusun jadwal aktivitas .
Guru dan siswa bersama-sama menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek.
Waktu penyelesaian proyek harus jelas, dan siswa diberi pengarahan untuk mengelola waktu
yang ada. Berikan siswa kebebasan dan kesempatan untuk mencoba menggali sesuatu yang
baru. Guru Pintar tetap harus memantau dan mengingatkan apabila siswa melenceng dari
tujuan proyek.
4. Mengawasi proses pengerjaan proyek.
Meskipun siswa diberikan kebebasan menentukan strategi dan cara mengerjakan proyeknya,
Guru pintar tetap bertanggungjawab untuk memantau siswa selama menyelesaikan proyek.
Guru pintar bertindak sebagai mentor yang selalu mengarahkan para siswa untuk selalu fokus
dan terarah dalam mengerjakan proyeknya.
5. Memberikan penilaian terhadap produk yang dihasilkan.
Penilaian yang Guru pintar lakukan untuk membantu pendidik dalam mengukur ketercapaian
standar pada proses dan produk yang dihasilkan. Guru pintar juga berperan dalam
mengevaluasi kemajuan setiap siswa dan memberi feedback. Selanjutnya Guru pintar dapat
menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Penilaian produk dapat dilakukan dengan
mempresentasikan produknya di depan teman atau guru.
6. Melakukan Evaluasi.
Pada akhir proses pembelajaran project based learning, guru dan siswa melakukan refleksi
terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan produk yang telah dihasilkan. Proses refleksi
dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Siswa hendaknya diberikan kesempatan
untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.
Sintak Model Pembelajaran
Sintak pembelajaran merupakan tahapan atau fase yang harus dikerjakan pada pembelajaran.
Dengan adanya sintak, alur kegiatan pembelajaran menjadi jelas dan terstruktur. Adapun
sintak model pembelajaran project based learning adalah sebagai berikut.
1. Menentukan pertanyaan mendasar
Sebelum masuk ke materi, guru harus memberikan pertanyaan mendasar terkait materi yang
akan dipelajari. Pertanyaan tersebut bisa dikemas dalam studi kasus di dunia nyata
dilanjutkan dengan penelusuran lebih mendalam.
2. Menyusun desain perencanaan proyek
Penyusunan desain proyek bersifat kolaboratif. Artinya, kerja sama antara guru dan peserta
didik. Pada desain ini memuat sejumlah poin, misalnya aturan main, aktivitas, dan presentasi.
3. Membuat jadwal aktivitas
Setelah guru dan peserta didik menyusun desain perencanaan proyek dilanjutkan dengan
membuat jadwal aktivitas. Adapun contoh jadwal aktivitasnya adalah sebagai berikut.
Menentukan timeline pengerjaan
Menentukan deadline pengerjaan
Menentukan perencanaan baru untuk menyelesaikan proyek
Memberikan bimbingan bagi peserta didik yang menggunakan cara di luar proyek.
4. Melakukan monitor pada perkembangan kinerja peserta didik
Selama peserta didik mengerjakan proyek yang ditugaskan, guru harus aktif memonitor
kegiatan mereka. Hal itu bertujuan untuk menjaga agar suasana belajar tetap kondusif.
Kegiatan monitor bisa dilakukan menggunakan alat perekam atau rubrik.
5. Menguji hasil kinerja peserta didik
Tingkat pencapaian peserta didik dalam menyelesaikan proyek yang ditugasnya akan diuji
dan dinilai oleh guru. Penilaian ini diharapkan bisa memberikan umpan balik bagi
pemahaman peserta didik. Hasil kinerja juga bisa digunakan oleh guru untuk menyusun
strategi pada pembelajaran selanjutnya.
6. Mengevaluasi pengalaman
Evaluasi pengalaman berupa refleksi dari kegiatan yang sudah dijalankan. Pada tahap ini
guru bisa melakukan diskusi ringan dengan peserta didik terkait pengalaman selama
mengerjakan proyek.
Kelebihan dan Kekurangan
Sama seperti model pembelajaran lainnya, model project based learning juga memiliki
kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.
Bisa meningkatkan ketekunan peserta didik saat pembelajaran.
Suasana belajar menjadi lebih menyenangkan karena peserta didiknya aktif.
Keterampilan peserta didik dalam mengelola suatu proyek semakin terasah.
Meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik.
Melatih sifat kolaboratif di dalam kelas.
Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut.
Membutuhkan peralatan yang lebih kompleks, sehingga dibutuhkan tim teaching.
Waktu yang dibutuhkan lebih lama, sehingga guru harus bisa mengondisikan agar
kelas tetap kondusif.
Perbedaan topik yang diberikan oleh guru bisa menimbulkan ketidakpahaman peserta
didik tentang keseluruhan topik.
Proyek akan terhambat jika peserta didiknya pasif dan kesulitan dalam
mengumpulkan data.