RISET OPERASI
Nama: Louisa Gloria Cahyono
NIM: 044408322
TUGAS TUTORIAL 1 (SESI 3)
1. Sebutkan dan jelaskan pendekatan yang biasa digunakan untuk menghitung
probalitas! (10)
2. Diketahui, probabilitas seorang siswa SMU dapat lulus ujian tahun yang akan datang
= 0,70. Sedang probabilitas seorang nasabah Bank A memenangkan undian berhadiah
= 0,10. Seorang siswa SMU kelas 3, dia menjadi pelanggan Bank A, berapakah
probabilitas siswa tersebut untuk lulus SMU tahun depan dan mendapat undian! (20)
3. Sebuah perusahaan bahan bangunan bermaksud menentukan waktu yang tepat untuk
mengganti kendaraan operasionalnya. Harga perolehan mobil Rp 200.000.000,
sedangkan harga jual dan biaya pemeliharaannya sebagai berikut:
Tahun Harga Jual Biaya Pemeliharaan
1 Rp150.000.000 Rp1.000.000
2 Rp140.000.000 Rp1.500.000
3 Rp130.000.000 Rp2.500.000
4 Rp120.000.000 Rp3.000.000
Berdasarkan nilai tinggi rata-rata, hitunglah biaya paling optimumnya dan pada tahun
ke berapa waktu yang paling tepat mengganti kendaraannya? (30)
4. Perusahaan Jaya Makmur menjual suatu barang, kebutuhan konsumen setiap tahun
1.500 buah. Biaya penyimpanan per tahun adalah 20% dari harga barang, harga setiap
barang Rp. 10, biaya pemesananya Rp.150, biaya keterlambatan membeli barang
Rp.4 setiap barang setiap tahunnya. Hitunglah:
a. Jumlah optimum barang yang dibeli? (20)
b. Jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya? (10)
c. Jumlah biaya optimal? (10)
JAWABAN :
1. Terdapat beberapa pendekatan yang biasa digunakan untuk menghitung probabilitas, di
antaranya:
1. Pendekatan Klasik:
- Didasarkan pada prinsip bahwa semua hasil yang mungkin terjadi memiliki peluang yang
sama.
- Probabilitas dihitung dengan membagi jumlah hasil yang diinginkan dengan jumlah total
hasil yang mungkin terjadi
- Contoh: Probabilitas mendapatkan angka 6 saat melempar dadu adalah 1/6.
2. Pendekatan Frekuensi Relatif:
- Didasarkan pada pengamatan empiris atau eksperimen berulang.
- Probabilitas dihitung dengan membagi jumlah kejadian yang diinginkan dengan jumlah
total kejadian yang diamati.
- Contoh: Probabilitas hujan di suatu kota berdasarkan data cuaca selama 10 tahun adalah
0,3 (30% dari total hari).
3. Pendekatan Subjektif:
- Didasarkan pada penilaian atau keyakinan pribadi seseorang terhadap
kemungkinan terjadinya suatu peristiwata.
- Probabilitas ditentukan berdasarkan informasi, pengalaman, dan intuisi individu. -
Contoh: Probabilitas tim sepak bola A memenangkan pertandingan berdasarkan analisis
pelatih adalah 0,6 (60%).
4. Pendekatan Teoritis:
- Didasarkan pada model matematika atau teori probabilitas yang telah dikembangkan.
- Probabilitas dihitung dengan menggunakan rumus atau teorema probabilitas.
- Contoh: Probabilitas mendapatkan dua angka ganjil saat melempar dua buah dadu adalah
3/16.
Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pemilihan
pendekatan yang tepat bergantung pada situasi dan informasi yang tersedia. Dalam
praktiknya, sering kali kombinasi dari beberapa pendekatan digunakan untuk memperoleh
hasil yang lebih akurat.
2. Diketahui:
Probabilitas siswa SMU dapat lulus ujian tahun yang akan datang = 0,70
Probabilitas seorang nasabah Bank A memenangkan undian berhadiah = 0,10
Ditanyakan:
Probabilitas siswa lulus SMU tahun depan dan mendapat undian
Jawab:
Karena pada permasalahan tersebut memiliki 2 kejadian yang tidak saling memperngaruhi,
maka berlaku peluang kejadian saling bebas.
Misal:
A = {siswa SMU dapat lulus ujian tahun yang akan datang}
B = {seorang nasabah Bank A memenangkan undian berhadiah}
Maka:
P(A∩B) = P(A) × P(B)
= (0,7) × (0,1)
= 0,07
Jadi, probabilitas ia lulus SMU tahun depan dan mendapat undian adalah 0,07.
3. Untuk menentukan waktu yang tepat untuk mengganti kendaraan operasional, perusahaan
harus mempertimbangkan penurunan harga jual dan biaya pemeliharaan kendaraan setiap
tahun. Dengan menghitung rata-rata biaya total (penurunan harga jual dan biaya
pemeliharaan) setiap tahun, perusahaan dapat menentukan tahun mana yang paling
ekonomis untuk mengganti kendaraan.
Berikut adalah proses perhitungan
Menghitung penurunan harga jual setiap tahun:
- Tahun 1: Rp 200.000.000 - Rp 150.000.000 = Rp 50.000.000
- Tahun 2: Rp 200.000.000 - Rp 140.000.000 = Rp 60.000.000
- Tahun 3: Rp 200.000.000 - Rp 130.000.000 = Rp 70.000.000
- Tahun 4: Rp 200.000.000 - Rp 120.000.000 = Rp 80.000.000
Menghitung biaya pemeliharaan setiap tahun:
Tahun 1: Rp 1.000.000
Tahun 2: Rp 1.500.000
Tahun 3: Rp 2.500.000
Tahun 4: Rp 3.000.000
Menghitung total biaya (penurunan harga jual dan biaya pemeliharaan) setiap tahun:
- Tahun 1: Rp 50.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp 51.000.000
- Tahun 2: Rp 60.000.000 + Rp 1.500.000 = Rp 61.500.000
- Tahun 3: Rp 70.000.000 + Rp 2.500.000 = Rp 72.500.000
- Tahun 4: Rp 80.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 83.000.000
Menghitung rata-rata biaya total setiap tahun:
- Tahun 1: Rp 51.000.000 / 1 = Rp 51.000.000
- Tahun 2: Rp 61.500.000 / 2 = Rp 30.750.000
- Tahun 3: Rp 72.500.000 / 3 = Rp 24.166.667
- Tahun 4: Rp 83.000.000 / 4 = Rp 20.750.000
Dari perhitungan di atas, biaya paling optimum adalah Rp 20.750.000 pada tahun ke-4.
Oleh karena itu, waktu yang paling tepat untuk mengganti kendaraan adalah pada akhir
tahun ke-4.
4. A. Untuk mencari jumlah optimum barang yang dibeli, perlu menghitung total biaya
penyimpanan dan biaya pemesanan terlebih dahulu.
Biaya penyimpanan per tahun = 20% x harga barang = 20% x Rp.10 = Rp.2
Biaya pemesanan = Rp.150
Biaya keterlambatan membeli barang = Rp.4 x jumlah barang = Rp.4 x 1500 = Rp.600
Total biaya = Biaya penyimpanan + Biaya pemesanan + Biaya keterlambatan membeli
barang :
= Rp.2 + Rp.150 + Rp.600
= Rp.752
Jumlah optimum barang yang dibeli adalah jumlah yang menghasilkan total biaya
minimum, yaitu 2 unit.
B. Jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya dapat dihit
rumus:
Jangka waktu optimal = (Jumlah optimum barang yang dibeli / Kebutuhan konsumen setiap
tahun) - 1 = (2 / 150) - 1
= -33/75 tahun
Namun, hasil ini tidak masuk akal karena jangka waktu tidak bisa negatif dan lebih kecil
dari satu tahun.
C. Jumlah biaya optimal adalah total biaya minimum, yaitu:
Jumlah biaya optimal = Total biaya untuk jumlah optimum barang yang dibeli =
Rp.752
SUMBER : RISET OPERASI EKMA4413 MODUL 1-3