RODA & BAN
RODA & BAN
RODA & BAN
SEJARAH BAN
Tubeless
1903
P.W. Litchfield
dari perusahaan ban
Goodyear sukses
merancang Ban Tubeless
pertama.
1890
1888 CK Walsh
John Boyd Dunlop menyempurnakannya
merancang ban dengan dengan merancang
1845 ban dalam berisi angin bibir pelek dan tepi ban
Robert W. mirip dengan ban fleksibel sehingga tidak
Thompson masa kini. Ban berisi perlu menempel terus
menemukan dan angin (pneumatik) pada pelek. Hasilnya 1948
mematenkan rancangan Dunlop desain ban luar dan
idenya berupa ban dirancang menempel
Michelin
ban dalam seperti yang membuat Ban Radial
berisi angin, lalu pada pelek sehingga kita temui sekarang.
Sebelum 1845 dibungkus lapisan Pertama yang daya
susah untuk kempis dan
Ban hanya dibuat kulit sebagai ban cengkeramnya lebih
ganti ban dalam.
dari karet padat. luarnya baik.
RODA & BAN
FUNGSI DASAR RODA
1. FUNGSI
a. Roda menopang beban melalui ban.
Dua ban menopang seluruh beban.
b. Gaya Gerak
Daya tarik roda pada jalan untuk
menjalankan sepeda motor.
c. Gaya Pengereman
Gaya yang menghentikan sepeda
motor, menggunakan gesekan antara
roda dengan jalan.
RODA & BAN
FUNGSI DASAR RODA
d. Kenyamanan
Ban meredam getaran dari jalan.
e. Berbelok
Permukaan kontak ban dengan jalan
akan berubah pada saat berbelok.
RODA & BAN
TIPE-TIPE RODA / RIM
1. Wire spoke wheel
Rim terbuat dari lembaran baja atau
aluminum alloy yang digulung dan hub
(drum) terpasang oleh kawat baja (spokes /
jari-jari).
Spoke wheel 2. Cast wheel
• Rim dan spokes dijadikan satu dengan
sistem tuang, “light alloy disc wheel”.
• Lebih kaku dan kuat.
• Tidak perlu penyetelan kelurusan.
Cast wheel
RODA & BAN
TIPE-TIPE RODA / RIM
3. Pressed Wheel
Spokes (jari-jari) dibentuk dengan press untuk menyatukan rim dan hub
dengan menggunakan baut dan mur atau dengan pengelasan.
RODA & BAN
BAN RADIAL
Tread Belt 2 Radial 1. Susunan ply-cords
Belt 1 Caracas
Ply-cords ban radial membentuk sudut
hampir siku (radially) dengan garis pusat
ban.
2. Materials ban
Kedua tipe ban (radial & bias),
Bead menggunakan material ply-cord yang sama
Tread yaitu: rayon, nylon dan polyester.
Belt
3. Karakteristik
• Perubahan radius putar kecil.
Inner liner
• Hambatan putar roda kecil.
Side reinforcement • Ringan karena rigiditas tinggi dari belt.
• Sulit menjadi panas karena minim
pergerakan dari tread.
Bead
• Tread sulit berubah bentuk.
RODA & BAN
BAN BIAS
1. Susunan ply-cords
Tread Breaker 2
Ban bias mempunyai struktur di mana ply-
Breaker 1
Carcass 1 cords membentuk sudut antara 30 - 40o
Carcass 2 dengan garis pusat ban.
2. Materials ban
Kedua tipe ban (radial & bias),
menggunakan material ply-cord yang sama
yaitu: rayon, nylon dan polyester.
Tread 3. Karakteristik
Bead
Breaker • Kemampuan untuk meredam guncangan
lebih baik.
Carcass
• Keausan tread lebih cepat, dibandingkan
dengan tipe radial.
Inner liner
Rigidity (Kekakuan)
Bead
Ban Bias : Rigiditasnya hampir sama pada
semua bagian ban.
RODA & BAN
PERBANDINGAN BAN BIAS & BAN RADIAL
Ban Bias Apabila ada tekanan dari samping pada saat
berbelok:
Ban Bias :
Area kontak permukaan tread dengan jalan
berkurang (berubah) akibat tekanan pada
dinding samping.
Ban Radial Radial tire :
Area kontak permukaan tread dengan jalan
hampir tidak berubah, akibat dinding samping
flexible yang dapat menyerap gaya dari
samping.
RODA & BAN
KONSTRUKSI BAN
Tread :
Crown (tread)
• Adalah bagian ban yang bersentuhan
langsung dengan jalan.
Shoulder
• Terbuat dari karet yang keras.
Tire
Breaker :
Side Tube • Adalah lapisan bagian dalam ban.
wall
Rim
Caracas :
Bead Rim band • Adalah rangka dari ban.
Inflation valve
Bead :
• Adalah lapisan ban yang harus mampu
Breaker Tread
memegang dengn kuat pada pelek, melalui
Shoulder
tekanan udara selama berjalan.
Carcass
Side wall Inner liner :
Rim
• Adalah lapisan yang terdapat di bagian
Bead toe
Bead wire Bead
cushion dalam ban tubeless.
Bead heel
RODA & BAN
TREAD PATTERN (POLA KEMBANG BAN)
Rib Pattern
• Tekture dengan pola alur sejajar, sepanjang
lingkar roda.
• Stabilitas pengendalian lebih baik &
mengurangi bahaya selip.
• Digunakan pada roda depan.
Lug Pattern
• Pola ini memiliki alur dengan garis
melintang dengan tujuan menambah daya
dorong.
• Kebanyakan dipakai pada roda belakang.
RODA & BAN
TREAD PATTERN (POLA KEMBANG BAN)
Rib-Lug Pattern
• Pola kombinasi dari pola rib dan pola lug.
• Bila pola rib lebih dominan, digunakan untuk
roda depan.
• Bila pola lug lebih dominan, digunakan pada
roda belakang.
Block Pattern
• Dengan pola segi empat yang sama (block).
• Cengkeraman roda lebih kuat & tahan
terhadap gaya selip.
• Dipakai pada sepeda motor off road.
• Pola dengan block besar dipakai pada ban
depan dan block kecil pada roda belakang.
RODA & BAN
POLA TREAD ACTUAL (yang sering dipakai pada motor sport)
Roda Depan
Tread pattern • Alur sepanjang lingkaran ban, merupakan
kombinasi dari beberapa alur melintang dan
sedikit miring.
• Berguna untuk menambah traksi (grip) ke
REAR
jalan, kemampuan steer ability
Front tire (bermanuver) dan berbelok.
Course stability
Steer ability/drainage
Roda Belakang
• Alur sepanjang lingkaran ban, untuk
membantu menyingkirkan air pada jalanan
Rire tire
basah, sehingga traksi ke jalan tidak
berkurang.
Drainage/stability
RODA & BAN
UKURAN BAN (INCH)
RODA & BAN
UKURAN BAN
RODA & BAN
UKURAN BAN
W 270 km/jam
Z 300 km/jam
RODA & BAN
UKURAN BAN (METRIK)
RODA & BAN
UKURAN BAN
Index Beban Index Beban
56 224 kg 64 280 kg
57 230 kg 65 290 kg
58 236 kg 66 300 kg
59 243 kg 67 307 kg
60 250 kg 68 315 kg
61 257 kg 69 325 kg
62 265 kg 70 335 kg
63 272 kg 71 345 kg
RODA & BAN
BAN TUBE & TUBELESS
Valve
Tipe dengan BAN DALAM (TUBE)
Wheel • Jika ada paku menembus ban, udara di
dalam ban akan segeraA keluar (bocor).
• Jika terus dijalankan, maka lubang akan
Tube
semakin membesar.
Valve
Wheel Tipe TANPA BAN DALAM (TUBELESS)
Chafer • Pada bagian dalam ban, terdapat lapisan
inner liner.
Inner liner
• Jika ada paku menembus ban, maka lapisan
dalam itu segera menutup lubang, sehingga
udara tertahan keluar.
RODA & BAN
TEKANAN UDARA BAN
Tekanan udara pada ban bervariasi, tergantung dari:
• Ukuran ban, Tipe sepeda motor, Kondisi jalan, Cara pemakaian,Dll.
Tekanan udara ban yang tidak sesuai akan mengakibatkan:
• Kestabilan dan kenyamanan kurang baik.
• Pada kecepatan tinggi dan belokan akan berbahaya.
• Umur ban akan berkurang.
Tekanan udara pas Tekanan udara Tekanan udara
terlalu tinggi terlalu rendah
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN BALAP
V-Profile
Bentuk crown melancip
membuat kontak area
yang menyesuaikan
kebutuhan pembalap
saat manuver ditikungan
ataupun saat di trek lurus
Keuntungan :
• Rolling resistance/hambatan gesek rendah
saat ditrek lurus.
• Grip yang baik saat menikung.
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN BALAP
ABLS (Advanced Bead Locking System)
Material Bead yang unik sehingga ban berkarakter mampu mencengkram
velg dengan baik sehingga mampu memaksimalkan kestabilan berkendara
Kawat Bead ABLS
Mampu menjaga posisi tire terhadap rim agar kestabilan &
safety terjaga, ban tidak akan bergeser dari rim nya
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN BALAP
Asymmetric Compound (Dual Compound Technology):
Teknologi yang menggabungkan dua material kompon berbeda sehingga memiliki
keterpaduan keunggulan secara bersamaan : Kestabilan, Daya tahan ban dan
Daya cengkeram yang tinggi.
Hard Compound
Soft Compund
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN BALAP
1. Softer Compound (Kompon lunak)
• Compound ini digunakan untuk
mempercepat pemanasan kondisi ban.
• Ban ini bisa digunakan jika :
- Kondisi suhu aspal sirkuit lebih dingin,
- Permukaan aspal sirkuit lebih halus.
2. Harder Compound (Kompon keras)
• Compound ini digunakan untuk
memaksimalkan daya tahan ban.
• Ban ini bisa digunakan jika :
- Kondisi suhu aspal sirkuit lebih panas,
- Permukaan aspal sirkuit kasar.
Suhu Kerja Maksimal Ban Balap :
70° - 100° C (ban yang tidak dipakai akan sulit mencapai suhu kerja ini)
[Link]
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN BALAP
1. Ban Slick
• Ban ini hanya bisa digunakan saat sirkuit
dalam kondisi kering dan
menggunakan tire warmer (pemanas ban).
Ciri – ciri :
• Tidak memiliki alur.
• Kompon sangat lunak.
Perhatian :
• Setiap ban memerlukan suhu yang panas
untuk meningkatkan daya cengkeram.
• Dengan bantuan Tyre Warmer, ban akan
mencapai suhu yang optimal (70-100°C)
untuk balap tanpa harus mengelilingi sirkuit
terlebih dahulu.
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN BALAP
2. Ban Basah
• Ban ini hanya bisa dipakai di sirkuit dalam
kondisi basah. karena ban ini akan sangat
mudah menjadi panas.
Ciri – ciri :
• Alur sangat banyak.
• Seluruh kompon sangat lunak.
• Tidak dapat digunakan di jalan raya.
Mengurangi “aqua planning
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN SPORT
3. Ban Semi Slick
• Ban ini merupakan ban stadar Superbike
dan Supersport.
• Disebut ban semi slick, karena seperti ban
slik dengan alur.
• Ban ini bisa digunakan dalam balapan bisa
juga digunakan di jalan raya, tapi ingat
komponennya sangat lunak.
• Ciri – ciri :
• Alur ban sedikit.
• Seluruh kompon sangan lunak.
• Lebih cocok digunakan di track tetapi bisa
digunakan di jalan raya dalam kondisi
kering.
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN SPORT
4. Ban Dual Purpose – Track – Jalan Raya
• Ban ini bisa digunakan di trek ataupun di
jalan raya dengan kualitas sama baik.
• Tetapi tidak sebaik fungsi dari ban Semi
Slick apalagi slick di sirkuit atau fungsi ban
jalan raya.
Ciri – ciri :
• Alur ban relatif sedang.
• Kompon terbagi dua, bagian tengah sedang
bagian samping lembut.
RODA & BAN
TEKNOLOGI BAN JALAN RAYA
5. Ban Jalan Raya Murni
• Ban buat jalan raya dan tidak cocok
digunakan di sirkuit.
Ciri – ciri :
• Alur ban relatif sedang.
• (Kompon) ban terbagi dua, bagian tengah
(Sedang) bagian samping (keras).
• Sangat baik digunakan di aspal jalan raya
dengan kondisi normal.
RODA & BAN
PENYIMPANAN BAN
1. Pastikan ruangan terlindung dari sinar
matahari dan UV.
2. Jaga temperatur ruangan dari perubahan
suhu yang extrim secara terus menerus.
3. Penyimpanan jangan ditumpuk, sebaiknya
didirikan satu persatu dan diberi alas.
4. Hindarkan ban dari tempat lembab, cairan
kimia dan oli.
RODA & BAN
PEMASANGAN BAN
Arah putar ban
1. Pastikan velg (rim) & ban dalam kondisi
baik.
2. Pastikan arah rotasi, tanda balance & rim
line (garis velg) terpasang dengan tepat.
3. Maksimum tekanan saat fitting (ban
terpasang sempurna di velg), adalah 40 Psi.
4. Atur tekanan udara ban depan dan
belakang sesuai standard.
5. Tutup valve (pentil) dengan sempurna.
6. Periksa / setel kelurusan antara roda depan
dan belakang.
Posisi valve (pentil)
RODA & BAN
- END -