Medan radiasi. Setiap bulan (maksimal 3 bulan) tim badge/TLD
- Sistem hubungan antar organisasi yang terkait dalam fungsi penanggulangan;
- Prosedur koordinasi dengan organisasi terkait lain;
- Perjanjian atau dokumen tertulis dengan organisasi atau pihak-pihak terkait lain untuk
melaksanakan tindakan penanggulangan.
Sistem komunikasi dengan pihak lain yang terkait dalam Penanggulanagan Keadaan Darurat
harus dikoordinasikan dengan sistem perjanjian kerja sama yang tertulis dan selalu diperbaharui setiap
tahu/setiap dua tahun. Pihak-pihak yang erkaityang dimasud antara lain : Kepolisisan, Pemadam
Kebakaran, Rumah Sakt, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Badan Pengawan Tenaga Nuklir.
CATATAN :
Setiap terjadi kecelakaan radiasi, wajib segera dilaporkan secara lisan ke Petugas Proteksi Radiasi untuk
selanjutnya dilaporkan ke Pemegang Izin dan ke :
Dan dibuat laporan tertulis yang memuat evaluasi dan analisis penyebab kecelakaan radiasi oleh Petugas
Proteksi Radiasi paling lama 2x24 jam setelah kecelakaan terjadi.
VII.3.2. Pelatihan Penanggulana Keadaaan Darurat
Pemegang izin menyusun dan melaksanakan program latihan keadaan darurat secara
komprehensif dan teratir minimal dua tahun sekali dan latihan kedaruratan ini dilakukan untuk kawasan
PT. MUTIARA HEXAGON. Pelaksanaan dan hasil program pelatihan disampaikan kepada Bapeten.
Keadaan darurat adalah kejadian yang terjadi di luar dugaan yang memungkinkan terjadinya
bahaya radiasi baik bagi pekerja radiasi maupun masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut maka
diperlukan pengetahuan yang bertujuan menghindari serta menanggulangi keadaan darurat tersebut.
Terkait dengan hal itu maka harus disusun dan dilaksanakan program pelatihan dan uji coba
penanggulanangan keadaan darurat. Program pelatihan penanggulangan keadaan darurat ini harus
dievaluasi secara komprehensif dan teratur minimal 1 (satu) tahun sekali
Serta dikembangan pula dengan sistem tes dan evaluasi untuk menjamin kesiapsiagaan personil,
peralatan dan tim penanggulangan keadaan darurat secara keseluruhan.
Pemegang izin harus menyusun, merencanakan dan melaksanankan program latihan dan uji
coba penanggulanagan keadaan darurat secara komprehensif dan teratur minimal satu tahun sekali.
Setiap latihan peru dikembangkan suatu skenario keadaan darurat yang mungkin terjadi dari
yang paling ringan sampai yang terparah, untuk menjamin kesiagaan dan ketrampilan personil, kesiapan
dan kecukupan peralatan, serta menguji kekompakan tim secara keseluruhan.