0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan5 halaman

Pendekatan Probabilitas dan Biaya Optimal

Dokumen ini berisi contoh soal dan jawaban tentang probabilitas dan riset operasi. Soal-soal tersebut meliputi pengertian probabilitas, perhitungan probabilitas kejadian gabungan, dan perhitungan biaya optimal untuk pengadaan barang.

Diunggah oleh

Widya Elva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan5 halaman

Pendekatan Probabilitas dan Biaya Optimal

Dokumen ini berisi contoh soal dan jawaban tentang probabilitas dan riset operasi. Soal-soal tersebut meliputi pengertian probabilitas, perhitungan probabilitas kejadian gabungan, dan perhitungan biaya optimal untuk pengadaan barang.

Diunggah oleh

Widya Elva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Widya Elva Retta

Nim : 043076542

Matkul : Riset Operasi

Prodi : Manajemen

Tugas 1

1. Sebutkan dan jelaskan pendekatan yang biasa digunakan untuk menghitung probalitas!

Jawaban :
Ada dua cara atau pendekatan yang biasanya digunakan untuk menghitung
probalitas yaitu :

a. Pendekatan Teoretis
Pendekatan teoretis sering juga disebut dengan pendekatan klasik. Penentuan
probalitas didasarkan pada objek yang terlibat. Contohnya suatu mata uang logam
Rp 500 memiliki dua permukaan yang simetris, yaitu permukaan A (yang bergambar burung garuda) dan
permukaan B (yang bergambar bunga). Jika dilempar keatas, probalitas muncul permukaan A = 0,50 dan
permukaan B = 0,50.

b. Pendekatan Frekuensi
Pendekatan frekuensi yang disebut juga pendekatan experimental. Dalam
pendekatan ini probabilitas suatu peristiwa dihitung berdasarkan pengalaman, kejadian, atau hasil yang
pernah terjadi. Misalnya, jika mata mata uang yang simetris dilemparkan 100 kali, diperoleh 48 kali
permukaan A tampak diatas dan
muncul permukaan B 52 kali,. Maka, probabilitas memperoleh pernukaan A = 48/100
= 0,48. Sementara itu, probabilitas diperolehnya permukaan B = 52/100 = 0,52

2. Diketahui, probabilitas seorang siswa SMU dapat lulus ujian tahun yang akan datang = 0,70. Sedang
probabilitas seorang nasabah Bank A memenangkan undian berhadiah = 0,10. Seorang siswa SMU kelas
3, dia menjadi pelanggan Bank A, berapakah probabilitas siswa tersebut untuk lulus SMU tahun depan
dan mendapat undian!

Jawaban :

• Diketahui :
Siswa SMU lulus ujian P(A) = 0,70
Nasabah bank memenangkan undian berhadiah P(B) = 0,10
• Ditanya :
Berapakah probabilitas siswa tersebut untuk lulus SMU tahun depan dan mendapat undian?
Pembahasan :
A dan B disebut sebagai kejadian saling bebas karena kejadian yang satu tidak akan
mempengaruhi kemungkinan terjadinya kejadian yang lainnya.
P (A n B ) = P(A) x P (B)
P (A n B ) = 0,70 x 0,10 = 0,07

3. Sebuah perusahaan bahan bangunan bermaksud menentukan waktu yang tepat untuk mengganti
kendaraan operasionalnya. Harga perolehan mobil Rp 200.000.000, sedangkan harga jual dan biaya
pemeliharaannya sebagai berikut:

Tahun Harga Jual biaya pemeliharaan

a. Rp150.000.000
Rp1.000.000
b. Rp140.000.000
Rp1.500.000
c. Rp130.000.000
Rp2.500.000
d. Rp120.000.000
Rp3.000.000

Berdasarkan nilai tinggi rata-rata, hitunglah biaya paling optimumnya dan pada tahun ke berapa waktu
yang paling tepat mengganti kendaraannya?

Jawaban :

• Diket : harga perolehan mobil = 200.000.000


• Ditanya : hitunglah biaya paling optimumnya dan pada tahun ke berapa waktu yang paling tepat
mengganti kendaraannya?

Pembahasan :

A. Menghitung penurunan harga jual:

Tahun 1 ; 200.000.000 - 150.000.000 = 50.000.000

Tahun 2 ; 200.000.000 - 140.000.000 = 60.000.000

Tahun 3 ; 200.000.000 - 130.000.000 = 70.000.000

Tahun 4 ; 200.000.000 - 120.000.000 = 80.000.000


B. Menghitung biaya pemeliharaan setiap tahun

Tahun 1 = 1.000.000

Tahun 2 = 1.500.000 + 1.000.000 = 2.500.000

Tahun 3 = 2.500.000 + 2.500.000 = 5.000.000

Tahun 4 = 3.000.000 + 5.000.000 = 8.000.000

Mencari rata-rata:

Tahun 1 =51.000.000 : 1= 51.000.000

Tahun 2 = 62.500.000 : 2= 31.250.000

Tahun 3 =75.000.000 : 3= 25.000.000

Tahun 4= 88.000.000 : 4= 22.000.000

Tabel Biaya atau Rata Rata yang harus ditanggung setiap Tahun

Tahun ke 1 2 3 4

Harga jual 150.000.000 140.000.000 130.000.000 120.000.000

Penurunan Harga 50.000.000 60.000.000 70.000.000 80.000.000


Beli

Biaya 1.000.000 2.500.000 5.000.000 8.000.000


pemeliharaan

Jumlah 51.000.000 62.500.000 75.000.000 88.000.000

Rata-Rata 51.000.000 31.250.000 25.000.000 22.000.000

Jadi biaya paling optimum yang tepat untuk mengganti kendaraan adalah Rp 51.000.000 dan terletak
pada tahun ke 1

4. Perusahaan Jaya Makmur menjual suatu barang, kebutuhan konsumen setiap tahun 1.500 buah. Biaya
penyimpanan per tahun adalah 20% dari harga barang, harga setiap barang Rp. 10, biaya pemesananya
Rp.150, biaya keterlambatan membeli barang Rp.4 setiap barang setiap tahunnya. Hitunglah:
[Link] optimum barang yang dibeli?
[Link] waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya?
[Link] biaya optimal?

Jawaban :

• diketahui :
Kebutuhan konsumen setiap tahun = 1.500 buah (D)
Biaya penyimpanan pertahun = 20% (H)
Harga barang = Rp 10
Biaya pemesanan Rp 150 (S)
Ditanya :
a. Jumlah optimum barang yang dibeli?
b. Jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya?
c. .Jumlah biaya optimal?

Pembahasan :
a. jumlah optimum barang yang dibeli
EOG = √((2DS) / H)
H = 20% x 10 = Rp. 2
EOQ = √((2 * 1500 * 150) / 2)
= √(225000) = 474.34
Jadi, jumlah optimum barang yang dibeli adalah sekitar 474 buah.

b. Jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya?


Pembahasan :
T = √((2DS) / H) / D
T = √((2 * 1500 * 150) / 2) / 1500 = √(225000) / 1500
= 474.34 / 1500 = 0.316 tahun
Jadi, jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya adalah sekitar
0.316 tahun.

c. Jumlah biaya optimal


pembahasan :
Biaya Total Pesanan = (D / EOQ) * S Biaya Penyimpanan = (EOQ / 2) * H
Biaya Total Pesanan = (1500 / 474) * 150 = 476.19
Biaya Penyimpanan = (474 / 2) * 2 = 474
Jumlah Biaya Optimal = 476.19 + 474 = Rp. 950.19
Jadi, jumlah biaya optimal adalah sekitar Rp. 950.19.

sumber : BMP 4413 / RISET OPERASI


[Link]
barang-kebutuhan-konsumen-setiap-tahun-1500-buah-biayapenyimpanan-per-tahun-adalah-20-dari-
harga-barang?page=3

Anda mungkin juga menyukai