PERANGKAT PEMBELAJARAN (MODUL
AJAR)
TAHUN PELAJARAN 2023/ 2024
DEWI TRI PURWANTI, SH
PERANGKAT PEMBELAJARAN
(MODUL AJAR)
MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (SENI
RUPA) SEMESTER GANJIL_KELAS
X_FASE. E
TAHUN PELAJARAN 2023-2024
SMK NEGERI 7 REJANG LEBONG
Disusun Oleh : DEWI TRI PURWANTI, SH
TAHUN 2023
ANALISIS HARI BELAJAR HARI EFEKTIF TAHUN PELAJARAN 2022-2023
Hari Non Efektif HARI EFEKTIF
Jml Hari PTS/PAS/ Hari Banyak
No Bulan dan Tahun Libur Libur Libur Libur Pasca Bagi
Hari Minggu Jumlah Masuk PAT/US/ Belajar Pekan
Umum Semester Khusus Keagamaan AN
semester Raport
Sekolah Efektif
1 Juli 2022 31 5 1 16 0 0 22 9 0 0 0 9
2 Agustus 2022 31 4 1 0 0 0 5 26 0 0 0 26
3 September 2022 30 4 0 0 0 0 4 25 7 0 0 18
4 Oktober 2022 31 5 1 0 0 0 6 25 0 0 0 25
5 Nopember 2022 30 4 1 0 0 0 5 25 0 0 0 25
6 Desember 2022 31 4 2 6 0 0 12 19 8 0 1 10
Jumlah 184 26 6 22 0 0 54 129 15 0 1 113 19
7 Januari 2023 31 5 0 0 0 0 5 26 0 0 0 26
8 Februari 2023 29 4 1 0 0 0 5 24 0 0 0 24
9 Maret 2023 31 4 2 0 0 2 8 23 6 0 0 17
10 Apr-23 30 5 2 0 0 2 9 21 0 0 0 21
11 Mei 2023 31 4 3 0 0 10 17 14 0 0 0 14
12 Juni 2023 30 4 1 11 0 0 16 14 8 5 1 0
Jumlah 182 26 9 11 0 14 60 122 14 5 1 102 17
Jumlah 366 52 15 33 0 14 114 251 29 5 2 215 36
RINCIAN MINGGU EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF
SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
I. JUMLAH MINGGU
NO BULAN JUMLAH MINGGU
1 JULI 4
2 AGUSTUS 5
3 SEPTEMBER 4
4 OKTOBER 4
5 NOPEMBER 5
6 DESEMBER 4
JUMLAH 26
II. JUMLAH MINGGU TIDAK EFEKTIF
NO BULAN KEGIATAN JUMLAH MINGGU
1 JULI Libur Semester 1
2 AGUSTUS - 0
3 SEPTEMBER Ujian Tengah Semester 2
4 OKTOBER - 0
5 NOPEMBER - 0
6 DESEMBER Ujian Akhir Semester 1
Kegiatan Remidial, classmeeting dan 1
Persiapan Pembagian Rapor
Libur Semester Ganjil TP 2023/2024 2
JUMLAH 7
III. JUMLAH MINGGU EFEKTIF
NO BULAN JUMLAH MINGGU
1 JULI 3
2 AGUSTUS 5
3 SEPTEMBER 2
4 OKTOBER 4
5 NOPEMBER 5
6 DESEMBER 0
JUMLAH 19
Mengetahui, Selupu Rejang, 10 Juli 2023
Ka. SMK N 7 REJANG LEBONG Waka Kurikulum
BUDI SETIA EDY, [Link] YOBA RAZINUR POPILAWATI, [Link]
NIP.19670221 200604 1 004 NIP. 19810709 200903 2 002
RINCIAN MINGGU EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF
SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
I. JUMLAH MINGGU
NO BULAN JUMLAH MINGGU
1 JANUARI 5
2 FEBRUARI 4
3 MARET 4
4 APRIL 4
5 MEI 5
6 JUNI 4
JUMLAH 26
II. JUMLAH MINGGU TIDAK EFEKTIF
NO BULAN KEGIATAN JUMLAH
MINGGU
1 JANUARI - 0
2 FEBRUARI - 0
3 MARET ASAS Kelas XII 2
4 APRIL Sumatif Tengah Semester Genap, 1
Libur Idul Fitri 2
5 MEI - 0
6 JUNI Sumatif Akhir Semester 1
Kegiatan Remidial, classmeeting dan 1
Persiapan Pembagian Rapor
Perkiraan Libur Semester Genap TP 2
2023/2024
JUMLAH 9
III. JUMLAH MINGGU EFEKTIF
NO BULAN JUMLAH MINGGU
1 JANUARI 5
2 FEBRUARI 4
3 MARET 2
4 APRIL 1
5 MEI 5
6 JUNI 0
JUMLAH 17
Mengetahui, Selupu Rejang, 10 Juli 2023
Ka. SMK N 7 REJANG LEBONG Waka Kurukulum
BUDI SETIA EDY, [Link] YOBA RAZINUR POPILAWATI, [Link]
NIP.19670221 200604 1 004 NIP. 19810709 200903 2 002
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN SENI RUPAFASE E KELAS 10 SMA/MA
(Sesuai Kemendikbudristek No. 33 Th. 2022 Tentang Capaian Pembelajaran)
A. RASIONAL MATA PELAJARAN SENI RUPA
Setiap manusia memiliki kemampuan untuk melihat, merasakan dan mengalami sebuah
keindahan. Kepekaan terhadap keindahan membantu manusia untuk dapat memaknai
hidupnya dan menjalani hidupnya dengan optimal. Diharapkan melalui pembelajaran seni
rupa, kepekaan tersebut dapat dibangun sejak dini.
Semenjak zaman prehistorik, bahasa rupa merupakan citra yang memiliki daya dan
dampak luar biasa dalam menyampaikan pesan, menghibur, melestarikan, menghancurkan
dan menginspirasi hingga kurun waktu tak terhingga.
Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya Profil Pelajar Pancasila. Melalui seni
rupa, peserta didik dibiasakan dapat berpikir terbuka, kreatif, apresiatif, empatik, serta
menghargai perbedaan dan keberagaman. Selain itu, peserta didik juga memperoleh
pengalaman mengamati dan menikmati keindahan serta mengalami proses perenungan
dari dalam maupun luar diri mereka untuk diekspresikan pada karya seni rupa yang
berdampak pada diri, lingkungan maupun masyarakat.
Melalui pembelajaran seni rupa, peserta didik menyadari bahwa seni rupa dapat
membentuk sejarah, budaya dan peradaban sebuah bangsa maupun seluruh dunia. Peserta
didik menghargai dan melestarikan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kearifan
lokal, kebinnekaan global, dan perkembangan teknologi.
Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan nilai-
nilai estetika, logika dan etika dalam dirinya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
sesuai tujuan pendidikan nasional.
B. TUJUAN MATA PELAJARAN SENI RUPA
Pembelajaran seni rupa bertujuan mengembangkan kreativitas dan kepekaan terhadap
estetika, logika dan etika untuk membantu peserta didik meningkatkan kualitas hidupnya.
Di samping itu, kemampuan peserta didik dalam mengamati, mengenal, merasakan,
memahami dan mengalami nilai-nilai keindahan, semakin terasah dalam merespon
sebuah gagasan, peluang dan tantangan.
C. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN SENI RUPA
1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik; dimana mereka memiliki ruang kreativitas
untuk menemukan gagasan dan caranya sendiri dalam berkarya, sesuai dengan
kemampuan, minat, bakat dan kecepatan belajarnya masing-masing.
2. Pembelajaran melalui pengalaman mengamati, mencipta, menikmati, mengetahui,
memahami, bersimpati, berempati, peduli dan toleransi terhadap beragam nilai,
budaya, proses dan karya.
3. Pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, relevan, dan mengembangkan
keterampilan bekerja dan berpikir artistik bagi kehidupan sehari-hari.
4. Pembelajaran seni rupa merayakan keunikan individu dan bersifat khas/kontekstual
sesuai potensi yang dimiliki peserta didik, satuan pendidikan dan daerahnya.
5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni maupun bidang ilmu
lainnya dan mendorong kolaborasi interdisipliner.
6. Pembelajaran seni rupa memiliki dampak bagi diri peserta didik dan lingkungannya.
Kesadaran akan dampak sebuah karya akan mendorong terbentuknya sikap
bertanggung jawab.
Gambar 1. Lima elemen/domain landasan pembelajaran seni rupa
Landasan Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri dan
berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling mempengaruhi dan mendukung. Setiap
elemen bukan sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya. Masing-masing mampu
berdiri sendiri secara mandiri namun memiliki hubungan dalam peran antar elemen:
Elemen Deskripsi
Mengalami Mengarahkan peserta didik untuk mendapatkan
(Experiencing) pengalaman secara langsung dengan; mengamati,
mengumpulkan, dan merekam informasi visual dari
kehidupan sehari-hari sebagai sumber gagasan dalam
berkarya.
Peserta didik mengeksplorasi dan bereksperimen dengan
berbagai bahan, alat, dan prosedur dalam menciptakan
sebuah karya seni rupa.
Menciptakan Memotivasi peserta didik untuk menciptakan sebuah karya
(Making/Creating) seni rupa.
Merefleksikan Peserta didik mengevaluasi perkembangan diri, mampu
(Reflecting) menjelaskan, memberi komentar, dan umpan balik secara
kritis atas karya pribadi maupun karya orang lain dengan
mempresentasikannya secara runut, terperinci dan
menggunakan kosa kata yang tepat.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan berbagai sudut pandang,
Artistik (Thinking and pengetahuan dan keterampilan artistik dalam menciptakan
Working Artistically) sebuah peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan
permasalahan kehidupan sehari-hari.
Peserta didik memiliki kebebasan dalam mengeksplorasi
dan bereksperimen dengan alat, bahan dan prosedur
sehingga menemukan cara mereka sendiri dalam
mengembangkan gagasannya.
Berdampak (Impacting) Pembelajaran dan karya seni rupa peserta didik diharapkan
memiliki dampak positif pada dirinya, lingkungan dan
masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan.
D. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI RUPA FASE
E (KELAS X SMA/MA/PROGRAM PAKET C)
Di akhir fase E, peserta didik diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau
mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon lingkungannya secara
mandiri dan/atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, peserta didik telah
memahami ruang, proporsi, gesture dan menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan
prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Selain itu, peserta didik juga dapat
menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa
berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya, secara efektif, runut, terperinci dan
menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.
Fase E Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengamati,
(Experiencing) mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan
pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan, empati
atau penilaiannya secara visual dengan menggunakan
proporsi, gestur, ruang yang rinci. Karya peserta didik
mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik,
teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat dan
kemampuannya).
Menciptakan Pada akhir fase E, peserta didik mampu menciptakan karya
(Making/Creating) seni yang menunjukkan pilihan keterampilan,medium dan
pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu
yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks
ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.
Merefleksikan Pada akhir fase E, peserta didik mampu secara kritis
(Reflecting) mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan
penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang
lain serta menggunakan informasi tersebut untuk
merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase E, peserta didik mampu berkarya dan
Artistik (Thinking and mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian
pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan
Working Artistically) inovatif. Peserta didik mampu menggunakan
kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna
dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berbagai
sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan
peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mampu
bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun
berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau
masyarakat di lingkungan sekitar.
Berdampak (Impacting) Pada akhir fase E, peserta didik mampu membuat karya
sendiri atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar
budaya pada masyarakatnya.
ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN MATA
PELAJARAN SENI RUPA FASE E KELAS 10
(Sesuai Kemendikbudristek No. 33 Th. 2022 Tentang Capaian Pembelajaran)
Nama Penyusun : DEWI TRI PURWANTI, SH
Nama Sekolah/Instansi : SMKN 7 REJANG LEBONG
Fase / Kelas : E / 10
Jumlah JP / Tahun : 20 – 40
JP Kode ATP : 10.1
CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E (UMUMNYA KELAS 10)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase E (Kelas 10) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri
dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi berdasarkan
perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa serta siswa dapat menyampaikan pesan
lisan atau tertulis tentang karya seni rupa. Fase E masuk ke dalam Masa Penentuan (Period of
Decision) yang ditandai timbulnya kesadaran akan kemampuan diri dalam proses kreatif.
Siswa menunjukkan perbedaan minat antar individu. Kecenderungan kelompok siswa yang
berbakat dan memiliki minat pada bidang kreatif, akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa
senang.
Seni Rupa merupakan wahana untuk melatih berpikir kreatif terlepas dari kemampuan dan
minat siswa. Di akhir fase E, siswa diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau
mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon lingkungannya secara mandiri
dan/ atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, siswa telah memahami ruang, proporsi,
gesture dan menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan
karyanya. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/
atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya
terhadap dengan efektif, runut terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.
RASIONAL FASE E (UMUMNYA KELAS 10)
Alur dimulai dari pengidentifikasian unsur seni rupa yang terdapat pada benda-benda di
lingkungan sekitar. Pada alur selanjutnya siswa dibimbing untuk menjelaskan temuan artistik
yang didapat dari mengamati dan bereksperimen dengan alat dan bahan. Di alur ketiga siswa
menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa
Pada akhir pembelajaran disempurnakan dengan kegiatan apresiasi untuk menambah
wawasan temuan dan pengamatan antar peserta didik.
TUJUAN ATP FASE E (UMUMNYA KELAS 10)
Siswa mampu bekerja secara mandiri dan kreatif untuk menemukan kemungkinan artistik
benda-benda di lingkungan sekitar baik dari benda alami dan buatan.
ALUR FASE E ATP 1
10.1. Mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada benda-benda di
lingkungan sekitar
10.2. Menjelaskan temuan artistik yang didapat dan bereksperimen dari hasil
mengamati benda-benda di lingkungan sekitar
10.3. Mengamati dan menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari
hasil pengamatan unsur seni rupa dengan pengetahuan di bidang keilmuan lain
10.4. Membandingkan dan mengidentifikasikan unsur rupa untuk membuat karya
dengan menggunakan metode observasi terhadap benda-benda alam dan buatan.
10.5. Mengapresiasi karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta didik lain untuk
saling menemukan unsur rupa yang sudah dipelajari
CAPAIAN FASE E BERDASARKAN ELEMEN
Elemen Fase E
Mengalami Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan
pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan, empati
atau penilaiannya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur,
ruang yang rinci.
Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik,
teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat dan
kemampuannya).
Menciptakan Siswa mampu menciptakan karya seni yang menunjukkan pilihan
keterampilan,medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip
desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks
ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.
Merefleksikan Siswa mampu secara kritis mengevaluasi dan menganalisa efektivitas
pesan dan penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang lain
serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah
pembelajaran selanjutnya.
Berpikir dan Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan,
Bekerja empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif,
Artistik inventif dan inovatif.
Siswa mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan
yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan
berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan
peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam
kehidupan sehari-hari.
Siswa juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun
berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di
lingkungan sekitar
Berdampak Siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, nalar dan
sesuai akar budaya pada masyarakatnya.
TARGET CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E.10
TARGET KONTEN SETIAP TAHUN FASE E.10
ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN FASE E.10:
Alur Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila
10.1. Mengidentifikasi Siswa merekam observasi artistik Beriman, Bertakwa kepada
unsur seni rupa yang terhadap benda-benda alam dan Tuhan Yang Maha Esa,
terdapat pada benda- buatan dari lingkungan sekitar dan Berakhlak Mulia
benda di lingkungan yang terdekat dengan dirinya.
sekitar Siswa mampu mengidentifikasi
unsur-unsur seni rupa yang
terdapat pada lingkungan sekitar
baik dari benda natural alamiah
dan buatan:
- titik, garis, bidang,
- warna-warna alam
- pola dan corak pada bagian-
bagian pohon atau
tumbuhan
- mampu mengidentifikasi
perbedaan visual benda-
benda alami dan buatan
10.2. Menjelaskan Menjabarkan nilai keindahan Bernalar Kritis
temuan artistik benda-benda sekitar berdasar
yang didapat dan pengamatannya terhadap keadaan
bereksperimen dari lingkungan sekitar mengacu pada
hasil mengamati perhatian terhadap unsur dan
benda-benda di prinsip seni rupa.
lingkungan sekitar Siswa mampu bereksperimen
menggunakan prinsip desain
untuk membuat karya seni rupa
dua dimensi dan tiga dimensi
dari unsur-unsur seni rupa dari
hasil pengamatan yang didapat.
10.3. Mengamati dan Siswa dapat membuat karya abstrak Kreatif
menggunakan hasil atau non-representatif dari bentuk-
pengamatan untuk bentuk organis yang dipelajari dari
membuat karya dari mata pelajaran lain seperti: biologi,
hasil pengamatan kimia, geografi, matematika
unsur seni rupa
dengan pengetahuan
di bidang keilmuan
Lain
10.4. Membandingkan Siswa membandingkan dan Beriman, Bertakwa kepada
dan mengidentifikasi- mengidentifikasi unsur rupa agar Tuhan Yang Maha Esa,
kan unsur rupa untuk dapat menemukan kemungkinan- dan Berakhlak Mulia
membuat karya kemungkinan artistik melalui
dengan menggunakan pengamatan
metode observasi Siswa membuat karya dua
terhadap benda-benda dimensi dari hasil mengamati dan
alam dan buatan identifikasi unsur-unsur rupa
(tekstur, warna, bentuk, pola,
garis) dan prinsip desain dalam
benda alam dan buatan. Cth.
1) Menggambar tekstur kulit
pohon, buah, pemandangan,
bakteri, spesifikasi
tumbuhan, anatomi dan organ
tubuh manusia dan hewan
2) Menggunakan teknik cap
atau cetak tekan dengan
pewarna atau arang.
10.5. Mengapresiasi Siswa mampu menjabarkan 1) Beriman, Bertakwa
karya dari hasil unsur-unsur seni rupa dalam kepada Tuhan Yang
pengamatan pribadi karyanya dari hasil Maha Esa, dan
dan peserta didik lain pengamatanya dengan Berakhlak Mulia
untuk saling menggunakan bahasanya sendiri. 2) Bernalar Kritis
menemukan unsur Siswa dapat memberi apresiasi
rupa yang sudah dengan menjabarkan unsur seni
dipelajari rupa dari karya peserta didik lain.
KATA/ FRASA KUNCI:
eksperimen, pengamatan, mencipta, unsur rupa, benda alam, benda buatan, objek bentuk
organis dari mata pelajaran lain, identifikasi, aplikasi, apresiasi.
KONTEN INTI:
Pengamatan dan Identifikasi benda alam dan benda buatan
Bereksperimen dengan hasil pengamatan untuk membuat karya seni rupa dua dimensi
Membuat karya abstrak dengan mengamati organis yang dipelajari dari mata pelajaran
lain seperti: biologi, kimia, geografi, matematika
Membandingkan dan mengidentifikasi unsur rupa untuk menbuat karya
Mengapresiasi karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta didik lain
Pilihan mata pelajaran lain untuk dikolaborasikan:
Biologi, Kimia, Geografi, Matematika
GLOSSARIUM
Artistik Nilai seni yang terdapat pada benda atau tempat yang diamati
Eksperimen Percobaan yang direncanakan untuk menemukan nilai seni untuk
Artistik berkarya
Dua Dimensi Karya seni rupa dengan dimensi panjang dan lebar, bersifat datar atau
relief
(contoh: lukisan, gambar, sketsa, poster, gambar desain, foto)
Tiga Dimensi Karya seni rupa dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi dan bisa
dilihat tampilannya dari berbagai tiga arah: atas, depan, samping.
(contoh: patung)
Teori Warna Pengetahuan tentang warna, jenis dan kategorinya
Warna Primer Warna dasar atau pokok yang terdiri dari merah, kuning, biru
Warna Tingkatan kategori warna kedua yang tercipta dari campuran
Sekunder dua warna dari warna primer.
Warna-warna sekunder antara lain adalah: jingga, ungu, hijau
1) jingga adalah campuran dari merah dan kuning
2) ungu adalah campuran dari merah dan biru
3) hijau adalah campuran dari kuning dan biru
Warna Tersier Tingkatan kategori warna ketiga yang tercipta dari campuran warna
dari warna primer dan tersier
Warna-warna tersier antara lain adalah: coklat kemerahan, coklat
kekuningan, coklat kebiruan
1) coklat kemerahan adalah campuran dari merah dan hijau
2) coklat kekuningan adalah campuran dari kuning dan ungu
3) coklat kebiruan adalah campuran dari biru dan jingga
4) Toska adalah campuran dari hijau dan biru
5) Hijau Lemon adalah campuran dari kuning dan hijau
6) Ambar adalah campuran dari kuning dan jingga
7) Vermilion adalah campuran dari jingga dan merah
8) Magenta adalah campuran dari merah dan ungu
9) Nila adalah campuran dari ungu dan biru
Warna Netral Warna yang dapat diserasikan dengan warna apapun, yakni: hitam
dan putih
Unsur Seni Rupa Semua hal yang terkandung dalam karya seni rupa antara lain:
titik, garis, bidang, warna, bentuk, pola dan tekstur
Titik Noktah, lingkaran penuh berwarna hitam
Garis Coretan panjang lurus ataupun lengkung
Bidang Permukaan yang rata dan bersifat dua dimensi
Bentuk Gambaran kategori suatu bidang (geometris, biomorfis/
organis) Geometris: gambaran bidang dengan pengukuran
matematis Biomorfis/organis: gambaran bidang yang tidak
memiliki
pengukuran matematis
Warna Kesan yang ditangkap oleh mata
Pola Pengulangan salah satu atau dua dari unsur seni rupa
Tekstur Jenis penampakan permukaan (halus – kasar)
Prinsip Desain Tata cara pengorganisasian unsur rupa untuk membuat karya seni
Kesatuan Perpaduan unsur-unsur rupa
Keseimbangan Nilai keseluruhan unsur seni rupa yang disusun. Dalam seni rupa, nilai
keseimbangan dapat bersifat simetris (seimbang di dua sisi) atau
asimetris (tidak seimbang)
Penekanan Fokus atau pusat dalam sebuah karya seni rupa
Skala/ Proporsi Peletakan dua elemen yang memiliki nilai yang berlawanan pada satu
karya rupa
Hirarki Penekanan yang disusun secara berurutan baik dari kecil-besar, gelap-
terang dan sebaliknya
Kontras Penempatan dua unsur desain yang saling bertentangan antara
satu dengan yang lainnya pada satu karya rupa
ANALISIS KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
(KKTP)
MAPEL : SENI RUPA
FASE :E
Intake Daya Komple KKM
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI TUJUAN PEMBELAJARAN
siswa Dukung ksitas 78
Mengalami Pada akhir fase E, siswa mampu Pengenalan seni rupa Mendefinisikan seni rupa dan eksistensinya
3 2 2 78
mengamati, mengenal, merekam dan disekitar kita dalam kehidupan manusia
menuangkan pengalaman dan Menganalisis fungsi seni rupa dalam kehidupan
pengamatannya terhadap lingkungan, 3 2 2 78
manusia
perasaan atau topik tertentu secara Pengelompokan perkembangan seni rupa
visual sesuai tahap perkem-bangan berdasarkan masa perkembangannya 3 2 2 78
seni rupa: tahap Masa Penentuan (tradisional, modern, kontemporer)
(Period of Decision), dimana
Memberi contoh karya-karya seni rupa
siswatumbuh kesadaran akan 3 2 2 78
berdasarkan masa perkembangannya
kemampuan diri.
Mengamati dan Mendefinisikan seni rupa dan eksistensinya
3 2 2 78
Mendeskripsikan karya dalam kehidupan manusia
Seni Rupa Menganalisis fungsi seni rupa dalam kehidupan
3 2 2 78
Manusia
Pengelompokan perkembangan seni rupa
berdasarkan masa perkembangannya 3 2 2 78
(tradisional, modern, kontemporer)
Memberi contoh karya-karya seni rupa
3 2 2 78
berdasarkan masa
Menciptakan Pada akhir fase E, siswa mampu Pengenalan bahan dan Mendefinisikan fungsi, unsur dan ragam karya
3 2 2 78
menciptakankarya seni yang aneka Teknik berkarya dua dimensi
menunjukkan pilihan keterampilan, Mengenal bahan dan teknik dalam pembuatan
medium dan pengetahuan elemen 3 2 2 78
karya dua dimensi
seni rupa atauprinsip desain tertentu Menganalisis potensi bahan dari sekitar
yang sesuai dengan tujuankaryanya, yang bisa digunakan untuk membuat karya 3 2 2 78
dalam konteks ekspresi pribadi atau dua dimensi
sesuaitopik tertentu
Membuat karya percobaan menggunakan bahan
3 2 2 78
dari sekitar
Mengevaluasi hasil karya percobaan 3 2 2 78
Konsep eksplorasi dan Mengkonsepsikan eksplorasi dan eksperimentasi
3 2 2 78
ekperimentasi karya seni dalam berkarya seni rupa
Intake Daya Komple KKM
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI TUJUAN PEMBELAJARAN
siswa Dukung ksitas 78
Rupa Memilih aktivitas untuk mengenal alat,
teknik, proses dan teknologi yang akan dipakai 3 2 2 78
dalam berkarya
Merefleksikan Pada akhir fase E, siswa mampu Kreasi karya seni rupa 2D Memilih bahan dan teknik berkarya dua dimensi
3 2 2 78
secara kritis mengevaluasi dan menga-
nalisa efektivitas pesan dan Merealisasikan konsep karya dua dimensi 3 2 2 78
penggunaan medium sebuah karya, Menyelesaikan pembuatan karya dua dimensi
pribadi maupun orang lain serta sebagai tugas akhir untuk semester ganjil
menggunakan informasi tersebut 3 2 2 78
untuk merencanakan langkah
pembelajaran selanjutnya.
Berfikir dan Pada akhir fase E, siswa mampu Merekam Pengalaman, Menjelaskan konsep dokumentasi jurnal visual
3 2 2 78
bekerja Artistik berkarya dan mengapresiasi Proses Kreatif, dan
berdasarkan perasaan, empati dan Referensi Karyanya dalam Menguraikan tujuan dokumentasi berkarya
penilaian pada karya seni secara Jurnal Visual 3 2 2 78
dalam jurnal visual.
ekspresif, produktif, inventif dan Memilih teknik dokumentasi yang dibutuhkan
inovatif. Siswa mampu menggunakan 3 2 2 78
kreativitasnya, mengajukan Mendokumentasikan karya seni rupa dengan
pertanyaan yang bermakna dan Tepat 3 2 2 78
mengembangkan gagasan dan Mendokumentasikan proses produksi berkarya
menggunakan berb- agai sudut menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai 3 2 2 78
pandang untuk mendapatkan gagasan,
menciptakan peluang, menjawab
Aplikasi Seni dan Menjelaskan konsep Design Thinking
tantangan dan menyelesaikan 3 2 2 78
Desain dalam Kehidupan berdasarkan isu yang diamati
masalah da- lam kehidupan sehari-
Sehari- Hari Menguraikan tahapan berpikir kritis untuk
hari. Siswa juga mampu bekerja 3 2 2 78
secara mandiri, bergotong royong mengatasi permasalahan
maupun berkolaborasi dengan bidang Memberikan contoh implementasi berpikir
kritis 3 2 2 78
keilmuan lain atau masyarakat di
lingkungan sekitar. melalui pendekatan Design Thinking
Mempresentasikan isu dan kondisi
permasalahan yang ada di lingkungan sekitar 3 2 2 78
Berdampak Pada akhir fase E, siswa mampu Membuat Mockup/ Menyusun konsep berkarya berdasarkan isu-isu
membuat karya sendiri atas dasar Prototipe/Sketsa yang dihadapi dengan menggunakan konsep dan 3 2 2 78
perasaan,minat,nalar dan sesuai akar tahapan Design Thinking
Intake Daya Komple KKM
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI TUJUAN PEMBELAJARAN
siswa Dukung ksitas 78
budaya pada masyarakatnya Menguraikan implementasi tahapan Design
Thinking (berempati, definisi, Ideasi, Prototipe
dan Uji Publik) dalam proses pembuatan 3 2 2 78
mockup/ prototipe/ sketsa awal
Merancang mockup/prototipe/ sketsa awal
berdasarkan isu-isu yang dipilih untuk diatasi 3 2 2 78
melalui penerapan Design Thinking
Model Pembelajaran Seni Mendefinisikan seni terpadu melalui kegiatan
3 2 2 78
Terpadu tanya jawab
Menjelaskan tujuan pembelajaran terpadu
3 2 2 78
melalui berkarya seni
Menjelaskan konsep pembelajaran seni terpadu
3 2 2 78
connected, webbed, integreted
Menganalisis karya seni rupa dengan
3 2 2 78
menggunakan disiplin ilmu lain yang relevan
Menghubungkan isu dengan disiplin ilmu lain
3 2 2 78
melalui karya seni terpadu
Publikasi Karya Seni Rupa Mendefinisikan publikasi karya seni rupa 3 2 2 78
Menjelaskan fungsi publikasi karya seni rupa
3 2 2 78
bagi masyarakat
Membandingkan jenis publikasi seni rupa luar
3 2 2 78
jaringan dan dalam jaringan
Merancang persiapan publikasi karya seni rupa
3 2 2 78
Memilih media untuk melaksanakan publikasi
karya seni rupa kepada publik dengan tepat 3 2 2 78
Ket.
Intake siswa Kemampuan penalaran peserta didik (kemampuan awal tinggi maka skornya tinggi)
Daya Dukung sarana prasarana lengap (skor tinggi)
Kompleksitas Tingkat kesulitan materi ( semakin rumit materi maka skor Kompleksitas semakin rendah)
PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM MERDEKA SMKN 7 REJANG LEBONG
TAHUN PELAJARAN 2023-2024
KELAS X
MAPEL : SENI RUPA
NO NO. ATP JML SMT
ATP
Mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada benda-benda
1 10.1 12 1
di lingkungan sekitar
Menjelaskan temuan artistik yang didapat dan bereksperimen dari
2 10.2 12 1
hasil mengamati benda-benda di lingkungan sekitar
Mengamati dan menggunakan hasil pengamatan untuk membuat
3 10.3 karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa dengan pengetahuan 16 1
di bidang keilmuan lain
Membandingkan dan mengidentifikasikan unsur rupa untuk
4 10.4 membuat karya dengan menggunakan metode observasi 16 2
terhadap benda-benda alam dan buatan
Mengapresiasi karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta
5 10.5 16 2
didik lain untuk saling menemukan unsur rupa yang sudah
dipelajari
JUMLAH 72
Mengetahui Rejang Lebong, Juli 2023
An Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Yoba Razinur Popilawati, [Link] Dewi Tri Purwanti, SH
Nip. 19810709 200903 2 002 Nip. 19671128 202221 2 002
PROGRAM SEMESTER KURIKULUM MERDEKA
Nama Sekolah : SMK Negeri 7 Rejang Lebong
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa)
Kelas/Fase : X/FASE. E
Semester : Ganjil
Tahun Pelajaran : 2023-2024
BULAN
Jml JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBE DESEMBER
NO NO. ATP ATP KET
Jam 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4
1 10.1 Mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL
MPLS TAHUN PELAJARAN
12 JP
Ulangan KD Bersama / Mid Semester ganjil
PEMBAGIAN RAPORT SEMESTER
benda- benda di lingkungan sekitar
Libur Semester Genap
LIBUR SEMESTER GANJIL
2 10.2 Menjelaskan temuan artistik yang didapat dan
bereksperimen dari hasil mengamati benda-benda 12JP
P5
P5
P5
di lingkungan sekitar
3 10.3 Mengamati dan menggunakan hasil pengamatan untuk
membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa 14 JP
dengan pengetahuan di bidang keilmuan lain
Mengetahui Rejang Lebong, Juli 2023
An Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Yoba Razinur Popilawati, [Link] Dewi Tri Purwanti, SH
Nip. 19810709 200903 2 002 Nip. 19671128 202221 2 002
MODUL AJAR
PENGENALAN SENI RUPA DI SEKITAR KITA
INFORMASI
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : DEWI TRI PURWANTI, SH
Satuan Pendidikan : SMKN 7 REJANG LEBONG
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 1 X 1JP
Tahun Penyusunan : 2023
II. KOMPETENSI AWAL
Pada Unit 1 ini siswa akan mempelajari konsep seni rupa dan perkembangannya yang
meliputi: definisi, fungsi, klasifikasi, dan karya seni rupa berdasarkan periodisasi. Untuk
menguasai materi ini, siswa dan guru dapat memilih pendekatan investigasi kelompok untuk
mengeksplorasi materi fakta, konsep, prinsip dan prosedur tentang eksistensi dan
perkembangan seni rupa. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui tes tertulis dalam
bentuk esai dan laporan analisis karya seni yang telah dikumpulkan atau didokumentasikan.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis,
mampu melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian
baru.
Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide
yang orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran
dan/atau perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat
kaitannya dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan
oleh pelajar tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat.
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mendefinisikan seni rupa dan eksistensinya dalam kehidupan
manusia. Menganalisis fungsi seni rupa dalam kehidupan manusia.
Pengelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannya (tradisional,
modern, kontemporer).
Memberi contoh karya-karya seni rupa berdasarkan masa perkembangannya.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Memahami definisi seni rupa dan eksistensinya dalam kehidupan manusia.
Memahami fungsi seni rupa dalam kehidupan manusia.
Memahami perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannya (tradisional,
modern, kontemporer).
III. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang terlihat indah di sekitar siswa?
Seperti apakah karya seni rupa di sekitar siswa?
Menurut siswa, manakah yang lebih menarik antara buku dengan sampul bergambar dan
tidak bergambar?
Menurut siswa, apa yang dimaksud dengan seni rupa?
Bagaimana awal kemunculan seni rupa?
Apa fungsi seni rupa bagi kehidupan kita?
Adakah siswa yang dapat memberikan contoh karya seni rupa?
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
1. Tahap 1 mengidentifikasi topik serta mengatur kelompok diskusi.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menampilkan gambar yang berhubungan dengan
topik perkembangan seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya. Siswa berkelompok
sesuai dengan topik yang dipilih.
2. Tahap 2 merencanakan tugas yang akan dipelajari.
Guru membantu siswa untuk merencanakan tugas yang akan dipelajari, yaitu memandu
mempelajari topik-topik yang sudah dipilih siswa. Guru membagi tiga kelompok besar
siswa terkait dengan topik Seni Rupa Tradisional, Seni Rupa Modern, dan Seni
Rupa Kontemporer.
3. Tahap 3 melaksanakan investigasi.
Guru menampilkan masing-masing topik terkait dengan teks eksplanasi. Siswa
melaksanakan investigasi secara berkelompok berdasarkan topik yang sudah ditentukan.
4. Tahap 4 menyiapkan laporan akhir.
Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menyiapkan laporan akhir atau
menyusun teks eksplanasi berdasarkan topik yang sudah diinvestigasi. Siswa menyusun
laporan bedasarkan hasil investigasi.
5. Tahap 5 mempresentasikan laporan akhir.
Guru memandu siswa untuk melaksanakan presentasi laporan akhir atau hasil
menyusun teks eksplanasi secara berkelompok.
6. Tahap 6 evaluasi.
Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
Prosedur Tes : Tes
Akhir Jenis tes : Tertulis
Bentuk Tes : Uraian
terbatas/Esai Instrumen Tes :
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas
1. Buatlah definisi seni rupa dan esksistensinya dalam kehidupan manusia!
2. Berikan Analisis fungsi seni rupa dalam kehidupan manusia!
3. Kelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannnya
(tradisional, modern, kontemporer)!
4. Berikan contoh karya-karya seni rupa berdasarkan masa
perkembangannya! Kriteria:
Masing-masing jawaban soal diberi skor : 25
Total skor : 25 x 4 = 100
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
1. Guru membuat materi sesuai topik dengan alat peraga, misalnya: menampilkan presentasi
PowerPoint/menuliskan di papan tulis/memberikan fotokopi materi, membuat pra tes dan
pasca tes, atau pun menyertakan contoh benda/material yang dibutuhkan.
2. Sebelum pemaparan materi, Guru mencari tahu informasi dan wawasan terkait dengan
materi yang akan diberikan kepada siswa melalui buku maupun internet (Misalnya:
Google, Pinterest, Youtube) agar pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih
optimal.
3. Metode pembelajaran dapat dilakukan dengan cara diskusi dua arah.
Remedial
Guru memberikan tugas mandiri mendata material alam yang terdapat di daerah lain untuk
dikumpulkan sebagai material alam sebagai bahan berkarya seni.
Peserta didik harus mencatat berbagai material alam yang di kumpulkan dan
mengklasifikasikann berdasarkan unsur yang ada.
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru berhasil
dilakukan? Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu Anda perhatikan
sebagai guru?
Refleksi Peserta Didik:
Peserta didik melakukan refleksi, resume dan membuat kesimpulan secara lengkap,
komprehensif dan dibantu guru dari materi yang yang telah dipelajari terkait penggunaan
alam sebagai inspirasi unsur rupa dalam berkarya seni.
Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta didik serta mengingatkan tugas
mengumpulkan benda benda alami yang memiliki unsur warna.
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
Nama
LEMBARSiswaKERJA PESERTA: ……………………………………
DIDIK (LKPD)
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Tujuan Pembelajaran : Mengelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa
perkembangannnya (tradisional, modern, kontemporer)
Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Sebelum mengisi lembar kerja di bawah ini, bacalah terlebih dahulu penjelasan
tentang Klasifikasi Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya
Klasifikasi Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya
Memilah seni rupa ditinjau dari masa perkembangannya menjadi Seni Rupa Tradisional, Seni
Rupa Modern, dan Seni Rupa Kontemporer. Ketiga jenis seni rupa tersebut memiliki ciri khas
tersendiri dari penciptanya, sosial budaya yang melatarbelakanginya, lokasi penciptaannya, serta
contoh-contoh karyanya.
A. Seni Rupa Tradisional
Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu.
Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya seni rupa tradisional yang unik dan
beragam. Karya seni traditional umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik
dalam bentuk metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol tersebut
banyak ditemui di candi-candi, ragam hias kain tenun, bahkan perabotan sehari-hari, biasanya
bersifat spiritual, religius, dan mitologis.
B. Seni Rupa Modern
Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan
eksperimen demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni
(Fine Art) dengan mengutamakan sifat estetikanya. Seni Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni
Patung dan Seni Grafis.
C. Seni Rupa Kontemporer
Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan
situasi sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa Kontemporer berorientasi bebas dengan
medium yang tidak terbatas, dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modernitas.
Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang berkembang
di masa kini.
2. Berdasarkan uraian di atas, tuliskan minimal 10 jenis seni rupa yang tegolong Seni Rupa Tradisi,
Seni Rupa Modern dan Seni Rupa Kontemporer pada tabel di bawah ini:
No Seni Rupa Tradisional Seni Rupa Modern Seni Rupa Kontemporer
1
2
3
4
5
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
a. Definisi Seni Rupa
Seni sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan manusia dari zaman ke zaman, dari masa
pra sejarah hingga sekarang, keberadaan seni sangat melekat dalam setiap sendi kehidupan dan
jiwa manusia sehingga tidak dapat terpisahkan sampai saat ini. Seni rupa sangat dekat dengan
kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menyaksikan seni rupa sejak kita bangun dari tidur, melihat
ornamen pakaian yang kita kenakan, lukisan yang terpajang di rumah, desain cangkir yang kita
gunakan untuk minum, gambar yang kita lihat di layar telepon seluler, tayangan di televisi,
gedung-gedung di perkotaan, alam yang penuh warna dan semua yang tampak dalam kehidupan
manusia. Dari berbagai benda seni rupa tersebut dapat membuat perasaan kita tergugah, hampir
semua benda, bangunan, pakaian dan berbagai peralatan dirancang dengan mempertimbangkan
nilai-nilai estetika.
b. Fungsi Seni Rupa dalam Kehidupan Manusia
Fungsi seni rupa sangat beragam, tergantung kepada latar belakang terciptanya karya seni rupa.
Misalnya seni rupa terapan memiliki fungsi untuk memenuhi nilai guna atau fungsi praktis dalam
kehidupan sehari-hari, dan seni murni memiliki fungsi sebagai sarana kepuasan batin akan
keindahan. Secara umum, seni memiliki banyak fungsi seperti merangsang masyarakat untuk
meningkatkan kualitas hidupnya, sebagai proses pembelajaran masyarakat terhadap segala
sesuatu, baik nilai-nilai maupun fenomena alam, sebagai penyadaran terhadap peristiwa, baik
sejarah, sosial, politik dan budaya, seni mampu mengisi dan mempengaruhi zamannya, dan seni
sebagai penjaga nilai keindahan dan kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat.
Keberadaan seni rupa menurut Feldman (1967) memiliki 3 fungsi dalam kehidupan manusia, yaitu:
1. Fungsi Individual, seni digunakan untuk mengungkapan rasa/emosi dengan cara memberi
tanggapan dan penghayatan seseorang terhadap lingkungannya.
2. Fungsi sosial kemasyarakatan, seni digunakan untuk kepentingan masyarakat luas seperti
untuk penerangan, pendidikan, kesehatan, agama dan sebagainya.
3. Fungsi fisik kebendaan, seni digunakan untuk keindahan di berbagai benda keperluan
manusia: arsitektur, interior bangunan, furnitur, serta benda-benda pakai lainnya.
c. Klasifikasi Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya
Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu. Sehingga
berbagai daerah biasanya memiliki karya Seni Rupa Tradisional yang unik dan beragam. Karya
Seni Rupa Traditional umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk
metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol tersebut banyak ditemui di
candi-candi, motif hias kain tenun, bahkan perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual,
religius, dan mitologis.
Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan
eksperimen demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni
(Fine Art) dengan mengutamakan sifat estetikanya. Seni Rupa Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni
Patung dan Seni Grafis.
Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan situasi
sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang
tidak terbatas, dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modernitas. Karya Seni Rupa
Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang berkembang di masa kini.
d. Contoh Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya
Seni Rupa Tradisional:
Gambar 1.1. Ragam Hias Toraja yang diterapkan di kain
tenun. Sumber: Berita Sastra Budaya/Melayu Online (2014)
Gambar 1.2. Anyaman Purun dari Kalimantan sebagai peralatan
tradisional. Sumber: Tokopedia/Native Borneo (2015)
Seni Rupa Modern:
Gambar 1.3. Lukisan Pemandangan karya
Wakidi. Sumber: Indoartnow/Wakidi (1954)
Gambar 1.4. Lukisan Abstrak karya Achmad Sadali.
Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Achmad Sadali
(1980) Seni Rupa Kontemporer:
Gambar 1.5. Karya Video Art oleh Krisna Murti.
Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Krisna Murti (1996)
Gambar 1.6. Karya Performance Art oleh FX.
Harsono. Sumber: Desain Grafis Indonesia/FX
Harsono (2009)
Lampiran 3
GLOSARIUM
Abstrak : Sebuah cara mengekpresikan karya seni dengan metoda yang tidak menggambarkan
wujud atau bentuk nyata dari sebuah objek dan bisa jadi memperumit atau menyerderhanakan
wujudu aslinya.
Desain : Kegiatan merancangan ataupun pola dari karya seni dua ataupun tiga dimensi ataupun
mengolah seluruh unsur karya seni menjadi sebuah wujud karya seni.
Gambar Ilustrasi : Gambar yang berfungsi untuk menjelaskan sesuatu, seperti kalimat atau naskah
agar dapat dengan mudah dipahami. Gambar Ilustrasi biasanya banyak terdapat pada buku
anak-anak ataupun buku ilmiah yang membutuhkan banyak gambaran sebagai penjelasan agar
mudah dipahami.
Perspektif : Sudut pandang bagaimana objek yang dituangkan kedalam karya seni terlihat pada mata
manusia.
Seni grafis : Salah satu aliran seni rupa yang hasil karyanya melalui proses cetak baik itu di atas
kertas, ataupun sejenisnya
Seni rupa murni : Seni rupa yang menekankan pada nilai ekstetika. Contohnya Lukisan, kaligrafi,
dll.
Seni rupa terapan : Seni rupa yang menekankan hasilnya pada fungsionalitas. Contohnya Dekorasi,
Busana, dll.
Seni rupa : Sebuah cabang dari kesenian yang hasilnya membentuk sebuah objek dan
menggunakan media seperti batu, kertas, kayu, serta memiliki bahan-bahan tertentu untuk dapat
mewujudkannya.
Sketsa : Gambaran/rancangan kasar yang berfungsi sebagai kerangka ketika menggambar/melukis
Feldman,4E. B. (1967). Art as Image and Idea. New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Lampiran
Joyce, [Link]
DAFTAR and Weil, M. (2000). Models of Teaching. New Jersey: Prentice-Hal, Inc
Maria, Mia, 2016, Seni Rupa Kita, Yayasan Jakarta Biennale, Jakarta.
Soedarso SP, 2000, Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern, Penerbit ISI, Yogyakarta.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
MODUL AJAR
MENGAMATI DAN MENDESKRIPSIKAN KARYA SENI RUPA
INFORMASI
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : DEWI TRI PUURWANTI, SH
Satuan Pendidikan : SMKN 7 REJANG LEBONG
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 1 X 1JP
Tahun Penyusunan : 2023
II. KOMPETENSI AWAL
Pada unit 2 ini, siswa akan belajar untuk mengamati dan mendeskripsikan karya seni rupa
sebagai bentuk apresiasi melalui penerapan langkah-langkah kritik seni terhadap karya yang
ditemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran untuk mengapresiasi karya
seni ini akan dilakukan melalui metode kritik seni dan dapat digabung dengan pendekatan
inquiry. Untuk mengukur kompetensi siswa, dapat dilakukan melalui penilaian uji kinerja
berupa laporan tertulis atau presentasi terkait deskripsi karya yang diamatinya.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu
melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru.
Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang
orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau
perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya
dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar
tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat.
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mendeskripsikan karya seni rupa yang diamati dengan tepat.
Menganalisis karya seni rupa menggunakan metode apresiasi seni berdasarkan
hasil pengamatan dengan baik.
Menginterpretasi karya seni rupa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman
yang dimilikinya.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Menilai karya seni rupa berdasarkan kriteria kualitas karya yang telah dipelajarinya.
Mempresentasikan hasil pengamatan berdasarkan tahapan pembelajaran kritik dengan tepat.
Menguraikan contoh ruang publikasi karya seni yang ada di lingkungan sekitarnya.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
Ceritakan pengalaman siswa saat menikmati karya!
Apa jenis karya yang memberikan dampak bagi diri siswa?
Apa yang siswa rasakan ketika melihat karya tersebut? Ceritakan!
Menurut siswa, mengapa karya tersebut dapat memberikan dampak bagi diri sendiri dan
lingkungan?
Apakah siswa pernah membuat karya?
Ceritakan pengalaman siswa saat membuat
karya! Apa tujuan siswa membuat karya?
Apakah karya yang pernah siswa buat memberikan dampak untuk diri siswa sendiri?
Apakah karya yang pernah siswa buat memberikan dampak untuk lingkungan?
Menurut siswa, mengapa perlu membuat karya yang dapat berdampak bagi diri sendiri dan
lingkungan?
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
1. Tahap 1 Deskripsi (Description)
Deskripsi adalah proses mengidentifikasi objek seni. Identifikasi objek seni meliputi
penggambaran fakta visual secara objektif.
2. Tahap 2 Analisis Formal (Formal Analysis)
Analisis formal merupakan bentuk deskripsi, yang tidak berkaitan dengan proses
pengidentifikasian objek. Dalam tahap ini, karakter intrinsik objek seni seperti garis,
bentuk, warna, pencahayaan juga meliputi prinsip seni seperti kesatuan, irama,
keseimbangan, komposisi dianalisis untuk mencari subject matter.
3. Tahap 3 Interpretasi (Interpretation)
Interpretasi sebagai cara menemukan makna di balik ekspresi sebuah objek seni.
Tahapan ini penting dalam penyajian kritik seni. Pada proses ini dibutuhkan referensi
pengetahuan yang luas agar dapat membahas karya secara holistik.
4. Tahap 4 Evaluasi atau Penilaian (Evaluation or Judgment)
Tahapan ini memberikan penilaian terhadap karya yang dipilih dengan alasan secara
akademis dan rasional. Biasanya, kualitas karya seni dapat memenuhi unsur dan prinsip
seni (intraestetik), memiliki makna dan fungsi bagi kehidupan manusia (kontekstual)
dengan latar belakang sosio-kultural karya seni diciptakan (ekstraestetik).
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui
ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
Kriteria penilaian:
Penilaian dapat dilakukan dengan cara ujian komprehensif untuk melihat kemampuan
pemahaman dan penguasaan materi. Ujian komprehensif dapat dilakukan secara individu
berdasarkan tugas yang telah diberikan.
Siswa mampu menjelaskan dalam bentuk presentasi hasil pemahamannya dalam
mendeskripsikan dan menganalisis karya seni rupa. Setelah melakukan presentasi, tanya jawab
dapat dilakukan oleh guru untuk mengetahui pemahaman yang didapatkan oleh masing-masing
siswa. Guru juga dapat memberikan pertanyaan berikut ini sebagai bentuk refleksi diri dan
melihat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan:
1. Dari rentang 1 (sangat tidak penting) – 10 (sangat penting), seberapa penting siswa perlu
memperhatikan dampak menciptakan karya untuk diri sendiri dan lingkungan? Jelaskan
alasannya!
2. Apa wawasan baru yang siswa dapatkan dari materi ini?
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
1. Melihat contoh-contoh komposisi nirmana 2 dimensi di internet
[Link] /
untuk selanjutnya membuat komposisi nirmana 2 dimensi dengan mempertimbangkan unsur
seni dari alam
2. Melihat keindahan alam sekitar (laut, sungai, hutan) dan mencoba menelaah unsur seni
yang bisa diambil dari inspirasi alam
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
1. Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil dilakukan?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
5. Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu perhatikan
sebagai guru?
Refleksi Peserta Didik:
Refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap siswa pada akhir pertemuan setelah
pembelajaran. Berikut ini beberapa pertanyaan kunci dalam refleksi pembelajaran:
1. Apakah pembelajaran ini membantumu memahami unsur seni rupa yang dapat diambil dari
alam sekitar?
2. Menurutmu, bagaimana pelajaran ini memiliki sisi menyenangkan dan apa bagian yang
kurang menyenangkan dari pembelajaran ini?
3. Apakah ada kendala yang berarti dalam pencarian material alam?
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
Nama SiswaKERJA
LEMBAR : ……………………………………
PESERTA DIDIK (LKPD)
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Kegiatan Pembelajaran
1. Cari minimal 3 karya seni visual dari beberapa seniman
2. Buat dan Isi tabel di bawah ini sesuai dengan karya seni yang didapatkan
Format Mendeskripsikan dan Menganalisis Karya Seni
Aspek Pertanyaan Hasil Pengamatan
Mengidentifikasi isi atau Figur apa yang kamu lihat?
subjek pada karya seni Tentang apa gambar
yang kamu lihat?
Mengenal teknik dan media Apa bahan yang digunakan
seniman?
Bagaimana cara/teknik
menggunakannya?
Mengidentifikasi unsur seni Apakah obyek yang terlihat?
rupa Apakah bentuk yang
terlihat?
Mengenal keunikan dan Apakah keunikan karya ini
gaya seniman dibandingkan dengan
seniman lain
Bagaimana gayanya
Mencari makna seni dan Pesan apa yang disampaikan
menemukan penafsiran karya tersebut?
Mengidentifikasi konteks Apa yang kamu pikirkan
mengenai latar belakang
munculnya karya ini?
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
a. Pengalaman Mengamati Karya Seni Rupa
Semua orang tentu memiliki pengalaman dalam mengamati karya seni dalam kehidupannya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, setiap orang mendapatkan pembelajaran dari karya yang
diamatinya.
Pada sesi ini siswa diajak untuk menceritakan pengalaman masing-masing dalam bentuk diskusi
tentang pengamatan karya yang pernah dirasa memberikan dampak bagi diri sendiri maupun
lingkungannya.
b. Mendeskripsikan dan Menganalisis Karya Seni Rupa
Guru memberikan materi kepada siswa terkait cara mendeskripsikan dan menganalisis karya
seni. Untuk itu, siswa diperkenalkan dengan metode kritik seni dalam mendeskripsikan karya
yang diapresiasi.
Mendeskripsikan karya seni rupa
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mendeskripsikan karya seni adalah:
Medium yang digunakan (teknik dan bahan)
contoh: Jika siswa melihat sebuah lukisan kanvas yang menggunakan cat minyak, maka teknik
yang digunakan adalah melukis dan bahannya adalah cat minyak dan kanvas.
Unsur karya (obyek yang terlihat, warna-warna yang nampak, bentuk yang terlihat).
Gambar 2.1. Unsur - unsur dalam karya
seni karya koleksi [Link] (2020)
Menganalisis karya seni rupa
Ada beberapa metode kritik yang dapat digunakan dalam mengapresiasi karya seni seperti yang
dikemukakan Chapman (1978), yaitu: metode induktif, metode deduktif, metode empatik, dan
metode interaktif.
Selain itu, siswa juga dapat menggunakan jenis kritik seni rupa menurut Feldman (1967: 452-
456) yang terdiri dari: Kritik Jurnalistik (Jurnalistic Criticism), Kritik Pedagogik (Pedagogical
Criticsm), Kritik Akademik (Scholary Criticism), Kritik Populer (Popular Criticism).
Kegiatan mengapresiasi seni melalui kritik pedagogik biasanya dapat diterapkan dalam kegiatan
belajar mengajar di lembaga pendidikan tinggi pendidikan kesenian. Namun demikian, model ini
juga bisa dikembangkan oleh guru dengan tujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi
artistik- estetik siswa sehingga mereka mampu mengembangkan apresiasi dan pemahamannya
terhadap karya yang dibahas. Hal ini ditegaskan Wachowiak dan Clements (1993: 148) bahwa:
”The purpose of art criticism in the schools is to develop appreciation and understanding….”.
Selanjutnya, urutan pelaksanaan pembelajaran kritik untuk apresiasi seni yang disarankan
Wachowiak dan Clements (1993: 149) terdiri dari enam tahapan, yaitu:
1. Identifying the content or subject matter of What things do you see in this picture?
the art
2. Recognizing the technique or at medium What art materials did the artist use and
how were they used?
3. identifying the compositional or design How did the artist tie the picture together?
factors in the art and recognizing their
importance
4. Recognizing the unique, individual style of Why do we think this other picture might
the artist be made by the some artist?
5. Searching for the meaning of the art and What does the picture say to you?
inquiring into the artist’s intent
6. Identifying the contex What do you think might have been going
on in the world at this time?
Penyajian kritik dalam teori kritik seni menurut para ahli dikenal beberapa tahap kegiatan.
Feldman (1967: 469), mengungkapkan tahapan kritik terdiri dari: Deskripsi (Description),
Analisis Formal (Formal Analysis), interpretasi (Interpretation), dan evaluasi atau penilaian
(Evaluation or Judgement). Sementara itu Barrett (1994: 16) menyoroti hal tersebut dengan
istilah fungsi kritik seni sebagai “the description, interpretation, and evaluation of new art”.
Selain itu siswa juga dapat menggunakan metode mengapresiasi suatu karya seni sebagaimana
dikemukakan Brent G. Wilson dalam bukunya yang berjudul Evaluation of Learning in Art
Education, bahwa apresiasi memiliki 3 konteks utama:
Apresiasi Empatik: menilai atau menghargai suatu karya seni yang dapat ditangkap sebatas
indrawi saja.
Apresiasi Estetis: menilai atau menghargai suatu karya seni dengan melibatkan pengamatan
dan penghayatan yang mendalam.
Apresiasi Kritik: menilai atau menghargai suatu karya seni dengan melibatkan klasifikasi,
deskripsi, analisis tafsiran, dan evaluasi.
Proses pembelajaran apresiasi seni, dapat dilakukan melalui metode dan pendekatan seperti
dikemukakan oleh (Sahman, 1993: 153; Soedarso, 1990: 83-84) yaitu sebagai berikut:
Pendekatan aplikatif: Pendekatan ini dilakukan melalui proses penciptaan seni secara langsung.
Hal ini sejalan dengan ajaran Dewey “learning by doing”.
Pendekatan Historis: Ditempuh melalui pengenalan sejarah seni. Penciptaan demi penciptaan,
peristiwa demi peristiwa yang masing-masing memiliki problema sendiri, dibicarakan dan
dibahas secara urut.
Pendekatan problematik: Menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat
menikmatinya secara semestinya, kemudian deretan problem-problem senilah yang harus
dibahas satu persatu.
Menurut Sobandi (2007), ada beberapa model pembelajaran apresiasi, di
antaranya: Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Karya Reproduksi
(ASmKR)
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Media Film (ASmMF)
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Pameran Sekolah (ASmPS)
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Kunjungan ke Museum (ASmKM)
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Presentasi Pengalaman Berkarya (ASmPPB)
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Artist Talk Seniman (AmATS)
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Telaah Karya (ASmTK)
Model Pembelajaran Apresiasi melalui Kritik Wachowiak dan Clements
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Praktek Studio-Kritik Seni (ASmPSKS)
Berdasarkan beberapa metode dan langkah di atas, sebenarnya bentuk pembelajaran apresiasi
terdiri dari dua jenis kegiatan, yaitu:
1. Apresiasi Pasif: Kegiatan menonton dan menikmati tanpa memberi umpan balik
untuk wacana seni rupa
2. Apresiasi Aktif: dapat dilakukan melalui beberapa alternatif kegiatan
sebagai berikut:Kegiatan diskusi terarah
Pengembangan wacana (penelitian, ulasan, kritik)
Kegiatan koleksi untuk publik –koleksi yang dilakukan oleh museum atau institusi
publik, dan menampilkan koleksi untuk publik luas.
Kegiatan koleksi untuk privat – koleksi yang dilakukan untuk disimpan dan
dinikmati secara pribadi atau kelompok tertentu
Hasil-hasil dari kegiatan apresiasi aktif bisa digunakan untuk penelitian dan acuan untuk
pengembangan ekosistem seni rupa.
c. Tempat Mengapresiasi Karya Seni
Rupa : Galeri
Galeri adalah ruang untuk menampilkan karya seni dalam bentuk pameran, biasanya galeri
dikelola secara komersial yang bertujuan untuk menjual karya seni.
Museum
Ruang untuk menyimpan, merawat, merestorasi benda-benda bersejarah dan berfungsi sebagai
tempat publik untuk mengakses karya seni secara edukatif.
Museum Publik: Museum yang dikelola oleh pemerintah dan terbuka untuk public.
Museum Privat: Museum yang dimiliki oleh individu tertentu atau sebuah
perusahaan swasta.
Ruang Publik
Tempat-tempat umum seperti jalanan, taman, dan gedung-gedung yang digunakan oleh
masyarakat luas. Misalnya: patung-patung di taman, mural, graffiti, dsb.
Ruang Alternatif
Ruang yang digunakan oleh komunitas seni rupa untuk berkumpul, berbagai pengetahuan dan
memamerkan karya seni.
Ruang Virtual
Disajikan dalam bentuk virtual di platform tertentu, misalnya: Website, Instagram, dsb.
d. Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa
Berbagai cara dapat dilakukan dalam mengapresiasi karya seni rupa di pameran, contoh:
1. Berbicara langsung dengan seniman/kurator/pemandu pameran.
2. Mengikuti tur galeri dan mendengarkan penjelasan atau membaca penjelasan dari setiap
karya seni yang dipamerkan.
3. Tidak menyentuh karya kecuali diperkenankan.
4. Mematuhi peraturan yang diberlakukan di ruang pameran. Di setiap ruang pameran, tentu
saja memiliki peraturan yang berbeda-beda. Sebagai contoh peraturan atau tata tertib yang
diberlakukan di Galeri Nasional Indonesia:
Gambar 2.2. Tata Tertib Galeri Seni
karya koleksi [Link] (2020)
Dilarang merokok
Dilarang menyentuh
karya Dilarang memakai
jaket Dilarang membawa
tas
Dilarang memakai topi dan kacamata hitam
Dilarang membawa hewan
Dilarang menggunakan flash kamera
Dilarang membawa
makanan/minuman
Dilarang menggunakan flash kamera handphone
Dilarang menggunakan tongsis/selfie stick
Dilarang membuang sampah
Dilarang berisik
1. Membagikan wawasan dan apresiasi dalam berbagai bentuk (contoh: media sosial)
2. Contoh dampak karya seni bagi diri sendiri dan lingkungannya, contoh:Memiliki
muatan emosional/spiritual
Memberikan nilai keindahan dan kepuasan tersendiri
Memberikan dampak psikologis (contoh: salah satu bentuk terapi) dan kesenangan hati
Meningkatkan dan mengasah kreativitas dan daya imajinasi
Melepas penat dan coping stress
Pemaparan contoh karya seni yang berdampak untuk diri sendiri dan lingkungan.
Gambar 2.3. Pemaparan contoh karya seni yang berdampak untuk diri sendiri dan lingkungan
Sumber: Indoartnow/Pameran Titik Temu (2018)
“REKAM JEJAK SEORANG DEMENSIA”
Instalasi - Gambar di atas kertas, Modul Terapi, Dokumentasi Video
Karya yang berjudul Rekam Jejak Seorang Demensia, merupakan karya yang terdampak dari
pengalaman pribadi seniman ketika merawat orang terdekat yang mengalami Demensia. Karya ini
berupa instalasi kompilasi rekam jejak karya yang dibuat oleh beberapa orang yang mengalami
kondisi demensia melalui modul kegiatan seni visual yang dibuat oleh seniman. Tujuan yang ingin
didapatkan adalah menyelami pikiran-pikiran orang yang mengalami demensia untuk memahami
mentalnya. Hasil modul yang dibuat oleh seniman juga dapat memberikan dampak bagi siapa pun
yang berhadapan dengan pengalaman yang sama dengan seniman, yakni memahami pikiran-pikiran
yang dialami oleh orang terdekatnya yang mengalami kondisi demensia melalui rekam jejak
karyanya.
Catatan untuk guru:
Buatlah materi di atas dalam bentuk presentasi PowerPoint. Metode pembelajaran dapat dilakukan
dengan cara diskusi dua arah. Sebelum pemaparan materi, pastikan bahwa guru sudah melakukan
riset atau eksplorasi materi melalui buku atau internet (contoh: Google, Pinterest, Youtube, dsb)
agar pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih optimal.
Perspektif
Lampiran :3Sudut pandang bagaimana objek yang dituangkan kedalam karya seni terlihat pada mata
manusia.
GLOSARIUM
Seni rupa terapan : Seni rupa yang menekankan hasilnya pada fungsionalitas. Contohnya Dekorasi,
Busana, dll.
Gambar Ilustrasi : Gambar yang berfungsi untuk menjelaskan sesuatu, seperti kalimat atau naskah
agar dapat dengan mudah dipahami. Gambar Ilustrasi biasanya banyak terdapat pada buku
anak-anak ataupun buku ilmiah yang membutuhkan banyak gambaran sebagai penjelasan agar
mudah dipahami.
Abstrak : Sebuah cara mengekpresikan karya seni dengan metoda yang tidak menggambarkan
wujud atau bentuk nyata dari sebuah objek dan bisa jadi memperumit atau menyerderhanakan
wujudu aslinya.
Baret, T.4(1994). Critizing Art, Understanding the Contemporary. California:
Lampiran
Mayfield Publishing Company
DAFTAR PUSTAKA
Feldman, E. B. (1967). Art as Image and Idea. New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Sobandi, B. (2007). Model Pembelajaran Kritik dan Apresiasi Seni Rupa. Solo: Maulana Offset.
Maria, Mia dan JJ Adibrata. (2015), Buku Seni Rupa Kita. Jakarta: Yayasan Jakarta Biennale.
Cipta, Angga. 2015. ”Edukasi Publik Jakarta Biennale”, Seni Rupa Kita, 29 November 2015.
<https:://[Link]/acip/docs/buku-seni-rupa-kita-fa/>
Pengajarku. 2020. “Apresiasi Seni Rupa”, 17 Desember 2020. <[Link]
seni-rupa/>
MODUL AJAR
PENGENALAN BAHAN DAN ANEKA TEKNIK BERKARYA
INFORMASI
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : DEWI TRI PURWANTI, SH
Satuan Pendidikan : SMKN 7 REJANG LEBONG
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 1 X 1JP
Tahun Penyusunan : 2023
II. KOMPETENSI AWAL
Pada Unit 3 ini siswa akan mempelajari konsep berkarya dua dimensi yang meliputi: definisi,
fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi. Untuk menguasai materi ini, siswa dan guru dapat
memilih pendekatan permisif yakni memberi kebebasan penuh pada siswa dalam
mengeksplorasi potensi bahan dan teknik dalam berkarya dua dimensi sesuai konteks budaya
tempat sekolah atau siswa berada. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui laporan
analisis karya yang telah dibuat dan dikumpulkan.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu
melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru.
Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang
orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau
perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya
dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar
tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat.
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mendefinisikan fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi.
Mengenal bahan dan teknik dalam pembuatan karya dua dimensi.
Menganalisis potensi bahan dari sekitar yang bisa digunakan untuk membuat karya dua
dimensi.
Membuat karya percobaan menggunakan bahan dari
sekitar. Mengevaluasi hasil karya percobaan.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pengenalan bahan, memanipulasi, menilai efektifitas dan memilih aneka bahan, alat, teknik,
proses dan teknologi yang sesuai untuk karyanya
III. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang dimaksud dengan karya dua dimensi?
Adakah yang bisa memberikan contoh karya seni rupa dua dimensi
? Apakah fungsi dari karya seni dua dimensi?
Apa saja unsur seni yang dipakai pada karya dua dimensi?
Apa saja bahan yang bisa digunakan dalam berkarya dua dimensi?
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian
hasil pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
1. Tahap 1 Mengidentifikasikan Topik Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menampilkan
gambar yang berhubungan dengan topik fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi.
Guru membuka diskusi dengan memberikan pertanyaan pemantik.
Siswa merespon pertanyaan terbuka dari guru.
Guru menjelaskan mengenai fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi dengan alat
peraga.
Guru mengatur siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi yang terdiri dari 3-5
orang/kelompok dengan topik diskusi seputar kebudayaan lokal.
Guru memberi pertanyaan pemantik: Apa saja kesenian dan budaya tradisi yang ada
di tempat tinggal siswa?
- Adakah karya dua dimensi di kota tempatmu tinggal?
- Sebutkan karya dua dimensi yang paling khas di daerah tempat tinggal siswa?
- Teknik apa yang digunakan pada karya tersebut?
- Bagaimana proses pembuatannya? Jelaskan!
- Sebutkan bahan yang digunakan pada teknik tersebut? apakah termasuk bahan baku
alam atau bahan sintetis?
- Apakah fungsi karya tersebut?
Siswa berdiskusi dalam kelompok dan menjawab pertanyaan pemantik dari guru.
2. Tahap 2 Demonstrasi Teknik
Guru memandu dengan memberikan contoh teknik berkarya dengan menggunakan
beberapa bahan, sebagai contoh: Teknik Opaque dengan media cat minyak atau cat
akrilik dan Teknik Aquarel dengan media cat air atau Gouache.
Siswa melaksanakan demonstrasi yang diberikan oleh guru.
3. Tahap 3 Observasi Alat dan Bahan
Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk melakukan observasi bahan dan alat yang
ada di sekitar siswa (kegiatan ini bisa dilakukan sebagai pekerjaan rumah yang kemudian
dilanjutkan di sekolah pada pertemuan selanjutnya).
Guru memberikan panduan pertanyaan seputar instruksi observasi:
- Hasil bumi apa yang paling banyak dihasilkan di kota tempat tinggal siswa?
- Mata pencaharian seperti apa yang paling banyak di daerah tempat tinggal siswa?
- Potensi seni apa yang paling khas di daerah tempat tinggal siswa?
- Adakah limbah aman yang dapat diolah dan dikembangkan menjadi media berkarya?
- Sesuai pengamatan lingkunganmu, bahan apa saja yang paling memungkinkan
digunakan sebagai bahan utama ataupun bahan penunjang terkait dengan teknik yang
sudah dipelajari (teknik lukis Opaque & Aquarel)?
- Bahan temuan apakah yang siswa pilih untuk membuat karya dua dimensi?
Untuk kegiatan ini bisa dilihat pada lks i (mencari potensi bahan yang ada di
lingkungan sekitar)
4. Tahap 4 Eksperimen Teknik dengan Bahan Temuan
Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menyiapkan bahan dan alat untuk
membuat karya dua dimensi dengan bahan temuan.
Siswa melakukan eksperimen pembuatan karya dengan teknik dengan bahan temuan.
Untuk kegiatan ini bisa dilihat pada lks ii (membuat karya dua dimensi dengan
teknik melukis opaque dan teknik aquarel menggunakan bahan temuan)
5. Tahap 5 Presentasi Hasil Karya
Guru memandu siswa untuk melaksanakan presentasi hasil karya yang sudah dibuat
berdasarkan laporan hasil eksperimen dengan menunjuk beberapa siswa sebagai
perwakilan.
Untuk mengerjakan kegiatan ini siswa bisa mengisi tabel yang ada pada lks iii
(mengenali hasil dari percobaan bahan yang digunakan untuk membuat karya dua
dimensi)
6. Tahap 6 Evaluasi
Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik kepada siswa.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui
ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Prosedur Tes : Tes akhir
Jenis Tes : Tertulis
Bentuk Tes : Laporan hasil eksperimen
Instrumen Tes : Buatlah laporan hasil eksperimen alternatif bahan yang digunakan
berdasarkan pertanyaan dibawah ini:
Kriteria
1. Siswa memahami konsep fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi.
2. Siswa mengenal bahan dan teknik dalam pembuatan karya dua dimensi.
3. Siswa mampu menganalisis potensi bahan dari Sekitar yang bisa digunakan untuk
membuat karya dua dimensi.
4. Siswa dapat membuat karya dua dimensi menggunakan bahan dari Sekitarnya.
5. Mengevaluasi hasil percobaan bahan yang digunakan untuk membuat karya dua
dimensi. Masing-masing jawaban soal diberi skoring: 20
Skor total: 20 x 5 = 100
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Kegiatan alternatif seputar medium/teknik dua dimensi tidak harus teknik melukis namun
disesuaikan dengan medium/teknik dari ragam teknik dua dimensi yang paling nyaman dipilih
oleh guru.
Remedial
Jika guru atau siswa tidak dapat melaksanakan prosedur kegiatan belajar dengan berbagai
alasan, siswa dapat melakukan pembelajaran mandiri. Untuk itu, diharapkan bagi para guru
untuk membuat materi pembelajaran secara utuh sebelum pembelajaran dilakukan agar materi
dapat disebarluaskan kepada siswa jika pertemuan tatap muka tidak bisa dilakukan. Setelah itu,
siswa melakukan pembelajaran mandiri dengan memahami isi materi yang diberikan dan
membuat tugas presentasi seperti yang dituliskan di atas.
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil dilakukan?
Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu perhatikan
sebagai guru?
Refleksi Peserta Didik:
Apa saja kesenian dan budaya tradisi yang ada di tempat tinggal
siswa? Adakah karya dua dimensi di kota tempatmu tinggal?
Sebutkan karya dua dimensi yang paling khas di daerah tempat tinggal siswa?
Teknik apa yang digunakan pada karya tersebut?
Bagaimana proses pembuatannya? Jelaskan!
Sebutkan bahan yang digunakan pada teknik tersebut? apakah termasuk bahan baku
alam atau bahan sintetis?
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR
LEMBARKERJA
KERJAPESERTA
PESERTADIDIK
DIDIK(LKPD)
(LKPD)1
“Mencari potensi bahan yang ada di sekitar”
Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Format Mencari Potensi Bahan Yang Ada Di Sekitar
Pertanyaan Jawaban Pertanyaan
1. Hasil bumi apa yang paling banyak dihasilkan di
kota tempat tinggal kamu?
2. Mata pencaharian seperti apa yang paling banyak
di daerah tempat tinggal kamu?
3. Potensi seni apa yang paling khas di daerah
tempat tinggal kamu?
4. Adakah limbah aman yang dapat diolah
dan dikembangkan menjadi media
berkarya?
5. Sesuai pengamatan lingkunganmu, bahan apa sajakah
yang paling memungkinkan digunakan sebagai bahan
utama ataupun bahan penunjang terkait dengan teknik
yang sudah dipelajari (teknik lukis Opaque &
Aquarel)?
6. Bahan temuan apa yang kamu pilih untuk
membuat karya dua dimensi ?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2
“Membuat karya dua dimensi dengan teknik lukis menggunakan bahan temuan yang ada
di sekitar”
Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Buatlah karya dua dimensi dengan ketentuan berikut:
1. Buat dua karya lukis yang menggunakan teknik yang sudah dipelajari, sebagai contoh
teknik Opaque dan teknik Aquarel.
2. Menentukan objek yang akan dipakai di dalam karya, boleh berupa objek
benda mati/suasana/hewan/tumbuhan.
3. Karya dibuat dalam ukuran minimal A4 (21 cm X 29,7 cm).
4. Bahan yang digunakan adalah hasil bahan temuan yang ada di lingkungan sekitar.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 3
“Mengenali hasil eksperimen bahan yang digunakan untuk membuat karya dua dimensi”
Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Mengenal hasil eksperimen bahan karya dua dimensi
No. Pertanyaan Jawaban
1 Apa yang kamu temukan di sekitarmu sebagai bahan
dan alat alternatif ?
2 Apa kesulitan yang dihadapi kamu ketika membuat
eksperimen dari alat dan bahan yang ditemukan
tersebut?
3 Potensi apa yang kamu temukan dari bahan dan alat
tersebut?
4 Menurut siswa apa yang perlu dievaluasi dari proses
tersebut? dari segi alat maupun bahan yang
digunakan.
5 Menurut siswa teknik lukis apa yang paling efektif
untuk diaplikasikan ke dalam bahan dan alat tersebut?
Lampiran 2
[Link]
Definisi,BACAAN
Fungsi, Unsur
GURUdan Ragam
DAN PESERTAKaryaDIDIK
Dua Dimensi
Materi ini akan menjelaskan definisi, fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi dengan
pertanyaan pemantik sebagai berikut:
Apa yang dimaksud dengan karya dua dimensi?
Apakah contoh karya seni rupa dua dimensi ?
Apakah fungsi dari karya seni rupa dua dimensi?
Apa saja unsur seni rupa yang dipakai pada karya dua dimensi?
Apa saja bahan yang bisa digunakan dalam karya dua dimensi?
Guru menjelaskan definisi, fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi dengan alat peraga yang
berisi:
1. Definisi Karya Dua Dimensi
Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni yang memiliki dua ukuran atau dua sisi. Karya
seni ini hanya memiliki panjang dan lebar saja, tanpa dimensi ketiga yaitu ruang.
2. Fungsi Karya Dua Dimensi
Fungsi karya dua dimensi yaitu sebagai elemen estetik pada permukaan datar. Sebagai bentuk
rupa yang mudah dibuat dari segi media dan teknis karena hanya perlu mengisi bidang
panjang dan lebar saja.
3. Unsur Fisik Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi berasal dari berbagai unsur pembentuk kesatuan yang diolah
sedemikian rupa oleh perupa atau desainer. Unsur tersebut adalah:
Garis
Bidang
Ruang
Tekstur
Gelap-Terang
Warna
Ragam Teknik Berkarya Dua Dimensi
Beberapa macam teknik dalam membuat karya dua dimensi diantaranya:
Teknik gambar
Teknik cetak/grafis
Teknik lukis
Teknik kolase
Teknik
fotografi
Teknik media campuran (mixed media)
Teknik ragam hias
Gambar 3.1. Teknik Gambar
Gambar 3.2. Teknik cetak/gra
Gambar 3.3. Teknik lukis
Gambar 3.4. Teknik kolase
Gambar 3.5. Teknik fotografi
Gambar 3.6. Teknik media campuran (mixed media)
Gambar 3.7. Teknik ragam hias
Guru dapat melampirkan contoh teknik tersebut dalam pemaparan. Jika guru ingin mencoba
salah satu teknik tersebut untuk dipraktekkan bersama siswa, maka guru perlu mencari tahu
variasi teknik dan detail cara menggunakannya. Sebagai contoh, jika ingin coba mempraktikkan
teknik lukis, maka siswa diajak untuk mengenal paling tidak dua teknik lukis, seperti teknik
Opaque dan teknik Aquarel. Guru dapat mencari tahu wawasan mengenai teknis lukis tersebut
dari internet dengan kata kunci yang berkaitan. Setelah itu guru perlu memilih teknik yang paling
nyaman bagi guru untuk dibahas bersama siswa.
Teknik Opaque atau teknik plakat merupakan teknik yang menggunakan sapuan dan paduan
warna yang tebal atau menutup latar belakang obyeknya.
Gambar 3.8. Lukisan dengan teknik
Opaque Karya koleksi [Link]
(2020)
Teknik Aquarel atau teknik transparan merupakan teknik yang digunakan baik dalam menggambar
maupun melukis dengan sapuan dan paduan warna yang tipis, transparan, dan tembus pandang.
Gambar 3.9. Lukisan dengan teknik
Aquarel Karya koleksi [Link]
(2020)
b. Bahan dan Alat Dalam Karya Dua Dimensi
b.1. Bahan yang digunakan dalam karya dua dimensi:
Bahan terdiri dari dua kriteria yaitu bahan utama atau disebut medium, dan ke dua yaitu
bahan penunjang yakni bahan yang mendukung medium utamanya. Sebagai contoh,
dalam karya seni lukis, kanvas dan cat merupakan bahan utama pada lukisan, kemudian
kayu dan paku sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bingkai yang mengikat
bentang kanvas atau biasa disebut dengan spanram (stretch board).
Bahan untuk berkarya dua dimensi dikategorikan menjadi bahan alami dan bahan sintetis:
Bahan baku alami merupakan material yang bahan dasarnya berasal dari alam dan
diolah tanpa proses kimiawi, contohnya adalah pewarna alami.
Bahan sintetis adalah bahan alam yang telah diolah melalui proses industri atau
pabrikasi tertentu sehingga menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter khusus,
contohnya adalah cat.
Bahan untuk berkarya dua dimensi juga dikategorikan berdasarkan sifat materialnya
bahan lunak, bahan cair dan bahan padat.
b.2. Peralatan Dalam Karya Dua Dimensi
Peralatan yang digunakan dalam karya dua dimensi dikenal dengan beberapa kategori yaitu
alat untuk menggambar, membentuk, mewarnai, mencetak (melipatgandakan),
memotong, mengukur, dan sebagainya.
c. Membuat Karya Dua Dimensi dari Bahan Sekitar
Setelah siswa mengenal beberapa teknik membuat karya dua dimensi, Selanjutnya siswa diajak
mengamati dan mencari bahan lokal yang ada di sekitar sekolah atau tempat tinggalnya
(dimungkinkan jika bahan ini merupakan limbah yang bersifat aman ataupun bahan baku alam)
dengan tujuan mencari potensi alternatif media dan beradaptasi dengan keterbatasan dalam
membuat karya dua dimensi. Dengan melakukan hal ini, penggunaan bahan dan alat tidak harus
dengan membeli melainkan dengan memanfaatkan potensi bahan yang ada di sekitar.
Untuk memulai kegiatan ini siswa dapat diberi pertanyaan pemantik sebagai berikut:
1. Sebutkan karya dua dimensi yang ada di kota tempat tinggal siswa?
2. Contoh: ragam hias batik, lukisan, mural, dll.
3. Teknik apa yang digunakan pada karya tersebut?
4. Contoh: batik cap menggunakan teknik cap dengan pewarna alami
5. Sebutkan bahan dan alat yang digunakan pada teknik tersebut? Apakah termasuk bahan baku
alam atau bahan sintetis?
6. Apa fungsi dari karya tersebut?
Lampiran 3
GLOSARIUM
Bahan baku alami merupakan material yang bahan dasarnya berasal dari alam dan diolah tanpa
proses kimiawi, contohnya adalah pewarna alami.
Bahan sintetis adalah bahan alam yang telah diolah melalui proses industri atau pabrikasi tertentu
sehingga menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter khusus, contohnya adalah cat.
Irianto. Asmudjo,
Lampiran 4 A. Rikrik Kusmara, Bambang Ernawan, Budi Adi Nugroho, Dadang Sudrajat,
Dikdik Sayahdikumullah,
DAFTAR PUSTAKA Muksin MD, Nurdian Ichsan, Rizki A. Zaelani H., Setiawan Sabana,
Tisna Sanjaya, dan Willy Himawan. (2018), Relasi Dan Ekspansi Medium Seni Rupa, Bandung:
Program Studi Seni Rupa, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung.
Maria, Mia dan JJ Adibrata. (2015), Buku Seni Rupa Kita. Jakarta: Yayasan Jakarta Biennale.
Thabroni, Gamal. 2019. “Seni Rupa 2 Dimensi: Pengertian, Unsur, Alat, Teknik & Contoh”,
27
Oktober 2019. <[Link]
Thabaroni, Gamal. 2019. “Pengertian Menggambar, Jenis, Teknik & Alat (Pendapat Ahli)”, 29
September 2019. <[Link]
MODUL AJAR
KONSEP EKSPLORASIDAN EKSPERIMENTASI KARYA SENI RUPA
INFORMASI
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : DEWI TRI PURWANTI, SH
Satuan Pendidikan : SMKN 7 REJANG LEBONG
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 2 X 1JP
Tahun Penyusunan : 2023
II. KOMPETENSI AWAL
Pada Unit 4 ini siswa akan mempelajari konsep eksplorasi dan eksperimentasi karya seni rupa
dengan memakai aneka alat, teknik, proses dan teknologi sebagai penyambung dari unit 3 dan
menghasilkan karya dua dimensi di akhir pelajaran Unit 5. Unit ini meliputi pengenalan konsep
dan prinsip kesadaran mengetahui potensi diri dan potensi lingkungan sekitar. Untuk
menguasai materi ini, siswa dan guru dapat memilih pendekatan investigasi kelompok dalam
mengeksplorasi karya seni rupa. Untuk mengukur kompetensi akan dilakukan penilaian pribadi
dan diskusi kelompok.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu
melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru.
Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang
orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau
perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya
dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar
tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat.
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengkonsepsikan eksplorasi dan eksperimentasi dalam berkaryaseni rupa.
Memilih aktivitas untuk mengenal alat, teknik, proses dan teknologi yang akan dipakai
dalam berkarya.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Menggunakan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses dengan keterampilan,
kemandirian dan keluwesan yang makin meningkat untuk menciptakan atau
mengembangkan karyanya.
Memilih, menggunakan dan/atau menggabungkan aneka media, bahan, alat, teknologi dan
proses yang sesuai dengan tujuan karyanya.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
Agar siswa dapat memilih berbagai bahan dan teknik dalam pembuatan karya seni, Guru
diharapkan mampu memantik pola pikir siswa agar secara sadar mampu memanfaatkan
keunggulan potensi lokal yang ada di sekitar mereka
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
1. Tahap 1 mengidentifikasi topik serta mengatur ke dalam kelompok berdiskusi.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menampilkan gambar yang berhubungan dengan
topik kesetaraan, potensi diri serta konsep bereksplorasi dan bereksperimentasi.
Siswa berkelompok sesuai dengan arahan kegiatan yang dilakukan.
2. Tahap 2 merencanakan tugas yang akan dipelajari.
Guru membantu siswa untuk merencanakan tugas yang akan dipelajari, yaitu memandu
mempelajari topik-topik diskusi dan alternatif kegiatan yang sudah dipilih untuk
dilakukan oleh siswa.
Guru membagi siswa ke dalam kelompok untuk melakukan diskusi kelompok dengan
alternatif kegiatan yang telah dicontohkan.
3. Tahap 3 melaksanakan investigasi.
Guru menampilkan masing-masing topik terkait dengan teks eksplanasi
siswa melaksanakan investigasi secara berkelompok berdasarkan topik yang sudah
ditentukan.
4. Tahap 4 menyiapkan laporan akhir.
Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menyiapkan laporan akhir
atau menyusun teks eksplanasi berdasarkan topik yang sudah diinvestigasi.
Siswa Menyusun laporan berdasarkan hasil investigasi.
5. Tahap 5 mempresentasikan laporan akhir.
Guru memandu siswa untuk melaksanakan presentasi laporan akhir atau hasil
menyusun teks eksplanasi secara berkelompok.
6. Tahap 6 evaluasi.
Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
Prosedur Tes : Penilaian Akhir
Jenis tes : Tertulis dan Diskusi
Bentuk Tes : Presentasi dan Diskusi Kelompok
Instrumen Tes :
Penilaian yang dilakukan menggunakan evaluasi diri dimana siswa diminta untuk mengevaluasi
keberhasilan mereka bereksplorasi dan bereksperimen, lepas dari batasan-batasan visual yang
selama ini membatasi pikiran.
Indikator evaluasi diri mencakup :
1. Apakah bahan yang dipakai sudah memiliki fungsi lain di luar fungsi utama atau fungsi asal
benda tersebut?
2. Apakah keberadaan ataupun ketidak beradaan bahan hendak digunakan menjadi penentu
berhasil atau tidaknya merealisasikan konsep karya dua dimensi yang diinginkan?
3. Seberapa banyak jenis sumber bahan yang digunakan selama ini dibiarkan menjadi limbah
atau sampah dari lingkungan sekitar? Seberapa banyak jumlah ketersediaan bahan tersebut?
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Dengan menggabungkan bahan yang tersedia di sekitar siswa, dikombinasikan dengan berbagai
macam teknik yang telah dipelajari, sangat memungkinkan untuk siswa membuat karya seni
yang menarik dan kontekstual.
Remedial
Dengan bereksperimen, siswa dimungkinkan untuk mengeksplorasi kemungkinan-
kemungkinan baru dengan tanpa batasan, dengan bebas dan menemukan sesuatu yang belum
pernah dilakukan sebelumnya.
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil
dilakukan? Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu perhatikan
sebagai guru?
Refleksi Peserta Didik:
Kondisi di setiap daerah sangat beragam, karenanya masing-masing sekolah memiliki
keunggulan dan tantangan sendiri-sendiri. Guru diajak untuk secara bijaksana mengajak siswa
memperhatikan kondisi wilayah sekolahnya masing-masing dan belajar untuk memanfaatkan
keunggulan yang dimiliki dan mengacuhkan tantangan yang datang karena keterbatasan.
Bagaimana hak siswa, dalam hal ini kelompok siswa, dijamin dan dipenuhi atau justru
dihambat oleh peraturan yang berlaku di daerahnya? Adakah peraturan tidak tertulis
berlaku? Faktor regulasi apakah yang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak
setara dengan sekolah lain?
Bagaimana kemampuan atau ketidakmampuan siswa dalam mengakses dan menggunakan
sumber daya yang diperlukan untuk menjadi siswa yang produktif?
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR
LEMBARKERJA KERJAPESERTA
PESERTADIDIK DIDIK(LKPD)
(LKPD)1
Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Tujuan Pembelajaran : Siswa memiliki keterampilan dalam mengolah elemen seni dan
desain sebagai dasar pemilihan teknik pengolahan bahan.
Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Tahap persiapanSiswa diajak untuk memilih kegiatan menggunakan elemen seni dan desain
yang ingin dilatih, salah satunya bisa dengan memilih alternatif kegiatan yang ada di unit
pembelajaran. Masing-masing siswa menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
2. Tahap pelaksanaanSetelah melakukan tahap persiapan selanjutnya para siswa diberikan
instruksi sebagai berikut:
Siswa diminta untuk memanfaatkan elemen seni dan desain.
Hasilnya dapat dilakukan dalam bentuk individual maupun kelompok.
Masing-masing siswa mempresentasikan karyanya.
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
a. Konsep Eksperimentasi dan Eksplorasi dalam Membuat Karya Seni Rupa
Salah satu kendala dalam membuat karya seni rupa yaitu terbatas dan tidak tersedianya
berbagai perangkat, peralatan dan perlengkapan berkarya. Dalam unit ini, siswa diajak untuk
berpikir memanfaatkan potensi di sekitar mereka untuk menjawab keterbatasan dan
ketidaktersediaan berbagai perangkat, peralatan dan perlengkapan berkarya. Setelah itu siswa
diajak untuk berani bereksperimen dalam berkarya.
Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dijadikan panduan saat memulai untuk melakukan
eksperimen dalam berkarya:
Fase Penemuan: Benda/bahan apakah ini? Barang apa yang bisa dibuat dari benda/bahan ini?
Fase Eksplorasi: Dengan menggunakan bahan ini, benda apa saja yang dapat dihasilkan?
Fase Ekspansi: Variasi barang apa saja yang bisa dihasilkan dengan bahan ini?
Fase Manifestasi: Jenis barang seperti apa yang akan terlihat estetik jika dibuat
menggunakan bahan ini?
Fase Transisi: Jika bahan ini digabungkan dengan bahan lainnya, bisa menghasilkan barang
apa?
Fase Pencerahan: Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, akhirnya bisa
didapatkan sesuatu pencerahan tentang barang apa yang paling menarik dan estetik jika
dibuat dari bahan tersebut? tidak hanya indah, namun juga berfungsi dengan baik dan dapat
berguna bagi masyarakat luas.
Dengan bereksperimen, siswa dimungkinkan untuk mengeksplorasi kemungkinan-
kemungkinan baru dengan tanpa batasan, dengan bebas dan menemukan sesuatu yang belum
pernah dilakukan sebelumnya. Dengan menggabungkan bahan yang tersedia di sekitar siswa,
dikombinasikan dengan berbagai macam teknik yang telah dipelajari, sangat memungkinkan
untuk siswa membuat karya seni yang menarik dan kontekstual.
b. Penggunaan Alat dan Bahan dalam Membuat Karya Seni Rupa.
Agar siswa dapat memilih berbagai bahan dan teknik dalam pembuatan karya seni, Guru
diharapkan mampu memantik pola pikir siswa agar secara sadar mampu memanfaatkan
keunggulan potensi lokal yang ada di sekitar mereka dengan dibantu beberapa kegiatan seperti
di bawah ini:
b.1. Pengenalan konsep kesetaraan
Kondisi di setiap daerah sangat beragam, karenanya masing-masing sekolah memiliki
keunggulan dan tantangan sendiri-sendiri. Guru diajak untuk secara bijaksana mengajak
siswa memperhatikan kondisi wilayah sekolahnya masing-masing dan belajar untuk
memanfaatkan keunggulan yang dimiliki dan mengacuhkan tantangan yang datang karena
keterbatasan.
Regulasi
Bagaimana hak siswa, dalam hal ini kelompok siswa, dijamin dan dipenuhi atau justru
dihambat oleh peraturan yang berlaku di daerahnya? Adakah peraturan tidak tertulis
berlaku? Faktor regulasi apakah yang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak
setara dengan sekolah lain?
Akses
Bagaimana kemampuan atau ketidakmampuan siswa dalam mengakses dan menggunakan
sumber daya yang diperlukan untuk menjadi siswa yang produktif?
Beberapa hal mendasar di atas dapat dijadikan bahan pemantik diskusi oleh guru untuk
membuka pola pikir siswa sehingga mereka dapat memahami perihal kesetaraan yang ada
dan dapat melihat berbagai keunggulan yang mereka miliki untuk dijadikan sebagai
potensi dan kekuatan. Berbagai penjelasan tentang bahan, teknik dan keterampilan lain
yang terdapat di unit sebelumnya dapat dimanfaatkan oleh siswa di unit pembelajaran ini.
b.2. Wacana Setara
Untuk menghargai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, siswa perlu diajak untuk
mengalami perbedaan itu sendiri, sehingga akhirnya dapat menjadi lebih paham bahwa
penilaian itu tidak selalu objektif dan dapat menjadi subjektif jika penilai mampu melihat
dari kondisi masing-masing. Demikian juga siswa diajak untuk tidak selalu melihat
hambatan, karena sesuatu yang tidak dimiliki dapat menjadi kesempatan untuk
menghargai dan memberi arti lebih kepada apa yang dimiliki.
Alternatif Kegiatan I untuk siswa:
Latihan membuka konsep mengenai keadilan dan kesetaraan dalam melihat lingkungan
sekitar dengan tema “WACANA SETARA”. (30 menit)
Tujuan kegiatan:
Siswa diajak untuk berempati dengan kesenjangan yang terjadi di kelompoknya
masing- masing. Dengan kegiatan ini siswa diharapkan dapat mengenal dan
memahami konsep kesetaraan dan inklusi sosial, bahwa penting untuk menilai situasi
berdasarkan kesempatan yang dimiliki seseorang.
Sebelum memulai kegiatan, guru membuat dua paket perlengkapan simulasi yang
ditempatkan dalam kantong plastik atau wadah lainnya. Peralatan tersebut akan
digunakan untuk membuat karya dalam aktivitas ini.
Dalam masing-masing wadah tersebut terisi dua jenis peralatan yang berbeda:
1. Wadah 1 berisi pensil dan penghapus. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan jumlah
anggota kelompok 1.
2. Wadah 2 berisi pensil warna dan penghapus. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan
jumlah anggota kelompok 2.
Tahapan pelaksanaan kegiatan:
1. Guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok, setiap anggota kelompok duduk
berdekatan dengan teman kelompoknya.
2. Setelah membagi kelompok, jelaskan bahwa pada kesempatan ini siswa diminta untuk
membuat karya di atas kertas dengan tema “Daerahku”. Karya berupa gambar/lukisan
tersebut dapat berupa motif, pola atau bentuk lainnya yang dapat menggambarkan
tema tersebut.
3. Sebelum mulai, guru memanggil perwakilan kelompok satu persatu untuk mengambil
undian penentuan kelompok lalu membagikan kantong atau wadah berisi perlengkapan
untuk masing-masing kelompok sesuai hasil undian. Pastikan seluruh siswa
mengetahui isi perlengkapan kelompok lainnya sehingga mereka sadar bahwa tiap
kelompok mendapatkan paket perlengkapan yang berbeda-beda. Jika ada yang
menanyakan perbedaan tersebut, guru dapat menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi
peraturan dari kegiatan ini.
4. Jelaskan bahwa masing-masing kelompok hanya dapat menggunakan peralatan yang
terdapat di wadah kelompoknya saja, tidak diperkenankan saling pinjam-meminjam
peralatan dengan kelompok lain.
5. Setelah selesai, persilahkan siswa untuk memperlihatkan hasil karya individual mereka
masing-masing lalu mendiskusikan bersama dengan seluruh anggota kelas, mereka
diajak untuk memperlihatkan hasil dari yang menggunakan peralatan berwarna dan
yang tidak berwarna.
Pertanyaan Penting:
1. Apa yang dirasakan ketika mengetahui siswa lainnya memiliki peralatan yang berbeda?
2. Apakah peralatan yang dimiliki mempengaruhi hasil karya siswa? Jelaskan!
3. Apakah hasil karya dapat menjadi sarana yang adil dalam menilai kemampuan
individual siswa?
c. Penggunaan Elemen Seni Rupa dalam Membuat Karya Seni Rupa
Siswa diajak berkegiatan singkat dengan menggunakan beberapa alternatif kegiatan yang dapat
dipilih di bawah ini:
Alternatif Kegiatan I, untuk Peserta:
Latihan mencampur warna dari warna dasar dan mencari makna warna sebagai penguat emosi
karya “RODA WARNA”. (30 menit)
Tujuan kegiatan: Peserta diajak untuk belajar penggunaan warna untuk meningkatkan emosi
dalam karya, secara sederhana mereka akan diajak membuat cakra warna, dimana detail
berbagai pencampuran dari 3 warna dasar merah, biru dan kuning menjadi 1 buah lingkaran
utuh.
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan:
1. Sebelum memulai kegiatan, guru meminta siswa membuat lingkaran dengan membagi
lingkaran ke dalam minimal 9 ruang. Kegiatan ini dapat dilakukan sendiri maupun
berkelompok.
2. Jika telah ada 9 ruang, beri warna kuning pada ruang pertama yang diisi warna (ruang ke 1),
selanjutnya beri warna merah pada tiga kolom berikutnya setelah warna kuning (ruang ke 4),
dan tiga kolom berikutnya lagi diberi warna biru (ruang ke 7).
3. Ruang ke 2 diisi dengan hasil pencampuran 70% Kuning 30% Merah.
4. Ruang ke 3 diisi dengan hasil pencampuran 30% Kuning dan 70% Merah.
5. Ruang ke 5 diisi dengan hasil pencampuran 70% Merah dan 30% Biru.
6. Ruang ke 6 diisi dengan hasil pencampuran 30% Merah dan 70% Biru.
7. Ruang ke 8 diisi dengan hasil pencampuran 70% Biru dan 30% Kuning.
8. Ruang ke 9 diisi dengan hasil pencampuran 30% Biru dan 70% Kuning.
Pertanyaan Pemantik:
1. Apakah komponen warna yang menguatkan emosi sedih dan dingin?
2. Apakah komponen warna yang menguatkan emosi semangat dan marah?
3. Keterangan mengenai warna dapat dilengkapi dari hasil pencarian bersama dalam kelompok.
Alternatif kegiatan II untuk siswa:
Latihan membuka konsep garis dalam membentuk kesan bidang “Nirmana Garis”. (30
menit) Tujuan kegiatan:
Siswa diajak untuk belajar menggunakan elemen garis untuk membuat kesan dalam ruang.
Gambar 4.2. Nirmana Garis 01
Karya Kolektif [Link] (2020)
Gambar 4.3. Nirmana Garis 02
Karya Kolektif [Link] (2020)
Gambar 4.4. Nirmana Garis 03
Karya Kolektif [Link]
(2020) Tahapan pelaksanaan kegiatan:
1. Sebelum memulai kegiatan, guru menyiapkan dokumen gambar berupa interior dalam
ruangan. Diharapkan ruangan tersebut memiliki beberapa elemen dengan bentuk melengkung
atau kurva.
2. Siswa diminta menggambar bidang ruang tersebut dengan mengambil inti dari bidang rata dan
lengkung kemudian menjadikannya sebagai pembatas bidang.
3. Dengan menggunakan elemen garis, ketebalan dalam satu tarikan garis, patahan sudut garis
dan kurva lengkung, siswa diajak untuk belajar mendalami elemen garis untuk dapat
memberikan kesan ruang yang lebih dramatis.
4. Latihan ringan dengan penggunaan elemen garis ini dapat dilanjutkan dengan diskusi teknik
lain yang dapat memperkaya kemampuan siswa dalam membuat karya.
Alternatif kegiatan III untuk siswa:
Latihan membuka konsep garis untuk membentuk kesan dalam bidang “Nirmana Ruang ”.
(30 menit)
Gambar 4.5. Nirmana Garis
Karya Kolektif [Link] (2020)
Tujuan kegiatan:
Peserta diajak untuk belajar menggunakan elemen garis dalam bidang untuk membuat
kesan dalam ruang.
Tahapan pelaksanaan kegiatan:
1. Sebelum memulai kegiatan, guru menyiapkan contoh dokumen kerja berupa kotak dasar.
2. Siswa diajak berlatih kepekaan dengan mata untuk menciptakan ilusi garis menjadi ilusi
ruang dan bentuk.
Gambar 4.6. Pola Nirmana Ruang sebelum
dipotong Karya Kolektif [Link] (2020)
Lampiran 3
GLOSARIUM
Eksperimen: percobaan yang bersistem dan berencana suatu proses investigasi yang dilakukan
dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan
merevisi fakta-fakta.
Eksplorasi: proses pencarian atau penjelajahan yang bertujuan untuk menemukan sesuatu.
Eksplorasi menjadi sebuah kegiatan dalam berkesenian, pemikiran tersebut selalu menjadi alasan
untuk mendapatkan kepuasan batin seorang seniman dalam menuangkan ide ke dalam bentuk
karya seni.
Elemen Estetis: karya seni seringkali dianggap sebagai elemen estetis, hanya dianggap sebagai
pajangan atau hiasan ruang semata, tanpa menyadari polensi lain dan penerapan elemen estetis ini
pada penataan ruang luar maupun ruang dalam.
How to Draw
Lampiran 4 a Mandala: Learn How to Draw Mandalas for Spiritual Enrichment and
Creative Enjoyment
DAFTAR PUSTAKA
Art Therapy: How to Draw a Mandala
[Link]
Eksplorasi Titik Menghasilkan Karya Seni Rupa Anak-anak Berkebutuhan Khusus -
Direktorat P2PTM
EKSPLORASI MEDIA DAUN JATI KERING PADA KARYA ADEK DIMAS AJISAKA
Eksplorasi Seni sebagai Wujud “Pemberontakan Kecil” dari Rumah | Kognisi
(PDF) SENI EKSPERIMENTAL | Alifia Zaskia Anwar
Unik, Karya Seni Eksperimental!
Why Artists Must Experiment. Experimentation isn’t just for… | by Kat Crow | The Startup
[Link]
[Link]
[Link]
MODUL AJAR
KREASI KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI
INFORMASI
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : DEWI TRI PURWANTI, SH
Satuan Pendidikan : SMKN 7 REJANG LEBONG
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 2 X 1JP
Tahun Penyusunan : 2023
II. KOMPETENSI AWAL
Pada Unit 5 ini siswa akan membuat karya dua dimensi di akhir pelajaran sebagai ujian
semester ganjil. Unit ini sebagai penyambung Unit 3 dan Unit 4 dengan menitikberatkan pada
penggabungan berbagai bahan dan teknik berkarya. Untuk menguasai materi ini, siswa dan
guru dapat memilih pendekatan aktivitas dan diskusi kelompok untuk mengeksplorasi materi
fakta, konsep, prinsip dan prosedur tentang eksistensi dan perkembangan seni rupa. Untuk
mengukur kompetensi dilakukan melalui tes tertulis dalam bentuk esai dan laporan analisis
karya seni yang telah dikumpulkan atau didokumentasikan.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis,
mampu melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian
baru.
Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang
orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau
perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya
dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar
tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat.
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu memilih bahan dan teknik berkarya dua
dimensi. Mampu merealisasikan konsep karya dua
dimensi.
Mampu menyelesaikan pembuatan karya dua dimensi sebagai tugas akhir untuk semester
ganjil.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Dengan memahami konsep kesetaraan, siswa diharapkan dapat melihat kondisi lingkungan
di sekitar rumah atau sekolahnya sebagai potensi yang beragam. Dari titik inilah proses
berkreasi dan bereksperimen dilakukan dengan lebih produktif dengan menggunakan sesuatu
yang sudah tersedia di sekitar kita.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
Bagaimana proses siswa dalam kelompoknya menentukan material, elemen dan komposisi
dalam Mandala?
Bagaimana cara menyelaraskan ide dalam kelompok?
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
1. Tahap 1 mengidentifikasi topik serta mengatur ke dalam kelompok berdiskusi.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menampilkan gambar yang berhubungan
dengan tema proyek yang dipilih.
Siswa berkelompok sesuai dengan topik yang dipilih. Pengerjaan dengan metode
pembelajaran berbasis proyek individual, kelompok dapat dibuat untuk mengumpulkan
siswa dengan tema yang serupa guna mempermudah proses diskusi.
2. Tahap 2 merencanakan tugas yang akan dipelajari
Guru membantu siswa untuk merencanakan tugas yang akan dipelajari, yaitu
memandu mempelajari topik-topik atau pemilihan bahan dan teknik yang sudah dipilih
siswa.
3. Tahap 3 melaksanakan investigasi atau eksperimen
Guru menampilkan masing-masing topik terkait dengan teks eksplanasi.
Siswa melaksanakan pembelajaran berbasis proyek secara individual berdasarkan
topik yang sudah ditentukan.
4. Tahap 4 menyiapkan laporan akhir.
Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menyiapkan laporan akhir atau
menyusun teks eksplanasi berdasarkan topik yang sudah diinvestigasi atau
berdasarkan proses eksperimen.
Siswa menyusun laporan berdasarkan hasil eksperimen atau investigasi.
5. Tahap 5 mempresentasikan laporan akhir.
Guru memandu siswa untuk melaksanakan presentasi laporan akhir atau hasil
menyusun teks eksplanasi secara berkelompok.
6. Tahap 6 evaluasi.
Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
Prosedur Tes : Tugas Akhir
Semester Jenis Tes : Kerja praktik
Bentuk Tes : Presentasi dan Diskusi
Kelompok Instrumen Tes :
Tugas
Buatlah sebuah karya 2D (dua dimensi) dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Pilihlah bahan dan teknik yang ada di lingkungan sekitar.
2. Buatlah deskripsi konsep karya.
3. Karya dibuat secara berkelompok dengan memperhatikan (alat, bahan, teknik, konsep
berkarya, hasil karya merupakan kegiatan yang menunjukan eksplorasi dan eksperimentasi).
Keterangan: Tugas dapat dibuat secara perorangan, tapi dikelompokkan berdasarkan
pilihan bahan atau teknik yang serupa sehingga mempermudah siswa dalam mengerjakan
karya dan berdiskusi.
4. Buatlah laporan singkat tentang proses pembuatan karya mencakup: konsep, proses
berkarya, teknik, alat, bahan, dan dokumentasi karya.
Format Penilaian Praktek Pembuatan Karya Seni Rupa 2D
Hasil Observasi
No Aspek yang dinilai Baik Sedang Kurang
(76-100) (60-75) (< dari 60)
1 Kemampuan memilih bahan
Bahan yang dipilih mudah
diperoleh
Bahan yang dipilih ada di sekitar
lingkungan siswa
2 Kemampuan menggunakan alat
Alat yang digunakan memadai
Keterampilan menggunakan alat
dalam
Praktik
3 Ketepatan Teknik
Ketepatan memilih teknik dalam
berkarya
Kemampuan dalam
menggunakan teknik proses
berkarya
4 Konsep Berkarya
Kejelasan deskripsi konsep
berkarya
Kesesuaian konsep berkarya
dengan dengan visualisasi
karya yang diciptakan
Kualitas isi laporan tertulis tentang
karya yang dibuat
5 Kualitas Karya
Pengaturan unsur-unsur
karya (garis, bidang, warna,
dan sebagainya)
Pengaturan Prinsip-Prinsip dalam
berkarya (kesatuan, keseimbangan,
komposisi, irama, dan sebagainya)
Kualitas eksplorasi (bahan, alat,
teknik) dalam berkarya
Kualitas eksperimentasi karya yang
dihasilkan
Kualitas dokumentasi karya
6 Presentasi
Jumlah
Kriteria Penilaian:
Jumlah skor/15 = Nilai Akhir
Penilaian yang dilakukan menggunakan matriks penilaian guru yang mencakup:
1. Apakah penguasaan bahan dan penerapan teknik berupa karya dua dimensi
sudah dimanfaatkan dengan baik oleh siswa?
2. Apakah karya yang dibuat mampu menunjukkan keberanian dalam proses berpikir
guna melakukan eksplorasi dan eksperimen?
3. Penilaian keseluruhan hasil karya sesuai konteks eksperimentasi siswa dan
penggunaan teknik di atas bahan yang tepat.
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Untuk merealisasikan konsep karya dua dimensi, sebagai alternative pilihan siswa dapat
menggunakan kegiatan membuat Mandala. Dalam bentuk paling dasarnya, Mandala
merupakan kumpulan lingkaran dalam sebuah bujur sangkar dan diatur mengelilingi titik
pusatnya.
Umumnya Mandala dibuat di atas kertas atau kain dengan cara digambar atau diukir.
Mandala mengandung makna simbol meditatif. Mandala dapat dipahami dalam dua cara.
Pertama dalam konsep eksternal sebagai perlambang visual tentang alam semesta dan ke dua
dalam konsep internal sebagai panduan berbagai aktivitas kebudayaan Asia seperti meditasi.
Remedial
Mempresentasikan hasil karya dari konsep dua dimensi dengan tema “Keberagaman Alam
Dalam Karya”
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil
dilakukan? Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu perhatikan
sebagai guru?
Refleksi Peserta Didik:
Membimbing siswa dalam menyiapkan presentasi mereka: Keunikan apa yang terdapat di
daerah tempat tinggal siswa atau daerah lainnya di Indonesia?
Menurut siswa bagaimana tiap daerah di Indonesia memandang keunikannya masing-
masing?
Adakah keberagaman yang ingin siswa ceritakan dari daerah tempat tinggal mereka?
Mengapa memilih bahan yang dipakai dan mengapa menggunakan teknik yang dipilih?
Apakah pemilihan bahan yang mencerminkan potensi sumber daya di lingkungan
siswa?
LAMPIRAN-
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Lampiran 1
LEMBAR
LEMBARKERJA KERJAPESERTA
PESERTADIDIKDIDIK(LKPD)
(LKPD)1
Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Tujuan Pembelajaran : Siswa memiliki keterampilan dalam mempraktikan pembuatan karya dua
dimensi yang berasal dari bahan-bahan di sekitar. Wujud akhir berbentuk
Mandala.
Langkah-Langkah Kegiatan :
1. Tahapan pelaksanaan kegiatan:
Guru memberikan penjelasan singkat mengenai pengertian dan konsep mandala serta unsur-
unsur visual yang terdapat di dalamnya.
Guru memberikan penjelasan singkat mengenai pengertian dan konsep mandala serta unsur-
unsur visual yang terdapat di dalamnya.
Siswa dibagi ke dalam kelompok besar yang beranggotakan maksimal 10 orang.
Masing-masing siswa akan diberikan media dan perangkat yang sesuai dengan kondisi
masing-masing sekolah, dapat berupa perangkat lukis maupun perlengkapan prakarya lainnya
seperti lem, gunting dan sebagainya.
Siswa dipersilahkan menggunakan material dari lingkungan sekitar seperti bebatuan dan
dedaunan.
Tiap kelompok menentukan komposisi dan elemen yang akan disusun pada mandala tersebut
hingga karya selesai.
Dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab dan apresiasi.
2. Pertanyaan Pemantik:
Bagaimana proses siswa menentukan elemen dan komposisi dalam mandala ini?
Bagaimana cara menyelaraskan ide dalam kelompok?
Bagaimana siswa memaknai keseimbangan dalam karya ini?
No Jenis bahan yang digunakan Gambar bentuk satuan
1 Biji Kopi
2 Daun Semanggi
3 Bunga Cengkeh
Lampiran 2 LAMPIRAN-
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
a. Menentukan Alat, Bahan dan Teknik untuk Membuat Karya Dua Dimensi
Siswa diajak untuk memilih bahan dan material yang terdapat di lingkungan sekitar rumah dan
sekolah untuk membuat karya dua dimensi sebagai ujian akhir semester ganjil. Pemilihan bahan
dan material dapat dilakukan oleh masing-masing siswa maupun dengan cara diskusi
berkelompok.
b. Merealisasikan Konsep Karya Dua Dimensi dengan Alat, Bahan dan Teknik yang
Dipilih Kegiatan Membuat Mandala
Untuk merealisasikan konsep karya dua dimensi, sebagai alternative pilihan siswa dapat
menggunakan kegiatan membuat Mandala. Dalam bentuk paling dasarnya, Mandala merupakan
kumpulan lingkaran dalam sebuah bujur sangkar dan diatur mengelilingi titik pusatnya.
Umumnya Mandala dibuat di atas kertas atau kain dengan cara digambar atau diukir.
Mandala mengandung makna simbol meditatif. Mandala dapat dipahami dalam dua cara.
Pertama dalam konsep eksternal sebagai perlambang visual tentang alam semesta dan ke dua
dalam konsep internal sebagai panduan berbagai aktivitas kebudayaan Asia seperti meditasi.
Esensi Mandala sebagai salah satu bentuk seni yaitu untuk melatih kesabaran dan keterampilan
dalam menyusun bentuk dari bidang geometri yang simetris, melatih kepekaan siswa dalam
memanfaatkan elemen dari benda-benda di sekitar dan memanfaatkan kerja kelompok sehingga
dapat menjadi sarana melatih eksperimentasi proses berkarya.
Alternatif Kegiatan I untuk siswa:
Latihan menggunakan media dasar dua dimensi dengan menggunakan bahan-bahan dari
lingkungan sekitar dengan tema “MANDALA”. (30 menit)
Gambar 5.1. Mandala menggunakan bahan alam
sekitar Karya Koleksi [Link] (2020)
Tahapan pelaksanaan kegiatan:
1. Guru memberikan penjelasan singkat mengenai pengertian dan konsep mandala serta
unsur- unsur visual yang terdapat di dalamnya.
2. Siswa dibagi ke dalam kelompok besar yang beranggotakan maksimal 10 orang.
3. Masing-masing siswa akan diberikan media dan perangkat yang sesuai dengan kondisi
masing-masing sekolah, dapat berupa perangkat lukis maupun perlengkapan prakarya lainnya
seperti lem, gunting dan sebagainya.
4. Siswa dipersilahkan menggunakan material dari lingkungan sekitar seperti bebatuan dan
dedaunan.
5. Tiap kelompok menentukan komposisi dan elemen yang akan disusun pada mandala tersebut
hingga karya selesai.
6. Dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab dan apresiasi.
Pertanyaan pemantik:
1. Bagaimana proses siswa dalam kelompoknya menentukan material, elemen dan komposisi
dalam Mandala?
2. Bagaimana cara menyelaraskan ide dalam kelompok?
3. Bagaimana siswa memaknai keseimbangan dalam karya ini?
Dengan memahami konsep kesetaraan, siswa diharapkan dapat melihat kondisi lingkungan di
sekitar rumah atau sekolahnya sebagai potensi yang beragam. Dari titik inilah proses berkreasi
dan bereksperimen dilakukan dengan lebih produktif dengan menggunakan sesuatu yang sudah
tersedia di sekitar kita.
c. Penilaian dan Evaluasi Akhir Semester Ganjil
Untuk ujian semester ganjil, masing-masing siswa mempresentasikan hasil karya dari konsep
dua dimensi dengan tema “Keberagaman Alam Dalam Karya” (60 menit) dengan langkah
sebagai berikut:
Guru menjelaskan secara singkat mengenai keragaman dan keunikan hayati yang terdapat di
penjuru Nusantara. Siswa dipersilakan memilih flora dan fauna khas Indonesia yang dirasa
unik atau memiliki kesan tersendiri.
Siswa dapat memilih bagian yang menarik dari flora dan fauna khas Indonesia tersebut untuk
kemudian digambarkan/dilukiskan di atas media yang sudah ditentukan oleh guru.
Saran, guru dapat menyesuaikan dengan situasi peserta (bisa berupa kain/kayu/kertas/benda
fungsional seperti kendi/pakaian/tempat pensil dan lain sebagainya) dan guru sudah meminta
siswa untuk menyiapkan media yang telah ditetapkan guru sebelum sesi ini atau media
disiapkan oleh guru/sekolah.
Gambar/lukisan tersebut dapat berupa motif, pola atau lainnya dari keragaman hayati tersebut.
Setelah selesai, dilanjutkan dengan sesi presentasi karya, diskusi, tanya jawab, serta apresiasi
sebagai kegiatan refleksi siswa.
Pertanyaan Pemantik dalam membimbing siswa dalam menyiapkan presentasi mereka:
- Keunikan apa yang terdapat di daerah tempat tinggal siswa atau daerah lainnya di
Indonesia?
- Menurut siswa bagaimana tiap daerah di Indonesia memandang keunikannya masing-
masing?
- Adakah keberagaman yang ingin siswa ceritakan dari daerah tempat tinggal mereka?
- Mengapa memilih bahan yang dipakai dan mengapa menggunakan teknik yang dipilih?
- Apakah pemilihan bahan yang mencerminkan potensi sumber daya di lingkungan siswa?
Lampiran 3
GLOSARIUM
Eksperimen: percobaan yang bersistem dan berencana suatu proses investigasi yang dilakukan
dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan
merevisi fakta-fakta.
Eksplorasi: proses pencarian atau penjelajahan yang bertujuan untuk menemukan sesuatu.
Eksplorasi menjadi sebuah kegiatan dalam berkesenian, pemikiran tersebut selalu menjadi alasan
untuk mendapatkan kepuasan batin seorang seniman dalam menuangkan ide ke dalam bentuk
karya seni.
Elemen Estetis: karya seni seringkali dianggap sebagai elemen estetis, hanya dianggap sebagai
pajangan atau hiasan ruang semata, tanpa menyadari polensi lain dan penerapan elemen estetis ini
pada penataan ruang luar maupun ruang dalam.
How to Draw
Lampiran 4 a Mandala: Learn How to Draw Mandalas for Spiritual Enrichment and
Creative Enjoyment
DAFTAR PUSTAKA
Art Therapy: How to Draw a Mandala
[Link]
[Link]
Tambah
[Link]
alam
[Link]
[Link]