KALAOS : Kalao’s Maritime Journal
Vol. 1, No. 2 Desember 2020
p-ISSN: 2776-2718, Hal 01-18
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang
Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
Abu Bakar1 , Harini Agusthin2,
Stevian G.A. Rakka3
¹Dosen Program Studi Permesinan Kapal Poltekpel
Sulut
²Dosen Program Studi MTL Poltekpel Sulut
³Instruktur Poltekpel Sulut
Abstrak. Kota Bitung memiliki koperasi TKBM (tenaga kerja bongkar muat) yang memperkerjakan buruh di
pelabuhan konvensional Samudra Bitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan positif
antara hasil penelitian yang menggambarkan pelaksanaan bongkar muat untukbarang-barang umum (general
cargo) di pelabuhan Konvensional Bitung sangat perlu melibatkantenaga kerja bongkar muat dan sangat perlu
diberikan pelatihan-pelatihan atau bimbinga/penyuluhan terkait dengan bidang pekerjaannya. Dengan adanya
pelatihan untukketerampilan dalam bekerja mereka butuh kepemilikan sertifikat atas keterampilannya tersebut.
Kepemilikan sertifikat keterampilan kerja atau kompetensi kerja yang sudah dirancang pihak pengembangan
Sumber Daya Manusia dapat dilaksanakan berdasarkan data-data yang ada daripenelitian ini.
Kata Kunci: TKBM, Pelatihan, Sertifikat.
A. Pendahuluan
Dalam Pembukaan Undang Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945
mengamanatkan bahwa tujuan didirikan Negara Republik Indonesia, antara lain adalahuntuk
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut
mengandung makna negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiapwarga negara melalui
suatu sistempemerintahan yang mendukung terciptanyapenyelenggaraan pelayanan publik
yang primadalam rangka pemenuhan kebutuhan dasardan hak sipil setiap warga negara atau
barangpublik, jasa publik, dan pelayanan [Link] era reformasi ini, perencanaan
dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dilakukan secara professional.
Seperti ditegaskan saat ini muncul pandangan baruyang menyatakan bahwa pembangunan
nasional bukanlah sekedar pembangunan ekonomi dan
pertumbuhan ekonomi, melainkan juga pembangunan manusianya. Pembangunan
manusianya berarti pembangunan kemampuannya dan kreatifitasnya, sebagai wujud dari
pembangunan harkat dan martabatnya. Dengan menempatkan manusia secara sentraldalam
perannya membangun dirinya dan membangun Bangsa dan Negaranya, sesuailahkita dalam
menempatkan diri pada cita-cita Nasional, yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai
konsepsi budaya, melampauisekadar konsepsi kecerdasan otak.
Sesuai Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2008 tentang
Pelayaran bahwa pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan
* Abu Bakar
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan
perekonomian yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik
turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan.
Pelabuhan-pelabuhan di Indonesia masihbutuh akan tenaga kerja bongkar muat
untuk melakukan bongkar muat dari atas kapal barang. Seperti pada saat (pindah
lokasi) memindahkan barang dari gudang/ tempat penumpukan yang satu ke gudang/
tempatpenumpukan yang lain dalam daerahpelabuhan atau dari ship side ke gudang.
Kegiatan-kegiatan seperti yang dikatakan diatas merupakan contoh kegiatan pada
saatbongkar muat dilakukan membutuhkan tenagakerja bongkar muat (TKBM).
Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) adalah pekerja yang memenuhi persyaratan
administratif dan teknis tertentu bekerja di bidang kegiatan bongkar muat. Dengan
meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kepelabuhanan yang
menuntut waktu yang lebih efektif dan efisien kegiatan penanganan bongkar muat barang-
barang umum (general cargo), yang berarti sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan
ketersediaan tenaga kerja bongkarmuat (TKBM) berkualitas dan kompeten yang menangani
langsung kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, agar mampu menghadapipersaingan
yang semakin tajam khususnya persaingan masuknya tenaga terampil asing di pelabuhan
Indonesia terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan demikian penting untuk
melakukan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam hal ini tenaga kerja
bongkar muat (TKBM) barang- barang umum (general cargo) agar diakui memiliki
kompetensi pada bidangnya masing-masing guna menghindari marginalisasi tenaga kerja
bongkar muat.
A. Maksud dan Tujuan Paper ini dimaksudkan :
1. Agar memberi masukan kepada pihak-pihak terkait yaitu kepada Pihak Pengembangan
SDM Perhubungan Laut dan aparatur pemerintah dalam hal ini pihak penyelenggara
pelabuhan agar mengerti danmemahami berbagai permasalahan yang timbul dalam upaya
meningkatkan Kualitas keterampilan dan kesejahteraan masyarakat sebagai tenaga kerja
bongkar muat (TKBM)di Pelabuhan Bitung.
2. Perlu diberikan pelatihan-pelatihan atau bimbinga/penyuluhan terkait dengan bidang
pekerjaannya (TKBM).
3. Agar memberi referensi ilmu pengetahuan bagi institusi yaitu Politeknik Pelayaran
Sulawesi Utara dan juga Stakeholder terkait
TKBM.
2 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
Sedangkan Tujuannya dalah :
1. Untuk mengetahui pelaksanaan Bongkar Muat Barang-barang Umum (General
Cargo)yang dilaksanakan di Pelabuhan Bitung.
2. Untuk mengetahui standarisasi keterlibatanTenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)
dalam kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Bitung
3. Untuk membantu mensosialisasikan program pemerintah dalam rangka
meningkatkan kompetensi dankesejahteraan masyarakat dalam
hal ini adalah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan-pelabuhan
khususnyapelabuhan Bitung.
B. Konsep Kegiatan Bongkar Muat
Pengertian kegiatan bongkar muat adalah membongkar barang-barang dari atas
kapal dengan menggunakan crane dan slingkapal dengan menggunakan crane dan
sling kapal kedaratan terdekat di tepi kapal, yang lazim disebut dermaga, kemudian
dari dermaga dengan menggunakan lori, forklift, dimasukkan dan sitata ke dalam
Gudang terdekat yang ditunjuk oleh syahbandar.
Dalam buku “Pengoperasian Pelabuhan Laut” (1999:31-32) Gianto dkk
mendefinisikan bongkar muat adalah sebagai berikut : Bongkar adalah pekerjaan
membongkar barang dari atas geladak palka kapal dan menempatkan keatas dermaga
atau dalam Gudang. Laut adalahpekerjaan memuat barang dari atas dermaga atau dari
dalam Gudang untuk dapat di muati di dalam palka kapal.
Menurut Hananto Soewado, (2016)muatan adalah barang berupa Break Bulk
(barang yang tidak dimasukkan kedalam peti kemas) yang akan dikapalkan atau
barang yang akan dimasukkan ke dalam peti kemas (container) untuk dikapalkan.
Muatan kapal laut adalah muatan untuk penerima (shipper) yang berupa muatan yang
tidak dikemas (general cargo) atau muatan yang dimasukkan ke dalam petikemas.
proses break bulk, meliputi:
a. Di Pelabuhan Muat, dari Pelabuhan – Receiving- Receiving-Cargodoring –
Stevedoring - Kapal
b. Di Pelabuhan Bongkar,dari Kapal–Stevedoring–Cargodoring-Delivery-
Penerima/pemilik/owner
Menurut R.P. Suyono (2005:310). Pelaksanaan kegiatan bongkar muat dibagi dalam
3 (tiga) kegiatan, yaitu
a. Stevedoring
3
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
Stevedoring adalah pekerjaan membongkarbarang dari kapal ke dermaga / tongkang / truk
atau memuat barang dari dermaga / tongkang / truk ke dalam kapal sampai dengan
tersusun ke dalam palka kapal dengan menggunakan derek kapal atau derek darat atau alat
bongkar muat lainnya.
b. Cargodoring
Cargodoring adalah pekerjaan melepaskan barang dari tali/jala-jala di dermaga dan
mengangkut dari dermaga ke Gudang/lapangan penumpukan kemudian selanjutnya
disusun di Gudang/lapangan penumoukan atau sebaliknya.
c. Receiving/Delivery
Receiving/Delivery adalah pekerjaan memindahkan barang dari tempat penumpukan di
Gudang/lapangan penumpukan dan menyerahkan sampai tersusun di atas kendaraan di
pintu Gudang/lapangan penumpukan atausebaliknya.
C. Konsep Fasilitas Bongkar Muat
Menurut Iswanto, (2016). Peralatan yang digunakan dalam kegiatan bongkar muat akan
ditentukan oleh barang apa yang akan dibongkar, dalam kondisi bagaimana arang itusaat
akan dibongkar. Ada 3 (tiga) kategori alatyang digunakan menurut kepentingan yaitu:
a. Untuk peralatan bongkar muat Petikemas atau container
Jenis peralatan bongkar muat kegiatan bongkar muat petikemas khususnya di terminal
petikemas meliputi Ship to Shore (STS), Container Crane (CC), Rail Maounted Gantry
Crane (RMGC), Reach Stacker, Top Loader, Side Loader, HMC, Head Truck, dan lain-
lain.
b. Untuk peralatan bongkar muat General Cargo
c. Jenis peralatan yang digunakan dalam bongkar muat General Cargo meliputi : Kran
Darat/Mobile Crane, Kran Apung/Barge Crane, Tongkang barang, Tongkang
Air/BBM, Forklift, Truck Tronton, Mobile Truck, Kereta dorong (hand Truck),
gerobakdorong (platform), Alat PemadamKebakaran
d. Untuk peralatan bongkar muat Muatan Curah
Jenis peralatan yang digunakan dalam bongkar muat dalam bongkar muat muatan
curah yaitu: Hopper dan Conveyor.
4 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)
Dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat dilakukan oleh tenaga kerja bongkar
muat. Pelaksanaan bongkar muat di Pelabuhan ini kebanyakan dilakukan secaraterus-
menerus sehingga untuk pelaksanaannya dengan gilir kerja (Shift) dengan 8 jam kerja,
istirahat 1 jam kecualiJum’at 2 jam dan realisasinya dengankelompok kerja (Gang)
untuk pembagian jumlah orang sebagaimana diatur dalam Kepmenhub [Link].25
Tahun 2002 tentang Tarif dan Regu Kerja yang ditentukan untuk bongkar muat Non
Mekanis sebagai berikut :
1) Stevedoring, 12 orang dibagi dengan Kepala Regu Kerja (KRK) 13 orang, tukang
derek/pilot sejumlah 3 orang, dan anggota sejumlah 8 orang.
2) Cargodoring, 24 orang, dibagi dengan Kepala Regu Kerja 2 orang dan anggota
berjumlah 22 orang
3) Receiving/Deliveriy, 12 orang, dibagi dengan 1 Kepala Regu Kerja dan 11 orang
anggota. Demikian pula untuk bongkar dengan alat mekanis dan dengan palet
menggunakan spesifikasi masing-masing. Aktivitas bongkar muat tersebut juga
diawasi oleh seorang supervise masing- masing kegiatan seperti Chief Tally,
Foreman, Telly clerkmistry, Quay Supervisor, dan Watcman.
Peralatan Bongkar Muat menurut Kemasan Terdapat berbagai jenis peralatan
bongkar muat di Pelabuhan menurut bentuk dan jenis kemasan barang. Peralatan ini
berfungsi untuk mendukung tercapainya kinerja bongkar muat ke/dari kapal-lapangan, yaitu
peralatan mekanis dan peralatan non mekanis.
1) Peralatan mekanis seperti Forklift (FLT) dan Mobil Crane (MC). Pada Forklif terdapat
alat tambahan (attachments) seperti Garpu bergeser, garpu berputar, garpu menukik,
FLT standar, Clampberputar, Mast 3 tingkat dan sebagainya.
2) Peralatan Non Mekanis merupakan alat bantu untuk mengkaitkan (hooking) muat ke
ganco (hook) alat angkut mekanis, misalnya sling rantai, jarring kawat baja, sling rangka,
jaring tali, sling tali, sling sabuk baja, dan sebagainya.
Kegunaan Jenis-jenis alat bongkar muat di Pelabuhan
1) Mobile Crane Adalah alat bongkar-muat yang berbentuk truck yang menggendong crane
pada punggungnya, alat ini di gunakan untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang
berupa container maupun bagcargo.
2) Gantry crane Kegiatan bongkar muat akan lebih cepat di banding menggunakan mobile
5
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
crane maupun crane kapal, karena gantry crane sanggup untuk mengangkut 2 s/d 4
container ukuran 20 feet sekaligus.
3) Harbour Mobile Crane Alat bongkar muat di Pelabuhan / crane yang dapat berpindah-
pindah tempat serta memiliki sifat yang fleksibel sehingga bisa digunakan untuk bongkar/
muat container maupun barang- barang curah/ general cargo dengan kapasitas angkat/
SWL (safety weight load)100 ton. 15
4) Reach Stacker Alat yang digunakan untuk menaikkan/ menurunkan (lift on/ lift off)
container di dalam CY (container yard) atauDepo Container.
5) Fork Lift Alat yang dapat bergerak dan memiliki garpu/ fork yang digunakan
untuk menaikkan/menurunkan (lift on/ lift off) container/ general cargo dalam
suatu tempat (CY atau Depo Container) yang memiliki kapasitas mengangkat
cargo sampai dengan 32 ton.
6) Rubber Tyred Gantry Alat bongkar muat container yang dapat bergerak dalam
lapangan penumpukan/ CY yang berfungsi untuk menaikkan/ menurunkan
container dari dan ke atas trailer atau sebaliknya dalam area stack/penumpukan
sesuaidengan block, slot, row dan tier.
7) Container Gantry Crane Alat bongkar muat yang dipasang permanen dipinggir
dermagadengan menggunakan rel sehingga dapatbergeser yang berfungsi untuk
bongkar muat container dengan jangkauan/ row yang cukup jauh.
8) Head Truck adalah jenis truk yang hanya berbentuk 'kepala' saja. Jadi truk ini
belum bisa dipakai untuk mengangkut barang. Truk ini masih membutuhkan
trailer tambahan, misalnya flat deck (datar), wing box, atau bentuk lain seperti
pengangkutmobil (car carrier), tergantung kebutuhannya
9) Tronton adalah sebutan untuk truk dengan tiga as roda
10) Chasis adalah kerangka internal yang menjadi dasar produksi sebuah objek,
sebagai penyokong bagian-bagian seperti mesin atau alat elektronik objek
tersebut. Sasis dapat dianalogikan dengan kerangka tulang pada binatang.
11) Mobil PMK adalah kendaraan unit gawatdarurat. Tipe kendaraaan ini biasanya
truk yang bagian belakang merupakan penyimpanan air, dan kendaraan ini
umumnya berwarna merah.
Kegunaan jenis-jenis alat bongkar muat di kapal
1) Ramp door Alat ini umumnya terdapat pada kapal jenis RORO (roll on roll out),
merupakan jenis kapal yang diperuntukan untuk mengangkut berbagai jenis kendaraan.
6 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
Fungsinya sebagai jembatan penghubung antara dermaga dan kapal. Ramp door
umumnya terletak padahaluan/ buritan kapal.
2) Crane kapal (Ship Gear) Letaknya di bagian tengah kapal dan berfungsi untuk
mengangkat kargo dari palka kapal kemudian di pindahkan ke dermaga. Lengan dari
crane harus panjang guna mempermudah memindahkan barang daripalka ke dermaga.
Sistem pada crane kapal serupa dengan crane 14 pada umumnya yaitu menggunakan
kabel baja, motor penggerak, dan berbagai ukuran pully sebagai pemindah dayanya.
3) Hook Crane terletak pada ujung kabel crane, fungsinya untuk di kaitkan pada beban
atau muatan.
4) Jala- jala kapal Berfungsi dalam kegatan bongkar-muat Bag cargo, Box cargo, dan
sebagainya. Jala tersebut di hamparkan kemudian kargo di letakan di atas jala–[Link]
jala-jala tersebut di tutup dan di kaitkan pada hook crane.
5) Spreader guna meningkatkan produktifitas bongkar–muat, spreader tersedia dengan
berbagai kegunaan yaitu spreader untuk peti kemas, spreader beam untuk general cargo,
dan clamp untuk curah kering. Dengan menggunakan spreader kecepatan
bongkar muat akan meningkat namun pada hakekatnya penggunaan spreader harus
sesuai SWL (safety weightload) pada setiap crane.
D. Konsep Perusahaan Bongkar Muat Perusahaan Bongkar Muat (PBM) adalah
Badan Usaha yang melakukan kegiatan bongkar muat barang dari dan
ke kapal di pelabuhan
Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: PM 60 Tahun 2014
tentang Penyelenggaraan dan pengusahaanbongkar muat barang dari dan ke kapal.
Pada Bab VI pasal 14, kewajibanperusahaan bongkar muat sebagai berikut:
Perusahaan bongkar muat barang dari dan ke kapal yang telah memiliki izin usaha,
harus memenuhi kewajiban sebagai berikut:
1. Melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan dalam izin usahanya;
2. Melakukan kegiatan operasional secara terus menerus paling lama bulan setelah
izin usaha diterbitkan;
3. Mematuhi ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pelayaran dan
ketentuan peraturan perundang-undanganlainnya;
4. Menyampaikan laporan rencanapelaksanaan bongkar muat barang
kepada Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan setempat paling
lama 1 hari sebelum kapal tiba di pelabuhan menurut format contoh 6 pada
7
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan Menteri
Perhubungan ini;
5. Menyampaikan laporan bulanan kegiatan bongkar muat barang kepada Gubernur
danOtoritas Pelabuhan atau Unit PenyelenggaraPelabuhan setempat paling lam 14
hari pada bulan berikutnya menurut format contoh 7 pada lampiran yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan Menteri Perhubungan ini;
6. Melaporkan secara tertulis kegiatan usahanya setiap tahun kepada Gubernur
dengan tembusan [Link] atau Unit Penyelenggara Pelabuhan
setempat paling lambat tanggal 1 Februari pada tahun berikutnya menurut format
contoh 8 pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan
Menteri Perhubungan ini;
7. Melaporkan secara tertulis apabila terjadi perubahan data pada izin usaha
perusahaan kepada Gubernur untuk dilakukan penyesuaian;
8. Melaporkan secara tertulis kepada Gubernur setiap pembukaan kantor cabang
perusahaan bongkar muat.
E. Konsep Tenaga Kerja Bongkar Muat
Dalam Keputusan Menteri Perhubungan [Link] 14 Tahun 2002 (Kepmenhub)
disebutkan bahwa TKBM adalah semuatenaga kerja yang terdaftar pada Pelabuhan
setempat yang melakukan pekerjaan bongkar muat di Pelabuhan (Pasal 1 angka 16
Kemenhub).
Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Menurut Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor KM 35 Tahun 2007 tentang perhitungan tarif pelayanan jasa bongkar muat barang
dari dan ke kapal di pelabuhan, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)adalah semua tenaga
kerja yang terdaftar pada pelabuhan setempat yang melakukan pekerjaan bongkar.
Menurut Ir Sugiyono dalam Skripsinya “Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan
Sumber Daya Manusia di Pelabuhan” dalam acara Roundtable Discussion di Hotel Arya
Duta, Jakarta pada tanggal 2 Maret 2012, disebutkan secara garis besar tentang TenagaKerja
Bongkar Muat memiliki peran pokok dalam pencapaian kinerja kegiatan bongkar muat
barang dari dan ke kapal di Pelabuhan dan gambaran umum tentang Sumber Daya Manusia
(SDM) yang sangat berperan padaseluruh aktivitas di Pelabuhan.
F. Konsep Pelabuhan
Menurut Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia No.69 Tahun 2001, Arti Pelabuhan
8 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu
sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai
tempat kapal bersandar,berlabuh, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang
dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta
sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.
a. Arti Pelabuhan
1) Pelabuhan Umum
Pelabuhan umum adalah Pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan
masyarakat umum.
2) Pelabuhan Daratan
Pelabuhan daratan adalah merupakan suatu tempat tertentu di daratan dengan batas-
batas yang jelas, dilengkapidengan fasilitas bongkar muat, lapanganpenumpukan dan
Gudang serta prasarana dan srana angkutan barang denga cara pengemesan khusus dan
berfungsi sebagai Pelabuhan umum.
3) Pelabuhan Khusus
Pelabuhan khusus adalah Pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri
menunjang kegiatan tertentu.
4) Penyelenggara Pelabuhan Umum
Adalah unit pelaksana teknis/satuan kerja Pelabuhan atau Badan Usaha
Pelabuhan.
5) Pengelola Pelabuhan Umum
Adalah pemerintah-pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota atau Badan
Usaha Hukum Indonesia yang memiliki izin untuk mengelola Pelabuhan khusus.
6) Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan
Adalah wilayah perairan dan daratanpada Pelabuhan umum yang dipergunakan
secara langsung untuk kegiatan kepelabuhanan.
7) Daerah Lingkungan KepentinganPelabuhan
Adalah wilayah perairan disekeliling daerah lingkungan kerja perairan
Pelabuhan umum yang dipergunakanuntuk menjamin keselematan pelayaran.
b. Jenis-jenis Pelabuhan
1) Pelabuhan menurut Kegiatan
a) Pertama, angkuitan laut yang selanjutnya disebut Pelabuhan laut.
b) Kedua, angkutan sungai dan danau yang selanjutnya disebut Pelabuhan
9
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
sungai dan danau.
c) Ketiga, angkutan penyeberangan yang selanjutnya disebut Pelabuhan
penyeberangan.
c. Pelabuhan menurut Keadaan
1) Pelabuhan terbuka, dimana kapal dapat merapat langsung tanpa bantuan pintu air,
umumnya berupa Pelabuhan yang bersifat tradisional.
2) Pelabuhan tertutup, dimana kapal masuk harus melalui pintu air seperti dapat kita
temui di Liverpool, Inggris dan terusan Panama.
d. Pelabuhan menurut Peran
1) Symbol dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya.
2) Pintu gerbang kegiatan perekonomian daerah, nasional dan internasional.
3) Tempat kegiatan alih moda transportasi.
4) Penunjang kegiatan industry danperdagangan.
5) Tempat distribusi, konsolidasi danproduksi.
e. Pelabuhan berdasarkan Letak Geografis
1) Pertama, Pelabuhan Pantai artinya yaitu Pelabuhan yang terletak di tepi pantai,
misalnya Pelabuhan Makassar, Balikpapan, Bitung, Ambon, Sorong, dsb.
2) Kedua, Pelabuhan Sungai artinya yaitu Pelabuhan yang terletak di tepi sungai dan
biasanya agak jauh ke pedalaman, misalnya Pelabuhan Samarinda, Palembang,
Jambi, dsb.
f. Pelabuhan berdasar jangkauan Pelayaran
1) Pelabuhan Internasional, yaitu utama primer yang melayani nasional dan
internasional dalam jumlah besar, dan merupakan simpul dalam jaringan laut
internasional.
2) Pelabuhan Nasional, utama tersier yangmelayani nasional dan internasional dalam
jumlah menengah.
3) Pelabuhan Regional yaitu Pelabuhan pengumpan primer ke Pelabuhan utama
yang melayani secara nasional.
4) Pelabuhan Lokasl yaitu Pelabuhanpengumpan sekunder yang melayani local
dalam jumlah kecil.
g. Pelabuhan berdasar Perdagangan
1) Pertama, Pelabuhan Ekspor
2) Kedua, Pelabuhan Impor
3) Ketiga, Pelabuhan Penyeberangan
10 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
h. Pelabuhan menurut Pengelolaan
1) Pertama, Pelabuhan Umum yang diselenggarakan untuk kepentingan
masyarakat secara teknis dikelola oleh Badan usaha Pelabuhan (BUP)
2) Kedua, Pelabuhan Khusus yang dikelola untuk kepentingan sendiri sebagai
penunjang kegiatan tertentu, baik instansi pemerintah seperti TNI AL dan
Pemda Dati I/II, maupun badan usaha swasta seperti, Pelabuhan khusus PT.
Bogasari yang digunakan untuk bongkarmuat tepung terigu
i. Pelabuhan berdasar Pengawasan Bea Cukai
1) Custom, adalah wilayah dalam pengawasan bea cukai
2) Free, adalah wilayah Pelabuhan yangbebas diluar pengawasan Bea Cukai
j. Pelabuhan berdasar Area Pelayaran
1) Pelabuhan Samudera, contoh: Pelabuhan [Link]
2) Pelabuhan Nusantara, contoh: Pelabuhan Banjarmasin
3) Pelabuhan pelayaran rakyat, contoh: Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta
k. Pelabuhan berdasar Peranan
1) Transito, yaitu Pelabuhan yang mengerjakan kegiatan transhipment cargo, seperti
Pelabuhan Singapura
2) Ferry, yaitu Pelabuhan yangmengerjakan kegiatan penyeberangan, seperti Pelabuhan
Merak
l. Fungsi Utama Pelabuhan
1) Sebagai Link ( mata rantai), artinya Pelabuhan disini merupakan salah satu mata
rantai proses transportasi dari tempat asal barang ke tempat tujuan
2) Interface (titik temu), artinya Pelabuhan dalam interface adalah sebagai tempat
ertemuan dua moda transportasimisalnya transportasi laut dan transportasi darat.
3) Gateway (pintu gerbang), artinya Pelabuhan dalam gateway yaitu sebagai pintu
gerbang suatu negara, dimana setiap kapal yang berkunjung harus mematuhi
peraturan dan prosedur yangberlaku di daerah Pelabuhan tersebutberada.
4) Industri, yaitu artinya Pelabuhan memiliki peran penting atasperkembangan industri
suatu negara / daerah yang umumnya berorientasi pada kegiatan ekspor.
m. Peranan Umum Pelabuhan
1) Melayani kebutuhan perdagangan internasional (ekspor impor) dari daerah (hinterland)
dimana Pelabuhan tersebut berada
2) Membantu kelancaran perputaran roda perdagangan regional (antar pulau)
11
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
3) Menampung pangsa pasar yang semakin meningkat dari lalu lintas (traffic)
internasional, baiktranshipment maupun barang masuk.
4) Mendorong pertumbuhan perekonomian daerah yang masih belum
berkembang.
G. Fasilitas peralatan Bongkar Muat di Pelabuhan Bitung
Pelaksanaan bongkar muat tidak lepas dari penyediaan fasilitas dalam hal ini
pihak terkait yaitu PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia IV Bitung. Begitu pula
dengan data fasilitas yang dipergunakan oleh tenaga kerja bongkar muat di
Pelabuhanpeneliti dapatkan dari Informan atau narasumber yang dapat dilihat pada
Tabel-1
Tabel 1 Fasilitas Peralatan Pelabuhan
Dalam tabel tersebut berisikan jenis fasilitas bongkar muat berupa :
a. Alat apung yang terdiri dari
1. Kapal Pandu (3 unit), yaitu:
a) MPS Siladen
b) MPI Sarena
c) MPC Aerprang
2. Kapal Tunda (2 unit), yaitu:
a) KT. Bunaken
b) KT. Tondano
b. Fasilitas atau alat bongkar muat seperti :
1. Reachstacker
2. Crane Darat
3. Forklift
4. Head Truck
12 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
5. Tronton
6. Chasis
7. Mobil PMK
H. Struktur Organisasi Pelabuhan Bitung dan Perusahaan Bongkar Muat
(PBM) Bitung
Dengan fasilitas yang tersedia itu dapat dianalisis bahwa kegiatan bongkarmuat
yang dilaksanakan di Pelabuhan Konvensional Bitung seperti apa. Perlu jugakita ketahui
susunan organisasi PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) di Bitung sebagai Fasilitator
menurut data dariInforman atau narasumber pada Tabel-2 di bawah ini
DIREKSI
PT. PELABUHAN General Manager
INDONESIA IV
(PERSERO)
1 Divisi Pelayanan Kapal Manager Pelayanan Kapal
2 Divisi Pelayanan dan Manager Pelayanan Barang dan Aneka
Aneka Usaha Usaha
3 Divisi Teknik Manager Teknik
4 Divisi Keuangan Manager Keuangan
5 Divisi SDM dan Umum Manager SDM dan Umum
Tabel 2 Struktur Organisasi Pelabuhan Bitung
Data dari informan atau narasumber yang didapatkan mengenai perusahaan bongkarmuat
(PBM) yang badan usaha yang melayanijasa bongkar muat sebgai berikut:
1. PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero)
cabang Bitung
2. PT. Sarana Bandar Nasional
3. PT. Berkat Gilang Gemilang
4. PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero)
Terminal Petikemas Bitung
5. PT. Dunia Baru Mekar Indah
13
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
6. PT. Satria Garuda Bitung
7. PT. Bahana Adhijasa
8. PT. Idola Indah
9. PT. Merpati Ekspres
10. PT. Tri Tunggal Murni Sejati
11. PT. Ekspres Ocean Beach
12. PT. Anariri Raya Mandiri
13. PT. Abadi Sejahtera Murni
14. Abadi Sejahtera Murni II
15. PT. (PBM) Panji Mulia
16. PT. Dharma Lautan Nusantara
17. PT. Bahari Temas Selaras
18. PT. Pertamina
19. PT. Karya Prima Ekspres
20. PT. Samudera Ecxelent Perkasa
21. PT. Tatou Maritim
22. Gita Mandiri Pratama
23. PT. Permata Samudera
24. Tangguh Bahari Jaya
25. Ersevinto Karya Mandiri
Banyaknya perusahaan bongkar muat yangada di Pelabuhan Bitung menunjukkan
bahwa pelaksanaan bongkar muat yang banyak atas kunjungan kapal yang sandar dan
melakukan bongkar muat dari berbagai jenis kapal barangyang ada. Ini menunjukkan
perlunya tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dalam kegiatan bongkar muat di
pelabuhan khususnya untuk muatan barang-barang umum (general cargo).
Data yang selanjutnya yaitu Tabel-3 yang berisikan daftar nama Kepala regu dan
Jumlah anggota TKBM yang terdaftar di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat
(TKBM) Sejahtera berjumlah 34 (tiga puluh empat) Kepala Regu Kerja (KRK)
beserta jumlah anggota sebagai berikut :
NAMA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) PADA KOPERASI TKBM
"SEJAHTERA" SESUAI LAPORAN KETUA KOPERASI TKBM "SEJAHTERA"
PELABUHAN BITUNG PADA BULAN NOVEMBER 2019
Tabel 3 Nama KRK beserta Jumlah Anggota
NO NAMA KRK JUMLAH ANGGOTA KET
1 IBRAHIM I. MOPUTY 32 KRK I
2 ARIFIN DUNGGIO,[Link] 26 KRK II
3 14 KALAO’S
ABDUL - Vol.1,
GANI PUHI, SH No.2 Desember 2020 27 KRK III
4 HI. HUSEN PATEDA 26 KRK IV
5 ANWAR MAKU 24 KRK V
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
BITUNG, 19 November 2019
KEPALA SEKSI LALA DAN USAHA
15
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
KEPELABUHANAN
T
RACHMAT DALU, SE, MMT
Penata Tk. I (III/d)NIP. 19700626 199303 1 001
Menurut informan badan usaha atauasosia tenaga kerja bongkar muat yang ada
di pelabuhan Bitung bernama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sejahtera.
Jumlah tenaga Kerja bongkar muat (TKBM) yangterdaftar ternyata setelah dihitung
sebanyak 847 orang. Ini membuktikan bahwa jumlah yang tidak sedikit ini belum
pernah mendapatkan pelatihan-pelatihan atau penyuluhan untuk pengetahuan dan
peningkatan keterampilan sesuai komptensikerjanya di pelabuhan.
I. Pembahasan dari data yang sudah disimpulkan mengenai TKBM
di Pelabuhan Bitung
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hipotesis yang ada yaitu
keterlibatan tenaga kerja bongkar muat (TKBM)didalam pelaksanaan bongkar muat
di pelabuhan belum memiliki sertifikat berdasarkan kompetensi kerja dan ini
mempunyai hubungan yang sangat penting dan signifikan perlu diberikan pelatihan-
pelatihan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan sesuai dengan pekerjaan
yang sudah dilakukannya. Dengan banyaknya tenaga kerja bongkar muat (TKBM)
yang terdaftar di pelabuhan Bitung pemerintah sudah bisa merancang Standar
Kompetensi Kerja dan melakukan pengembangan sumber daya manusia yang ada di
pelabuhan- pelabuhan di Indonesia khususnya di Bitung. Hal ini turut menunjang
juga kesejahteraan bagi sumber daya yang ada dalam hal ini yaitu tenaga kerja
bongkar muat (TKBM). Kegiatan bongkar muat yang ramai pada 6 bulan sejak
Januari sampai dengan Juni 2020 sangat membutuhkan keterlibatan tenaga kerja
bongkar muat di pelabuhan Bitung.
Dari data yang sudah ada peneliti mendapat kesimpulan bahwa untuk
pelaksanaan bongkar muat di Pelabuhan Bitung melibatkan tenaga kerja bongkar
muat (TKBM) yang terdaftar di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat.(TKBM)
Sejahtera yang ada di Pelabuhan Bitung dengan tersedianya fasilitas bongkar oleh
pihak Fasilitator dalam hal ini [Link] Indonesia IV (Persero).
Data yang didapatkan untuk kegiatan bongkar muat yang ada dapat dianalisis bahwa
16 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020
e-ISSN: XXXX-XXXX; p-ISSN: 2986-2957, Hal 01-18
masih ada kegiatan bongkar muat yang belum mengutamakan Keselamatan Kerja dengan
tidak adanya alat-alat keselamatan yang seharusnya digunakan tenaga kerja bongkar muat
(TKBM). Untuk itulah paratenaga kerja bongkar muat perlu diberikan pelatihan-pelatihan
dimana didalamnya mereka akan mengetahui sebagai pekerja penting mengutamakan
Keselamatan Kerja dalam melakukan pekerjaannya.
Dengan demikian kiranya peneliti awal berharap dapat melanjutkan ke tingkat berikut
untuk menggali lebih dalam lagi kualitastenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yangtersedia
dan telah terdaftar. Hal ini mengikuti kondisi dan situasi yang masih dalam masa Pandemi
Covid19 tentunya harus memperhatikan Protokol Kesehatan yang selalu diprogramkan oleh
pemerintah agar dapat mengurangi korban pandemi selanjutnya. Harapan peneliti sangatlah
besaruntuk kelanjutannya karena bertujuan untukpengembangan diri sebagai peneliti dan
lebih penting lagi untuk pengembangan Institusi Poltekpel Sulawesi Utara.
J. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari data yang diperoleh maka peneliti berkesimpulan bahwaada
hubungan positif antara hasil penelitian yang menggambarkan pelaksanaan bongkar muat
untuk barang-barang umum (general cargo) di pelabuhan Konvensional Bitung sangat perlu
melibatkan tenaga kerja bongkarmuat dan sangat perlu diberikan pelatihan-pelatihan atau
bimbinga/penyuluhan terkait dengan bidang pekerjaannya. Dengan adanya pelatihan untuk
keterampilan dalam bekerja mereka butuh kepemilikan sertifikat atas keterampilannya
tersebut. Kepemilikan sertifikat keterampilan kerja atau kompetensi kerja yang sudah
dirancang pihak pengembangan Sumber Daya Manusia dapat dilaksanakan berdasarkan data-
data yang adadari penelitian ini.
K. Daftar Pusataka
1. Buku
a. Dalam bukunya “Pengoperasian Pelabuhan Laut”(1999:31-32) Gianto dkk
mendefinisikan bongkar muat
b. Menurut Badudu (2001:200) dalam kamus Bahasa Indonesia, bongkar
diterjemahkan.
c. Menurut Dirk Koleangan (2008:241) dalam buku yang berjudul Sistem Peti
Kemas, pengertian kegiatan BongkarMuat
d. Menurut [Link] (2007:264) dalam buku yang berjudul “Pokok-
Pokok Pelayaran Niaga”, bongkarmuat
17
Pelaksanaan Bongkar Muat Yang Melibatkan TKBM Di Pelabuhan Bitung
e. Menurut R.P. Suyono (2005:310).Pelaksanaan kegiatan bongkar muatdibagi
dalam 3 (tiga) kegiatan
f. Menurut Iswanto (2016). Pengertian Peralatan bongkar muat
2. Penelitian, Skripsi dan Jurnal Terdahulu
a. Menurut Ir Sugiyono dalam Skripsinya “Tenaga Kerja Bongkar Muat
(TKBM) dan Sumber Daya Manusia di Pelabuhan
b. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi Laut dan Logistik oleh Siti Krisnawati,
Sugandi, dan Gena Bijaksana berjudul Upaya peningkatan kinerja tenaga kerja bongkar
muat di Pelabuhan Marunda Jakarta Utara, [Link]://[Link]/jurnal
c. [Link]/597/7/1041 0029 Bab [Link]
3. Peraturan
a. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.69 Tahun 2001,
Arti Pelabuhan
b. PP 61 Tahun 2009 tentang Klasifikasi Pelabuhan
c. Dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 14 Tahun 2002
disebutkan tentang pengertian TenagaKerja Bongkar Muat (TKBM)
d. Kepmenub [Link] 25 Tahun 2002tentang Tarif dan Regu Kerja
e. Keputusan Menteri Perhubungan [Link] 25 Tahun 2002 tentang definisitentang
Kepelabuhanan
f. Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Menurut Peraturan MenteriPerhubungan
Nomor KM 35 Tahun 2007 tentang perhitungan tarif pelayanan jasa bongkar muat
barang dari dan ke kapal di pelabuhan
18 KALAO’S - Vol.1, No.2 Desember 2020