0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan14 halaman

Rencana Penataan Halaman Perpustakaan Sulbar

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja dan syarat-syarat untuk perancangan penataan taman/halaman gedung fasilitas layanan perpustakaan umum provinsi Sulawesi Barat. Dokumen ini menjelaskan lingkup pekerjaan, peraturan teknis, rencana kerja, tanggung jawab kontraktor, tenaga kerja, dan laporan yang harus disampaikan.

Diunggah oleh

VRM Channel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan14 halaman

Rencana Penataan Halaman Perpustakaan Sulbar

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja dan syarat-syarat untuk perancangan penataan taman/halaman gedung fasilitas layanan perpustakaan umum provinsi Sulawesi Barat. Dokumen ini menjelaskan lingkup pekerjaan, peraturan teknis, rencana kerja, tanggung jawab kontraktor, tenaga kerja, dan laporan yang harus disampaikan.

Diunggah oleh

VRM Channel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DERAH

PROVINSI SULAWESI BARAT

RKS
RENCANA KERJA
DAN SYARAT - SYARAT
Perancangan Penataan Tanaman/Halaman Fasilitas Layanan
Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Barat

ta. 2023
CV. CIPTA ARAH KONSULTAN
DESIGN, MANAJEMEN & STUDY AMDAL
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS )
PEKERJAAN PERANCANGAN PENATAAN PENATAAN TAMAN/HALAMAN GEDUNG
FASILITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI SULAWESI BARAT
SPESIFIKASI TEKNIS

BAB I
LINGKUP PEKERJAAN DAN TANGGUNG JAWAB
KONTRAKTOR

DATA PROGRAM

Nama Kegiatan : Perancangan Penataan Penataan Taman/Halaman Gedung


Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Barat
Lokasi : Jalan Martadinata (Jalan Arteri) Kelurahan Simboro, Kee.
Simboro dan Kepulauan, Kab. Mamuju Provinsi Sulbar
Tahun Angggaran : 2023
Pemilik Program : DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH
PROVINSI SULAWESI BARAT

1.1. LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan pada kegiatan ini adalah pelaksanaan Fisik dari Peningkatan
fasilitas Taman Alun – Alun Kota Batu tahun anggaran 2014 yang dilaksanakan sesuai
gambar terlampir. Uraian/jenis Pekerjaan Utama antara lain :
a. Pekerjaan Persiapan
b. Pekerjaan Renovasi Ferris Wheel
c. Pekerjaan Pengaman Fasilitas Playground
d. Pembuatan Pagar Pengaman Genset
e. Peningkatan Utilitas Toilet
f. Pembuatan Logo Tulisan Alun – alun Kota Batu
g. Pekerjaan Elektrikal
h. Pengkabelan

1.2. PERATURAN TEKNIS YANG DIPERGUNAKAN

Uraian spesifikasi bahan-bahan dan persyaratan pelaksanaan, secara umum


ditentukan pada patokan dan kualitas bahan-bahan, cara pelaksanaannya dan lain-
lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturan pembangunan yang sah berlaku
di Republik Indonesia. Selama pelaksanaan kontrak ini, harus betul-betul ditaati dan
dilaksanakan sebagai tambahan persyaratan dari semua pasal-pasal yang diuraikan.
Pada khususnya peraturan-peraturan berikut berkenaan dengan hal tersebut diatas :
a. pedoman pelaksanaan APBN/PERPRES No. 59 Tahun 2010
b. pedoman tata cara penyelenggaraan pembangunan Bangunan Negara yang
dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (Dit. Jen. CIPTA KARYA)
c. Pemeriksaan umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan : H.I 3 PUBB—
1996 ; NI 33 ; PUBB—1996
d. Peraturan beton Indonesia ; PBI. NI—2/1955 ; PBI. NI—2/1971.
e. Peraturan Semen Portland Indonesia NI—8.
f. Peraturan perburuhan di Indonesia (tentang pengerahan tenaga Kerja) antara lain
tentang larangan mempekerjakan anak-anak dibawah umur.
g. Dan peraturan-peraturan lain yang belum tercantum diatas tetapi berkaitan
dengan pekerjaan ini.

Page 1 of 12
Bilamana tidak ada lagi sumber dari standar dan ketentuan-ketentuan lain yang
sah berlaku di Republik Indonesia, maka standar internasional lainnya yang biasa
diperbandingkan dapat dipergunakan sebagai pengganti standar yang telah
diperinci di atas dan harus dengan persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran.
h. Semua bahan-bahan yang diuraikan pada pasal-pasal ini harus didatangkan
dalam keadaan baru sama sekali dan tanpa cacat sesuai spesifikasi terkecuali
ditentukan lain dalam persyaratan kontrak ini.
i. Spesifikasi ini hanya menguraikan pekerjaan untuk pekerjaan struktur dan di
uraikan secara terperinci terpisah dalam spesifikasi terpisah.

1.3. RENCANA KERJA

Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang, kontraktor


harus menunjukan rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-
gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan
seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara rinci urusan
pekerjaan dan tata cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus
yang diperlukan, persiapan-persiapannya, perawatan, pekerjaan sementara yang
ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus
mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengawas
Lapangan, dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek
tersebut diatas.

1.4. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR

Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor wajib memeriksa kekuatan/kualitas


konstruksi yang akan dilaksanakan dan harus berkonsultasi dengan Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), atau Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan
yang timbul akibat kelalaian kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan
konstruksi akan menjadi tanggung jawab kontraktor. Pada keadaan apapun, dimana
pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK), Pengawas Lapangan tidak berarti membebaskan kontraktor atas
tanggungjawab pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak.

1.5. TENAGA KERJA


Tenaga kerja yang digunakan hendaknya tenaga yang sudah terlatih dan
berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik
sesuai ketentuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengawas Lapangan. Adalah
sebagai berikut :
1. Site Manajer : Site Manajer adalah Tenaga Ahli yang memiliki
pengalaman minimal 3 tahun dengan kualifikasi Ijazah
min S1/D3 Elektro, dan Sertifikat Keahlian (SKA) Teknik
Tenaga Listrik kode AE100.
2. Pelaksana Elektrikal : Pelaksana Elektrikal adalah Tenaga Terampil yang
memiliki pengalaman minimal 3 tahun dengan Kualifikasi
Ijazah min STM/SMK Listrik/Elektro dan Sertifikat
Ketrampilan (SKT) Teknisi Instalasi Jaringan Tegangan
Rendah (JTR) kode TE060 atau Teknisi Instalasi
Penerangan dan Daya Fasa Satu kode TE021.
3. Pelaksana Mekanikal : Pelaksana Mekanikal adalah Tenaga Terampil yang
memiliki pengalaman minimal 3 tahun dengan kualifikasi
Ijazah minimal SMK/SMU dan Sertifikat Ketrampilan

Page 2 of 12
(SKT) Tukang Las Konstruksi Plat dan Pipa kode TM039
atau yang setara.
4. Tenaga Logistik : Adalah Personil yang bertugas mengatur Logistik Bahan /
Material pada pelaksanaan pekerjaan dengan kualifikasi
Ijazah minimal SMK/SMU.
5. Administrasi : Adalah Personil yang bertugas mengatur Administrasi pada
pelaksanaan pekerjaan dengan kualifikasi Ijazah minimal
SMK/SMU.

1.6. LAPORAN

a. Kontraktor harus membuat laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap


satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan
sesuai dengan petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengawas
Lapangan.
b. Laporan kemajuan fisik pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap
akhir pekan untuk dievaluasi berupa laporan mingguan dan harian.

1.7. GAMBAR-GAMBAR DAN UKURAN

Gambar-gambar yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan adalah:


a) Gambar yang termasuk dalam dokumen tender.
b) Gambar perubahan yang disetujui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
Pengawas Lapangan.
c) Gambar lain yang disediakan dan disetujui PPK, Pengawas Lapangan.

1.8. PEMBONGKARAN STRUKTUR YANG ADA

Pekerjaan ini harus mencakup pekerjaan pembongkaran, karena seluruh atau


sebagian yang lain bisa dimanfaatkan sepanjang memungkinkan untuk perbaikan.
Juga harus meliputi pemindahan yang memenuhi syarat-syarat dari material
bongkaran dari pasal ini, yang meliputi pengangkutan, penyimpanan dan
pengamanan kerusakan dari material yang ditentukan oleh PPK, Pengawas
Lapangan.

1.9. PENGATURAN PEMBUANGAN SISA-SISA

Kontraktor berkewajiban membuang semua sisa-sisa bongkaran dan memikul


seluruh biaya, untuk memperoleh lokasi yang sesuai dan untuk penyimpanan
material yang bisa diselamatkan.

Page 3 of 12
BAB II
PEKERJAAN PERSIAPAN

2.1. Umum

Bagian ini mencakup sebagai sarana pelengkap untuk kelancaran pelaksanaan


pekerjaan.
1. Mengadakan pengaman lokasi dari segala gangguan.
2. Mengadaan peralatan, fasilitas dan mesin-mesin pembantu pekerjaan guna
menjamin kelancaran pekerjaan.
3. Melaksanakan pengukuran guna menentukan duga lapangan dan ukuran-
ukuran lainnya yang berhubungan dengan.
4. Menyediakan kotak P3K dan perlengkapannya

2.2. Pengukuran dan Pasang Bowplang

1. Dasar untuk pengukuran dan layout Pekerjaan adalah Gambar Rencana.


2. Bahan untuk bowplang:
3. Papan meranti 2/20cm
4. Kayu meranti 5/7cm untuk tiang bowplang.
5. Paku-paku
6. Cat meni untuk tanda perletakan as-as.
7. Pemasangan bowplang harus kuat, dengan mempergunakan papan meranti
2/20cm dan tiang meranti 5/7cm yang dipancang kuat-kuat pada tanah.
Semua titik as (sumbu-sumbu) dinding tembok dan sebagainya harus diberi
tanda denga cat dan tampak jelas, serta tidak mudah berubah-ubah.
8. Bowplang merupakan pedoman letak tinggi dengan permukaan tanah yang
merupakan elevasi + 0.00 meter.
9. Hasil pengukuran bowplang harus dibuat berita acara pengukuran yang
disetujui oleh direksi.
10. Pada bagian dalam bowplang, dimana pekerjaan akan dilaksanakan, tidak
diizinkan untuk menumpuk tanah, batu kali atau bahan lainnya.

2.3. Pembersihan Lokasi dan Persiapan Pekerjaan

1. Secara Umum pekerjaan pembersihan lokasi adalah mempersiapkan area


kerja untuk dilakukan pembersihan terhadap barang – barang atau sampah
yang mengganggu jalannya aktifitas pekerjaan
2. Memberikan Batas pengaman di sekitar are kerja agar tidak dapat atau steril
dari pengunjung
3. Melakukan persiapan seperti mendatangkan peralatan serta menempatkan
pada titik – titik yang telah ditentukan guna kelancaran pekerjana tersebut
diatas.
4. Karena tidak menutup kemungkinan lokasi proyek masih digunakan oleh pihak
pengguna maka kontraktor wajib merencanakan sistem/tahap pelaksanaan
pekerjaan yang aman sehingga tidak mengganggu pihak pengguna. Rencana
sistem pelaksanaan pembongkaran harus disetujui oleh Konsultan dan Direksi
Teknik.
5. Pembongkaran yang harus terpaksa dilakukan dengan hati – hati dikarenakan
agar tidak mengganggu bagian yang lain tersebut harus dipindah ke lokasi lain
yang telah ditentukan oleh pihak owner dimana kondisi tanaman yang
dibongkar / dipindah masih dapat dilakukan penanaman kembali oleh pihak
owner di tempat lain tersebut diatas.

Page 4 of 12
BAB III
PEKERJAAN LANDSCAPE DAN TAMAN

UMUM

Lingkup Pekerjaan
A. Menyediakan tanaman yang sehat dan tidak layu untuk area-area yang
ditunjukkan pada gambar. Setiap jenis pekerjaan yang diindikasikan dalam
gambar akan disebutkan, meskipun ada yang tidak disebut secara khusus
dalam spesifikasi. Setiap pekerjaan yang tidak tertera pada gambar, tapi
biasanya menjadi bagian dari pekerjaan lanskap, dianggap bagian dari
pekerjaan. Manajer Konstruksi (Landscape Project Officer) mempunyai hak
membuat penyesuaian dan penggantian di lapangan agar pelaksanaan konsep
lanskap sesuai dengan kondisi lapangan.
Pekerjaan-pekerjaan pada bagian ini termasuk, namun tidak terbatas pada hal-
hal berikut:
1. Penyediaan tanaman
2. Pembersihan lahan
3. Penyediaan media tanam
4. Penanaman
5. Pemeliharaan lanskap
6. Pembuatan kontur
7. Sistem drainase

B. Tujuan utama spesifikasi ini adalah untuk memastikan penyediaan dan


penanaman material tanaman yang sehat dengan kualitas terbaik.

C. Penyediaan tanaman
Memperoleh, membeli dan membawa material tanaman ke tapak /lokasi
proyek. Semua material harus disetujui oleh Manajer Konstruksi sebelum
dipakai di tapak. Material tanaman harus diperoleh dari supplier/nursery
terpercaya dengan kondisi tanah dan iklim mirip dengan tapak. Material
tanaman yang didatangkan ke lokasi penanaman tidak boleh dibiarkan tidak
tertanam lebih dari 2 (dua) hari.

D. Penggantian
1. Jika tanaman yang diusulkan tidak dapat diperoleh, berikan permintaan
penggantian tertulis kepada Manajer Konstruksi 1 (satu) minggu setelah
kontrak diserahkan. Permintaan ini dapat berupa spesies yang sama
dengan ukuran berbeda atau spesies alternatif dengan ukuran sama
dengan usulan penyesuaian harga kontrak.
2. Penggantian material tanaman tidak dizinkan tanpa persetujuan tertulis
dari Manajer Konstruksi.

E. Pemilihan, pemberian tanda dan pemesanan material tanaman


1. Setelah penyerahan SPK, berikan permintaan kepada Manajer Konstruksi
untuk pemeriksaan dan dokumentasi material tanaman yang telah dipesan
dan dikirim.
2. Tanaman akan diperiksa oleh Manajer Konstruksi, jika perlu, pengecekan
dilakukan pada tempat pengambilan/pengumpulan. Tanaman yang dikirim
harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Semua tanaman
yang tidak sesuai akan ditolak.

Page 5 of 12
F. Tanah merah (Topsoil)
Setelah penyerahan SPK, menunjukkan sumber tanah taman (topsoil), pasir
dan pemupukan kepada Manajer Konstruksi.

Syarat-syarat Pelaksanaan
A. Pertemuan Lapangan
Bersamaan dengan dimulainya pekerjaan, diadakan pertemuan dengan
Manajer Konstruksi dan semua pihak yang berkepentingan untuk meninjau
ulang pekerjaan seminggu sekali.

B. Utilitas Bawah Tanah dan Kendala-Kendala


Mengetahui dengan pasti lokasi-lokasi semua utilitas bawah tanah dan
kendala-kendala lain yang dapat mempengarhi pekerjaan. Setiap kendala
harus dilaporkan kepada Manajer Konstruksi. Lindungi dan jagalah setiap
jaringan utilitas saat pelaksanaan pekerjaan.

C. Penyimpanan dan Pengangkutan


Pelaksanaharus memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai untuk
peralatan, perlengkapan dan materia-material, dan untuk memindah fasilitas
tersebut sesudah proyek selesai dan merapikan bekas pekerjaan.
Pelaksanaharap mencatat dan membiayai fasilitas tersebut sendiri.

D. Perlindungan
Harap bertanggung jawab terhadap setiap kerusakan akibat penanaman
lanskap. Setiap kerusakan diperbaiki sesuai kondisi area sebelumnya.

E. Pembersihan
Menjaga area kerja tetap bersih, rapi dan teratur selama waktu kontrak.
Membersihkan area pekerjaan pada penghujung hari kerja.

F. Contoh
Manajer Konstruksi berhak mengambil dan menguji contoh material untuk
disesuaikan dengan spesifikasi setiap saat. Material yang ditolak harus segera
dikeluarkan dari tapak.

Periode Pemeliharaan
A. Umum
Memelihara semua tanaman dan area yang ditanami dalam pertumbuhan dan
penampilan yang optimum.

B. Durasi
Pemeliharaan tanaman akan berlanjut hingga satu tahun setelah serah terima
pekerjaan pertama. Pemeliharaan tanaman selama pelaksanaan proyek tidak
dianggap periode pemeliharaan.

C. Material tanaman
1. Material tanaman dengan kondisi sebagai berikut:
 mati atau sekarat dan tidak dalam kondisi bertahan hidup,
 ditanam tidak sesuai, atau
 dalam kondisi menurun, tidak sehat atau berpenyakit, harus diganti
dengan tanaman dari spesies dan ukuran yang sama dengan tanaman

Page 6 of 12
asal dalam waktu maksimum dua minggu setelah keluar instruksi
penggantian tanaman.
2. Biaya penggantian material tanaman selama periode pemeliharaan
ditanggung oleh kontraktor.

D. Inspeksi Pra-pemeliharaan dan Inspeksi Final


1. Setelah selesainya penanaman dan dimulainya periode pemeliharaan
formal, inspeksi pra-pemeliharaan akan dilakukan. Setelah selesai periode
pemeliharaan, inspeksi final dilakukan.
2. Manajer Konstruksi, Pelaksana atau wakil mereka harus hadir saat
inspeksi.
3. Saat inspeksi, setiap area harus bebas gulma, daun yang mati dan
sampah, dan dipangkas rapi.
4. Jika setelah inspeksi pra pemeliharaan, pemilik atau Manajer Konstruksi
menganggap pekerjaan telah dilakukan sesuai gambar, spesifikasi dan
sesuai penyesuaian lapangan, penanggung jawab akan memberi
kontraktor pemeberitahuan tertulis mengesahkan Penyelesaian Pekerjaan
dan permulaan periode pemeliharaan enam bulan.
Jika setelah inspeksi pra pemeliharaan, pekerjaan yang dilakukan
dianggap tidak dapat diterima, daftar kekurangan lansekap akan
dikeluarkan untuk kontraktor. Pekerjaan perbaikan lansekap harus
diselesaikan pada waktu yang disetujui.
Jika pekerjaan perbaikan tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang
disetujui, kontraktor akan mendapat peringatan tertulis dari penanggung
jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dan permintaan inspeksi. Dalam
inspeksi, jika dalam pandangan Manajer Konstruksi pekerjaan tersebut
tidak dapat diterima, Pelaksanalain akan dipanggil untuk mengerjakan
pekerjaan itu. Biaya pelaksanaannya akan dipotong dari harga kontrak.
5. Setelah periode enam bulan pemeliharaan formal, inspeksi final akan
dilakukan. Jika dalam inspeksi final, Manajer Konstruksi beranggapan
semua pekerjaan telah dikerjakan sesuai spesifikasi, maka pemberitahuan
tertulis akan penyelesaian SPK akan dikeluarkan.

MATERIAL
Media Tanam
A. Tanah taman (Top soil)
Alami, subur, tanah remah bebas kerikil, biji-bijian, gulma dan akar-
akaran.
B. Campuran media tanam
Media tanam untuk pohon, palm, semak dan penutup tanah terdiri
dari:
3 bagian tanah taman (top soil)
1 bagian pasir saring/ayak
1 bagian pupuk kandang/kompos (pupuk organik)
C. Lapisan di bawah media tanam (pada area basement)
Untuk mendapatkan ketinggian tanah yang dikehendaki, lapisan sirtu
diletakkan di bawah media tanam sebelum melakukan penanaman di
atas area basement.

Pemupukan awal tanam: Rock Phosphate


Pohon : 500 gr/nos
Semak/groundcover/rumput : 100 gr/m2

Page 7 of 12
Pestisida awal: Furadan 3 G
Butiran Furadan 3 G dicampurkan ke dalam area lubang tanam pohon atau
palem sesuai dengan konsentrasi dan dosis yang direkomendasikan.

Material Tanaman
A. Jumlah
Menyediakan jumlah yang cukup dari material tanaman yang
dibutuhkan dalam pekerjaan seperti dalam rencana penanaman
(planting plan). Bill of quantities (BOQ) harus mendahului gambar
rencana penanaman.
B. Penamaan
Nama tanaman harus sesuai dengan nama yang diketahui pedagang
tanaman lokal dan nama yang diketahui arsitek lansekap. Dalam
perselisihan, keputusan arsitek lanskap adalah final.
C. Syarat
1. Semua pohon, palem, semak, dan tanaman penutup tanah harus
memiliki pertumbuhan yang normal, sehat, kuat dan bebas hama.
2. Ukuran minimum yang diterima dari pohon dan semak diukur
setelah dipangkas, dengan percabangan normal, sesuai ukuran
dalam BOQ.
3. Tanaman yang sesuai ukuran, namun tidak mempunyai bentuk,
keseimbangan tinggi dan lebar yang normal, akan ditolak.
4. Pohon, palem, semak dan penutup tanah lebih besar dari
spesifikasi dapat digunakan, namun pemakaian material tanaman
yang lebih besar tidak akan mengubah harga dalam SPK.
Ketinggian tanaman tidak boleh diganti untuk menciptakan
keseimbangan. Untuk palem berbatang banyak
(contoh:Chrysalidocarpus) setidaknya tanaman memiliki 4 batang.
Tanaman rambat minimal memiliki dua pucuk utama sesuai tinggi
tnaman yang direkomendasikan dan memiliki perakakran yang
baik.
5. Palem dan pohon yang dikirim dengan bola akar kecil atau tidak
cukup akan ditolak. Dalam semua kasus, keputusan penanggung
jawab adalah final. Ukuran diameter bola akar yang mencukupi
adalah minimal tiga kali dari ukuran diameter batang di pangkal
bawah.
6. Pada saat tanaman ditanam, seluruh pembungkus akar harus
dilepas agar tidak menganggu pertumbuhan akar.
7. Setiap pohon, palem, semak dan penutup tanah dengan batang
yang lemah dan kurus tidak akan sanggup menyangga diri sendiri
di tempat terbuka, akan ditolak.
8. Pohon dan palem sebaiknya tegak, dengan bentuk seragam tanpa
kerusakan, bengkok atau memiliki batang utama lebih dari satu,
kecuali diminta.
9. Potongan akar harus sehat, material vegetatif dengan perakaran
yang baik pada satu atau lebih titik.
Penyiraman
Pelaksanadapat menggunakan sumber air yang ada di tapak. Kontraktor
harus menyediakan selang dan semprotan untuk penyiraman tanaman.
Bila terdapat ketentuan lain mengenai detail teknis penyiraman, harus
ditentukan oleh kedua belah pihak (pemilik dan pelaksana) sebelum
dimulainya pelaksaan konstruksi di lapangan.

Page 8 of 12
Material dan Pekerjaan Lain-lain
Pelaksana harus memasukkan material dan pekerjaan berikut dalam harga
penawaran BOQ:
1. Bambu untuk penyangga: dengan diameter 5 cm tanpa cat dan noda
2. Tali: dengan tali ijuk
3. Pekerjaan pemeliharaan selama masa konstruksi

PELAKSANAAN

Pembersihan
a. Membersihkan semua area penanaman dari vegetasi yang ada (existing),
yang tidak sesuai dengan rencana dan semua sampah dan material asing
lainnya yang dianggap halangan untuk pelaksanaan penanaman dan atau
tidak terlihat baik.
b. Memelihara bentukan lahan/grade yang telah terbentuk sebelumnya (hanya
pada area grading yang sudah selesai).
c. Kontraktor utama harus bertanggung jawab untuk pembersihan bak tanaman
dan menyerahkannya kepada Pelaksanadalam keadaan siap ditanami.
Adalah tanggung jawab Pelaksanamemastikan hal ini dikerjakan. Jika gagal,
pekerjaan pembersihan dan persiapan bak tanaman menjadi tanggung jawab
Kontraktor Lansekap.
d. Mengatur semua material yang sudah disiapkan ke area dalam tapak
sebagaimana diarahkan oleh Manajer Konstruksi.
Tahap-Tahap Persiapan Lahan Tanam :
1. Lapisan permukaan tanah (top soil) dikupas setebal 20 cm untuk
mendapatkan tanah yang baik dan bebas dari kototan-kotoran yang
diperkirakan akan menghambat pertumbuhan rumput.
2. Pembentukan kontur dan kemiringan lahan disesuaikan dengan desain yang
ada dengan menggunakan alat grader.
3. Lahan dengan kontur yang telah disesuaikan dengan desain kontur segera
dipadatkan dengan big roller.

Penyiapan Media Tanam (Soil mix/backfill mix)


a. Media tanam yang telah ditentukan (lihat Bagian 2. Produk-produk) harus
disiapkan dan diawasi pelaksanaan pencampurannya agar diperoleh kualitas
soil mix seperti yang diharapkan.
b. Tempat pembuatan media tanam dapat dibagi dalam beberapa titik
pembuatan. Media tanam harus dibuat dalam satu tempat pengolahan
sebelum kemudian disebar pada area penanaman atau titik tanam.
c. Sebelum dilakukan penyebaran media tanam, maka area penanaman harus
digemburkan (decompacted), dan disiram untuk area-area yang terlihat sangat
kering. Tidak ada pekerjaan penyebaran media tanam yang boleh dilakukan
sebelum ada persetujuan dari Manajer Konstruksi.

Penempatan dan Penyebaran Media tanam


Media tanam disebar dan ditempatkan pada area penanaman dengan ketebalan
(volume) sebagai berikut:
a. Pohon dan Palm (Trees/Palms) : 80 x 80 x 80 cm
b. Tanaman instan (pohon dan palem siap transplantasi) : 80 x 80 x 80 cm
c. Tanaman aksen (Feature plant) : 60 x 60 x 60 cm
d. Semak (Shrubs) : 40 cm
e. Tanaman rambat (Vines) : 40 cm

Page 9 of 12
f. Penutup tanah (Groundcovers) : 30 cm
g. Rumput (Turf) : 10 cm

Pelaksanaan Penanaman
A. Penanganan tanaman
1. Menangani tanaman dalam suatu cara yang mencegah terjadinya
kerusakan pada tanaman. Tanaman harus dilindungi dan jika diperlukan
dibungkus dalam proses pengangkatan, menunggu dipindahkan, selama
pemindahan, dan penyimpanan di tapak. Tanaman yang tidak terlindung
tidak boleh dipindahkan dalam cuaca yang sangat panas. Seluruh material
tanaman harus dijaga agar tetap lembab selama proses pemindahan dan
penyimpanan.
2. Menjaga tanaman dari sinar matahari dan angin yang kering setiap waktu.
Tanaman yang tidak dapat segera ditanam setelah pengiriman harus
disimpan dalam naungan, dijaga baik dan cukup diairi.
3. Semua spesimen, pohon dan palem yang tumbuh di lapangan dan yang
disimpan (stock) harus ditanam pada hari yang sama dengan
pengirimannya ke tapak (site). Tanaman tidak boleh dibiarkan tidak
ditanam lebih dari dua hari di tapak.

B. Penempatan Tanaman
1. Lokasi tanaman harus ditandai oleh Pelaksana untuk ditinjau ulang oleh
Manajer Konstruksi sebelum pelaksanaan kerja. Pelaksana harus
memberi tahu Manajer Konstruksi 3 hari di muka sebelum pemberian
tanda.
2. Tanaman harus diletakkan di tengah-tengah dengan posisi tetap pada
media tanam padat yang sesuai, yang telah tercampur rata.
3. Tanaman harus diletakkan dengan ketinggian tanah rata dengan
bentukan lahan/grade akhir dan ditanam untuk memberi penampilan yang
terbaik pada struktur atau lingkungan terdekatnya.

C. Penunjang
Segera sesudah penanaman semua pohon dan palem dengan tinggi 2,0 m
atau
lebih, seperti pada detil, diberi penunjang.

Penanaman Rumput/Lempengan Rumput


A. Semua rumput yang disuplai oleh kontraktor haruslah dari jenis Zoysia matrella
(Rumput Manila) dan/atau Cynodon dactylon (Rumput Bermuda) yang sehat
dan vigor dari sumber yang disetujui sesuai dengan yang tertera di BOQ.
Rumput atau lempengan rumput harus dipotong bujur sangkar dengan ukuran
sekitar 15x15 cm, dan tebal 5 cm. Semua rumput harus bersih dari gulma atau
rumput liar (khususnya Mimosa pudica/putri malu dan rumput teki) dan
sampah.
B. Lempengan rumput tidak boleh terpecah menjadi potongan-potongan kecil
untuk penanaman.
C. Lempengan rumput harus diletakkan bersisian pada tanah dengan jarak
antaranya tidak lebih dari 2 cm.
D. Rumput harus ditanam pada area yang telah disiapkan segera sesudah
pengiriman untuk mencegah kerusakan.
E. Segera menyiram area rumput setelah penanaman. Penyiraman dalam jumlah
yang cukup untuk membasahi lempengan.

Page 10 of 12
F. Setelah rumput dan tanah yang disiram sudah agak mengering, giling atau
tumbuk area rumput untuk memastikan ikatan yang baik antara lempengan
dan tanah serta menghilangkan ketidakteraturan ketinggian (bumpy).

Penanaman Semak
A. Menanam kembali dengan hati-hati dan sesuai dengan praktek-praktek
standard nursery.
B. Memakai media tanam sesuai spesifikasi pada Bagian 2 di atas untuk
pengisian lubang tanam.
C. Jarak tanam disesuaikan dengan ukuran diameter tanaman dan volume
tanaman yang dikehendaki per meter persegi.

Penanaman Tanaman Rambat


A. Menanam kembali dengan hati-hati dan sesuai dengan praktek-praktek
standard nursery.
B. Memakai media tanam sesuai spesifikasi pada Bagian 2 di atas untuk
pengisian lubang tanam.
C. Jarak tanam disesuaikan dengan ukuran diameter tanaman kurang lebih
berjarak 30 cm dan ditanam berdekatan dengan kaki dinding.
D. Tanaman rambat sebaiknya dilekatkan pada struktur penunjang dengan
mengikat pucuk utama mengarah ke atas.

Penanaman Palem dan Pohon


A. Menanam kembali dengan hati-hati dan sesuai dengan praktek-praktek
standard nursery.
B. Memakai media tanam sesuai spesifikasi pada Bagian 2 di atas untuk
pengisian lubang tanam.
C. Menunjang setiap pohon dan palem segera setelah tanam. Memasang
penyangga bambu untuk setiap pohon dan palem.

Pemeliharaan Tanaman
A. Pemeliharaan akan meliputi, namun tak terbatas pada:
1. Perlindungan area yang dilewati lalu lintas, dengan membangun barikade
segera sesudah penanaman.
2. Menyiram area penanaman sebanyak kebutuhan untuk menunjang
pertumbuhan yang aktif, menjaga area lembab namun tidak menggenangi
(harian).
3. Pemupukan sesuai kebutuhan dan sesuai rekomendasi produsen (1-2 kali
/bulan).
4. Memelihara area penanaman bebas gulma dan rumput-rumput
pengganggu melalui pembersihan gulma harian jika dibutuhkan. Mencabut
gulma hingga ke akarnya (2 kali/bulan).
5. Memeriksa semua tanaman untuk penyakit dan serangan hama (setiap
bulan atau sesuai kebutuhan). Memindahkan tanaman yang rusak atau
terinfeksi. Material yang terkena diobati segera.
6. Segera memindahkan tanaman yang mati atau sekarat. Penggantian
harus dari jenis dan ukuran yang sama dengan tanaman sebelumnya
(sesuai kebutuhan).
7. Pengulangan pemberian penyangga, pengencangan ikatan atau
pengaturan kembali ke ketinggian yang sesuai atau penegakan kembali
tanaman yang tidak berada pada posisi tumbuh yang sesuai (sesuai
kebutuhan).

Page 11 of 12
8. Memangkas rumput hingga setinggi 15 mm (1 kali/bulan). Untuk rumput
pada area golf mini, pertahankan ketinggian rumput agar tetap 10-12 mm.
9. Merapikan semua pohon, semak dan penutup tanah seperti pengarahan
Penanggung Jawab Lansekap untuk membuat bentuk, kebiasaan dan
tampilan tanaman yang diinginkan (1 kali/ bulan).
10. Membuat catatan dari prosedur pemeliharaan yang meliputi tenaga kerja,
deskripsi tugas, pupuk, irigasi, dan lain-lain. Memberikan salinan dari
catatan pemeliharaan kepada Penanggung Jawab Lansekap.

B. Jadwal Pekerjaan Pemeliharaan Rutin


Pekerjaan Frekuensi

1. Penyiraman Harian
2. Pembersihan gulma Harian dan jika dibutuhkan
3. Forking bedeng tanaman Bulanan
4. Edging Bulanan
5. Pemupukan 2 kali/bulan
6. Penyemprotan hama penyakit Bulanan atau jika
dibutuhkan
dengan adanya hama dan
penyakit
7. Pemangkasan rumput Sekali/bulan
8. Perapian/trimming semak dan Sekali/bulan dan atau jika
penutup tanah dibutuhkan
9. Penggantian tanaman dan Jika dibutuhkan
perbaikan kecil bedeng tanaman
10. Pemberian penunjang untuk Jika dibutuhkan
mengatur pertumbuhan pohon dan
tanaman

C. Tenaga kerja
Pengawas : 6 hari per minggu
Tim pekerja pemeliharaan : 7 hari per minggu.

D. Pelaksana harus membuat Jadwal Pemeliharaan Rutin yang isinya mengenai


aktivitas pemeliharaan, peralatan yang digunakan, obat-obatan atau jenis
pupuk yang dipakai serta jumlah dan pembagian tenaga pemeliharaan harian
kepada Manajer Konstruksi untuk dimintakan persetujuannya sebelum
dimulainya pelaksanaan masa pemeliharaan.

MAMUJU, JULI 2023


Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
CV. CIPTA ARAH KONSULTAN

Page 12 of 12
CV. CIPTA ARAH KONSULTAN
DESIGN, MANAJEMEN & STUDY AMDAL

2023

Anda mungkin juga menyukai