disajikan pada Tabel 2.5.
Menurut Kamiana (2011) untuk derajat tertentu
yang sering diambil 5% maka derajat kebebasan dihitung dengan persamaan:
ܭ = ܭܦ− (ܲ + 1) (2.19)
= ܭ1 + 3,3 log ݊ (2.20)
Keterangan:
DK = Derajat kebebasan
K = Banyaknya kelas distribusi
P = Banyaknya keterikatan (untuk uji Chi-Kuadrat nilai ∝ = 2
n = Jumlah data
Tabel 2.5 Nilai Parameter Chi_Kuadrat Kritis (Xcr)
DK
∝ (Derajat kepercayaan)
0,995 0,99 0,975 0,95 0,05 0,025 0,01 0,005
1 0,0000 0,0002 0,0010 0,0039 3,8415 5,0239 6,6349 7,8794
2 0,0100 0,0201 0,0506 0,1026 5,9915 7,3778 9,2103 10,5966
3 0,0717 0,1148 0,2158 0,3518 7,8147 9,3484 11,3449 12,8382
4 0,2070 0,2971 0,4844 0,7107 9,4877 11,1433 13,2767 14,8603
5 0,4117 0,5543 0,8312 1,1455 11,0705 12,8325 15,0863 16,7496
6 0,6757 0,8721 1,2373 1,6354 12,5916 14,4494 16,8119 18,5476
7 0,9893 1,2390 1,6899 2,1673 14,0671 16,0128 18,4753 20,2777
8 1,3444 1,6465 2,1797 2,7326 15,5073 17,5345 20,0902 21,9550
9 1,7349 2,0879 2,7004 3,3251 16,9190 19,0228 21,6660 23,5894
10 2,1559 2,5582 3,2470 3,9403 18,3070 20,4832 23,2093 25,1882
11 2,6032 3,0535 3,8157 4,5748 19,6751 21,9200 24,7250 26,7568
12 3,0738 3,5706 4,4038 5,2260 21,0261 23,3367 26,2170 28,2995
13 3,5650 4,1069 5,0088 5,8919 22,3620 24,7356 27,6882 29,8195
14 4,0747 4,6604 5,6287 6,5706 23,6848 26,1189 29,1412 31,3193
15 4,6009 5,2293 6,2621 7,2609 24,9958 27,4884 30,5779 32,8013
16 5,1422 5,8122 6,9077 7,9616 26,2962 28,8454 31,9999 34,2672
17 5,6972 6,4078 7,5642 8,6718 27,5871 30,1910 33,4087 35,7185
18 6,2648 7,0149 8,2307 9,3905 28,8693 31,5264 34,8053 37,1565
19 6,8440 7,6327 8,9065 10,1170 30,1435 32,8523 36,1909 38,5823
20 7,4338 8,2604 9,5908 10,8508 31,4104 34,1696 37,5662 39,9968
21 8,0337 8,8972 10,2829 11,5913 32,6706 35,4789 38,9322 41,4011
22 8,6427 9,5425 10,9823 12,3380 33,9244 36,7807 40,2894 42,7957
23 9,2604 10,1957 11,6886 13,0905 35,1725 38,0756 41,6384 44,1813
24 9,8862 10,8564 12,4012 13,8484 36,4150 39,3641 42,9798 45,5585
25 10,5197 11,5240 13,1197 14,6114 37,6525 40,6465 44,3141 46,9279
DK
∝ (Derajat kepercayaan)
0,995 0,99 0,975 0,95 0,05 0,025 0,01 0,005
26 11,1602 12,1981 13,8439 15,3792 38,8851 41,9232 45,6417 48,2899
27 11,8076 12,8785 14,5734 16,1514 40,1133 43,1945 46,9629 49,6449
28 12,4613 13,5647 15,3079 16,9279 41,3371 44,4608 48,2782 50,9934
Sumber: Kamiana, 2011
b. Uji Smirnov-Kolmogorov
Uji ini digunakan untuk menguji simpangan maksimum antara distribusi
secara teoritis dan empiris (Δmaks). Selanjutnya dibandingkan antara Δmaks dan
Δkritis, apabila Δmaks lebih kecil dari Δkritis maka jenis distribusi yang dipilih
dapat digunakan. Nilai Δkritik dapat dilihat pada Tabel 2.6. Persamaan yang
dipakai untuk mencari probabilitas data (Kamiana, 2011):
ܲ = ାଵ (2.21)
ଵ
ܶ= (2.22)
Keterangan:
P = Probabilitas
T = Periode ulang
m = Nomor urut
n = Jumlah data
Tabel 2.6 Nilai Δkritis untuk Uji Smirnov-Kolmogorov
a (derajat kepercayaan)
N
0,20 0,10 0,05 0,01
5 0,45 0,51 0,56 0,67
10 0,32 0,37 0,41 0,49
15 0,27 0,30 0,34 0,40
20 0,23 0,26 0,29 0,36
25 0,21 0,24 0,27 0,32
30 0,19 0,22 0,24 0,29
35 0,18 0,20 0,23 0,27
a (derajat kepercayaan)
N
0,20 0,10 0,05 0,01
40 0,17 0,19 0,21 0,25
45 0,16 0,18 0,20 0,24
50 0,15 0,17 0,19 0,23
107 1,22 1,36 1,63
N > 50
N0.5 N0.5 N0.5 N0.5
Sumber: Kamiana, 2011
2.3.7. Intensitas Hujan
Intensitas hujan adalah ketinggian curah hujan yang terjadi pada suatu
kurun waktu dimana limpasan alirannya terkonsentrasi. Menurut Soemarto (1986)
pada umumnya semakin singkat intensitas hujan maka waktu yang diperlukan
semakin lama. Diperlukan data hujan jangka pendek, misal 5 menit, 10 menit, 60
menit. Data hujan jenis dapat diperoleh dari pos penakar hujan otomatis dan
manual. Jika data hujan jangka pendek tidak tersedia dan hanya data hujan harian
maka intensitas hujan dapat dihitung dengan persamaan Mononobe sebagai
berikut (Suripin, 2004):
ோమర ଶସ
=ܫ ( ௧ )ଶ/ଷ (2.23)
ଶସ
Keterangan:
I = Intensitas hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam)
R24 = Curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm)
t = Durasi hujan (jam).
Nilai R24 diperoleh dari hujan rencana pada periode ulang 2, 5, 10 dan 20
tahun. Dalam hal ini nilai dari durasi hujan (t) sama dengan waktu konsentrasi
(tc). Hubungan antara intensitas, durasi hujan dan frekuensi hujan biasanya
dinyatakan dalam kurva IDF (Intensity-Duration-Frequency).
Perencanaan saluran drainase perkotaan umumnya dipilih hujan rencana
dengan periode ulang 2 tahun sampai 20 tahun sesuai dengan hirarki salurannya.
Untuk saluran drainase sekunder dan tersier dipilih periode ulang 2 tahun sampai
5 tahun, sedangkan pada saluran primer dipilih periode ulang 5 tahun sampai 20
tahun sesuai dengan jenis kawasannya sebagaimana disajikan pada Tabel 2.7.
Tabel 2.7 Periode Ulang Hujan Untuk Desain Saluran Drainase
Periode Ulang (tahun)
No. Jenis Kawasan
Saluran Primer Saluran Sekunder Saluran Tersier
Permukiman
1 Kota 5-10 2-5 2-5
Kota Kecil 10-20 2-5 2-5
2 Industri 2-5 2-5 2-5
3 Perumahan 5-20 2-5 2-5
Sumber : Suripin, 2004
Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh air hujan yang jatuh
untuk mengalir dari hulu titik terjauh sampai ke titik tujuan atau keluaran
catchment area. Waktu konsentrasi (tc) dapat dihitung dengan persamaan
(Edisono, 1997):
ݐ = ܿݐ+ ݀ݐ (2.24)
= ݐ (2.25)
= ݀ݐ×ௗ (2.26)
Keterangan:
to = Waktu pengaliran air di lahan (menit)
td = Waktu pengaliran pada saluran (menit)
Lo = Panjang lintasan aliran di lahan (m)
Vo = Kecepatan aliran di lahan (m/det)
L = Panjang lintasan aliran di dalam saluran drainase (m)
Vd = Kecepatan aliran di saluran (m/det)
2.3.8. Koefisien Pengaliran
Koefisien pengaliran (run off) merupakan perbandingan antara jumlah air
yang mengalir di permukaan akibat hujan dengan jumlah curah hujan yang turun
di daerah tersebut. Besarnya koefisien pengaliran selalu kurang dari satu karena
air hujan tidak semuanya melimpas, tapi selalu ada yang tertahan dalam kawasan,
meresap ke dalam tanah, menguap dan lain-lain. Nilai koefisien pengaliran untuk
daerah perencanaan disesuaikan dengan karakteristik daerah pengaliran yang
dipengaruhi oleh tata guna lahan (land use) yang terdapat dalam wilayah
pengaliran tersebut (Saidah et. al., 2021). Adapun nilai koefisien pengaliran dapat
dilihat pada Tabel 2.8.
Tabel 2.8 Nilai Koefisien Pengaliran
Koefisien Koefisien
Kondisi Daerah Sifat Permukaan Tanah
Pengaliran Pengaliran
Perdagangan Jalan
Daerah kota 0,70 – 0,95 Aspal 0,70 – 0,95
Daerah dekat kota 0,50 – 0,70 Beton 0,80 – 0,95
Permukiman Batu bata 0,70 – 0,85
Rumah tinggal terpencar 0,30 – 0,50 Batu kerikil 0,15 – 0,35
Kompleks perumahan 0,40 – 0,40 Jalan raya bertrotoar 0,70 – 0,85
Permukiman (sub urban) 0,25 – 0,40 Atap 0,75 – 0,95
Apartemen 0,50 – 0,70 Lapangan rumput, tanah berpasir
Industri Kemiringan 2 persen 0,05 – 0,10
Industri ringan 0,50 – 0,80 Rata-rata 2-7 persen 0,10 – 0,15
Industri berat 0,60 – 0,90 Curam (7 persen) 0,15 – 0,20
Taman, kuburan 0,10 – 0,25 Lapangan rumput, tanah keras
Lapangan bermain 0,10 – 0,25 Kemiringan 2 persen 0,13 – 0,17
Daerah halaman KA 0,20 – 0,40 Rata-rata 2-7 persen 0,18 – 0,22
Daerah tidak terawat 0,10 – 0,30 Curam (7 persen) 0,25 – 0,35
Sumber: Saidah et. al. (2021)