12
BAB II
DISKRIPSI UMUM PT BANK SYARIAH MANDIRI AREA PEKANBARU
2.1 Sejarah Berdirinya Bank Syariah Mandiri Indonesia
Prakarsa khusus untuk mendirikan Bank Islam di Indonesia dilakukan pada
tahun 1990. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18-20 Agustus 1990
menyelenggarakan Lokakarya Bunga Bank dan Perbankan di Cisaura, Bogor,
Jawa Barat. Hasil Lokakarya tersebut dibahas lebih mendalam pada Musyawarah
Nasional IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibentuk kelompok kerja untuk
mendirikan Bank Islam di Indonesia.
Perkembangan Bank Syariah pada era Reformasi ditandai dengan disetujui
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Dalam UU tersebut diatur dengan
rincian landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan di
Implementasikan oleh Bank Syariah. Undang-Undang tersebut juga memberikan
arahan bagi Bank-bank Konvensional untuk membuka Cabang Syariah atau
bahkan mengkonversikan diri secara total menjadi Bank Syariah.
PT. Bank Susila Bakti (BSB) yang sahamnya dimiliki oleh Yayasan
Kesejahteraan Pegawai (YKP), PT. Bank Dagang Negara dan PT. Mahkota
Prestasi adalah salah satu bank yang terus berupaya untuk beroperasi melalui
suntikan modal rekapitalisasi. Dalam prosesnya, ada beberapa alternatif yang
pernah ditempuh diantaranya yaitu :
1. Mencari Investor Luar Negeri dan mengubahnya menjadi Syariah.
2. Merger dan akuisisi.
13
3. Menambah modal yang disetor oleh pemegang saham, dalam hal ini
adalah Bank Dagang Negara
Dengan terlaksananya merger empat bank(Bank Dagang Negara, Bank
Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) kedalam PT. Bank Mandiri (Persero) pada
tanggal 1 Juli 1999, Bank Syariah dengan nama Bank Syariah Sakinah Mandiri
diambil oleh PT. Bank Mandiri (Persero) dengan mengubah namanya menjadi
Bank Syariah Mandiri.
Bank Mandiri selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya rencana Bank
Syariah, sejalan dengan keinginan Bank Mandiri untuk membentuk unit Syariah
yang disertai penambahan modal. Langkah itu ditandai pula dengan perubahan
anggaran dasar yang mengubah nama PT. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank
Sakinah Mandiri melalui Akta Notaris : Ny. Maharani M.S.S.H, No.29 pada
tanggal 12 Mei 1999. Kemudian dilakukan perubahan kembali menjadi PT. Bank
Syariah Mandiri seperti tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, S.H. No.23 pada
tanggal 8 September 1999.
Pada tanggal 25 Oktober 1999, melalui surat keputusan Gubernur Bank
Indonesia No. 1/24/[Link]/1999 diperoleh pengukuhan tentang perubahan
kegiatan usaha bank yang beroperasi berdasarkan prinsip Syariah. Disusul
kemudian dengan surat keputusan deputi nama menjadi PT. Bank Syariah Mandiri
sebagai anak perusahaan PT. Bank Mandiri (Persero).
Tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT.
Bank Syariah Mandiri. Kelahiran Bank Syariah Mandiri merupakan buah usaha
bersama dari para perintis Bank Syariah Mandiri di Bank Susila Bakti yang
14
didukung oleh pemilik yaitu manajemen Bank Mandiri yang memandang
pentingnya kehadira Bank Syariah Mandiri.
PT. Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan
idealism usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Harmoni
antara idealism usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu
keunggulan PT. Bank Syariah Mandiri sebagai alternative jasa Perbankan di
Indonesia.
Dengan demikian berkembangnya minat masyarakat akan Perbankan
Syariah, BSM mulai membuka outlet-outlet baru yang terbesar sejumlah 21
Cabang dan tersebar diseluruh Indonesia
Bank Syariah Mandiri September [Link] kantor cabang yang
merupakan cabang ke-21 di Indonesia. Saat ini BSM Cabang Pekanbaru
mempunyai 20 Kantor Cabang Pembantu.
KCP (Kantor Cabang Pembantu) Bank syariah Mandiri Cabang
Pekanbaru yaitu : KC (Kantor Cabang) Harapan Raya, KC Sudirman Bawah, KC
Bangkinang, KC Panam, KC Nangka, KC Bagan Siapiapi, KC Flamboyan, KC
Dumai, KC Tembilahan, KC Bengkalis, KC Duri, KC Bagan Batu, KC Siak, KC
Taluk Kuantan, KC Ujung Batu, KC Pangkalan Kerinci, KC Rengat, KC Dumai
Sukajadi, KC Ujung Tanjung, KC Selat Panjang, KK (Kantor kas) rumbai,
(KK) Pasir Pangaraian (KK) UIR PP (Payment Point) yaitu PP Pengadilan
Agama, dan PP UIR.
15
2.2 Visi dan Misi serta Disiplin Kerja
Semenjak awal berdirinya Bank Syariah Mandiri telah memiliki Visi dan
Misi yang dipegang teguh dan dijadikan pegangan dalam menjalankan aktivitas
Perbankan Syariah hingga saat ini, Visi dan Misi tersebut yaitu :
a. Visi
“ Bank Syariah Terdepan dan Modern “
(The Leading & Modern Sharia Bank )
b. Misi
Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata – rata industri yang
berkesinambungan.
1. Meningkatkan kualitas produk dan layanan berbasis teknologi yang
melampaui harapan nasabah.
2. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan
pada segmen ritel.
3. Mengembangkan bisnis atas dasar nilai-nilai syariah universal.
4. Mengembangkan manajemen talenta,dan lingkungan kerja yang sehat.
5. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
c. Disiplin Kerja
Bank Syariah Mandiri cabang Pekanbaru memiliki kedisiplinan kerja yang
berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku, terutama dalam kedisipilinan
waktu karena termasuk salah satu yang teliti, bergerak cepat dan cekatan.
16
PT. Bank Syariah Mandiri memiliki disiplin kerja sebagai berikut :
1. Doa pagi pukul 07.30 s/d 08.00 dan mulai efektif bekerja pada pukul
08.00.
2. Para karyawan/ti mengisi absen pagi dan absen pulang.
3. Jam istirahat untuk shalat Zuhur dan makan siang, rincian istirahat sebagai
berikut :
a. Waktu istirahat hari senin s/d kamis mulai dari pukul 12.00 s/d
13.00
b. Waktu istirahat untuk hari jum’at pukul 12.00 s/d 13.30
4. Pakaian hari senin s/d kamis yaitu pakaian khusus dari Bank Syariah
Mandiri.
5. Untuk karyawan/ti yang masih dalam masa training/ magang boleh
memakai pakaian yang berbeda, tetapi harus disesuaikan dengan ketentuan
yang ada.
6. Pada hari Jum’at karyawan/ti boleh mengenakan pakaian bebas tetapi
sopan dan rapi.
7. Jam kerja Senin s/d Jum’at.
8. Jam kerja berakhir pada pukul 17.00 dan apabila masih ada pekerjaan yang
belum di selesaikan boleh dilanjutkan kembali pekerjaannya tersebut
17
2.3 Struktur Organisasi PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru
Struktur organisasi didalam kantor merupakan upaya sistematis untuk
menggali makna yang dihayati partisipan yaitu para manajer dalam menjalankan
fungsi-fungsi manajemen. Proses dalam mengambil keputusan, sistem
pengawasan dan model kepemimpinan serta aspek-aspek manajemen lainnya.
Penelitian kualitatif manajemen juga dimanfaatkan untuk keseluruhan ranah yang
merupakan perluasan ilmu manajemen sumber daya manusia, manajemen resiko
dan manajemen lainnya yang berkaitan dengan proses, prosedur, dan langkah-
langkahnya.
PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru telah melaksanakan tugas dan
tujuannya sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Organisasi ini telah menetapkan
kedudukan karyawannya sesuai dengan bidang dan keahliannya, serta
kewenangan dan tanggung jawab dalam sturktur organisasi. Adapun gambar
struktur organisasi pada PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru ini dapat di
lihat pada gambar II.1.
Struktur organisasi PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru saat ini
dapat dilihat pada bagan dibawah ini :
18
19
Gambar II.2 Struktur Organisasi Bagian BO (Back Office) PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru
ALHUDA JANIS
AREA MANAGER
BUDI ABDIRIVA
BRANCH MANAGER
AREA
HENDRI RAKHMADANI
AREA OPERATIONS &
SERVICE MANAGER
RICO CHANDRA ELWINAYANTI MERRY MEILANI AHMAD
AHMADNANDO
NANDORUTI
RUTIMUNARDI
MUNARDI
CUSTOMER HEAD TELLER CLEARING & WINDA
WINDARAHAYU
RAHAYU OPERATOR
SERVICE OFFICER OPERATION DWI
DWIDIKA
DIKAOTARI
OTARI
SERVICE OFFICE GENERAL
GENERALSUPPORT
SUPPORTSTAFF
STAFF
DESY NUMALA SARI
CORI ERITA ALDILA DWI NASTITI MUHAMMAD IQBAL
RAFFALI ELVINA JEPAN HARLIAN SEPTIANSYAH BATUBARA DRIVER
SANDRA KUMALA TELLER CLEARING & OPERATION SERVICE
CUSTOMER SERVICE STAFF
RELATIONSHIP
OB
MAYANA NURUL
TELLER KRIYA
SECURITY
Sumber : PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru, 2018
20
2.4 Fungsi dan Tugas Sistem Kepegawaian Bank Syariah Mandiri ( Job
Description )
Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan selama magang di PT Bank
Syariah Mandiri Area Pekanbaru. Adapun tugas dan tanggung jawab dari
perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :
1) Kepala Cabang
Memimpin, mengelola, mengawasi/mengendalikan, mengembangkan
kegiatan dan mendayagunakan sarana organisasi cabang untuk
mencapai tingkat serta volume aktivitas pemasaran dan operasional
cabang optimal, efektif dan efisien sesuai dengan target yang telah di
tetapkan Kantor Pusat, juga mewakili direksi ke luar dan ke dalam
organisasi yang berhubungan langsung dengan cabangnya.
2) Area Operational & Service Manager
Mengelola aktivitas operasional cabang yang dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan memastikan tercapainya target
bidang operasional cabang yang telah di tetapkan Kantor Pusat.
3) Account Officer
Terlaksananya kegiatan marketing produk pembiayan dan jasa-jasa
bank kepada masyarakat di wilayah kerjanya dan proses Nota Analisa
Pembiayaan dengan memperhatikan prudensialitas dan layanan yang
prima.
21
4) Funding Officer
Terlaksananya kegiatan marketing produk pendanaan dan jasa-jasa
bank kepada masyarakat di wilayah kerjanya, dengan memperhatikan
prudensialitas dan layanan yang prima serta tercapainya jumlah
assetunder management dan fee based income serta layanan prima
untuk nasabah BSM Priority (DPP)
5) Customer Service Officer
Terselenggaranya pemasaran produk dan jasa Bank Syariah Mandiri
kepada masyarakat dan memberikan otorisasi serta ferifikasi atas
transaksi, dengan layanan sesuai standar service BSM kepada nasabah
maupun investor.
6) Head Teller
Mengkoordinasikan, mengarahkan dan mengawasi aktivitas teller,
memberikan persetujuan pembayaran untuk jumlah penarikan diatas
wewenang teller, menandatangani slip pemindahan kas untuk
penyetoran/pengambilan uang kas ke/dari kluis/khasanah, maupun
ke/dari cabang lainnya, mengelola kas dan surat-surat berharga serta
terselenggaranya layanan di bagian kas secara benar, cepat dan sesuai
dengan standar service BSM.
7) Back Office Officer
Terpenuhinya kebutuhan pegawai dan pengembangan kariernya,
pengadaan dan pendistribusian persediaan kebutuhan kantor,
menginventarisasi, membukukan, memelihara keutuhan barang,
22
bangunan dan peralatan kantor, kebenaran dan kewajaran laporan kerja
cabang, serta ketepatan penyampaian laporan kepada Bank Indonesia
dan Kantor Pusat.
8) Customer Service
Terselenggaranya pemasaran produk dan jasa Bank Syariah Mandiri
kepada masyarakat, pembukaan, pemeliharaan dan ataupun penutupan
rekening dengan layanan sesuai standar service BSM kepada nasabah
maupun investor
9) Teller
Melayani kegiatan penyetoran dan penarikan uang tunai (rupiah dan
valuta asing), pengambilan/penyetoran non tunai dan surat-surat
berharga dan kegiatan lainnya serta terselenggaranya layanan di bagian
kas secara benar,cepat dan sesuai dengan standar sevice BSM.
10) Loan Admin
Terlaksananya pencairan, monitoring, dan penyimpanan legal
dokumen dan pembuatan/penyampaian laporan pembiayaan serta
transaksi ekspor/impor dan jasa valas lainnya, secara tertib dan aman.
2.5 Sumber Daya Organisasi
Dalam (Effendy,1996:6-8) Terry mendefinisikan manajemen dengan
memandangnya dari sudut proses :
“Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari
tindakan-tindakan ; perencanaan, pengorganisasian,pengarahan, dan pengawasan
yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah
23
ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber
lainnya.”
Definisi Terry (Effendy,1996:6-8) tersebut mencakup sekaligus fungsi-
fungsi fundamental dalam bentuk tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk
mencapai sasaran yang telah ditentukan itu. Adapun sumber daya yang
mendukung pencapaian sasaran itu adalah apa yang lazim dikenal sebagai “Enam
M” yaitu :
1. Men ( Manusia )
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan.
Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses
untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab
pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Berikut ini adalah daftar
jumlah dan tingkat pendidikan pegawai bagian Back Office di PT Bank
Syariah Mandiri Pekanbaru yang terdapat pada tabel II.1 dan II.2 adalah
sebagai berikut :
Tabel II.1 Data jumlah pegawai bagian Back Office di PT Bank
Syariah Mandiri Pekanbaru
No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Perempuan 2 33
2 Laki-laki 4 67
Total 6 100
Sumber : PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru, 2018
24
Tabel II.2 Tingkat pendidikan pegawai bagian Back Office di PT
Bank Syariah Mandiri Pekanbaru
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1 SMA Sederajat - -
2 D3 - -
3 S1 5 83
4 S2 1 17
Total 6 100
Sumber : PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru, 2018
Berdasarkan tabel diatas, dapat kita lihat pada tabel II.1 bahwa jumlah
pegawai yang bekerja di bagian Back Office pada PT Bank Syariah
Mandiri Pekanbaru berjumlah 6 orang yang terdiri dari 2 orang yang
berjenis kelamin perempuan dengan persentase 33 sedangkan 4 orang
berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 67. Hal ini dapat
disimpulkan karyawan yang bekerja dibagian Back Office sebagian besar
adalah laki-laki.
Pada tabel II.2 dapat kita lihat bahwa pegawai bagian Back Office pada
PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru yang terbanyak adalah
pegawai yang lulusan sarjana (S1) yaitu 5 orang dengan persentase 83,
sedangkan tingkat pendidikan yang sedikit jumlahnya adalah pegawai
yang berpendidikan lulusan S2 yang berjumlah 1 orang dengan
persentase 17.
25
2. Money ( Uang )
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang
merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil
kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan.
Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk
mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara
rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus
disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan
dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu
organisasi.
PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru bermula dari kepemilikan
saham dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejumlah 497.804.387
lembar saham (99,9999998%) dan PT Mandiri Sekuritas sejumlah 1
lembar saham (0,0000002%)
3. Materials (Bahan)
Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi.
Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia
yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-
materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat
dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Sarana dan prasarana adalah semua yang menunjang segala kegiatan
dalam tercapainya suatu tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini adalah
tabel peralatan kantor yang digunakan sebagai penunjang pekerjaan
26
pegawai di PT Bank Syariah Mandiri Pekanbaru yang terdapat pada
tabel II.3 adalah sebagai berikut :
Tabel II.3 Tabel Peralatan Penunjang Kantor di PT Bank Syariah
Mandiri Pekanbaru
Kondisi
No. Sarana Kerja Jumlah Persentase
Baik Rusak
1 2 3 4 5 6
1 Brankas 9 9 - 2
2 Filling Cabinet 12 12 - 2
3 Kertas HVS (@rim) 20 20 - 4
4 Kursi Kantor 75 73 2 15
5 Kursi Tamu/Nasabah 6 6 - 1
6 Lemari Arsip 20 20 - 4
7 Lemari kayu 1 1 - 0
8 Lukisan 10 10 - 2
9 Map Snelhecter 50 50 - 10
10 Meja Kantor 73 73 - 15
11 Ordner 29 27 2 6
12 Pena 73 73 - 15
13 Penggaris 37 37 - 8
14 Pensil 62 62 - 13
15 Rak 13 13 - 3
Jumlah 490 486 4 100
Sumber : PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru, 2018
27
Kegunaan peralatan penunjang kantor tersebut adalah :
1. Brankas
Kegunaan brankas adalah sebagai kotak penyimpanan yang berlapis besi
tahan api yang biasa dipergunakan untuk melindungi barang-barang berharga
dari bahaya kebakaran dan pencurian/pembongkaran seperti uang, surat-surat
berharga, perhiasan dan lain-lain.
2. Filling Cabinet
Kegunaan Filling Cabinet adalah sebuah lemari khusus yang terbuat dari
bahan logam dan berukuran tegak seperti lemari yang berguna untuk
menyimpang arsip-arsip penting perusahaan. Lemari khusus ini mempunyai
sepasang gawang yang dipasang dikanan-kiri bagian atas, memanjang
kebelakang sepanjang lacinya, guna gawang tersebut berfungsi untuk
menyangkutkan folder gantung apabila arsip-arsip ditampung didalam folder
gantung (Hanging map)
3. Kertas HVS
Kegunaan Kertas HVS adalah sebagai singkatan dari Houtvrij Schrijfpapier
dalam bahasa Belanda yang artinya kertas tulis bebas serat kayu yang
digunakan untuk kertas fotocopy, mencetak surat dan lain-lain.
4. Kursi kantor
Kegunaan Kursi kantor adalah sebagai salah satu peralatan kantor yang
memiliki peranan penting menunjang pekerjaan setiap pegawai.
28
5. Kursi Tamu/Nasabah
Kegunaan Kursi Tamu/Nasabah adalah sebagai sebuah kursi yang di gunakan
dan di tempatkan di public area atau di ruangan sebuah kantor untuk tempat
menunggu nya para nasabah atau tamu ketika sedang menunggu antrian untuk
melakukan transaksi.
6. Lemari arsip
Kegunaan Lemari arsip adalah sebagai tempat untuk menyimpan berbagai
jenis arsip, dokumen, dan juga arsip didalam kantor.
7. Lemari kayu
Kegunaan Lemari kayu adalah lemari arsip berbahan kayu guna untuk
menyimpan jenis-jenis arsip yang bersifat sementara.
8. Lukisan
Kegunaan Lukisan adalah sebagai media visual yang biasanya dipajang
didinding ruangan berguna untuk memperindah ruangan, memberikan
suasana yang berbeda, dan meningkatkan semangat harian.
9. Map Snelhecter
Kegunaan Map Snelhecter adalah map yang mempunyai penjepit ditengahnya
dan tidak mempunyai daun penutup. Untuk menopang arsip/surat yang ada
didalamnya maka digunakan perjepit tersebut, maka sebelumnya arsip harus
terlebih dulu dilubangi dengan menggunakan perforator.
29
10. Meja Kantor
Kegunaan Meja kantor adalah sebagai peralatan penting dalam melakukan
berbagai pekerjaan kantor agar lebih mudah dan cepat dalam pengerjaan
atapun untuk hal lainnya.
11. Ordner
Kegunaan ordner adalah map besar yang memiliki warna dengan bahan
karton tebal yang berguna untuk menyimpan arsip penting.
12. Pena
Kegunaan Pena adalah alat tulis yang digunakan untuk menyapukan tinta
kepermukaan seperti kertas, untuk menulis atau menggambar.
13. Penggaris
Kegunaan Penggaris adalah sebagai alat yang digunakan untuk mengukur dan
menentukan batas-batas ukuran atau biasa juga digunakan sebagai
pertolongan menarik garis pada waktu menggambar pada permukaan benda
kerja.
14. Pensil
Kegunaan Pensil adalah sebagai alat gambar, dan alat untuk menulis.
15. Rak
Kegunaan Rak adalah sebagai lemari tempat penyimpanan arsip yang
biasanya terbuat dari besi atau kayu tanpa pintu, dan arsip terlebih dahulu
dimasukkan kedalam ordner atau box file.
30
4. Machines ( Mesin )
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin
akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih
besar serta menciptakan efesiensi kerja. Berikut ini merupakan tabel
peralatan mesin-mesin kantor yang menunjang pekerjaan di PT Bank
Syariah Mandiri Pekanbaru yang terdapat pada tabel II.4 adalah sebagai
berikut :
Tabel II.4 Tabel Peralatan Mesin-mesin Kantor di PT Bank
Syariah Mandiri Pekanbaru
Kondisi
No. Sarana Kerja Jumlah Persentase
Baik Rusak
1 2 3 4 5 6
1 AC 22 22 - 14
2 ATM 3 3 - 2
3 Faksimile 4 4 - 2
4 Kalkulator 15 14 1 9
5 Komputer 74 74 - 46
6 Kulkas 2 2 - 1
7 Mesin Antri 1 1 - 1
8 Mesin Check Log 1 1 - 1
9 Mesin Foto Copy 3 3 - 2
10 Mesin Scan 6 6 - 4
11 Mobil 11 11 - 7
31
1 2 3 4 5 6
12 Motor 2 2 - 1
13 Printer 4 4 - 2
14 Telepon 12 12 - 7
15 Televisi 3 3 - 2
Jumlah 163 162 1 100
Sumber : PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru, 2018
Kegunaan dari mesin-mesin kantor tersebut adalah :
1. AC (Air Conditioner)
Kegunaan AC adalah sebagai alat untuk membuat ruangan menjadi lebih
dingin dan nyaman.
2. Mesin ATM (Automatic Teller Machine)
Kegunaan mesin ATM adalah sebagai alat yang digunakan untuk
memudahkan nasabah ketika sedang membutuhkan uang tunai dengan segera
tanpa harus mengantri lama di bank.
3. Faximile
Kegunaan faximile adalah sebagai peralatan komunikasi yang digunakan
untuk mengirim dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang
mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan
aslinya.
4. Kalkulator
Kegunaan Kalkulator adalah sebagai sebuah alat hitung yang dapat digunakan
untuk memecahkan semua masalah dalam hal perhitungan.
32
5. Komputer
Kegunaan Komputer adalah sebagai perangkat elektronik yang memanipulasi
informasi atau data. Komputer mampu menyimpan, mengambil, dan
mengolah data.
6. Kulkas
Kegunaan kulkas adalah sebagai penyimpanan maupun mendinginkan atau
membekukan makanan dan minuman, juga untuk mempertahankan kesegaran
sayur, buah, daging, minuman kemasan, hingga sisa makanan.
7. Mesin Antri
Kegunaan Mesin Antri adalah berguna untuk memperlancar dan membuat
tertib sebuah antrian , sehingga nasabah atau pelanggan tidak perlu lagi untuk
berbaris atau saling berdesakan untuk mendapatkan layanan dari customer
service.
8. Mesin Check Log
Kegunaan Mesin Check Log adalah mesin absensi yang digunakan untuk
mengetahui dan melacak kehadiran karyawan yang biasanya dapat ditemukan
di beberapa kantor, perusahaan, dan intitusi pendidikan adalah beberapa
contoh organisasi yang menggunakan mesin Check Log ini untuk
mendapatkan data kehadiran karyawan secara akurat dan otomatis.
9. Mesin Fotocopy
Kegunaan Mesin Fotocopy adalah sebuah alat teknologi yang berfungsi untuk
membuat salinan ke atas kertas dari dokumen, buku, maupun sumber lain.
33
10. Mesin Scan
Kegunaan Mesin Scan adalah sebagai suatu alat elektronik untuk memindai
dokumen baik berupa kertas maupun barang untuk disimpan hasilnya pada
memori komputer sebagai data digital.
11. Mobil
Kegunaan Mobil adalah kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin,
beroda empat atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar
minyak bensin atau solar untuk menghidupkan mesinnya. Mobil adalah salah
satu alat yang membantu manusia dalam berpindah tempat.
12. Motor
Kegunaan Motor adalah sebuah kendaraan beroda dua yang ditenagai oleh
mesin dan digunakan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
13. Printer
Kegunaan Printer adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan,
baik berupa teks maupun gambar/grafik, diatas kertas. Printer biasanya
terbagi atas beberapa bagian, yaitu picker sebagai alat mengambil kertas dari
baki atau tray. Baki adalah tempat menaruh kertas.
14. Telepon
Kegunaan Telepon adalah sebagai alat komunikasi yang berfungsi untuk
melakukan dan menerima pesan suara.
34
15. Televisi
Kegunaan Televisi adalah sebagai sebuah media komunikasi terkenal yang
berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu
yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna.
5. Methods ( Metode )
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata
cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah
metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu
tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada
sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta
uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik,
sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak
mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan
demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Di PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru memiliki metode tertentu
dalam melaksanakan pekerjaan nya .
6. Markets ( Pasar )
Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila
barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan
berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu,
penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan
faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka
35
kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan
daya beli (kemampuan) konsumen.
Di PT Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru target pasar nya adalah
semua kalangan dari anak-anak hingga lansia bisa bergabung untuk
menabung di bank.
2.6 Prestasi Kerja dan Keunggulan PT Bank Syariah Mandiri Area
Pekanbaru
Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam usaha
organisasi untuk mencapai tujuannya, sehingga berbagai kegiatan harus dilakukan
organisasi untuk meningkatkannya. salah satu diantaranya adalah melalui
penilaian prestasi kerja. Penilaian prestasi kerja merupakan proses melalui mana
organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Tujuan
dilakukannya penilaian prestasi kerja secara umum adalah untuk memberikan
feedback kepada karyawan dalam upaya memperbaiki tampilan kerjanya dan
upaya meningkatkan produktivitas organisasi dan secara khusus dilakukan dalam
kaitannya dengan berbagai kebijaksanaan terhadap karyawan seperti tujuan
promosi, kenaikan gaji, pendidikan dan latihan, dan lain-lain.
Dengan adanya penilaian prestasi kerja karyawan tersebut dapat
membantu meningkatkan motivasi kerja dan sekaligus dapat meningkatkan
loyalitas organisasi organisasional. Dimana para karyawan akan mengetahui
sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan. Kelebihan
36
maupun kekurangan yang ada akan dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-
kemajuan mereka mendatang.
Adapun prestasi kerja dan keunggulan yang di dapat oleh PT Bank Syariah
Mandiri Area Pekanbaru adalah sebagai berikut :
1. Sebagai The Best Branch Coordinator Wilayah I in term of Case
Count Contribution pada periode bulan Januari-Desember 2011
2. Sebagai KPI Tertinggi I di Wilayah I pada periode Triwulan III tahun
2012
3. Sebagai The Best Branch Coordinator Wilayah I in term of AFYP
Target Achievement pada periode bulan Januari-Desember 2012
4. Sebagai The Best AFYP Contribution 1,616 Billion pada periode bulan
Januari-Juli 2014
5. Sebagai Cabang APE Terbaik Program Berkah Rezeki ++ RO I pada
periode bulan Maret 2015
6. Sebagai KLG terbaik I RO I untuk Pencapaian Growth Cicil Emas s/d
November 2015
7. Sebagai KLG peringkat ke-3 Nasional Kontes KLG TW III 2015
8. Sebagai Pendukung Utama Pelaksana pada Seminar Nasional
“Paradigma Agribisnis dalam Mewujudkan Pembangunan Pertanian
2015, dalam Rangka Dies Natalis ke 53 Universitas Islam Riau”
9. Sebagai The Best Pawning Group pada periode bulan Januari-Maret
2016
37
10. Sebagai juara 2 Kelompok Rp. 2-5 Milyar SR-003 Reward
11. Sebagai Pekanbaru Service Excellence Champion Category : SHARIA
BANK