0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan2 halaman

Tatalaksana dan Pencegahan Asma

Asma adalah keadaan dimana saluran napas mengalami penyempitan akibat hiperaktivitas yang menyebabkan peradangan. Penanganannya meliputi pencegahan secara non-farmakologis seperti menghindari faktor pencetus dan farmakologis dengan menggunakan obat seperti bronkodilator dan steroid inhalasi.

Diunggah oleh

wa.anja.04
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan2 halaman

Tatalaksana dan Pencegahan Asma

Asma adalah keadaan dimana saluran napas mengalami penyempitan akibat hiperaktivitas yang menyebabkan peradangan. Penanganannya meliputi pencegahan secara non-farmakologis seperti menghindari faktor pencetus dan farmakologis dengan menggunakan obat seperti bronkodilator dan steroid inhalasi.

Diunggah oleh

wa.anja.04
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

APA ITU

ASMA ASMA?
PENCEGAHAN
ASMA SECARA FARMAKOLOGIS

Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas


Berdasarkan tujuan penggunaannya, obat asma
mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu:
pada rangsangan tertentu yang mengakibatkan
1. Obat Pengontrol (controller)
terjadinya peradangan, penyempitan yang dapat Obat-obatan ini mengandung ICS (inhaled
corticosteroid), digunakan untuk mengurangi
bersifat sementara (Wahid & Suprato, 2013). peradangan saluran napas, mengendalikan
gejala, dan mengurangi risiko seperti
eksaserbasi dan penurunan fungsi paru.

2. Obat Pereda (reliever)


Obat-obatan ini ditujukan untuk menghilangkan
gejala saat diperlukan, termasuk selama
OLEH : Kelompok 2 serangan asma atau eksaserbasi. Obat ini juga

Ade masayu dwi anastazya (P202201087)


Tanda & Gejala direkomendasikan untuk pencegahan jangka
pendek bronkokonstriksi yang dipicu olahraga
Didit kurniawan​(P202201075) Asma (exercise-induced bronchoconstriction/EIB).
Darwija (P202201084 )
Dea ardita (P202201073) 3. Obat Tambahan (Add-on) untuk Pasien Add-on
Ratmin(P202201078) dapat dipertimbangkan jika pasien
Jamsar (P202201070) memiliki gejala asma persisten dan/atau
Riman (P202201072) Tanda asma :
eksaserbasi meskipun pengobatan sudah
Agusriani (P202201088 ) dioptimalkan dengan controller dosis tinggi
​Muhammad khairul anuar (P202201086) (biasanya ICS dosis tinggi ditambah long acting
Putri Amalia Ramadani (P202201071)
Hiperresponsif jalan nafas yang meyebabkan
beta-agonist/LABA) dan mengatasi faktor risiko
Nani Nurwanti (P202201082) informasi kronik dan obstruksi saluran nafas. yang dapat dimodifikasi.
Meisya Putri Salsabila (P202201076) Asma dapat dicetuskan oleh infeksi saluran
Mahida (P202201079)
WA anja (p202201074) nafas atas, aktivitas fisik, suhu dingin, dan
Fadlan aprian (P202201083) paparan asap rokok atau palutan lain.
Ayu Wulandari.R (P202201089)
Anggi suciyana safitri (P202201080)
Gejala asma :

• Sesak dada
• Batuk, terutama pada malam atau dini hari
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
• Sesak nafas
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
• Mengi, yang menyebabkan suara siulan saat
UNIVERSITAS MANDALA WALUYA
mengeluarkan nafas
KENDARI
2023
Penanganan penyakit asma
Pencegahan penyakit asma
secara non farmakologis
secara non farmakologis
Penanganan penyakit
asma secara farmakologis
Penyuluhan dengan tujuan
meningkatkan pengetahuan klien
tentang penyakit asma sehingga klien
secara sadar menghindari faktor faktor
pencetus, menggunakan obat secara
benar dan berkonsultasi pada tim
Penanganan asma secara farmakologi melibatkan kesehata
penggunaan beberapa jenis obat untuk mengelola
gejala dan mencegah serangan. Beberapa kategori
utama obat termasuk:

[Link]:

Beta-agonis: Merupakan obat cepat bertindak yang Mengindari faktor pencetus klien perlu
melebarkan saluran udara. mengindentifikasi pencetus serangan asna
Antikolinergik: Membantu melebarkan bronkus. yang ada pada lingkungannya, diajarkan cara
Steroid Inhalasi: menghindari dan mengurangi faktor pencetus,
Terapi non farmakolgis
termasuk untuk cairan yang cukup bagi klien
[Link] peradangan dalam saluran udara,
membantu mencegah serangan asma.
Anjuran berhenti merokok
Obat Pengontrol Asma:
Lakukan aktivitas fisik rutin
untuk membantu meningkatkan [Link] Modifiers: Menghambat zat yang
kardiorespirasi menyebabkan peradangan.
Inhibitor IgE: Mengurangi respons alergi yang memicu
Hindari paparan bahan iritasi asma.
Fisioterapi dapat digunakan untuk
atau alergen pada tempat kerja mempermudah penguatan makus,
ini dapat di lakukan dengan
Hindari konsumsi obat-obatan [Link] Kombinasi:
posiutal drainase,perkusi dan
yang berpotensi memperberat fibrasi dada
Menggabungkan bronkodilator dan steroid inhalasi.
gejala asma seperti aspirin Obat-Obat Lain:
Anjurkan kepada pasien untuk
konsumsi buah dan sayuran Tergantung pada kebutuhan individual, seperti
teofilin atau antagonis reseptor leukotrien.
secara rutin
Hindari paparan alergen dari
rumah, seperti tungau, debu
rumah
Penurunan berat badan pada
pasien asma disertai obesitas
controler

Anda mungkin juga menyukai