12 Aspek CPOB dalam Industri Farmasi
12 Aspek CPOB dalam Industri Farmasi
CPOB
Kelompok 5
BAB I Sistem Mutu Industri Farmasi
1. Sistem Mutu
- Manajemen mutu: pengaturan memastikan mutu obat sesuai 2. CPOB
tujuan penggunaan - CPOB: proses pembuatan obat yang terbukti mampu menghasilkan
- Pemastian mutu: tindakan sistematis untuk mendapat produk yang bermutu dan konsisten. Prosedur ditulis secara jelas,
kepercayaan dengan memastikan mutu produk memenuhi tidak bermakna ganda dan diterapkan secara spesifik pada
persyaratan fasilitas yang tersedia
- Sistem mutu menjamin: - Pencatatan dilakukan selama proses
realisasi produk secara konsisten menghasilkan mutu yang - Keluhan produk dikaji penyebabnya dan mengambil tindakan agar
tepat; pengelolaan pengetahuan produk pada seluruh tahapan tidak terulang
siklus; desain dan pengembahan obat sesuai CPOB; tanggung 3. Pengawasan Mutu
jawab manajerial diuraikan dengan jelas; pengaturan untuk - Pengambilan sampel (bahan awal, bahan pengemas, produk
pembuatan, pemasokan dan penggunaan bahan awal; seleksi antara, produk ruahan dan produk jadi) kemudian dilakukan
dan verifikasi pemasok bahan awal; proses tersedia untuk pemeriksaan dan pengujian
manajemen alih daya; penetapan dan pemeliharaan kondisi - Dibuat catatan hasil pengujian secara formal dinilai terhadap
pengawasan menggunakan sistem pemantauan dan spesifikasi
pemeliharaan; pemantauan produk dan perhitungan pelulusan - Sampel pertinggal dan produk jadi disimpan sesuai jumlah yang
bets dalam investigasi penyimpangan; pengawasan produk ditentukan
antara dan proses validasi; pengaturan untuk evaluasi prospektif 4. Pengkajian mutu: dilakukan secara berkala untuk mengetahui
dan persetujuan terhadap perubahan yang direncanakan konsistensi proses, kesesuaian dengan spesifikasi bahan awal,
sebelum diimplementasikan; evaluasi perubahan; investigasi bahan pengemas dan produk jadi, untuk melihat tren dan
penyimpangan menggunakan analisis akar penyebab masalah; mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan untuk produk dan
pengaturan yang dapat memastikan obat yang disimpan proses
bermutu selama masa kedaluarsa; tersedia proses inspeksi diri 5. Manajemen Resiko: proses sistematis untuk melakukan penilaian,
dan audit mutu. pengendalian, komunikasi dan pengkajian risiko terhadap mutu
- Manajemen puncak memiliki tanggung jawab paling tinggi obat. Proses dapat diaplikasikan secara proaktif maupun
dalam pemastian mutu retrospektif.
Pelatihan
BAB II Industri farmasi hendaklah mengadakan pelatihan bagi seluruh
personel yang karena tugasnya berada di area produksi dan gudang
BAB
Contoh : Filter tidak boleh melepaskan serat
-Mudah dibersihkan
-Tidak menjadi sumber kontaminasi
-Bahan mudah terbakar wajib disediakan peralatan khusus
INSTRUKSI/PROSEDUR
: tanggal berlaku, ditulis dengan kalimat perintah LAPORAN/CATATAN
1. Spesifikasi → nama produk, formula, 1. Catatan → bukti tindakan yang
deskripsi, sampling, pengujian, sudah dilakukan (kegiatan,
penyimpanan, masa edar kejadian, investigasi, batch record
2. Dok. Produksi, Formula, Prosedur 2. Sertifikat analisis → ringkasan hasil
pengolahan, pengemasan, metode analisis pengujian sampel → LHP
3. Perjanjian teknis → kesepakatan pemberi 3. Laporan → pelaksanaan kegiatan,
dan penerima kontrak untuk kegiatan alih hasil, kesimpulan dan saran
daya
Merupakan tanggung jawab industri farmasi terhadap BPOM dalam pemberian izin edar & izin industri farmasi.
BAB XI
Aktivitas yang dialihdayakan hendaklah di definisikan, disetujui dan dikendalikan dengan benar untuk
menghindarkan kesalahpahaman.
PENERIMA KONTRAK
Daya ● Pemberi kontrak
betanggung jawab secara
penuh untuk menjamin ada ● Hendaklah melaksanakan
proses yang memastikan pekerjaan yang diberikan
ASPEK UMUM pengawasan terhadap oleh pemberi kontrak
kegiatan alih daya, serta dengan memuaskan misal
● Hendaklah dibuat kontrak hendaklah memantau memiliki bangunan-fasilitas,
tertulis yang meliputi semua kinerja penerima kontrak peralatan, personel yang
kegitan alih daya, produk dan mengidentifikasi kompeten, pengalaman, dan
atau pekerjaan dan semua perbaikan yang diperlukan pengetahuan.
pengaturan teknis terkait. dan pelaksanaannya.
● Semua peraturan alih daya
hendaklah sesuai dengan
peraturan regulasi dan Izin KONTRAK
Edar untuk produk terkait.
● Pembuatan obat alih daya ● Kontrak tertulis hendaklah dibuat antara Pemberi Kontrak dan Penerima
hanya dapat dilakukan oleh Kontrak dengan menetapkan tanggung jawab masing-masing pihak.
industri farmasi yang ● Kontrak hendaklah mencakup izin bagi Pemberi Kontrak untuk
memiliki sertifikat CPOB menginspeksi kegiatan alih daya yang dilaksanakan oleh Penerima
yang diterbitkan oleh BPOM Kontrak atau pihak ketiga yang telah disetujui bersama.
Kualifikasi dan Validasi
BAB XII
Kualifikasi dilakukan untuk membuktikan akurasi dan presisi hasil suatu alat atau
Kualifikasi dan Validasi mesin tersebut konsisten.
Validasi merupakan tindakan pembuktian yang ditujukan untuk metode atau
suatu proses
Kualifikasi dan Validasi Validasi
- Validasi proses → validasi awal dari proses baru, validasi bila
- dilakukan oleh personel yang telah mendapat
terjadi perubahan proses, transfer lokasi pembuatan
pelatihan dan mengikuti prosedur yang telah disetujui
- Validasi Proses Tradisional → sejumlah bets produk
- Melaporkan hasil kualifikasi dan validasi
diproduksi dalam kondisi rutin untuk memastikan
- Didokumentasikan pada dokumen RIV (Rencana
reprodusibillitas.
Induk Validasi) atau dokumen setara
- Validasi Pengemasan → variasi pada parameter peralatan
terutama pada pengemasan primer seperti, blister, strip, saset
Tahap Kualifikasi Untuk Peralatan, Fasilitas, dan bahan pengemas steril. Oleh karena itu, peralatan
Sarana Penunjang, dan Sistem pengemasan perlu di validasi
a. Kualifikasi desain - Validasi Metode Analisis → Semua metode analisis yang
b. Kualifikasi Instalasi digunakan dalam kualifikasi, validasi, atau pembersihan
c. Kualifikasi Operasional hendaklah divalidasi dengan batas deteksi dan kuantifikasi yang
d. Kualifikasi Kinerja tepat
e. Kualifikasi Ulang - Validasi pembersihan → hendaklah dilakukan untuk
mengonfirmasi efektivitas prosedur pembersihan peralatan yang
kontak dengan produk.
Daftar Alat Mesin
Daftar Alat Ruang Produksi Non Beta Laktam
● Ruang muchilago ● Mesin Roller Compactor Pengeringan
Mesin double jacket - Merk : Jun Zhou/ GK-60 1. Oven 1
- Merk : Lokal - Produsen : China - Merk : BTT
- Produsen : Lokal - Tahun pembuatan : 2006 - Produsen : Lokal
- Kapasitas : 150 Liter - Tahun pengadaan : 2006 - Tahun pembuatan : 2006
● Ruang Campur 1 - Kapasitas : 5-100kg/ jam - Tahun pengadaan : 2006
Super Mixer - Kapasitas :-
- Merk : Jawachuan/SM 100 ● Ruang Campur 2 2. Oven 2
- Produsen : Taiwan Mesin Campur Planetary Mixer - Merk : BTT
- Pembuatan : Tahun 2005 - Merk : Shangyuh - Produsen : Lokal
- Pengadaan : Tahun 2006 - Produsen : Taiwan - Tahun pembuatan : 1999
- Kapasitas: 100 kg - Kapasitas: 200 kg - Tahun pengadaan : 1999
● Ruang Granulasi - Kapasitas :-
Ayak granul 1 3. Pengering FBD (Fluid Bed Dryer)
- Merk : Lokal - Merk : Jaw Chuan
- Pembuatan : tahun 2000
- Produsen : Taiwan
- Pengadaan : tahun 2000
- Tahun pembuatan : 2002
- Kapasitas :-
- Tahun pengadaan : 2003
Ayak granul 2
- Kapasitas : 120kg
- Merk : Lokal
- Pembuatan : tahun 2000
- Pengadaan : tahun 2000
- Kapasitas :-
Daftar Alat Ruang Produksi Non Beta Laktam
● Ruang Cetak
1. Ruang Cetak 1 4. Ruang Cetak 3
- Merk : Cadmach/CMB 4-35 - Merk : Cadmach/CMB 4
- Produsen : India - Produsen : India
- Tahun pembuatan : 2003 - Tahun pembuatan : 2003
- Tahun pengadaan : 2004 - Tahun pengadaan : 2004
- Kapasitas : 1.167-2.940 tablet/menit - Kapasitas : 1.167-2.940 tablet/menit
2. Ruang cetak 2
- Merk : Cadmach/CMB 27
- Produsen : India ● Ruang Coating (high Efficiency Machine Coating)
- Tahun pembuatan : 2003 - Merk : Lokal
- Tahun pengadaan : 2004 - Produsen : Pt. Py
- Kapasitas : 900-2.268 kaplet/menit - Tahun pembuatan : 2020
3. Ruang Cetak 3 - Tahun pengadaan : 2020
- Merk : Cadmach/CMB 4 - Kapasitas : 80 kg
- Produsen : India
- Tahun pembuatan : 2003
- Tahun pengadaan : 2004
- Kapasitas : 1.167-2.940 tablet/menit
Daftar Alat Ruang Produksi Non Beta Laktam
Ruang Pengisian Kapsul
Isi kapsul F-05
- Merk : Kwang dah/ KDF-6
- Produsen : Taiwan
- Tahun pembuatan : 2006
- Tahun pengadaan : 2006
- Kapasitas : 38.000 kapsul/ jam
Isi Kapsul II
- Merk : Kwang Dah/ KDF6
- Produsen : Taiwan
- Tahun Pembuatan : 2006
- Tahun Pengadaan : 2006
- Kapasitas :38.000 kapsul/ jam
Daftar Alat Ruang Produksi Non Beta Laktam
● Ruang Stripping
1. Stripping I 4. Stripping IV (hasil 3 strip)
- Merk : Chentai/CTAPM-B - Merk : Hypack
- Produsen : Taiwan - Produsen : Taiwan
- Tahun Pembuatan : 1998 - Tahun Pembuatan : 2004
- Tahun Pengadaan : 1999 - Tahun Pengadaan : 2004
- Kapasitas : 50 -600 pcs/menit - Kapasitas :-
2. Stripping II
- Merk : Chentai/CTAPM-A 5. Stripping V (hasil 4 strip)
- Merk : Indomach/ IM300
- Produsen : Taiwan
- Produsen : Lokal
- Tahun Pembuatan : 1998
- Tahun Pembuatan : 2019
- Tahun Pengadaan : 1999
- Tahun Pengadaan : 2019
- Kapasitas : 400-600 pcs/menit
- Kapasitas : 60.000 tablet/jam
3. Stripping III (hasil 2 strip)
- Merk : Narong
- Produsen : Thailand
- Tahun Pembuatan : 1996
- Tahun Pengadaan : 1996
- Kapasitas :-
Daftar Alat Ruang Produksi Non Beta Laktam
● Ruang Campur Cairan Oral
Mesin Mixer Tank Mesin Isi Cairan Obat Luar
- Merk : BTT - Merk : Grand Farmasindo
- Produsen : Lokal - Produsen : Lokal
- Tahun pembuatan : 2006 - Tahun pembuatan : 2014
- Tahun pengadaan : 2006 - Tahun pengadaan : 2014
- Kapasitas : 600 Liter - Kapasitas : 15-60 Liter
Mesin Double Jacket Mesin Isi Cairan Obat Luar
- Merk : BTT - Merk : Lokal
- Produsen : Lokal - Produsen : PT. PSI
- Tahun pembuatan : 2008 - Tahun pembuatan : 2020
- Tahun pengadaan : 2008 - Tahun pengadaan : 2020
- Kapasitas : 200 Liter - Kapasitas : 60 ml dan 15 ml
● Ruang Campur Cairan Obat Luar Mesin Double Jacket Campur Cairan Obat Luar
Mesin Mixing Cairan Obat Luar - Merk : Grand Farmasindo
- Merk : Grand Farmasindo - Produsen : Lokal
- Produsen : Lokal - Tahun pembuatan : 2014
- Tahun pembuatan : 2014 - Tahun pengadaan : 2014
- Tahun pengadaan : 2014 - Kapasitas : 100 L
- Kapasitas : 200 Liter
-
Daftar Alat Ruang Produksi Beta Laktam
Protap
Pembersihan
Ruangan
XXXX
Protap
Pembersihan
Mesin
XXXX
Sistem Tata
Udara
KASKADE TEKANAN UDARA RUANG PRODUKSI SEDIAAN FARMASI
++ +++ ++ +
Keterangan:
Pada saat proses pencampuran serbuk dengan pelarut dalam mesin mixer di ruang granulasi
kemungkinan menyebabkan adanya serbuk yang berterbangan, sehingga dengan adanya tekanan koridor
yang lebih tinggi daripada ruang granulasi, serbuk tersebut tidak bisa berpindah ke dalam koridor untuk
mencari ruangan lain, selain itu serbuk yang dihasilkan dari ruang cetak tablet tidak akan berpindah ke
koridor. Perbedaan tekanan dapat diketahui dengan memasang alat pengukur beda tekanan udara yaitu
manometer.
+++ ++ +++ +
Keterangan: sediaan liquid/ semisolid/ oral liquid produknya basah dimana karakter basah lebih rentan terkena
kotoran, sehingga perlindungan dibuat dengan tujuan kotoran tidak masuk ke ruang produksi.
+++ ++ + 0
5. Area Pengemasan Produk Betalaktam/ Hormon
Pengemasan Primer Ruang Antara Pengemasan Sekunder Ruang Antara Lingkungan Luar
0 + 0 + 0
atau
Pengemasan Primer Ruang Antara Pengemasan Sekunder Ruang Antara Lingkungan Luar
+ ++ + ++ 0
Sistem
Pengolahan
Limbah
Pengolahan Limbah Gas Pengolahan Limbah Suara dan Getaran
1. Lemari asam dilengkapi dengan exhaust fan dan 1. Untuk menanggulangi kebisingan yang
cerobong +6 m dilengkapi dengan adsorbent ditimbulkan oleh genset, dibuat ruangan
2. Solvent di ruang coating digunakan untuk dust collector berdinding dua (double cover) dan dilakukan
(wet system) perawatan mesin secara berkala
3. Debu disekitar mesin produksi dipasang penyedot debu 2. Untuk menanggulangi getaran yang
dan dust collector unit ditimbulkan oleh mesin genset dan mesin lain,
4. Asap dari genset dan incinerator dibuat cerobong asap +6 mesin ditempatkan pada lantai yang telah di
m cor beton dan diberi penguat (pengunci antara
mesin dan lantai)
Pengolahan Limbah Padat Pengolahan Limbah Cair
1. Limbah padat B3 berupa sisa granul, bahan baku
1. Membuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air
rejected, produk jadi rejected nonbetalactam, debu dari
Limbah)
dust collector. Limbah tersebut dimusnahkan dengan
2. Pembuatan saluran drainase limbah air hujan
double burner incenerator. Dengan pembakaran ganda,
dialirkan ke selokan umum dan dibuat sumur
asap sisa pembakaran tidak lagi mengandung bahan
resapan, saluran dari kamar mandi dialirkan
berbahaya yang bisa mencemari udara
ke septi tank, dan saluran dari tempat
2. Limbah padat non B3 seperti sampah domestik
pencucian produksi dan laboratorium
dibuatkan tempat sampah dan sisa-sisa kertas, karton,
dialirkan ke IPAL
plastik dan aluminium foil dikumpulkan kemudian ke
3. Khusus untuk limbah cair yang berasal dari
perusahaan daur ulang sampah
gol beta laktam, sebelum dicampur dengan
limbah non bata laktam ditambahkan NaOH
hingga pH 11,5 u/ memecah cincin beta
laktam. Selanjutnya ditambahkan HCL u/
menetralkan limbah hingga pH 6-7
Pengolahan Limbah Betalaktam
Air limbah yang sudah di treatment 5 Fenol (Asam Karbolat) Mg/L 1,0 SNI
kemudian ditampung pada bak control 06-6989.21-
(berfungsi sebagai bak kontrol biologi 2004
yang berisi ikan/enceng gondok dan
sebagai tempat pengambilan sampel 6 pH (Power Of Hidrogen) - 6,0 - 9,0 SNI
limbah yang kemudian akan di uji Derajat keasaman atau 6989.11-201
kadar oleh QC) kebasaan 9
Sistem
Pengolahan Air
Sistem Pengolahan Air Murni (Purified Water)
Sistem Pengolahan Air Murni → bertujuan untuk menghilangkan berbagai cemaran di air sehingga mendapatkan
kualitas air yang diinginkan. Contoh cemaran seperti : ion, bahan organik, detergen, bau, dan partikel mikroba.
Sumber air yang dapat digunakan adalah air PDAM, air tanah, air sungai, dan air laut. LAFIAD menggunakan air
PDAM yang diolah menjadi air murni.
Pre-Treatment :
1. Ground tank → merupakan tempat penampungan awal air PDAM dengan kedalaman 3 meter dan memiliki 3
sekatan yang berfungsi untuk menampung dan mengendapkan air PDAM. Air yang digunakan adalah air yang
sudah berada pada tingkatan ketiga (pembersihan dilakukan tiap 2 tahun sekali)
2. Sand filter → terbuat dari fiber yang berisi pasir silica dengan kapasitas 150 kg pasir (masa pakai 2 tahun)
berfungsi untuk menyaring lumpur, oksida besi, dan oksida mangan dari dalam air
3. Carbon active filter → berisi arang/carbon yang telah diaktifkan, berfungsi untuk menghilangkan polutan
mikro seperti bahan organik, detergen, bau, senyawa fenol, dan untuk menyerap logam berat
4. Softener 1 & 2 → Berisi resin anionik (softener 1) dan kationik (softener 2) berfungsi untuk menurunkan
kesadahan (hardness) dengan menghilangkan kandungan kalsium dan magnesium didalam air
5. Catridge 5µ → didalamnya berisi 6 tabung putih yang diganti tiap 2 minggu sekali, berfungsi untuk menyaring
partikel yang berasal dari media filter
6. Membran reverse osmosis (RO) 1 → berisi filter yang berbentuk seperti kertas lapis tipis, berfungsi untuk
menurunkan konduktivitas atau TDS ± 95%, TOC, microba, ion - ion metal dan larutan garam → ditampung
ke break tank kapasitas 2.000L
Final Treatment :
1. Looping non-betalaktam : Air dari storage tank 3.000L di dorong menggunakan pompa looping menuju point
off use Non Betalaktam dan Instalwastu kemudian di alirkan kembali ke storage tank 3.000L melalui lampu UV,
begitu seterusnya.
2. Looping betalaktam : Air dari storage tank 500L Betalaktam didorong menggunakan pompa looping menuju
point off use Betalaktam kemudian di alirkan kembali ke storage tank 500L melalui lampu UV, begitu
seterusnya.
Parameter Pemeriksaan Air Murni
(Purified Water)
No Parameter Syarat Periode Pengujian
Linearitas digunakan untuk mengetahui apakah kuantitas yang terukur proporsional terhadap
kadar senyawa uji dalam sampel
Data yang disajikan Persyaratan (misal)
Linearitas diuji sesuai rentang yang
Kurva signal vs konsentrasi Linear secara visual
ditetapkan dengan menggunakan analit Koefisien korelasi ≥ 0.98
minimal 5 tingkat konsentrasi
Persamaan regresi -
Confidence interval -
Akurasi dinilai menggunakan minimal 9 (sembilan) penentuan dari 3 (tiga) tingkat konsentrasi
yang berbeda dalam rentang pengujian metode analisis tersebut dan masing-masing konsentrasi
3 (tiga) kali penetapan.
%recovery
Contoh ketangguhan untuk metode analisis yang menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT),
tetapkan:
● Pengaruh variasi pH dalam fasa gerak terhadap hasil analisis;
● Pengaruh variasi komposisi fasa gerak terhadap hasil analisis;
● Pengaruh perbedaan merk atau nomor lot dari kolom terhadap hasil analisis; dan
● Pengaruh perbedaan suhu dan laju alir terhadap hasil analisis.
Kesimpulan :
Metode Pengujian no........... Penentuan Kadar Parasetamol dalam
Parasetamol Tablet telah tervalidasi. Larutan parasetamol, baik larutan
standar maupun larutan sampel, tidak disimpan
Prosedur perawatan dan kalibrasi alat memastikan alat berfungsi sesuai standar tanpa menjadi sumber kontaminasi atau menyebabkan kesalahan dosis. Alat-alat ini harus diperiksa sebelum digunakan dan dibersihkan secara berkala .
Tantangan dalam pengawasan mutu terkait dengan pengambilan sampel mencakup ketidakcocokan sampel dengan spesifikasi, kebutuhan pelatihan personel, dan penyimpanan serta dokumentasi hasil pengujian secara formal .
Pengelolaan limbah farmasi meliputi penggunaan incinerator untuk limbah padat B3, IPAL untuk limbah cair, dan sistem exhaust fan untuk asap. Limbah gas diolah dengan dust collector, sementara suara dan getaran diatasi dengan isolasi ruangan bermesin .
Inspeksi diri dilakukan untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap CPOB dalam semua aspek produksi dan pengawasan mutu. Hasil inspeksi ini digunakan untuk perbaikan dan pencegahan lebih lanjut terhadap ketidaksesuaian sistem .
Untuk memastikan manajemen risiko dalam mutu obat, proses sistematis dilakukan meliputi penilaian, pengendalian, komunikasi dan pengkajian risiko. Proses ini bisa diterapkan secara proaktif maupun retrospektif sesuai standar CPOB .
Perusahaan farmasi menangani keluhan produk dengan melakukan kajian penyebab dan implementasi tindakan pencegahan agar kejadian tidak terulang. Prosedur penarikan produk dari pasar dilaksanakan bila diperlukan untuk menjaga keselamatan konsumen .
Prinsip desain ruangan untuk mencegah kontaminasi melibatkan pemisahan area berdasarkan proses, kelas kebersihan, dan tekanan udara. Clean corridor menciptakan tekanan lebih tinggi di koridor, sedangkan dirty corridor menahan kotoran masuk ke ruang produksi padatan/liquid .
Manajemen puncak bertanggung jawab atas penyediaan sumber daya yang memadai, menetapkan struktur organisasi yang jelas, dan memastikan tanggung jawab dalam sistem mutu diterapkan. Tanggung jawab ini termasuk alih daya, pengawasan produk, dan investigasi penyimpangan .
Pelatihan berkelanjutan penting untuk memastikan kualitas produk dengan membekali personel dengan pengetahuan yang relevan. Ini juga memastikan efektivitas penerapan dalam praktik sehari-hari dan mengurangi risiko kontaminasi serta kesalahan produksi .
Pengaturan tekanan udara yang berbeda penting untuk mencegah perpindahan kontaminan dari ruang produksi ke koridor atau sebaliknya. Tekanan lebih tinggi di ruang produksi mencegah masuknya kotoran, sementara tekanan lebih tinggi di koridor menghindari kontaminan dari ruang produksi .