Klasifikasi Mamalia Berdasarkan Motif Tubuh
Klasifikasi Mamalia Berdasarkan Motif Tubuh
Dwi Juniati
Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya
Penulis Korespondensi: dwi_juniati@[Link]
Abstrak
Mamalia adalah kelompok hewan vertebrata yang memiliki ciri-ciri seperti rambut dan kelenjar susu. Dan
kingdom mamalia adalah salah satu kerajaan dengan jumlah spesies yang banyak. Bentuk, warna, dan
ukuran hewan yang termasuk dalam kingdom mamalia bisa sangat bervariasi. Perbedaan tersebut dapat
dibedakan dengan ciri-ciri dari hewan seperti bentuk motif tubuhnya yang khas. Untuk pengolahan citra
yang akan digunakan metode yang sudah dilakukan untuk mengidentifikasi ciri pada suatu citra yaitu
deteksi tepi. Dalam bidang ilmu matematika yang banyak digunakan untuk mempelajari bentuk tak
beraturan suatu objek adalah geometri fraktal. Dalam penelitian ini dilakukan pengelompokkan hewan
pada motif tubuhnya berdasarkan dimensi fraktal. Diperoleh 120 citra hewan yang berada pada kingdom
mamalia yang akan diproses melalui segmentasi yang memperoleh wilayah (region) motif tubuh hewan.
Region yang diperoleh akan digunakan untuk mengetahui pola motif tubuh dengan deteksi tepi Canny.
Kemudian akan dihitung menggunakan metode box counting dan menghasilakan nilai dimensi fraktal
untuk ke tahap cluster. Hasil dari percobaan metode Clustering K-Medoids dari enam cluster yaitu hewan
ceetah, harimau, macan tutul, hyena, jerapah, dan zebra yang memiliki akurasi sebesar 84,16%.
Kata Kunci: Motif Tubuh Hewan Mamalia, Box Counting, K-Medoids.
Abstract
Mammals are a group of vertebrate animals that have characteristics such as hair and mammary glands. And the
kingdom of mammals is one of the kingdoms with a large number of species. The shape, color, and size of animals
belonging to the mammalian kingdom can vary greatly. These differences can be distinguished by the characteristics
of animals such as the distinctive shape of their body motifs. For image processing, the method that has been used to
identify features in an image is edge detection. In the field of mathematics that is widely used to study the irregular
shape of an object is fractal geometry. In this research, grouping of animals based on their body motifs based on fractal
dimensions was carried out. 120 animal images were obtained in the mammal kingdom which will be processed
through segmentation which obtains the region of animal body motifs. The region obtained will be used to determine
the pattern of body motifs with Canny edge detection. Then it will be calculated using the box counting method and
produce fractal dimension values for the cluster stage. The results of the experimental K-Medoids Clustering method
from six clusters, namely cheetahs, tigers, leopards, hyenas, giraffes, and zebras, have an accuracy of 84.16%.
Keywords: Mammal Animal Body Motives, Box Counting, K-Medoids.
174
ANANDA KUSUMA WATI, DWI JUNIATI
penelitian sebelumnya yang berjudul “Klasifikasi untuk mencari nilai dimensi fraktal yang sesuai.
Citra Genus Panthera Menggunakan Metode Jika dilihat pada penelitiian sebelumnya yang
Convolutional Neural Network (CNN)” dimana objek menggunakan metode KNN (k-Nearest Neighbor)
yang dipakai dalam penelitian ini yaitu mendeteksi yang pada hasil penelitiannya tidak dapat
struktur tubuh dan motif yang berbeda dari Genus memprediksi jenis hewan mamalia Tikus, Babi,
Panther atau Keluarga Felidae (kucing). Genus ini Kelinci, Anjing dan Domba, karena nilai dari feature
memilki sekitar setengah dari subfamili pantherinae vector pada saat ekstraksi fitur HOG yang kurang
atau kucing besar (empat spesies popular) adalah baik(Yohannes et al., 2019). Adapun kelemahan dari
harimau, singa, jaguar dan macan tutul(Anwar & KNN adalah nilai k miring, dan atribut yang tidak
Riminarsih, 2019). relevan(Mutrofin et al., 2014). Sehingga proses
Jika dilihat pada struktur wajah maupun tubuh selanjutnya klasifikasi hewan mamalia akan
hewan mamalia, itu dapat digunakan sebagai menggunakan Teknik clustering. Hal ini sebagai
perbedaan dari setiap hewan mamalia(Ezar Al langkah awal untuk memastikan keberadaan hewan
Rivan, 2019). Selain bentuk wajah jika dilihat pada apa saja yang hidup di alam liar yang tergolong
penelitian klasifikasi genus panther yang kedalam hewan yang hampir atau punah. Sehingga
menggunakan metode Convolutional Neural Network dapat menjaga ekosistem alam. Dengan
(CNN). Dimana penelitian ini mengambil citra menggunakan bantuan suatu alat untuk mengambil
struktur tubuh dan motif disetiap hewan yang gambar hewan yang hidup secara bebas di alam liar
termasuk kedalam genus panther atau keluarga di suatu tempat dengan cara meletakkan alat
Felidae (kucing besar). Prediksi hasil akurasi tersebut di beberapa titik disekitar habitat aslinya,
didapatkan dari nilai F1-Score pada pengujian untuk mengurangi resiko penyerangan hewan
didapatkan sebesar 78% untuk harimau, 70% untuk terhadap peneliti. Jadi peneliti dapat memastikan
jaguar, 37% untuk macan tutul, 74% untuk singa hewan tersebut masih ada atau tidak populasinya.
(Anwar & Riminarsih, 2019). Hasil akhir dari Dan jika penelitian ini memiliki akurasi yang baik
penelitian tersebut ada dataset yang tidak maka metode ini dapat digunakan ke beberapa
mengenali macan tutul. ordo lainnya yang masih tergolong pada kingdom
Dalam penyusunan penelitian ini dengan mamalia atau kingdom lainnya.
melakukan pengklasifikasian hewan liar Adapun beberapa hasil aplikasi dimensi fraktal
berdasarkan motif tubuh yang termasuk kedalam dalam pengelompokkan yang menggunakan
kingdom mamalia. Sehingga untuk pengolahan metode box counting antara lain, Klasifikasi
citra kali ini menggunakan salah satu metode yang Kelompok Umur Manusia Berdasarkan Analisis
sering digunakan dalam penelitian yang sudah Dimensi Fraktal Box Counting Dari Citra Wajah
dilakukan untuk mengidentifikasi ciri pada suatu Dengan Deteksi Tepi Canny (Al Amin & Juniati,
citra yaitu deteksi tepi. Deteksi tepi terbaik yaitu 2017), Mengelompokkan Jenis Tumor Kulit
deteksi tepi metode canny, dikarenakan hasil dari Berdasarkan Dimensi Fraktal (Alifa Isnaini &
deteksi ini lebih terlihat tajam pada gambar (objek), Juniati, 2019), Mengelompokkan Retinopati Diabetik
baik pada bagian dalam maupun tepi gambar Berdasarkan Dimensi Fraktal (Safitri & Juniati,
terlihat tebal, sehingga objek sangat jelas(Letelay & 2017), Klasifikasi Batik Di Jawa Timur Berdasarkan
Komputer, 2019). Setelah itu, menggunakan sebuah Analisis Dimensi Fraktal Dengan Menggunakan
metode untuk mendeteksi motif tubuh hewan. Metode Box Counting (Hidayatillah & Jakfar, 2022),
Metode yang dapat digunakan adalah metode box Analisis Jenis Penyakit Paru-Paru Berdasarkan
counting. Metode tersebut adalah metode yang ada Chest X-Ray Menggunakan Metode Fuzzy C-Means
di dimensi fraktal. Istilah fraktal diperkenalkan oleh (Nur Azizah & Juniati, n.d.), Klasifikasi Penyakit Paru
Benoit Mandelbrot pada tahun 1977 dalam bukunya Berdasarkan Citra X-Ray Thorax Menggunakan
yang berjudul “The Fractal Geometry of Nature”. Metode Fraktal Box Counting (Sapata & Juniati,
Fraktal memiliki kata latin “fractus” yang artinya n.d.). Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan
pecah atau tidak teratur (Mandelbrot, 1983). oleh Elsha & Juniati pada artikel yang berjudul
Selanjutnya untuk tahap klasifikasi peneliti “Clustering Of Lung Disease Based On Chest X-Ray
menggunakan algoritma k-medoids clustering Using Dimensions Fractal Box Counting And K-
175
PENERAPAN DIMENSI FRAKTAL
Medoids”, yang menggunakan metode clustering k- yang meliputi berbagai jenis spesies di dunia.
medoids menghasilkan akurasi 87% [9]. Sehingga Mamalia adalah jenis hewan yang menyusui.
dalam penelitian ini, akan membahas Pencetus nama mamalia pada hewan adalah Carl
pengelompokkan jenis hewan berdasarkan motif Linnaeus. Suhu tubuh yang dimiliki sebagian besar
tubuhnya. Dan menggunakan metode k-medois hewan mamalia adalah hangat. Dan sebagian besar
clustering untuk pengelompokkan nilainya. Hasil mamalia bereproduksi dengan melahirkan, namun
dari pengelompokkan jenis hewan berdasarkan ada juga yang bertelur. (Ekonomi et al., 2020).
motif tubuhnya dengan menggunakan dimensi Dalam kingdom Mamalia dibagi menjadi
fraktal dalam penelitian ini akan sangat membantu beberapa ordo yaitu Ordo Dermoptera, Ordo
dalam bidang pelestarian hewan punah terutama Chiroptera, Ordo Primata, Ordo Rodentia, Ordo
dengan kondisi saat ini dimana hewan liar semakin Carnivora, Ordo Laghomorpha, Ordo Cetacea, Ordo
lama semakin berkurangnya angka populasi yang Proboscidea, Ordo Perissodactyla, Ordo Artiodactyl,
diakkibatkan oleh faktor alam maupun perbuatan Ordo Marsupilia, Ordo Insectivora. Dari 12 ordo
manusia. Sehingga diharapkan temuan penelitian tersebut, indikator penelitian yang digunakan
ini dapat digunakan untuk menyelidiki lebih lanjut adalah hewan yang memiliki motif ditubuhnya.
ada tidaknya satwa liar di alam bebas.
Ordo Karnivora
KAJIAN TEORI Karnivora adalah kelompok hewan yang
Citra Motif Tubuh Hewan pemakan daging. Ciri hewan yang termasuk ordo
Dalam penelitian ini, ada tahapan proses yang ini adalah Mempunyai kuku atau cakar tajam yang
akan dilakukan. Tahapan tersebut yaitu mengolah berfungsi untuk mencengkeram mangsa, dan
data gambar asli dengan cara memotong gambar pendengaran yang peka sehingga dapat memburu
yang akan dipakai sebagai data yang akan diteliti. mangsa dengan sangat cepat. ordo karnivora
Citra yang dimaksut adalah setiap jenis hewan meliputi 12 keluarga, dengan 9 di antaranya hidup
mamalia yang memiliki motif di tubuhnya. Data di darat seperti Canidae (anjing), Felidae (kucing),
uji ini menggunakan 20 citra jenis hewan mamalia. Ursidae (beruang), Procyonidae (rakun), Mustelidae
Ciri dari motif tubuh hewan kingdom mamalia, (musang, berang-berang), Mephitidae (sigung),
dapat di jelaskan sebagai berikut: Herpestidae (luwak), Viverridae (musang), dan
1. Motif bintik pada cheetah adalah yang Hyaenidae (hyena).
paling sederhana. Bentuknya hanya
berupa bulatan hitam.
2. Harimau memiliki ciri belang-belang yang
khas, berupa garis-garis vertikal gelap
pada bulu oranye.
3. Tubuh macan tutul memiliki ciri
mencolok yaitu pola atau bercak hitam
yang seperti berbentuk bunga
bermekaran.
4. Motif tubuh pada hyena hampir sama
namun tidak sebanyak ceetah.
Gambar 1. Keluarga Felidae
5. Jerapah memiliki motif yang menyerupai
ornamen bebatuan ditubuhnya. Ordo Perissodactyla
6. Zebra memiliki motif tubuh yang unik Merupakan mamalia pemakan tumbuhan
dengan berwarna hitam dan putih dengan ciri khas kuku yang jumlah jarin kakinya
bergaaris. ganjil.
Ciri – ciri ordo perissodactyla:
Hewan Kingdom Mamalia 1. Tidak bertanduk
Dalam bidang biologi kingdom berarti 2. kuku kaki berjumlah ganjil.
tingkatan takson tertinggi dalam pengklasifikasian
176
ANANDA KUSUMA WATI, DWI JUNIATI
Contoh hewan ordo ini yaitu badak, kuda, dikehendaki) dengan background (objek lain yang
zebra, tapir. tidak dikehendaki). Pada hasil segmentasi,
foreground diaplikasikan oleh warna putih (1) dan
background oleh warna hitam (0). Metode
segmentasi threshold dapat ditulis sebagai berikut:
𝑇 = 𝑇[𝑥, 𝑦, 𝑓(𝑥, 𝑦), 𝑔(𝑥, 𝑦)] (1)
Dengan,
𝑇 : nilai threshold
𝑥, 𝑦 : koordinat titik threshold
Gambar 2. Hewan Zebra 𝑓(𝑥, 𝑦), 𝑔(𝑥, 𝑦) : titik piksel tingkat keabuan
Sehingga dapat dikatakan segmentasi threshold,
Ordo Artiodactila 1, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑔(𝑥, 𝑦) ≥ 𝑇
𝑠(𝑥, 𝑦) = { (2)
Merupakan mamalia yang memilki jumlah 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑔(𝑥. 𝑦) < 𝑇
kuku genap. Ordo mamalia ini merupakan hewan
pemekan tumbuhan (herbivore). Contoh hewan Deteksi Tepi
mamalia artiodactyla seperti jerapah, kerbau, sapi, Metode deteksi tepi Canny merupakan
kuda nil dan kijang. perencangan progres yang menghasilkan tampilan
efek relief. Efek relief yang dimaksut bentuk yang
menyerupai batu pahatan, yang memilki garis-garis
kasar yang membentuk suatu pola. Efek relief
memiliki bayangan terang dan gelap. Deteksi Tepi
Canny mampu mendeteksi tepi yang sebenarnya
dengan tingkat kesalahan yang rendah dengan kata
lain, operator Canny memberikan gambar tepi yang
optimal. Kelebihan dari metode Canny ini adalah
untuk sedikit menghilangkan noise yang ada
Gambar 3. Hewan Jerapah
sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi, jadi
Histogram tepi dari suatu citra yang dihasilkan lebih terlihat
Histogram equalization merupakan proses jelas(Al Amin & Juniati, 2017).
pemerataan piksel dari citra untuk mengidentifikasi
detail yang sulit dilihat (Salem et al., 2010). Dimensi Fraktal Box counting
Banyak benda yang berbentuk tidak beraturan
Histogram warna dari suatu gambar mewakili
seperti pada alam yang tidak seragam secara
jumlah piksel dalam setiap jenis komponen warna.
spasial, yaitu bentuk pantai atau lereng, dapat
Penyetaraan histogram tidak dapat diterapkan
dideskripsikan dengan menggunakan fraktal. Dan
secara terpisah ke komponen merah, hijau, dan biru
dicetuskan oleh matematikawan kelahiran Polandia
pada gambar karena menyebabkan perubahan
Benoit B. Mandelbrot.(Mandelbrot, 1983).
dramatis pada keseimbangan warna gambar.
Metode penghitungan kotak merupakan salah
Sehingga ini dapat meningkatkan kontras global
satu menghitung nilai dimensi fraktal. Dengan cara
gambar ketika data yang dapat digunakan diwakili
menutupi objek oleh kotak-kotak (box) dengan
oleh nilai kontras yang dekat.
ukuran yang berbeda-beda(Juniati & Budayasa,
Segmentasi Thresholding 2006). Perhitungan ini terkadang disebut sebagai
Segmentasi citra adalah teknik untuk membagi metode perhitungan kotak. Metode ini membagi
gambar digital menjadi pengelompokan yang objek menjadi sejumlah besar kotak (persegi)
disebut segmen. Biasanya, prosedur pembagian dengan berbagai ukuran (r). Kemudian hitung
atau pengelompokan bergantung pada piksel jumlah kotak yang menutupi benda atau objek
gambar. Tresholding merupakan salah satu peroses tersebut. Setiap bagian dari garis memiliki rasio 𝑠 =
1
segmentasi pada citra. Proses terebut dilakukan jika seluruh garis dibagi menjadi bagian yang
𝑁
dengan cara antara foreground (objek yang sama. Jadi metode box counting adalah metode yang
177
PENERAPAN DIMENSI FRAKTAL
terkenal untuk menghitung dimensi fraktal suatu K-Means Clustering adalah pendekatan
gambar atau citra(Hidayatillah & Jakfar, 2022). pengelompokan berbasis jarak untuk membagi data
Secara umum hubungan antara 𝐷, 𝑁, dan 𝑟 ke dalam kelompok. Sementara K-Medoids
dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut, Clustering adalah pendekatan cluster yang terkait
1 𝐷 dengan K-Means Clustering. Perbedaan kedua
𝑁=( )
𝑟 (3) metode tersebut terletak pada pemilihan titik data
sebagai [Link] K-Medoids memiliki
Sehingga dari objek selfsimilarity pada dimensi kelebihan untuk mengatasi kelemahan pada pada
fraktalcyang membagi N bagian skala dari seluruh algoritma K-Means. Selain itu hasil proses clustering
bagian objek dapat dituliskan melalui persamaan pada algoritma k-medods tidak bergantung pada
dibawah ini(Mandelbrot, 1983). urutan masuk dataset(Pratiwi & Juniati, 2022).
log 𝑁 Langkah-langkah algoritma K-Medoids:
𝐷𝐹 =
1 1. Inisialisasi sebanyak k (jumlah cluster) sebagai
𝑙𝑜𝑔 (4)
𝑟
pusat cluster.
Dengan, 2. Kelompokkan setiap data (objek) ke dalam cluster
𝐷𝐹 = Nilai dimensi fraktal terdekat menggunakan persamaan Euclide
𝑁 = Banyak kotak Distance:
1 𝑚 𝑛
= Variansi ukuran
𝑟 𝑑(𝑥𝑖𝑗 , 𝑦𝑘𝑗 ) = √∑ ∑ (𝑥𝑖𝑗 − 𝑦𝑘𝑗 )2 (6)
Berikut langkah kerja suatu citra dengan 𝑗=1 𝑖=1
178
ANANDA KUSUMA WATI, DWI JUNIATI
179
PENERAPAN DIMENSI FRAKTAL
Ceetah
Macan Tutul
(e) (f)
Gambar 5. Pengolahan Citra Tubuh Ceetah
Harimau
(c) (d)
(a) (b)
(e) (f)
Gambar 7. Pengolahan Citra Tubuh Macan Tutul
180
ANANDA KUSUMA WATI, DWI JUNIATI
Hyena
(a) (b)
(a) (b)
(c) (d)
(c) (d)
(e) (f)
Gambar 9. Pengolahan Citra Tubuh Jerapah
(a) (b)
181
PENERAPAN DIMENSI FRAKTAL
Tabel 1. Nilai Dimensi Pada Citra Hewan Tabel 2. Rata-Rata Dimensi Citra
No. Dimensi No. Dimensi No. Dimensi Jenis Hewan Rata-Rata Dimensi
1 1.7994 41 1.7553 81 1.7339 Ceetah 1.7827
2 1.7885 42 1.7573 82 1.7317 Harimau 1.6555
3 1.7923 43 1.7597 83 1.7329 Macan Tutul 1.7536
4 1.7903 44 1.7532 84 1.7316 Hyena 1.6079
5 1.7963 45 1.7536 85 1.7301
182
ANANDA KUSUMA WATI, DWI JUNIATI
183
PENERAPAN DIMENSI FRAKTAL
184
ANANDA KUSUMA WATI, DWI JUNIATI
Nur Azizah, F. & Juniati, D. (n.d.). Tahun 2021 Yohannes, Y., Sari, Y. P. & Feristyani, I. (2019).
ANALISIS JENIS PENYAKIT PARU-PARU Klasifikasi Wajah Hewan Mamalia Tampak
BERDASARKAN CHEST X-RAY Depan Menggunakan k-Nearest Neighbor
MENGGUNAKAN METODE FUZZY C- Dengan Ekstraksi Fitur HOG. Jurnal Teknik
MEANS. Jurnal Ilmiah Matematika. Informatika Dan Sistem Informasi, 5(1).
185