0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Pembaharuan Pendidikan TK dalam Kurikulum Merdeka

Dokumen tersebut merangkum tentang tugas yang diberikan kepada mahasiswa bernama Yunita Ria Sawitri untuk mata kuliah Pembaharuan Pendidikan TK. Tugas tersebut meliputi penjelasan tentang pembaharuan pendidikan TK, lima prinsip pembaharuan pendidikan TK, bagaimana penerapan kurikulum merdeka dapat membantu pembangunan bangsa, dan pendidikan TK berorientasi non akademik.

Diunggah oleh

Hamba Allah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Pembaharuan Pendidikan TK dalam Kurikulum Merdeka

Dokumen tersebut merangkum tentang tugas yang diberikan kepada mahasiswa bernama Yunita Ria Sawitri untuk mata kuliah Pembaharuan Pendidikan TK. Tugas tersebut meliputi penjelasan tentang pembaharuan pendidikan TK, lima prinsip pembaharuan pendidikan TK, bagaimana penerapan kurikulum merdeka dapat membantu pembangunan bangsa, dan pendidikan TK berorientasi non akademik.

Diunggah oleh

Hamba Allah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : YUNITA RIA SAWITRI

NIM : 859662664
MATA KULIAH : TUGAS 3 PEMBAHARUAN PENDIDIKAN
DOSEN TUTOR : Milliyantri Elvandari [Link]

TUGAS 1

1. Jelaskan apa yang disebut dengan pembaharuan pendidikan TK? Menurut anda apakah
penerapan kurikulum merdeka merupakan suatu bentuk pembaharuan pendidikan TK?
Jelaskan jawaban anda. Dan uraikan dan jelaskan apa saja pelaksanaan pembelajaran di
TK/PAUD yang harus berubah dengan adanya kurikulum merdeka
JAWABAN :
Istilah pembahuran juga dapat diartikan sama dengan kata inovasi (inovation) yang terdapat
dalam kamus Oxfort Advanced Dictionary of Current English (Hornby, 1974), istilah innovation
diartikan sebagai hal baru yang diperkenalkan (something new that is introduced).
Sedangkan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun Kamus, 1997), istilah inovasi
diartikan sebagai pemasukan atau pengenalan hal - hal baru atau sebagai penemuan baru yang
berbeda dari yang sudah ada atau yang yang sudah dikenal sebelumnya gagasan, metode, atau
alat.
Dari kedua istilah diatas, secara harfiah istilah pembaharuan dapat diartikan dalam dua
pengertian.
 Pembaharuan adalah Proses, perbuatan, atau cara untuk membarui sesuatu.
 Pembaruan adalah Suatu penemuan hal baru gagasan, metode, alat, atau yang lainnya yang
berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.
Menurut para ahli ilmu sosial dan pendidikan pembaharuan dapat diartikan (inovasi) :
 Roger (1983 : 10) : an idea, practice, or object perceived as new by an individual or other unit
of adoption, artinya pembaharuan merupakan suatu ide, praktek, atau objek yang dianggap
sebagai sesuatu yang baru oleh seorang individu atau unit adopsi lainnya.
 Ibrahim (1988) menjelaskan keterkaitan antara istilah pembaharuan (inovasi) dengan istilah
Discovery dan Invention. Discovery : penemuan sesuatu yang sudah ada, tetapi belum
diketahui oleh penemunya, Sedangkan Invention : penemuan sesuatu yang benar - benar baru
yang sebelumnya belum ada.
 Pembaharuan pendidikan TK adalah pembaharuan dalam pendidikan TK, yaitu pembaharuan
yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah - masalah dan atau mengembangkan
pendidikan di TK.
 Kaitan dengan beberapa pengertian diatas, pembaharuan pendidikan TK adalah suatu
penemuan ide, teori, metode, media pembelajaran, atau yang lainnya yang dianggap sebagai
hal baru oleh seseorang atau sekelompok orang baik itu hasil diskoveri maupun invensi untuk
memecahkan masalah - masalah dan atau mengembangkan pendidikan TK.
 Pendidikan : segenap upaya pendidik dalam memfasilitasi perkembangan anak agar anak
dapat mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan nilai - nilai dan norma masyarakat
yang dianut.
 TK : lembaga dan lingkungan pendidikan anak sekitar 4-6 tahun yang berada pada jalur
pendidikan formal.

2. Apa saja lima prinsip pembaharuan pendidikan TK?

Jawaban :

Pendapat Drucker (Tilaar. 1998), ada 5 prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam
pembaharuan pendidikan TK :

 Perlu didasarkan pada analisis berbagai kesempatan dan kemungkinan yang terbuka.

 Bersifat konseptual dan perseptual.

 Harus bersifat sederhana dan terfokus.

 Perlu dimulai dari yang kecil

 Diarahkan kepada kepeloporan.

3. Jelaskan bagiamana penerapan kurikulum merdeka dapat ikut membantu pembangunan


bangsa Indonesia!

Menteri Nadiem menyebutkan beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka. Pertama, lebih


sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan
pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Kemudian, tenaga pendidik dan peserta
didik akan lebih merdeka karena bagi peserta didik, tidak ada program peminatan di SMA, peserta
didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Sedangkan bagi guru, mereka
akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Lalu sekolah memiliki
wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Keunggulan lain dari penerapan Kurikulum Merdeka ini adalah lebih relevan dan interaktif di
mana pembelajaran melalui kegiatan projek akan memberikan kesempatan lebih luas kepada
peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan,
kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar
Pancasila.

Sumber : [Link]
untuk-atasi-krisis-pembelajaran

Menurut saya pribadi Penerapan kurikulum merdeka dapat ikut membantu pembangunan bangsa
Indonesia dengan berbagai pembaharuan kurikulumnya seperti kegiatan lingkungan, sosial, inovasi
pembelajaran dan lainnya. Contoh di TK kegiatan latihan menari daerahnya masin - masing,
otomatis akan membantu rasa kecintaan terhadap Indonesia, adalagi tema makan dan minuman
tradisional , maka akan menjadikan anak didik lebih mengenal apa saja masakan, makanan dan
minuman khas indonesia.

Pendidikan dapat merupakan salah satu instrumen politik pembangunan suatu bangsa. Gerakan -
gerakan di tingkat internasional juga turut mendukung perubahan - perubahan dalam prktik
pendidikan TK. Konvensi tentang Hak - hak Anak (Unicef, 1989), Pendidikan Untuk semua
(Thailand, 1990), dan Deklarasi Dakar (2000) adalah beberapa contoh diantaranya.

Sumber : PGTK2503 PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TK Modul 2 halaman 2.16

4. Dalam kurikullum merdeka hal apa yang termasuk pendidikan TK berorientasi non akademik

Jawaban : Pendekatan non akademik berangkat dari pandangan bahwa anak pada dasarnya
merupakan pembelajar aktif (an active learner). Anak mampu membangun pengetahuan dan
pemahamannya tentang lingkungan melalui pengalaman-pengalaman interaksional. Pengetahuan
dan pemahaman itu bukan merupakan sesuatu yang diberikan oleh orang lain kepada anak,
melainkan merupakan sesuatu yang di konstruksi oleh anak. Jadi, berbeda dengan para penganut
pendekatan akademik, para pendukung pendekatan non akademik tidak meyakini adanya suatu
batang tubuh pengetahuan yang sudah permanen (fixed) yang harus dikuasai oleh anak.
Pengetahuan itu justru merupakan sesuatu yang dibangun dan diciptakan oleh anak. Dalam
kategori yang luas, menurut Greenberg (1990), dewasa ini pendekatan non akademik dikenal
sebagai pendidikan yang berorientasi perkembangan (Developmentally Appropriate Practice).
Bila ditelusuri lebih jauh, pendekatan ini banyak diilhami oleh pemikiran dari tokoh-tokoh seperi
John Dewey, Arnold Gesell, Jean Piaget, dan Davil Elkind.

Dalam pendekatan non akademik proses pembelajaran sangat menekankan melalui pengalaman
langsung (hands on experience). Anak diberi kesempatan untuk memecahkan masalah-masalah
yang ditemukannya, bukan masalah-masalah yang tidak terkait dengan konteks kehidupannya. Ia
diberi kesempatan untuk bereksperimen, bereksplorasi, dan menemukan sesuatu dari
pengalamannya melalui pengalaman-pengalaman semacam itu, anak membangun pemahaman
dan menciptakan konsep-konsep sesuai dengan rentang perkembangan intelektualnya masing-
masing.

Dalam pendekatan non akademik, guru dan anak sama-sama berperan aktif. Sementara
guru berperan sebagai fasilitator kegiatan belajar anak, anak berperan sebagai
pembelajaran aktif. Mereka sama-sama aktif dalam perencanaan, proses, dan bahkan dalam
evaluasi pembelajaran.
Sebagai fasilitator kegiatan belajar anak, guru mempersiapkan kegiatan pembelajaran. Dan
dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran, guru mempelajari pengetahuan-
pengetahuan teoritis atau konvensional yang sudah ada, namun juga mengakomodasi
minat-minat dan pilihan-pilihan anak. Guru menstimulasi dan memotivasi anak untuk
belajar, memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan,
membantu anak dikala kesulitan,serta menyiapkan lingkungan belajar yang kaya bagi anak.
Guru juga mengevaluasi proses dan hasil belajar anak dengan melibatkan anak dalam
proses evaluasi tersebut.
Dipihak lain, anak berperan sangat aktif dalam pembelajaran. Anak terlibat dalam proses
perencanaan dan memiliki kesempatan yang luas untuk berprakarsa. Pada saat proses
perencanaan, anak memiliki kesempatan untuk memuncukan ide-ide serta turut
mendiskusikan tema- tema atau kegiatan-kegiatan proyek yang akan diprogramkan selama
priode tertentu (misalnya, kuartal atau semester). Begitu pula dalam proses pembelajaran,
murid memiliki kesempatan memprakasai, mencoba, mengeksplorasi, dan menemukan
sesuatu. Anak berkesempatan untuk belajar individual, bersama teman, dan bersama guru
atau orang dewasa lainnya.
Dalam pendekatan non akademik, penggunaan intrinsic reward lebih ditekankan dari pada
ektrinsic reward. Jadi, bukan unsur penghargaan eksternal yang diutamakan untuk memotivasi
murid, melainkan unsur penghargaan internal, yakni kepuasan anak akan keberhasilan belajar
dan prestasinya. Dengan demikian, penilaian lebih terfokus kepada hal-hal positif yang diraih
anak sehingga ia bangga dengan prestasinya dan menjadi senang untuk terus berkarya.

erdapat beberapa keuntungan dari pendekatan ini. Pertama, inisiatif anak untuk malakukan
kegiatan belajar dapat berkembang dengan baik. Kedua, anak dapat secara aktif
mengembangkan kreativitas dan membangun pengetaguan. Ketiga, proses pembelajaran
dilakukan secara lebih alamiah (natural) dan menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan
motivasi dan sikap positifterhadap kegiatan belajar. Keempat, dalam jangka panjang
pendekatan ini dipandang sangat mendukung perkembangan anak untuk menjadi
pembelajar sepanjang hayat (a life long learner).
Meskipun banyak keuntungannya, pendekatan ini masih dianggap memiliki beberapa
kelemahan oleh sebagian orang. Hal yang sering dipandang sebagai kelemahan dari
pendekatan ini dalam waktu singkat. Dengan kata lain, penggnaan waktu sering dianggap
kurang efisien. Sebagian orang cenderung beranggapan bahwa penerapan pendekatan ini
memerlukan perlengkapan yang lebih banyak sehingga memerlukan dana yang lebih pula.
Dalam aspek pengembangan kurikulum, sebagian orang juga sering merasa kesulitan
karena harus mengikuti kejadian dan perkembangan di kelas.
Sumber : [Link]

Menurut saya dalam kurikulum merdeka yang berorientasi non akademik seperti penerapan P5
yang terdapat projek - projek untuk anak juga serta kepribadian, sosial emosional, toleransi dan
masih banyak lagi.

5. Dalam kurikullum merdeka hal apa yang termasuk pendidikan TK berorientasi akademik
Menurut saya yang termasuk pendidikan TK berorientasi akademik dalam kurikulum merdeka
adalah masuk ke dalam tema - tema pembelajarannya di TK.

Para penganut pendekatan pendidikan TK akademik memiliki prinsip bahwa belajar dengan lebih
cepat berarti lebih baik. Jadi, kalau anak bisa menguasai materi pelajaran secara lebih awal dan
lebih cepat dari yang lain, berarti anak itu telah belajar dengan lebih baik. Sesuai prinsip di atas,
pendidikan TK berorientasi akademik terfokus pada upaya mengarahkan anak untuk bisa
menguasai sejumlah materi pengetahuan, keterampilan, atau hafalan tertentu dengan singkat.
Para pendidik yang menganut pendekatan ini berupaya mengembangkan cara-cara belajar cepat
agar hasil belajar anak dapat segera diketahui. Greenberg (1990) memandang bahwa pendekatan
pendidikan TK berorientasi akademik ini banyak dilandasi oleh paham behavioristik yang sangat
menekankan unsur mastery dan testing. Penggunaan unsur reinforcement yang positif terhadap
keberhasilan anak dalam menyelesaikan tugas juga merupakan hal yang penting dalam
pembentukan perilaku anak.

Para penganut pendekatan ini berpendapat bahwa cara pembelajaran yang baik dilakukan melalui
beberapa mata pelajaran terpisah yang disajikan dalam periode-periode pendek.

Bahan pembelajaran disusun secara berstruktur dan sistematis dari elemen-elemen kecil yang
sederhana hingga elemen-elemen yang lebih besar dan lebih rumit. Ciri lain dari kurikulum
pendekatan ini adalah penekanan pada keterampilan-keterampilan yang berupa penguasaan
simbol-simbol yang mempresentasikan sesuatu (huruf atau angka) dan bukannya menguji dan
mengeksplorasi hal tersebut secara langsung. Kurikulum atau program pembelajaran pada
pendekatan akademik sudah disiapkan dengan matang “dari luar kelas”.

Model kurikulum yang berstruktur dan sistematis banyak dilakukan melalui “direct instruction”,
dalam arti, guru mengajarkan materi-materi pengetahuan dan keterampilan yang sudah disiapkan
dan murid memperhatikan penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh
guru. Akibatnya, murid hanya memiliki sedikit pilihan.

Dalam pendekatan akademik, peran guru sangat dominan. Guru adalah perencana kegiatan kelas
tanpa melibatkan unsur murid. Ia adalah pengelola ruang, waktu, serta alat dan media
pembelajaran sesuai dengan cara yang dikehendakinya. Ia merupakan sumber informasi serta
penentu standar perilaku didalam kelas yang harus di turuti oleh anak.

Evaluasi difokuskan pada prestasi anak dalam penyelesaian tugas-tugas akademik, karena sangat
menekankan unsur penguasan pengetahuan, penggunaan tes menjadi sangat dominan.

Keuntungan dari pendidikan berorientasi akademik adalah agar anak dapat lebih cepat
menghafal informasi atau fakta dan menguasai ketrampilan yang diajarkan. Dengan
pendekatan ini guru lebih mudah dalam merancang dan mengelola kegiatan belajar
mengajar karena tidak perlu bersusah payah mengikuti dan mengakomodasi variasi
individu anak.
Adapun kelemahannya, pertama adalah kurangnya keterlibatan aktif anak dalam proses
belajar. Kedua, pengembangan kreativitas anak juga menjadi kurang. Ketiga, proses dan
hasil belajar kurang bermakna bagi anak. Keempat, proses belajar yang kurang bermakna
ini dapat memunculkan sikap dan perilaku belajar yang negatif pada anak, anak menjadi
bosan dan tidak bergairah dalam belajar. Mereka menganggap kalau belajar adalah beban
dan tugas dari guru dan orang tua, bukannya sebagai bagian dari kebutuhan dan
kegiatannya sehari-hari. Kelima, penekanan pada aspek akademik dari pendekatan ini
membuat aspek-aspek perkembangan anak lainnya menjadi kurang perkembangan secara
proporsional.
Sumber : [Link]

Anda mungkin juga menyukai