0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan21 halaman

K3 di PT Charoen Pokphand Demak

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Charoen Pokphand Indonesia - Demak mencakup pengawasan di bidang K3 Kesehatan dan Lingkungan Kerja, K3 Bahan Berbahaya, K3 Listrik, dan K3 Penanggulangan Kebakaran. Temuan positif meliputi penerapan standar pencahayaan darurat dan pengukuran intensitas pencahayaan secara berkala di setiap ruangan, serta keberadaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan

Diunggah oleh

Hendar Cpi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan21 halaman

K3 di PT Charoen Pokphand Demak

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Charoen Pokphand Indonesia - Demak mencakup pengawasan di bidang K3 Kesehatan dan Lingkungan Kerja, K3 Bahan Berbahaya, K3 Listrik, dan K3 Penanggulangan Kebakaran. Temuan positif meliputi penerapan standar pencahayaan darurat dan pengukuran intensitas pencahayaan secara berkala di setiap ruangan, serta keberadaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan

Diunggah oleh

Hendar Cpi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

PT. CHAROEN POKPHAND INDONESI


INDONESIA - DEMAK
JL. SEMARANG – DEMAK KM 9 SAYUNG DEMAK
SEMARANG

BIDANG K3 KESEHATAN & LINGKUNGAN KERJA, K3 BAHAN


BERBAHAYA, K3 LISTRIK DAN K3 PENANGGULANGAN KEBAKARAN

SUHENDAR

PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM


PT. SURYA KUSUMA NUSANTARA
SEMARANG
29 APRIL – 14 MEI 2024
SEMARANG

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat
dan hidayahnya kita dapat melaksanakan praktek kerja lapangan ahli K3 Umum di PT. Charoen
Pokphand Indonesia – Demak , pada tanggal 10 Mei 2024 sebagai salah satu persyaratan penilaian
Calon Ahli K3 umum.
Laporan praktek kerja lapangan ini merupakan bentuk aplikasi dari pelatihan calon anggota
Ahli AK3 Umum yang dilaksanakan oleh PT. Surya Kusuma Nusantara (SKN) pada tanggal 29
April s/d 14 Mei 2024. Laporan PKL ini berisi tentang pengawasan pada bidang K3 Kesehatan
dan Lingkungan Kerja, K3 Bahan Berbahaya, K3 Listrik dan K3 Penanggulangan Kebakaran
yang diterapkan pada PT. Charoen Pokphand Indonesia Demak.
Akhirnya, tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu terciptanya laporan PKL ini, semoga dapat bermanfaat bagi kitasemua.

Hormat Kami,

Suhendar

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................................... i


Daftar Isi .................................................................................................................................... ii
BAB I ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH .............................................................. 1
1. 1. Analisa Temuan Positif ............................................................................................. 2
1. 2. Analisa dan Pemecahan Masalah Temuan Negatif .................................................. 3

iii
BAB I

ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH

1. 1. ANALISIS TEMUAN POSITIF


TEMUAN POSITIF LISTRIK

No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi


1. Pada setiap bagian Permenaker Pasal I 1. Keselamatan dan kesehatan Standar Instalasi
ruangan tedapat No. 12 Tahun kerja yang selanjutnya dsingkat K3 untuk pencahayaan
lampu pencahayaan 2015 Pasal 1 adalah segala kegiatan untuk darurat diatur dalam
darurat menjamin dan melindungi PUIL 2020 bagian
keselamatan dan kesehatan tenaga 5.56 SNI IEC 0225-
kerja melalui upaya pencegahan 5-56_2020 :

kecelakaan kerja dan penyakit akibat Pemilihan dan


pemasangan
kerja
peralatan listrik –
Layanan
Keselamatan.

3
No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi
2. Dilakukan Permenaker Dalam Pasal 16 Ayat 1 Permenaker Pengukuran Intensitas
Nomor 5 Tahun 2018 itu dijelaskan, penerangan ditempat
pengkuran No. 5 Tahun
pencahayaan di tempat kerja terbagi dua, kerja menurut SNI 16-
pencahayaan tiap 2018 Pasal 16 yaitu pencahayaan alami yang 7062-2004 dapat
ruangan secara Ayat 1 bersumber dari sinar matahari dan dilakukan

priodik dan hasil pencahayaan buatan yang bersumber menggunakan


selain cahaya alami. Luxmeter. Luxmeter
pencahayaan
adalah alat yang
sesuai standar. digunakan untuk
mengukur intensitas
penerangan dalam

STANDAR PUIL LUX 60 satuan Lux.

3
TEMUAN POSITIF KELEMBAGAAN K3 (P2K3)

No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi


1. Sudah adanya Pengesahan UU No. 1 Tahun Susunan Panitia Pembina Sesuai UU No. 1 Tahun 1970 Pasal
P2K3 di Perusahaan dari 1970 pasal 10 ayat 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 14 butir b yang berbunyi:
Disnaker tugas dan lain
lain-lainnya ditetapkan “Memasang dalam tempat kerja
oleh Menteri Tenaga Kerja yang dipimpinnya, semua gambar
keselamatan kerja yang diwajibkan
dan semua bahan pembinaan
lainnya, pada tempat-tempat
tempat yang
mudah dilihat dan terbaca
menurut petunjuk pegawai
pengawas atau ahli keselamatan
kerja.”
Agar dipasang struktur P2K3 di
tempat yang mudah dilihat, karena
kondisi sekarang belum terpasang.

3
TEMUAN POSITIF KEAHLIAN K3

No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi


1. Sudahada Operator K3 Permenaker No. 1 Operator adalah tenaga kerjaber
Pesawat Uap Kelas I untuk tahun 1988 pasal 1 keahlian khusus untuk melayani
menjalankan Boiler Ayat e pemakaian pesawat uap

3
TEMUAN POSITIF SMK3

No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi


1. Walaupun Perusahaan PP No. 50 Tahun Audit SMK3 adalah pemeriksaan Perusahaan segera menjalankan
belum melakukan Audit 2012 Pasal 1 Ayat 7 secara sistematis dan independen SMK3, sesuai dengan PP No. 50
SMK3, tetapi di dalam terhadap pemenuhan kriteria yang Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 1 yang
Perusahaan sudah memiliki telah ditetapkan untuk mengukur berbunyi:
pekerja yang memiliki suatu hasil kegiatan yang telah “Sistem Manajemen Keselamatan
keahlian sebagai Auditor direncanakan dan dilaksanakan dan Kesehatan Kerja
ja yang
SMK3. dalam penerapan SMK3 di selanjutnya disingkat SMK3 adalah
Perusahaan. bagian dari system manajemen
Perusahaan secara keseluruhan
dalam rangka pengendalian risiko
yang berkaitan dengan kegiatan
kerjaguna terciptanya tempatkerja
yang aman, efisien dan produktif.”

3
TEMUAN POSITIF LINGKUNGAN KERJA

No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi


1. Toilet di dalam Permenaker Pasal 33 Ayat 2 huruf a
area perusahaan No. 5 Tahun Fasilitas Kebersihan sebagaimana
sudah terpisah 2018 Pasal 33 dimaksud pada ayat 1 paling
antara laki-laki Ayat 2 Point a sedikit meliputi :
dan wanita dan pasal 34 a. Toilet dan kelengkapannya
dengan tanda
yang sangat jelas. Pasal 34
Jumlah sudah Toilet sebagai mana dimaksud
mencukupi sesuai dalam pasal 33 ayat 2 huruf a
aturan yang harus :
berlaku. a. Bersih dan tidak
menimbulkan bau
b. Tidak ada lalat, kuman,
nyamuk atau serangga yang
lainnya
c. Tersedia saluran
pembuangan air yang
mengalir dengan baik

3
d. Tersedia air bersih
e. Dilengkapi dengan pintu
f. Memiliki penerangan yang
cukup
g. Memilikisirkulasi udara yang
baik
h. Dibersihkan setiap hari
secara periodic dan
i. Dapat digunakan selama jam
kerja
2. Terdapat jalur UU No. 1 PERSYARATAN OSHA
tanda untuk tahun 1970 1. Dengan peraturan UNTUK KESELAMATAN
pejalan kaki yang Keselamatan perundangan ditetapkan PEJALAN KAKI GUDANG
jelas Kesehatan syarat-syarat OSHA memahami bahwa
Kerja Pasal 3 keselamatan kerja untuk gudang adalah lingkungan
: yang relatif berbahaya,
[Link] dan itulah sebabnya mereka
mengurangi kecelakaan menerapkan peraturan
tertentu untuk
memberikan
perlindungan sebanyak

3
mungkin kepada pekerja.
Misalnya, salah satu
standar OSHA
menyatakan bahwa jarak
aman harus
diperbolehkan di mana
pun peralatan
penanganan mekanis
digunakan .
Tantangan dalam menjaga
keselamatan di gudang
dapat diatasi dengan
memasang pagar
pembatas dan penghalang
benturan, yang akan
menciptakan jalan
setapak tambahan untuk
pejalan kaki di gudang.
Penghalang dampak
mampu menyerap
dampak tinggi dari

3
peralatan bergerak
seperti forklift. Hambatan
ini memberikan metode
yang aman untuk
mengurangi cedera dan
kecelakaan di lingkungan
gudang .

RESIKO DAN BAHAYA


BAGI PEJALAN KAKI
GUDANG
Cedera fatal relatif umum
terjadi di gudang karena
bahaya yang dihadapi
karyawan hampir setiap
hari. Bahaya utama yang
harus diwaspadai oleh
pejalan kaki gudang
meliputi:
Jatuh dari tingkat atas
Materi jatuh Lalu lintas

3
forklift Mengetahui cara
menjaga agar risiko-risiko
ini tidak menyebabkan
cedera sangatlah penting
jika
Andaingin meningkatkan
keselamatan pejalan kaki.

Dalam hal hasil


pemantauan sebagai
mana dimaksud pada aya
(4) terdapat potensi
bahaya harus dilakukan

3
3. Terdapat ULV Permenaker RI Pengukuran, pemantauan pengendalian
Lampu untuk No. 5 tahun dan pengendalian Faktor - Menghilangkan
2018
serangga biologi sebagaimana sumber bahaya
Keselamatan
dan kesehatan dimaksu dalam pasal 5 ayat Faktor Biologi
kerja (2) huruf c harus dilakukan - Pengendalian
lingkungan
pada tempat kerja yang lainya sesuai
Pasal 22
memiliki potensi bahaya dengan tingkat
Faktor Biologi resiko ( Perlatan
dan teknologi
terbaru)

3
TEMUAN POSITIF PENANGGULANGAN KEBAKARAN

No. Lokasi TemuanPositif Peraturan Isi Peraturan Rekomendasi


1. Memiliki Installasi 1. UU No.1 Pengertian 5.2.2 Bangunan
Pasal 1
Hydrant yang Tahun 1970 Dalam peraturan menteri ini yang gedung yang di
[Link] dimaksud dengan :
lengkap dan 1. Sistem proteksi kebakaran pada
isyaratkan
No.186 Tahun bangunan gedung dan lingkungan
cukup baik untuk [Link] Gedung
1999 Unit adalah sistem yang terdiri atas
mangcover area peralatan, pelengkapan dan sarana, bertingkat tinggi
penanggulangan baik yang terpasang maupun
pabrik dan office terbangun pa harus dilindungi
kebakaran,
da bangunan yang digunakan baik untuk
seluruhnya Tegak
klasifikasi bahaya tujuan
sistem proteksi aktif, sistem proteksi Kelas I berdasarkan
kebakaran pasif maupun cara-c
3. PERSYARATAN ara pengelolaan dalam ketentuan butir
rangka melindungi bangunan dan
PEMASANGAN lingkungannya terhadap bahaya
5.2.2
HIDRAN Permen kebakaran.
PU No. 26 Tahun
2008

3
2. Memilikia pintu Permen PU Bab 1 butir 69 Peraturan Mentri PU
dan Tangga No.26/PRT/M2008 , Tangga kebakaran adalah tangga

darurat sebagai Permenkes No 48 yang direncanakan khusus untuk


tahun 2016
sarana emergency penyelamatan bila terjadi
kebakaran.
Permenkes , Setiap tangga darurat
tertutup pada bangunan 5 (lima)
lantai atau lebih, harus dapat
melayani semua lantai mulai dari
lantai bawah,kecuali basement
sampai lantai teratas.

3
1.2. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH TEMUAN NEGATIF

No. Lokasi Temuan Negatif Potensi Bahaya Rekomendasi Peraturan Isi Peraturan
1. Lantai kerja Dapat - Diberi pagar PER.01/MEN/1980 Semua peralatan sisi-sisi lantai
pada area lantai menyebabkan pelindung yang terbuka, lubang-lubang di
mesin pellet kaki pekerja di Pasal 8 lantai yang terbuka, atap-atap
terdapat celah lokasi atau panggung yang dapat
dimasuki, sisi-sisi tangga yang
terbuka kaki terpeleset dan
terbuka, semua galian-galian dan
masuk diselah- masuk / jatuh
lubang-lubang yang dianggap
selah ke dalam selah- berbahaya harus diberi pagar
selah atau tutup pengaman yang kuat.

1
No. Lokasi Temuan Negatif Potensi Bahaya Rekomendasi Peraturan Isi Peraturan
2. Ruang Panel Bisa dimasuki - Ditutup Permenaker “ Standar bidang kelistrikan
MCC tedapat Tikus, Burung dengan No. 12 sebagaimana yang dimaksud
celah lubang bahan Tahun 2015 pada ayat 1 meliputi:
tidak rapat isolator a. Standar Nasional
seperti Pasal 5 (3) Indonesia
bahan dari b. Standar Internasional dan
kayu,karet standar nasional Negara
tebal lain yang ditentukan oleh
pengawas
ketenagakerjaan spesialis
K3 listrik
3. Pada pesawat Bisa - Dibuatkan Kepmenaker “ Penanggulangan kebakaran
uap Boiler menyebabkan penempatan 186/MEN/ ditempat kerja
terdapat penghantar khusus 1999
pakaian ,dan panas diluar seperti Permenaker No. “Fasilitas Kebersihan
pelastik area jika locker sebagaimana dimaksud paling
5Tahun 2018
tergantung di terkena suhu sedikit meliputi : b. loker dan
mesin panas boiler Pasal 33 Ayat 2 ruang ganti pakaian”.
Point B

1
No. Lokasi Temuan Negatif Potensi Bahaya Rekomendasi Peraturan Isi Peraturan
4. Penyimpanan Jika terjadi - Dibuatkan Permen No. 33 “b. Pelaksanaan upaya
bahan pelumas tumpahan tempat tahun 2021 pencegahan tumpahan minyak
/oli tidak pada dapat khusus dan/atau oli sebagaimana
tempatnya menyebabkan penyimpana dimaksud pada huruf a dilakukan
kontaminasi n yang aman sesuai dengan ketentuan sebagai
berikut: 1) upaya pencegahan
dan area
tumpahan minyak dan/atau oli
menjadi licin
dilakukan pada tempat yang
berpotensi terjadinya tumpahan
2) upaya pencegahan tumpahan
minyak dan/atau oli sebagaimana
dimaksud pada angka 1) berupa
penempatan peralatan di atas bak
penampung minyak dan/atau oli;
5. Ditemukan Pipa besi bisa - Dibuatkan Permenaker No. [Link] sampah dan
peralatan / besi terjatuh dan tempat peralatan kebersihan
5 tahun 2018
yang menimpah , penyimpana sebagaimana dimaksud dalam
ditempatkan mengenai n khusus Pasal 37 pasal 34 ayat (3) huruf c harus
bukan pada pekerja dilokasi disediakan pada setiap tempat
tempatnya kerja
Tempat sampah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) paling
sedikit harus :
[Link] dan diberikan label
untuksampah organic,
nonorganic dan bahan
berbahaya sesuai dengan
ketentuan peraturan
perundang – undangan
[Link] dengan penutup
dan terbuat dari bahan kedap

1
air, dan
[Link] menjadi sarang lalat
atau binatang serangga lain

1
1

Anda mungkin juga menyukai