Ukuran Pemusatan Data: Mean, Median, Modus
Ukuran Pemusatan Data: Mean, Median, Modus
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian dapat menentukan ukuran
pemusatan data berupa mean, modus dan median, menganalisis ukuran pemusatan data
yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram serta
menggunakannnya untuk menyelesaikan masalah.
B. Uraian Materi
Dalam pembicaraan sehari-hari kita sering mendengar teman kita atau orang lain mengatakan
kalimat-kalimat pernyataan seperti:
• “Rata-rata orang yang bekerja di perusahaan itu datang jam 7 pagi” .
• “Eh, Jangan salah, rata-rata orang yang dating di datang di pestaku waktu itu orang kaya lho!”.
• ”rata-rata orang menonton sinetron pada jam 8 sesudah makan malam”.
Pertanyaan kemudian adalah apakah memang benar yang dimaksud “rata-rata” pada kalimat-kalimat
itu menunjukkan arti “rata-rata” yang dimaksud dalam ilmu statistika?. Bukankah “rata-rata” dalam
kalimat itu bisa diganti dengan kata “kebanyakan”?. Kata “kebanyakan” yang dalam ketiga
pernyataan tersebut dikatakan “rata-rata” diartikan sebagai “modus” yang dalam statistika merupakan
data yang paling sering muncul.
Pernyataan-pernyataan di atas walaupun tidak menggunakan istilah yang benar dalam statistika,
namun sudah sangat familiar dituturkan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran
pemusatan data sangat banyak aplikasinya dalam kehidupan nyata kita sehari-hari.
Pernahkah kalian menyaksikan secara langsung proses
penghitungan suara dalam suatu pesta demokrasi,
misalnya pemilihan kepala desa, pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati, pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur, pemilihan anggota DPR/DPD, atau
pemilhan Presiden? Panitia membuka surat suara,
mengamati, dan mencatat pilihan rakyat yang tertera
pada surat suara.
Gambar 1. Petugas KPPS melakukan penghitungan suara
Pemilu 2019 Sumber: [Link]
23
today/11/03/2019
Setiap surat suara menghasilkan satu data perhitungan. Nama calon yang paling sering muncul
menjadi pemenang kontestasi. Suara yang paling sering muncul dalam hal ini adalah salah aplikasi
modus dalam kehidupan nyata.
Ukuran pemusatan dari sekumpulan data merupakan suatu nilai yang diperoleh dari sekumpulan data
yang dapat dipergunakan untuk mewakili kumpulan data tersebut. Suatu kumpulan data biasanya
mempunyai kecenderungan untuk terkonsentrasi pada suatu nilai pemusatan.
Pada kegiatan pembelajaran 2 ini, kalian akan mempelajari ukuran pemusatan data yaitu rata-rata
hitung (mean), modus, dan median dari data berkelompok yang disajikan dalam tabel distribusi
frekuensi dan histogram.
1. Rataan Hitung (Mean)
Rataan hitung adalah jumlah seluruh datum dibagi banyaknya datum.
a. Rata-rata Data Tunggal
Misalkan suatu n data terdiri atas x1, x2, x3, … , xn , maka rataan hitungnya (Mean) adalah :
𝒙𝟏 + 𝒙𝟐 + 𝒙 𝟑 + ⋯ + 𝒙𝒏
̅=
𝒙
𝒏
atau
∑𝒏𝒊=𝟏 𝒙𝒊
̅=
𝒙
𝒏
Contoh 1.
Hitunglah rata-rata dari data : 7, 8, 3, 2, 5, 9, 12, 10, 7
Jawab:
𝟕+𝟖+𝟑+𝟐+𝟓+𝟗+𝟏𝟐+𝟏𝟎+𝟏𝟎+𝟕 𝟔𝟑
̅=
𝒙 = =𝟕
𝟗 𝟗
𝒙 𝟏 . 𝒇𝟏 + 𝒙 𝟐 . 𝒇𝟐 + 𝒙 𝟑 . 𝒇 𝟑 + ⋯ + 𝒙 𝒏 . 𝒇𝒏
̅=
𝒙
𝒇𝟏 + 𝒇𝟐 + 𝒇 𝟑 + ⋯ + 𝒇𝒏
𝒂𝒕𝒂𝒖
24
∑𝒏𝒊=𝟏 𝒙𝒊 . 𝒇𝒊
̅=
𝒙
∑𝒏𝒊=𝟏 𝒇𝒊
Dimana :
̅ = 𝒓𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈
𝒙
𝒙𝒊 = 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒕𝒆𝒏𝒈𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒔 𝒌𝒆 − 𝒊
𝒇𝒊 = 𝒇𝒓𝒆𝒌𝒖𝒆𝒏𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒔 𝒌𝒆 − 𝒊
𝒏 = 𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒕𝒖𝒎
➢ Rataan Hitung dengan menggunakan Rataan Sementara (xs)
∑𝑛𝑖=1 𝑑𝑖 . 𝑓𝑖
̅ = 𝒙𝒔 + (
𝒙 )
∑𝑛𝑖=1 𝑓𝑖
Keterangan :
𝑥𝑠 = 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 (𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟)
𝑓𝑖 = 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑘𝑒 – 𝑖
𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥𝑠
Contoh 2.
Tabel berikut memperlihatkan berat badan 50 orang siswa Jurusan TKRO SMK Negeri
Kadipaten.
25
31 – 35 4 33 132
36 – 40 6 38 228
41 – 45 9 43 387
46 – 50 14 48 672
51 – 55 10 53 530
56 – 60 5 58 290
61 – 65 2 63 126
Jumlah 50 - 2.365
Nilai xi diperoleh dari nilai tengah setiap interval kelas. Misalnya pada baris pertama,
nilai x1 = ½(31 + 35) = ½(66) = 33. Demikian pula nilai xi yang lain.
Nilai rata-rata hitung (mean) adalah:
∑𝑛𝑖=1 𝑥𝑖 . 𝑓𝑖 2.365
𝑥̅ = = = 47,3
∑𝑛𝑖=1 𝑓𝑖 50
Jadi, rata-rata (mean) berat badan siswa TKRO SMK Negeri Kadipaten adalah 47,3
kg.
b. Rataan dengan menggunakan rataan sementara
Keterangan:
• Kolom (3), pilih rataan sementara 𝑥𝑠, yaitu nilai xi dengan frekuensi terbesar,
sehingga diperoleh 𝑥𝑠 = 𝟒𝟖.
• Kolom (4), isikan dengan selisih dari kolom(3) dengan 48 atau xi – 48.
• Kolom (5), isikan dengan hasil kali kolom (2) dengan kolom (4).
Sehingga nilai rata-rata hitung (mean) adalah:
∑𝑛
𝑖=1 𝑑𝑖 .𝑓𝑖 −35
𝑥̅ = 𝑥𝑠 + ( ∑𝑛
) = 48 + ( ) = 48 − 0,7 = 47,3
𝑖=1 𝑓𝑖 50
Jadi, rata-rata (mean) berat badan siswa TKRO SMK Negeri Kadipaten adalah 47,3
kg.
c. Rata-rata Gabungan
̅𝟏 , …
̅𝟏 , 𝒇𝟐 bilangan mempunyai rataan hitung 𝒙
Jika 𝒇𝟏 bilangan mempunyai rataan hitung 𝒙
̅𝒏 , maka rataan hitung dari keseluruhan bilangan
, 𝒇𝒏 bilangan mempunyai rataan hitung 𝒙
26
itu adalah :
̅𝟏 + 𝒇𝟐 . 𝒙
𝒇𝟏 . 𝒙 ̅𝒏 ∑𝒏𝒊=𝟏 𝒙𝒊 . 𝒇𝒊
̅𝟐 + ⋯ + 𝒇𝒏 . 𝒙
̅𝒈 =
𝒙 =
𝒇𝟏 + 𝒇𝟐 + ⋯ + 𝒇 𝒏 ∑𝒏𝒊=𝟏 𝒇𝒊
Contoh 3.
Rata-rata tinggi badan 10 siswi SMK adalah 160 cm sedangkan 20 orang siswa mempunyai
rata-rata tinggi badan 170 cm. tentukan rata-rata tinggi badan ke tiga puluh siswa dan siswi
tersebut.
Jawab:
̅𝟏 = 𝟏𝟔𝟎 𝒄𝒎, 𝒇𝟐 = 𝟐𝟎, 𝐝𝐚𝐧 𝒙
Diketahui 𝒇𝟏 = 𝟏𝟎, 𝒙 ̅𝟐 = 𝟏𝟕𝟎 𝒄𝒎
̅𝟏 + 𝒇𝟐 . 𝒙
𝒇𝟏 . 𝒙 ̅𝟐 𝟏𝟎. 𝟏𝟔𝟎 + 𝟐𝟎. 𝟏𝟕𝟎 𝟏. 𝟔𝟎𝟎 + 𝟑. 𝟒𝟎𝟎 𝟓𝟎𝟎𝟎
̅𝒈 =
𝒙 = = = = 𝟏𝟔𝟔, 𝟔𝟕 𝒄𝒎
𝒇 𝟏 + 𝒇𝟐 𝟏𝟎 + 𝟐𝟎 𝟑𝟎 𝟑𝟎
Jadi, rata-rata tinggi badan ketiga puluh siswa tersebut adalah 166, 67 cm.
2. Modus
Modus adalah ukuran pemusatan data yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang paling
banyak terjadi atau paling banyak muncul. Misalnya untuk data tunggal:
a. 3, 8, 6, 9, 3, 5, 2, memiliki modus 3
b. 9, 7, 6, 5, 6, 8, 12, 9, memiliki modus 6 dan 9 atau
c. 1, 2, 3, 4, 5, tidak memiliki modus.
Modus data berkelompok ditentukan dengan rumus:
𝒅𝟏
𝑴𝒐 = 𝑻𝒃 + ( ).𝒑
𝒅𝟏 + 𝒅𝟐
Keterangan :
Tb = Tepi bawah kelas modus (kelas dengan frekuensi terbesar)
p = panjang kelas interval
d1 = selisih antara frekuensi kelas modus dan frekuensi tepat
satu kelas sebelum kelas modus
d2 = selisih antara frekuensi kelas modus dan frekuensi tepat
satu kelas sesudah kelas modus
Contoh 4.
Tentukan modus data berat badan 50 orang siswa TKRO SMK Negeri Kadipaten pada tabel
berikut
27
Jawab:
Letak Modus pada kelas interval: 46 – 50
• Tepi bawah kelas modus L = 46 – 0,5 = 45,5
• Panjang kelas interval p = 5
• d1 = 14 – 9 = 5
• d2 = 14 – 10 = 4
Contoh 5:
Tentukan median dari data : 4, 6, 9, 12, 3, 7, 8
Jawab:
Contoh 6:
Tentukan median dari data : 32, 34, 30, 29, 36, 33, 27, 28
Jawab:
Urutkan data terlebih dahulu : 27, 28, 29, 30, 32, 33, 34, 36, dan n = 8 (genap), maka:
28
𝟏 𝟏 𝟏
𝑴𝒆 = (𝒙(𝒏) + 𝒙(𝒏+𝟏) ) = (𝒙 𝟖 + 𝒙 𝟖 ) = (𝒙𝟒 + 𝒙𝟓 )
𝟐 𝟐 𝟐 𝟐 ( 𝟐) (𝟐+𝟏) 𝟐
𝟏 𝟏
= (𝟑𝟎 + 𝟑𝟐) = (𝟔𝟐) = 𝟑𝟏
𝟐 𝟐
Jadi, median data tersebut adalah 𝟑𝟏.
b. Median Data berkelompok ditentukan dengan rumus:
𝒏
− 𝒇𝒌
𝑴𝒆 = 𝑻𝒃 + (𝟐 ).𝒑
𝒇𝒎
𝒏
dimana median terletak pada datum ke-
𝟐
Keterangan:
𝑇𝑏 = 𝑇𝑒𝑝𝑖 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛
𝑝 = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙
𝑓𝑘 = 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 𝑡𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛
𝑓𝑚 = 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛
𝑛 = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑡𝑢𝑚
Contoh 7.
Tentukan median data berat badan 50 orang siswa TKRO SMK Negeri Kadipaten pada
tabel berikut.
Jawab:
𝒏 50
• Letak Median pada datum ke- = = 25, jadi,
𝟐 2
29
• 𝑓𝑚 = 14 (frekuensi kelas median)
Sehingga diperoleh median adalah
𝑛
−𝑓𝑘 25−19 30
𝑀𝑒 = 𝑇𝑏 + ( 2 ) . 𝑝 = 45,5 + ( ).5 = 45,5 + = 45,5 + 2,14 = 47,64
𝑓𝑚 14 14
Jadi, median berat badan siswa TKRO SMK Negeri Kadipaten adalah 47,64 kg.
Contoh 8.
Data hasil ulangan matematika 40 siswa kelas XII Geologi Pertambangan disajikan pada
histogram berikut.
Hitunglah:
a. Mean
b. Modus
c. Median
Jawab:
a. Mean
Untuk menentukan nilai mean, kita perlu membuat tabel distribusi frekuensi dari
histogram di atas, kemudian kita akan menggunakan metode pengkodean untuk
menghitung nilai mean sebagai berikut.
Tepi Kelas fi xi fi . xi
60,5 – 65,5 2 ½(60,5 + 65,5) = 63 126
65,5 – 70,5 6 ½(65,5 + 70,5) = 68 408
70,5 – 75,5 10 ½(70,5 + 75,5) = 73 730
75,5 – 80,5 12 ½(75,5 + 80,5) = 78 936
80,5 – 85,5 8 ½(80,5 + 85,5) = 83 664
85,5 – 90,5 2 ½(85,5 + 90,5) = 87 164
Jumlah 40 - 3.028
• Nilai tengah xi dapat ditentukan dari titik tengah setiap tepi kelas.
• Panjang kelas p diperoleh dari selisih dua tepi kelas, misalnya diambil kelas
yang pertama, maka p = 65,5 – 60,5 = 5
30
Sehingga, diperoleh rata-rata hitung (mean) adalah:
∑𝑛𝑖=1 𝑥𝑖 . 𝑓𝑖 3.024
𝑥̅ = = = 75, 6 ≅ 76
∑𝑛𝑖=1 𝑓𝑖 40
Jadi, rata-rata nilai ulangan matematika 40 siswa tersebut adalah 76.
b. Modus
Di atas kita telah membuat tabel distribusi frekuensi, namun untuk contoh ini kita
akan menentukan modus dari data pada histogram agar kalian mengetahui cara
menentukan modus langsung dari histogram.
• Kelas dengan frekuensi terbesar diperoleh tepi bawah kelas modus Tb = 75,5
• d1 = 12 – 10 = 2 dan d2 = 12 – 8 = 4
• Panjang kelas interval adalah selisih dari dua tepi kelas, p = 65,5 – 60,5 = 5.
sehingga diperoleh modus adalah
𝑑1 2
𝑀𝑜 = 𝑇𝑏 + ( ) . 𝑝 = 75,5 + ( ).5
𝑑1 + 𝑑2 2+4
10
= 75,5 + = 75,5 + 1,67 = 77,17
6
Jadi, modus nilai ulangan matematika 40 siswa tersebut adalah 77,17.
c. Median
Median juga dapat secara langsung dihitung dari data histogram seperti berikut ini.
31
Pertama, kita harus menentukan frekuensi kumulatif untuk setiap kelas interval, yaitu
dengan menjumlahkan frekuensi kelas dengan frekuensi kelas-kelas sebelumnya,
seperti ditunjukkan di bagian atas frekuensi setiap kelas pada histogram.
𝒏 40
• Letak Median pada datum ke = = 20
𝟐 2
jadi, letak median pada interval kelas dengan tepi 75,5 – 80,5 (dilihat dari frekuensi
kumulatif = 30, berarti terletak data ke-19 sampai ke-30)
• 𝑇𝑏 = 75,5 (tepi bawah kelas median)
• p=5
• 𝑓𝑘 = 18 (frekuensi kumulatif sebelum kelas median)
• fm = 12 (frekuensi kelas median)
Sehingga diperoleh median adalah
𝑛
−𝑓𝑘 20−18
2
𝑀𝑒 = 𝑇𝑏 + ( ) . 𝑝 = 75,5 + ( ).5
𝑓𝑚 12
10
= 75,5 + = 75,5 + 0,83 = 76,33
12
Jadi, median nilai ulangan matematika 40 siswa tersebut adalah 76,33.
C. Rangkuman
• Ukuran pemusatan dari sekumpulan data merupakan suatu nilai yang diperoleh dari sekumpulan
data yang dapat dipergunakan untuk mewakili kumpulan data tersebut, meliputi mean, modus,
dan median.
• Mean atau rata-rata hitung adalah jumlah semua data dibagi banyaknya data. Mean data
berkelompok dapat dihitung dengan 3 cara, yaitu:
Rumus umum mean:
𝒙𝟏 +𝒙𝟐 +𝒙𝟑 +⋯+𝒙𝒏 𝒙𝟏 .𝒇𝟏 +𝒙𝟐 .𝒇𝟐 +𝒙𝟑 .𝒇𝟑 +⋯+𝒙𝒏 .𝒇𝒏
̅=
𝒙 ̅=
dan 𝒙
𝒏 𝒇𝟏 +𝒇𝟐 +𝒇𝟑 +⋯+𝒇𝒏
• Modus adalah ukuran pemusatan data yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang paling
banyak terjadi atau paling banyak muncul. Modus data berkelompok ditentukan dengan rumus:
𝒅𝟏
𝑴𝒐 = 𝑻𝒃 + ( ).𝒑
𝒅𝟏 +𝒅𝟐
• Median adalah ukuran yang terletak di tengah setelah data diurutkan. Median data berkelompok
32
ditentukan dengan rumus:
𝒏
−𝒇𝒌
𝑴𝒆 = 𝑻𝒃 + ( 𝟐 ).𝒑
𝒇𝒎
33
D. Latihan Soal
1. Berikut merupakan data jumlah protein yang terkandung dalam beberapa macam makanan cepat
saji yang terpilih.
23 30 20 27 44 26 35 20 29 29
25 15 18 27 19 22 12 26 34 15
27 35 26 43 35 14 24 12 23 31
40 35 38 57 22 42 24 21 27 33
a. Hitunglah rata-rata, median, dan modus dari data tersebut.
b. Buatlah distribusi frekuensi data tersebut dengan 5 kelas.
c. Hitung rata-rata, median, dan modus dari data yang sudah dikelompokkan pada poin (b)
d. Bandingkan ukuran pemusatan pada poin (a) dan (c). Apa yang dapat kalian simpulkan
mengenai hasil tersebut?
2. Berikut merupakan distribusi frekuensi persentase penduduk usia di bawah 25 tahun yang
menyelesaikan studi sarjananya selama 4 tahun atau lebih di beberapa kota besar di Indonesia.
Tentukan ukuran pemusatan data berkelompok tersebut.
Persentase Frekuensi
15,2 – 19,6 3
19,7 – 24,1 15
24,2 – 28,6 19
28,7 – 33,1 6
33,2 – 37,6 7
37,7 – 42,1 0
42,2 – 46,6 1
3. Jelaskan ukuran pemusatan apa yang digunakan (rata-rata, median, modus) untuk situasi di bawah
ini.
a. Setengah dari jumlah pekerja di suatu pabrik dapat memperoleh lebih dari
Rp20.000,00 per jam dan setengahnya yang lain memperoleh kurang dari
Rp20.000,00 per jam.
b. Rata-rata jumlah anak dalam suatu keluarga di suatu kompleks perumahan
adalah 1,8.
c. Sebagian besar orang lebih memilih mobil warna hitam dibandingkan dengan
warna-warna lainnya.
d. Ketakutan yang paling umum terjadi saat ini adalah ketakutan berbicara di
depan umum.
e. Rata-rata usia dosen perguruan tinggi adalah 42,3 tahun
34
4. Diberikan distribusi frekuensi untuk jumlah komisi (dalam puluhan ribu) yang diterima 100
salesman yang dipekerjakan di beberapa cabang perusahaan besar. Tentukan rata-rata, median,
dan modus untuk distribusi frekuensi ini.
Persentase Frekuensi
150 – 158 5
159 – 167 16
168 – 176 20
177 – 185 21
186 – 194 20
195 – 203 15
204 – 212 3
5. Pengelola restoran cepat saji di suatu kota besar menyatakan bahwa ratarata gaji karyawannya
adalah Rp18.000,00 per jam. Seorang karyawannya menyatakan bahwa kebanyakan karyawan
di restoran tersebut menerima gaji minimal. Jika kedua orang tersebut jujur atas pernyataannya,
jelaskan bagaimana ini bisa terjadi.
6. Berikut ini histogram dari data berat badan (kg) beberapa orang siswa. Tentukan nilai modus
data tersebut.
2 2
35
8. Data berat badan 30 siswa disajikan dalam ogive berikut. Hitung modus data tersebut.
36
PEMBAHASAN LATIHAN SOAL KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
1. Alternatif Jawaban
a. Rata-rata data tunggal
Kelas Frekuensi
10 – 19 7
20 – 29 19
30 – 39 9
40 – 49 4
50 – 59 1
c. Menggunakan distribusi frekuensi di atas dapat ditentukan:
• Rata-rata (mean)
• Median
𝑛
−𝑓𝑘 20−7 130
𝑀𝑒 = 𝑇𝑏 + ( 2 ) . 𝑝 = 19,5 + ( ) . 10 = 19,5 + = 19,5 + 6,85 = 26,35
𝑓𝑚 19 19
• Modus
𝑑1 12 120
𝑀𝑜 = 𝑇𝑏 + ( ).𝑝 = 19,5 + ( ) . 10 = 19,5 + = 19,5 + 5,45 = 24,95
𝑑1 +𝑑2 12+10 22
d. Ukuran pemusatan yang dihitung dari distribusi frekuensi hasilnya berbeda dengan ukuran
pemusatan yang dihitung dari dari mentah atau data yang belum dikelompokkan. Walaupun
hasilnya berbeda, tetapi ukuran pemusatan data kelompok mendekati ukuran pemusatan data
tunggal.
2. Alternatif Jawaban
• Rata-rata
∑𝒏
𝒊=𝟏 𝒙𝒊 .𝒇𝒊 1.359,9
̅=
𝒙 = = 26,66
∑𝒏
𝒊=𝟏 𝒇𝒊 51
Rata-rata persentase mahasiswa yang menyelesaikan studi selama 4 tahun atau lebih
di beberapa kota besar di Indonesia adalah sebesar 26,66%.
• Median
𝑛
−𝑓𝑘 25,5−18 33,75
𝑀𝑒 = 𝑇𝑏 + ( 2 ) . 𝑝 = 24,15 + ( ) . 4,5 = 24,15 + = 24,15 + 1,78 = 25,93
𝑓𝑚 19 19
37
Nilai tengah persentase mahasiswa yang menyelesaikan studi selama 4 tahun atau lebih
di beberapa kota besar di Indonesia adalah sebesar 25,93%.
• Modus
𝑑1 4 18
𝑀𝑜 = 𝑇𝑏 + ( ) . 𝑝 = 24,15 + ( ) . 4,5 = 24,15 + = 24,15 + 1,06 = 25,21
𝑑1 +𝑑2 4+13 17
Jadi, letak median pada interval kelas dengan tepi 20,5 – 25,5 (dilihat dari frekuensi kumulatif =
34, berarti terletak data ke-19 sampai ke-34)
𝑇𝑏 = 20,5 (tepi bawah kelas median)
𝑝 = 5
𝑓𝑘 = 18 (frekuensi kumulatif sebelum kelas median)
𝑓𝑚 = 16 (frekuensi kelas median)
Sehingga diperoleh median adalah
𝑛
−𝑓𝑘 25−18 35
𝑀𝑒 = 𝑇𝑏 + ( 2 ) . 𝑝 = 20,5 + ( ) . 5 = 20,5 + = 20,5 + 2,19 = 22,69
𝑓𝑚 16 16
Tepi kelas dengan frekuensi terbesar adalah 34,5 – 39,5 diperoleh tepi bawah kelas modus
𝑇𝑏 = 34,5
𝑑1 = 9 – 3 = 6 𝑑𝑎𝑛 𝑑2 = 9 – 6 = 3
𝑝 = 34,5 – 29,5 = 5.
sehingga diperoleh modus adalah
𝑑1 6 30
𝑀𝑜 = 𝑇𝑏 + ( ).𝑝 = 34,5 + ( ).5 = 34,5 + = 34,5 + 3,33 = 37,83
𝑑1 +𝑑2 6+3 9
40
F. Penilaian Diri
Isilah pertanyaan pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang kalian ketahui, berilah penilaian secara
jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab dengan memberi tanda pada kolom pilihan.
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah Anda tahu yang dimaksud ukuran pemusatan
data?
2 Apakah Anda dapat menentukan mean data dalam
tabel distribusi frekuensi?
3 Apakah Anda dapat menentukan mean data dalam
grafik histogram?
4 Apakah Anda dapat menentukan modus data dalam
tabel distribusi frekuensi?
5 Apakah Anda dapat menentukan modus data dalam
grafik histogram?
6 Apakah Anda dapat menentukan median data dalam
tabel distribusi frekuensi?
7 Apakah Anda dapat menentukan median data dalam
grarik histogram?
JUMLAH
Catatan:
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran,
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya
41