A.
Definisi variabel
Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2007). Secara Teoritis, para ahli telah mendefinisikan Variable sebagai
berikut :
1. Hatch & Farhady (1981)
Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu
orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
2. Kerlinger (1973)
Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Misalnya: tingkat aspirasi,
penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas kerja, dll. Variable
dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil
Dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian, Variabel itu merupakan suatu yang
bervariasi.
3. Kidder (1981)
Variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan
darinya.
4. Bhisma Murti (1996)
Variable didefinisikan sebagai fenomena yang mempunyai variasi nilai. Variasi
nilai itu bisa diukur secara kualitatif atau kuantitatif.
5. Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)
Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah
penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa
apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai
variable. Dengan demikian, variable dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang
bervariasi.
6. Sudigdo Sastroasmoro
Variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu
subyek ke subyek lainnya.
7. Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)
Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota –
anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang
lain. Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang
dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian
tertentu. Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan,
pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit, dan sebagainya.
B. Jenis-jenis variabel
Variabel penelitian terbagi menjadi variabel kuantitatif, misalnya umur, laki-laki, dan
lebar jalan. Sedangkan variabel kualitatif, misalnya kepintaran dan kedisiplinan.
Variabel kuantitatif diklasifikasikan menjadi variabel diskrit dan variabel kontinum.
1. Variabel diskrit juga disebut variabel nominal atau variabel kategorik,
karena hanya dapat dikategorikan menjadi dua kutub yang berlawanan,
misalnya “ya” dengan “tidak”. Contoh: siang-malam, bisa-tidak bisa dan
sebagainya.
2. Variabel kontinum dikelompokkan ke dalam tiga variabel yaitu:
a. Variabel ordinal, yaitu variabel yang menun-jukkan tingkatan,
misalnya: tinggi-kurang tinggi. Contohnya: pohon mangga
tinggi dan pohon pisang kurang tinggi.
b. Variabel interval, yaitu variabel yang mempunyai jarak, jika
dibandingkan dengan variabel lain, misalnya: jarak Yogyakarta-
Klaten 30 km.
c. Variabel ratio, yaitu variabelperbandingan, misalnya: berat pak
Hadi dua kali berat anaknya.
Selain itu, variabel juga dapat di kelompokkan menjadi 5 yaitu :
1. Variabel independen.
Variabel ini sering disebut Variabel stimulus, prediktor, antecedent. Sering Pula
disebut sebagai variabel bebas. Variabel Bebas merupakan variabel yang menjadi
sebab Perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
2. Variabel dependen.
Variabel ini sering disebut variabel Output, kriteria dan konstan. Dalam bahasa
Indonesia Sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel Terikat merupakan
variabel yang dipengaruhi atau Yang menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas.
Menurut jenisnya, Wiliam Wiersma mengklasifikasi Variabel ke dalam kategori
1. Organic variabel, adalah variabel yang karakteris-tiknya berhubungan erat
dengan manusia, seperti: jenis kelamin, sikap dan sebagainya.
2. Intervening variabel, adalah variabel yang kebera-daannya hanya dapat
disimpulkan berdasarkan suatu teori tertentu, tetapi tidak dapat dimanipulasi
atau diukur.
3. Control variabel, merupakan variabel yang dampaknya terhadap dependen
variabel dapat diketahui peneliti. Variabel ini dapat digunakan apabila peneliti
inginmembandingkan dua atau lebih objek penelitian.
4. Moderator variabel, adalah variabel yang mempe-ngaruhi (memperkuat atau
memperlemah) hubun-gan antar variabel independen dengan variabel
dependen. Sering juga disebut variabel independen kedua. Misalnya,
penelitian tentang produktivitas kerja pegawai negeri di Kota Yogyakarta. Maka
variabel moderatornya adalah jenis kelamin pegawai, gaya hidup dan
pendidikan.
Berdasarkan sifatnya variabel mempunyai sifat yang dinamis dan statis, sebagai
berikut:
a) Dinamis
Variabel mempunyai sifat yang dinamis yaitu
Sifat yang bisa diganti secara karakter, sehingga dapat dimanipulasi atau diganti
sesuai dengan arah tujuan penelitian. Misalnya seperti prestasi kerja, lingkungan
kerja, produktivitas, dan lain sebagainya
b) Statis
Variabel mempunyai sifat yang statis yaitu sifat yang tidak dapat diubah. Misalnya
seperti jenis kelamin, usia, pendidikan dan lain sebagainya.
Selain berdasarkan sifatnya variabel juga dilihat dari bentuknya yaitu sebagai
berikut:
a) Variabel Konseptual
Variabel konseptual adalah bentuk variabel yang hanya bisa dilihat dari indikator
tampak. Misalkan variabel kinerja karyawan, kompensasi, kompetensi dan lain
lain.
b) Variabel Faktual
Variabel faktual adalah bentuk variabel yang ada berdasarkan fakta. Misalkan
jenis kelamin, usia, tempat tinggal dan lain sebagainya.
C. Hubungan antar variabel
Suatu peneltian pada dasarnya adalah untuk membuktikan ada tidaknya
hubungan natara variabel-variabel yang diteliti. Hubungan antar variabel
(assosiasi) pada dasarnya merupakan sifat hubungan antar dua variabel atau
lebih. Macam-macam hubungan natar variabel dpat dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu:
1. Hubungan Simetris
Hubungan Simetris merupakan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih
yang terjadi secara bersamaan dan sama-sama disebabkan oleh pengaruh variabel
lain. Hubungan seperti ini dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut:
2. Hubungan Asimetris
Hubungan Asimetris disebut juga sebagai Hubungan Kausal atau Hubungan
Detreministic, yaitu hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat sebab-
akibat. Jadi disini ada variabel bebas yang mempengaruhi dan variabel terikat
yang dipengaruhi. Sedangkan hubungan antara kedua variabel bersifat kausal
apabila perubahan yang terjadi pada satu variabel akan mempengaruhi
perubahan pada varaienl yang lain. Hubungan kausal ini dapat dibedakan menjadi
2 macam, yaitu:
a. Hubungan Bivariat
Hubungan Bivariat merupakan hubungan antara 2 variabel, yaitu antara satu variabel
bebas (Independen) dengan satu varaiabel terikat (Dependen). Hubungan Bivariat ini
dapat digambarkan dengan skema seperti berikut:
b. Hubungan Multivariat
Hubungan Multivariat adalah hubungan antara lebih dari 2 varaiabel, yaitu
hubungan antara beberapa variabel bebas (Independen) dengan satu variabel
terikat (Dependen). Gambaran tentang hubungan Multivariat tersebut dapat
dijelaskan dengan skema sebagai berikut:
3. Hubungan Timbal Balik atau Resiprocal
Hubungan antar varaiebl yang bersifat timbal balik atau reciprocal ini sering juga
disebut sebagai hubungan Interaktif. Merupakan hubungan antara dua variabel atau
lebih yang saling memengaruhi (timabl-balik). Variabel yang satu dapat menjadi
variabel bebas dari varaiabel yang lain, tetapi juga dapat menjadi variabel terikat dari
varaibel lain. Sehingga pada pola hubungan seperti ini, satu varaiabel dapat disebut
sebagai variabel bebas dan dapat juga disebut sebagai variabel terikat. Hubungan
Resprocal ini dapat digambarkan dengan skema berikut ini: