Metoda atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ditulis tidak melebihi
1000 kata. Bagian ini dapat dilengkapi dengan diagram alir penelitian yang
menggambarkan apa yang sudah dilaksanakan dan yang akan dikerjakan selama
waktu yang diusulkan. Format diagram alir dapat berupa file JPG/PNG. Metode
penelitian harus dibuat secara utuh dengan penahapan yang jelas, mulai dari awal
bagaimana proses dan luarannya, dan indikator capaian yang ditargetkan yang
tercermin dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Diagram alir penelitian yang sudah dilaksanakan dan yang akan dikerjakan dijelaskan
pada Gambar dibawah ini.
Gambar 1. Diagram alir penelitian
Metode Penelitian melalui tahap 1 yakni rancang bangun alat pengaduk dengan sistem
pendingin sirkulasi untuk pembuatan margarin dari CPO. Perancangan alat cooling
stirred tank dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 2. Rancang alat cooling stirred tank
Gambar 3. Skema susunan cooling stirred tank
(a) Tampak depan; (b) tampak samping; (c) tampak belakang
Rancang bangun alat cooling stirred tank terdiri dari beberapa komponen
dengan fungsinya masing-masing, yakni:
1. Tangki Mixing, Berfungsi sebagai bejana bahan baku yang akan dicampurkan
untuk dapat menjadi satu produk bertekstur berupa margarin.
2. Motor Penggerak, Berfungsi sebagai penggerak mata pisau pengaduk bahan baku
agar tercampur homogen.
3. Cover Pendingin dan Pemanas, Berfungsi untuk mempertahankan temperatur
pada proses pembuatan margarin agar dapat cepat terbentuk tekstur dari cair
menjadi setengah padat.
4. Pipa Kapiler , Berfungsi untuk mengalirkan air pendingin atau air pemanas.
5. Mixer. Berfungsi sebagai pengaduk bahan baku di dalam tangki mixing.
6. Bejana Air Dingin, Berfungsi untuk bejana penampung air pendingin.
7. Bejana Air Panas , Berfungsi untuk bejana penampung air pemanas sebagai
pengkondisian awal pengadukan dari proses pendinginan sebelumnya.
8. Box Komponen, Berfungsi untuk mengontrol temperature dan kecepatan
pengadukan.
9. Rangka Besi, Berfungsi untuk menopang kesuluruhan komponen alat.
Prosedur pembuatan rancang alat cooling stirred tank adalah sebagai berikut :
1) Pembuatan reaktor atau tanki. Bagian luar tanki pengadukan diraket berupa jacket
cooler yang terbuat dari lempengan alumuniium yang dapat dikondisikan
temperaturnya.
2) Perakitar motor pengaduk agar dan membuat pengduk tipe turbin.
3) Pembuatan kotak pane besi ukuran pxlxt;25,4 cm x 12,4cm x 35 cm.
4) Pada kotak panel dibuat kunci untuk membuka dan menutup panel.
5) Perakitan saklar on/off untuk temperatur, untuk pengaduk dan untuk pembacaan
suhu digital dikotak panel.
6) Perakitan control temperatur, kecepatan pengadukan di kotan panel.
7) Pembuatan kerangka besi untuk membentuk tanki pengaduk sesuai pola yang
sudah didesain.
8) Pembuatan roda pada bagian bawah rangka besi agar dapat memudahkan
pergerakan alat.
9) Pembuatan jet kontak listrik yang dihubungkan ke kabel pada contoh panel untuk
menghubungan ke sumber listrik
10) Pengecatan alat agar besi tidak terjadi korosi besi.
Penelitian Tahap 2 yakni Pembuatan margarin padat untuk makanan pendamping ASI
Perlakuan dalam penelitian 2 faktor perlakuan Rancangan Acak Lengkap Faktorial
(RALF) dengan 3 kali pengulangan yang terdiri dari faktor A (formulasi RBDPO dan
MSM) dan faktor B (waktu pengadukan)
Faktor A : formulasi RBDPO dan MSM (v/v)
A1 = MSM 100% : RBDPO 0%
A2 = MSM 80% : RBDPO 20%
A3 = MSM 60% : RBDPO 40%
A4 = MSM 40% : RBDPO 60%
A5 = MSM 20% : RBDPO 80%
Faktor B : waktu pengadukan (menit)
B1 = 40 menit
B2 = 60 menit
B3 = 80 menit
1. Proses pembuatan margarin padat didahului dengan proses pemurnian minyak
sawit merah sebagai berikut :
2. Menyiapkan CPO sebanyak 5 Liter sebagai umpan dan melakukan penyaringan
awal guna mencegah bahan padatan kasar yang berukuran besar masuk ke dalam
panci.
3. Memanaskan CPO dengan pada temperatur 50oC sambil diaduk selama 20 menit,
kemudian menambahkan 85% Asam Sulfat (H2SO4) sebanyak 0,5 ml kemudian
diaduk dan dipanaskan selama 20 menit.
4. Menambahkan NaOH 0,1 M sebanyak 250 ml sambil diaduk. Setelah itu, minyak
didiamkan selama 1 jam sampai terbentuk lapisan kemudian memisahkan minyak
pada bagian diatas dan bagian bawah sebagai pengotor dibuang.
5. Memanaskan CPO yang telah dipisahkan dengan beberapa perlakuan suhu
selama 20 menit kemudian alirkan menuju filter dengan menghidupkan pompa
booster.
6. Minyak tersebut masuk ke filter yang tersusun atas batuan bentonit, membran
keramik dan catridge dengan mengatur flow sehingga tekanan bekerja dan proses
pemurnian CPO kotoran yang dikandungnya tidak terikut dalam cairan MSM
yang lolos
7. Melakukan penampungan produk minyak sawit merah setiap 2 menit sebanyak 3
kali dengan suhu yang berbeda sementara sebagian minyak dialirkan kembali ke
panci agar bercampur dengan CPO dan digunakan kembali dan catat setiap
volumenya.
Prosedur pembuatan margarin padat adalah sebagai berikut :
1. Nyalakan alat dengan menekan tombol on.
2. Atur sistem pengadukan pada kecepatan 3500 rpm.
3. Masukkan bahan sesuai dengan perlakuan formulasi dan waktu pengadukan.
4. Margarin padat yang sudah dihasilkan kemudian dicetak
Analisa yang akan dilakukan meliputi uji karakterstik fisik yakni 1)viskositas, 2)pH,
3)warna 4)titik leleh, karakteristik kimia yakni 1)analisis kadar air, 2) analisis
kandungan karoten, 3)analisis bilangan peroksida, 4)analisis asam lemak bebas (ALB)