0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan14 halaman

Metode R&D dalam Penelitian Pendidikan

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian penelitian RnD (Research and Development) yang merupakan metode penelitian untuk mengembangkan produk pendidikan dan menguji efektivitasnya. Dokumen tersebut juga membahas karakteristik penelitian RnD yang antara lain produk berbasis masalah dan melakukan uji coba produk.

Diunggah oleh

MHD ZAINUDDIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan14 halaman

Metode R&D dalam Penelitian Pendidikan

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian penelitian RnD (Research and Development) yang merupakan metode penelitian untuk mengembangkan produk pendidikan dan menguji efektivitasnya. Dokumen tersebut juga membahas karakteristik penelitian RnD yang antara lain produk berbasis masalah dan melakukan uji coba produk.

Diunggah oleh

MHD ZAINUDDIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penelitian adalah suatu proses mencari tahu sesuatu secara sistematis


dalam waktu tertentu dengan menggunakan metode ilmiah. Agar penelitian dapat
berlangsung secara lancar, maka peneliti harus membuat rancangan
penelitiannya. Dalam menentukan rancangan penelitian, harus diketahui terlebih
dahulu macam/jenis penelitiannya.

Saat ini, penelitian R&D makin banyak digunakan oleh para peneliti dan
menjadi salah satu pilihan untuk memecahkan suatu permasalahan dengan cara
mengembangkan suatu produk tertentu. Penelitian R&D atau penelitian dan
pengembangan merupakan sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan
dan memvalidasi produk pendidikan, atau suatu metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk
tersebut. Produk-produk pendidikan berupa hardware maupun software yang
dihasilkan dari penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan
efektivitas pendidikan serta relevan dengan kebutuhan.

Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau


pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dan penelitian terapan. Sering
dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat
teoretis dan peneltian terapan yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat
dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan.
R&D juga membutuhkan waktu relative panjang. Peneliti sering membagi
kegiatan penelitian dalam beberapa tahap. Pada umumnya, kegiatan penelitian
tahun pertama dirancang untuk mengidentifikasi masalah dan merancang produk.
Oleh karena itulah R&D dianggap cukup tepat dalam mengembangkan model-
model pembelajaran guna perbaikan pendidikan selanjutnya. Untuk memperoleh
pengetahuan lebih terperinci mengenai R&D akan penjelasannya dibahas pada
makalah ini.

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian penelitian RnD?

2. Bagaimana karakteristik penelitian RnD?

3. Bagaimana Desain Penelitian RnD?

4. Apa saja contoh judul penelitian RnD?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengertian penelitian RnD.

2. karakteristik penelitian RnD.

3. Untuk mengetahui desain penelitian Rnd.

4. Untuk mengetahui contoh judul penelitian RnD.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Penelitian Research and Development (RnD)


Metode Penelitian dan Pengembangan adalah metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk
tersebut (Sugiyono, 2009:407). Menurut Puslitjaknov (2008:15) model
pengembangan merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang akan
dihasilkan. Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model
konseptual, dan model teoritik. Dalam penelitian pengembangan ini digunakan
model prosedural karena dianggap cocok dengan tujuan pengembangan yang ingin
dicapai yaitu untuk menghasilkan suatu produk dan menguji kelayakan produk yang
dihasilkan dimana untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui langkah-langkah
tertentu yang harus dikuti untuk menghasilkan produk tertentu. Model preosedural
adalah model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkahlangkah yang harus
diikuti untuk menghasilkan produk. Research and Development (Penelitian dan
Pengembangan) merupakan metode penelitian untuk mengembangkan dan menguji
produk yang nantinya akan dikembangkan dalam dunia pendidikan. Terdapat
berbagai macam model penelitian yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam
penelitian Research and Development ini, berikut ini macam-macam model yang
digunakan dalam penelitian dan pengembangan (Amali et al., 2019).
Istilah penelitian pengembangan merupakan padanan makna dari kata
Research and Development. Menurut Borg dan Gall (1983), penelitian
pengembangan adalah suatu desain penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan
dan memvalidasi produk pendidikan. Penggunaan produk pendidikan menurut
mereka bukan saja terbatas pada pengembangan bahan ajar, misalnya buku teks,
film-film pembelajaran, tetapi juga pengembangan prosedur dan proses
pembelajaran, misalnya metode dan pengorganisasian pembelajaran. Bahkan
produk pembelajaran yang dikembangkan juga bisa berupa perencanaan
pembelajaran (kurikulum dan silabus), tetapi bisa berupa instrumen asesmen dan
lain sebagainya. Tahapan-tahapan dari proses penelitian pengembangan ini
biasanya mengacu pada apa yang disebut dengan R & D cycle.

3
Penelitian dan Pengembangan biasanya terdiri dari dua komponen utama:
1. Penelitian: Ini melibatkan eksplorasi dan penyelidikan untuk memahami
atau memecahkan masalah tertentu, menemukan fakta baru, atau
mengembangkan teori baru. Penelitian sering dilakukan untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik tentang fenomena alam, perilaku manusia, atau
untuk mengidentifikasi potensi dalam suatu bidang.
2. Pengembangan: Ini melibatkan penggunaan pengetahuan dan temuan dari
penelitian untuk menciptakan atau meningkatkan produk, layanan, atau
proses. Pengembangan sering melibatkan tahap desain, prototyping,
pengujian, dan iterasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Tujuan utama dari R&D adalah untuk menciptakan nilai tambah, baik
dalam bentuk peningkatan produk atau layanan yang ada, pengembangan produk
atau layanan baru, atau peningkatan proses produksi atau efisiensi operasional. Ini
dapat mencakup inovasi dalam berbagai bidang, seperti teknologi informasi,
kedokteran, energi, material, dan lainnya.
R&D sering kali dilakukan oleh organisasi seperti perusahaan, lembaga
akademik, laboratorium penelitian pemerintah, dan lembaga nirlaba. Investasi
dalam R&D dianggap penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang,
kemajuan teknologi, dan peningkatan kualitas hidup. Penelitian dan
pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Produk yang
ditemukan bisa berupa model, pola, prosedur, sistem. Dalam bidang pendidikan,
produk-produk yang dihasilkan melalui R&D diharapkan dapat meningkatkan
produktivitas pendidikan, yaitu lulusan yang jumlahnya banyak, berkualitas, dan
relevan dengan kebutuhan.
B. Karakteristik Penelitian Research And Development (Rnd)
Penelitian pengembangan di bidang pendidikan sebagai penelitian yang
output dan outcomenya berupa produk pendidikan sebagi solusi untuk peningkatan
kualitas pembelajaran memiliki karakteristik yang berbeda dengan penelitian pada
umumnya, misalnya penelitian deskriptif kualitatif maupun kuantitatif.
Apabila penelitian deskriptif lebih bersifat pemberian data yang sifatnya
informatif praktis maupun teoretis, maka penelitian pengembangan dicirikan oleh
produk yang secara langsung dan sekaligus dirasakan dampaknya untuk
peningkatan kualitas pembelajaran berdasarkan data empiris di lapangan baik data
kuantitiatif maupun kualitatif. Secara normatif, Richey dan Klien (2007),

4
mengemukakan bahwa ruang lingkup penelitian pengembangan mencakup studi
tentang proses dan dampak dari desain dan pengembangan yang spesifik serta studi
tentang proses desain dan pengembangan secara keseluruhan atau komponen proses
tertentu.
Terkait dengan uraian di atas, maka karakteristik penelitian pengembangan adalah
sebagai berikut:
1. Produk berbasis masalah
Sebagaimana dikemukakan, bahwa output dari penelitian
pengembangan adalah produk. Akan tetapi, produk yang dikembangkan
tidak sembarang produk melainkan produk yang didesain sesuai dengan
permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Akan tidak efektif,
manakala masalah utama yang dihadapi terkait dengan penggunaan bahan
ajar, tetapi produk yang dikembangkan instrumen asesmen atau media
pembelajaran. Oleh karena itu, dalam konteks seperti ini, studi pendahuluan
(dirasah tamhidiyah) merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam
penelitian pengembangan sehingga produk yang dihasilkan relevan dengan
kebutuhan.
Menurut Soenarto (1983), masalah itu menunjukkan suatu
kesenjangan antara ”yang seharusnya” dengan ”kenyataan atau afktual, atau
fakta empirik” yang dirasakan oleh pendidik atau peserta didik dalam proses
pembelajaran. Selanjutnya dia menegaskan bahwa (a) masalah yang dipilih
dapat diselesaikan dengan menggunakan produk yang akan dihasilkan, (b)
masalah yang dipilih adalah masalah memiliki nilai inovatif dan bukan
sesaat, dan memungkinkan ditemukannya produk pembelajaran yang
menarik, mudah digunakan, tersedia dana, dan alat pendukung, adanya
keahlian untuk merancang dan membuat produk, dan produk yang
dihasilkan dipergunakan untuk memecahkan masalah yang serumpun.
2. Uji Coba Produk
Sekalipun inti dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan
produk (produk pendidikan), tetapi tidak serta merta produk itu langsung
diklaim sebagai hasil yang efektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Untuk memperoleh produk yang layak guna, maka sebelum finalisasi
produk perlu dilakukan uji coba produk atau validasi untuk menentukan
tingkat efektifitas produk yang dihasilkan. Secara prosedural uji coba

5
produk dielaborasi dengan para ahli yang relevan, pengguna produk, dan uji
lapang. Uji coba produk di sini tidak harus dalam bentuk kegiatan
eksperimen dengan mengkaitkan pengaruh variabel X terhadap Y dengan
teknik analisis data kuantitaif , (misalnya teknik uji-t) melainkan untuk
mengetahui sejuah mana tingkat kelayakan, kesesuaian, dan keefektifan
produk yang dihasilkan sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan
pembelajaran.
3. Revisi Produk
Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa produk yang dihasilkan
tidak serta merta dapat diaplikasikan begitu saja, melainkan harus di uji coba
terlebih dahulu baik kepada para ahli, pengguna, maupun uji lapang. Dari uji
coba ini, peneliti memperoleh masukan baik secara kuantitatif maupun
kualitatif dari para ahli, pengguna, dan uji lapang. Masukan dari berbagai
pihak yang kompeten tersebut dijadikan bahan oleh peneliti sebagai bahan
revisi produk agar produk yang dihasilkan efektif dan layak guna.
4. Tidak menguji teori
Pada hakikatnya, penelitian pengembangan tidak dimaksudkan untuk
menguji teori, tetapi mengembangkan teori berupa produk pendidikan untuk
peningkatan kualitas pembelajaran. Dikatakan tidak untuk menguji teori,
karena penelitian pengembangan didasarkan pada suatu asumsi bahwa
secara teoretis-praktis produk yang akan dihasilkan memang efektif sebagai
solusi untuk memecahkan permasalahan di kelas. Untuk itu, sebelum
peneliti mengembangkan jenis produk pendidikan apa yang akan
dikembangkan, peneliti terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan dalam
bentuk analisis permasalahan dan analisis kebutuhan yang relevan untuk
memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh guru di kelas. Dengan
ungkapan lain, spesifikasi produk yang dihasilkan didasarkan pada
permasalahan dan kebutuhan yang relevan sebagai solusi untuk
memecahkan permasalahan tersebut.
Di sisi lain, Borg dan Gall (1983) mengisyaratkan adanya komparasi
hasil evaluasi (data kuantitatif) dengan data pada kelompok kontrol. Ini
artinya, bahwa dalam RnD ada unsur eksperimentasi yang notabene
bertujuan untuk menguji efektifitas suatu teori.

6
5. Kebermanfaatan Produk untuk Perbaikan
Kemanfaatan produk untuk perbaikan atau untuk peningkatan
kualitas pembelajaran baik dari aspek proses maupun hasil merupakan
esensi dari penelitian pengembangan. Apa arti sebuah produk apabila tidak
dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk peningkatan kualitas
pembelajaran. Oleh karena itu, azas kemanfaatan produk tidak hanya
didasarkan pada seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk
pengembangan produk, melainkan seberapa besar produk tersebut memiliki
daya guna untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
C. Desain Penelitian Research and Development (RnD)
1. Model Pengembangan 4D
Menurut (Thiagarajan, 1974) terdiri dari empat tahap pengembangan. Tahap
pertama Define atau sering disebut sebagai tahap analisis kebutuhan, tahap kedua
adalah Design yaitu menyiapkan kerangka konseptual model dan perangkat
pembelajaran, lalu tahap ketiga Develop, yaitu tahap pengembangan melibatkan
uji validasi atau menilai kelayakan media, dan terakhir adalah tahap Disseminate,
yaitu implementasi pada sasaran sesungguhnya yaitu subjek penelitian. Penelitian
ini mengacu pada model penelitian dan pengembangan 4D (Four-D) yang
dikembangkan Thiagarajan. Model penelitian ini terdiri atas 4 tahap utama yakni:

Gambar 1. Tahapan Penelitian Model 4D (Thiagrajan, 1974)


a. Pendefinisian (Define)
Tahap pendefinisian merupakan tahap untuk mendefinisikan syarat-syarat
yang dibutuhkan dalam pengembangan media pembelajaran. Pendefinisian ini
dilakukan dengan cara memperhatikan serta menyesuaikan kebutuhan dalam

7
pembelajaran.
b. Perancangan (Design)
Pada tahap penelitian ini, dilakukan perencanaan media yang akan
dikembangkan. Perancangan media pembelajaran meliputi:
1) Membuat konsep media yang dikembangkan dan mengumpulkan materi
2) Pembuatan story board dan narasi materi
3) Layout media pembelajaran.
c. Pengembangan (Develop)

Tahap pengembangan merupakan tahap paling penting dalam penelitian ini.


Pada tahap ini, penelitian mengembangkan media pembelajaran yang telah
dirancang sebelumnya dalam tahap perancangan. S. Thiagarajan membagi tahap
pengembangan dalam dua kegiatan, yaitu:
1) Expert appraisal
Teknik untuk melakukan validasi atau menilai kelayakan produk oleh ahli
pada bidang masing-masing. Saran yang diberikan oleh para ahli tersebut
digunakan untuk memperbaiki isi dari media pembelajaran yang telah
dibuat.
2) Development testing
Kegiatan uji coba rancangan produk pada sasaran subjek sebenarnya dan
hasilnya akan digunakan untuk memperbaiki produk.
d. Penyebaran (Disseminate)
Tahap penyebaran adalah tahap akhir dalam penelitian pengembangan ini.
Tahap ini dilakukan agar media yang dikembangkan dapat dimanfaatkan orang
lain yang membutuhkan.
2. Model Pengembangan Borg dan Gall
Menurut (Borg & Gall, 1983) model pengembangan ini menggunakan alur air
terjun (waterfall) pada tahap pengembangannya. Model pengembangan Borg dan
Gall ini memiliki tahap-tahap yang relatif panjang karena terdapat 10 langkah
pelaksanaan: (1) penelitian dan pengumpulan data (research and information
colleting), (2) perencanaan (planning), (3) pengembangan draft produk (develop
preliminary form of product), (4) uji coba lapangan (preliminary field testing),
(5) penyempurnaan produk awal (main product revision), (6) uji coba lapangan
(main field testing), (7) menyempurnakan produk hasil uji lapangan (operational

8
product revision), (8) uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing), (9)
penyempurnaan produk akhir (final product revision), dan (10) diseminasi dan
implementasi (disemination and implementation) (Hamdani, 2011). Langkah
tersebut ditunjukkan pada bagan berikut:

Gambar 2. Model Penelitian Pengembangan (Borg & Gall, 1983)


Tahap yang dilaksanakan pada pengembangan penelitian ini secara rinci
sebagai berikut.
a. Research and information collecting (penelitian dan pengumpulan data
melalui survei), termasuk dalam langkah ini antara lain studi literatur yang
berkaitan dengan permasalahan yang dikaji, dan persiapan untuk merumuskan
kerangka kerja penelitian.
b. Planning (perencanaan), termasuk dalam langkah ini merumuskan kecakapan
dan keahlian yang berkaitan dengan permasalahan, menentukan tujuan yang
akan dicapai pada setiap tahapan, dan jika mungkin/diperlukan melaksanakan
studi kelayakan secara terbatas.
c. Develop preliminary form of product (pengembangan bentuk permulaan dari
produk), yaitu mengembangkan bentuk permulaan dari produk yang akan
dihasilkan. Termasuk dalam langkah ini adalah persiapan komponen
pendukung, menyiapkan pedoman dan buku petunjuk, dan melakukan
evaluasi terhadap kelayakan alat-alat pendukung.
d. Preliminary field testing (ujicoba awal lapangan), yaitu melakukan uji coba

9
lapangan awal dalam skala terbatas. Dengan melibatkan subjek sebanyak 6 –
12 subjek. Pada langkah ini pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan
dengan cara wawancara, observasi atau angket.
e. Main product revision (revisi produk), yaitu melakukan perbaikan terhadap
produk awal yang dihasilkan berdasarkan hasil uji coba awal. Perbaikan ini
sangat mungkin dilakukan lebih dari satu kali, sesuai dengan hasil yang
ditunjukkan dalam uji coba terbatas, sehingga diperoleh draft produk (model)
utama yang siap diujicobakan lebih luas.
f. Main field testing (uji coba lapangan), uji coba utama yang melibatkan
seluruh peserta didik.
g. Operational product revision (revisi produk operasional), yaitu melakukan
perbaikan/penyempurnaan terhadap hasil uji coba lebih luas, sehingga produk
yang dikembangkan sudah merupakan desain model operasional yang siap
divalidasi.
h. Operational field testing (uji coba lapangan operasional), yaitu langkah uji
validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan.
i. Final product revision (revisi produk akhir), yaitu melakukan perbaikan akhir
terhadap model yang dikembangkan guna menghasilkan produk akhir (final).
j. Dissemination and implementation, yaitu langkah menyebarluaskan
produk/model yang dikembangkan dan menerapkannya di lapangan.
Model pengembangan Borg dan Gall ini memiliki kelebihan dan
kekurangannya. Kelebihan dari model ini yaitu mampu menghasilkan suatu
produk dengan nilai validasi yang tinggi dan mendorong proses inovasi produk
yang tiada henti, sedangkan untuk kelemahan dari model ini yaitu memerlukan
waktu yang relatif panjang, karena prosedur realtif kompleks dan memerlukan
sumber dana yang cukup besar.
3. Model Pengembangan ADDIE
Menurut Dick et al. (2005) mengembangkan model model pengembangan
yaitu model ADDIE, model tersebut terdiri dari lima tahapan pengembangan.

10
Gambar 3. Langkah-langkah Pengembangan ADDIE
Model yang melibatkan tahap-tahap pengembangan model dengan lima
langkah/fase pengembangan meliputi: Analysis, Design, Development or
Production, Implementation or Delivery dan Evaluations. Tahap Model
Penelitian Pengembangan ADDIE :
a. Analysis
Dalam model penelitian pengembangan ADDIE tahap pertama adalah
menganalisis perlunya pengembangan produk (model, metode, media, bahan
ajar) baru dan menganalisis kelayakan serta syarat-syarat pengembangan
produk. Pengembangan suatu produk dapat diawali oleh adanya masalah
dalam produk yang sudah ada/diterapkan. Masalah dapa muncul dan terjadi
karena produk yang ada sekarang atau tersedia sudah tidak relevan dengan
kebutuhan sasaran, lingkungan belajar, teknologi, karakteristik peserta didik
dan sebagainya.
b. Design
Kegiatan desain dalam model penelitian pengembangan ADDIE
merupakan proses sistematik yang dimulai dari merancang konsep dan
konten di dalam produk tersebut. Rancangan ditulis untuk masing-masing
konten produk. Petunjuk penerapan desain atau pembuatan produk
diupayakan ditulis secara jelas dan rinci. Pada tahap ini rancangan produk
masih bersifat konseptual dan akan mendasari proses pengembangan di
tahap berikutnya.
c. Development
Development dalam model penelitian pengembangan ADDIE berisi
kegiatan realisasi rancangan produk yang sebelumnya telah dibuat. Pada

11
tahap sebelumnya, telah disusun kerangka konseptual penerapan produk
baru. Kerangka yang masih konseptual tersebut selanjutnya direalisasikan
menjadi produk yang siap untuk diterapkan. Pada tahap ini juga perlu dibuat
intrumen untuk mengukur kinerja produk.
d. Implementation
Penerapan produk dalam model penelitian pengembangan ADDIE
dimaksudkan untuk memperoleh umpan balik terhadap produk yang
dibuat/dikembangkan. Umpan balik awal (awal evaluasi) dapat diperoleh
dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan pengembangan
produk. Penerapan dilakukan mengacu kepada rancangan produk yang telah
dibuat.
e. Evaluation
Tahap evaluasi pada penelitian pengembangan model ADDIE
dilakukan untuk memberi umpan balik kepada pengguna produk, sehingga
revisi dibuat sesuai dengan hasil evaluasi atau kebutuhan yang belum dapat
dipenuhi oleh produk tersebut. Tujuan akhir evaluasi yakni mengukur
ketercapaian tujuan pengembangan.
D. Contoh Judul Penelitian RnD
1. Pengembangan media peta digital pada mata pelajaran geografi di kelas XI
SMA Negri 11 Enrekang
2. Pengembangan Geomik (geografi dalam komik) sebagai media
pembelajaran geografi pada materi lingkungan hidup untuk siswa kelas XI
IPS SMA Islam Sultan Agung
3. Pengembangan Modul Pembelajaran Interaktif tentang Perubahan Iklim
untuk Siswa Sekolah Menengah
4. Eksplorasi Pemanfaatan Teknologi GIS (Sistem Informasi Geografis) dalam
Pembelajaran Geografi
5. Pengembangan Alat Evaluasi Kinerja Guru Geografi yang Menekankan
pada Penggunaan Teknologi dalam Pengajaran
6. Pengembangan Permainan Edukasi Berbasis Lokasi untuk Memperkuat
Pemahaman Siswa tentang Keragaman Budaya
7. Pengembangan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Memahami
Konsep Geografi Regional

12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Desain penelitian dalam konteks penelitian dan pengembangan (R&D)
memegang peranan krusial dalam memastikan efektivitas, efisiensi, dan relevansi
hasil penelitian. Melalui makalah ini, kami telah mengulas berbagai aspek yang
berkaitan dengan desain penelitian R&D, mulai dari pemilihan metode penelitian
yang sesuai hingga implementasi dan evaluasi.
Dalam menjalankan desain penelitian R&D, penting untuk memperhatikan
kebutuhan akan pendekatan yang terstruktur, terukur, dan terencana dengan baik.
Metode penelitian yang tepat harus dipilih sesuai dengan tujuan penelitian,
karakteristik sampel, dan konteks penelitian. Pemahaman yang mendalam tentang
keunggulan dan keterbatasan masing-masing metode penelitian, seperti eksperimen
acak terkontrol (RCT), survei, studi kasus, atau eksperimen lapangan, sangat
penting untuk memastikan keberhasilan penelitian.
Dengan demikian, desain penelitian R&D yang baik dapat menjadi landasan
yang kuat untuk menghasilkan temuan yang bermakna, inovasi yang berkelanjutan,
serta kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Melalui pendekatan yang terstruktur dan terencana dengan baik,
diharapkan penelitian R&D dapat memberikan solusi yang relevan dan efektif
terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan industri pada masa
kini dan mendatang.
B. Saran

Dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, sehingganya


harapannya segala yang tercantum dalam makalah ini dapat dikembangkan lagi
oleh pembaca.

13
DAFTAR PUSTAKA

Amali, K., Kurniawati, Y., & Zulhiddah, Z. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Peserta
Didik Berbasis Sains Teknologi Masyarakat pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah
Dasar. Journal of Natural Science Integration, 2(2), 191-202.

Borg, & Gall. (1983). Educational research: An introduction. In: New York Longman.

Borg, Walter. R., and Gall. Meredith D. 1983. Educational Research an Introduction New
York and London, Longman Inc.

Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2005). The systematic design of instruction.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.


[Link]

[Link]

Richey, Rita C., and Klein, James D. 2007. Design Development and Research Methods,
Strategies, and Issues. London. Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

Soenarto. 1983. Metodologi Pengembangan untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran.


Makalah disampaikan pada Pelatihan Nasional Penelitian Peningkatan Kualitas
Pembelajaran dan Penelitian Tindakan Kelas bagi dosen LPTK di Padang dan
Mataram 5—9 April 2006.

Thiagarajan, S. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional


children: A sourcebook.

14

Anda mungkin juga menyukai