KLIPING SEJARAH
“Peninggalan Arkeologi Pada Zaman Megalitikum’’
Disusun untuk memenuhi tugas individu
Mata Pelajaran Sejarah
Disusun Oleh:
Nama : Yosef Dwi Kristiyadi
NIS : 232410216
Kelas : XF
SMA NEGERI 6 BEKASI
Jln. Anggrek 4, RT.004/RW004, Jaka kencana,
Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat
Telp-
DAFTAR ISI
A. Zaman Megalitikum .................................................................................................
B. Dolmen .....................................................................................................................
C. Menhir ......................................................................................................................
D. Sarkofogus ...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................
A. Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum atau
zaman batu besar adalah suatu
zaman, masa, atau periode ketika
manusia mengembangkan
kebudayaannya dengan
menggunakan batu-batu besar
pada dasarnya Megalitikum
berasal dari 2 kata yang berasal
dari bahasa yunani. Kata tersebut
ialah ‘’Mega’’, yang memiliki arti
besar, dan ‘’Litik’’ yang berarti
batuan, serta kata ‘’Kum’’ yang
merujuk pada periode atau masa.
Secara teknis Zaman Megalitikum
termasuk kedalam zaman batu
akhir dan mulai memasuki zaman
perunggu.
Zaman perunggu merupakan periode ketika manusia mulai menemukan perunggu
sebagai alat bertahan hidup. Manusia juga pertama kali mempelajari teknik untuk menambang
mineral dari dalam tanah. Meskipun demikian, manusia masih menggunakan peralatan batu dan
tidak serta merta meninggalkan batu dalam pemanfaatan alat bertahan hidup.
Zaman Megalitikum berlangsung antara sekitar 4500 SM hingga 2000 SM. Manusia
Zaman Megalitikum Teknik-teknik kuno untuk memindahkan , memahat, dan menyusun batu-
batu besar menjadi suatu struktur yang kuat. Masyarakat Zaman Megalitikum memanfaatkan
batu-batu besar yang di tempa atau di pahat untuk membuat Dolmen, menhir, dan Kompleks
batu. Dalam pembangunan struktur melibatkan pembangunan alat-alat sederhana seperti
palu Batu, pengakatan batu, dan Teknik pengukuran sederhana.
Pada masa ini manusia mulai mengenal kepercayaan terutama yang berkaitan dengan
kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Manusia menggunakan batu berukuran besar
sebagai pondasi dari bangunan yang akan digunakan untuk tempat ibadah. Tradisi Kebudayaan
ini terlihat dari bangunan-bangunan batu besar seperti dolmen, dan kubur batu.
B. Dolmen
Dolmen merupakan batu pahatan manusia Zaman
Megalitikum, yang terdiri dari beberapa bawah buah
batu penyangga secara horizontal. Dolmen memiliki
ukuran yang cukup besar, sehimgga seseorang bias
masuk ke bawahnya.
Meskipun bentuknya terlihat seperti dipahat, masih
menjadi misteri terkait bagaimana manusia bias
memahat batu berukuran sebesar itu. Menurut peneliti,
dolmen digunakan sebagai pintu masuk dari sebuah
makam manusia. Hal ini dispekulasikan karena banyak
kerangka manusia kumo yang di temukan di dekat dolmen.
C. Menhir
Menhir merupkan batu pahatan berukuran
besar yang dipahat oleh manusia pada masa lampau.
Menhir menjadi salah satu peninggalan Zman
Megalitikum yang paling banyak ditemukan di
berbagai macam belahan dunia, mulai dari
Eropa,Asia,hingga Afrika.
Sebenarnya belum diketahui pasti alas an
dibalik terciptanya menhir pada Zaman Megalitikum.
Beberapa ilmuwan percaya kalau menhir digunakan oleh manusia di masa tersebut untuk
beribadah dan melakukan berbagai ritual keagamaan. Beberapa menhir juga dikabarkan dibuat
untuk menandakan makam seseorang.
D. Sarkofagus
Sarkofagus adalah batu pahatan yang
berfungsi untuk menaruh jasad manusia di dalamnya.
Penciptaan sarkofagus sendiri bertuuan agar seseorang
di Zaman Megalitikum tidak perlu menggali tanah
untuk memakamkan seseorang. Meskipun begitu, ada
juga sarkofagus yang di temukan di dalam tanah.
Di era modern, khususnya pada abad ke 17
sampai dengan abad ke 19, sarkofagus sering di pakai
untuk memakamkan seseorang dengan status social yan g tinggi. Belum di ketahui pasti apakah
hal yang sama berlaku juga terhadap masyarakat Zaman Megalitikum.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
DAF