Tabel Lengkap Fungsi Trigonometri
Tabel Lengkap Fungsi Trigonometri
1
Pengantar
Trigonometri adalah suatu pengetahuan yang terkait dengan pengukuran sudut dalam segitiga. Istilah
trigonometri berasal dari bahasa Yunani, trigonon artinya segitiga (triangle) dan metron artinya ukuran (mea-
sure). Pada awalnya trigonometri merupakan bagian dari studi ruang angkasa yang mengandaikan matahari,
bulan, dan bintang bergerak, dan untuk menentukan posisinya diperlukan pengertian sudut. Penggunaannya
sangat luas dalam astronomi, navigasi, dan survey sampai sekitar 450 tahun yang lalu. Tokoh yang terkenal
dalam perkembangan trigonometri adalah dua pakar astronomi Yunani, Hiparchus of Nicaea (abad ke-2 sebe-
lum masehi) dan Cladius Ptolomy (abad ke-2 sesudah masehi). Buku trigonometri yang pertama ditulis sekitar
tahun 1600 sesudah masehi oleh Bartholomaus Pitiscus, mahaguru matematika di Heidelberg, Jerman. Saat
ini trigonometri lebih banyak diperkenalkan dengan menggunakan sistem koordinat kartesis dan dikenal se-
bagai suatu cabang matematika yang terkait dengan sifat dan aplikasi fungsi sirkular (circular) yang periodik.
Sudut dan Ukuran Sudut
sinar
sudut siku-siku sudut tumpul
positif positif
sudut sudut
titik sudut positif negatif sudut siku-siku sudut lancip
sudut negatif negatif
sinar
Sinar Sinar adalah suatu ruas garis lurus atau garis lurus dari suatu titik-sumber.
Sudut Sudut adalah suatu besaran yang dibangun dua sinar dengan titik-sumber yang sama. Titik sumber
ini dinamakan titik-sudut. Sudut yang diukur berlawanan arah putaran jarum jam dinamakan sudut positif
dan yang diukur searah putaran jarum jam dinamakan sudut negatif.
Ukuran sudut Satu derajat (1°) adalah sudut yang besarnya 1/360 keliling lingkaran. Satu radian (1 rad
atau 1) adalah sudut pusat lingkaran berjari-jari 1 dihadapan busur yang panjangnya juga 1.
Kaitan Untuk lingkaran berjari-jari 1 satuan, keliling = 360° = 2π. Akibatnya π radian = 180°, sehingga
( )
1 rad = 180
p
D
= (57, 2958)D = 57D17 ¢45¢¢ dan 1D = 180
p = 0,01745 rad.
Sudut θ yang besarnya 90° (seperempat lingkaran) dinamakan sudut siku-siku; sudut θ dengan 0° < θ < 90°
dinamakan sudut lancip, dan sudut θ dengan 90° < θ < 180° dinamakan sudut tumpul.
Ilustrasi 30D = 30 ◊ 180
p = p rad , 45D = 45 ◊ p = p rad , 60D = 60 ◊ p = p rad. Informasi ini sering ditulis
6 180 4 180 3
p p p
dalam bentuk 30° = 6 , 45° = 4 , dan 60° = 3 dan merupakan titik di sumbu-x dengan π = 3,14159 ⋅ ⋅ ⋅
Sinus, Kosinus, Tangen, Kotangen, Sekan, dan Kosekan untuk Sudut Lancip
Gambar Trigonometri Notasi Definisi
sisi siku-siku pengapit –A b
B Kosinus sudut A cos A sisi terpanjang
=c
sisi di depan
sisi di depan –A a
sudut A Sinus sudut A sin A sisi terpanjang
=c
a
sisi di depan –A a
c Tangen sudut A tan A =
sisi siku-siku pengapit –A b
C sisi
sisi siku-siku pengapit –A b
terpanjang Kotangen sudut A cot A sisi di depan –A
=a
b
sisi siku- segitiga ABC
sisi terpanjang c
siku peng- siku-siku di C Sekan sudut A sec A =
sisi siku-siku pengapit –A b
apit sudut A
A sisi terpanjang c
a +b =c
22 2 Kosekan sudut A csc A =
sisi di depan –A a
Sistem Koordinat Kartesis
y y Bidang datar adalah himpunan pasangan terurut
(−x,y) (x,y) K-2 K-1
Kuadran Kuadran \ 2 = \ ¥ \ = {( x, y )| x, y Œ \}.
Kedua Pertama Kuadran Pertama: K-1 = {(x,y) | x > 0 dan y > 0}
titik asal
0 x 0 x Kuadran Kedua: K-2 = {(x,y) | x < 0 dan y > 0}
Kuadran Kuadran Kuadran Ketiga: K-3 = {(x,y) | x < 0 dan y < 0}
(−x,−y) (x,−y)
K e t i ga Keempat Kuadran Keempat:K-4 = {(x,y) | x > 0 dan y < 0}
K-3 K-4
Absis dan ordinat Untuk titik X(x,y) di bidang, x = absis titik X = jarak berarah dari titik (x,y) ke sumbu-y
dan y = ordinat titik X = jarak berarah dari titik (x,y) ke sumbu-x. Jarak berarah berarti jarak ini positif jika
titiknya terletak di kanan atau di atas sumbu dan negatif jika titiknya terletak di kiri atau di bawah sumbu.
Sifat simetri (1) Titik (x,y) dan (−x,y) simetri terhadap sumbu-y; titik (−x,y) diperoleh dengan mencer-
minkan (x,y) terhadap sumbu-y. (2) Titik (x,y) dan (x,−y) simetri terhadap sumbu-x; titik (x,−y) diperoleh
dengan mencerminkan (x,y) terhadap sumbu-x. (3) Titik (x,y) dan (−x,−y) simetri terhadap titik-asal (0.0);
titik (−x,−y) diperoleh dengan mencerminkan (x,y) terhadap titik-asal (0.0).
(2) sin (θ + k⋅360°) = sin (θ + 2kπ) = sin θ dan cos (θ + k⋅360°) = cos (θ + 2kπ) = cos θ, k bilangan bulat.
(3) tan (θ + k⋅180°) = tan (θ + kπ) = tan θ, k bilangan bulat.
(4) sin (180°− θ ) = sinθ , cos (180°− θ ) = −cosθ .
(5) sin (90°− θ ) = cosθ , cos (90°− θ ) = sinθ , tan (90°− θ ) = cotθ .
Bukti (1) Dari x + y = 1 diperoleh −1 ≤ x ≤ 1 dan −1 ≤ y ≤ 1. Akibatnya −1 ≤ cosθ ≤ 1 dan −1 ≤ sinθ ≤ 1.
2 2
Dari x + y = 1 dengan x = cosθ dan y = sinθ diperoleh cos θ + sin θ = 1. Bagilah dengan cos θ ,
2 2 2 2 2
(2) Jika titik (x,y) yang terkait dengan θ diputar sejauh kelipatan dari 360° (atau 2π), maka diperoleh
titik yang sama. Akibatnya sin (θ + 2kπ) = sin θ dan cos (θ + 2kπ) = cos θ, k bilangan bulat.
(3) Jika titik (x,y) yang terkait dengan θ diputar sejauh kelipatan dari 180° (atau π), maka diperoleh
titik (x,y) untuk k bilangan genap atau (−x,−y) untuk k bilangan ganjil. Untuk k bilangan genap,
cos (θ + kπ) = cos θ dan sin (θ + kπ) = sin θ, sehingga tan (θ + kπ) = tan θ. Untuk k bilangan ganjil,
cos (θ + kπ) = −cos θ dan sin (θ + kπ) = −sin θ, yang juga mengakibatkan tan (θ + kπ) = tan θ.
(4) Jika titik (x,y) terkait dengan θ, maka sudut (−θ ) terkait dengan titik (x,−y) dan sudut (180°− θ )
terkait dengan (−x,y). Akibatnya sin (180°− θ ) = y = sin θ dan cos (180°− θ ) = −x = −cos θ .
(5) Jika titik (x,y) terkait dengan θ , maka sudut (−θ ) terkait dengan (x,−y). Kemudian, jika titik (x,−y)
dirotasikan sejauh 90° berlawanan putaran jarum jam, maka diperoleh sudut (90°− θ ) yang terkait
dengan titik (y,x). Akibatnya x = cosθ = sin (90°− θ ) = x dan y = sinθ = cos (90°− θ ) = y.
sin (90D-q ) cosq
Dari hasil ini juga diperoleh tan (90D - q ) = = = cot q .
cos(90D-q ) sin q
b t a b a t b a
α β α β α β
A D c B A c B D A c B
Jika ∆ABC lancip, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya t = b sin α = a sin β. Kemu-
dian buatlah garis tinggi u yang tegak lurus AC, akibatnya u = a sin γ = c sin α . Susunlah perbandingan
dari kedua hasil ini, maka diperoleh sinaa = b = sinc g .
sin b
Jika ∆ABC siku-siku di A, maka b = a sin β dan c = a sin γ . Akibatnya b = c =a= a = a .
sin b sin g 1 sin a
Jika ∆ABC tumpul, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya bt = sin (180D - a ) = sin a dan
a = sin b . Kemudian buatlah garis tinggi u yang tegak lurus BC, akibatnya c = sin b dan b = sing . Dari ke-
t u u
dua hasil ini diperoleh t = b sin α = a sin β dan u = b sin γ = c sin β. Akibatnya sinaa = b = sinc g .
sin b
Bukti rumus kosinus
Jika ∆ABC lancip, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya AD = b cos α. Gunakan dalil
Pythagoras CD = b − AD , BD = c − AD, dan AD = b cos α , maka diperoleh
2 2 2
a 2 = CD 2 + BD 2 = b 2 - AD 2 + (c - AD ) 2 = b 2 - AD 2 + c 2 - 2 c AD + AD 2 = b 2 + c 2 - 2bc cos a .
Jika ∆ABC siku-siku, maka a = b + c = b + c − 2bc cos 90° = b + c − 2bc cos α.
2 2 2 2 2 2 2
Jika ∆ABC tumpul, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya
AD = b cos (180°− α ) = −b cos α .
Gunakan dalil Pythagoras CD = b − AD , BD = c + AD, dan AD = −b cos α , maka diperoleh
2 2 2
a 2 = CD 2 + BD 2 = b 2 - AD 2 + (c + AD ) 2 = b 2 - AD 2 + c 2 + 2 c AD + AD 2 = b 2 + c 2 - 2bc cos a .
Pembuktian rumus kosinus lainnya diperoleh dengan saling menukar peran a, b, c dan sudut α, β, γ.
Luas Segitiga Luas ∆ABC dengan sisi a, b c dan sudut α, β, γ adalah L = 12 bc sin a = 12 ac sin b = 12 ab sin g .
Bukti
Jika ∆ABC lancip, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya t = b sin α = a sin β. Luas
∆ABC adalah L = 12 ct = 12 c (b sina ) = 12 bc sin a atau L = 12 ct = 12 c ( a sin b ) = 12 ac sin b . Dengan membuat
garis tinggi u yang tegak lurus BC akan diperoleh L = 12 ab sin g .
L2 = 14 a 2b 2sin 2g = 14 a 2b 2 (1 - cos 2g ) = 14 a 2b 2 1 - (
( a 2 + b 2 - c 2 )2
4 a 2b2
= 16 )
1 (4a 2b 2 - (a 2 + b 2 - c 2 ) 2 )
= 16
1 (2ab - (a 2 + b 2 - c 2 ))(2ab + (a 2 + b 2 - c 2 )) = 1 (c 2 - (a - b) 2 )((a + b) 2 - c 2)
16
= 16 ( )( )(
1 (c - a + b)(c + a - b)(a + b - c) (a + b + c) = 1 (a + b + c) 1 (b + c - a) 1 (a + c - b) 1 (a + b - c)
2 2 2 2 )( )
= s (s - a)(s - b) (s - c). Jadi L = s (s - a) (s - b) (s - c) .
Kurva Trigonometri
y y
1 1
y = sin x y = sin x y = cos x y = cos x
−π 0 π 2π x −3π /2 −π /2 0 π /2 3π /2 2π x
−1 −1
y=x y =-x + p2
−3π /2 −π −π /2 0 π /2 π 3π /2 2π x −3π /2 −π −π /2 0 π /2 π 3π /2 2π x
1 y = |x| 1 y = |x|
y = sin | x | y = sin | x | y = | sin x |
−3π /2 −π 0 π 2π x −3π /2 −π 0 π 2π x
−1
Teorema (1) cos (a - b ) = cos a cos b + sin a sin b (3) sin (a + b ) = sin a cos b + cos a sin b
(2) cos (a + b ) = cos a cos b - sin a sin b (4) sin (a - b ) = sin a cos b - cos a sin b
Bukti (1) Lihat konstruksi rumus di atas.
(2) Ganti peranan β dengan −β pada rumus (1) serta gunakan cos (−β ) = cos β dan sin (−β ) = −sin β ,
diperoleh cos (a - b ) = cos (a + (-b )) = cos a cos (-b ) - sin a sin (-b ) = cos a cos b + sin a sin b .
( )
(3) Dari rumus (1) diperoleh cos p2 - q = cos p2 cosq + sin p2 sin q = sin q . Jadi cos p2 - q = sin q . ( )
Dari hasil ini, ganti peranan θ dengan p2 - q dan bacalah dari kanan ke kiri, diperoleh sin p2 - q = cosq . ( )
( ) (( ) )
Jadi sin (a + b ) = cos p2 - (a + b ) = cos p2 - a - b = cos p2 - a cos b + sin p2 - a sin b ( ) ( )
= sin a cos b + cos a sin b .
(4) Ganti peranan β dengan −β pada rumus (3) serta gunakan cos (−β ) = cos β dan sin (−β ) = −sin β , diper-
oleh sin (a - b ) = sin (a + (-b )) = sin a cos (-b ) + cos a sin (-b ) = sin a cos b + cos a sin b .
Teorema Jika α, β, dan γ adalah sudut dalam ∆ABC, maka cos α = −cos ( β + γ ) dan sin α = sin ( β + γ ).
Bukti Pada ∆ABC dengan sudut dalam α, β, dan γ berlaku α + β + γ = 180°, akibatnya α = 180°− ( β + γ ).
Dengan menggunakan rumus kosinus dan sinus selisih dua sudut diperoleh:
cos a = cos (180D - ( b + g )) = cos180Dcos ( b + g ) + sin180Dsin ( b + g )
= ( -1)cos ( b + g ) + (0) sin ( b + g ) = - cos ( b + g ) .
sin 75D = sin (45D + 30D) = sin 45Dcos30D + cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 + 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 + 2 ) = cos15D.
sin 15D
1
( 6 - 2)
tan15D =
6- 2 6 - 2 6 - 2 8 - 2 12 8 - 4 3
D = 4
= = ◊ = 6 - 2 = 4 = 2 - 3.
cos 15 1
( 6 + 2) 6+ 2 6+ 2 6- 2
4
sin75D
1
( 6 + 2)
tan 75D =
6+ 2 6 + 2 6 + 2 8 + 2 12 8 + 4 3
= 4
= = ◊ = 6 - 2 = 4 = 2 + 3.
cos 75D 1
( 6 - 2) 6- 2 6- 2 6+ 2
4
Rumus trigonometri untuk tangen dan kotangen jumlah dan selisih dari dua sudut
sin a cos b + cos a sin b sin a sin b
sin (a + b ) sin a cos b + cosa sin b cosa sin b cos a + cos b tan a + tan b
tan (a + b ) = cos (a + b ) = cosa cos b - sin a sin b = cosa cos b - sin a sin b = sin a sin b
= 1 - tan a tan b .
1 - cosa ◊
cos a sin b cos b
tan a + tan (- b ) tan a - tan b
Ganti β dengan −β , maka diperoleh tan (a - b ) = tan (a + (-b )) = 1 - tan a tan (- b ) = 1 + tan a tan b .
1 - tan a tan b
1 - cot1a ◊ cot1 b cot a cot b - 1
1
cot (a + b ) = tan (a + b ) = tan a + tan b = 1 = cot a + cot b .
+ 1
cot a cot b
cot a cot (- b ) - 1 cot a cot b + 1
Ganti β dengan −β , maka diperoleh cot (a - b ) = cot (a + (-b )) = cot a + cot (- b ) = - cot a - cot b .
Contoh Jika α, β, dan γ adalah sudut dalam ∆ABC, buktikan tan α + tan β + tan γ = tan α tan β tan γ .
Bukti Pada ∆ABC dengan sudut dalam α, β, dan γ berlaku α + β + γ = 180°, akibatnya γ = 180°− (α + β ).
tan 180D- tan (a + b )
Dari sini diperoleh tan g = tan (180D - (a + b )) = D = - tan (1a + b ) = - tan (a + b ) .
1 + tan 180 - tan (a + b )
Kemudian, dari rumus tangen jumlah dua sudut diperoleh tan α + tan β = (tan (α + β ))(1 − tan α tan β ).
Gunakan kedua infotmasi ini, maka diperoleh
tan a + tan b + tan g = (tan (a + b ))(1 - tan a tan b ) - tan (a + b )
= tan (a + b ) - (tan (a + b )) tan a tan b - tan (a + b )
= - (tan (a + b )) tan a tan b = tan a tan b tan g .
Teorema (1) cos (α + β ) + cos (α − β ) = 2 cos α cos β (5) cos f + cosq = 2cos 12 (f + q ) cos 12 (f - q )
(2) cos (α + β ) − cos (α − β ) = −2 sin α sin β (6) cos f - cosq = -2sin 12 (f + q )sin 12 (f - q )
(3) sin (α + β ) + sin (α − β ) = −2 sin α cos β (7) sin f + sin q = 2sin 12 (f + q ) cos 12 (f - q )
(4) sin (α + β ) − sin (α − β ) = −2 cos α cos β (8) sin f - sin q = 2cos 12 (f + q ) cos 12 (f - q )
Bukti (1) dan (5) Jumlahkan cos (a + b ) = cos a cos b - sin a sin b dan cos (a - b ) = cos a cos b + sin a sin b ,
maka diperoleh cos (α + β ) + cos (α − β ) = 2 cos α cos β . Beri nama baru φ = α + β dan θ = α − β , akibatnya
a = 12 (f + q ) dan a = 12 (f - q ) . Dari rumus (1) langsung diperoleh cos f + cosq = 2cos 12 (f + q )cos 12 (f - q ) .
Bukti (2) dan (6) dikerjakan dengan cara yang sama, jumlah diganti selisih. Kerjakan untuk latihan!
Bukti (3) dan (7) Jumlahkan sin (a + b ) = sin a cos b + cos a sin b dan sin (a - b ) = sin a cos b - cos a sin b ,
maka diperoleh sin (α + β ) + sin (α − β ) = 2 sin α cos β . Beri nama baru φ = α + β dan θ = α − β , akibatnya
a = 12 (f + q ) dan a = 12 (f - q ) . Dari rumus (3) langsung diperoleh sin f + sin q = 2sin 12 (f + q ) cos 12 (f - q ) .
Bukti (4) dan (8) dikerjakan dengan cara yang sama, jumlah diganti selisih. Kerjakan untuk latihan!
Rumus trigonometri setengah sudut diperoleh dari rumus cos 2a = 2cos 2a - 1 = 1 - 2sin 2a .
Dari cos a = 2cos 2 12 a - 1 diperoleh 2cos 2 12 a = 1 + cos a , sehingga cos 2 12 a = 12 (1 + cos a ) . Akibatnya
Contoh aplikasi
Dari rumus setengah sudut diperoleh cos 22,5D = 12 (1 + cos 45D) = 2 (1 + 1 2) = 1 2 +
4 2 2
2 dan
sin 22,5D
tan 22,5D = = 2- 2 = 2- 2 = 2- 2 ◊ 2- 2 = 2- 2 = 2 -1
cos 22,5D 2+ 2 2+ 2 2+ 2 2- 2 2
dan
cot 22,5D =
1 1 1 2 +1
D = = ◊ = 2 +1.
tan 22,5 2 - 1 2 - 1 2 +1
sin 75D = sin (45D + 30D) = sin 45Dcos30D + cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 + 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 + 2 ) = cos15D.
Dengan menggunakan ini diperoleh
sin15D = sin (45D - 30D) = sin 45Dcos30D - cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 - 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 - 2 ) = cos 75D.
Dengan mengunakan ini diperoleh
sin15D = 12 (1 - cos30D) = 2 (1 - 1 3 ) = 1 2 - 3.
4 2 2
Kedua hasil yang terkait dengan sin 15° ini sama karena
( 6 - 2 )2 = 8 - 4 3 = 4 (2 - 3 ) ¤ 6 - 2 = 2 2 - 3 ¤ 14 ( 6 - 2 ) = 12 2 - 3.
Karena f (x) = a cos x + b sin x = K cos (x - f), maka nilai minimum dan maksimum dari fungsi f adalah −K
dan K, dengan K = a 2 + b 2 .
♦ Bentuk kedua memberikan a cos x + b sin x = ( Ksin f ) cos x + (K cos f )sin x, yang berlaku untuk setiap x.
Dari kesamaan ini diperoleh a = K sin φ dan b = K cos φ, yang mengakibatkan a + b = K dan tan f = ba .
2 2 2
Karena f (x) = a cos x + b sin x = K sin (x + f), maka nilai minimum dan maksimum dari fungsi f adalah −K
dan K, dengan K = a 2 + b 2 .
Contoh
Berdasarkan sifat ini, nilai minimum dan maksimum dari fungsi f (x) = cos x − sin x adalah - 2 dan 2.
Catatan Meskipun -1 £ cos x £ 1 dan - 1 £ - sin x £ 1 "x Œ\ mengakibatkan -2 £ cos x - sin x £ 2, nilai
minimum dan maksimum dari fungsi f bukan −2 dan 2 karena nilai ekstrim dari y = cos x dan y = sin x tidak
dicapai di tempat yang sama.
Untuk menentukan ekstrim fungsi f (x) = 1 + (2sin x - cos x) 2 dengan sifat di atas, berikut ini prosesnya.
- 5 £ 2sin x - cos x £ 5 fi 0 £ (2sin x - cos x) 2 £ 5 fi 1 £ f (x) = 1 + (2sin x - cos x) 2 £ 6.
Jadi nilai minimum dan maksimum dari fungsi f adalah 1 dan 6.
Fungsi Trigonometri 8 Koko Martono, FMIPA - ITB
Rumus dasar limit fungsi trigonometri
v
Teorema lim sinx x = 1 (rumus dasar limit fungsi trigonometri)
1 xÆ0
C Bukti Karena luas ∆OAB < luas sektor OAB < luas ∆OAC; 0 < x < π/2, maka
B
1 ⋅1⋅sin x < x ⋅π⋅12 < 1 ⋅1⋅tan x, akibatnya sin x < x < sin x . Dari sini diper-
−1 0 x 1 2 2p 2 cos x
−x D A
O u oleh 1 < sin x < cos x , sehingga cos x < x < 1. Untuk 0 < x < π/2 berlaku
x 1 sin x
1
0 < sin 12 x < 12 x fi sin 2 12 x < 14 x 2 fi 1 - 2sin 2 12 x > 1 - 12 x 2 fi cos x > 1 - 12 x 2 .
u + v = 1 −1
2 2
Akibatnya diperoleh ketaksamaan 1 - 12 x 2 < cos x < sinx x < 1, 0 < x < 12 p .
Jika - 12 p < x < 0, maka 0 < - x < 12 p . Gantilah peranan x dengan −x pada ketaksamaan terakhir, maka hasilnya
sama. Jadi diperoleh ketaksamaan 1 - 12 x 2 < cos x < sinx x < 1, - 12 p < x < 12 p , x π 0 dengan lim 1 - 12 x 2 = 1 dan
xÆ0
( )
lim 1 = 1 . Karena limit pengapitnya sama, maka lim sinx x = 1 .
xÆ0 xÆ0
= (cos c) limcos ( x - c) - (sin c) lim sin ( x - c) = (cos c)◊1 - (sin c)◊0 = cos c = f (c).
xÆc xÆc
Fungsi f (x) = sin x kontinu di sebarang bilangan real c pada daerah asalnya karena
lim f (x) = lim sin x = lim sin (( x - c) + c ) = lim (sin ( x - c) cos c + cos ( x - c)sin c )
xÆc xÆc xÆc xÆc
= (cos c) lim sin ( x - c) + (sin c) lim cos ( x - c) = (cos c)◊0 + (sin c)◊1 = sin c = f (c).
xÆc xÆc
Fungsi f (x) = tan x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = cos
sin x dengan y = sin x dan y = cos x kontinu
x
pada daerah asal fungsi tangen.
Fungsi f (x) = cot x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = cos x dengan y = sin x dan y = cos x kontinu
sin x
pada daerah asal fungsi kotangen.
Fungsi f (x) = sec x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = cos
1 dengan y = cos x kontinu pada daerah
x
asal fungsi sekan.
Fungsi f (x) = csc x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = sin1 x dengan y = sin x kontinu pada daerah
asal fungsi kosekan.
dx ( cos x )
d (tan x) = d sin x = cos x + sin x = 1 = sec 2 x = tan 2 x + 1.
2 2
f ¢(x) = dx 2
cos x cos2 x
Fungsi f (x) = cot x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan
( )
d (cot x) = d cos x = - sin x - cos x = -1 = - csc 2 x = - cot 2 x - 1.
2 2
f ¢(x) = dx 2
dx sin x sin x sin 2 x
Fungsi f (x) = sec x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan
dx ( cos x )
f ¢(x) = dx
d (sec x) = d 1 = - - sin2 x = cos
1 sin x = sec x tan x.
x cos x cos x
Fungsi f (x) = csc x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan
dx ( sin x )
f ¢(x) = dx
d (csc x) = d 1 = - cos x = - 1 cos x = - csc x cot x.
2 sin x sin x sin x
Ú
d (cos x) = - sin x fi d (- cos x) = sin x dx fi sin x dx = - cos x + C.
dx
sin x sin xdx d (cos x )
Ú tan x dx = Ú cos x dx = Ú cos x = - Ú cos x = - ln|cos x | + C = ln |sec x | + C.
cos x cos xdx d (sin x )
Ú cot x dx = Ú sin x dx = Ú sin x = Ú sin x = ln|sin x | + C.
sec x + tan x (sec x tan x + sec2 x) dx d (sec x + tan x)
Ú sec x dx = Ú sec x ◊ sec x + tan x dx = Ú sec x + tan x = Ú sec x + tan x = ln|sec x + tan x | + C.
csc x - cot x ( - csc x cot x + csc2 x) dx d (csc x - cot x)
Ú csc x dx = Ú csc x ◊ csc x - cot x dx = Ú csc x - cot x = Ú csc x - cot x = ln|csc x - cot x | + C.
Contoh khusus
Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
p
Ú0 sin x dx = ( - cos x )0 = -( -1) - (-1) = 1 + 1 = 2.
p
Ú sin x dx = - cos x + C dan
Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
2 2
Dari cos 2 x = 2cos 2 x - 1 = 1 - 2sin 2 x diperoleh 2sin 2 x =1 - cos 2 x, sehingga sin 2 x = 12 - 12 cos 2 x. Akibatnya
( ) ( )
x dx = 12 x - 14 sin 2 x = ( 12 p - 0) - (0 - 0) = 12 p .
p p
Ú sin
2
x dx = Ú 12 - 12 cos 2 x dx = 12 x - 14 sin 2 x + C dan Ú0 sin
2
0
Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
3 3
Ú sin x dx = Ú sin 2 x ◊ (sin x) dx = Ú (1 - cos 2 x)(- d (cos x)) = - Ú d (cos x) + Ú cos 2 x d (cos x) = - cos x + 13 cos3 x + C.
3
( ) ( ) (
x dx = - cos x + 13 cos3 x = - (-1) - ( - 13 ) + 1 - 13 = 23 + 23 = 43 . )
p p
Ú0 sin
3
0
Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
4 4
Karena
( ) ( )
2
sin 4 x = 12 - 12 cos 2 x = 14 - 12 cos 2 x + 14 cos 2 2 x = 14 - 12 cos 2 x + 14 12 + 12 cos 4 x = 83 - 12 cos 2 x + 81 cos 4 x ,
maka diperoleh
Ú sin x dx = Ú ( 83 - 12 cos 2 x + 81 cos 4 x ) dx = 83 x - 14 sin 2 x + 32
1 sin 4 x + C.
4
p
Ú0 sin
4
(
x dx = 83 x - 14 sin 2 x + 32
0 8 ) ( 8 )
1 sin 4 x p = 3 p - 0 + 0 - (0 - 0 + 0) = 3 p .
Contoh lain
Ú cos x dx = Ú (1 - sin x) (cos x dx) = Ú (1 - 2sin x + sin x) d (sin x) = sin x - 23 sin x + 15 sin x + C.
5 2 2 2 4 3 5
Ú cot x dx = Ú cot x (csc x -1) dx = - Ú cot x d (cot x) - Ú (csc x -1) dx = - 13 cot x + cot x + x + C.
4 2 2 2 2 3
( )
y = cos -1 x ¤ x = cos y = sin 12 p - y ¤ 12 p - y = sin -1 x ¤ cos -1 x + sin -1 x = 12 p .
Invers fungsi trigonometri yang lain dirancang dengan cara sama. Sifat penting yang terkait dengan ran-
cangan invers sekan dan kosekan adalah sec -1 x = cos -1 1x , | x | ≥ 1 dan csc -1 x = sin -1 1x , | x | ≥ 1 .
Grafik invers fungsi trigonometri diperlihatkan gambar berikut.
y y y
-1 -1
π/2 y = sin x y = cos x π x = −π /2 x = π /2
y=x
1 y=x
y = sin x y=x
π /2 π /2
−π /2 −1 0 1 π /2 x 1 y = tan -1x
y = cos x
−π/2 0 π/2 x
−1 −1 0 1 π /2 π x
-p /2
−π /2 −1
y = tan x
dx (
d sin -1 x = dy = 1 = 1 =
dx dx cos y )
1
1 - sin 2 y
=
1
1 - x2
, -1 < x < 1 .
dy
Turunan invers fungsi kosinus Dari cos -1 x + sin -1 x = 12 p , -1 £ x £ 1 diperoleh
( )
d cos -1 x = d 1 p - sin -1 x = - 1 , - 1 < x < 1
dx dx 2 1 - x2
( )
Turunan invers fungsi tangen Dari y = tan -1 x ¤ x = tan y , x Œ\ , - 12 p < y < 12 p diperoleh
d
dx
dy
(
tan -1 x = dx = dx = 2 =
1 1 1
) =
sec y 1 + tan 2 y 1 + x2
1
, x Œ\
dy
Rumus integral yang terkait dengan turunan invers trigonometri adalah
Ú 1 + x2 = tan Ú a2 + x2 = a tan
dx -1 dx 1 -1 x
x+C dan a
+ C, a > 0
Aneka ragam kalkulasi integral yang terkait dengan fungsi trigonometri dan inversnya
(4 - 2 x - 4) dx d ( 4 x - x 2) x-2
Ú Ú Ú2 +Ú = - 4 x -x 2 + 2sin -1 2 + C.
x dx 1 2 dx
=-2 =-
4 x - x2 4 x - x2 4 x - x2 22 - ( x - 2)2
e x dx d (e x )
Ú sech x dx = Ú ex + e- x = 2Ú e2 x + 1 = 2Ú 1+ (ex)2 = 2 tan
2dx -1 x
e + C.
= x ln (1 + x 2 ) - 2 Ú dx + 2 Ú = x ln (1 + x 2 ) - 2 x + 2 tan -1 x + C.
dx
1 + x2
x2dx
Untuk menghitung Ú 4 - x2
kita menggunakan substitusi x = 2 sin t, - 12 p < t < 12 p , yang memberikan
= 2sin -1 2 x - 2 ◊ 2 x ◊ 2 4 - x 2 + C = 2sin -1 2 x - 2 x 4 - x 2 + C.
1 1 1 1 1
Untuk menghitung Ú
dx
kita menggunakan substitusi x = tan t, - 12 p < t < 12 p , yang memberikan
x (1 + x2)2
dx = sec 2t dt dan (1 + x 2 ) 2 = (1 + tan 2t) 2 = (sec 2t) 2 = sec4t . Akibatnya
tan t x
sec t = 1 + x 2 dan sin t = sec t = .
1 + x2
Jadi integralnya adalah
sec2t dt cos2t cos t dt (1 - sin 2t ) d(sin t )
Ú x (1 + x2)2 = Ú tan t ◊ sec4t = Ú tan t ◊ sec2t = Ú sin t ◊ =Ú Ú
dx dt dt
1 sin t
= sin t
cos t cos 2t
x2
= Ú sin t - Ú sin t d (sin t ) = ln|sin t | - 12 sin 2t + C = ln
d (sin t ) | x|
- + C.
1+ x 2 2(1 + x2 )