0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan13 halaman

Tabel Lengkap Fungsi Trigonometri

Teks tersebut merangkum tentang trigonometri, yang meliputi definisi trigonometri sebagai pengukuran sudut dalam segitiga, sejarah perkembangannya, jenis-jenis sudut dan ukurannya, fungsi trigonometri seperti sinus, kosinus, tangen, dan hubungannya dengan sistem koordinat kartesis.

Diunggah oleh

fewewey603
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan13 halaman

Tabel Lengkap Fungsi Trigonometri

Teks tersebut merangkum tentang trigonometri, yang meliputi definisi trigonometri sebagai pengukuran sudut dalam segitiga, sejarah perkembangannya, jenis-jenis sudut dan ukurannya, fungsi trigonometri seperti sinus, kosinus, tangen, dan hubungannya dengan sistem koordinat kartesis.

Diunggah oleh

fewewey603
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dosen: Koko Martono, FMIPA – ITB

1
Pengantar
Trigonometri adalah suatu pengetahuan yang terkait dengan pengukuran sudut dalam segitiga. Istilah
trigonometri berasal dari bahasa Yunani, trigonon artinya segitiga (triangle) dan metron artinya ukuran (mea-
sure). Pada awalnya trigonometri merupakan bagian dari studi ruang angkasa yang mengandaikan matahari,
bulan, dan bintang bergerak, dan untuk menentukan posisinya diperlukan pengertian sudut. Penggunaannya
sangat luas dalam astronomi, navigasi, dan survey sampai sekitar 450 tahun yang lalu. Tokoh yang terkenal
dalam perkembangan trigonometri adalah dua pakar astronomi Yunani, Hiparchus of Nicaea (abad ke-2 sebe-
lum masehi) dan Cladius Ptolomy (abad ke-2 sesudah masehi). Buku trigonometri yang pertama ditulis sekitar
tahun 1600 sesudah masehi oleh Bartholomaus Pitiscus, mahaguru matematika di Heidelberg, Jerman. Saat
ini trigonometri lebih banyak diperkenalkan dengan menggunakan sistem koordinat kartesis dan dikenal se-
bagai suatu cabang matematika yang terkait dengan sifat dan aplikasi fungsi sirkular (circular) yang periodik.
Sudut dan Ukuran Sudut
sinar
sudut siku-siku sudut tumpul
positif positif
sudut sudut
titik sudut positif negatif sudut siku-siku sudut lancip
sudut negatif negatif
sinar

Sinar Sinar adalah suatu ruas garis lurus atau garis lurus dari suatu titik-sumber.
Sudut Sudut adalah suatu besaran yang dibangun dua sinar dengan titik-sumber yang sama. Titik sumber
ini dinamakan titik-sudut. Sudut yang diukur berlawanan arah putaran jarum jam dinamakan sudut positif
dan yang diukur searah putaran jarum jam dinamakan sudut negatif.
Ukuran sudut Satu derajat (1°) adalah sudut yang besarnya 1/360 keliling lingkaran. Satu radian (1 rad
atau 1) adalah sudut pusat lingkaran berjari-jari 1 dihadapan busur yang panjangnya juga 1.
Kaitan Untuk lingkaran berjari-jari 1 satuan, keliling = 360° = 2π. Akibatnya π radian = 180°, sehingga

( )
1 rad = 180
p
D
= (57, 2958)D = 57D17 ¢45¢¢ dan 1D = 180
p = 0,01745 rad.

Sudut θ yang besarnya 90° (seperempat lingkaran) dinamakan sudut siku-siku; sudut θ dengan 0° < θ < 90°
dinamakan sudut lancip, dan sudut θ dengan 90° < θ < 180° dinamakan sudut tumpul.
Ilustrasi 30D = 30 ◊ 180
p = p rad , 45D = 45 ◊ p = p rad , 60D = 60 ◊ p = p rad. Informasi ini sering ditulis
6 180 4 180 3
p p p
dalam bentuk 30° = 6 , 45° = 4 , dan 60° = 3 dan merupakan titik di sumbu-x dengan π = 3,14159 ⋅ ⋅ ⋅

Sinus, Kosinus, Tangen, Kotangen, Sekan, dan Kosekan untuk Sudut Lancip
Gambar Trigonometri Notasi Definisi
sisi siku-siku pengapit –A b
B Kosinus sudut A cos A sisi terpanjang
=c
sisi di depan
sisi di depan –A a
sudut A Sinus sudut A sin A sisi terpanjang
=c
a
sisi di depan –A a
c Tangen sudut A tan A =
sisi siku-siku pengapit –A b
C sisi
sisi siku-siku pengapit –A b
terpanjang Kotangen sudut A cot A sisi di depan –A
=a
b
sisi siku- segitiga ABC
sisi terpanjang c
siku peng- siku-siku di C Sekan sudut A sec A =
sisi siku-siku pengapit –A b
apit sudut A
A sisi terpanjang c
a +b =c
22 2 Kosekan sudut A csc A =
sisi di depan –A a
Sistem Koordinat Kartesis
y y Bidang datar adalah himpunan pasangan terurut
(−x,y) (x,y) K-2 K-1
Kuadran Kuadran \ 2 = \ ¥ \ = {( x, y )| x, y Œ \}.
Kedua Pertama Kuadran Pertama: K-1 = {(x,y) | x > 0 dan y > 0}
titik asal
0 x 0 x Kuadran Kedua: K-2 = {(x,y) | x < 0 dan y > 0}
Kuadran Kuadran Kuadran Ketiga: K-3 = {(x,y) | x < 0 dan y < 0}
(−x,−y) (x,−y)
K e t i ga Keempat Kuadran Keempat:K-4 = {(x,y) | x > 0 dan y < 0}
K-3 K-4

Absis dan ordinat Untuk titik X(x,y) di bidang, x = absis titik X = jarak berarah dari titik (x,y) ke sumbu-y
dan y = ordinat titik X = jarak berarah dari titik (x,y) ke sumbu-x. Jarak berarah berarti jarak ini positif jika
titiknya terletak di kanan atau di atas sumbu dan negatif jika titiknya terletak di kiri atau di bawah sumbu.
Sifat simetri (1) Titik (x,y) dan (−x,y) simetri terhadap sumbu-y; titik (−x,y) diperoleh dengan mencer-
minkan (x,y) terhadap sumbu-y. (2) Titik (x,y) dan (x,−y) simetri terhadap sumbu-x; titik (x,−y) diperoleh
dengan mencerminkan (x,y) terhadap sumbu-x. (3) Titik (x,y) dan (−x,−y) simetri terhadap titik-asal (0.0);
titik (−x,−y) diperoleh dengan mencerminkan (x,y) terhadap titik-asal (0.0).

Fungsi Trigonometri dengan Sistem Koordinat


y Pada lingkaran berjari-jari 1 satuan dengan pusat di O(0,0), jika P(x,y) titik
sebarang pada lingkaran, maka absis x dan ordinat y memenuhi x + y = 1.
2 2
1
P(x,y) y x2 + y2 = 1
Definisi Untuk sebarang titik P(x,y) pada lingkaran x + y = 1, ruas garis OP
2 2

θ membentuk sudut θ dengan sumbu x positif, θ = ∠(OP, sb-x pos). Fungsi


trigonometri untuk sudut θ didefinisikan sebagai:
−1 x 0 1 x
−θ sin q , cot q = cosq , secq = 1 , cscq = 1 .
cosq = x, sin q = y, tan q = cos q sin q cosq sin q
(x,−y) Akibat cos (-q ) = x = cosq dan sin (-q ) = - y = - sin q .
−1
tan (-q ) = - tan q , cot (-q ) = - cot q , sec (-q ) = secq , csc (-q ) = - cscq .
Nilai trigonometri untuk sudut kelipatan 90 derajat
sin 90° = 1, cos 90° = 0, sin 180° = 0, cos 180° = −1, sin 270° = −1, cos 270° = 0, sin 360° = 0, cos 360° = 1.
Sifat fungsi trigonometri
(1) −1 ≤ cos θ ≤ 1, −1 ≤ sin θ ≤ 1, cos θ + sin θ = 1, sec θ = 1 + tan θ , csc θ = 1 + cot θ .
2 2 2 2 2 2

(2) sin (θ + k⋅360°) = sin (θ + 2kπ) = sin θ dan cos (θ + k⋅360°) = cos (θ + 2kπ) = cos θ, k bilangan bulat.
(3) tan (θ + k⋅180°) = tan (θ + kπ) = tan θ, k bilangan bulat.
(4) sin (180°− θ ) = sinθ , cos (180°− θ ) = −cosθ .
(5) sin (90°− θ ) = cosθ , cos (90°− θ ) = sinθ , tan (90°− θ ) = cotθ .
Bukti (1) Dari x + y = 1 diperoleh −1 ≤ x ≤ 1 dan −1 ≤ y ≤ 1. Akibatnya −1 ≤ cosθ ≤ 1 dan −1 ≤ sinθ ≤ 1.
2 2

Dari x + y = 1 dengan x = cosθ dan y = sinθ diperoleh cos θ + sin θ = 1. Bagilah dengan cos θ ,
2 2 2 2 2

diperoleh sec θ = 1 + tan θ . Bagilah dengan sin θ , diperoleh csc θ = 1 + cot θ . „


2 2 2 2 2

(2) Jika titik (x,y) yang terkait dengan θ diputar sejauh kelipatan dari 360° (atau 2π), maka diperoleh
titik yang sama. Akibatnya sin (θ + 2kπ) = sin θ dan cos (θ + 2kπ) = cos θ, k bilangan bulat. „
(3) Jika titik (x,y) yang terkait dengan θ diputar sejauh kelipatan dari 180° (atau π), maka diperoleh
titik (x,y) untuk k bilangan genap atau (−x,−y) untuk k bilangan ganjil. Untuk k bilangan genap,
cos (θ + kπ) = cos θ dan sin (θ + kπ) = sin θ, sehingga tan (θ + kπ) = tan θ. Untuk k bilangan ganjil,
cos (θ + kπ) = −cos θ dan sin (θ + kπ) = −sin θ, yang juga mengakibatkan tan (θ + kπ) = tan θ. „
(4) Jika titik (x,y) terkait dengan θ, maka sudut (−θ ) terkait dengan titik (x,−y) dan sudut (180°− θ )
terkait dengan (−x,y). Akibatnya sin (180°− θ ) = y = sin θ dan cos (180°− θ ) = −x = −cos θ . „
(5) Jika titik (x,y) terkait dengan θ , maka sudut (−θ ) terkait dengan (x,−y). Kemudian, jika titik (x,−y)
dirotasikan sejauh 90° berlawanan putaran jarum jam, maka diperoleh sudut (90°− θ ) yang terkait
dengan titik (y,x). Akibatnya x = cosθ = sin (90°− θ ) = x dan y = sinθ = cos (90°− θ ) = y.
sin (90D-q ) cosq
Dari hasil ini juga diperoleh tan (90D - q ) = = = cot q . „
cos(90D-q ) sin q

Fungsi Trigonometri 2 Koko Martono, FMIPA - ITB


Rumus Sinus dan Kosinus dalam Segitiga
Rumus sinus dan kosinus dalam trigonometri terkait dengan sisi dan sudut sebuah segitiga. Komponen
dari suatu segitiga adalah 3 sisi dan 3 sudut. Kondisi agar tiga ruas garis membentuk segitiga adalah panjang
sebuah ruas garis harus lebih kecil daripada jumlah dua ruas garis lainnya. Kondisi ini juga setara dengan se-
lisih positif dari dua ruas garis harus lebih kecil daripada sisi lainnya. Jumlah sudut dalam dari sebuah segitiga
selalu 180°. Dengan kondisi ini, suatu segitiga telah tertentu ukurannya bilamana pada segitiga itu diketahui :
(1) tiga sisi, tiga sudutnya dapat ditentukan,
(2) dua sudut dan satu sisi, satu sudut dan dua sisi lainnya dapat ditentukan,
(3) dua sisi dan satu sudut, satu sisi dan dua sudut lainnya dapat ditentukan.
Kita perlu merancang rumus untuk menentukan komponen lain tersebut, yang hasilnya dikenal sebagai rumus
sinus dan rumus kosinus. Rumus sinus terkait dengan perbandingan panjang sisi segitiga dengan sudut di de-
pannya sedangkan rumus kosinus terkait dengan kalkulasi sudut dalam segitiga yang ketiga sisinya diketahui.
Rumus Sinus Pada ∆ABC dengan sisi a, b, c dan sudut α, β, γ berlaku sinaa = sinb b = sinc g .
Rumus Kosinus Pada ∆ABC dengan sisi a, b, c dan sudut α, β, γ berlaku
a 2 = b 2 + c 2 - 2bc cos a , b 2 = c 2 + a 2 - 2bc cos b , c 2 = a 2 + b 2 - 2ab cosg .
Bukti Kasus segitiga ABC lancip Kasus segitiga ABC siku-siku Kasus segitiga ABC tumpul
rumus C C C
sinus γ γ γ

b t a b a t b a

α β α β α β
A D c B A c B D A c B
 Jika ∆ABC lancip, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya t = b sin α = a sin β. Kemu-
dian buatlah garis tinggi u yang tegak lurus AC, akibatnya u = a sin γ = c sin α . Susunlah perbandingan
dari kedua hasil ini, maka diperoleh sinaa = b = sinc g . „
sin b
 Jika ∆ABC siku-siku di A, maka b = a sin β dan c = a sin γ . Akibatnya b = c =a= a = a . „
sin b sin g 1 sin a

 Jika ∆ABC tumpul, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya bt = sin (180D - a ) = sin a dan

a = sin b . Kemudian buatlah garis tinggi u yang tegak lurus BC, akibatnya c = sin b dan b = sing . Dari ke-
t u u

dua hasil ini diperoleh t = b sin α = a sin β dan u = b sin γ = c sin β. Akibatnya sinaa = b = sinc g . „
sin b
Bukti rumus kosinus
 Jika ∆ABC lancip, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya AD = b cos α. Gunakan dalil
Pythagoras CD = b − AD , BD = c − AD, dan AD = b cos α , maka diperoleh
2 2 2

a 2 = CD 2 + BD 2 = b 2 - AD 2 + (c - AD ) 2 = b 2 - AD 2 + c 2 - 2 c AD + AD 2 = b 2 + c 2 - 2bc cos a . „
 Jika ∆ABC siku-siku, maka a = b + c = b + c − 2bc cos 90° = b + c − 2bc cos α. „
2 2 2 2 2 2 2

 Jika ∆ABC tumpul, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya
AD = b cos (180°− α ) = −b cos α .
Gunakan dalil Pythagoras CD = b − AD , BD = c + AD, dan AD = −b cos α , maka diperoleh
2 2 2

a 2 = CD 2 + BD 2 = b 2 - AD 2 + (c + AD ) 2 = b 2 - AD 2 + c 2 + 2 c AD + AD 2 = b 2 + c 2 - 2bc cos a . „
 Pembuktian rumus kosinus lainnya diperoleh dengan saling menukar peran a, b, c dan sudut α, β, γ.
Luas Segitiga Luas ∆ABC dengan sisi a, b c dan sudut α, β, γ adalah L = 12 bc sin a = 12 ac sin b = 12 ab sin g .
Bukti
 Jika ∆ABC lancip, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya t = b sin α = a sin β. Luas
∆ABC adalah L = 12 ct = 12 c (b sina ) = 12 bc sin a atau L = 12 ct = 12 c ( a sin b ) = 12 ac sin b . Dengan membuat
garis tinggi u yang tegak lurus BC akan diperoleh L = 12 ab sin g . „

Fungsi Trigonometri 3 Koko Martono, FMIPA - ITB


 Jika ∆ABC siku-siku di A, maka sin α = 1, b = a sin β dan c = a sin γ. Luas ∆ABC adalah
L = 12 bc = 12 bc◊1 = 12 bc sin a , L = 12 bc = 12 c◊b = 12 c◊a sin b = 12 ac sin b , atau L = 12 bc = 12 b◊a sing = 12 ab sing . „
 Jika ∆ABC tumpul, buatlah garis tinggi t = CD yang tegak lurus AB, akibatnya t = b sin (180°− α) = b sin α
= a sin β . Luas ∆ABC adalah L = 12 ct = 12 c (b sina ) = 12 bc sin a atau L = 12 ct = 12 c ( a sin b ) = 12 ac sin b .
Dengan membuat garis tinggi u yang tegak lurus BC akan diperoleh L = 12 ab sin g . „

Luas Segitiga Luas ∆ABC dengan sisi a, b c dan s = 12 (a + b + c) adalah L = s (s - a) (s - b) (s - c).


Bukti Jika γ = ∠ABC, maka luas ∆ABC adalah L = 12 ab sin g . Dari rumus kosinus c 2 = a 2 + b 2 - 2ab cos g di-
a 2 + b2 - c 2
peroleh 2ab cos g = a 2 + b 2 - c 2 , sehingga cos g = 2ab
. Akibatnya

L2 = 14 a 2b 2sin 2g = 14 a 2b 2 (1 - cos 2g ) = 14 a 2b 2 1 - (
( a 2 + b 2 - c 2 )2
4 a 2b2
= 16 )
1 (4a 2b 2 - (a 2 + b 2 - c 2 ) 2 )

= 16
1 (2ab - (a 2 + b 2 - c 2 ))(2ab + (a 2 + b 2 - c 2 )) = 1 (c 2 - (a - b) 2 )((a + b) 2 - c 2)
16
= 16 ( )( )(
1 (c - a + b)(c + a - b)(a + b - c) (a + b + c) = 1 (a + b + c) 1 (b + c - a) 1 (a + c - b) 1 (a + b - c)
2 2 2 2 )( )
= s (s - a)(s - b) (s - c). Jadi L = s (s - a) (s - b) (s - c) . „

Kurva Trigonometri
y y

y = csc x y = csc x y = sec x y = sec x y = sec x

1 1
y = sin x y = sin x y = cos x y = cos x
−π 0 π 2π x −3π /2 −π /2 0 π /2 3π /2 2π x
−1 −1

y = csc x y = csc x y = sec x y = sec x

Kurva y = sin x dan y = csc x Kurva y = cos x dan y = sec x


y y

y = tan x y = tan x y = cot x y = cot x y = cot x

y=x y =-x + p2

−3π /2 −π −π /2 0 π /2 π 3π /2 2π x −3π /2 −π −π /2 0 π /2 π 3π /2 2π x

Kurva y = tan x Kurva y = cot x


y y

1 y = |x| 1 y = |x|
y = sin | x | y = sin | x | y = | sin x |
−3π /2 −π 0 π 2π x −3π /2 −π 0 π 2π x
−1

Kurva y = sin | x | Kurva y = | sin x |


Fungsi Trigonometri 4 Koko Martono, FMIPA - ITB
Rumus Trigonometri Jumlah dan Selisih Dua Sudut
Z Konstruksi kosinus dan sinus untuk jumlah dua sudut lancip
Konstruksi cos (α +β ) dan sin (α +β ) dengan α = ∠XOY dan β = ∠XOY.
P
Pilihlah titik P pada OZ dan buatlah PR ⊥ OY, PS ⊥ OX, RT ⊥ OX.
α
Buatlah RQ ⊥ PS dengan PS dan PR berpotongan di titik U.
Y
Pada gambar ini, ∠UPR = 90° − ∠PUR = 90° − ∠SUO = α.
Q R OS OT - ST OT QR OT OR QR PR
cos (a + b ) = OP = OP
= OP - OP = OR ◊ OP - PR ◊ OP
U
= cos a cos b - sin a sin b .
β SP SQ + PQ RT PQ RT OR PQ PR
α
sin (a + b ) = OP = OP
= OP + OP = OR ◊ OP + PR ◊ OP
O S T X = sin a cos b + cos a sin b .

y Konstruksi kosinus dan sinus untuk jumlah dua sudut sebarang


y′
2 2 Konstruksi cos (α −β ) untuk α = ∠COA, β = ∠COB, dan α − β = ∠BOA
A 1 L : x +y =1
dengan A, B, C(1,0) terletak pada L: x + y = 1.
2 2

Karena A, B ∈ L: x + y = 1, maka A(cos α , sin α) dan B(cos β , sin β).


2 2
B x′
α−β Dengan menggunakan rumus jarak dua titik diperoleh
α β C
AB 2 = (cos a - cos b )2 + (sin a - sin b )2 = 2(1 - (cos a cos b + sin a sin b ))
−1 0 1 x
Rotasikan sistem koordinat xoy ke x′o y′ sehingga OB ≡ sumbu-x′. Aki-
batnya koordinat A dan B menjadi A(cos (α −β ), sin (α −β )) dan B(1,0).
Dengan menggunakan rumus jarak dua titik diperoleh
−1
AB 2 = (cos (a -b ) -1)2 + sin 2 (a -b ) = 2(1 - cos(a -b )).
Dari kesamaan AB 2 = 2 (1 - (cos a cos b + sin a sin b )) dan AB 2 = 2(1 - cos(a -b )) langsung diperoleh sifat
cos (a -b ) = cos a cos b + sin a sin b . „

Teorema (1) cos (a - b ) = cos a cos b + sin a sin b (3) sin (a + b ) = sin a cos b + cos a sin b
(2) cos (a + b ) = cos a cos b - sin a sin b (4) sin (a - b ) = sin a cos b - cos a sin b
Bukti (1) Lihat konstruksi rumus di atas.
(2) Ganti peranan β dengan −β pada rumus (1) serta gunakan cos (−β ) = cos β dan sin (−β ) = −sin β ,
diperoleh cos (a - b ) = cos (a + (-b )) = cos a cos (-b ) - sin a sin (-b ) = cos a cos b + sin a sin b . „

( )
(3) Dari rumus (1) diperoleh cos p2 - q = cos p2 cosq + sin p2 sin q = sin q . Jadi cos p2 - q = sin q . ( )
Dari hasil ini, ganti peranan θ dengan p2 - q dan bacalah dari kanan ke kiri, diperoleh sin p2 - q = cosq . ( )
( ) (( ) )
Jadi sin (a + b ) = cos p2 - (a + b ) = cos p2 - a - b = cos p2 - a cos b + sin p2 - a sin b ( ) ( )
= sin a cos b + cos a sin b . „
(4) Ganti peranan β dengan −β pada rumus (3) serta gunakan cos (−β ) = cos β dan sin (−β ) = −sin β , diper-
oleh sin (a - b ) = sin (a + (-b )) = sin a cos (-b ) + cos a sin (-b ) = sin a cos b + cos a sin b . „

Teorema Jika α, β, dan γ adalah sudut dalam ∆ABC, maka cos α = −cos ( β + γ ) dan sin α = sin ( β + γ ).
Bukti Pada ∆ABC dengan sudut dalam α, β, dan γ berlaku α + β + γ = 180°, akibatnya α = 180°− ( β + γ ).
Dengan menggunakan rumus kosinus dan sinus selisih dua sudut diperoleh:
cos a = cos (180D - ( b + g )) = cos180Dcos ( b + g ) + sin180Dsin ( b + g )
= ( -1)cos ( b + g ) + (0) sin ( b + g ) = - cos ( b + g ) . „

sin a = sin (180D - ( b + g )) = sin180Dcos ( b + g ) - cos180Dsin ( b + g )


= (0) cos ( b + g ) - ( -1) sin ( b + g ) = sin ( b + g ) . „

Fungsi Trigonometri 5 Koko Martono, FMIPA - ITB


Nilai eksak trigonometri untuk sudut khusus
Selain nilai eksak sin 30D = 12 , sin 45D = 12 2, sin 60D = 12 3, cos30D = 12 3, cos 45D = 12 2, dan cos 60D = 12 ,
nilai eksak trigonometri lainnya dapat dirancang dengan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut.
sin15D = sin (45D - 30D) = sin 45Dcos30D - cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 - 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 - 2 ) = cos 75D.

sin 75D = sin (45D + 30D) = sin 45Dcos30D + cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 + 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 + 2 ) = cos15D.

sin 15D
1
( 6 - 2)
tan15D =
6- 2 6 - 2 6 - 2 8 - 2 12 8 - 4 3
D = 4
= = ◊ = 6 - 2 = 4 = 2 - 3.
cos 15 1
( 6 + 2) 6+ 2 6+ 2 6- 2
4

sin75D
1
( 6 + 2)
tan 75D =
6+ 2 6 + 2 6 + 2 8 + 2 12 8 + 4 3
= 4
= = ◊ = 6 - 2 = 4 = 2 + 3.
cos 75D 1
( 6 - 2) 6- 2 6- 2 6+ 2
4

Rumus trigonometri untuk tangen dan kotangen jumlah dan selisih dari dua sudut
sin a cos b + cos a sin b sin a sin b
sin (a + b ) sin a cos b + cosa sin b cosa sin b cos a + cos b tan a + tan b
tan (a + b ) = cos (a + b ) = cosa cos b - sin a sin b = cosa cos b - sin a sin b = sin a sin b
= 1 - tan a tan b .
1 - cosa ◊
cos a sin b cos b
tan a + tan (- b ) tan a - tan b
Ganti β dengan −β , maka diperoleh tan (a - b ) = tan (a + (-b )) = 1 - tan a tan (- b ) = 1 + tan a tan b .

1 - tan a tan b
1 - cot1a ◊ cot1 b cot a cot b - 1
1
cot (a + b ) = tan (a + b ) = tan a + tan b = 1 = cot a + cot b .
+ 1
cot a cot b
cot a cot (- b ) - 1 cot a cot b + 1
Ganti β dengan −β , maka diperoleh cot (a - b ) = cot (a + (-b )) = cot a + cot (- b ) = - cot a - cot b .

Contoh Jika α, β, dan γ adalah sudut dalam ∆ABC, buktikan tan α + tan β + tan γ = tan α tan β tan γ .
Bukti Pada ∆ABC dengan sudut dalam α, β, dan γ berlaku α + β + γ = 180°, akibatnya γ = 180°− (α + β ).
tan 180D- tan (a + b )
Dari sini diperoleh tan g = tan (180D - (a + b )) = D = - tan (1a + b ) = - tan (a + b ) .
1 + tan 180 - tan (a + b )
Kemudian, dari rumus tangen jumlah dua sudut diperoleh tan α + tan β = (tan (α + β ))(1 − tan α tan β ).
Gunakan kedua infotmasi ini, maka diperoleh
tan a + tan b + tan g = (tan (a + b ))(1 - tan a tan b ) - tan (a + b )
= tan (a + b ) - (tan (a + b )) tan a tan b - tan (a + b )
= - (tan (a + b )) tan a tan b = tan a tan b tan g . „

Teorema (1) cos (α + β ) + cos (α − β ) = 2 cos α cos β (5) cos f + cosq = 2cos 12 (f + q ) cos 12 (f - q )
(2) cos (α + β ) − cos (α − β ) = −2 sin α sin β (6) cos f - cosq = -2sin 12 (f + q )sin 12 (f - q )
(3) sin (α + β ) + sin (α − β ) = −2 sin α cos β (7) sin f + sin q = 2sin 12 (f + q ) cos 12 (f - q )
(4) sin (α + β ) − sin (α − β ) = −2 cos α cos β (8) sin f - sin q = 2cos 12 (f + q ) cos 12 (f - q )
Bukti (1) dan (5) Jumlahkan cos (a + b ) = cos a cos b - sin a sin b dan cos (a - b ) = cos a cos b + sin a sin b ,
maka diperoleh cos (α + β ) + cos (α − β ) = 2 cos α cos β . Beri nama baru φ = α + β dan θ = α − β , akibatnya
a = 12 (f + q ) dan a = 12 (f - q ) . Dari rumus (1) langsung diperoleh cos f + cosq = 2cos 12 (f + q )cos 12 (f - q ) . „
Bukti (2) dan (6) dikerjakan dengan cara yang sama, jumlah diganti selisih. Kerjakan untuk latihan!
Bukti (3) dan (7) Jumlahkan sin (a + b ) = sin a cos b + cos a sin b dan sin (a - b ) = sin a cos b - cos a sin b ,
maka diperoleh sin (α + β ) + sin (α − β ) = 2 sin α cos β . Beri nama baru φ = α + β dan θ = α − β , akibatnya
a = 12 (f + q ) dan a = 12 (f - q ) . Dari rumus (3) langsung diperoleh sin f + sin q = 2sin 12 (f + q ) cos 12 (f - q ) . „
Bukti (4) dan (8) dikerjakan dengan cara yang sama, jumlah diganti selisih. Kerjakan untuk latihan!

Fungsi Trigonometri 6 Koko Martono, FMIPA - ITB


Rumus trigonometri sudut ganda dan setengah sudut
Rumus trigonometri untuk sudut ganda diperoleh dengan cara mengambil β = α dari rumus yang terkait.
Dari sin (a + b ) = sin a cos b + cos a sin b diperoleh sin 2a = sina cosa + cosa sina = 2sina cosa .
Dari cos (a + b ) = cos a cos b - sin a sin b diperoleh cos 2a = cos 2a -sin 2a = 2cos 2a - 1 =1 - 2sin 2a .
tan a + tan b tan a + tana 2tan a
Dari tan (a + b ) = 1 - tan a tan b diperoleh tan 2a = 1 - tan a tana = .
1 - tan 2a
cot a cot b - 1 cot a cot a - 1 cot 2a - 1 cot 2a - 1 tan 2a 1 - tan 2a
Dari cot (a + b ) = cot a + cot b diperoleh cot 2a = cot a + cota = 2cot a = 2cot a ◊ 2 = 2 tan a .
tan a

Rumus trigonometri berikut mengaitkan sin 2α dan cos 2α dengan tan α .


sin a ◊ cos 2a = 2 tan a ◊ 1 = 2 tan a .
sin 2a = 2sina cosa = 2 cos a sec2 a 1 + tan 2 a
2 2 2 - 1 - tan 2a 1 - tan 2a
cos 2a = 2cos 2a - 1 = -1 = -1 = = .
sec a
2 1 + tan a
2 1 + tan 2a 1 + tan 2a

Rumus trigonometri setengah sudut diperoleh dari rumus cos 2a = 2cos 2a - 1 = 1 - 2sin 2a .
Dari cos a = 2cos 2 12 a - 1 diperoleh 2cos 2 12 a = 1 + cos a , sehingga cos 2 12 a = 12 (1 + cos a ) . Akibatnya

cos 12 a = 12 (1 + cos a ) jika cos 12 a ≥ 0 dan cos 12 a = - 12 (1 + cos a ) jika cos 12 a £ 0.


Dari cos a = 1 - 2sin 2 12 a diperoleh 2sin 2 12 a = 1 - cos a , sehingga sin 2 12 a = 12 (1 - cos a ) . Akibatnya

sin 12 a = 12 (1 - cos a ) jika sin 12 a ≥ 0 dan sin 12 a = - 12 (1 - cos a ) jika sin 12 a £ 0.

Contoh aplikasi
Dari rumus setengah sudut diperoleh cos 22,5D = 12 (1 + cos 45D) = 2 (1 + 1 2) = 1 2 +
4 2 2
2 dan

sin 22,5D = 12 (1 - cos 45D) = 2 (1 - 1 2) = 1 2 -


4 2 2
2 . Dengan menggunakan ini diperoleh

sin 22,5D
tan 22,5D = = 2- 2 = 2- 2 = 2- 2 ◊ 2- 2 = 2- 2 = 2 -1
cos 22,5D 2+ 2 2+ 2 2+ 2 2- 2 2
dan
cot 22,5D =
1 1 1 2 +1
D = = ◊ = 2 +1.
tan 22,5 2 - 1 2 - 1 2 +1

sin 75D = sin (45D + 30D) = sin 45Dcos30D + cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 + 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 + 2 ) = cos15D.
Dengan menggunakan ini diperoleh

sin 7,5D = 12 (1 - cos15D) = 12 (1 - 14 ( 6 + 2)) = 16


8 (1 - 1 ( 6 + 2)) = 1 2 (4 - 6 - 2 ) .
4 4

sin15D = sin (45D - 30D) = sin 45Dcos30D - cos 45Dsin 30D = 12 2 ◊ 12 3 - 12 2 ◊ 12 = 14 ( 6 - 2 ) = cos 75D.
Dengan mengunakan ini diperoleh

cos37,5D = 12 (1 + cos 75D) = 12 (1 + 14 ( 6 - 2)) = 16


8 (1 + 1 ( 6 - 2)) = 1 2 (4 + 6 - 2 ) .
4 4
Dengan menggunakan rumus setengah sudut diperoleh

sin15D = 12 (1 - cos30D) = 2 (1 - 1 3 ) = 1 2 - 3.
4 2 2
Kedua hasil yang terkait dengan sin 15° ini sama karena
( 6 - 2 )2 = 8 - 4 3 = 4 (2 - 3 ) ¤ 6 - 2 = 2 2 - 3 ¤ 14 ( 6 - 2 ) = 12 2 - 3.

Fungsi Trigonometri 7 Koko Martono, FMIPA - ITB


Sifat Fungsi Trigonometri
Periode fungsi trigonometri
Fungsi f (x) = cos x dan g (x) = sin x adalah fungsi periodik dengan periode 2π. Kurvanya terulang lagi untuk
selang yang panjangnya 2π. Secara formal, terdapat bilangan real k sehingga f (x + k) = f (x) ∀x ∈ Df dan
g(x + k) = g(x) ∀x ∈ Dg dengan bilangan positif terkecil yang memenuhi hubngan ini adalah 2π.
Fungsi f (x) = cos (ω x + δ ) dan g (x) = sin (ω x + δ ), ω > 0 adalah fungsi periodik dengan periode 2wp .
Fungsi f (x) = tan x dan g (x) = cot x adalah fungsi periodik dengan periode π. Kurvanya terulang lagi untuk
selang yang panjangnya π. Secara formal, terdapat bilangan real k sehingga f (x + k) = f (x) ∀x ∈ Df dan
g(x + k) = g(x) ∀x ∈ Dg dengan bilangan positif terkecil yang memenuhi hubungan ini adalah π.
Fungsi f (x) = tan (ω x + δ ) dan g (x) = cot (ω x + δ ), ω > 0 adalah fungsi periodik dengan periode pw .
Periode fungsi sekan dan kosekan sebagai kebalikan dari kosinus dan sinus mempunyai periode sama se-
perti fungsi kosinus dan sinus.
Contoh
Berdasarkan sifat ini, fungsi
( )
f (x) = cos 4 x + sin 4 x = (sin 2 x + cos 2 x)2 - 2sin 2 x cos 2 x =1 - 12 sin 2 2 x =1 - 12 12 - 12 cos 4 x = 34 + 14 cos 4 x
mempunyai periode 24p atau p2 .
Berdasarkan sifat ini, fungsi
( ) ( )
2
f (x) = sin 4 x = (sin 2 x)2 = 12 - 12 cos 2 x = 14 - 12 cos 2 x + 14 cos 2 2 x = 14 - 12 cos 2 x + 14 12 + 12 cos 4 x
= 83 - 12 cos 2 x + 18 cos 4 x
mempunyai periode 22p atau π , yang terbesar di antara periode fungsi y = 12 cos 2 x dan y = 18 cos 4 x.

Nilai ekstrim dari kombinasi sinus dan kosinus


Nilai minimum dan maksimum dari fungsi f (x) = cos x adalah −1 dan 1 karena -1 £ f (x) = cos x £ 1 "x Œ\ .
Nilai minimum dan maksimum dari fungsi g (x) = sin x adalah −1 dan 1 karena -1 £ g (x) = sin x £ 1 "x Œ\ .
Untuk menentukan ekstrim fungsi h (x) = a cos x + b sin x, x Œ\ dengan a dan b konstanta, tulislah
a cos x + b sin x = K cos (x - f) atau a cos x + b sin x = K sin (x + f) dengan K > 0 dan φ akan dicari.
♦ Bentuk pertama memberikan a cos x + b sin x = ( K cosf )cos x + (Ksinf )sin x, yang berlaku untuk setiap x.
Dari kesamaan ini diperoleh a = K cos φ dan b = K sin φ, yang mengakibatkan a + b = K dan tan f = ba .
2 2 2

Karena f (x) = a cos x + b sin x = K cos (x - f), maka nilai minimum dan maksimum dari fungsi f adalah −K
dan K, dengan K = a 2 + b 2 .
♦ Bentuk kedua memberikan a cos x + b sin x = ( Ksin f ) cos x + (K cos f )sin x, yang berlaku untuk setiap x.
Dari kesamaan ini diperoleh a = K sin φ dan b = K cos φ, yang mengakibatkan a + b = K dan tan f = ba .
2 2 2

Karena f (x) = a cos x + b sin x = K sin (x + f), maka nilai minimum dan maksimum dari fungsi f adalah −K
dan K, dengan K = a 2 + b 2 .

Contoh
Berdasarkan sifat ini, nilai minimum dan maksimum dari fungsi f (x) = cos x − sin x adalah - 2 dan 2.
Catatan Meskipun -1 £ cos x £ 1 dan - 1 £ - sin x £ 1 "x Œ\ mengakibatkan -2 £ cos x - sin x £ 2, nilai
minimum dan maksimum dari fungsi f bukan −2 dan 2 karena nilai ekstrim dari y = cos x dan y = sin x tidak
dicapai di tempat yang sama.
Untuk menentukan ekstrim fungsi f (x) = 1 + (2sin x - cos x) 2 dengan sifat di atas, berikut ini prosesnya.
- 5 £ 2sin x - cos x £ 5 fi 0 £ (2sin x - cos x) 2 £ 5 fi 1 £ f (x) = 1 + (2sin x - cos x) 2 £ 6.
Jadi nilai minimum dan maksimum dari fungsi f adalah 1 dan 6.
Fungsi Trigonometri 8 Koko Martono, FMIPA - ITB
Rumus dasar limit fungsi trigonometri
v
Teorema lim sinx x = 1 (rumus dasar limit fungsi trigonometri)
1 xÆ0
C Bukti Karena luas ∆OAB < luas sektor OAB < luas ∆OAC; 0 < x < π/2, maka
B
1 ⋅1⋅sin x < x ⋅π⋅12 < 1 ⋅1⋅tan x, akibatnya sin x < x < sin x . Dari sini diper-
−1 0 x 1 2 2p 2 cos x
−x D A
O u oleh 1 < sin x < cos x , sehingga cos x < x < 1. Untuk 0 < x < π/2 berlaku
x 1 sin x
1
0 < sin 12 x < 12 x fi sin 2 12 x < 14 x 2 fi 1 - 2sin 2 12 x > 1 - 12 x 2 fi cos x > 1 - 12 x 2 .
u + v = 1 −1
2 2

Akibatnya diperoleh ketaksamaan 1 - 12 x 2 < cos x < sinx x < 1, 0 < x < 12 p .
Jika - 12 p < x < 0, maka 0 < - x < 12 p . Gantilah peranan x dengan −x pada ketaksamaan terakhir, maka hasilnya
sama. Jadi diperoleh ketaksamaan 1 - 12 x 2 < cos x < sinx x < 1, - 12 p < x < 12 p , x π 0 dengan lim 1 - 12 x 2 = 1 dan
xÆ0
( )
lim 1 = 1 . Karena limit pengapitnya sama, maka lim sinx x = 1 . „
xÆ0 xÆ0

Akibat Dari ketaksamaan rumus dasar trigonometri ini juga diperoleh


lim cos x = 1 dan lim cos (x - c) = lim cos (x - c) = 1.
xÆ0 xÆc ( x -c )Æ 0
Sifat lain yang diperoleh dari rumus dasar trigonometri ini adalah
lim sin x = 0, lim tan x = 0, lim tanx x = 1, dan lim tanx x = 1.
xÆ0 xÆ0 xÆ0 xÆ0
Dari lim sin x = 0 diperoleh lim sin (x - c) = lim sin (x - c) = 0.
xÆ0 xÆc ( x - c )Æ0

Kekontinuan fungsi trigonometri pada daerah asalnya


Fungsi f (x) = cos x kontinu di sebarang bilangan real c pada daerah asalnya karena
lim f (x) = lim cos x = lim cos (( x - c) + c ) = lim (cos ( x - c) cos c - sin ( x - c)sin c )
xÆc xÆc xÆc xÆc

= (cos c) limcos ( x - c) - (sin c) lim sin ( x - c) = (cos c)◊1 - (sin c)◊0 = cos c = f (c).
xÆc xÆc

Fungsi f (x) = sin x kontinu di sebarang bilangan real c pada daerah asalnya karena
lim f (x) = lim sin x = lim sin (( x - c) + c ) = lim (sin ( x - c) cos c + cos ( x - c)sin c )
xÆc xÆc xÆc xÆc

= (cos c) lim sin ( x - c) + (sin c) lim cos ( x - c) = (cos c)◊0 + (sin c)◊1 = sin c = f (c).
xÆc xÆc

Fungsi f (x) = tan x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = cos
sin x dengan y = sin x dan y = cos x kontinu
x
pada daerah asal fungsi tangen.
Fungsi f (x) = cot x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = cos x dengan y = sin x dan y = cos x kontinu
sin x
pada daerah asal fungsi kotangen.
Fungsi f (x) = sec x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = cos
1 dengan y = cos x kontinu pada daerah
x
asal fungsi sekan.
Fungsi f (x) = csc x kontinu pada daerah asalnya karena f (x) = sin1 x dengan y = sin x kontinu pada daerah
asal fungsi kosekan.

Keterdiferensialan fungsi trigonometri pada daerah asalnya


Fungsi f (x) = sin x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan f ¢(x) = cos x karena
f (t ) - f (x) sin t - sin x 2cos 12 (t + x) sin 12 (t - x)
f ¢(x) = lim t-x
= lim t-x
= lim = cos 12 (x + x) ◊ 1 = cos x.
tÆx tÆx tÆ x 2◊ 12 (t - x)
Fungsi f (x) = cos x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan f ¢(x) = - sin x karena
f (t ) - f (x) cos t - cos x -2sin 12 (t + x) sin 12 (t - x)
f ¢(x) = lim t-x
= lim t-x
= lim = - sin 12 (x + x) ◊ 1 = - sin x.
tÆx tÆx tÆx 2◊ 12 (t - x)

Fungsi Trigonometri 9 Koko Martono, FMIPA - ITB


Fungsi f (x) = tan x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan

dx ( cos x )
d (tan x) = d sin x = cos x + sin x = 1 = sec 2 x = tan 2 x + 1.
2 2
f ¢(x) = dx 2
cos x cos2 x
Fungsi f (x) = cot x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan
( )
d (cot x) = d cos x = - sin x - cos x = -1 = - csc 2 x = - cot 2 x - 1.
2 2
f ¢(x) = dx 2
dx sin x sin x sin 2 x
Fungsi f (x) = sec x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan
dx ( cos x )
f ¢(x) = dx
d (sec x) = d 1 = - - sin2 x = cos
1 sin x = sec x tan x.
x cos x cos x
Fungsi f (x) = csc x terdiferensialkan pada daerah asalnya dengan
dx ( sin x )
f ¢(x) = dx
d (csc x) = d 1 = - cos x = - 1 cos x = - csc x cot x.
2 sin x sin x sin x

Kalkulus integral fungsi trigonometri


Rumus integral tak-tentu dari fungsi trigonometri diperoleh dari rumus diferensial yang terkait atau di-
kalkulasi dengan menggunakan teknik pengintegralan.
Ú
d (sin x) = cos x fi d (sin x) = cos x dx fi cos x dx = sin x + C.
dx

Ú
d (cos x) = - sin x fi d (- cos x) = sin x dx fi sin x dx = - cos x + C.
dx
sin x sin xdx d (cos x )
Ú tan x dx = Ú cos x dx = Ú cos x = - Ú cos x = - ln|cos x | + C = ln |sec x | + C.
cos x cos xdx d (sin x )
Ú cot x dx = Ú sin x dx = Ú sin x = Ú sin x = ln|sin x | + C.
sec x + tan x (sec x tan x + sec2 x) dx d (sec x + tan x)
Ú sec x dx = Ú sec x ◊ sec x + tan x dx = Ú sec x + tan x = Ú sec x + tan x = ln|sec x + tan x | + C.
csc x - cot x ( - csc x cot x + csc2 x) dx d (csc x - cot x)
Ú csc x dx = Ú csc x ◊ csc x - cot x dx = Ú csc x - cot x = Ú csc x - cot x = ln|csc x - cot x | + C.

Contoh khusus
Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
p
Ú0 sin x dx = ( - cos x )0 = -( -1) - (-1) = 1 + 1 = 2.
p
Ú sin x dx = - cos x + C dan
Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
2 2

Dari cos 2 x = 2cos 2 x - 1 = 1 - 2sin 2 x diperoleh 2sin 2 x =1 - cos 2 x, sehingga sin 2 x = 12 - 12 cos 2 x. Akibatnya

( ) ( )
x dx = 12 x - 14 sin 2 x = ( 12 p - 0) - (0 - 0) = 12 p .
p p
Ú sin
2
x dx = Ú 12 - 12 cos 2 x dx = 12 x - 14 sin 2 x + C dan Ú0 sin
2
0

Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
3 3

Ú sin x dx = Ú sin 2 x ◊ (sin x) dx = Ú (1 - cos 2 x)(- d (cos x)) = - Ú d (cos x) + Ú cos 2 x d (cos x) = - cos x + 13 cos3 x + C.
3

( ) ( ) (
x dx = - cos x + 13 cos3 x = - (-1) - ( - 13 ) + 1 - 13 = 23 + 23 = 43 . )
p p
Ú0 sin
3
0

Integral tak-tentu dari y = sin x dan integral tentu dari y = sin x pada selang [0,π] adalah sebagai berikut.
4 4

Karena
( ) ( )
2
sin 4 x = 12 - 12 cos 2 x = 14 - 12 cos 2 x + 14 cos 2 2 x = 14 - 12 cos 2 x + 14 12 + 12 cos 4 x = 83 - 12 cos 2 x + 81 cos 4 x ,
maka diperoleh
Ú sin x dx = Ú ( 83 - 12 cos 2 x + 81 cos 4 x ) dx = 83 x - 14 sin 2 x + 32
1 sin 4 x + C.
4

p
Ú0 sin
4
(
x dx = 83 x - 14 sin 2 x + 32
0 8 ) ( 8 )
1 sin 4 x p = 3 p - 0 + 0 - (0 - 0 + 0) = 3 p .

Contoh lain
Ú cos x dx = Ú (1 - sin x) (cos x dx) = Ú (1 - 2sin x + sin x) d (sin x) = sin x - 23 sin x + 15 sin x + C.
5 2 2 2 4 3 5

Ú tan x dx = Ú tan x (sec x -1) dx = Ú tan x d (tan x) - Ú tan x dx = 12 tan x - ln|sec x | + C.


3 2 2

Ú cot x dx = Ú cot x (csc x -1) dx = - Ú cot x d (cot x) - Ú (csc x -1) dx = - 13 cot x + cot x + x + C.
4 2 2 2 2 3

Fungsi Trigonometri 10 Koko Martono, FMIPA - ITB


Invers fungsi trigonometri
Dengan membatasi daerah asalnya, ketiga fungsi berikut satu-kesatu, sehingga mempunyai invers.
y = sin x, - 12 p £ x £ 12 p , y = cos x,0 £ x £ p , dan y = tan x, - 12 p < x < 12 p .
Invers fungsi sinus Invers dari y = sin x, - 12 p £ x £ 12 p ditulis y = sin -1 x adalah fungsi yang memenuhi
y = sin -1 x ¤ x = sin y, -1 £ x £ 1, - 12 p £ y £ 12 p
Invers fungsi kosinus Invers dari y = cos x,0 £ x £ p , ditulis y = cos -1 x adalah fungsi yang memenuhi
y = cos -1 x ¤ x = cos y, -1 £ x £ 1,0 £ y £ p
Invers fungsi tangen Invers dari y = tan x, - 12 p < x < 12 p , ditulis y = tan -1 x adalah fungsi yang memenuhi
y = tan -1 x ¤ x = tan y , x Œ\ , - 12 p < y < 12 p .
Kaitan invers sinus dan invers kosinus cos -1 x + sin -1 x = 12 p , -1 £ x £ 1
Bukti Dari y = cos -1 x dan 0 ≤ y ≤ π ¤ - 12 p £ 12 p - y £ 12 p diperoleh

( )
y = cos -1 x ¤ x = cos y = sin 12 p - y ¤ 12 p - y = sin -1 x ¤ cos -1 x + sin -1 x = 12 p .

Invers fungsi trigonometri yang lain dirancang dengan cara sama. Sifat penting yang terkait dengan ran-
cangan invers sekan dan kosekan adalah sec -1 x = cos -1 1x , | x | ≥ 1 dan csc -1 x = sin -1 1x , | x | ≥ 1 .
Grafik invers fungsi trigonometri diperlihatkan gambar berikut.
y y y
-1 -1
π/2 y = sin x y = cos x π x = −π /2 x = π /2
y=x
1 y=x
y = sin x y=x
π /2 π /2
−π /2 −1 0 1 π /2 x 1 y = tan -1x
y = cos x
−π/2 0 π/2 x
−1 −1 0 1 π /2 π x
-p /2
−π /2 −1

y = tan x

Turunan dan integral yang terkait dengan invers fungsi trigonometri


Turunan invers fungsi sinus Dari y = sin -1 x ¤ x = sin y, -1 £ x £ 1, - 2 p £ y £ 2 p diperoleh
1 1

dx (
d sin -1 x = dy = 1 = 1 =
dx dx cos y )
1
1 - sin 2 y
=
1
1 - x2
, -1 < x < 1 .
dy
Turunan invers fungsi kosinus Dari cos -1 x + sin -1 x = 12 p , -1 £ x £ 1 diperoleh

( )
d cos -1 x = d 1 p - sin -1 x = - 1 , - 1 < x < 1
dx dx 2 1 - x2
( )
Turunan invers fungsi tangen Dari y = tan -1 x ¤ x = tan y , x Œ\ , - 12 p < y < 12 p diperoleh
d
dx
dy
(
tan -1 x = dx = dx = 2 =
1 1 1
) =
sec y 1 + tan 2 y 1 + x2
1
, x Œ\
dy
Rumus integral yang terkait dengan turunan invers trigonometri adalah

Ú = sin -1 x + C Ú = sin -1 a + C , a > 0


dx dx x
dan
1 - x2 a2 -x 2

Ú 1 + x2 = tan Ú a2 + x2 = a tan
dx -1 dx 1 -1 x
x+C dan a
+ C, a > 0

Fungsi Trigonometri 11 Koko Martono, FMIPA - ITB


Contoh soal populer Dengan menggunakan invers fungsi tangen, buktikan tan -1 12 + tan -1 13 = 14 p .
Bukti Misalkan x = tan -1 12 dan y = tan -1 13 , maka tan x = 12 dan tan y = 13 . Akibatnya
tan x + tan y
1 + 13 5
tan (x + y) = 1 - tan x tan y = 2
= 6
= 1 , sehingga x + y = 14 p . Dari sini diperoleh tan -1 12 + tan -1 13 = 14 p .
1 - 12◊13 5
6

Aneka ragam kalkulasi integral yang terkait dengan fungsi trigonometri dan inversnya
(4 - 2 x - 4) dx d ( 4 x - x 2) x-2
Ú Ú Ú2 +Ú = - 4 x -x 2 + 2sin -1 2 + C.
x dx 1 2 dx
=-2 =-
4 x - x2 4 x - x2 4 x - x2 22 - ( x - 2)2

( -2x - 2) + 2 d (- 2 x - x2) d (- 2 x - x2) d (x +1)


Ú Ú Ú2 Ú Ú2 Ú
x dx 1 dx
=-2 dx = - - =- - .
- 2 x - x2 - 2 x - x2 - 2 x - x2 - 2 x - x2 - 2 x - x2 1- (x +1)2

= - -2 x - x 2 - sin -1( x +1) + C.


d (x +1) x +1
Ú x2 + 2 x + 5 = Ú 22 + (x +1)2 = 12 tan
dx -1
2
+ C.

(x + 2) dx (2x + 4) dx (2x - 4 + 8) dx 1 (2x - 4) dx


Ú x2 - 4 x + 5 = 2 Ú x2 - 4 x + 5 = 12 Ú Ú x2 - 4 x + 5 + 4 Ú x2 - 4 x + 5
1 dx
=2
x2 - 4 x + 5
d ( x2 - 4 x + 5) d (x - 2)
= 12 Ú 2 + 4Ú = 1 ln (x 2 - 4 x + 5) + 4 tan -1(x - 2) + C.
x - 4x +5 1 + (x - 2)2 2

e x dx d (e x )
Ú sech x dx = Ú ex + e- x = 2Ú e2 x + 1 = 2Ú 1+ (ex)2 = 2 tan
2dx -1 x
e + C.

Untuk menghitung Ú ln (1 + x 2) dx kita menggunakan integrasi parsial.


2 x dx
Misalkan u = ln (1 + x 2 ) dan dv = dx , maka du = dan dan v = x, sehingga integralnya adalah
1 + x2
x2dx (1+ x2) -1
Ú ln (1 + x ) dx = x ln (1 + x ) - 2Ú 1 + x2 = x ln (1 + x ) - 2Ú
2 2 2
dx
1 + x2

= x ln (1 + x 2 ) - 2 Ú dx + 2 Ú = x ln (1 + x 2 ) - 2 x + 2 tan -1 x + C.
dx
1 + x2
x2dx
Untuk menghitung Ú 4 - x2
kita menggunakan substitusi x = 2 sin t, - 12 p < t < 12 p , yang memberikan

dx = 2 cos t dt dan 4 - x 2 = 4 - 4sin 2t = 4cos 2t = 2cos t. Akibatnya sin t = 12 x dan cos t = 12 4 - x 2 .


Jadi integralnya adalah
x2dx 4sin 2t ◊ 2cos t dt
Ú 4 - x2
=Ú 2cos t Ú
= 2 (1 - cos 2t) dt = 2t - sin 2t + C = 2t - 2sin t cos t + C

= 2sin -1 2 x - 2 ◊ 2 x ◊ 2 4 - x 2 + C = 2sin -1 2 x - 2 x 4 - x 2 + C.
1 1 1 1 1

Untuk menghitung Ú
dx
kita menggunakan substitusi x = tan t, - 12 p < t < 12 p , yang memberikan
x (1 + x2)2
dx = sec 2t dt dan (1 + x 2 ) 2 = (1 + tan 2t) 2 = (sec 2t) 2 = sec4t . Akibatnya
tan t x
sec t = 1 + x 2 dan sin t = sec t = .
1 + x2
Jadi integralnya adalah
sec2t dt cos2t cos t dt (1 - sin 2t ) d(sin t )
Ú x (1 + x2)2 = Ú tan t ◊ sec4t = Ú tan t ◊ sec2t = Ú sin t ◊ =Ú Ú
dx dt dt
1 sin t
= sin t
cos t cos 2t

x2
= Ú sin t - Ú sin t d (sin t ) = ln|sin t | - 12 sin 2t + C = ln
d (sin t ) | x|
- + C.
1+ x 2 2(1 + x2 )

Fungsi Trigonometri 12 Koko Martono, FMIPA - ITB

Anda mungkin juga menyukai