0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan134 halaman

Pengaruh ROA dan ROE terhadap Harga Saham

Skripsi ini membahas pengaruh Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Variabel independen adalah ROA dan ROE, sedangkan variabel dependennya adalah harga saham. Populasi penelitian ini adalah 43 perusahaan perbankan dan sampelnya 12 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan ROE secara simultan berpengaruh positif ter

Diunggah oleh

New York City Fc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan134 halaman

Pengaruh ROA dan ROE terhadap Harga Saham

Skripsi ini membahas pengaruh Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Variabel independen adalah ROA dan ROE, sedangkan variabel dependennya adalah harga saham. Populasi penelitian ini adalah 43 perusahaan perbankan dan sampelnya 12 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan ROE secara simultan berpengaruh positif ter

Diunggah oleh

New York City Fc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA) DAN RETURN ON

EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN


PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA
PERIODE 2016-2018

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Syarat-syarat


Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S.1)
Dalam Ilmu Perbankan Syariah

OLEH:

SUSI ARIANI
NIM: 15632015

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IAIN CURUP
2019

i
ii
iii
iv
v
vi
Motto

Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan


(kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah
bersama dengan orang-orang yang sabar
(AL-BAQARAH AYAT 153)

vii
PERSEMBAHAN

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yang mana telah

terselesaikan skripsi ini dengan baik dan waktu yang tepat walaupun banyak

rintangan dan cobaan dalam proses pembuatanya. Sebuah karya sederhana yang

dapat saya persembahkan untuk orang-orang yang saya sayangi dan hormati. Dan

sebagai bukti sayang dan hormat kepada mereka, saya persembahkan skripsi ini

kepada:

1. Kedua orang tua saya, Bapak Tohari dan Ibu Surati, yang telah membesarkan,
mendidik, memotivasi baik dari segi materi maupun non materi hingga saya
bisa sampai pada titik ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan
kesehatan, perlindungan dan keberkahan di dunia maupun di akhirat.
2. Keluarga besar, saudari perempuan Rita Suriani, saudara laki-laki Wahyu
Trianto, kakak ipar Yedi Heryanto, dan keponakan Dafary Al-Fathi dan
Defanno Al-Ghazi yang selalu memberi semangat dan menghibur untuk
menyelesaikan skripsi ini.
3. Sahabat tercinta, Tri Yunita dan Inddri Praseftya yang telah memotivasi
hingga skripsi ini dapat terselelesaikan dengan baik.
4. Sahabat seperjuangan Perbankan Angkatan 2015 Non Reguler, Septi Emilia,
Nike Safitri, Sekar Nengsih, Yuyun Apriani, Rina Zahra Wati, Rihlaili al-
Ogny, Revi Asri Valentin, Kembar Naziva Riani dan Nabila Riana, [Link]
Putra, Andri Bayu Ariyanda, Ardi Fanronik, Wilham Aulia, Evantry, Hengki
Ternando, Indra Saputra, Nopi Riyansah, dan Hajri, yang telah sama-sama
berjuang dari awal semester hingga akhir semester yang selalu menjadi
penyemangat saat belajar. Mereka adalah teman, sahabat, saudara sekaligus
keluarga
5. Almamater tercinta tempat saya menuntut ilmu IAIN CURUP.
6. Dan seluruh pihak IAIN Curup yang membantu dalam menyelesaikan skripsi
ini.

viii
Pengaruh Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap
Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode
2016-2018

Oleh: Susi Ariani

Abstrak: Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan investor dalam


memilih suatu perusahaan untuk ditanamkan dananya yaitu kinerja suatu
perusahaan. Semakin baik kinerja suatu perusahaan semakin meningkatnya harga
saham. Salah satu aspek yang dapat dinilai oleh investor maupun masyarakat
dalam berinvestasi adalah kinerja keuangan perusahaan yang dikur dari laporan
keuangan perusahaan yang dapat juga dilihat dari ROA dan ROE. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh ROA dan ROE secara simultan dan parsial
terhadap harga saham pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia
Periode 2016-2018. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah ROA dan ROE. Sedangkan variabel dependen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah harga saham.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor perbankan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016–2018 sebanyak 43 perusahaan
perbankan dan sampel yang digunakan sebanyak 12 perusahaan perbankan.
Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Pengujian
hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu uji F (simultan) dan
uji-t (parsial). Sumber data penelitian ini adalah situs resmi Bursa Efek Indonesia
[Link].
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Return On Assets
(ROA) dan Return On Equity (ROE) secara simultan berpengaruh positif
terhadap harga saham perusahaan perbankan. Secara parsial, Return On Assets
(ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan
perbankan. Sedangkan Return On Equity (ROE) berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan.
Kata Kunci : harga saham, return on assets, return on equity.

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


HALAMAN PENGAJUAN SKRIPSI ......................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI .................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
MOTTO .......................................................................................................... vi
PERSEMBAHAN ......................................................................................... vii
ABSTRAK ..................................................................................................... viii
DAFTAR ISI .................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................


1
A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1
B. Batasan Masalah .................................................................................. 7
C. Rumusan Masalah ................................................................................ 8
D. Hipotesis .............................................................................................. 9
E. Tujuan Penelitian ................................................................................. 12
F. Manfaat Penelitian .............................................................................. 13
G. Definisi Operasional Judul .................................................................. 15
H. Kajian Pustaka ...................................................................................... 17
I. Metodologi Penelitian ......................................................................... 23
J. Kerangka Analisis ............................................................................... 34

BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................... 35


35
A. Teori Saham .........................................................................................
36
B. Pengertian Saham.................................................................................
39
C. Harga Saham ........................................................................................
41
D. Penilaian Harga Saham ........................................................................
44
x
E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Saham ............................... 46
F. Manajemen Profitabilitas Perusahaan .................................................. 53
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .......................................
53
A. Bursa Efek Indonesia ..........................................................................
54
B. Gambaran Umum Perusahaan .............................................................
80
BAB IV HASIL PENELITIAN ....................................................................
80
A. Hasil Penelitian .................................................................................... 96
B. Pembahasan .......................................................................................... 100
BAB V PENUTUP ......................................................................................... 100
101
A. Kesimpulan ..........................................................................................
102
B. Saran ....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

LAMPIRAN

xi
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perkembangan dan kecenderungan Perubahan ROA, ROE dan

Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek

Indonesia Periode 2016-2018 ..................................................... 6

Tabel 1.2 Populasi ......................................................................................... 23

Tabel 1.3 Sampel .......................................................................................... 24

Tabel 4.1 ROA Perusahaan Perbankan di BEI Periode 2016-2018 ............... 71

Tabel 4.2 ROE Perusahaan Perbankan di BEI Periode 2016-2018 ................ 73

Tabel 4.3 Harga Saham Perusahaan Perbankan di BEI Periode

2016-2018 ..................................................................................... 76

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas ..................................................................... 79

Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinearitas ............................................................ 80

Tabel 4.6 Hasil Uji Autokorelasi ................................................................... 83

Tabel 4.7 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda ................................... 84

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji t .................................................................. 85

Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Uji F .................................................................. 87

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Kerangka Analisis ..................................................................... 31

Gambar 4.1 Grafik Scatterplot ..................................................................... 81

xiii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kinerja perusahaan sangat mempengaruhi perkembangan harga

saham di Bursa Efek Indonesia. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi,

investor harus memperhatikan kinerja perusahaan. Indikator pengukuran

kinerja keuangan yang sering digunakan adalah profitabilitas perusahaan.

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas normal

bisnisnya. Disamping bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, rasio ini juga bertujuan

untuk mengukur tingkat efektivitas manajemen dalam menjalankan

operasional perusahaan .

Pengukuran rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan

membandingkan antara berbagai komponen yang ada didalam laporan laba

rugi dan/atau neraca. Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode.

Tujuannya adalah untuk memonitor dan mengevaluasi tingkat

perkembangan profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu.1 Ada dua

rasio yang sering digunakan untuk mengukur kinerja bank, yaitu Return

On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE).

Return On Asset (ROA) adalah perbandingan antara pendapatan

bersih (net income) dengan rata- rata aktiva (average asset). ROA

1
Hery, Analisis Laporan Keuangan, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia,2016), h.
192

1
2

digunakan untuk menggambarkan kemampuan asset- asset yang dimiliki

perusahaan untuk menghasilkan laba. Semakin besar ROA maka semakin

baik karena tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan dari

pengelolaan asetnya semakin besar. Jika pengelolaan asset yang semakin

efisien maka tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan semakin

meningkat yang nantinya akan meningkatkan harga saham.

Return On Equity (ROE) didefinisikan sebagai perbandingan

antara pendapatan bersih (net income) dengan rata- rata modal (average

equity) atau investasi para pemilik bank. Dari pandangan pemilik, ROE

adalah ukuran yang lebih penting karena merefleksikan kepentingan

kepemilikan mereka.2 ROE digunakan untuk menggambarkan sejauh mana

kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemegang

saham.

Kegiatan pasar modal di Indonesia diatur dalam Undang- Undang

No. 8 Tahun 1995 (UUPM). Pasal 1 butir 13 Undang- Undang No. 8

Tahun 1995 menyatakan bahwa pasar modal adalah kegiatan yang

bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan

publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan

profesi yang berkaitan dengan Efek. Sedangkan Efek dalam UUPM Pasal

1 butir 5 dinyatakan sebagai surat berharga, yaitu surat pengakuan utang,

surat berharga komersial, saham obligasi, tanda bukti utang, unit

penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak kegiatan berjangka atas

2
Zainul Arifin, Dasar- dasar Manajemen Bank Syariah, (Jakarta: Azkia Publisher, 2009),
h.71
3

Efek, dan setiap derivative Efek.3 Saham merupakan surat bukti

kepemilikan atas sebuah perusahaan yang melakukan penawaran umum

(go public) dalam nominal ataupun persentase tertentu.4

Saham perbankan merupakan salah satu saham yang banyak

diminati oleh investor. Sektor perbankan keberadaannya akan terus

berlangsung lama dan semakin berkembang. Pada era globalisasi ini sektor

perbankan menjadi salah satu sektor yang sangat penting dalam suatu

negara, karena hampir semua kegiatan ekonomi berhubungan dengan

sektor perbankan. Secara umum nilai suatu perusahaan digambarkan

dengan perkembangan harga saham perusahaan di pasar modal. Semakin

tinggi harga saham suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula nilai

perusahaan tersebut. Dengan melonjaknya jumlah saham perbankan yang

ditransaksikan dan semakin tingginya volume perdagangan saham maka

dapat mendorong perkembangan perusahaan tersebut dan tentunya dapat

mendorong perkembangan pasar modal di Indonesia.

Para investor mencari informasi berkaitan dengan dinamika harga

saham agar dapat mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang

layak untuk dipilih. Investor harus mempertimbangkan kinerja perusahaan

dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi yang berhubungan

dengan kinerja atau kondisi perusahaan umumya ditunjukkan dalam

laporan keuangan. Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan

3
Nurul Huda & Mustafa Edwin Nasution, Investasi pada Pasar Modal Syariah, (Jakarta:
Kencana, 2008), h.55
4
Ibid., h.60
4

perusahaan, untuk mengukur kinerja perusahaan,investor biasanya melihat

kinerja keuangan yang tersedia dari berbagai macam rasio.

Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan investor dalam

memilih suatu perusahaan untuk ditanamkan dananya yaitu kinerja suatu

perusahaan. Semakin baik kinerja suatu perusahaan semakin tinggi laba

usahanya dan semakin banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh

pemegang saham, perusahaan tersebut akan dipercaya masyarakat karena

mempunyai reputasi yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan

harga saham. Dengan nilai usaha yang tinggi membuat para investor

melirik perusahaan tersebut untuk menanamkan modalnya sehingga akan

terjadi kenaikan harga saham. Meskipun demikian perusahaan yang

memiliki kinerja baik sekalipun, harga sahamnya bisa saja turun. Dalam

kenyataannya harga saham beserta rasio profitabilitas perusahaan

perbankan tidak selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Para investor sebelum berinvestasi terlebih dahulu melihat

bagaimana kinerja suatu perusahaan agar tidak salah dalam mengambil

keputusan. Laporan keuangan sangat membantu investor untuk melihat

perkembangan suatu perusahaan dalam kondisi baik atau buruk. Rasio

profitabilitas bisa menjadi acuan investor untuk memutuskan berinvestasi,

karena meskipun harga saham bisa berubah setiap saat namun dengan

melihat kinerja suatu perusahaan bisa membantu investor untuk

memutuskan perusahaan mana yang akan di pilih untuk menginvestasikan

dananya. Selain itu juga investor juga perlu memperhatikan faktor yang
5

bisa mempengaruhi harga saham baik kondisi makro maupun mikro

ekonomi.

Perusahaaan perbankan yang telah terdaftar di Bursa Efek di

Indonesia ada sebanyak 43 perusahaan, namun dalam penelitian ini hanya

mengambil sampel sebanyak 12 perusahaan yang banyak diminati para

investor karena termasuk bank yang memiliki tingkat kesehatan dan

kinerja yang baik. Untuk mengetahui perkembangan dan kecenderungan

ROA, ROE, dan harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek

Indonesia periode 2016-2018 dapat dilihat dalam tabel 1.1 berikut:


Tabel 1.1 6
Perkembangan dan Kecenderungan Perubahan ROA, ROE dan Harga Saham Perusahaan
Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2018

No Nama ROA (%) ROE (%) Harga saham (Rp)


Perusahaan
2016 2017 2018 2016 2017 2018 2016 2017 2018

1 Bank Central 3,05 3,11 2,32 18,30 17,75 12,88 15,500 21,900 26,000
Asia Tbk.

2 Bank Negara 1,89 1,94 1,87 12,78 13,65 13,67 5,525 9,900 8,800
Indonesia
(Persero) Tbk.

3 Bank Rakyat 2,61 2,58 1,15 17,86 17,36 8,96 2,335 3,640 3,660
Indonesia
(Persero) Tbk.

4 Bank Tabungan 1,22 1,16 0,82 13,69 13,98 9,62 1,740 3,570 2,540
Negara(Persero)
Tbk.

5 Bank Danamon 1,60 2,33 1,57 7,68 10,59 6,87 3,710 6,950 7,600
Indonesia Tbk

6 Bank Rakyat 0,91 0,86 0,80 5,32 4,52 3,81 359 525 310
Indonesia
Agroniaga Tbk

7 Bank 1,13 1,07 1,18 11,92 1,07 11,61 3,390 2,400 2,050
Pembangunan
Daerah Jawa
Barat dan
Banten Tbk

8 Bank 2,39 2,25 2,01 14,26 14,83 14,88 570 710 690
Pembangunan
Daerah Jawa
Timur Tbk

9 Bank Mandiri 1.41 1.91 2.15 9.55 12.61 13.98 5.788 8,000 7,375
(Persero) Tbk

10 Bank CIMB 0,86 1,12 0,99 6,09 8,06 9,10 845 1,350 915
Niaga Tbk

11 Bank Permata -3,92 2.25 0,32 -33,61 15,51 2,27 536 625 625
Tbk

12 Bank Pan 1.26 0,94 1,05 7,36 5,53 5,53 750 1,140 1,145
Indonesia Tbk
7

Sumber :[Link] Tahun 2019


Berdasarkan tabel 1.1 menunjukkan bahwa ROA, ROE dan harga saham

perusahaan perbankan setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Diketahui pada

setiap tahun yang kenyataannya saat ROA dan ROE mengalami penurunan, harga

saham justru mengalami kenaikan pada waktu tertentu contohnya pada Bank

Central Asia Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Pan Indonesia

Tbk. Tetapi harga saham ikut mengalami penurunan dan kenaikan pada saat ROA

dan ROE juga mengalami penurunan dan kenaikan. Fluktuasi laba perusahaan

merupakan salah satu faktor perubahan dari harga saham. Agar perusahaan dapat

meningkatkan laba untuk kelangsungan hidup perusahaan, maka perusahaan harus

dapat meningkatkan pengelolaan bank salah satunya dengan memperhatikan

profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis akan melakukan

penelitian dengan judul Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Return On

Equity (ROE) terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek

Indonesia Periode 2016-2018.

B. Batasan Masalah

Untuk menghindari terlalu luasnya pembahasan yang akan dibahas dan supaya

lebih terarahnya pembahasan ini, maka penelitian ini hanya memfokuskan

pembahasan pada skripsi ini, yaitu mengenai:

1. Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE)

terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia

periode 2016- 2018. Dua rasio tersebut dipilih karena ROA dan ROE
81

merupakan rasio yang mewakili pengambilan atas seluruh aktivitas

perusahaan dan menjadi poin penting bagi investor untuk melihat

perkembangan perusahaan sehingga dapat mempertimbangkan dalam

pengambilan keputusan berinvestasi.

2. Laporan keuangan perusahaan yang diambil pada tahun 2016-2018 yang

telah diaudit.

3. Perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah

penelitian ini sebagai berikut:

1. Apakah Return On Asset (ROA) secara parsial berpengaruh signifikan

terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia

periode 2016-2018?

2. Apakah Return On Equity (ROE) secara parsial berpengaruh signifikan

terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia

periode 2016-2018?

3. Apakah Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) secara

bersamaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan

perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018?


82

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan

masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya

disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan.

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, hipotesis penelitian ini adalah

1. Pengaruh ROA secara parsial terhadap harga saham perbankan di

Bursa Efek Indonesia

Return On Assets (ROA) adalah rasio yang digunakan untuk

mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva.

Semakin besar ROA, maka semakin baik karena tingkat keuntungan

yang dihasilkan perusahaan dari pengelolaan asetnya semakin besar,

dengan pengelolaan aset yang semakin efisien maka tingkat

kepercayaan investor terhadap perusahaan akan meningkat yang

nantinya akan meningkatkan harga saham.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Made Dimas Sanjaya

yang menyimpulkan bahwa Return On Assets (ROA) berpengaruh

postif dan signifikan terhadap harga saham perbankan.5 Berbeda

dengan penelitian yang dilakukan oleh Lia Fatimah Selviyana yang

5
Made Dimas Sanjaya, Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Harga Saham Perbankan
yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi. (Fak. Ekonomika dan Bisnis Universitas
Diponegoro, Semarang, 2014), h. 55
83

yang menyimpulkan bahwa Return On Assets (ROA) tidak ada

pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan.6

Ho : Return On Asset (ROA) secara parsial tidak berpengaruh

terhadap harga saham perbankan di Bursa Efek Indonesia

periode 2016-2018.

Ha1: Return On Asset (ROA) secara parsial berpengaruh terhadap

harga saham perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-

2018.

2. Pengaruh ROE secara parsial terhadap harga saham perusahaan

perbankan di Bursa Efek Indonesia

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur besarnya

pengembalian terhadap investasi para pemegang saham. Angka

tersebut menunjukkan seberapa baik manajemen memanfaatkan

investasi para pemegang saham. Tingkat ROE memiliki hubungan

yang positif dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE

semakin besar pula harga saham karena besarnya ROE memberikan

indikasi bahwa pengembalian yang akan diterima investor akan tinggi

sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut dan hal

itu menyebabkan harga pasar saham cenderung naik.

6
Lia Fatimah Selviyana, Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan
Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham syariah perusahaan yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index (JII). Skripsi. (Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung, 2018), h. 72
84

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lia Fatimah

Selviyana yang menyimpulkan bahwa Return On Equity (ROE) ada

pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan.7 Namun

penelitian yang dilakukan oleh Iva Nurhartanti menyimpulkan bahwa

Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap harga saham.8

Ho : Return On Equity (ROE) secara parsial tidak berpengaruh

terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek

Indonesia periode 2016-2018.

Ha2: Return On Equity (ROE) secara parsial berpengaruh

terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek

Indonesia periode 2016-2018.

3. Pengaruh ROA dan ROE secara simultan terhadap harga saham

perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia

Return On Assets (ROA) yang digunakan untuk mengukur

kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat

asset tertentu. Semakin tinggi tingkat rentabilitas keuangan suatu

perusahaan maka semakin kuat kemampuan perusahaan dalam

memperoleh laba dan semakin tinggi juga tingkat kepercayaan investor

yang berpengaruh terhadap tingginya permintaan saham perusahaan

tersebut di pasar modal.

7
Ibid, h. 73
8
Iva Nurhartanti, Pengaruh Profitabilitas terhadap Harga Saham Perbankan yang
Termasuk dalam Indeks LQ45 di BEI. Skripsi. (Fak. Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim, 2013), h. 77
85

Return On Equity (ROE) adalah rasio yang memberikan informasi

kepada para investor tentang seberapa besar tingkat pengembalian

modal dari perusahaan yang berasal dari kinerja perusahaan

menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROE maka tingkat

pengembalian yang diharapkan investor juga besar.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hadi Mastoni yang

menyimpulkan bahwa ROA dan ROE berpengaruh secara signifikan

terhadap harga saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia (BEI).9

Ho : Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) secara

simultan tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahaan

perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.

Ha3: Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) secara

simultan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan

perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018

E. Tujuan Penelitian

Dari uraian latar belakang masalah, rumusan masalah dan batasan

masalah di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan:

9
Hadi Mastoni, Pengaruh Rasio Profiitabilitas terhadap Harga Saham Perbankan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019. Skripsi. (Fak. Ekonomi Universitas Negeri
Semarang, 2011), h. 73
86

1. Untuk menguji pengaruh Return On Asset (ROA) secara parsial

terhadap harga saham perbankan di Bursa Efek Indonesia periode

2016-2018.

2. Untuk menguji pengaruh Return On Equity (ROE) secara parsial

terhadap harga saham perbankan di Bursa Efek Indonesia periode

2016- 2018

3. Untuk menguji pengaruh Return On Asset (ROA) dan Return On

Equity (ROE) secara simultan terhadap harga saham perbankan di

Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018

F. Manfaat Penelitian

Peneliti berharap penelitian ini bisa menghasilkan beberapa

manfaat sebagai berikut;

1. Secara Teoritis

Sebagai syarat untuk mencapai gelar S1 dalam program

pendidikan Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.

Dari penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan

sumbangan ilmu pengetahuan, sehingga dapat melahirkan pemikiran

dan pemahaman baru yang berkenaan dengan pengaruh Return On

Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap harga saham

perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.


87

Dan diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi atau

perbandingan untuk penelitian-penelitian yang selanjutnya.

2. Secara Praktis

a. Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat menambah

pengetahuan bagi para investor atas informasi keuangan dalam

melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi, sehingga

dapat memperkecil resiko yang mungkin dapat terjadi.

b. Bagi Bursa Efek Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat

memberikan sumbangan informasi bagi pihak manajemen

perbankan dalam penetapan kebijakan terutama menyangkut

keuangan dan kebijakan lain berdasarkan analisis rasio keuangan.

c. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan

ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan Bank

Syariah. Dan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada

peneliti karena menerapkan ilmu yang sudah didapat selama di

bangku kuliah sehingga dapat diaplikasikan dalam penelitian dan

menambah pengalaman serta pengetahuan. Sebagai sarana untuk

melatih dan mengembangkan kemampuan berfikir ilmiah,

sistematis dan kemampuan untuk menuliskannya dalam bentuk

karya ilmiah berdasarkan kajian-kajian teori dan aplikasi yang

diperoleh dari Perbankan Syariah.


88

d. Bagi Kampus IAIN Curup

Penelitian ini diharapkan menjadi bahan ilmiah, bahan pustaka dan

menjadi referensi yang dapat bermanfaat bagi para pembaca.

G. Definisi Operasional Judul

Definisi operasional merupakan batasan- batasan yang digunakan

oleh penulis untuk menjelaskan variabel yang akan diteliti. Adapun

definisi operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Return On Asset (ROA)

Return On Asset (ROA) merupakan kemampuan dari modal yang

diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan

keuntungan. ROA merupakan rasio keuangan perusahaan yang

berhubungan dengan profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan

menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat pendapatan, asset,

dan modal saham tertentu.10 Semakin besar rasionya semakin bagus

karena perusahaan dianggap mampu dalam menggunakan asset yang

dimilikinya secara efektif untuk menghasilkan laba.11 Semakin tinggi

hasil pengembalian atas aset berarti semakin tinggi pula jumlah laba

yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam rata-rata

total asset dan sebaliknya. Rasio ROA dinyatakan dalam bentuk

persentase (%).

10
Munawir, Analisa Laporan Keuangan,( Yogyakarta: Liberty, 2007), h. 89
11
Harahap Sofyan Syafri, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, (Jakarta: Raja
Grafindo Persada, 2009), h. 305
89

Laba Sebelum Pajak


ROA= x 100
Rata-rata Total Aset

2. Return On Equity (ROE)

Return On Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur laba bersih

sesudah pajak dengan modal sendiri.12 Dari pandangan pemilik, ROE

adalah ukuran yang lebih penting karena merefleksikan kepentingan

kepemilikan mereka. Rasio ROE dihitung dengan membandingakan

laba bersih dengan rata-rata modal disetor. Semakin besar rasio ROE

maka semakin besar kemampuan modal disetor bank dalam

menghasilkan laba bagi pemegang saham semakin besar.

Laba Bersih Setelah Pajak


ROE = x 100
Rata-rata Modal Disetor

3. Saham

Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan

yang melakukan penawaran umum (go public) dalam nominal atau

persentase tertentu. Saham merupakan tanda penyertaan modal pada

suatu Persoeroan Terbatas (PT). Saham juga di definisikan sebagai

surat keterangan tanda turut serta dalam perseroan.13

4. Harga saham

12
Kasmir, Analisis Laporan Keuangan , ( Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 2014
13
Nurul Huda & Mustafa Edwin Nasution, Op. Cit, h. 60
90

Harga pasar saham adalah harga jual dari investor yang satu

kepada investor yang satu kepada investor yang lain setelah saham

tersebut di cantumkan di bursa. Harga saham merupakan nilai bukti

penyertaan modal pada perseroan terbatas yang telah listed di bursa

efek, dimana saham tersebut telah beredar. Harga saham dapat juga

didefinisikan sebagai harga yang dibentuk dari interaksi antara para

penjual dan pembeli saham yang dilatarbelakangi oleh harapan mereka

terhadap keuntungan perusahaan. Harga saham penutup (closing price)

yaitu harga yang diminta oleh penjual atau harga pedagang terakhir

untuk suatu periode.14

H. Kajian Pustaka

Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROA)

terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Periode 2016-2018 yang diangkat menjadi judul penelitian ini belum ada

yang melakukan penelitian di kampus IAIN Curup, namun penelitian yang

bersangkutan dengan ini telah dilakukan sebelumnya di Universitas luar

kota Curup. Di antara penelitian yang telah dilakukan sehubungan dengan

kajian tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, skripsi dari Hadi Mastoni tentang Pengaruh Rasio

Profitabilitas terhadap Harga Saham Perbankan yang Terdaftar di Bursa

14
Sawidji Widioatmodjo, Cara Sehat Investasi di Pasar Modal, ( Jakarta: PT Elex Media
Komputindo, 2005),h. 102
91

Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009. Hasil dari penelitian yang diperoleh

adalah secara simultan atau bersama-sama antara rasio profitabilitas (ROA

dan ROE) berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham perbankan

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini ditunjukkan dengan

nilai Fhitung sebesar 7,749 dikarenakan nilai Fhitung (7,749) > Ftabel (3,492).

Dengan demikian, dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh

yang signifikan sebesar 0,003 dari return on asset dan return on equity

sebagai variabel bebas secara simultan (bersama-sama) terhadap harga

saham perbankan sebagai variabel terikat.

Besarnya pengaruh ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R2)

pada nilai Adjusted R Square sebesar 0,380. Hal ini menunjukkan bahwa

kemampuan kedua variabel independen yaitu return on asset dan return on

equity dalam menjelaskan variasi variabel harga saham perbankan adalah

sebesar 38% sedangkan sisanya sebesar 62% dipengaruhi oleh variabel

lain diluar variabel independen tersebut. Hasil dari penelitian ini yang

menyebutkan bahwa secara simultan semua rasio yang diteliti berpengaruh

secara signifikan, hal ini sesuai, karena dengan melihat analisis rasio

tersebut maka investor akan mengetahui kinerja perusahaan.

Hasil penelitian Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap

harga saham. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai t hitung=2,268 dan

tingkat signifikansi 0,035<0.05. Hal ini berarti Return On Asset (ROA)

mempunyai pengaruh terhadap harga saham.


92

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa perubahan nilai Return On

Assets (ROA) akan memberikan kontribusi yang positif dan signifikan

terhadap perubahan harga saham perbankan, yaitu kenaikan atau

penurunan nilai ROA akan berdampak pada kenaikan atau penurunan

harga saham perbankan, nilai ROA yang semakin tinggi akan memberikan

kontribusi terhadap nilai harga saham perbankan yang semakin tinggi atau

sebaliknya nilai ROA yang semakin rendah akan memberikan kontribusi

terhadap harga saham perbankan yang semakin rendah.

Berdasarkan hasil penelitian Return On Equity (ROE) tidak

berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai

thitung= -973 dan tingkat signifikansi 0,342>0.05. Hal ini berarti Return On

Equity (ROE) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham.

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa perubahan nilai Return On

Equity (ROE) tidak akan memberikan kontribusi dan signifikan terhadap

perubahan harga saham perbankan, yaitu kenaikan atau penurunan nilai

ROE akan berdampak pada penurunan harga saham perbankan. Nilai ROE

yang semakin tingggi akan memberikan kontribusi terhadap nilai harga

saham perbankan yang semakin menurun. Berdasarkan hasil penelitian ini

ROE tidak dapat dipakai sebagai prediktor dalam memprediksi tentang

harga saham khususnya untuk harga saham perbankan.15

15
Hadi Mastoni, Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham Perbankan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009. Skrpsi. (Fak. Ekonomi Universitas Negeri
Semarang, Semarang, 2011), h. 72-76
93

Kedua, skripsi dari Siti Rahmania Natsir tentang Pengaruh Return

On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Price Earning Ratio (PER)

terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di

Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini ROA memiliki pengaruh negatif

dan tidak signifikan terhadap harga saham perbankan. Berdasarkan hasil

uji t Return On Assets (ROA) memiliki thitung -0,861 dan nilai signifikansi

sebesar 0,394 > 0,05. Hal ini berarti bahwa Ha 1 ditolak dan Ho diterima.

Dengan demikian, ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap

harga saham perbankan. Hasil ini memberikan indikasi bahwa dalam

melakukan investasi, investor tidak memperhatikan ROA sebagai salah

satu pertimbangan dalam mengambil keputusan investasinya karena

manajemen tidak dapat menggunakan total aktivanya dengan baik dan

pada akhirnya tidak dapat meningkatkan harga saham perusahaan sehingga

investor tidak tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

ROE memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga

saham perbankan. Berdasarkan hasil uji t Return On Equity (ROE)

memiliki nilai thitung 3,990 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05 yang

berarti bahwa Ha2 diterima dan Ho ditolak. Hasil ini memberikan indikasi

bahwa ROE merupakan indikator yang sangat penting bagi investor untuk

mengetahui keuntungan yang diperoleh dari investasi yang ditanamkan

pada saham perbankan.

PER mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga

saham perbankan. Berdasarkan uji t Price Earning Ratio (PER) memiliki


94

nilai thitung 3,163 dan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Hal ini berarti

bahwa Ha3 diterima dan Ho ditolak. Dalam penelitian ini, nilai koefisien

menunjukkan angka positif. Hasil ini memberikan indikasi bahwa investor

dalam melakukan investasi memperhatikan PER sebagai salah satu

pertimbangan dalam mengambil keputusan investasinya karena dengan

meningkatnya PER, investor mengharapkan adanya pertumbuhan

perusahaan yang lebih tinggi dengan harapan memperoleh pengembalian

dari hasil investasi.

ROA, ROE dan PER berpengaruh signifikan terhadap harga saham

perbankan dengan nilai koefisien determinasi 0,603 yang berarti bahwa

60,3% dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dan 39,7%

dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar penelitian. Dari hasil analisis regresi

dilihat bahwa secara simultan variabel independen memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap variabel dependen. Hal ini dapat dibuktikan dari

nilai Fhitung sebesar 24,800 dengan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0,000.

Dengan demikian Ha4 diterima dan Ho ditolak sehingga dapat dikatakan

bahwa ROA, ROE, dan PER secara simultan berpengaruh terhadap harga

saham perbankan. Hal ini memberikan indikasi dalam menilai saham yang

tercermin dalam harga saham perusahaan perbankan, investor dapat

menggunakan ketiga rasio ini sebagai analisa kinerja keuangan saham


95

perusahaan perbankan dan sebagai bahan pertimbangan dalam

pengambilan keputusan investasi.16

Ketiga, penelitian dari skripsi Deavri Nur Paska Program Studi

Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Tahun 2017 Analisis

Pengaruh Return On Asset dan Dividend Per Share terhadap Hargas

Saham Saham (Studi Kasus pada Sepuluh Perusahaan Perbankan di Bursa

Efek Indonesia Tahun 2011-2015). Berdasarkan hasil pengujian yang

dilakukan, ditemukan bahwa Return On Asset berpengaruh positif

terhadap harga saham. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung (4,516) lebih

besar dari ttabel (2,01290) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut

menunjukkan bahwa Return On Asset mempengaruhi harga saham.

Apabila variable Return On Asset semakin tinggi, maka harga saham juga

akan meningkat.

Berdasarkan pemaparan tersebut berarti Return On Asset

berpengaruh positif terhadap harga saham sudah sesuai dengan hipotesis

yang telah peneliti uraikan. Selain itu ditemukan juga bahwa Dividen Per

Share berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini dibuktikan

dengan nilai thitung (4,711) lebih besar dari ttabel (2,01290) sehingga H0

ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa Dividend Per

Share mempengaruhi harga saham. Apabila variable Dividend Per Share

semakin tinggi, maka harga saham juga akan meningkat. Dan secara

16
Siti Rahmania Natsir, Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan
Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia ( Periode 2011- 2014). Skripsi. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Jurusan Manajemen UIN Alauddin Makasar, 2016), h. 80-83
96

simultan atau bersama- sama bahwa Return On Assets dan Dividend Per

Share berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini dilihat dari tabel

V.9 nilai Fhitung (85,556) lebih besar dari Ftabel (3,20) dengan tingkat

signifikasi 0,000. Pada tabel V.11 mengenai Koefisien Determinasi

menunjukan bahwa variable Return On Asset dan Dividend Per Share

mempengaruhi variasi perubahan harga saham sebesar 77,5 %. Hal ini

berarti variasi perbandingan harga saham sebesar 22,5 % dipengaruhi oleh

variabel lain diluar variabel Return On Asset dan Dividend Per Share.17

Berbeda dangan beberapa penelitian di atas pada penelitian ini

penulis akan membahas tentang Pengaruh Return On Asset dan Return On

Equity terhadap harga saham perbankan di Bursa Efek Indonesia periode

2016-2018. Perbedaan beberapa penelitian tersebut dengan penelitian ini

adalah periode yang digunakan berbeda dan variabel-variabel sebagai

faktor pengaruh terhadap harga saham juga berbeda. Sampel penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini juga berbeda dari penelitian yang

sudah ada meskipun terdapat beberapa nama perusahaan perbankan yang

sama. Dan penelitian ini juga belum pernah diteliti sebelumnya di IAIN

Curup. Persamaan penelitian ini adalah, sama-sama menguji pengaruh

rasio profitabilitas terhadap harga saham. Penelitian tersebut menjadi

rujukan penulis karena rasio yang digunakan sama untuk menguji

pengaruhnya terhadap harga saham.

17
Deavri Nur Paska,Analisis Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Dividend Per Share
terhadap Harga Saham ( Studi Kasus pada Sepuluh Perusahaan Perbankan di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2011- 2015), (Fak. Ekonomi Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen
Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta, 2017), h. 91-94
97

I. Metodelogi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Menurut pendapat Winarno Surachman mengatakan bahwa

penelitian adalah jalan pengetahuan yang membahas tentang jalan atau

mendapatkan suatu data dengan menggunakan alat-alat yang sistematis

dalam rangka mendapatkan suatu hasil yang di inginkan.18 Pada penelitian

ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif.

Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan

yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan

mengenai apa yang inin kita ketahui Penelitian deskriptif ini berusaha

untuk mencapai rumusan yang teliti tentang kenyataan-kenyataan yang di

selidiki dan di bawah pengawasan.19 Pendekatan kuantitatif digunakan

karena variabel penelitian ini dapat di ukur dengan ketepatan hasil

matematis yang menghasilkan hukum-hukum empiris.20

2. Objek Penelitian

a. Populasi

Populasi penelitian adalah keseluruhan subjek penelitian.21

Identifikasi populasi dalam penelitian ini adalah sektor perbankkan

yang telah terdaftar di BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah

18
Winarno Surachaman, Pengantar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 1982), h. 75
19
Buku Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa, 2015, Jakarta: LP2 STAIN Curup h. 23
20
Ibid.
21
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, (Jakarta: Rineka
Cipta, 2006), h. 130
98

sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun

2016-2018 sebanyak 43 bank. Alasan pemilihan tahun tersebut

dalam penelitian adalah ketersediaan data yang telah diaudit,

konsistensi perusahaan selama periode penelitian yakni selama tiga

tahun.

b. Sampel

Sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh

yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu.22 Penelitian

menggunakan teknik sampling purposive sampling yaitu teknik

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.23 Sampel dalam

penelitian ini berjumlah 12 perusahaan perbankan. Adapun kriteria

yang digunakan dalam sampel ini adalah sebagai berikut :

a. Sampel terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menyajikan laporan

keuangan sejak tahun 2016-2018.

b. Sampel telah menerbitkan laporan harga saham pada tahun 2016-

2018.

c. Sampel memiliki likuiditas yang baik dan kapitalisasi pasar yang

besar. Masuk dalam indeks KOMPAS 100 periode 2016-2018.

22
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta:Rineka Cipta, 1997), h. 121
23
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta,
2017), hlm. 85
99

Tabel 1.2 Populasi

NO KODE NAMA TANGGAL


SAHAM EMITEN LISTING

1. AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk 08 Aug 2003


2. AGRS Bank Agris Tbk 22 Des 2014
3. ARTO Bank Artos Indonesia Tbk 12 Jan 2016
4. BABP Bank MNC Internasional Tbk 15 Jul 2002
5. BACA Bank Capital Indonesia Tbk 04 Okt 2007
6. BBCA Bank Central Asia Tbk 31 Mei 2000
7. BBHI Bank Harda Internasional Tbk 12 Aug 2015
8. BBKP Bank Bukopin Tbk 10 Jul 2006
9. BBNI Bank Negara Indonesia Tbk 25 Nov 1996
10. BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk 10 Nov 2003
11. BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) 17 Des 2009
12. BBYB Bank Yudha Bhakti Tbk 13 Jan 2015
13. BCIC Bank JTrust Indonesia Tbk 25 Jun 1997
14. BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk 06 Des 1989
15. BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten 13 Juli 2001
16. BGTG Bank Ganesa Tbk 12 Mei 2016
17. BINA Bank Ina Perdana Tbk 16 Jan 2014
100

18 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa B 08 Jul 2010


19. BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa T 12 Jul 2012
20. BKSW Bank QNB Indonesia Tbk 21 Nov 2002
21. BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk 11 Jul 2013
22. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 14 Jul 2003
23. BNBA Bank Bumi Arta Tbk 01 Jun 2006
24. BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 29 Nov 1989
25. BNII Bank Maybank Indonesia Tbk 21 Nov 1989
26. BNLI Bank Permata Tbk 15 Jan 1990
27. BRIS Bank BRI Syariah Tbk 01 Jan 1911
28. BSIM Bank Sinarmas Tbk 13 Des 2010
29. BSWD Bank Of India Indonesia Tbk 01 Mei 2002
30. BTPN Bank BTPN Tbk 12 Mar 2008
31. BTPS Bank Tabungan Pensiunan Nasion 08 Mei 2018
32. BVIC Bank Victoria International Tbk 30 Jun 1999
33. DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk 11 Jul 2014
34. INPC Bank Artha Graha International Tbk 20 Aug 1990
35. MAYA Bank Mayapada International Tbk 29 Aug 1997
36. MCOR Bank China Construction Bank I 03 Jul 2007
37. MEGA Bank Mega Tbk 17 Apr 2000
38. NAGA Bank Mitraniaga Tbk 09 Jul 2013
39. NISP Bank OCBC NISP Tbk 20 Okt 1994
40. NOBU Bank Nationalnobu Tbk 20 Mei 2013
41. PNBN Bank Pan Indonesia Tbk 29 Des 1982
42. PNBS Bank Panin Dubai Syariah Tbk 15 Jan 2014
43. SDRA Bank Woori Saudara Indonesia I 15 Des 2006

Sumber :[Link] Tahun 2019

Tabel 1.3 Sampel


101

No Nama Perusahaan Menerbitkan Menerbitkan Indeks


Laporan Harga Kompas
Keuangan Saham 100
Periode Periode
2016-2018 2016-2018
1 Bank Central Asia Tbk. √ √ √

2 Bank Negara Indonesia √ √ √


(Persero) Tbk.

3 Bank Rakyat Indonesia √ √ √


(Persero) Tbk.

4 Bank Tabungan √ √ √
Negara(Persero) Tbk.

5 Bank Danamon Indonesia √ √ √


Tbk

6 Bank Rakyat Indonesia √ √ √


Agroniaga Tbk

7 Bank Pembangunan Daerah √ √ √


Jawa Barat dan Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah √ √ √


Jawa Timur Tbk

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk √ √ √

10 Bank CIMB Niaga Tbk √ √ √

11 Bank Permata Tbk √ √ √

12 Bank Pan Indonesia Tbk √ √ √

Sumber :[Link] Tahun 2019

3. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber tertulis yang terkait dan

mendukung penelitian baik dari buku-buku, laporan, jurnal, dan

penelitian terdahulu sebagai pelengkap penelitian.


102

4. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari situs

internet atau website resmi dari PT Bursa Efek Indonesia

[Link] dengan mengunduh aktivitas perdagangan

perusahan tersebut di Bursa Efek Indonesia.

5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas dua teknik

yaitu:

a. Teknik dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui

dokumen-dokumen. Data-data ini berupa laporan keuangan dan

aktivitas perdagangan saham perusahaan perbankan di Bursa Efek

Indonesia periode 2016-2018.

b. Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan

studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur, catatan-catatan, dan

laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang

dipecahkan.24

6. Teknik Analisis Data

24
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta,
2011), hlm. 129
103

Teknis analisis data yang digunakan diarahkan untuk menjawab

rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan.25

Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah:

a. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik meliputi beberapa uji sebagai berikut:

1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk dapat mengetahui bahwa data

yang ada terdistribusi normal atau tidak. Walaupun normalitas

suatu data tidak terlalu penting, tetapi sebaiknya data yang ada

berkontribusi normal. Uji normalitas menjadi penting dikarenakan

dengan normalnya suatu data maka data tersebut dapat dianggap

mewakili populasi. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah

dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya


26
mempunyai distribusi normal atau tidak. Dalam uji normalitas

ini, data akan diuji dengan uji Shapiro-Wilk. Dengan kriteria

pengujian: 27

a) Angka signifikansi (sig)>0,05, maka data berdistribusi normal.

b) Angka signifikansi (sig)<0,05, maka data tidak berdistribusi

normal.

25
Ibid, h. 331
26
Dwi Priyatno, Mandiri Belajar SPSS (Untuk Analisis Data dan Uji Statistik),
(Yogyakarta: Media Kom, 2008), h. 16
27
Imam Ghazali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, (Semarang:
Badan Penerbit Undip, 2006) h. 331
104

2) Uji Multikolonieritas

Bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi

antara variabel-variabel bebas dalam suatu regresi linier berganda.

Variabel yang menyebabkan multikolinearitas dapat dilihat dari

nilai tolorance yang lebih kecil daripada 0,1 atau nilai VIF yang

lebih besar dari pada nilai 10.

3) Uji Autokorelasi

Autokorelasi merupakan korelasi antara anggota observasi

yang disusun menurut waktu atau tempat. Model regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi autokorelasi. Metode pengujian

menggunakan uji Durbin-Watson (DW test). Pengambilan

keputusan pada uji Durbin Watson sebagai berikut:

a. DU < DW < 4-DU maka Ho diterima, artinya tidak terjadi

autokorelasi.

b. DW < DL atau DW > 4-DL, maka Ho ditolak, artinya terjadi

autokorelasi

c. DL < DW < DU atau 4-DU < 4- DL, artinya tidak ada

kepastian atau kesimpulan yang pasti.

4) Uji Heterokedastisitas
105

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah

dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual

satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang

baik adalah homoskedastisitas. Cara untuk mendeteksinya adalah

melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen)

yaitu ZPRED sebagai (X) dengan residualnya SRESID sebagai

(Y).

Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada

membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar

kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi

heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik

menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak

terjadi heteroskedastisitas.

b. Analisis Regresi Linier Berganda

Regresi bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara

satu vaiabel terhadap variabel lain. Analisis ini berguna untuk

mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dan

menunjukan arah hubungan variabel dependen dengan variabel

independen. Bentuk persamaan regresi linier berganda dengan 2

variabel adalah sebagai berikut:

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + ε

Keterangan:
106

Y = Harga saham

α = Konstanta

β = Koefisien regresi

X1 = ROA

X2 = ROE

ε = Kesalahan pengganggu

c. Uji Hipotesis

Pengujian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas

(X) terhadap (Y) dengan melakukan uji t untuk melihat pengaruh

secara parsial, dan uji F untuk melihat pengaruh variabel secara

simultan.10Berikut penjelasan mengenai kedua hal di atas:

1) Uji t ( Uji Koefisien Regresi Parsial)

Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh parsial dari variabel

variabel independen apakah berpengaruh signifikan terhadap

variabel dependen. Apabila t hitung lebih besar dari t tabel maka dapat

disimpulakan bahwa variabel-variabel independen tersebut

berpengaruh secara signifikan terhadap variabel-variabel dependen.

Kriteria pengujian jika signifikansi > 0,05 maka HO diterima dan

jika signifikan < 0,05 maka Ho ditolak.

2) Uji F (Uji Koefisien Regresi Simultan)


107

Uji F berfungsi untuk mengetahui pengaruh simultan atau

bersamaan dari variabel-variabel independen apakah berpengaruh

signifikan terhadap variabel dependen. Apabila fhitung lebih besar

dari ftabel maka dapat disimpulakan bahwa variabel-variabel

independen tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap

variabel-variabel dependen. Untuk menguji hipotesis statistik F

dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

a. Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F

menurut tabel. Bila nilai fhitung lebih besar dari pada nilai ftabel,

maka Ho ditolak dan menerima Ha.

b. Jika nilai signifikan < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti

bahwa ada pengaruh secara simultan variabel independen

terhadap variabel dependen. Sedangkan jika nilai

signifikan>0,05 maka Ho diterima yang berarti bahwa tidak

ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

J. Kerangka Analisis

Kerangka Analisis dalam penelitian ini mengemukakan sistematika

tentang pengaruh beberapa faktor fundamental yang terdiri atas rasio

Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap harga

saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,

seperti pada gambar berikut:

Gambar 1.1 Kerangka Analisis


108

Return On
Asset (ROA)

Harga Saham

Return On
Equity (ROE)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Teori Saham

Teori sinyal merupakan konsep dimana pihak pemberi informasi

dapat memilih apa dan bagaimana informasi akan ditampilkan dan

pihak penerima informasi dapat memilih bagaimana menginpretasikan

informasi yang diterima. Hal ini menyatakan bahwa manajemen selalu

mengungkapkan informasi yang diinginkan oleh investor, khususnya

apabila informasi tersebut ada berita baik (good news). Informasi

mengenai perusahaan merupakan sinyal bagi investor dalam keputusan

berinvestasi.

Signalling theory merupakan sinyal-sinyal informasi yang

dibutuhkan oleh investor untuk mempertimbangkan dan menentukan

apakah para investor akan menanamkan sahamnya atau tidak pada

perusahaan yang bersangkutan. Dimana informasi mengenai


109

perubahan harga dan volume saham mengandung informasi dalam

memberikan bukti yang bermanfaat dan dapat digunakan dalam

pengambilan keputusan.28

Tujuan dari teori sinyal adalah menaikkan nilai suatu perusahaan

saat melakukan penjualan saham. Perusahaan yang berkualitas baik

dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, sehingga pasar

diharapkan dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan

buruk. Agar sinyal tersebut efektif, maka harus dapat ditanggapi oleh

pasar dan di persepsikan baik, serta tidak mudah ditiru oleh perusahaan

yang berkualitas buruk. Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan oleh

perusahaan akan menjadi berita baik dan buruk di pasar modal, dimana

keuntungan akan memberikan sinyal positif yang akan menarik

investor begitu pula sebaliknya.

B. Pengertian saham

Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau

pemilikian individu maupun institusi yang dikeluarkan oleh sebuah

perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT).29

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau

pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau

28
Khairudin, Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas, Debt To Equity Ratio (DER) dan
Price To Book Value (PBV) terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan di Indonesia,
Jurnal Akutansi dan Keuangan, Vol. 8, No. 1, 2017, h. 70
29
Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, (Yogyakarta: Unit Penerbit dan
Percetakan, 2006), h. 127
110

perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang

menerangkan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang

menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh

seberapa besar penyertaan yang ditanamkan perusahaan tersebut.30

Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa

pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat

tersebut. Dengan demikian apabila seorang investor membeli saham,

maka ia pun menjadi pemilik dan disebut sebagai pemegang saham.

Saham merupakan bentuk modal penyertaan (equity capital) atau

bukti posisi kepemilikan dalam suatu perusahaan.31 Setiap pemegang

saham memperoleh sertifikat sebagai tanda pemilikan pada

perusahaan. Pada setiap sertifikat saham tercantum nama, alamat, dan

hak suara (voting) para pemegang saham. Sebagai suatu surat berharga

mengandung perikatan hukum formal, yang setiap peneribitannya

dijamin oleh undang-undang. Untuk Indonesia setiap pemegang saham

perusahaaan yang telah go public dan telah mencatatkan sahamnya di

Bursa Efek (Emiten) diatur oleh undang-undang Perseroan Terbatas,

dan undang-undang Pasar Modal beserta pelaksanaanya Jenis-Jenis

Saham Dalam transaksi jual beli di Bursa efek, saham merupakan

30
Tjipto Darmaji dan Hendy M. Fhakrudin, Pasar Modal di Indonesia, (Jakarta :
Salemba Empat, 2006), h. 6
31
Kertonegoro, Sentanu. Analisa Management Investasi, (Jakarta: Widya Press, 1995) h.
99
111

instrumen yang paling dominan diperdagangkan. Ada beberapa sudut

pandang untuk membedakan sudut-sudut saham, yaitu:32

a. Cara peralihan hak

Ditinjau dari cara peralihannya saham dibedakan menjadi saham atas

unjuk dan saham atas nama.

1) Saham atas unjuk (bearer stock)

Diatas sertifikat saham atas unjuk tidak dituliskan nama

pemiliknya. Dengan pemilikan saham ini, seorang pemilik sangat

mudah untuk mengalihkan atau memindahkannya kepada orang

lain karena sifatnya mirip dengan uang.

2) Saham atas nama (registered stock)

Diatas sertifikat saham ini ditulis nama pemiliknya. Cara

pemindahannya harus memenuhi prosedur tertentu yaitu dengan

dokumen peralihan, kemudian nama pemiliknya dicatat dalam

buku perusahaan yang khusus memuat daftar nama pemegang

saham.

b. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim

Ditinjau dari segi manfaatnya, pada dasarnya saham dapat

digolongkan menjadi saham biasa dan saham preferen.

1) Saham biasa (common stock)

Saham biasa merupakan saham yang memiliki hak klaim

berdasarkan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan. Bila terjadi

32
Tjipto Darmaji dan Hendy M. Fhakrudin, Op. Cit., h. 5
112

likuiditas, pemegang saham biasa yang mendapatkan prioritas

paling akhir dalam pembagian deviden dari penjualan asset

perusahaan.

2) Saham preferen (preferred stock)

Saham preferen merupakan saham dengan bagian hasil yang tetap

dan apabila perusahaan mengalami kerugian maka pemegang

saham preferen akan mendapat prioritas utama dalam pembagian

hasil atas penjualan asset. Saham preferen merupakan gabungan

pendanaan antara hutang dan saham biasa.

C. Harga Saham

Harga Saham adalah harga suatu saham pada pasar yang sedang

berlangsung di Bursa Efek. Harga Saham dapat dipengaruhi oleh

situasi pasar antara lain harga saham dipasar perdana ditentukan oleh

penjamin emisi dan perusahaan yang akan go public (emiten),

berdasarkan analisis fundamental perusahaan. Peranan penjamin emisi

pada pasar perdana selain menentukan harga saham, juga

melaksanakan penjualan saham kepada masyarakat sebagai calon

pemodal. Harga saham merupakan harga jual beli yang sedang berlaku

di pasar efek yang ditentukan oleh kekuatan pasar dalam arti

tergantungan pada kekuatan permintaan (penawaran) dan penawaran

(permintaan jual). Harga pasar saham juga menunjukkan nilai dari

perusahaan itu sendiri. Semakin tinggi nilai dari harga pasar saham
113

suatu perusahaan, maka investor akan tertarik untuk menjual

sahamnya. Selembar saham mempunyai nilai atau harga dimana suatu

harga saham dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:33

a. Harga Nominal

Harga yang tercantum dalam serifikat saham yang ditetapkan oleh

emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya

harga nominal memberikan arti penting saham karena deviden minimal

biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.

b. Harga Perdana

Harga perdana merupakan harga pada waktu harga saham tersebut

dicatat di Bursa Efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya

ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan

demikian akan diketahui beberapa harga saham emiten itu akan dijual

kepada masyarakat biasanya untuk menentukan harga perdana.

c. Harga Pasar

Harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian emisi kepada

investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu

dengan investor yang lain. Harga pasar terjadi setelah saham tersebut

dicatatkan di bursa. Dan transaksi tidak lagi melibatkan emiten dari

penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga di pasar sekunder

dan harga inilah yang benar-benar mewakili harga perusahaan

penerbitnya karena pada transaksi di pasar sekunder jarang terjadi

33
Abdul Halim, Analisis Investasi, Edisi Kedua; (Jakarta: Salemba Empat, 2005), h. 20
114

negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang

setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga

pasar.

Menurut Undang-undang No. 8 Tahun 1995 Harga Pasar Saham

adalah harga suatu saham yang sedang berlangsung dalam suatu Pasar

Modal. Jika bursa tutup maka harga saham pasarnya adalah terbesar pada

saat penutupan (closing price). Harga pasar saham adalah harga yang

terbentuk di pasar jual beli saham.

D. Penilaian Harga Saham

Analisis saham merupakan salah satu dari sekian tahapan dalam

proses investasi yang berarti melakukan analisis terhadap individual atau

sekelompok sekuritas. Analisis yang sering digunakan untuk menilai suatu

saham yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

a. Analisis Fundamental

Analisis fundamental mencoba memperkirakan harga saham di

masa yang akan datang dengan mengestimasi nilai faktor-faktor

fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang

dan menerapkan hubungan variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran

harga saham.34 Data yang digunakan adalah data historis, artinya data yang

telah terjadi dan mencerminkan keadaan keuangan yang telah lewat.

34
Sunariyah, [Link]., h. 169
115

Company analysis para pemodal (investor) akan mempelajari laporan

keuangan perusahaan yang salah satunya dengan menggunakan analisis

rasio keuangan, mengidentifikasi kecenderungan atau pertumbuhan yang

mungkin ada, mengevaluasi efisisensi operasional dan memahami sifat

dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan tersebut.

Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada

fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknik ini menitikberatkan pada

rasio finansial dan kejadian–kejadian yang secara langsung maupun tidak

langsung memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Analisis

fundamental berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan, tentang

efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam mencapai sasarannya. 35

Para analis fundamental mencoba memperkirakan harga saham

dimasa datang dengan mengestimasi nilai dari faktor-faktor fundamental

yang mempengaruhi harga saham dimasa datang, dan menempatkan

hubungan faktor-faktor tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham.

b. Analisis teknikal

Analisis teknikal merupakan suatu metode yang digunakan untuk

penilaian saham, dimana dengan metode ini para analis melakukan evaluasi

saham berbasis pada data-data statistik yang dihasilkan dari aktivitas

perdagangan saham, seperti harga saham dan volule transaksi. Dengan

35
Lukman Syamsuddin, Manajemen Keuangan Perusahaan. (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2009), h. 68
116

berbagai grafik yang ada serta pola-pola grafik yang terbentuk, analisis

teknikal mencoba memperediksi arah pergerakan harga saham kedepan.36

Analisis teknikal akan tepat digunakan apabila kondisi pasar modal

tidak efisien (dalam keadaan lemah), atau dengan kata lain tidak random

walk. Maka kondisi pasar yang saham-saham nya tidak bergerak acak dan

dapat diprediksi akan membuat analisis teknikal bermanfaat bagi investor.

Dengan analisis ini para analis memperkirakan pergeseran penawaran

(supply) dan permintaan (demand) dalam jangka pendek, serta cenderung

mengabaikan resiko dan pertumbuhan laba perusahaan. Adapun asumsi

dasar yang berlaku dalam analisis teknikal adalah sebagai berikut:

1) Harga pasar saham ditentukan oleh interaksi penawaran dan

permintaan.

2) Pergerakan dan permintaan dipengaruhi berbagai faktor, baik

rasional maupun yang irrasional.

3) Perubahan harga saham cenderung bergerak mengikuti tren

tertentu.

4) Perubahan didalam tren disebabkan oleh pergeseran penawaran

dan permintaan.

5) Pergeseran pada penawaran dan permintaan dengan tidak

memperhatikan mengapa persegeran terjadi, maka dapat diderteksi

dengan cepat atau lambat pada grafik perilaku pasar.

36
Tjipto Darmaji dan Hendy M. Fhakrudin, Op Cit., h. 160
117

6) Beberapa pola grafik cenderung akan mengalami pengulangan.

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Ada beberapa kondisi dan situasi yang menentukan suatu saham itu

mengalami fluktuasi, yaitu:37

a. Kondisi mikro dan makro ekonomi;

b. Kebijakan perusahaan dalam memutuskan untuk ekspansi (perluasan

usaha), seperti membuka kantor cabang, kantor cabang pembantu baik

yang dibuka di domestik maupun luar negeri.

c. Pergantian direksi secara tiba-tiba

d. Adanya direksi atau pihak komisaris perusahaan yang terlibat tindak

pidana dan kasusnya sudah masuk ke pengadilan

e. Kinerja perusahaan yang terus mengalami penurunan dalam setiap

waktunya

f. Resiko sistematis, yaitu suatu bentuk risiko yang terjadi secara

menyeluruh dan telah ikut menyebabkan perusahaan ikut terlibat

g. Efek dari psikologi pasar yang ternyata mampu menekan kondisi

teknikal jual beli saham

37
Irham Fahmi, Pengantar Manajemen Keuangan, (Bandung : Alfabeta, 2013), h. 87
118

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga saham di bursa efek

atau pasar modal adalah :

a. Rasio Profitabilitas atau Rasio Keuntungan

Pengertian dari rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan

untuk memperoleh keuntungan dari usahanya. Disini permasalahanya

adalah keefisienan manajemen dalam menggunakan baik total aktiva

maupun aktiva bersih. Kata resiko sering kita ucapkan atau kita dengar

dalam pembicaraan sehari-hari. Resiko memiliki banyak arti yang

dijelaskan. Yang dimaksud resiko disini adalah kesempatan atau

kemungkinan timbulnya kerugian atau hasil yang berbeda dari yang

diharapkan atau kondisi masa depan yang terjadi tidak pasti.

b. Rasio Likuiditas atau Rasio Kelancaran

Pengertian rasio likuiditas adalah rasio yang dipergunakan untuk

mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-

kewajiban jangka pendek. Rasio likuiditas mempunyai tujuan untuk

melakukan uji kecukupan dana, kemampuan perusahaan untuk

melunasi kewajiban kewajiban jangka panjang, kemampuan

perusahaan membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus

dipenuhi.

c. Rasio Solvabilitas atau Rasio Kewajiban

Pengertiannya adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi

seluruh kewajiban perusahaan yang meliputi utang jangka pendek dan

utang jangka panjang, baik perusahaan masih berjalan maupun dalam


119

keadaan likuidasi (dibubarkan). Rasio ini terbukti penting karena

mengukur utang jangka pendek dan jangka panjang, karena dengan

kondisi keuangan yang baik dalam jangka pendek tidak menjamin

adanya kondisi keuangan yang baik jugadalam jangka panjang. Hal-hal

yang menguntungkan dalam jagka pendek dengan mudah digoyahkan

dengan pos-pos jangka panjang.

Laporan keuangan seperti laporan laba rugi merupakan sumber

informasi utama untuk melakukan analisis yang akurat mengenai

harga saham. Perubahan deviden merupakan isyarat perubahan

earning. Perusahaan akan menaikkan deviden ketika manajemen

percaya bahwa earning telah meningkat secara permanen. Dengan

demikian dapat dijelaskan bahwa earning perusahaan naik maka

perusahaan diharapkan membayarkan deviden lebih besar sebagai

signal tentang prediksi membaiknya nilai perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa penyebab adanya perubahan harga

saham di pasar modal yaitu terdiri dari:

a. Adanya tingkat permintaan dan penawaran terhadap harga saham itu

sendiri

b. Kondisi keuangan suatu perusahaan

c. Tingkat suku bunga

d. Valuta asing dan dana asing yang terdapat di Bursa Efek

e. Indeks harga saham gabungan (IHSG).


120

F. Manajemen Profitabilitas Perusahaan

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh

keuntungan. Karena tujuan investor berinvestasi adalah untuk memperoleh

keuntungan yang lebih.38 Rasio Profitabilitas dapat memberikan informasi

mengenai kinerjakeuangan perusahaan. Rasio profitabilitas ini merupakan

suatu perhitungan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat laba yang

diperoleh perusahaan dengan berdasarkan komponen-komponen yang ada

dalam perusahaan tersebut. Analisis profitabilitas ini menggambarkan

kinerja fundamental perusahaan ditinjau dari tingkat efisiensi dan

efektifitas operasi perusahaan dalam memperoleh laba.39

Rasio profitabilitas dianggap sebagai alat yang paling valid dalam

mengukur hasil pelaksanaan operasi perusahaan, karena rasio profitabilitas

merupakan alat pembanding pada berbagai alternatif investasi yang sesuai

dengan tingkat risiko. Semakin besar risiko investasi, diharapkan

profitabilitas yang diperoleh semakin tinggi pula. Rasio Profitabilitas

adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan laba dengan kemampuan dan sumber yang dimiliki. Laba

yang diraih dari kegiatan yang dilakukan merupakan cerminan kinerja

sebuah perusahaan dalam menjalankan usahanya.

Profitabilitas sebagai salah satu acuan dalam mengukur besarnya laba

menjadi begitu penting untuk mengetahui apakah perusahaan telah

38
Kasmir, Laporan Keuangan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h.196
39
Harmono, Manajemen Keuangan, (Jakarta: PT Gramedia, 2009), h. 109
121

menjalankan usahanya secara efisien, karena efisiensi baru dapat diketahui

dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal

yang menghasilkan laba tersebut dengan kata lain adalah menghitung

profitabilitas. Tingkat profitabilitas merupakan hal yang penting bagi bank

karena rentabilitas (profitabilitas) yang tinggi merupakan tujuan setiap

bank. Jika dilihat dari perkembangan rasio profitabilitas menunjukkan

suatu peningkatan hal tersebut menunjukkan kinerja bank efisien.40

Jika Investor mengharapkan untuk mendapatkan tingkat kembalian

(return) baik berupa deviden maupun capital gain. Investor hendaknya

menganalisis mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Karena dari laba tersebut akan muncul return yang akan menjadi

keuntungan dari sebuah investasi atau biasa dinamakan deviden. Apabila

sebuah perusahaan mempunyai kemampuan dalam memberikan deviden

maka akan banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di

perusahaan tersebut, jika hal ini terjadi maka harga saham perusahaan

akan mengalami kenaikan dan memberikan keuntungan berupa capital

gain.

Tujuan analisis profitabilitas sebuah bank adalah untuk mengukur

tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank yang

bersangkutan. Kinerja keuangan perusahaan dari sisi manajemen,

mengharapkan laba bersih sebelum pajak (earning before tax) yang tinggi

karena semakin tinggi laba perusahaan semakin flexible perusahaan dalam

40
I Wayan Sudirman, Manajemen Perbankan, ( Jakarta: Kencana, 2013), h. 151
122

menjalankan aktivitas operasional perusahaan, sehingga EBT perusahaan

akan meningkat bila kinerja keuangan perusahaan meningkat. Laba

sebelum pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional sebelum pajak.

Rasio profitabilitas yang berkaitan dengan efisiensi perusahaan dalam

menghasilkan laba, yaitu Return On Assets (ROA) dan Return On Equity

(ROE).

1. Return On Asset (ROA)

ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan

bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva.41 Dengan kata lain,

semakin tinggi rasio ini maka semakin baik pula produktivitas aset

dalam memperoleh keuntungan bersih. Hal ini selanjutnya akan

meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor. Peningkatan

daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut semakin

diminati oleh investor, karena tingkat pengembalian atau deviden akan

semakin besar. Hal ini juga akan berdampak pada harga saham dari

perusahaan tersebut dipasar modal yang akan semakin meningkat

sehingga ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan.

Rasio keuangan perusahaan yang berhubungan dengan aspek earning

atau profitabilitas. ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur

keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Semakin

besar ROA, maka semakin baik karena tingkat keuntungan yang

dihasilkan perusahaan dari pengelolaan asetnya semakin besar, dengan

41
Maharani Ika Lestari dan Toto Sugiono, Kinerja Bank Non Devisa dan Faktor-faktor
yang Mempengaruhinya, Jurnal PESAT, Vol. 2, (2007) hal. 195-201
123

pengelolaan aset yang semakin efisien maka tingkat kepercayaan

investor terhadap perusahaan akan meningkat yang nantinya akan

meningkatkan harga saham. 42

ROA berfungsi untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam

menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.

Semakin besar ROA yang dimiliki suatu perusahaan maka semakin

efisien penggunaan aktiva sehingga akan memperbesar laba. Laba

yang besar akan menarik investor karena perusahaan memiliki tingkat

pengembalian yang semakin tinggi. 43

Rumus ROA = Laba Bersih x 100 %


Total Asset

ROA yang tinggi menunjukan efisiensi manajemen aktiva.

Rendahnya rasio ini disebabkan oleh :

a. Rendahnya Basic Earning Power (BEP) perusahaan

b. Tingginya tingkat bunga karena penggunaan kewajiban diatas rata–

rata yang menyebabkan laba bersih relatif rendah

Hasil Penelitian yang dilakukan Sanjaya menunjukkan bahwa

variabel Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan

terhadap harga saham perbankan, sedangkan Capital Adequacy Ratio

(CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR)

berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada

42
Abigael K, Ika Veronika dan Ika S, Ardiani, Pengaruh Return On Asset, Price Earning
Ratio, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Price to Book Value terhadap Harga Saham
Manufaktur di BEI. (Jurnal Solusi. Vol. 7. No. 4, 2008), h. 78
43
Andy Porman T, Menilai Harga Saham. (Jakarta: PT Alex Komputindo, 2007), h. 147
124

perusahaan perbankan. Hasil uji secara simultan menunjukkan terdapat

pengaruh antara CAR, NPL, ROA dan LDR secara bersama-sama

terhadap harga saham perusahaan perbankan yang go public di Bursa

Efek Indonesia. Besarnya pengaruh tersebut adalah 38,00 %,

sedangkan sisanya sebesar 62,00 % dipengaruhi faktor lain di luar

penelitian atau di luar persamaan regresi.44

Hasil penelitian Selviyana menyimpulkan bahwa variabel

Return On Asset tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham

syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index, variabel Return On

Equity berpengaruh signifikan terhadap harga saham syariah

perusahaan di Jakarta Islamic Index dan variabel Debt to Equity Ratio

dalam penelitian ini investor dan calon investor lebih memilih kinerja

perusahaan dalam pengembalian modal dari pada hutang. Secara

bersama-sama return on asset, return on equity, dan debt to equity

ratio dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh terhadap Harga Saham

Syariah Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index Tahun

2015-2017.45

Pengembalian atas aktiva atau modal berguna bagi evaluasi

manajemen, analisis profitabilitas, peramalan laba, serta perencanaan

dan pengendalian. Menggunakan angka pengembalian atas aktiva

modal untuk tujuan tersebut membutuhkan pemahaman mendalam

44
Sanjaya, [Link]., h.60
45
Selviyana, Op. Cit., h.100-103
125

mengenai ukuran pengembalian ini, karena ukuran pengembalian

mencakup komponen-komponen yang berpotensi memberikan

kontribusi pada pemahaman kinerja perusahaan. Bagian ini membahas

tingkat pengembalian jika investasi modal dipandang secara terpisah

dari sumber pendanaannya, yaitu modal utang dan ekuitas (total

aktiva), atau biasanya disebut sebagai pengembalian atas aktiva

(Return On Asset).

2. Return On Equity (ROE)

ROE atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk

mengukur laba bersih pajak dengan modal sendiri. Rasio ini

menggambarkan beberapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari

modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini semakin baik karena berarti

posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian juga sebaliknya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurhartanti menyimpulkan

bahwa Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap harga

saham. 46

ROE yang tinggi sering kali mencerminkan penerimaan

perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen biaya

yang efektif. 47Semakin tinggi rasio ini semakin baik maksudnya posisi

pemilik perusahaan semakin kuat. Dengan demikian perusahaan akan

bisa membayar dividen kepada pemegang saham.

Rumus ROE = Laba Bersih x 100 %


46
Nurhartanti, Op. Cit., h. 73
47
Ibid,. h. 148
126

Equity

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan

tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh

pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau

VOC. Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan

dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan,

bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami

kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang

dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada

pemerintah Republik Indonesia dan berbagai kondisi yang menyebabkan

operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal

pada tahun 1977 dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami

pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang

dikeluarkan pemerintah. Visi Bursa Efek Indonesia adalah menjadi bursa

yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia dan misinya yaitu

menciptakan daya saing yang menarik investor dan emiten, melalui


127

pemberdayaan anggota bursa dan partisipan, penciptaan nilai tambah,

efisiensi biaya serta penerapan good governance.48

B. Gambaran Umum Perusahaan

Berikut ini adalah profil perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia yang menjadi sampel dalam penelitian

1. Bank Central Asia Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Central Asia Tbk yang memuat

sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Central Asia Tbk

BCA didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank

Central Asia NV oleh salah satu konglomerat Indonesia, Sudono Salim,

pemilik Grup Salim. Perkembangan BCA barulah terlihat pada tahun 1988

ketika Mochtar Ryadi menerapkan suatu skema rekening

tabungan/deposito dengan hadiah besar yang disebut tahapan. Pada tahun

1994, BCA tercatat dalam sejarah perbankan Indonesia sebagai bank

dengan jumlah nasabah paling banyak di Indonesia. Tiga tahun kemudian,

48
[Link] 09 Agustus 2019 pukul 20:20
wib
128

nasabahnya yang berjumlah jutaan itu berhasil mengantarkan BCA sebagai

bank terbesar di Indonesia kala itu.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan salah satu bank

terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta

menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi,

komersial & UKM dan konsumer. Pada akhir Juni 2015, BCA

memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 13 juta rekening

nasabah melalui 1.135 cabang, 16.707 ATM dan ratusan ribu EDC dengan

dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking.

b. Visi dan Misi Bank Central Asia Tbk

1) Visi: Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai

pilar penting perekonomian Indonesia.

2) Misi:

a) Membangun institusi yang unggul di bidang penyelesaian

pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan

perseorangan.

b) Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan

finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi

nasabah.
129

c) Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA.49

2. Bank Negara Indonesia Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Negara Indonesia Tbk yang

memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Negara Indonesia Tbk

Didirikan pada tanggal 5 Juli 1946, PT Bank Negara Indonesia

(persero) Tbk atau BNI menjadi bank pertama milik negara yang lahir

setelah kemerdekaan Indonesia. Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan

Republik Indonesia, BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank

umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang No. 2 Tahun 1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai

bank komersial sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI

sebagai alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah

Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946 dicetak dan diedarkan oleh Bank

Negara Indonesia. Menyusul penunjukan De Javache Bank yang

merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai bank sentral pada

tahun 1949, Pemerintah membatasi peran BNI sebagai bank sentral. BNI

lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan dan diberikan hak untuk

bertindak sebagai bank devisa pada tahun 1950 dengan akses langsung

49
PT BCA, Profil Korporasi, [Link],_ 8 Agustus 2019, Pukul 19.20 Wib
130

untuk transaksi luar negeri. Kantor cabang BNI pertama di luar negeri

dibuka di Singapura pada tahun 1955.

Peranan BNI untuk mendukung perekonomian Indonesia semakin

strategis dengan munculnya inisiatif untuk melayani seluruh lapisan

masyarakat dari Sabang sampai Merauke pada tahun 1960-an dengan

memperkenalkan berbagai layanan perbankan seperti Bank Terapung,

Bank Keliling, Bank Bocah dan Bank Sarinah.

Tujuan utama dari pembentukan Bank Terapung adalah untuk

melayani masyarakat yang tinggal di kepulauan seperti di Kepulauan Riau

atau daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat seperti

Kalimantan. BNI juga meluncurkan Bank Keliling, yaitu jasa layanan

perbankan di mobil keliling sebagai upaya proaktif untuk mendorong

masyarakat menabung. Pada tahun 1988, identitas korporat berubah

menjadi logo layar kapal dan gelombang untuk merepresentasikan posisi

BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar

keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang

mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial

Negara yang berorientasi pada pasar.

b. Visi dan Misi Bank Negara Indonesia Tbk

1) Visi: Menjadi Lembaga Keuangan yang Unggul dalam Layanan dan

Kinerja.
131

2) Misi:

a) Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah

kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama.

b) Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.

c) Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai

kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi.50

3. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

yang memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

BRI didirikan di Purwokerto oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja

dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche

Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi

Purwokerto". Inilah lembaga keuangan yang melayani orang-orang

berkebangsaan Indonesia (pribumi), dan menjadi cikal bakal BRI. Hari

pendirian. Tanggal pendirian bank tersebut pada 16 Desember 1895,

kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Kegiatan BRI sempat

terhenti pada masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun

1948. Operasional BRI baru mulai aktif kembali setelah perjanjian

50
PT Bank Negara Indonesia, Tentang BNI, [Link],_ 8 Agustus 2019, Pukul
19.35 Wib
132

Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat

Indonesia Serikat.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No.

7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI

berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100

persen di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003,

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini,

sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat

Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

Pada tanggal 31 Oktober 2003, BBRI memperoleh pernyataan efektif dari

Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BBRI

(IPO) kepada masyarakat sebanyak [Link] dengan nilai nominal

Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp875,- per saham.

Selanjutnya, opsi pemesanan lebih sejumlah 381.176.000 lembar saham

dan opsi penjatahan lebih sejumlah 571.764.000 lembar saham masing-

masing dengan harga Rp 875,- setiap lembar saham telah dilaksanakan

masing-masing pada tanggal 10 November 2003 dan 3 Desember 2003.

Setelah IPO BRI dan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan

lebih dilaksanakan oleh Penjamin Pelaksana Emisi, Negara Republik

Indonesia memiliki 59,50% saham di BRI. Saham-saham tersebut

dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 November

2003. Di BRI terdapat 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna yang dipegang

Pemerintah Negara Republik Indonesia. Saham Seri A Dwiwarna adalah


133

saham yang memberikan hak-hak preferen kepada pemegangnya untuk

menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Komisaris dan Direksi,

perubahan anggaran dasar, menyetujui penggabungan, peleburan,

pengambilalihan dan pemisahan BRI, pengajuan permohonan agar BRI

dinyatakan pailit dan pembubaran BRI.

b. Visi dan Misi Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

1) Visi: Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan

kepuasan nasabah.

2) Misi:

a) Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan

pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk

menunjang pengingkatan ekonomi masyarakat.

b) Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan

kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia

yang profesional dan teknologi informasi yang handal dengan

melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate

Governance (GCG) yang sangat baik.

c) Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-

pihak yang berkepentingan (stakeholders).51

51
PT Bank Rakyat Indonesia, Tentang BRI, [Link],_8 Agustus 2019, Pukul 19.58
Wib
134

4. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Mandiri (Persero) Tbk yang

memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Mandiri (Persero) Tbk

Perusahaan ini didirikan pada 2 Oktober 1998 dengan program

pemerintah sebagai kekuatan pembentuknya. Pada Juli 1999 empat bank

milik pemerintah digabung menjadi satu yaitu Bank Dagang Negara, Bank

Bumi Daya, Bank Pembangunan Indonesia serta Bank Ekspor Impor

Indonesia. Dari tahun ke tahun Bank Mandiri telah memperoleh

pencapaian luar biasa, mulai dari manajemen, teknologi serta nasabah. Di

tahun 2013 saja Bank Mandiri telah memiliki lebih dari 1.800 cabang yang

tersebar di seluruh Indonesia.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan Bank milik pemerintah

dengan aset, deposit dan pinjaman terbesar saat ini (tahun 2015). PT Bank

Mandiri (Persero) Tbk adalah bank yang masuk dalam program

restrukturisasi perbankan dengan pelaksana Pemerintah Indonesia. Empat

bank besar yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Ekspor

Impor Indonesia serta Bank Pembangunan Indonesia bergabung dan

membentuk Bank Mandiri ditahun 1999. Kini Bank Mandiri telah

berperan menjadi institusi bidang keuangan terkuat di Indonesia. Bank


135

Mandiri melakukan penawaran saham perdana pada 14 Juli 2003 sebesar

20% atau ekuivalen dengan 4 miliar lembar saham.

b. Visi dan Misi Bank Mandiri (Persero) Tbk

1) Visi: Indonesia’s best, ASEAN’s prominent

2) Misi:

a) Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar

b) Mengembangkan sumber daya manusia professional

c) Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder

d) Melaksanakan manajemen terbuka

e) Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan. 52

5. Bank CIMB Niaga Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank CIMB Niaga Tbk yang memuat

sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank CIMB Niaga Tbk

CIMB Niaga berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama

Bank Niaga. Pada dekade awal berdirinya, fokus utama adalah pada

membangun nilai-nilai inti dan profesionalisme di bidang perbankan. Di

tahun 1987, Bank Niaga membedakan dirinya dari para pesaingnya di

52
PT Mandiri, Tentang Mandiri, [Link],_ 09 Agustus 2019, Pukul 19.40
Wib
136

pasar domestik dengan menjadi Bank yang pertama menawarkan

nasabahnya layanan perbankan melalui mesin ATM di Indonesia.

Pencapaian ini dikenal luas sebagai masuknya Indonesia ke dunia

perbankan modern. Kepemimpinan Bank dalam penerapan teknologi

terkini semakin dikenal di tahun 1991 dengan menjadi yang pertama

memberikan nasabahnya layanan perbankan online.

Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan

Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada tahun 1989.

Keputusan untuk menjadi perusahaan terbuka merupakan tonggak

bersejarah bagi Bank dengan meningkatkan akses pendanaan yang lebih

luas. Langkah ini menjadi katalis bagi pengembangan jaringan Bank di

seluruh pelosok negeri.

Pada bulan Mei 2008, nama Bank Niaga berubah menjadi CIMB

Niaga. Kesepakatan Rencana Penggabungan CIMB Niaga dan Lippo Bank

telah ditandatangani pada bulan Juni 2008, yang dilanjutkan dengan

Permohonan Persetujuan Rencana Penggabungan dari Bank Indonesia dan

penerbitan Pemberitahuan Surat Persetujuan Penggabungan oleh

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di bulan Oktober 2008.

Lippo Bank secara resmi bergabung ke dalam CIMB Niaga pada tanggal 1

November 2008 (Legal Day 1 atau LD1) yang diikuti dengan pengenalan

logo baru kepada masyarakat luas.


137

b. Visi dan Misi Bank CIMB Niaga Tbk

1) Visi: Menjadi Perusahaan ASEAN yang Terkemuka.

2) Misi: Menyediakan layanan perbankan universal di Indonesia secara

terpadu sebagai perusahaan dengan kinerja unggul di kawasan

ASEAN dan kawasan utama lainnya, serta mendukung percepatan

integrasi ASEAN dan hubungannya dengan kawasan lain.53

6. Bank Danamon Indonesia Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Danamon Indonesia Tbk yang

memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Danamon Indonesia Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1956, PT

Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan salah satu lembaga keuangan

terbesar di Indonesia, dengan jaringan tersebar di wilayah Aceh hingga

Papua. Per 30 Juni 2016, Danamon mencatatkan asset sebesar Rp 175

triliun, didukung 1.900 kantor cabang dan pusat pelayanan, terdiri dari

kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam, unit Syariah,

serta kantor cabang anak perusahaan, Adira. Danamon menyediakan akses

ke 1.454 ATM dan 70 CDM, serta puluhan ribu ATM melalui kerjasama

53
PT CIMB Niaga, Profil CIMB Niaga, [Link],_09 Agustus 2019, Pukul
19.55 Wib
138

dengan jaringan ATM Bersama, ALTO, dan Prima yang tersebar di 34

provinsi di Indonesia.

Danamon mengembangkan beragam bisnis perbankan, meliputi

perbankan usaha kecil dan menengah (UKM), perbankan komersial,

perbankan korporasi, perbankan ritel, perbankan konsumer, perbankan

mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP), pembiayaan perdagangan

(trade finance), manajemen kas (cash management), layanan tresuri dan

pasar modal, layanan lembaga keuangan serta perbankan syariah. elain itu,

Danamon juga menyediakan pembiayaan otomotif dan barang-barang

konsumen melalui Adira Finance serta layanan asuransi umum melalui

Adira Insurance. Pada tahun 2015, Danamon meluncurkan layanan

pembayaran ecommerce atau transaksi belanja online melalui Danamon

Online Banking. Per 31 Juni 2016, 67,37% saham Danamon dimiliki oleh

Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd, 6,57% oleh JPMCB-Franklin

Templeton Investment Funds, dan 26,06% dimiliki oleh publik.

b. Visi dan Misi Bank Danamon Indonesia Tbk

1) Visi : Peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan

2) Misi: Menjadi organisasi yang berorientasi ke nasabah, yang melayani

semua segmen, dengan menawarkan nilai yang unik untuk masing-


139

masing segmen, berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan,

dengan didukung oleh teknologi kelas dunia.54

7. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

yang memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Bank BTN adalah adan Usaha Milik Negara Indonesia yang

berbentuk perseroan teratas dan bergerak di bidang jasa keuangan

perbankan. Cikal bakal Bank BTN dimulai dngan didirikannya

Postparbank di Batavia pada tahun 1897, pada masa pemerintah Belanda.

Pada 1 April 1942 Postparbank di ambil alih pemerintah Jepang

dan diganti namanya menjadi Tyokin Kyoku. Setelah kemerdekaan

diproklamasikan, maka Tyokin Kyoku diambil alih oleh pemerintah

Indonesia, dan namanya diubah menjadi Kantor Tabungan Pos RI. Usai

dikukuhkannya, Bank Tabungan Pos RI ini sebagai satu-satunya lembaga

tabungan di Indonesia. Pada tanggal 9 Februari 1950 pemerintah

mengganti namanya dengan nama Bank Tabungan Pos.

54
PT Bank Danamon, Profil Perusahaan, [Link],_09 Agustus 2019, Pukul
20.20 Wib
140

Tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari dan tanggal Bank

BTN. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 4

tahun 1963 Lembaran Negara Republik Indonesia No. 62 Tahun 1963

tanggal 22 Juni 1963, maka resmi sudah nama Bank Tabungan Pos diganti

namanya menjadi Bank Tabungan Negara. Dalam periode ini posisi Bank

BTN telah berkembang dari sebuah unit menjadi induk yang berdiri

sendiri.

Kemudian sejarah Bank BTN mulai diukir kembali dengan

ditunjuknya oleh Pemerintah Indonesia pada tangal 29 Januari 1974

melaui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 sebagai wadah

pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Sejalan dengan tugas

tersebut, maka mulai 1976 mulailah realisasi KPR (Kredit Pemilikan

Rumah) pertama kalinya oleh Bank BTN di negeri ini.

Berdasarkan kajian konsultan independent, Price Water House

Coopers, pemerintah melalui menteri BUMN dalam surat No. 5-

[Link]/2002 memutuskan Bank BTN sebagai Bank Umum dengan

fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.

b. Visi dan Misi Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

1) Visi: Terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sector perumahan

dan jasa layanan keuangan keluarga.

2) Misi:
141

a) Berperan aktif dalam mendukung sector perumahan, baik dari segi

penawaran maupun dari sisi permintaan, yang terintegrasi dalam

sector perumahan di Indonesia.

b) Memberikan layanan unggul dalam pembiayaan kepada sector

perumahan dan kebutuhan keuangan keluarga.

c) Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi

pengembangan produk, jasa dan jaringan strategi berbasis digital.

d) Menyiapkan dan mengembangkan human capital yang berkualitas,

professional, dan memiliki integritas tinggi.

e) Meningkatkan shareholder value dengan fokus kepada

peningkatan pertumbuhan profitabiltas sesuai dengan prinsip

kehati-hatiandan good corporate governance.

f) Memedulikan kepentingan masyarakat sosial dan lingkungan

secara berkelanjutan.55

8. Bank Permata Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Permata Tbk yang memuat

sejarah dan visi misi dari perusahaan.

55
PT Bank Tabungan Negara,Tentang BTN, [Link],_ 10 Agustus 2019, Pukul
20.17 Wib
142

a. Sejarah Bank Permata Tbk

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) merupakan hasil merger 5

(lima) Bank yaitu PT. Bank Bali Tbk, PT. Bank Universal Tbk, PT. Bank

Artamedia, PT. Bank Patriot dan PT. Bank Prima Ekspress pada tahun

2002, dan saat ini telah berkembang menjadi sebuah bank swasta yang

menawarkan produk dan terutama disisi delivery channel nya termasuk

Internet Banking dan Mobile Banking. Permata Bank memiliki fokus di

segmen Konsumer dan Komersial. Melayani lebih dari 2 juta nasabah di

62 kota di Indonesia, per Desember 2016 Permata Bank memiliki 331

cabang (termasuk cabang Syariah), 22 Cabang Bergerak (Mobile Branch),

enam Payment Point, 1.008 ATM dengan akses di lebih dari 100.000

ATM (Visa Plus, Visa Electron, MasterCard, Alto, ATM Bersama dan

ATM Prima) dan jutaan ATM di seluruh dunia yang terhubung dengan

jaringan Visa, Mastercard, Cirrus.

b. Visi dan Misi Bank Permata Tbk

1) Visi: Menjadi bank pilihan dengan terus membina kemitraan dan

menciptakan nilai bermakna bagi stakeholder

2) Misi:

a) Berperan aktif sebagai mitra di bidang keuangan dan agen

pembangunan yang efisien bagi nasabah dan masyarakat


143

b) Memberikan layanan keuangan menyeluruh secara sederhana,

cepat, andal dan inovatif

c) Berkomitmen untuk memberikan pengalaman unggul bagi

pemangku kepentingan dan membangun nilai positif bagi pemegang

saham.56

9. Bank Pan Indonesia Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Pan Indonesia Tbk yang

memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Pan Indonesia Tbk

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank) merupakan salah satu

perbankan komersial terbesar di Indonesia. Didirikan pada 1971 dari hasil

penggabungan usaha Bank Kemakmuran, Bank Industri Djaja, serta Bank

Industri dan Dagang Indonesia. Panin Bank memperoleh izin sebagai bank

devisa pada 1972. Selanjutnya pada tahun 1982,Panin Bank melakukan

penawaran saham perdana sekaligus menjadi bank pertama di Indonesia

yang mencatatkan sahamnya di lantai bursa.

Dengan ditopang fondasi fundamental yang kuat, Panin Bank

mampu melewati berbagai periode sulit dalam perekonomian Indonesia.

Pada 1998, saat dilanda krisis ekonomi sebagai dampak resesi ekonomi

56
PT Bank Permata, Profil Korporasi, [Link],_15 Agustus 2019, Pukul
22.58 Wib
144

Asia satu tahun sebelumnya, Panin Bank masih bisa bertahan sebagai

Bank Kategori “A”. Pada periode-periode setelahnya, Panin Bank terus

melaju mengembangkan berbagai produk dan layanan di bidang perbankan

ritel dan komersial.

Panin Bank terus tumbuh menjadi salah satu bank Small Medium

Enterprise (SME) terdepan di Indonesia dengan didukung Sumber Daya

Manusia (SDM) yang andal. Melalui beragam produk dan layanan di

segmen perbankan consumer, SME dan mikro, komersial, korporat dan

tresuri, Panin Bank terus menjaga komitmen untuk tumbuh dengan

kompetensi yang telah teruji dalam menciptakan nilai sejalan dengan

prinsip kehati-hatian.

Panin Bank memiliki jarinagn perusahaan yang merata di seluruh

nusantara. Hingga 2017, telah memiliki lebih dari 562 kantor cabang di

seluruh Indonesia, belum termasuk kantor perwakilan di Singapura.

Pelayanan prima juag didukung dengan lebih dari 967 Automatic Teller

Machine (ATM) yang tersebar dari Aceh di ujung barat hingga papua di

pelosok timur nusantara.

Hingga per 31 Desember 2017, Panin Bank memiliki total asset

senilai Rp 213,54 triliun. Penyaluran kredit juga tumbuh 2,88 % menjadi

Rp128,65 triliun sementara simpanan nasabah juga tumbuh 2,11 %

menjadi Rp 145,67 triliun. Dalam perkembangannya hingga saat ini,

PaninBank juga terus meningkatkan penerapan proses tata kelola

perusahaan yang baik, dan secara efektif memanfaatkan teknologi


145

informasi untuk menjawab tuntutan pertumbuhan bsnis dan perkembangan

zaman.

b. Visi dan Misi Bank Pan Indonesia Tbk

1) Visi: Menjadi “Bank Nasional’ dalam Arsitektur Perbankan Indonesia

di masa datang.

2) Misi: Mentransformasikan Panin Bank menjadi salah satu bank

terkemuka dalam perbankan konsumen dan bisnis di Indonesia. 57

10. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Rakyat Indonesia Agroniaga

Tbk yang memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

a. Sejarah Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk didirikan oleh Dana

Pensiun Perkebunan (Dapenbun) pada tangga 27 September 1989, Bank

AGRO mempunyai peranan penting dan strategis dalam perkembangan

sector agribisnis Indonesia. Sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan

agribisnis, sejak berdiri hingga saat ini, portofolio kredit Bank AGRO

sebagian besar (antara 60%-75%) disalurkan di sector agribisnis, baik on

57
PT Bank Pan Indonesia, Tentang Panin, [Link],_15 Agustus 2019, Pukul
23.04 Wib
146

farm maupun off farm. Bank AGRO yang didirikan dengan Akta Notaris

[Link], S.H., di Jakarta No. 27 tanggal 27 September 1989

memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan pada tanggal 11 Desember

1989 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Februari 1990.

Pada tahun 2003, Bank AGRO menjadi perusahaan public

berdasarkan persetujuan Bapepam-LK No. S-1565/PM/2003 tertanggal 30

Juni 2003 sehingga namanya berubah menjadi PT Bank Agroniaga Tbk

dan pada tahun yang sama mencatatkan sahamnya di Bursa Efek

Surabaya, sedangkan pada tahun 2007, saham Bank AGRO dengan kode

AGRO sudah mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia . Pada tahun 2006,

Bank AGRO meningkatkan statusnya menjadi Bank Umum Devisa

berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.

8/41/[Link]/2006 tertanggal 8 Mei 2006. Pada tanggal 3 Maret 2011,

dengan ditandatanganinya Akta Akuisisi Saham PT Bank Agroniaga Tbk

antara Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan Dapenbun di Jakarta, Bank

BRI secara resmi menjadi pemegang Saham Pengendali pada PT Bank

Agroniaga Tbk. Sebagai wujud komitmen bersama dalam sinergi bersama

Bank BRI, pada tahun 2012 seiring dengan ulang tahun ke-23, Bank

AGRO berganti nama menjadi BRI AGRO. Saat ini memiliki 1 Kantor

Pusat Operasional, 16 Kantor Cabang, 17 Kantor Cabang Pembantu, dan 4

Kantor Kas.
147

b. Visi dan Misi Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk

1) Visi: menjadi bank dengan layanan terbaik dan fokus di sektor

Agribisnis

2) Misi:

a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik pada segmen Usaha

Kecil dan Menengah (UKM) terutama sektor agribisns untuk

menunjang peningkatan ekonomi masyarakat dengan tetap

memperhatikan kelestarian lingkungan.

b. Memenuhi kebutuhan layanan perbankan yang berkualitas

didukung oleh penggunan teknologi informasi yang handal dan

sumber daya manusia yang professional serta berintegrasi tinggi

dalam melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good

Corporate Governance).

c. Memberikan manfaat yang optimal bagi para stakeholder. 58

11. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Pembangunan Daerah Jawa

Barat dan Banten Tbk yang memuat sejarah dan visi misi dari

perusahaan.

58
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Profil AGRO, [Link],_20 Agustus
2019, Pukul 21.30 Wib
148

a. Sejarah Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 1960 tentang

pentuan perusahaan milik Belanda di Indonesia yang dikenakan

nasionalisasi. Salah satu perusahaan milik Belanda yang berkedudukan di

bandung yaitu N.V Denis (De Eerste Nederlandsche Indische

Shareholding) terkena ketentuan tersebut dan diarahkan kepada

Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Bank telah

mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 20 Mei 1961.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun

1960, Pemerintah daerah Tingkat Provinsi I Jawa Barat mendirikan Bank

Karja Pembangunan dengan Akta Notaris Noezar No. 152 tanggal 21

Maret 1961 dan No. 184 tanggal 13 Mei 1961 yang kemudian dikukuhkan

dengan surat Keputusan Gubernur Propinsi Jawa Barat No.

7/GKDN/BPD/61 tanggal 20 Mei 1961 dengan nama PT Bank Karja

Pembangunan Daerah Djawa Barat diubah menjadi. Berdasarkan

Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat No. 11/PD/DPRD/72 tanggal 27

Juni 1972, kedudukan hukum PT Bank Karja Pembangunan Daerah Djawa

Barat diubah menjadi PD. Bank Karja Pembangunan Daerah Jawa Barat.

Nama PD. Bank Karja Pembanguan Daerah Jawa Baratselanjutnya diubah

menjadi BPD Jabar sesuai Perda Propinsi Jawa Barat No. 1/DP-
149

040/PD/1978 tanggal 27 Juni 1978. Pada tahun 1992 sesuai dengan Surat

Keputusan Bank Indonesia No. 25/84/KEP/DIR tanggal 2 November 1992

status BPD Jabar meningkat menjadi bank umum devisa. Berdasarkan

Peraturan Daerah No. 11 tahun 1995, BPD Jabar memiliki sebutan Bank

Jabar dengan logo baru.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa

Barat No. 22 Tahun 1998 tanggal 14 Desember 1998 tentang Perubahan

bentuk Hukum Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Perusahaan

Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) Perda tersebut dituangkan

lebih lanjut pada Akta Pendirian No. 4 tanggal 8 April 1999 juncto Akta

Perbaikan No. 8 tanggal 15 April 1999, keduanya dibuat di hadapan Popy

Kuntari Sutresna, S. H., Notaris di Bandung yang telah memperoleh

pengesahan Menteri Kehakiman RI berdasarkan Surat Keputusan No. C2-

[Link].99 tanggal 16 April 1999, didaftarkan dalam Daftar

Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kab/Kodya Bandung di

bawah No. 871/BH.10.11/IV/99 tanggal 24 April 1999, serta telah

diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39 tanggal 14

Mei 1999, Tambahan No. 2811, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari

Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Tanggal 15 April 2000 Bank Jabar menjadi BPD pertama di

Indonesia yang menjalankan dual banking system, yaitu memberikan

layanan perbankan dengan sistem konvensional dan sistem syariah.


150

Melihat perkembangan prospek usaha yang terus membaik, hasil RUPS

tanggal 5 April 2006 menetapkan kenaikan modal dasar Bank Jabar dari

Rp2 trilliun menjadi Rp4 trilliun Pada bulan November 2007, sebagai

tindak lanjut SK Gubernur BI No. 9/63/[Link]/2007 tentang Perubahan

Izin Usaha Atas Nama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan

Banten, dilaksanakan penggantian call name dari “Bank Jabar” menjadi

“Bank Jabar Banten”.

b. Visi dan Misi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten

Tbk

1) Visi: Menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja bank di Indonesia

2) Misi:

a) Penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah

b) Melaksanakan Penyimpanan Uang Daerah

c) Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah 59

12. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk

Berikut ini adalah profil dari Bank Pembangunan Daerah Jawa

Timur Tbk yang memuat sejarah dan visi misi dari perusahaan.

59
PT Bank BJB, Tentang Bank BJB, [Link],_20 Agustus 2019, Pukul 23.15
Wib
151

a. Sejarah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk didirikan pada

tanggal 17 Agustus 1961 dengan akta yang dibuat oleh Notaris Anwar

Mahajudin, No. 91 tanggal 17 Agustus 1961. Dengan adanya Undnag-

Undang No. 13 tahun 1962 tentang Ketentuan Pokok Bank Pembangunan

Daerah, yang mengharuskan Bank Pembangunan Daerah didirikan dengan

Peraturan Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa

Timur mengeluarkan Peraturan Daerah No. 2 tahun 1976. Atas dasar

peraturan daerah etrsebut, nama PT Bank Pembangunan Daerah Djawa

Timur diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur. Dengan

pengesahan Peraturan Daerah No. 1 tahun 1999 oleh DPRD Provinsi Jawa

Timur tanggal 20 Maret 1999, dan oleh Menteri Dalam Negeri dengan

Surat Keputusan No. 584.35-317 tanggal 14 April 1999, maka bentuk

hukum Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur diubah dari Perusahaan

Daerah menjadi Perseroan Terbatas.

Bank mulai melakukan kegiatan operasional sesuai Surat

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. BUM 9-4-5 pada

tanggal 15 Agustus 1961. Sedangkan Unit Usaha Syariah (UUS) dibentuk

dan mulai beroperasi sejak tanggal 21 Agustus 2007 sesuai dengan surat

Persetujuan Prinsip Pendirian UUS dari Bank Indonesia No. 9/75/DS/Sb

tanggal 4 April 2007.


152

Entittas induk terakhir dari Bank adalah pemerintah Provinsi Jawa

Timur. Bank memperoleh izin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa

berdasarkan SK Direksi Bank Indonesia (“BI”) No. 23/28/KEP/DIR

tanggal 2 Agustus 1990. Penawaran umum perdana saham Bank Jatim

pada 12 Juli 2012 dengan 20% saham publik. Pada tahun 2014 telah

dibentuk sebanyak 44 unit usaha mikro.

b. Visi dan Misi Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk

1) Visi: Menjadi Bank Regional terbaik

2) Misi:

a) Meningkatkan pangsa pasar

b) Meningkatkan profesionalisme, memiliki integritas yang tinggi dan

berorientasi pada kebutuhan pasar

c) Memberikan nilai yang optimal bagi Pemangku Kepentingan

(stakeholder) dan Pemegang Saham (shareholder)

d) Memfasilitasi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah

e) Mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. 60

60
PT Bank Jatim, Profil Bank Jatim, [Link],_15 Agustus 2019, Pukul
23.37 Wib
153

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berikut data penelitian ROA, ROE dan harga saham berikut adalah hasil

analisis data tersebut.

1. Return On Asset (ROA)

Data ROA saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

periode 2016-2018 dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.1 ROA Perusahaan Perbankan di BEI Periode 2016-2018

No Nama Perusahaan ROA (%)


2016 2017 2018

1 Bank Central Asia Tbk. 3,05 3,11 2,32


2 Bank Negara Indonesia 1,89 1,94 1,87
(Persero) Tbk.
3 Bank Rakyat Indonesia 2,61 2,58 1,15
(Persero) Tbk.
4 Bank Tabungan 1,22 1,16 0,82
Negara(Persero) Tbk.
5 Bank Danamon Indonesia 1,60 2,33 1,57
Tbk
6 Bank Rakyat Indonesia 0,91 0,86 0,80
Agroniaga Tbk
7 Bank Pembangunan Daerah 1,13 1,07 1,18
Jawa Barat dan Banten Tbk
8 Bank Pembangunan Daerah 2,39 2,25 2,01
154

Jawa Timur Tbk


9 Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,41 1,91 2,15
10 Bank CIMB Niaga Tbk 0,86 1,12 0,99
11 Bank Permata Tbk -3,92 2,25 0,32
12 Bank Pan Indonesia Tbk 1,26 0,94 1,05
Sumber: [Link] tahun 2019

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, ROA pada Bank Central Asia Tbk

mengalami kenaikan pada tahun 2017 sebesar 3,11 % yang sebelumnya di tahun

2016 sebesar 3,05 %. Akan tetapi di tahun 2018 ROA pada Bank Central Asia

Tbk mengalami penurunan yang sangat drastis sebesar 2,32 %. ROA pada Bank

Negara Indonesia (Persero) Tbk mengalami kenaikan pada tahun 2017 sebesar

1,94 % dan mengalami penurunan di tahun 2018 sebesar 1,87 %. Pada Bank

Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, ROA cenderung mengalami penurunan berturut-

turut dari tahun 2017 sebesar 2,58 % dan pada tahun 2018 mengalami penurunan

sebesar 1,15 %. Hampir sama dengan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, ROA

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga mengalami penurunan berturut-turut

pada tahun 2017 sebesar 1,16 % dan pada tahun 2018 mengalami penurunan

mencapai 0,82 %.

Bank Danamon Indonesia Tbk mengalami kenaikan ROA pada tahun 2017

sebesar 2,33 %, namun mengalami penurunan di tahun 2018 sebesar 1,57 %. ROA

pada Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk mengalami penurunan berturut-turut

pada tahun 2017 sebesar 0,86 % dan pada tahun 2018 mengalami penurunan

sebesar 0,80%. ROA pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten

Tbk mengalami penurunan di tahun 2017 sebesar 1,07 %, namun mengalami

peningkatan sebesar 1,18 % pada tahun 2018. ROA pada Bank Pembangunan
155

Daerah Jawa Timur Tbk di tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 2,25 %dan

di tahun 2018 mengalami penurunan kembali sebesar 2,01 %.

Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalami peningkatan ROA berturut-turut

dari tahun 2017 sebesar 1,91 % dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan

sebesar 2,15 %. ROA pada Bank CIMB Niaga Tbk mengalami peningkatan di

tahun 2017 sebesar 1,12%, namun mengalami penurunan 0,99 %. ROA Bank

Permata Tbk mengalami peningkatan yang cukup drastis di tahun 2017 sebesar

2,25% dari tahun 2016 sebesar -3,92%, namun pada tahun 2018 mengalami

penurunan sebesar 0,32%. ROA pada Bank Pan Indonesia Tbk mengalami

penurunan di tahun 2017 sebesar 0,94 % dan mengalami peningkatan di tahun

2018 sebesar 1,05%.

2. Return On Equity (ROE)

Data ROE saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

periode 2016-2018 dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.2 ROE Saham Perbankan di BEI Periode 2016-2018

No Nama Perusahaan ROE (%)


2016 2017 2018

1 Bank Central Asia Tbk. 18,30 17,75 12,88

2 Bank Negara Indonesia 12,78 13,65 13,67


(Persero) Tbk.

3 Bank Rakyat Indonesia 17,86 17,36 8,96


(Persero) Tbk.
156

4 Bank Tabungan 13,69 13,98 9,62


Negara(Persero) Tbk.

5 Bank Danamon Indonesia 7,68 10,59 6,87


Tbk

6 Bank Rakyat Indonesia 5,32 4,52 3,81


Agroniaga Tbk

7 Bank Pembangunan Daerah 11,92 1,07 11,61


Jawa Barat dan Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah 14,26 14,83 14,88


Jawa Timur Tbk

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.55 12.61 13.98

10 Bank CIMB Niaga Tbk 6,09 8,06 9,10

11 Bank Permata Tbk -33,61 15,51 2,27

12 Bank Pan Indonesia Tbk 7,36 5,53 5,53

Sumber: [Link] tahun 2019

Berdasarkan data dari tabel 4.2 di atas, ROE pada Bank Central Asia Tbk

mengalami penurunan. ROE pada tahun 2016 sebesar 18,30%, pada tahun 2017

turun sebesar 17,75% dan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar

12,88%. Pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ROE mengalami peningkatan

walaupun tidak begitu tinggi. ROE pada tahun 2016 sebesar 12,78%, di tahun

2017 mengalami peningkatan sebesar 13,65% dan di tahun 2018 meningkat

sebesar 13,67%. ROE pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengalami

penurunan secara berturut-turut dari tahun 2016-2018. Pada tahun 2016 ROE

sebesar 17,86%, pada tahun 2017 turun menjadi 17,36% dan pada tahun 2018

mengalami penurunan sebesar 8,96%. Pada Bank Tabungan Negara(Persero)

Tbk, ROE di tahun 2016 sebesar 13,69%, pada tahun 2017 meningkat menjadi
157

13,98% dan di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 9,62%. ROE pada Bank

Danamon Indonesia Tbk di tahun 2016 sebesar 7,68 %, pada tahun 2017

meningkat sebesar 10,59% dan pada tahun 2018 turun menjadi 6,87%.

Pada Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk di tahun 2016 sebesar 5,32%,

pada tahun 2017 sebesar 4,52% dan pada tahun 2018 mengalami penurunan

sebesar 3,81 %. ROE Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

pada tahun 2016 11,92%, pada tahun 2017 mengalami penurunan yang sangat

drastis sebesar 1,07% dan di tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 11,61%.

Pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk ROE di tahun 2016 sebesar

14,26%, pada tahun 2017 sebesar 14,83% dan pada tahun 2018 meningkat sebesar

14,88 %. ROE Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tahun 2016 sebesar 9,55%, pada

tahun 2017 sebesar 12,61% dan pada tahun 2018 meningkat sebesar 13,98%. ROE

Bank CIMB Niaga Tbk pada tahun 2016 sebesar 6,09%, di tahun 2017 mengalami

peningkatan sebesar 8,06% dan di tahun 2018 meningkat menjadi 9,10%. Pada

Bank Permata Tbk di tahun 2016 ROE sebesar -33,61%, di tahun 2017 meningkat

menjadi 15,5% dan di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 2,27%. ROE

pada Bank Pan Indonesia Tbk pada tahun 2016 sebesar 7,36%, pada tahun 2017

mengalami penurunan sebesar 5,53% dan pada tahun 2018 tidak mengalami

peningkatan maupun penururnan yaitu sebesar 5,53%.

3. Harga Saham

Data Harga saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

periode 2016-2018 dapat dilihat dalam tabel berikut:


158

Tabel 4.3 Harga Saham Perbankan di BEI Periode 2016-2018

No Nama Perusahaan Harga Saham (Rp)


2016 2017 2018

1 Bank Central Asia Tbk. 15,500 21,900 26,000

2 Bank Negara Indonesia 5,525 9,900 8,800


(Persero) Tbk.

3 Bank Rakyat Indonesia 2,335 3,640 3,660


(Persero) Tbk.

4 Bank Tabungan 1,740 3,570 2,540


Negara(Persero) Tbk.

5 Bank Danamon Indonesia 3,710 6,950 7,600


Tbk

6 Bank Rakyat Indonesia 359 525 310


Agroniaga Tbk

7 Bank Pembangunan Daerah 3,390 2,400 2,050


Jawa Barat dan Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah 570 710 690


Jawa Timur Tbk

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.788 8,000 7,375

10 Bank CIMB Niaga Tbk 845 1,350 915

11 Bank Permata Tbk 536 625 625

12 Bank Pan Indonesia Tbk 750 1,140 1,145

Sumber: [Link] tahun 2019

Berdasarkan tabel 4.3 di atas harga saham perbankan periode 2016-2018

mengalami peningkatan dan penurunan yang bervariasi. Pada Bank Central Asia

Tbk harga saham mengalami kenaikan secara berturut-turut selama 3 tahun. Pada

tahun 2016 sebesar Rp 15.500 menjadi Rp 26.000 di tahun 2018. Harga saham

pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk cenderung mengalami naik turun di
159

mana pada tahun 2016 sebesar Rp 5.525 naik menjadi Rp 9.900 kemudian turun

di tahun 2018 sebesar Rp 8.800. Berbeda dengan harga saham Bank Rakyat

Indonesia (Persero) Tbk yang cenderung mengalami kenaikan meskipun tidak

terlalu tinggi dari tahun 2016 sebesar Rp 2.335 naik menjadi Rp 3.660 di tahun

2018. Harga saham pada Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengalami naik

turun dimana harga saham tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar Rp 3.570 dan

harga saham terendah pada tahun 2016 sebesar Rp 1.740. Pada Bank Danamon

Indonesia Tbk harga saham cenderung mengalami peningkatan dari Rp 3.710 di

tahun 2016 naik menjadi Rp 7.600 ditahun 2018.

Harga saham pada Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk juga cenderung

mengalami naik turun, dimana pada tahun 2016 sebesar Rp 339 naik menjadi

Rp525 di tahun 2017 dan turun di tahun 2018 sebesar Rp 310. Pada Bank

Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk harga saham cenderung

mengalami penurunan dari Rp 3.390 di tahun 2016 turun menjadi Rp 2.050 di

tahun 2018. Harga saham pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk juga

cenderung mengalami naik turun, dimana pada tahun 2016 harga saham sebesar

Rp 570, pada tahun 2017 naik menjadi Rp 710 dan di tahun 2018 mengalami

penurunan sebesar Rp 690.

Pada Bank Mandiri (Persero) Tbk harga saham cenderung mengalami naik

turun, pada tahun 2016 harga saham sebesar Rp 5.788, di tahun 2017 naik menjadi

Rp 8.000 dan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar Rp 7.375. Harga

saham pada Bank CIMB Niaga Tbk juga cenderung mengalami naik turun, pada
160

tahun 2016 sebesar Rp 845 naik menjadi Rp 1.350 di tahun 2017, namun pada

tahun 2018 mengalami penurunan sebesar Rp 915. Harga saham pada Bank

Permata Tbk cenderung tidak mengalami peningkatan di karenakan pada tahun

2017 dan tahun 2018 harga saham tidak berubah yaitu sebesar Rp 625, sedangkan

pada tahun 2016 hanya sebesar Rp 536. Pada Bank Pan Indonesia harga saham

mengalami kenaikan dari Rp 750 di tahun 2016 naik menjadi Rp 1.145 di tahun

2018.

4. Uji Analisis Data

Pengujian asumsi klasik yang digunakan yaitu uji normalitas, uji

multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heterokesdastisitas yang secara rinci

dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui data dalam variabel yang

akan digunakan pada penelitian. Data yang baik dan layak digunakan

dalan penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Untuk

mengetahui data yang digunakan dalam model regresi berdistribusi normal

atau tidak maka digunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai sig. > 0.05,

maka data tersebut berdistribusi normal dan sebaliknya jika nilai sig. <

0.05 maka data tidak berdistribusi normal.


161

Tests of Normality

a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Ln_Y *
.109 36 .200 .960 36 .216

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas


Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019

Berdasarkan hasil uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk yang

ditunjukkan tabel 4.4 diatas, dimana nilai Sig sebesar 0,216. Oleh karena

itu, nilai Sig lebih besar dari 0,05 atau 0,216 > 0,05 maka data penelitian

ini terdistribusi secara normal.

b. Uji Multikolinearitas

Bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi

antara variabel-variabel bebas dalam suatu regresi linier berganda.

Variabel yang menyebabkan multikolinearitas dapat dilihat dari nilai

tolorance yang lebih kecil daripada 0,1 atau nilai VIF yang lebih besar

dari pada nilai 10.


162

Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinearitas

a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF

1 (Constant) 695.287 1403.548 .495 .624

ROA 6674.054 2253.336 1.305 2.962 .006 .111 9.049

ROE -616.999 298.859 -.910 -2.065 .047 .111 9.049

a. Dependent Variable: HARGA SAHAM


Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019

Hasil uji multikolinearitas pada tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa:

1) Nilai tolerance untuk variabel ROA 0,111 > 0,10 dan nilai VIF 9,049 < 10

maka variabel ROA dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas.

2) Nilai tolerance untuk variabel ROE 0,111 > 0,10 dan nilai VIF 9,049 < 10

maka variabel ROE dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas.

c. Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskesdastisitas menguji terjadinya perbedaan variance

residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Cara

memprediksi ada tidaknya heteroskesdastisitas pada suatu model dapat

dilihat dari pola gambar Scatterplot. Model regresi yang baik adalah

homoskedastisitas. Cara untuk mendeteksinya adalah melihat grafik plot


163

antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED sebagai (X)

dengan residualnya SRESID sebagai (Y).

Analisis pada gambar Scatterplot yang menyatakan model regresi

linier berganda tidak terdapat heterokesdastisitas jika:

1) Titik – titik tidak menyebar di atas dan di bawah atau disekitar angka

0.

2) Titik – titik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja.

3) Penyebaran titik – titik data tidak boleh membentuk pola

bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

4) Penyebaran titik – titik data sebaiknya tidak berpola.

Gambar 4.1 Grafik Scatterplot

Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019

Berdasarkan gambar 4.1 Grafik Scatterplot diatas, diketahui tidak

ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0
164

pada sumbu Y. Dengan demikian variabel yang digunakan dalam

penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas sehingga model regresi

layak untuk dipakai karena telah memenuhi uji heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokrelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Model

regresi yang baik seharusnya tidak terjadi autokorelasi. Durbin Watson

adalah nilai yang menunjukkan ada atau tidaknya autokorelasi dalam

model regresi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi maka

nilai DW akan dibandingkan dengan DW tabel, dengan kriteria sebagai

berikut:

1. Jika DW < dL atau DW > 4-dL, berarti terdapat autokorelasi.

2. Jika DW terletak antara dU dan 4-dU berarti tidak ada autokorelasi.

3. Jika DW terletak antara dL dan dU atau diantara 4-dU dan 4-dL, maka

tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Tabel 4.6 Hasil Uji Autokorelasi


b
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
a
1 .540 .292 .249 5110.378 1.592

a. Predictors: (Constant), ROE, ROA

b. Dependent Variable: HARGA SAHAM


Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019
165

Berdasarkan tabel 4.6 hasil uji autokorelasi dengan menggunakan

uji Durbin Watson di atas, nilai Durbin Watson sebesar 1.592, nilai dU

sebesar 1.587 dan nilai dL sebesar 1.353. Nilai dU 1.587 < DW 1.592 <

4-dU 2.413 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala atau

masalah autokorelasi.

e. Analisi Regresi Linier Berganda

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi

linier berganda dengan 2 variabel yaitu Return on Asset (X1), Return on

Equity (X2) terhadap harga saham (Y). Model regresi ini dapat digunakan

untuk mengetahui signifikan tidaknya Return on Asset, Return on Equity

terhadap harga saham secara simultan dan parsial. Berdasarkan

perhitungan SPSS diperoleh tabel analisis regresi sebagai berikut:

Tabel 4.7 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda


a
Coefficients

Unstandardized Standardized Collinearity


Coefficients Coefficients Statistics

Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF


1 (Constant) 695.287 1403.548 .495 .624
ROA 6674.054 2253.336 1.305 2.962 .006 .111 9.049

ROE -616.999 298.859 -.910 -2.065 .047 .111 9.049


a. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019

Berdasarkan tabel 4.7 hasil analisis regresi linier berganda diatas, dapat

diketahui bahwa nilai konstanta menunjukkan angka 695,287 dan koefisien


166

regresi β1 6674,054; β2 -616,999. Persamaan regresi linier berganda yang

terbentuk adalah sebagai berikut:

Y= 695,287 + 6674,054 X1 – 616,999 X2

Dari persamaan regresi dapat disimpulkan bahwa:

1. Konstanta menunjukkan angka sebesar 695,287 yang berarti bahwa

Return On Asset dan Return On Equity dianggap tetap, maka harga

saham senilai 695,287.

2. Koefisien variabel ROA sebesar 6674,054 yang artinya terdapat

pengaruh positif variabel ROA terhadap harga saham, dimana setiap

kenaikan 1% ROA akan menaikan harga saham sebesar 667,405 %

dengan catatan variabel lain konstan.

3. Koefisien variabel ROE sebesar -616,999 yang artinya terdapat

pengaruh negatif terhadap harga saham, dimana setiap kenaikan 1 %

ROE akan menurunkan harga saham sebesar 61,699 %.

f. Uji Hipotesis

1. Uji Parsial (Uji t)

Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara

parsial (individu) memiliki pengaruh yang signifikan atau tidak dengan

variabel dependen. Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel independen

berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.


167

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji t

a
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta T Sig.

1 (Constant) 695.287 1403.548 .495 .624

ROA 6674.054 2253.336 1.305 2.962 .006

ROE -616.999 298.859 -.910 -2.065 .047

a. Dependent Variable: HARGA SAHAM


Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019

Berdasarkan tabel 4.8 di atas, di peroleh hasil perhitungan uji t

sebagai berikut:

a. Uji hipotesis pengaruh ROA terhadap harga saham perbankan

Pengaruh Return On Asset (ROA) ditunjukkan dengan nilai thitung

2,962 > ttabel 2, 034 dan nilai signifikansi sebesar 0,006 < 0,05 hal ini

berarti Ha1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian variabel ROA

berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan

perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.

b. Uji hipotesis pengaruh ROE terhadap harga saham perbankan

Pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap harga saham

perbankan ditunjukkan dengan nilai thitung -2, 065 < ttabel 2,034 dan nilai

signifikansi sebesar 0,047 < 0,05 hal ini berarti Ha2 diterima dan Ho

ditolak. Dengan demikian variabel ROE berpengaruh negatif dan


168

signifikan terhadap harga saham perbankan perusahaan perbankan di

Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.

2. Uji Simultan (Uji F)

Uji F berfungsi untuk mengetahui pengaruh simultan atau

bersamaan dari variabel-variabel independen apakah berpengaruh

signifikan terhadap variabel dependen. Keputusan secara simultan

variabel berpengaruh signifikan atau tidak dapat dilihat pada tabel

ANOVA. Jika nilai Fhitung > Ftabel dan signifikansi < 0,05 maka Ha

dapat diterima.

Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Uji F

b
ANOVA

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.


a
1 Regression 3.547E8 2 1.773E8 6.790 .003

Residual 8.618E8 33 2.612E7

Total 1.216E9 35

a. Predictors: (Constant), ROE, ROA

b. Dependent Variable: HARGA SAHAM


Sumber: data diolah menggunakan SPSS 16 Tahun 2019

Berdasarkan tabel 4.10, hasil perhitungan uji F diatas menunjukkan

nilai Fhitung 6,790 > Ftabel 4,10 dan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0,003 <

0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha3 diterima dan Ho ditolak atau

dengan kata lain ROA dan ROE secara simultan berpengaruh positif dan

signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek

Indonesia periode 2016-2018.


169

B. Pembahasan

Hasil analisis data penelitian dalam menganalisis pengaruh Return

On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap harga saham

perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018

adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh Return On Assets terhadap harga saham

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA)

berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini dapat di tunjukkan

dengan nilai thitung 2,962 > ttabel 2, 034 dan tingkat signifikansi 0,006 < 0.05.

Hal ini berarti Return On Asset (ROA) mempunyai pengaruh terhadap

harga saham.

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa Return On Assets (ROA)

berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Pada umumnya,

semakin tinggi nilai ROA maka semakin tinggi pula tingkat profitabilitas

perusahaan tersebut.61 Hal ini juga merupakan pengertian umum dimana

jika perusahaan menguntungkan atau memperoleh laba maka harga

sahamnya akan meningkat. Adanya kenaikan atau penurunan nilai ROA

akan berdampak pada kenaikan atau penurunan harga saham perbankan.

Nilai ROA yang semakin tinggi maka nilai harga saham perbankan akan

semakin tinggi atau sebaliknya nilai ROA yang semakin rendah akan

61
Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta : Ekonisia, 2014), h. 159
170

memberikan kontribusi terhadap harga saham perbankan yang semakin

rendah.

Berdasarkan hasil analisis memberikan indikasi bahwa sebelum

melakukan investasi, investor memperhatikan ROA sebagai bahan

pertimbangan dalam menentukan keputusannya untuk berinvestasi di

perusahaan. Manajemen sangat diperlukan untuk dapat menggunakan total

aktivanya dengan baik dan dapat meningkatkan harga saham perusahaan

sehingga menarik investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh

Abigael K, Ika Veronika dan Ika S, Ardiani semakin besar ROA, maka

semakin baik karena tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan dari

pengelolaan asetnya semakin besar, dengan pengelolaan aset yang

semakin efisien maka tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan

akan meningkat yang nantinya akan meningkatkan harga saham.

Hasil dari penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang

diperoleh Sanjaya yang menyimpulkan bahwa Return On Assets (ROA)

berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saham

perbankan.

2. Pengaruh Return On Equity terhadap harga saham

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan nilai t hitung -2, 065 < ttabel

2,034 dan nilai sig 0,047 < 0.05 yang mengartikan bahwa Ho ditolak,

artinya ROE dalam penelitian ini berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap harga saham. Jadi semakin tinggi ROE maka akan semakin tinggi
171

pula harga sahamnya. ROE atau rentabilitas modal sendiri merupakan

rasio untuk mengukur laba bersih pajak dengan modal sendiri. Rasio ini

menggambarkan beberapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari

modal sendiri. Dalam hal ini ROE yang tinggi sering kali mencerminkan

penerimaan perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen

biaya yang efektif. Semakin tinggi rasio ini semakin baik pula posisi

pemilik perusahaan. Dengan demikian perusahaan akan bisa membayar

dividen kepada pemegang saham.

Selain itu dalam menanamkan sahamnya para investor dan calon

investor melihat kinerja perusahaan dalam pengembalian modal, semakin

baik perusahaan dalam proses pengembalian modal maka harga saham

akan stabil dan tidak membuat saham menurun.

Hasil penelitian ini sama halnya dengan yang dilakukan oleh Iva

Nurhartanti menyimpulkan bahwa Return On Equity (ROE) tidak

berpengaruh terhadap harga saham. Namun bertentangan dengan

penelitian yang dilakukan oleh Lia Fatimah yang menyimpulkan bahwa

Return On Equity (ROE) ada pengaruh yang signifikan terhadap harga

saham perusahaan.

3. Pengaruh Return On Assets dan Return On Equity terhadap harga

saham

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (sig.)

sebesar 0,003 < 0,05 bahwa Ha3 diterima, artinya variabel independen
172

Return On Equity (ROA) dan Return On Equity (ROE) secara simultan

atau bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham perbankan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018.

Hal ini memberikan indikasi dalam menilai saham yang tercermin

dalam harga saham perusahaan perbankan, investor dapat menggunakan

kedua rasio ini sebagai analisa kinerja keuangan saham perusahaan

perbankan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan

investasi. Investor akan memberikan nilai hasil dari kinerja keuangan

perusahaan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya perubahan harga

saham pada perusahaan perbankan.

Hasil penelitian ini menunjukkan kesamaan dengan hasil penelitian

sebelumnya yang dilakukan oleh Hadi Mastoni yang menyimpulkan

bahwa ROA dan ROE berpengaruh secara signifikan terhadap harga

saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BE


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasakan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Secara parsial variabel Return On Assets (ROA) berpengaruh positif

dan signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Hal tersebut

ditunjukkan dengan nilai thitung 2,962 > ttabel 2, 034 dan nilai signifikansi

sebesar 0,006 < 0,05.

2. Secara parsial variabel Return On Equity (ROE) berpengaruh negatif

dan signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Hal tersebut

ditunjukkan dengan thitung = -2,065 dan nilai signifikansi 0,047 < 0,05.

3. Secara simultan variabel Return On Assets (ROA) dan Return On

Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham

perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.

Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai Fhitung 6,790 > Ftabel 4,10 dan nilai

signifikansi sebesar 0,003 < 0,005.

173
174

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyarankan

sebagai berikut:

1. Bagi investor maupun calon investor sebagai bahan pertimbangan

sebelum berinvestasi terlebih dahulu melakukan pengamatan terhadap

kinerja perusahaan melalui laporan keuangan perusahaan.

2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah variabel lain

serta periode pengamatan yang lebih panjang agar dapat diperoleh

hasil penelitian yang lebih beragam.

3. Bagi perusahaan perbankan diharapkan agar dapat meningkatkan

manajemen profitabilitas agar dapat meningkatkan laba sehingga

investor tertarik untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.

4. Bagi IAIN Curup diharapkan untuk menambah buku terkait dengan

pasar modal dan perbankan agar mendukung mahasiswa dalam

memperoleh referensi guna penyusunan skripsi.


DAFTAR PUSTAKA

Abigael K, Ika Veronika dan Ika S, Ardiani, 2008, Pengaruh Return On Asset,
Price Earning Ratio, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Price to
Book Value terhadap Harga Saham Manufaktur di BEI. Jurnal Solusi.
Vol. 7. No. 4
Arifin, Zainul, 2009, Dasar- dasar Manajemen Bank Syariah, Jakarta: Azkia
Publisher
Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis,
Jakarta: Rineka Cipta
Darmaji, Tjipto dan Hendy M. Fhakrudin, 2006, Pasar Modal Di Indonesia,
Jakarta: Salemba Empat
Fahmi, Irham, 2013, Pengantar Manajemen Keuangan, Bandung: Alfabeta,
Ghazali, Imam, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS,
Semarang: Badan Penerbit Undip
Halim, Abdul, 2005, Analisis Investasi, Edisi Kedua, Jakarta: Salemba Empat,

Harmono, 2009, Manajemen Keuangan, Jakarta: PT Gramedia


Hery, 2016, Analisis Laporan Keuangan, Jakarta: Gramedia Widiasarana
Indonesia
Huda, Nurul & Mustafa Edwin Nasution, 2008, Investasi pada Pasar Modal
Syariah, Jakarta: Kencana

Ika, Lestari, Maharani dan Toto Sugiono, 2007, Kinerja Bank Non Devisa dan
Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jurnal PESAT, Vol. 2

Kasmir, 2015, Analisis Laporan Keuangan , Jakarta: Rajawali Pers,

----------, 2012 Laporan Keuangan, Jakarta: Rajawali Pers

Khairudin, 2017, Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas, Debt To Equity Ratio


(DER) dan Price To Book Value (PBV) terhadap Harga Saham
Perusahaan Pertambangan di Indonesia, Jurnal Akutansi dan Keuangan,
Vol. 8, No. 1
Buku Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa, 2015, Curup: LP2 STAIN Curup

Margono,S. 1997, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta:Rineka Cipta


Ma’sum Billah, Mohd. 2009, Penerapan Pasar Modal Islam,Jakarta:
Pakusengkunyit
Mastoni, Hadi. 2011, Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham
Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun
2009, Skrpsi Universitas Negeri Semarang,

Munawir, 2007, Analisa Laporan Keuangan, Yogyakarta: Liberty


Muhammad, 2014 Manajemen Dana Bank Syariah, Yogyakarta : Ekonisia
Nur Paska, Deavri,Analisis Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Dividend Per
Share terhadap Harga Saham ( Studi Kasus pada Sepuluh
Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011- 2015),
Yogyakarta : Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Program Studi
Manajemen Universitas Sanata Dharma, 2017

Porman T, Andy. 2007, Menilai Harga Saham, Jakarta: PT Alex Komputindo

Priyatno, Dwi. 2008, Mandiri Belajar SPSS (Untuk Analisis Data dan Uji
Statistik), Yogyakarta: Media Kom
PT BCA, Profil Korporasi, [Link],_ 8 Agustus 2019, Pukul 19.20 Wib
PT Bank Negara Indonesia, Tentang BNI, [Link],_ 8 Agustus 2019, Pukul
19.35 Wib
PT Bank Rakyat Indonesia, Tentang BRI, [Link],_8 Agustus 2019, Pukul
19.58 Wib
PT Mandiri, Tentang Mandiri, [Link],_ 09 Agustus 2019, Pukul
19.40 Wib
PT CIMB Niaga, Profil CIMB Niaga, [Link],_09 Agustus 2019,
Pukul 19.55 Wib
PT Bank Danamon, Profil Perusahaan, [Link],_09 Agustus 2019,
Pukul 20.20 Wib
PT Bank Tabungan Negara,Tentang BTN, [Link],_ 10 Agustus 2019,
Pukul 20.17 Wib
PT Bank Permata, Profil Korporasi, [Link],_15 Agustus 2019,
Pukul 22.58 Wib
PT Bank Pan Indonesia, Tentang Panin, [Link],_15 Agustus 2019,
Pukul 23.04 Wib
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Profil AGRO, [Link],_20
Agustus 2019, Pukul 21.30 Wib
PT Bank BJB, Tentang Bank BJB, [Link],_20 Agustus 2019, Pukul
23.15 Wib
PT Bank Jatim, Profil Bank Jatim, [Link],_15 Agustus 2019, Pukul
23.37 Wib
Rahmania Natsir, Siti, Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity
(ROE) dan Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham
pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia ( Periode 2011- 2014), Makasar: Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Islam Jurusan Manajemen, Agustus 2016

Sentanu, Kertonegoro. 1995, Analisa Management Investasi, Jakarta: Widya


Press
Sofyan Syafri, Harahap. 2009, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan,Jakarta:
Raja Grafindo Persada

Sudirman, I Wayan. 2013 Manajemen Perbankan, Jakarta: Kencana

Sugiyono, 2017, Metode Penelitian Kualitatif,Kuantitatif dan R&D, Bandung:


Alfabeta

Sunariyah, 2006, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Yogyakarta: Unit


Penerbit dan Percetakan
Surachaman, Winarno. 1982, Pengantar Penelitian Ilmiah, Bandung: Tarsito
Syamsuddin, Lukman, 2009, Manajemen Keuangan Perusahaan, Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Widioatmodjo, Sawidji, 2005, Cara Sehat Investasi di Pasar Modal, Jakarta: PT
Elex Media Komputindo
[Link] 09 Agustus 2019 pukul
20:20 wib
L
A
M
P
I
R
A
N
LAMPIRAN 1

Populasi Data Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-


2018
NO KODE NAMA TANGGAL
SAHAM EMITEN LISTING

1. AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk 08 Aug 2003


2. AGRS Bank Agris Tbk 22 Des 2014
3. ARTO Bank Artos Indonesia Tbk 12 Jan 2016
4. BABP Bank MNC Internasional Tbk 15 Jul 2002
5. BACA Bank Capital Indonesia Tbk 04 Okt 2007
6. BBCA Bank Central Asia Tbk 31 Mei 2000
7. BBHI Bank Harda Internasional Tbk 12 Aug 2015
8. BBKP Bank Bukopin Tbk 10 Jul 2006
9. BBNI Bank Negara Indonesia Tbk 25 Nov 1996
10. BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk 10 Nov 2003
11. BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) 17 Des 2009
12. BBYB Bank Yudha Bhakti Tbk 13 Jan 2015
13. BCIC Bank JTrust Indonesia Tbk 25 Jun 1997
14. BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk 06 Des 1989
15. BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten 13 Juli 2001
16. BGTG Bank Ganesa Tbk 12 Mei 2016
17. BINA Bank Ina Perdana Tbk 16 Jan 2014
18 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa B 08 Jul 2010
19. BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa T 12 Jul 2012
20. BKSW Bank QNB Indonesia Tbk 21 Nov 2002
21. BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk 11 Jul 2013
22. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 14 Jul 2003
23. BNBA Bank Bumi Arta Tbk 01 Jun 2006
24. BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 29 Nov 1989
25. BNII Bank Maybank Indonesia Tbk 21 Nov 1989
26. BNLI Bank Permata Tbk 15 Jan 1990
27. BRIS Bank BRI Syariah Tbk 01 Jan 1911
28. BSIM Bank Sinarmas Tbk 13 Des 2010
29. BSWD Bank Of India Indonesia Tbk 01 Mei 2002
30. BTPN Bank BTPN Tbk 12 Mar 2008
31. BTPS Bank Tabungan Pensiunan Nasion 08 Mei 2018
32. BVIC Bank Victoria International Tbk 30 Jun 1999
33. DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk 11 Jul 2014
34. INPC Bank Artha Graha International Tbk 20 Aug 1990
35. MAYA Bank Mayapada International Tbk 29 Aug 1997
36. MCOR Bank China Construction Bank I 03 Jul 2007
37. MEGA Bank Mega Tbk 17 Apr 2000
38. NAGA Bank Mitraniaga Tbk 09 Jul 2013
39. NISP Bank OCBC NISP Tbk 20 Okt 1994
40. NOBU Bank Nationalnobu Tbk 20 Mei 2013
41. PNBN Bank Pan Indonesia Tbk 29 Des 1982
42. PNBS Bank Panin Dubai Syariah Tbk 15 Jan 2014
43. SDRA Bank Woori Saudara Indonesia I 15 Des 2006
LAMPIRAN 2

Sampel Data

No Nama Perusahaan Menerbitkan Menerbitkan Indeks


Laporan Harga Kompas
Keuangan Saham 100
Periode Periode
2016-2018 2016-2018
1 Bank Central Asia Tbk. √ √ √

2 Bank Negara Indonesia √ √ √


(Persero) Tbk.

3 Bank Rakyat Indonesia √ √ √


(Persero) Tbk.

4 Bank Tabungan √ √ √
Negara(Persero) Tbk.

5 Bank Danamon Indonesia √ √ √


Tbk

6 Bank Rakyat Indonesia √ √ √


Agroniaga Tbk

7 Bank Pembangunan Daerah √ √ √


Jawa Barat dan Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah √ √ √


Jawa Timur Tbk

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk √ √ √

10 Bank CIMB Niaga Tbk √ √ √

11 Bank Permata Tbk √ √ √

12 Bank Pan Indonesia Tbk √ √ √


LAMPIRAN 3

Data Return On Assets (ROA) Perusahaan Perbankan Periode 2016-2018

No Nama Perusahaan ROA (%)

2016 2017 2018

1 Bank Central Asia Tbk. 3,05 3,11 2,32

2 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 1,89 1,94 1,87

3 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2,61 2,58 1,15

4 Bank Tabungan Negara(Persero) Tbk. 1,22 1,16 0,82

5 Bank Danamon Indonesia Tbk 1,60 2,33 1,57

6 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk 0,91 0,86 0,80

7 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat 1,13 1,07 1,18


dan Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur 2,39 2,25 2,01


Tbk

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,41 1,91 2,15

10 Bank CIMB Niaga Tbk 0,86 1,12 0,99

11 Bank Permata Tbk -3,92 2,25 0,32

12 Bank Pan Indonesia Tbk 1,26 0,94 1,05


LAMPIRAN 4

Data Return On Equity (ROE) Perusahaan Perbankan Periode 2016-2018

No Nama Perusahaan ROE (%)

2016 2017 2018

1 Bank Central Asia Tbk. 18,30 17,75 12,88

2 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 12,78 13,65 13,67

3 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 17,86 17,36 8,96

4 Bank Tabungan Negara(Persero) Tbk. 13,69 13,98 9,62

5 Bank Danamon Indonesia Tbk 7,68 10,59 6,87

6 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk 5,32 4,52 3,81

7 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan 11,92 1,07 11,61

Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 14,26 14,83 14,88

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.55 12.61 13.98

10 Bank CIMB Niaga Tbk 6,09 8,06 9,10

11 Bank Permata Tbk -33,61 15,51 2,27

12 Bank Pan Indonesia Tbk 7,36 5,53 5,53


LAMPIRAN 5

Data Harga Saham Perusahaan Perbankan Periode 2016-2018

No Nama Perusahaan Harga Saham (Rp)

2016 2017 2018

1 Bank Central Asia Tbk. 15,500 21,900 26,000

2 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 5,525 9,900 8,800

3 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2,335 3,640 3,660

4 Bank Tabungan Negara(Persero) Tbk. 1,740 3,570 2,540

5 Bank Danamon Indonesia Tbk 3,710 6,950 7,600

6 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk 359 525 310

7 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat 3,390 2,400 2,050


dan Banten Tbk

8 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur 570 710 690


Tbk

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.788 8,000 7,375

10 Bank CIMB Niaga Tbk 845 1,350 915

11 Bank Permata Tbk 536 625 625

12 Bank Pan Indonesia Tbk 750 1,140 1,145


LAMPIRAN 6
HASIL OUTPUT SPSS

Hasil Uji Normalitas

Tests of Normality

a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Ln_Y .109 36
*
.200 .960 36 .216

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Grafik Scatterplot
Hasil Uji Autokorelasi
b
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson

1 .540
a
.292 .249 5110.378 1.592

a. Predictors: (Constant), ROE, ROA

b. Dependent Variable: HARGA SAHAM

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

a
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF

1 (Constant) 695.287 1403.548 .495 .624

ROA 6674.054 2253.336 1.305 2.962 .006 .111 9.049

ROE -616.999 298.859 -.910 -2.065 .047 .111 9.049

a. Dependent Variable: HARGA SAHAM


Hasil Uji F ( Simultan)

b
ANOVA

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.


a
1 Regression 3.547E8 2 1.773E8 6.790 .003

Residual 8.618E8 33 2.612E7

Total 1.216E9 35

a. Predictors: (Constant), ROE, ROA

b. Dependent Variable: HARGA SAHAM

Hasil Uji t ( Parsial )

a
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF

1 (Constant) 695.287 1403.548 .495 .624

ROA 6674.054 2253.336 1.305 2.962 .006 .111 9.049

ROE -616.999 298.859 -.910 -2.065 .047 .111 9.049

a. Dependent Variable: HARGA SAHAM

Anda mungkin juga menyukai