bentuk umum matriks ukuran mxn adalah atau Amxn = (aixj)mxn
Contoh
Banyak baris 3 , dan banyak kolom 4.
Ukuran Matriks 3 x 4 ditulis A3x4 = (aij)3x4
aij = elemen matriks pada baris ke-i kolom ke-j
pada gambar di samping, matriks a23 = 4
Matriks A berukuran (ordo) mxn ⇒ m = banyaknya baris , n = banyaknya kolom
Kesamaan Matriks
Contoh Soal
Diketahui;
jika A = B,
hitung nilai a, b, c
Jenis-Jenis Matriks
1) Matriks Bujursangkar (Persegi)
⇒ matriks dengan banyak baris = banyak kolom
banyak baris (m) adalah 3
banyak kolom (n) adalah 3
Matriks B3x3 adalah Matriks Persegi
Unsur Diagonal
2) Matriks Segi Tiga
⇒ adalah matriks bujursangkar yang semua elemen di atas atau di bawah garis diagonal
utamanya Nol
a) Matriks segitiga atas
⇒ matriks bujursangkar yang semua elemen di bawah diagonal utamanya 0
Segitiga atas
= 0 ; untuk i > j
Jika B = (bij) adalah matriks segitiga atas, maka bij
≠ 0 ; untuk i ≤ j
b) matriks segitiga bawah
⇒ matriks bujursangkar yang semua elemen di atas diagonal utamanya 0
Segitiga bawah
= 0 ; untuk i < j
Jika A = (aij) adalah matriks segitiga atas, maka aij
≠ 0 ; untuk i ≥ j
3) Matriks Diagonal
⇒ matriks bujursangkar yang semua elemen di luar elemen diagonal utama adalah nol, dan
elemen diagonal utama tidak nol
≠ 0 ; untuk i = j
Jika B = (bij) adalah matriks diagonal, maka bij
= 0 ; untuk i ≠ j
4) Matriks Konstanta
⇒ matriks diagonal yang semua elemen diagonal utama adalah sama
≠ 0 ; untuk i = j
Jika A = (aij) adalah matriks konstanta, maka aij
= 0 ; untuk i ≠ j
5) Matriks Satuan (Identitas)
⇒ matriks konstanta yang semua elemen diagonal utama 1
0 ; untuk i ≠ j
Jika I = (Iij) adalah matriks konstanta, maka Iij
1 ; untuk i = j
6) Transpose Matriks
⇒ transpose matriks A dinotasikan dengan A’ atau AT
Transpose dari suatu matriks adalah mengubah elemen-elemen matriks, dari baris menjadi
kolom, atau kolom diubah menjadi baris
Contoh,
Jika Bmxn = (bij)mxn maka BT = (bji)nxm
Sifat-sifat Transpose, sebagai berikut:
1. ((A)T)T = A
2. (A + B)T = AT + BT
3. (A – B)T = AT – BT
4. (k A)T = k AT dimana k adalah skalar
5. (AB)T = BTAT
Matriks A disebut Matriks Simetris jika A = At
terlihat bahwa A = At , maka matriks A adalah
matriks simetris.
OPERASI MATRIKS
a. Penjumlahan
Matriks A dapat dijumlahkan dengan Matriks B jika ukuran Matriks A = Matriks B (berordo
sama), penjumlahan Matriks A dengan Matriks B adalah menjumlahkan setiap elemen baris ke-i
kolom ke-j dari Matriks A dengan setiap elemen baris ke-i kolom ke-j dari Matriks B.
Jika Amxn = (aixj) dan Bmxn = (bixj) maka C = A + B = (aixj + bixj)mxn
Jika Cmxn = (cixj) maka cixj = aixj + bixj untuk i = 1, 2, ... , m dan j = 1, 2, ... , n
Contoh;
Diketahui Hitung A + B
Sifat-sifat penjumlahan matriks
Untuk Matriks A, B dan C dengan ukuran sama, maka berlaku sifat-sifat berikut;
1) Komutatif ⬄ A + B = B + A
2) Asosiatif ⬄ (A + B) + C = A + (B + C)
3) Selalu ada Matriks D yang sama sehingga A + D = B
b. Pengurangan
Matriks A dapat dikurangkan dengan Matriks B jika ukuran Matriks A = Matriks B.
pengurangan Matriks A dengan Matriks B adalah mengurangkan setiap elemen baris ke-i kolom ke-j
dari Matriks A dengan setiap elemen baris ke-i kolom ke-j dari Matriks B.
Jika Amxn = (aixj) dan Bmxn = (bixj) maka D = A - B = (aixj - bixj)mxn
Jika Dmxn = (dixj) maka dixj = aixj + bixj untuk i = 1, 2, ... , m dan j = 1, 2, ... , n
Contoh
Diketahui Hitung A – B
c. Perkalian dengan Skalar dengan Matriks
Perkalian skalar k dengan Matriks A adalah mengalikan setiap elemen pada baris ke-i kolom ke-j
dari Matriks A dengan skalar k.
Jika Amxn = (aixj)mxn maka k Amxn = k (aixj)mxn = (k aixj)mxn
Contoh
Hitung:
Diketahui,
a) 3A + 4B
b) 5A – 3B
Sifat-sifat pengurangan matriks
Untuk Matriks A dan Matriks B dengan ukuran sama, maka berlaku sifat-sifat berikut
1. Untuk suatu skalar k ≠ 0, k (A +B) = k A + k B
2. Untuk suatu skalar k ≠ 0, k (A - B) = k A - k B
3. Untuk suatu skalar k1 ≠ 0 dan k2 ≠ 0 , (k1 + k2)A = k1 A + k2 A
4. Untuk suatu skalar k1 ≠ 0 dan k2 ≠ 0 , (k1 - k2)A = k1 A - k2 A
d. Perkalian Matriks dengan Matriks
Matriks A dapat dikalikan dengan Matriks B jika kolom Matriks A sama dengan banyaknya baris.
Misalkan A berordo pxq dan B berordo mxn.
Syarat: A x B ⇒ haruslah q = m
hasil perkalian AB berordo pxn
B x A ⇒ haruslah n = p
hasil perkalian BA berordo mxq
contoh
Hasil A x B = AB
Sifat-sifat Perkalian matriks
Untuk Matriks A, B dan C dengan ukuran sama, maka berlaku sifat-sifat berikut;
1) AB ≠ BA (tidak berlaku sifat komutatif)
2) A(BC) = (AB)C (asosiatif)
3) A(B + C) = AB + AC (distributif kiri)
4) (B + C)A = BA + CA (distributif kanan)
Contoh Soal
Diketahui
tentukan:
a) A At
b) At A
Jawab;
a)
b)
diperoleh A At ≠ At A , dengan demikian pada perkalian matriks tidak berlaku sifat komutatif.
Latihan Soal :
1. Diketahui tentukan A2
2. Jika tentukan (A + B)2
3. Jika p, q, r, dan s memenuhi persaamaan berapakah p + q + r + s
e. Operasi Baris Elementer (OBE)
OBE adalah suatu operasi yang hanya melibatkan unsur (bilangan) dalam suatu matriks. OBE
terdiri dari 3 (tiga) jenis langkah dan dapat digunakan satu atau semuanya. OBE bisa digunakan
untuk menentukan invers suatu matriks dan menyelesaikan Sistem Persamaan Linear (SPL).
Penerapan OBE dalam menyelesaikan SPL dan invers matriks menggunakan 2 cara yaitu Eliminasi
Gauss dan Eliminasi Gauss-Jordan.
OBE meliputi,
1) Pertukaran baris
2) Perkalian suatu baris dengan konstanta tak nol
3) Penjumlahan hasil perkalian suatu baris dengan konstanta tak nol (seperti point 2) dengan baris
yang lain
Contoh
OBE 1) b1↔b2 ∼
OBE 2)
⁄ b1 ∼
OBE (3)
Beberapa definisi yang harus diketahui;
baris ke-1 dan ke-2 dinamakan baris tak nol, karena pada kedua baris
tersebut memuat unsur tak nol
Bilangan 1 pada baris ke-1 dan bilangan 3 pada baris ke-2 dinamakan
unsur pertama tak nol pada baris masing-masing
Bilangan 1 (pada baris ke-2 kolom ke-1) dinamakan satu utama
Baris ke-3 dinamakan baris nol, karena setiap unsur pada baris ke-3 adalah
nol
Sifat Matriks Hasil OBE
1. Pada baris tak nol, maka unsur tak nol pertama adalah 1 (dinamakan satu utama)
2. Pada baris yang berurutan, baris yang lebih rendah memuat 1 utama yang lebih ke kanan
3. Jika ada baris nol (baris yang semua unsurnya nol) maka baris yang semua unsurnya nol
diletakkan pada baris yang paling bawah
4. Pada kolom yang memuat unsur 1 utama, maka unsur yang lainnya adalah nol
Matriks dinamakan Esilon Baris, jika memenuhi sifat 1,2, dan 3 --- (Proses Eliminasi Gauss)
Matriks dinamakan Esilon Baris Tereduksi, jika memenuhi semua sifat --- (Proses Eliminasi Gauss-
Jordan)
tentukan matriks Esilon Baris Tereduksi dari Matriks
3x3
Esilon Baris karena sudah Esilon Baris Tereduksi
memenuhi sifat 1,2 dan 3 karena memenuhi sifat
1, 2, 3 dan 4