0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan6 halaman

Perjanjian Kerja PT Tunas Jaya Perkasa

Perjanjian kerja waktu tertentu antara PT. Tunas Jaya Perkasa dan Adani Riski sebagai karyawan kontrak untuk jangka waktu 8 bulan sebagai Helper Mekanik. Perjanjian mengatur ketentuan umum, jangka waktu, pengupahan dan kompensasi, program BPJS, sistem kerja dan jam kerja, tugas dan tanggung jawab serta kewajiban pekerja.

Diunggah oleh

kedapsayaaq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan6 halaman

Perjanjian Kerja PT Tunas Jaya Perkasa

Perjanjian kerja waktu tertentu antara PT. Tunas Jaya Perkasa dan Adani Riski sebagai karyawan kontrak untuk jangka waktu 8 bulan sebagai Helper Mekanik. Perjanjian mengatur ketentuan umum, jangka waktu, pengupahan dan kompensasi, program BPJS, sistem kerja dan jam kerja, tugas dan tanggung jawab serta kewajiban pekerja.

Diunggah oleh

kedapsayaaq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

TUNAS JAYA PERKASA


Barong Tongkok, Kutai Barat - Kalimantan Timur

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU


Nomor: 070-CEP/PKWT.b/HR/TJP-CEP/IV/2024

Perjanjian ini adalah antara:

HIRAS P. TINDAON dalam hal ini bertindak atas jabatannya sebagai Project Manager PT. Tunas Jaya
Perkasa sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor petambangan dan rental alat berat
berkedudukan di The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera.
[Link], didirikan berdasarkan akta notaries nomor 03 tanggal 15-07-1997, dibuat di hadapan
Notaris ( Ny. Sri Herawati Anwar Effendi, SH.) Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Dengan:

Nama : ADANI RISKI


[Link] : 6407160808030001
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Status : Belum Kawin
Tanggal Lahir : Tumbang Topus, 08 Agustus 2003
Alamat : Lingau, Rt. 09, Kec. Damai
Telp: 082256171315

Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Dengan ini PIHAK PERTAMA menerima PIHAK KEDUA untuk bekerja di PT. Tunas Jaya Perkasa dengan
kondisi—kondisi sebagai berikut:

Pasal 1
Ketentuan Umum
Pihak Pertama adalah Perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan Umum, sedangkan Pihak
Kedua adalah calon karyawan/ti di PT. Tunas Jaya Perkasa yang telah lulus seleksi penerimaan karyawan
baru.

Pasal 2
Penerimaan dan Jangka Waktu
Pada awalnya kontrak ini, Pihak Kedua diterima sebagai karyawan untuk jangka waktu terhitung mulai
tanggal 26 April 2024 sampai dengan 25 Oktober 2024, dengan Jabatan HELPER MEKANIK dengan
status Karyawan Kontrak yang ditempatkan di Site CEP Tering, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada
Proyek CEP, dan dapat ditugaskan pada proyek PT. Tunas Jaya Perkasa lainnya diseluruh wilayah Negara
Republik Indonesia.

Pasal 3
Pengupahan dan Kompensasi
Setiap pekerja berhak atas upah yang telah disepakati dengan segala persyaratannya.
Pihak kedua diterima bekerja dengan mendapat komponen gaji/upah sebagai berikut:
1. Gaji dan Pengupahan:
Sesuai Surat Penawaran Kerja (Offering Letter) Nomor: 24.02.043-CEP/OL-HR/TJP/II/2024
Jika tidak ada perubahan upah pada saat perpanjangan kontrak, maka Nomor Offering Letter akan
dikosongkan, dan pengupahan secara otomatis merujuk pada Offering Letter sebelumnya.
2. Perusahaan tidak memberlakukan sistem lembur dalam pengupahan, tetapi memperhitungkan
kompensasi dalam bentuk insentif PA Plant dan kompesasi kehadiran sesuai level dan jabatan.
3. Insentif PA diberikan berdasarkan fungsi dan sifat pekerjaan, dimana skemanya ditentukan sesuai
kebijakan perusahaan. Tabel Insentif akan dibuat dan ditentukan oleh Perusahaan dalam suatu
kebijakan yang disebut Inesentif PA Plant

PT. TUNAS JAYA PERKASA (TJP)


The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera. [Link] Indonesia
Hal: 1 dari 6
PT. TUNAS JAYA PERKASA
Barong Tongkok, Kutai Barat - Kalimantan Timur

4. Makan (In Nature) adalah fasilitas dari Perusahaan yang diberikan sebanyak 1 (satu) kali pada jam
kerja, dan/atau 3x Makan, jika tinggal di mes/camp atau sesuai ketentuan yang diberikan oleh
perusahaan (untuk POH Non Lokal).
5. Sesuai ketentuan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 diatur sebagi berikut : Upah tidak dibayar apabila
karyawan tidak masuk bekerja, dan tidak disertai dengan surat keterangan yang sah.
6. Karyawan yang baru diterima sebagai karyawan baru, maka perhitungan gajinya akan dihitung prorata
sesuai jumlah hari kerja yang telah dijalani dalam periode bulan berjalan.
7. Karyawan yang tidak masuk bekerja tetapi tetap mendapat upah pokok adalah apabila dikarenakan sakit
dan harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang sah.
8. Penerimaan Upah akan dibayarkan pada sekitar tanggal 1 sampai tanggal 7 setiap bulannya pada
rekening bank atas nama karyawan masing-masing.
9. Program BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan.

Pasal 4
Program BPJS
Perusahan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan & BPJS Kesehatan, sebagai berikut:

a. Pihak Pertama mengikut sertakan Pihak Kedua dalam program BPJS Sesuai dengan ketentuan
UU No. 3/1992 tentang BPJS, maka Pihak Pertama akan menyetorkan pembayaran premi BPJS
untuk Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan BPJS Kesehatan
Selama masa perjanjian kerja ini
b. Selanjutnya Pihak Pertama akan memotong iuran sebesar 4% dari Upah Pokok Pihak Kedua
dimana terdiri dari Jamianan kecelakaan kerja dan hari tua serta kematian sebesar 2% dan
jaminan pensiun 1% serta BPJS Kesehatan 1%.
c. Apabila Pihak Kedua mendapatkan kecelakaan kerja, maka seluruh biaya pengobatan dan
perawatan akan di tanggung sesuai aturan.

Pasal 5
Sistem Kerja dan Jam Kerja
1. Sistem kerja ditentukan sebagai pola 13 (Tigabelas) hari kerja dan 1 (Satu) hari off (libur) dengan
Jam kerja diatur sebagai berikut :
• Shift Siang (satu) : 06:00 WITA s/d 18:00 WITA
• Shift Malam (dua) : 18:00 WITA s/d 06:00 WITA
Jam kerja tersebut di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional perusahaan,
dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku.
2. Sistem jam kerja diatur 2 (dua) shift, atau sesuai skema roster kerja yang diatur dan ditentukan oleh
perusahaan sesuai kebutuhan operasional dan usaha pencapaian target usaha Perusahaan.
3. Untuk jam istirahat akan diatur secara bergantian sesuai dengan kebutuhan Produksi di lapangan dan
maksimal jam istirahat adalah 1 (satu) Jam serta tidak diperhitungkan sebagai jam kerja.
4. Jam kerja dan waktu-waktu kerja diatur sedemikian rupa dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah
peraturan yang berlaku.
5. Waktu-waktu ijin meninggalkan pekerjaan yang diakui oleh perusahaan adalah waktu-waktu ijin yang
diatur sesuai ketentuan dalam peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
6. Waktu-waktu istirahat yang diakui oleh perusahaan, adalah waktu-waktu istirahat yang sudah
ditentukan sesuai roster kerja dan roster cuti, atau sesuai ketentuan yang telah diterima pada
penawaran kerja (Offering Letter).

PT. TUNAS JAYA PERKASA (TJP)


The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera. [Link] Indonesia
Hal: 2 dari 6
PT. TUNAS JAYA PERKASA
Barong Tongkok, Kutai Barat - Kalimantan Timur

Pasal 6
Uraian Jabatan, Tugas danTanggung Jawab
1. Pihak Kedua harus menjalankan tugas–tugas dalam pekerjaannya sesuai dengan Job Description dan
atau instruksi atasan /pimpinan Pihak pertama.
2. Pihak Kedua menyatakan bersedia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tugas
yang diberikan dan bertanggungjawab langsung kepada atasanya.
3. Bersedia bekerja 2 (dua) shift, atau menurut Roster Kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.
4. Pihak Pertama berhak melakukan pengawasan, pembinaan dan pengarahan terhadap pelaksanaan kerja
Pihak Kedua.
5. Pihak Kedua wajib mematuhi prosedur kerja dan mentaati semua ketentuan peraturan Pihak Pertama
serta wajib untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaannya, dengan
tepat waktu, sesuai yang diharapkan Pihak Pertama.
6. Semua bentuk pekerjaan yang merupakan tugas dan tanggung jawab Pihak Kedua tidak dapat dialihkan
kepada pihak lain, kecuali berdasarkan alasan pembenaran diatur dalam perundang – undangan yang
berlaku.

Pasal 7
Kewajiban Pihak Kedua (Pekerja)
1. Karyawan wajib mempunyai rekening di bank yang ditentukan oleh perusahaan, dan wajib membuat
rekening atas namanya sendiri untuk keperluan penerimaan gaji dan pembayaran kompesasi lainnya.
2. Setiap Pihak Kedua wajib masuk kerja dan pulang pada waktu yang telah ditentukan dan selama jam
kerja tidak diijinkan mengingalkan pekerjaan dan atau tempat kerja, kecuali untuk kepentingan Pihak
Pertama dan atau atas seijin atasannya yang berwenang.
3. Melaporkan kepada Pihak Pertama, apabila terdapat perubahan status diri Pihak Kedua, susunan
keluarga, alamat dan data pribadi / keluarga Pihak Kedua lainnya.
4. Setiap Pihak Kedua tidak diijinkan membawa peralatan, perlengkapan dan barang-barang milik Pihak
Pertama keluar dari tempat kerja, kecuali memang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dan atas ijin
tertulis dari Pihak Pertama.
5. Wajib membawa Permit ID Card dan Simper (jika ada) saat memasuki seluruh area Operasional
Pertambangan PT. Jorong Barutama Greston.
6. Wajib memakai APD dan perlengkapan kerja lainnya yang memenuhi syarat keselamatan kerja di
seluruh area kerja.
7. Pihak Kedua tidak diijinkan tidur, bermalas-malasan atau beristirahat selama jam kerja tanpa ijin.
8. Bersedia menjalankan kerja lembur apabila diperlukan / diinstruksikan Pihak Pertama.
9. Bersedia dan sanggup dipindahkan ke site lain (mutasi) sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan
perusahaan. PIHAK KEDUA akan dianggap mengundurkan diri tanpa tuntutan apapun jika menolak
mutasi.
10. Sanggup bersikap jujur dan transparant terhadap Pihak Pertama.
11. Menjaga nama baik dan rahasia perusahaan dengan sebaik-baiknya.
12. Mematuhi semua tata tertib perusahaan dan Kode Etik (Etika) yang berlaku di perusahaan.
13. Pihak Kedua wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan jika diminta oleh perusahaan, ataupun jika
dipersyaratkan oleh Klien Pemberi Kerja.
14. Pihak Kedua dilarang keras menerima komisi penjualan, komisi lainnya menyangkut kepentingan
perusahaan, atau jasa lainnya untuk kepentingan pribadi.
15. Demi Keselamatan dan Kesehatan kerja para pekerjanya, maka setiap pekerja wajib taat dan patuh
pada ketentuan perusahaan dalam hal tempat tinggal karyawan di mes/camp site di lokasi proyek.

PT. TUNAS JAYA PERKASA (TJP)


The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera. [Link] Indonesia
Hal: 3 dari 6
PT. TUNAS JAYA PERKASA
Barong Tongkok, Kutai Barat - Kalimantan Timur

Pasal 8
Sanksi
1. Pihak Kedua menyatakan bersedia untuk mentaati semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di
lingkungan perusahaan sebagai mana diatur pada Pasal 6 (enam) dan Pasal 7 (tujuh). Bagi Pihak Kedua
yang melanggar akan dikenakan Sanksi yang tingkatannya sebagai berikut :
a. Teguran Lisan/Tertulis
b. Surat Peringatan I
c. Surat Peringatan II
d. Surat Peringatan III
Pemberian surat peringatan ini berdasarkan berat ringannya pelanggaran dengan masa berlaku 6
(enam) bulan.
2. Apabila Pihak Kedua tidak masuk kerja disebabkan mangkir (Alpa) maka akan mendapat sanksi sebagai
berikut :
a. Surat Peringatan I diberikan apabila Pihak Pertama tidak masuk kerja (mangkir) 2 (dua) hari dalam
sebulan.
b. Surat Peringatan II diberikan apabila Pihak Pertama tidak masuk kerja (mangkir) 3 (tiga) hari dalam
sebulan.
c. Surat Peringatan III diberikan apabila Pihak Pertama tidak masuk kerja (mangkir) 4 (empat) hari
dalam sebulan. 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan tutup buku atau cut off yang ditentukan oleh
pihak Pertama.
3. Pihak Kedua juga sanggup dan menerima, bahwa atas dasar setiap pelanggaran yang dilakukannya,
maka sesuai pengaturan Pihak pertama akan dapat mempengaruhi Kondisi Kerja/Performance yang
langsung terkait dengan penilaian kinerja karyawan dan insentif yang akan diterima oleh Pihak Kedua
dengan penilaian sebagai berikut :

Faktor Kehadiran Terhadap Kinerja / Performance Ukuran


Keterangan
Uraian (hari)
Ketidakhadiran oleh sebab apapun (kecuali cuti tahunan,
istirahat di tempat & ijin-ijin yang tertuang dalam peraturan Kebijakan
ketenagakerjaan yang berlaku) yang akan menjadi dasar perusahaan
penilaian Kinerja dan Performance

4. Apabila Pihak Kedua mengundurkan diri dalam masa 3 bulan pertama masa kerjanya, maka pihak pertama
akan melakukan pemotongan sisa gaji untuk pergantian biaya medical check up dan APD yang diberikan
oleh pihak pertama.

Pasal 9
Pemutusan Hubungan Kerja
1. Sesuai dengan Undang-uandang No. 11 Tahun 2020 pasal 154A ayat 2 jo PP No. 35 Tahun 2021 Pasal
52 ayat (2) dan ayat (3), dengan alasan karyawan telah melakukan kesalahan berat atau pelanggaran
bersifat mendesak, sebagai berikut :
a. Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan barang dan atau uang milik perusahaan
b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan;
c. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai atau mengedarkan narkotika,
psikotropika dan zat aditif lainnya dilingkungan kerja;
d. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;
e. Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di
lingkungan kerja;
f. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan
perturan perundang-undangan;
g. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik
perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan;
h. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya
ditempat kerja;

PT. TUNAS JAYA PERKASA (TJP)


The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera. [Link] Indonesia
Hal: 4 dari 6
PT. TUNAS JAYA PERKASA
Barong Tongkok, Kutai Barat - Kalimantan Timur

i. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk
kepentingan negara;
j. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan, yang diancam pidana penjara 5 tahun
atau lebih;
2. Mangkir ( tidak masuk bekerja dengan alasan yang tidak sah ) selama 5 ( lima ) hari berturut – turut
atau lebih dari 5 ( lima ) hari walaupun tidak berturut –turut dalam 1 (satu ) bulan dan pada saat masuk
tidak dapat membuktikan / memberikan keterangan yang sah dengan bukti-bukti yang sah.
3. Pihak Kedua menolak perintah kerja yang sah dari atasannya.
4. Pihak Kedua terbukti mengikuti hubungan kerja dengan perusahaan lainnya, dimana tindakan tersebut
akan dianggap sebagai pernyataan pengunduran diri.

Pasal 10
Klausula Pengakhiran Perjanjian Kerja Waktu tertentu
Apabila dalam masa perjanjian kerja ini berlangsung,
1. Pihak Kedua nyata-nyata telah terbukti melakukan tindakan pelanggaran berat /hukum, dan atau
mengulangi kembali pelanggaran selama masa pembinaan dari masa Peringatan Tertulis yang ke 3,
maka Pihak Pertama berhak mengakhiri hubungan kerja ini secara sepihak tanpa memberikan sisa
ganti kerugian kepada Pihak Kedua.
2. Kontrak akan berakhir dengan sendirinya di dalam situasi di bawah ini:
a) Pihak Kedua mengundurkan diri dari jabatan dan tugas yang dipercayakan kepadanya dalam
perjanjian ini.
b) Pihak Kedua meninggal dunia, atau secara sukarela menyatakan ketidaksanggupan bekerja
secara normal dan wajar.
c) Terindikasi telah bekerja pada pihak lain (Perusahaan lain) tanpa pemberitahuan secara wajar
sebelumnya kepada pihak Pertama, atau dengan sengaja menyembunyikan status
pekerjaannya kepada pihak lain, selain kepada pihak PERTAMA.
d) Bagi jabatan lainnya: Putus/berakhir-nya kontrak kerja antara PIHAK PERTAMA dan customer
untuk semua unit di lokasi/site yang menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.
e) PIHAK PERTAMA kehilangan pekerjaan dari customer.

3. PIHAK KEDUA tidak dapat menuntut kepada PIHAK PERTAMA untuk membayar sisa kontrak jika terjadi
pemutusan perjanjian kerja sebelum masa kontrak berakhir maupun sebaliknya.
4. Untuk karyawan yang keluar :
- PHK : gaji tidak diproporsi
- Mengundurkan diri : gaji diproporsi sesuai hari masuk kerja
5. PIHAK KEDUA tidak dapat menununtut kepada PIHAK PERTAMA pada saat masa kontrak berakhir
dengan alasan-alasan di atas.

Pasal 11
Serah Terima
Pada saat berakhirnya hubungan kerja antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua sesuai dengan ketentuan
dalam Perjanjian Kerja ini, Pihak Kedua wajib melakukan serah terima jabatan, tugas dan tanggungjawab
kepada atasannya dengan sebaik-baiknya dengan mengembalikan ID Card, Kartu Asuransi Kesehatan,
uniform, safety shoes, safety tools dan lain-lain yang ada dan merupakan milik Pihak Pertama, sesuai
dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan Pihak Pertama.

Pasal 12
Lain – Lain
1. Apabila dipandang perlu, maka kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan koreksi atau revisi
terhadap kekeliruan dan atau kesalahan penyebutan nama atau istilah dalam perjanjian kerja ini.
2. Hal-hal yang belum diatur dan dicantumkan serta perubahan–perubahannya akan dibuat dalam
perjanjian tambahan ( Addendum ) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini

PT. TUNAS JAYA PERKASA (TJP)


The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera. [Link] Indonesia
Hal: 5 dari 6
PT. TUNAS JAYA PERKASA
Barong Tongkok, Kutai Barat - Kalimantan Timur

dengan tetap mengacu pada peraturan peruasahaan dan dengan tidak mengabaikan Peraturan
Ketenagakerjaan yang berlaku.

Pasal 13
Penutup
Apabila terjadi sesuatu yang bersifat Emergency atau Force Majeur maka penyelesaiannya akan
dilaksanakan melalui kebijaksanaan Pihak Pertama dengan memperhatikan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku.
Persyaratan-persyaratan lain yang tidak tercantum dalam Perjanjian Kerja ini dicakup dalam Peraturan
Pihak Pertama yang disahkan oleh Direktur atau Pejabat yang diberi kuasa oleh Direktur, Persyaratan Kerja
dan Penyelesaian Perselisihan maupun ketentuan lainnya yang wajib dilaksanakan di bidang
ketenagakerjaan.
Pihak Kedua dengan ini menyetujui, telah memahami dan mengerti sepenuhnya akan isi Perjanjian Kerja
ini serta berjanji akan melaksanakannya secara konsekwen serta menyatakan tidak akan menuntut hal-hal
lain yang menyangkut akibat hubungan kerja di luar yang telah disepakati dalam Perjanjian Kerja ini, serta
mentaatinya dan sebagai bukti Pihak Kedua membubuhkan tandatangan atau cap jarinya di bawah ini.
Demikian Perjanjian Kerja ini dibuat dan ditandatangani dengan penuh kesadaran dan tampa paksaan pada
tempat, hari dan tanggal yang tersebut pada awal Perjanjian Kerja ini oleh kedua belah pihak dengan
kecakapan dan pengetahuan yang cukup dari keduanya untuk mengerti Perjanjian Kerja ini, dan dibuat
dalam rangkap 2 (dua) yang masing–masing mempunyai kekuatan hukum yang sama, untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Dibuat di : Barong Tongkok


Dibuat Tanggal : 26 April 2024

Pihak Pertama, Pihak Kedua,

HIRAS P. TINDAON ADANI RISKI


PROJECT MANAGER Karyawan

PT. TUNAS JAYA PERKASA (TJP)


The Prominence Office Tower Jl. Jalur Sutera BaratKav 15. Lt UG. Alam Sutera. [Link] Indonesia
Hal: 6 dari 6

Anda mungkin juga menyukai