TUGAS TUTORIAL KE-2
MKDK4005 / PROFESI KEGURUAN / 2 SKS
SI PGSD
Nama Penulis : Devi Yuliana, [Link]..
Nama Penelaah : [Link] Febria Dewatisari,[Link].
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2022
Skor Sumber
No Tugas Tutorial Maksima Tugas
l Tutorial
Buatlah rancangan pembelajaran secara komprehensif . BMP
Tentukan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator Modul 3
pencapaiannya. Buatlah isi rancanangan pembelajaran sesuai dan 4
1 dengan komponen pembelajaran berikut:
UU RI No.
a. Merumuskan tujuan pembelajaran 14 Thn
b. Mengidentifikasi materi pembelajaran 60 2005
c. Menentukan metode pembelajarannya dan langkah-langkah
pembelajaran
d. Menentukan media pembelajaran
e. Menentukan sumber belajar yang digunakan
f. Menentukan alat tevaluasi dan kriteria penilaian
2 Tuliskanlah urutan kegiatan pembelajaran menurut Gagne
20
( 1985)
3 Tuliskan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam
pemilihan media belajar yang akan digunakan oleh guru menurut
pendapat Kemp. 20
Hindari menyalin (copy paste) tugas orang lain
Jumlah Skor Maksimal 100
Gain Attention (Dapatkan Perhatian)
Sebelum mulai menyampaikan materi, baiknya kita melakukan aktivitas yang dapat menarik
perhatian pebelajar. Harapannya, pebelajar lebih semangat dan termotivasi untuk
mempelajari materi yang akan diberikan. Beberapa aktivitas yang dapat digunakan untuk
menarik perhatian pebelajar, seperti: cerita yang mampu memancing pertanyaan, pertanyaan
atau pernyataan yang mengejutkan. Siapapun akan tertarik untuk melanjutkan apabila dimulai
dari perkenalan yang tidak biasa, bukan?
Inform Learner of Objectives (Beritahu Tujuan Pembelajaran)
Berikan penjelasan mengenai tujuan belajar yang akan dicapai, tidak hanya itu, pastikan
pebelajar paham KENAPA mereka harus mempelajari materi tersebut dan ikut aktif
berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Beberapa hal yang harus disampaikan diantaranya:
performa yang dibutuhkan, kriteria performa yang harus dicapai, pebelajar ikut menentukan
kriteria untuk standar performa. Dalam menyampaikan tujuan belajar, sebisa mungkin
kaitkan dengan bagaimana aplikasinya di dunia nyata, dengan demikian pebelajar dapat
melihat nilai-nilai yang akan mereka dapatkan dan kemungkinan akan lebih termotivasi untuk
belajar.
Stimulate Recall of Prior Learning (Mengingat kembali)
Event selanjutnya yaitu mengingat kembali pengetahuan atau keterampilan yang telah
dipelajari sebelumnya, hal tersebut dilakukan agar pengetahuan atau keterampilan tersebut
terus diingat dan masuk ke memori jangka panjang. Sebelum memulai kegiatan
pembelajaran, beritahu pebelajar pengetahuan atau keterampilan apa yang akan dibutuhkan
untuk menyelesaikan tugas tertentu, serta bagaimana kaitannya dengan apa yang akan mereka
pelajari. Kegiatan yang dapat dilakukan seperti menanyakan pemahaman mereka terhadap
pengetahuan sebelumnya.
Present Stimulus Material (Menyampaikan Materi)
Dalam menyampaikan materi, sebaiknya gunakan strategi agar pembelajaran menjadi lebih
efektif dan efisien. Susun dan bagikan konten-konten agar pebelajar mudah memahami.
Berikan penjelasan setiap kali selesai mendemonstrasikan keterampilan tertentu.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah saat menyusun konten, susunlah konten tersebut
sesuai dengan tujuan pembelajaran. Misalnya konten 1 untuk mencapai tujuan pembelajaran
1 dan seterusnya. Hal tersebut dilakukan agar pebelajar fokus untuk menguasai pengetahuan
dan keterampilan tertentu sebelum lanjut ke tujuan pembelajaran selanjutnya.
Kegiatan yang dapat dilakukan selama menyampaikan materi, diantaranya:
Berikan kosakata baru dan penjelasannya
Berikan contoh-contoh yang riil seperti studi kasus
Berikan konten dengan berbagai versi, misalnya video, demonstrasi, podcast, kerja
kelompok, demonstrasi, dan lain-lain
Gunakan berbagai media untuk memfasilitasi preferensi belajar
Provide Learner Guidance (Berikan Panduan)
Pebelajar yang paling mahir pun akan menemukan kesulitan di tengah proses pembelajaran
yang belum pernah Ia pelajari. Oleh karena itu, bantuan dari tutor/guru sangatlah diperlukan
agar tidak ada kesalahpahaman mereka dalam belajar dan pebelajar terus termotivasi untuk
belajar. Panduan dapat diberikan dengan cara-cara berikut:
Sediakan support saat diperlukan seperti petunjuk yang dapat hilang setelah pebelajar
berhasil menjawab pertanyaan atau selesai mempelajari konten tersebut.
Strategi belajar seperti mnemonics, peta konsep, bermain peran, dan visualisasi.
Gunakan contoh dan non contoh, non contoh digunakan untuk membantu pebelajar
untuk mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan atau kebalikan dari contoh yang
diberikan.
Berikan studi kasus, analogi, gambar visual dan metafora. Studi kasus digunakan
untuk mengetahui bagaimana penerapan di dunia nyata, analogi biasanya untuk
menjelaskan konsep-konsep yang abstrak, gambar visual untuk menjelaskan
hubungan secara visual, dan metafora sebagai mendukung pembelajaran.
Elicit Performance (Mendapatkan performa)
Pengulangan merupakan kunci untuk menyerap dan mempertahankan pengetahuan dan
keterampilan baru. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memberikan pebelajar beberapa
kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan atau mencoba
keterampilan baru yang dapat membantu mereka saat di dunia nyata. Berikan skenario
bercabang dan simulasi yang memberikan kesempatan mereka untuk membuat keputusan,
dengan demikian mereka akan dapat melihat resiko atas pilihan mereka sendiri.
Selain itu, untuk mendapatkan performa, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut:
Memberikan pertanyaan yang dalam untuk menggali pemikiran mereka
Memberikan referensi terhadap apa yang telah pebelajar ketahui sebelumnya
Ajak pebelajar untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan sekelasnya.
Ajak pebelajar untuk membaca kembali informasi yang telah mereka pelajari
Ajak pebelajar untuk menjelaskan kembali secara rinci informasi yang telah mereka
pelajari
Bantu pebelajar untuk menghubungkan informasi baru tersebut dengan konteks yang
lebih riil (gunakan contoh riil)
Provide Feedback (Memberikan umpan balik)
Memberikan feedback (umpan balik) yang konstruktif kepada pebelajar memungkinkan
mereka untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Sebaiknya
berikan umpan balik yang personal, daripada umpan balik yang umum, sehingga pebelajar
mampu menilai langkah apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Lebih lengkap mengenai umpan balik dapat Anda baca disini.
Assess Performance (Menilai performa)
Menilai pebelajar tidak hanya untuk mengukur kemajuan belajar mereka, tapi juga
memberikan Anda kesempatan untuk mengenali titik kelemahan pada strategi belajar yang
Anda terapkan. Misalnya, apabila sebagian besar pebelajar kesulitan dalam mempelajari
materi yang Anda berikan, Anda dapat evaluasi kembali konten dan aktivitas yang Anda
berikan saat itu.
Metode lain untuk melakukan assessment diantaranya:
Pretest untuk mengetahui penguasaan pengetahuan sebelumnya
Post-test untuk mengetahui penguasaan konten atau keterampilan yang dipelajari
Memberikan pertanyaan ditengah-tengah penyampaian materi baik itu secara oral atau
kuis sederhana
Enhance Retention and Transfer (Meningkatkan daya ingat dan pertukaran
pengetahuan)
Setiap pebelajar harus selalu sadar atau mengetahui bagaimana menerapkan pengetahuan atau
keterampilan yang telah dipelajari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan
skenario dunia nyata, kisah sukses, atau studi kasus.
Apapun tujuan belajarnya atau siapapun audiens Anda, Gagne’s 9 events of instruction dapat
digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik bagi pebelajar. Tujuan
utama dari tiap proses pembelajaran adalah menyampaikan pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan pebelajar untuk meningkatkan aspek tertentu dalam hidup mereka, dan
strategi ini cukup tepat untuk memenuhi tujuan tersebut.
Menurut Kemp dan Dayton (1985:28), media pembelajaran dapat memenuhi tiga fungsi
utama apabila media itu akan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok yang besar
jumlahnya, yaitu dalam hal
1. Memotivasi minat atau tindakan
Memotivasi minat atau tindakan yang dimaksud disini adalah media pembelajaran dapat
direalisasikan dengan menggunakan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapak dari media
tersebut adalah dapat melahirkan minat dan merangsang para siswa atau pendengar untuk
bertindak (turut memikul tanggung jawab, melayani secara sukarela, atau memberikan sumbangan
materi). Pencapaian tujuan ini akan mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi.
2. Menyajikan Informasi
Dalam tujuan informasi media pembelajaran dapat dipergunakan dalam rangkapenyajian informasi
di hadapan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajiannya bersifat umum, berfungsi sebagai
pengantar, ringkasan laporan, atau pengetahuan latar belakang. Penyajian dapat pula berbentuk
hiburan, drama, atau teknik motivasi. Ketika pendemngar atuau menonton bahan informasi, para
siswa bersifat pasif. Partisipasi yang diharapakan pada saat itu dari siswa hanya terbatas pada
persetujuan atau ketidak setujuan mereka secara mental, atau terbatas pada persaan tidak atau
kurang senang, netral, atau senang.
3. Memberi Instruksi
Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam media itu harus
melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga
pembelajaran dapat terjadi. Maka materi harus dirancang secara lebih sistemati dan psikologis
dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Disamping
menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberkan pengalaman yang menyenangkan dan
memenuhi kebutuhan perorangan siswa.