Integral dan Persamaan Diferensial
Integral dan Persamaan Diferensial
Integral dapat dianggap sebagai perhitungan luas daerah di bawah kurva ƒ(x),
antara dua titik a dan b.
Umum
Bilangan natural
Logaritma
Trigonometri
Anti-turunan
• Contoh:
• F(x)=x2 +c
Notasi Antiturunan
∫f(x) dx
Jadi:
∫x dx=½x2 +c
∫x2 dx=⅓x3 +c
Karena memenuhi ketiga sifat di atas, maka integral tak tentu merupakan
operator linier.
Yang lalu kita telah mengintegralkan fungsi f untuk memperoleh fungsi baru F
dan ditulis dengan:
∫f(x)dx=F(x)+c.
Menurut definisi hal di atas benar asalkan F’(x)=f(x) atau dF(x)=f(x)dx ,
sehingga:
∫dF(x) = F(x)+c.
Jadi, kita dapat mengintegralkan differensial suatu fungsi untuk memperoleh
fungsi itu sendiri ditambah konstan. Pemahaman ini akan membantu kita dalam
menyelesaikan suatu persamaan differensial.
DEFINISI PERSAMAAN DIFFERENSIAL
Sebuah persamaan yang melibatkan turunan (atau diferensial) dari fungsi yang
tak diketahui serta fungsi itu sendiri disebut persamaan diferensial
Contoh
( y 1) dy ( 2 x ) dx
y2
y C1 x 2 C 2
2
y 2 2 y 2 x 2 C3
( y 1) 2 ( 2 x 2 C3 ) 1 2 x 2 C
y 1 2 x 2 C y 1 2x2 C
Contoh (Lanjutan)
y 1 2x2 C
3 1 2(1) 2 C C 2
y 1 2x2 2
Contoh penerapan PD
1000ft
Penyelesaian
Diasumsikan bahwa tinggi s diukur secara positif ke atas. Mula-mula v=ds/dt
bernilai positif (s naik), tetapi a=dv/dt negatif (ke bawah). Jadi:
dv/dt=-32 dengan v=50 dan s=1000 pada saat t=0.
dv/dt=-32 Û dv = -32dt Û ∫dv = -32 ∫ dt Û v = -32t+c.
Dari syarat awal v=50 utk t=0, diperoleh c=50, sehingga
v(t)=-32t+50. Selanjutnya, v=ds/dt Û ∫ ds = ∫ vdt
Û s(t) = ∫(-32t+50)dt = -16t2+ 50t+C.
Dari syarat awal s=1000 utk t=0, diperoleh C=1000, shg
s(t) = -16t2+ 50t+1000. Karena itu pada t=4 diperoleh:
v(4)=-32(4)+50 = -78 kaki/dt (turun) dan
s(4) = -16(4)2+ 50(4)+1000 = 944 kaki.
Definisi :
Teorema dasar
Teorema dasar kalkulus menyatakan bahwa turunan dan integral adalah dua
operasi yang saling berlawanan. Lebih tepatnya, teorema ini menghubungkan
nilai dari anti derivatif dengan integral tertentu. Karena lebih mudah menghitung
sebuah anti derivatif daripada menerapkan definisi integral tertentu, teorema
dasar kalkulus memberikan cara yang praktis dalam menghitung integral
tertentu.
Jika sebuah fungsi f adalah kontinu pada interval [a,b] dan jika F adalah fungsi
yang mana turunannya adalah f pada interval (a,b), maka
Apabila kita hendak mencari luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval
[0,b], b>0, maka kita akan dapatkan:
Fungsi F dikatakan anti turunan dari fungsi f pada selang I jika F’(x) = f(x)
∫
untuk semua x di I. Notasi : F(x) = f(x) dx
Integral tak tentu adalah Anti/Invers/Kebalikan turunan.
1
∫ x 2 dx = 3 x3 +c ∫ 4 x 3 dx=x 4+c
Contoh :
5. 6.
dx dx
∫ =sin −1
x+c ∫ 1+x 2 =tgn−1 x+c
7. √ 1−x 2
8.
dx
∫ =sec−1
x +c
∫ 2
9. x √ x −1
2
10.
sec xdx=tgnx+c
11. ∫ cos ec 2
xdx=ctgx+c 12. ∫ sec xtgnxdx=sec x +c
INTEGRAL TENTU
Definisi :
Diberikan suatu fungsi ƒ bervariabel real x dan interval antara [a, b] pada garis
real, integral tertentu:
secara informal didefinisikan sebagai luas wilayah pada bidang xy yang dibatasi
oleh kurva grafik ƒ, sumbu-x, dan garis vertikal x = a dan x = b.
Pada notasi integral di atas: a adalah batas bawah dan b adalah batas atas yang
menentukan domain pengintegralan, ƒ adalah integran yang akan dievaluasi
terhadap x pada interval [a,b], dan dx adalah variabel pengintegralan.
Secara cermat, definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann
adalah:
Diberikan ƒ(x) sebagai fungsi yang terdefinisikan pada interval tertutup [a,b].
Kita katakan bahwa bilangan I adalah integral tertentu ƒ di sepanjang [a,b] dan
Limit ini selalu diambil ketika norma partisi mendekati nol dan jumlah
subinterval yang ada mendekati tak terhingga banyaknya.
Contoh
Riemannnya adalah
Pemilihan partisi ataupun titik ti secara sembarang akan menghasilkan nilai yang
sama sepanjang norma partisi tersebut mendekati nol. Apabila kita memilih
partisi P membagi-bagi interval [0,b] menjadi n subinterval yang berlebar sama
Δx = (b - 0)/n = b/n dan titik t'i yang dipilih adalah titik akhir kiri setiap
subinterval, partisi yang kita dapatkan adalah:
dan , sehingga:
Seiring dengan n mendekati tak terhingga dan norma partisi mendekati 0,
maka didapatkan:
Definisi :
a
∫ f ( x)dx
a =0
b a
∫ f ( x)dx ∫ f ( x)dx
a = - b , a>b
Jika gambar terletak disebelah kiri sumbu Y maka integral diatas bernilai
negatif, karena luas daerah tidak mungkin bilangan negatif maka nilai
integral tersebut dimutlakkan.
Contoh :
Untuk menghitung luas daerah rata ikuti pola berfikir sebagai berikut :
1. Gambar daerah yang bersangkutan
2. Potong daerah menjadi jalur-jalur dan beri nomor pada satu jalur tertentu
3. Hampiri luas jalur tertentu tersebut dengan luas persegi panjang
4. Jumlahkan luas jalur-jalur pada daerah tersebut
5. Ambil limit dari jumlah diatas dengan lebar jalur menuju 0, maka
diperoleh integral tertentu.
ΔA≈(f (x)−g(x))Δx
b
∫ ( f ( x )−g( x )) dx
A= a
Kita gunakan cara : potong, aproksimasikan, dan integralkan.
Contoh :
x r+1
Karena F(x) = r +1 suatu anti turunan dari f(x) = xr, maka menurut TDK,
b
b r+1 a r+1
∫ x dx=F (b )−F( a)= r +1 − r+1
r
Contoh :
2
∫ (4 x−6 x 2 )dx
Hitung −1
Jawab :
[] []
2 2
2 2 2
x2 x3
∫ (4 x−6 x 2 )dx=4 ∫ x dx−6 ∫ x 2 dx −6
−1 −1 −1 = 4
2 −1 3 −1
= 4
( 4 1
) ( )
8 1
− −6 +
2 2 3 3 = 12
Teorema :
Jika f terintegralkan pada suatu selang yang mengandung tiga titik a, b dan c,
maka
c b c
∫ f ( x)dx ∫ f ( x)dx ∫ f ( x)dx
a = a + b bagaimanapun urutan a, b dan c.
Contoh :
2 1 2 2 3 2
∫ x dx =∫ x dx+∫ x dx
2 2 2
∫ x dx =∫ x dx+∫ x 2 dx
2 2
1. 0 0 1 2. 0 0 3
2 −1 2
∫ x 2 dx =∫ x 2 dx +∫ x 2 dx
3. 0 0 −1
2. Sifat Simetri
Teorema :
a a
∫ f ( x )dx ∫ f ( x)dx
Jika f fungsi genap [f(-x) = f(x)] , maka−a =2 0 dan
a
∫ f ( x )dx
Jika f fungsi ganjil [f(-x) = - f(x)], maka −a = 0.
Contoh :
π π π
1. −π 0
() 0
()
∫ cos x4 dx=2∫ cos 4x dx= 8 ∫ cos 4x . 14 dx= 4 √2 ()
5
x5
∫ 2
dx
2. −5 x +4 =0
1 sin x cos x
2 cos x -sin x
3 tan x sec2x
4 cot x -cosec2x
5 sec x tan x. sec x
6 cosec x -cot x . cosec x
∫ cos x dx = sin x + C
∫ sin x dx = −cos x +C
∫ sec2 x dx = tan x + C
∫ cos ec2 x dx = −cot x + C
∫ tan [Link] x dx = sec x + C
∫ cot x .cosec x dx = −cosec x + C
Contoh:
∫ ( x 2 + sin x ) dx = ∫ x 2 dx + ∫ sin x dx
1 3
= x −cos x + C
3
Dalam menghitung atau menentukan integral-integral tak-tentu dari fungsi-
fungsi trigonometri, seringkali bagian fungsi integrannya perlu diubah terlebih
dahulu sehingga diperoleh bentuk integran yang dengan segera dapat
diselesaikan.
Contoh:
Tentukan integral tak-tentu dari ∫ ( sin x − cos x ) dx
2
Penyelesaian:
perhatikan
( sin x − cos x )2 = sin 2 x − 2sin x .cos x + cos 2 x
2 2
= sin x + cos x − 2 sin x. cos x
= ( 1 − sin 2 x )
Sehingga:
∫ ( sin x − cos x )2 dx = ∫ (1 − sin 2 x ) dx
= ∫ 1 dx − ∫ sin 2 x dx
1
(
= x − − cos 2 x + C
2 )
1
= x + cos 2 x + C
2
Kesamaan Pythagoras
sin x 2 x + cos 2 x = 1
1 + tan2 x = sec 2 x
1 + cot 2 x = csc 2 x
Kesamaan setengah-sudut
2 1 − cos 2 x
sin x x =
2
1 + cos 2 x
cos 2 x =
2
positif dan ganjil. Setelah kita mengeluarkan faktor sin x atau cos x, gunakan
sin x 2 x + cos 2 x = 1
Contoh 1
penyelesaian:
Penyelesaian:
1 − cos 2 x
∫ sin 2 x dx = ∫2 dx
1 1
2
∫
= dx − ∫ ( cos 2 x ) ( 2 dx )
4
1 1
= x − sin 2 x + C
2 4
∫( ) dx
2
1 + cos 2 x
∫ cos4 x dx = 2
1
=
4
∫ ( 1 + 2 cos 2 x + cos2 2 x ) dx
1 1 1
= ∫ dx + ∫ ( cos 2 x ) ( 2 ) dx + ∫ ( 1 + cos 4 x ) dx
4 4 8
3 1 1
= ∫ dx + ∫ ( cos 2 x ) ( 2 dx ) + ∫ ( cos 4 x ) ( 4 dx )
8 4 32
3 1 1
= x + sin 2 x + sin 4 x + C
8 4 32
Jenis 2, ∫ sin m [Link] x dx , jika salah satu m atau n bilangan bulat positif ganjil
=− [ cos−3 x
−3
−
cos−1 x
−1
+C ]
1
= sec 3 x − sec x + C
3
Jika m dan n keduanya merupakan bilangan bulat positif genap, maka kita
menggunakan kesamaan setengah sudu untuk memperkecil derajat integran.
Contoh 4 memberika suatu bentuk ilustrasi.
Contoh 4;
m dan n keduanya Genap; Carilah ∫ sin 2 x .cos4 x dx
Penyelesaian:
∫ (12 )( )
2
− cos 2 x 1 + cos 2 x
∫ sin 2 x . cos 4 x dx =
2
dx
1
=
8
∫ (1 + cos 2 x − cos 2 2 x − cos3 2 x ) dx
= ∫ [ 1 + cos 2 x −
1
2 ]
( 1 + cos 4 x ) − ( 1 − sin 2 2 x ) cos 2 x dx
=
1
8
∫ 1
2
−
1
2 [
cos 4 x + sin2 2 x . cos 2 x dx ]
=
1
8 [
∫ 12 dx − 18 ∫ cos 4 x ( 4 dx ) + 12 ∫ sin2 2 x . ( 2cos 2 x dx ) ]
=
1 1
8 2 [ 1
x − sin 4 x +
8
1
6
sin 3 2 x + C ]
Integral tak-tentu trigonometri mungkin mengjhasilkan jawaban yang kelihatan
∫ sin x .cos x
dx = − ∫ cos x (−sin x ) dx
1
= − cos 2 x + C
2
Perhatikan bahwa
1 2
sin x + C
2
1
¿ ( 1 − cos2 x ) + C
2
1
¿ − cos 2 x +
2
1
2(+ C )
Sekarang sesuaikan jawaban tersebut dengan jawaban ketiga.
1
∫ sin x .cos x dx =
2
∫ sin 2 x dx
1
=− cos 2 x + C
4
TEKNIK-TEKNIK PENGINTEGRALAN
1. Teknik Subtitusi
Teorema :
Misal g fungsi yang terdiferensialkan dan F suatu anti turunan dari f, jika
u = g(x) maka ∫ f(g(x))g’(x) dx = ∫ f(u) du = F(u) + c = F(g(x)) + c
Contoh :
∫ sin√√x x dx
Hitunglah .
1 −1/ 2
x
Jawab : Misalkan u = √ x 1/2
= x sehingga du = 2 dx maka
=2
( =2
)
∫ sin√√x x dx ∫ sin √ x 12 x−1/2 dx ∫ sin udu
= 2cosu + c =
2cos√x +c
b. Subtitusi Dalam Integral Tentu.
Teorema :
Misal g mempunyai turunan kontinu pada [a,b] dan f kontinu pada daerah nilai
b g( b )
Contoh :
1
x+1
∫ 2
dx
Hitung 0 ( x +2 x +6 )
Jawab :
Misal u = x2+2x+6 sehingga du = 2x+2 dx = 2(x+1)dx perhatikan u = 6 jika x =
0 dan u = jika x = 1, jadi
1 1
2( x +1)
∫ 2 x+1 dx 1
∫
2 0 ( x 2 +2 x+6 )
dx
0 ( x +2 x +6 ) =
9
=
1 du 1
∫
26 u 2
9 1
= [ ln u ] 6 = (ln 9−ln 6 ) 1 ln 3
2 =2 2 ()
Substitusi
Contoh soal:
∫ ∫
a. sin n x dx, cos n x dx
Jika n bilangan bulat positif ganjil, maka keluarkan faktor sin x atau cos x dan
kemudian gunakan kesamaan sin 2 x + cos 2 x = 1.
Jika n bilangan bulat positif genap, maka gunakan rumus setengah sudut
1−cos2 x 1+cos 2 x
sin 2 x = 2 , cos 2 x = 2
Contoh :
∫ cos 4
∫( 1+cos2 x 2
2
dx ) 1
∫
4 (1 + 2 cos 2x + cos 2 2x) dx
1. x dx = =
1 1 1
∫ ∫ ∫
= 4 dx + 4 cos 2x (2) dx + 8 (1 + cos 4x) dx
3 1 1
= 8 x + 4 sin 2x + 32 sin 4x + c
b. ∫ sin m
x cos n x dx
Jika m atau n bilangan bulat positif ganjil dan eksponen lain sembarang,
maka keluarkan faktor sin x atau cos x yang berpangkat ganjil tersebut
kemudian gunakan kesamaan sin 2 x + cos 2 x = 1. Jika m dan n bilangan
bulat positif genap, maka gunakan rumus setengah sudut.
Contoh :
Tentukan : 1. ∫ sin 3
x cos –4 x dx ∫
2. sin 2 x cos 4 x dx
c. ∫ tg n ∫
x dx, cotg n x dx.
Keluarkan faktor tg 2 x = sec 2 x – 1 dalam kasus tg atau faktor cotg 2 x =
cosec 2 x – 1 dalam kasus cotg.
Contoh :
∫ cotg 4
x dx = ∫ cotg 2
x (cosec 2 x – 1) dx = ∫ cotg 2
x cosec 2 x dx – ∫
1
cotg 2 x dx = - ∫ cotg 2
x d(cotg x) - ∫ (cosec 2
x – 1) dx = - 3 cotg 3x +
cotg x + x + c
d. ∫ tg m ∫
x sec n x dx, cotg m x cosec n x dx
Jika n genap dan m sembarang, maka keluarkan faktor sec 2 x atau
cosec 2 x.
Jika m ganjil dan n sembarang, keluarkan faktor tg [Link] x.
Contoh :
Tentukan : 1. ∫ tg –3/2
x sec 4 x dx 2. ∫ tg 3
x sec –1/2 x dx
e. ∫ sin mx cos nx dx, ∫ sin mx sin nx dx, ∫ cos mx cos nx dx.
Gunakan kesamaan :
sin mx cos nx = ½[sin (m+n)x + sin (m – n)x]
sin mx sin nx = -½[cos (m+n)x - cos (m – n)x]
cos mx cos nx = ½[cos (m+n)x + cos (m – n)x]
Contoh :
∫ sin 2x cos 3x dx = 1/2∫ sin 5x + sin (-x) dx
= 1/10 ∫ sin 5x d(5x) – ½ ∫ sin x dx = - 1/10 cos 5x + ½ cos x + c.
Substitusi trigonometri
Bentuk Gunakan
Contoh soal:
3. Pengintegralan Parsial
Pengintegralan parsial (sebagian) dapat dilakukan jika pengintegralan
dengan teknik subtitusi tidak memberikan hasil, dan dengan catatan bagian
sisa pengintegralan lebih sederhana dari integral mula-mula.
∫ udv =uv−∫ vdu
Contoh :
1. ∫ xe x dx
Misalkan u = x, dv = ex dx maka du = dx , v = ex
∫ xe x dx =
xe x −∫ e x dx = xex –ex + c
Integrasi parsial
Contoh soal:
Contoh soal:
n
a. Fungsi Integran yang memuat bentuk √ ax +b
n
Penyelesaian dengan menggunakan subtitusi : u = √ ax +b
Contoh : Hitung ∫ x 3
√ x −4 dx
Jawab : Misalkan u = ∫ x 3
√ x −4 dx maka u3 = x – 4 dan 3u2 du = dx
Shg ∫ x 3√ x −4 dx =
3 4
3
∫ ( u + 4 )u . 3 u du= 7 ( x−4 ) 7 +( x −4 ) 3 +c
3 2
√ 2 2
b. Integran yang memuat bentuk a −x , a +x , x −a√ 2 2
√ 2 2
Contoh :
∫ √ 4−x 2
dx
1. Tentukan x2
Jawab :
Misalkan x = 2 sin t maka dx = 2 cos t dt dan √ 4−x 2 = 2 cos t , shg
∫ √ 4−x 2 2 cost
x
dx
2 ∫ 4 sin2 t (2 cost )dt=∫ ctg 2 tdt
= = - ctg t – t + c
√ 4−x 2 −sin−1
= x ()x
2
+c
Fungsi Rasional merupakan fungsi hasil bagi dua fungsi Polinom yang
ditulis :
P( x )
F ( x )=
Q( x ) , P(x) dan Q(x) fungsi –fungsi Polinom dengan Q(x) ≠ 0
a. Fungsi Rasional Sejati yaitu fungsi rasional dimana derajat fungsi polinom
pada pembilang lebih kecil dari pada derajat fungsi polinom pada
penyebut.
b. Fungsi Rasional Tak Sejati yaitu fungsi rasional dimana derajat fungsi
polinom pada pembilang lebih besar dari atau sama dengan derajat fungsi
polinom pada penyebut.
Fungsi Rasional Tak Sejati dapat ditulis sebagai penjumlahan fungsi polinom
dengan Fungsi Rasional Sejati dengan jalan membagi fungsi pembilang
dengan fungsi penyebut.
Contoh :
5 x+3
∫ x 3−2 x 2−3 x dx
Tentukan
Jawab :
5 x +3 5 x +3 A B C
= = + +
x3 −2 x 2−3 x x( x +1 )(x −3) x x +1 x−3
maka 5x + 3 = A(x+1)(x-3) + Bx(x-3) + Cx(x+1)
dengan menyamakan koefisien pada kedua polinom diruas kiri dan ruas
−1 3
kanan maka diperoleh : A = -1 , B = 2 , dan C = 2 sehingga
−1 3
5 x+3
∫ x 3−2 x 2−3 x dx ∫ −dx +∫ 2 dx+∫ 2 dx
= x x +1 x−3
1 3
|x|− ln|x+1|+ ln|x−3|+c
= - ln 2 2
Contoh :
x
∫ ( x−3 )2 dx
Tentukan
Jawab :
x A B
= +
( x−3 )2 x−3 (x −3)2 maka x = A(x-3) + B
dengan menyamakan koefisien pada kedua polinom diruas kiri dan ruas
kanan
diperoleh : A = 1 dan B = 3 sehingga
x 1 3 3
∫ ( x−3 )2 dx =∫ x−3 dx+∫ ( x−3 )2 dx=ln|x−3|− x−3 +c
k
Yang perlu diperhatikan untuk tiap faktor (ax +b ) dalam penyebut, maka
ada sebanyak k suku penjabarannya, yaitu :
A1 A2 Ak
+ +.. .+
ax +b ( ax +b )2 ( ax +b )k
c. Penjabaran Fungsi Rasional atas Faktor Kuadrat yang Berbeda
Contoh :
6 x 2−3 x+1
∫ ( 4 x+1)( x 2+1) dx
Tentukan
Jawab :
6 x 2 −3 x+1 A Bx+C
= +
(4 x+1 )( x 2 +1) 4 x +1 x 2 +1
Selanjutnya tentukan A, B dan C seperti cara diatas dan kemudian hitung
integral setiap sukunya.