Implementasi Metode Simple Queue Dan Que
Implementasi Metode Simple Queue Dan Que
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan dari metode Simple Queue dan Queue tree yang
dimplementasikan pada penerapan dijaringan komputer politeknik aceh selatan. Dimana Simple Queue
adalah pelimitan sederhana berdasarkan data rate, dan juga merupakan cara termudah untuk melakukan
manajemen bandwith yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur
pemakaian bandwith upload dan download tiap user. Sedangkan Queue tree digunakan untuk mengatur
pelimitan berdasarkan protokol, port, IP Address, dan jugauntuk mengatur setingan fitur mangle. Fungsi nya
adalah untuk melimit bandwith pada mikrotik yang mempunyai koneksi internet.
Sehingga tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk membantu politeknik aceh selatan dalam memberikan
solusi dan memaksimalkan penggunaan resource bandwith yang dimiliki dalam mengelola jaringan internet,
agar masing-masing user (mahasiswa/dosen/ karyawan) dapat menggunakan jaringan internet dengan lancar.
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
jaringan internet yang lambat.
Pada Proyek akhir ini penulis akan Metode Queue Tree
membandingkan metode simple Queue dan metode
Queue tree untuk optimalisasi bandwith pada Metode Queue Tree merupakan motode
jaringan komputer di politenik aceh selatan. Untuk yang cukup rumit dalam melakukan
mendapatkan metode yang sesuai, agar masing- konfigurasinya. Keunggulan yang terdapat pada
masing user bisa menggunakan internet dengan metode Queue tree adalah kita dapat
lancar, walaupun dengan jatah kapasitas bandwith mengalokasikan bandwith ICMP jadi, ketika
yang sama dari ISP(Internet Service Provider). bandwith yang terdapat pada klien penuh, ping
Simple queue adalah cara pelimitan timenya masih dapat stabil.
sederhana berdasarkan data rate, simple queue
juga merupakan cara termudah untuk melakukan Perancangan dan Implementasi
manajemen bandwith yang diterapkan pada Perangkat
jaringan skala kecil sampai menengah untuk
mengatur pemakaian bandwith upload dan Perangkat Keras (Hardware)
download tiap user. Sedangkan Queue tree adalah
Adapun perangkat keras yang digunakan
pelimitan yang sangat rumit karena pelimitan
dalam penelitian diperlihatkan pada Tabel 1.
berdasarkan protokol, port, IP Address, bahkan
kita harus mengaktifkan fitur manggle pada Tabel 1. Perangkat Keras
firewall jika ingin menggunakan Queue tree.
Fungsi nya adalah untuk melimit bandwith pada Jenis Spesifikasi Sistem Merk
mikrotik yang mempunyai koneksi internet [2]. Operasi
®
Laptop Intel Windows Hewlett-
Tujuan Penelitian Core™ i3 7 Packard
Tujuan dari penelitian ini adalah agar CPU Ultimate 430
jaringan di politeknik aceh selatan bisa M 380 @ 32-bit Notebook
dimaksimalkan dalam penggunaan resource 2.53GHz (4 PC
bandwith yang dimiliki untuk pengelola CPUs), -
jaringan internet, agar masing-masing user 2,5GHz
®
(mahasiswa,
dosen, dan staf) yang ada dapat Laptop Intel Windows Asus
TM
menggunakan jaringan internet dengan lancar. Core i5- 8.1 Pro
. 4210U CPU 64-bit
METODE PENELITIAN @ 1.70GHz
Metode Simple Queue 4(CPUS)
metode yang cukup sederhana dalam melakukan Router
Mikrotik Mikrotik Os
Mikrotik Board Rb
Router
Metode Simple Queue merupakan
konfigurasinya. Pada metode simple queue kita 750
tidak bisa mengalokasikan bandwith khusus buat
ICMP (internet Control Message Protocol) Perangkat Lunak (Software)
sehingga apabila pemakaian bandwith pada klien
sudah penuh ping time nya akan naik dan bahkan Adapun perangkat lunak yang digunakan
RTO (Request time out) sebagai pendukung dalam penelitian ini yaitu:
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
Mikrotik OS pada perangkat lunak iperf mengirimkan
Winbox data sebanyak 1 MB dari computer
Iperf klien kekomputer server sebanyak 5 kali
percobaan dimana jitter dan packet loss
Topologi Jaringan akan dicetak pada command prompt.
4) Pengukuran delay dilakukan dengan
Perancangan jaringan LAN membatasi bandwidth pengunggahan
membutuhkan topologi yang sesuai agar menjadi 2kbits/s, lalu menggunakan
proses dapat berjalan dengan baik. Dalam perintah ping dari commandprompt
Windows dengan mengirim sebanyak 250
proses pengujian ini menggunakan
bytes data ke komputer server sebanyak
topologi jaringan sesuai dengan gambar 1. 10 kali dan delay akan dicetak pada
command prompt.
Analisis Perancangan
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
Analisa perancangan, konfigurasi dan IMPLEMENTASI SISTEM
pengujian metode Queues Tree. Berikut adalah Pengujian Secara Eksperimental
flowchart system dari metode Queues Tree seperti
ditunjukkan padagambar 3. Pada flowchart sistem Data pengujian dilakukan dengan cara
metode Queues Tree dibawah terdapat perbedaan melakukan download tanpa menggunakan metode
dari pada setting Queues Tree, dapat dijelaskan simple queue dan proses menggunakan simple
konfigurasinya sebagai berikut: Dimulai queue seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.1.
dengan Setting Mangle terlebih dahulu-> pilih IP tampilan dari download transfer rate menggunakan
kemudian pilih Firewall ->
>setting pada menu internet download manager sebelum
masukkan IP Addres -
masukkan target Uplo menggunakan simple queue. Dengan ukuran file
General dan Action,
Kemudian dilanjutkan set = 904,133 Mb, kecepatan transfer 1,063 Mb/sec
ad dan Download.
pada setting download->
ting Queues Tree,
klien), Parent (download
pilih masukkan nama
(paket klien) -> kemudian
(nama
dan Max Limit yang ak
), dan Packet
melakukan setting pada
Marks setting pada
melakukan setting pad
Limit At an
berbeda jauh, masukkan
ditentukan. Setelah
Parent (download), dan
Download,
klien) ->kemudian settin
kemudian
MaxLimit yang akan ditent
a Upload yang
tidak nama (nama
klien), Packet
Marks (paket
g pada Limit At
dan ukan.
download dan upload dari 128 kbps hingga 10
mbps diperoleh data seperti yang terlihat pada
Gambar 5.
Tabel 2. Kecepatan Transfer Rate
Bandwith Transfer
Rate (1 User)
128 12,948
256 34,339
384 64,798
512 118,074
1024 223,305
2048 350,332
Gambar 3. Metode Queue Tree 5120 625,292
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
Bandwith
720
Ukuran
Transfer Rate
Bandwit
640
throughp
560
480
Wakt
400
320
240
160
80
0 Simple 4,2 256 152 218461,53 bit/s
1 2 3 4 5 6 7 8 Queue Mb kb s
Bandwith (KB)
120
100
Queue Simple dan Queue Tree, mengunduh sebuah 80
60
berkas dari server dengan ukuran tertentu dengan 40
20
0
membatasi bandwidth yang digunakan sebesar
1 2 3
nilai tertentu dihitung waktu yang dibutuhkan
Bandwith Limit (KB)
samapai pengunduhan selesai dengan
menggunakan stopwatch. Setelah sekenario
percobaan dilakukan, didapatkan data throughput Gambar 6. Grafik Throughput
menurut yang dapat dilihat di tabel 3. Dan gambar
6. Dari tabel 3. dan gambar 6. grafik
perbandingan throughput diatas, dapat dilihat
untuk semua bandwith limit dengan berkas ukuran
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
4,2 MB, manajemen bandwith dengan
menggunakan Simple Queue lebih kecil 2. Jitter
throughputnya dari pada manajemen bandwith Untuk perhitungan Jitter dapat dilihat
menggunakan metode Queue tree. pada Tabel 5. Dan Gambar 8.
9000 6
8000 8355 Queue Tree
7789 4
7000
6000 2
5000 Simple
Delay
4000 3845 0
3000 Queue 1 2 Jumlah
3 (n) 4 5
2000 218201
1000 82 Queue
0 2 2 650 Tree
Gambar 8. Grafik Perbandingan Jitter
1 2 3 4 5
Jumlah (N) Dari Tabel 5. dan Gambar 8. grafik
perbandingan jitter, manajemen bandwith simple
Gambar 7. Grafik Perbandingan Delay queue dan queue tree jitter yang dihasilkan rata-
rata tidak jauh berbeda.
Dari tabel 4. dan Gambar 7. grafik
perbandingan delay diatas, manajemen bandwith 3. Packet Loss
Simple Queue, delay yang dihasilkan lebih lama
dari pada manajemen bandwith dengan queue tree.
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
Untuk perbandingan data packet loss dari Jika dibandingkan dengan simple queue
hasil penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 6. dan dimana semua paket akan diurutkan terlebih
Gambar 9 berikut. dahulu sehingga harus melewati setiap queue yang
ada sebelum paket menuju computer yang dituju,
Tabel 6. Perbandingan Packet Loss pada queue tree semua paket melewati trafik
secara bersamaan tanpa harus diurutkan terlebih
Managemen Ukuran Packet dahulu, oleh karena itu simple queue menghasilkan
Bandwith data Loss (%) delay yang lebih lama. Simple queue mengatur
Simple 1 Mb 6,5 aliran paket data secara bidirectional (dua arah)
Queue baik unduh maupun unggah, sedangkan queue
6,2
tree hanya mengatur aliran data secara directional
6,6
(satu arah) sehingga dapat menambah queue untuk
6,3
interface (unduh atau unggah) secara terpisah.
6,1
Queue Tree 2,5
KESIMPULAN
0,6
1. Metode Simpel Queue dinilai lebih
0,56
sederhana dalam proses konfigurasinya,
0,41
tidak dapat ditembus oleh Download
0,42
Manager, namun banyak bandwith yang
terbuang.
2. Metode Queue tree merupakan metode
10 yang dapat menggunakan semua bandwith
yang tersedia, namun pada metode ini
simple
Packet Loss
Halaman
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi ISSN: 2598-8565 (media
Akuntansi cetak) ISSN: 2620-4339
Halaman