0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan31 halaman

Praktikum Rangkaian Filter RC

Laporan praktikum ini membahas percobaan rangkaian filter RC yang bertujuan untuk mengenali, menganalisis, dan membuat sketsa karakteristik low pass filter dan high pass filter serta memplot dan menginterpretasikan grafik respon frekuensinya."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan31 halaman

Praktikum Rangkaian Filter RC

Laporan praktikum ini membahas percobaan rangkaian filter RC yang bertujuan untuk mengenali, menganalisis, dan membuat sketsa karakteristik low pass filter dan high pass filter serta memplot dan menginterpretasikan grafik respon frekuensinya."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FILTER RC

(Laporan Praktikum Elektronika)

Oleh
Ahmad Rizki

2117041016

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR DAN INSTRUMENTASI


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2022
Judul Percobaan : Filter RC

Tanggal Percobaan : 30 September 2022

Tempat Percobaan : Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi

Kelompok : VI (Enam)

Nama : Ahmad Rizki

NPM : 2117041016

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Jurusan : Fisika

Mengetahui,

Bandar Lampung, 30 September 2022

Asisten Praktikum I Asisten Praktikum II

Intan Pubiyanti Syaima Camila


NPM. 1817041001 NPM. 1917041083

i
i

i
FILTER RC

Oleh

Ahmad Rizki

ABSTRAK

Telah dilakukan praktikum percobaan Rangkaian Filter RC. Praktikum ini

memiliki beberapa tujuan yakni, mengenali, menganalisis, membuat sketsa

grafik, mendesain sirkuit, memahapi impedansi, menghitung frekuensi jatuh,

mengeplot dan menginterpretasikan grafik yang menunjukan respon frekuensi

filter RC. Pada percobaan ini dilakukan percobaan pada rangkaian Low Pass

Fillter dan High Pass Fillter. Alat dan bahan yang digunakan dalam

praktikum ini meliputi Resistor, kapasitor, singnal generator, osiloskop,

protoboard, kabel penghubung. Dari percobaan ini didapatkan data

pengamaatan input maupun output berupa h(div), V/div(V), λ, T/div pada

frekuensi 100Hz, 1kHz, 10kHz, dan 100kHz dan kemudian didapatkan juga

hasil perhitungan input maupun output berupa Vpp (V), Vrms (V), T (s) , f

(Hz), Xc, Z, Vout, fb, dan Vout pada fb.

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................. i

ABSTRAK ....................................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... iv

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ........................................................................................................... 1


B. Tujuan Percobaan ...................................................................................................... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Filter ............................................................................................................................ 3
B. Low Pass Filter ........................................................................................................... 4
C. High Pass Filter .......................................................................................................... 5
D. Resisitor ....................................................................................................................... 6
E. Kapasitor......................................................................................................................7

III. PROSEDUR PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan. .......................................................................................................... 9


B. Prosedur Percobaan. ................................................................................................ 11

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

iii
A. Low Pass Filter (LPF) .............................................................................................. 13
B. High Pass Filter (HPF) ............................................................................................. 16

V. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Protoboard....................................................................................... 9

Gambar 3.2. Resistor ........................................................................................... 9

Gambar 3.3. Kapasitor..........................................................................................9

Gambar 3.4. Kabel Jumper .................................................................................. 10

Gambar 3.5. Osiloskop ........................................................................................ 10

Gambar 3.6. Signal Generator ............................................................................. 10

Gambar 3.7. Low Pass Filter ............................................................................... 11

Gambar 3.8. High Pass Filter............................................................................... 11

Gambar 4.1. Rangkaian Low Pass Filter (LPF) ................................................... 13

Gambar 4.2. Gelombang LPF 1-10Hz..................................................................14

iv
Gambar 4.3. Gelombang LPF 10-100Hz ...........................................................14

Gambar 4.4. Gelombang LPF 100Hz-3kHz ......................................................15

Gambar 4.5. Gelombang LPF 3-65kHz .............................................................15

Gambar 4.6. Gelombang LPF 65kHz-1MHz ....................................................16

Gambar 4.7. Rangkaian High Pass Filter (HPF) ...............................................17

Gambar 4.8. Gelombang HPF 1-10Hz ..............................................................18

Gambar 4.9. Gelombang HPF 10-100Hz ..........................................................18

Gambar 4.10. Gelombang HPF 100Hz-3kHz....................................................19

Gambar 4.11. Gelombang HPF 3-65kHz ..........................................................19

Gambar 4.12. Gelombang HPF 65kHz-1MHz ..................................................20


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Agar rangkaian dapat berfungsi dengan baik, terdapat beberapa komponen yang

masing-masing memiliki fungsi tertentu. Rangkaian yang dirancang untuk

meloloskan dan menahan sinyal masukan dengan rentang frekuensi tertentu

terdiri atas kombinasi dari beberapa komponen aktif dan komponen pasif.

Rangkaian ini disebut sebagai rangkaian filter. Dalam dunia elektronika

terdapat dua jenis rangkaian filter, yaitu rangkaian filter pasif dan rangkaian

filter aktif. Pada praktikum kali ini akan dibahas lebih dalam mengenai

rangkaian filter pasif diantaranya low pass filter sederhana dan high pass filter

sederhana. Rangkaian filter pasif terdiri atas komponen-komponen pasif seperti

resistor, kapasitor, dan inductor. Komponen-komponen tersebut memiliki

fungsi dan kegunaan masing-masing untuk menjalankan kerja dari suatu

rangkaian yang ada.

Memahami konsep rangkaian sangat dibutuhkan untuk penerapannya dalam

kehidupan, oleh karena itu setelah dilakukannya praktikum Filter RC,

diharapkan mahasiswa dapat mengenali, menganalisis, dan membuat sketsa

terkait konsep rangkaian. Selain itu, pemahaman akan mendefinisikan dan

menghitung persamaan terkait frekuensi


2

poin penting dalam praktikum ini. Selain itu, pada praktikum kali ini mahasiwa

akan melihat grafik-grafik dari suatu rangkaian yang menunjukkan respon

frekuensi filter RC, dimana grafik-grafik tersebut harus dipahami dan

diinterpretasikan. Beberapa hal tersebut menjadi tujuan dari dilaksanakannya

praktikum Filter RC kali ini.

1.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut.

1. Mengenali, menganalisis, dan membuat sketsa grafik karakteristik low pass

filter dan high pass filter.

2. Mendesain sirkuit bertindak untuk low pass filter dan high pass filter.
1
3. Menggunakan persamaan 𝑋𝐶 = .
2𝜋𝑓𝐶

4. Memahami pentingnya impedansi, dan fungsi dari XC dan R dalam

rangkaian RC.

5. Menggunakan persamaan 𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐶2

6. Mendefinisikan dan menghitung frekuensi jatuh, memilih dan


1
menggunakan persamaan 𝑓𝑏 = .
2𝜋𝑅𝐶

7. Memplot dan menginterpretasikan grafik yang menunjukkan respon

frekuensi filter RC.


II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Filter

Filter adalah komponen atau rangkaian yang berfungsi sebagai penapis atau

peredam dari range frekuensi tertentu dan melewatkan range frekuensi tertentu.

Pass Band adalah sebuah band atau range frekuensi tertentu dari rangkaian filter

dihitung dari penurunan 3 desibel dari nilai maksimum penguatan filter tersebut

hingga nilai minimum penguatan filter tersebut. Pass Band merupakan salah satu

range frekuensi yaitu yang dilewatkan oleh rangkaian filter. Untuk filter yang

melewatkan range frekuensi dibawah frekuensi cutoff nya disebut Low Pass Filter

dan High Pass Filter. Cutoff frekuensi adalah nilai frekuensi tepat pada saat nilai

penguat dari filter tersebut di bawah 3 desibel dari penguat maksimalnya

(Supriyanto dan Aestatica, 2019).

Filter merupakan rangkaian yang dirancang untuk memiliki karakteristik

selektivitas terhadap frekuensi yang spesifik. Suatu rangkaian filter akan

melewatkan suatu sinyal dengan frekuensi-frekuensi tertentu (pass -band) dan

memblok sinyal-sinyal dengan frekuensi yang lain (stop-band). Rangkaian filter

yang hanya terdiri dari komponen-komponen resistor, inductor, dan kapasitor

disebut rangkaian filter pasif. Sedangkan rangkaian filter yang mengandung


4

sumber-sumber dependen tambahan disebut sebagai filter aktif. Filter pasif tidak

memerlukan sumber energi eksternal (Nahvi dan Joseph, 2004).

Rangkaian filter terbagi menjadi filter pasif dan filter aktif. Kata pasif dan aktif

merujuk pada jenis komponen yang digunakan, yaitu untuk filter pasif

mengindikasikan bahwa komponen yang digunakan adalah komponen pasif seperti

R, C, dan L. Sedangkan filter aktif, komponen yang digunakan adalah komponen

aktif ditambah beberapa komponen pasif seperti IC 741 dan ditambah komponen R

dan C (Nugraha, 2020).

2.2 Low Pass Filter

Low pass filter (LPF) adalah filter yang berfungsi untuk melewatkan sinyal

frekuensi di bawah frekuensi potong (cutoff) nya. Pada low pass filter terbagi

menjadi ke dalam beberapa jenis atenuasi antara lain LPF -20dB, LPF -40dB, dan

LPF -60Db. LPF -20dB adalah jenis LPF yang paling dasar (basic) (Nugraha,

2020).

Rangkaian low pass filter berfungsi berfungsi untuk menentukan batas atas

frekuensi yang dapat diloloskan. Rangkaian low pass filter dibuat mengikuti desai

Butterworth orde 1.
1
=
𝑓∞ 2𝜋𝑅
𝐶
(2.1)

Pada rangkaian low pass filter dapat pula ditambahkan penguat non-inverting

seperti pada rangkaian high pass filter. Fungsi low pass filter adalah meloloskan

sinyal yang berfrekuensi rendah. Pada bagian ini frekuensi yang dibutuhkan sebesar

50 Hz (Zaeni, 2021).
5

Low pass filter atau filter lolos bawah adalah filter yang hanya melewatkan sinyal

dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cutoff (fc). Filter ini akan

melemahkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cutoff (fc).

Sebuah filter merupakan sebuah jaringan yang didesain agar dapat melewatkan

isyarat pada daerah frekuensi tertentu. Daerah frekuensi dimana isyarat dapat

diloloskan disebut pita lolos (pass band) dan daerah frekuensi dimana isyarat

ditolak disebut pita henti (stop band). Filter dengan pita lolos pada frekuensi rendah

disebut filter lolos rendah, sedangkan untuk pita lolos pada frekuensi tinggi disebut

filter lolos tinggi (Santoso, 2018).

2.3 High Pass Filter

Filter frekuensi berfungsi untuk mengkondisikan keadaan sinyal sesuai dengan

yang diinginkan. Fungsi high pass filter adalah untuk menentukan batas bawah

frekuensi, dengan nilau cutoff tertentu yang ditentukan oleh persamaan 1:

𝑓∞ = 1
2𝜋𝑅
𝐶
(2.2)

Rangkaian high pass filter terdiri dari rangkaian pasif dan rangkaian aktif.

Rangkaian filter pasif terdiri dari kapasitor dan resistor yang dipasang seri. Sinyal

dengan frekuensi yang lebih besar dari cutoff high pass filter akan dilewatkan

sedangkan yang dibawahnya akan tertahan. Pada filter aktif selain rangkaian seri,

ditambahkan rangkain penguat non-inverting (Zaeni, 2021).

Rangkaian high pass filter ini perbedaannya dengan low pass filter hanya

perpindahan tempat tahanan kapasitor. Filter high pass atau sering juga disebut

dengan filter lolos atas adalah suatu rangkaian yang akan melewatkan suatu isyarat
6

yang berada di atas frekuensi cut off (εc) sampai frekuensi cutoff (ωc) rangkaian

tersebut akan menahan isyarat yang berfrekuensi dibawah frekuensi cutoff (ωc)

rangkaian tersebut. Prinsip kerja dari filter high pass adalah dengan memanfaatkan

karakteristik dasar komponen C dan R, dimana C akan mudah melewatkan sinyal

AC sesuai dengan nilai reaktansi kapasitasnya dan komponen R yang lebih mudah

melewatkan sinyal dengan frekuensi rendah (Santoso, 2018).

2.4 Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau

membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor

termasuk komponen pasif pada rangkaian elektronika. Sebagaimana fungsi resistor

yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen

elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu

resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). Hukum Ohm

menyatakan bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang

mengalir melaluinya. Selain nilai resistansi (Ohm), resistor juga memiliki nilai yang

lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya. Semua

nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting untuk diketahui dalam

perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu

mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut (Basri dan Dedy, 2018).

Resistor atau juga disebut dengan tahanan, hambatan, penghantar, atau resistansi

dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus, dan

pembagi tegangan. Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis bahan resistor itu
7

sendiri (tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor itu sendiri dan

luas penampang dari resistor itu sendiri. Secara matematis:


𝑙
𝑅= 𝜌
𝐴

(2.3)

Dimana : ρ = hambatan jenis

l = panjang dari resistor

A = Luas penampang

Satuan dati resistor adalah Ohm (Ω)

Jika suatu resistor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung dari resistor

tersebut akan menimbulkan beda potensial atau tegangan. Hukum yang didapat dari

percobaan ini adalah Hukum Ohm (Pranata dan Chandra, 2018).

2.5 Kapasitor

Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah

komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu

sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan kapasitor tersebut

diambil dari nama penemunya yaitu Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasal

dari Inggris. Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika

dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang dapat menyimpan

energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan

ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang

artinya luas permukaan kepingan tersebut. Kapasitor merupakan komponen

elektronika yang terdiri dari 2 pelat konduktor yang pada umumnya adalah terbuat
8

dari logam dan sebuah isolator diantara pelat tersebut sebagai pemisah. Isolator

tersebut disebut juga dengan dielektrika (Basri dan Dedy, 2018).

Kapasitor atau sering juga disebut dengan kondensor atau kapasitansi. Mempunyai

fungsi untuk membatasi arus DC yang mengalir pada kapasitor tersebut, dan dapat

menyimpan energi dalam bentuk medan listrik. Nilai suatu kapasitor tergantung

dari nilai permitivitas bahan pembuat kapasitor, luas penampang dari kapasitor

tersebut dan jarak antara dua keping penyusun dari kapasitor tersebut. Secara

matematis;
𝐴
𝐶= 𝜀
𝑑

(2.4)

Dimana : ε = permitivitas bahan

A = luas penampang bahan

d = jarak dua keping

Satuan dari kapasitor adalah Farad (F)

Jika sebuah kapasitor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung kapasitor

tersebut tersebut akan muncul beda potensial atau tegangan (Pranata dan Chandra,

2018).
III. PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.

Gambar 3.1 Protoboard

Gambar 3.2 Resistor

Gambar 3.3 Kapasitor


\
10

Gambar 3.4 Kabel Jumper

Gambar 3.5 Osiloskop

Gambar 3.6 Sinyal Generator


11

3.2 Prosedur Percobaan

Prosedur percobaan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.

1. Low Pass Filter (LPF)

a. Dengan menggunakan protoboard, membuat rangkaian seperti


berikut ini:

Gambar 3.7 Low Pass Filter

b. Menghitung reaktansi dari kapasitor pada 10 Hz, 100 Hz, 3 kHz,

65 kHz,dan 1M Hz.

c. Menghitung tegangan output pada masing-masing frekuensi.

d. Menghitung frekuensi break dari sirkuit ini.

e. Menghitung V0 pada frekuensi break.

f. Plot grafik dari tegangan output terhadap frekuensi pada kertas


grafik log.

2. High Pass Filter (HPF)

a. Memperhatikan rangkaian berikut:

Gambar 3.8 High Pass Filter

g. Menghitung reaktansi dari kapasitor pada 10 Hz, 100 Hz, 3 kHz,


12

65 kHz,dan 1M Hz.

b. Menghitung tegangan output pada masing-masing frekuensi.

c. Menghitung frekuensi break dari sirkuit ini.

d. Menghitung V0 pada frekuensi break.

e. Plot grafik dari tegangan output terhadap frekuensi pada kertas


grafik log.
IV. HASIL DAN PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Low Pass Filter (LPF)

Low pass filter (LPF) atau biasa disebut juga sebagai tapis lolos rendah

diguanakan untuk menghilangkan sinyal frekuansi tinggi d ari spectrum sinyal

berfungsi untuk melewatkan sinyal frekuensi di bawah frekuensi potong (cut off)

[Link] ini adalah prosedur percobaan rangkaian Low Pass Filter (LPF)

dibuat dengan menggunakan base proto board, seperti pada gambar 4.1.

Gambar 4.1. Rangkaian Low Pass Filter (LPF)

Dengan rangkaian ini digunakan untuk menghitung reaktansi dari kapasitor pada

1-10 Hz, 10-100 Hz, 100-3 kHz, 3k-65 kHz, dan 65 kHz-1 MHz, lalu menghitung

tegangan output pada masing-masing frekuensi, menghitung frekuensi break dari

sirkuit ini, menghitung V0 pada frekuensi break, dan plot grafik dari tegangan

output terhadap frekuensi pada kertas grafik log.


14

Didapatkan hasil pengamatan pada 1-10 Hz berupa V/div 2V, t/div 10ms, 𝜆 2,5,

dan h sebanyak 12, lalu didapatkan hasil perhitungan berupa Vpp = 24V, Vrms =

8,4V, T = 0,025s, f = 40Hz, Xc = 39.808,917, Z = 71.656,08, Vout = 4,536V, Fb

= 884,643, Vout pada Fb = 5,939V. seperti pada gambar 4.2 berikut:

Gambar 4.2. Gelombang LPF 1-10Hz

Didapatkan hasil pengamatan pada 10-100Hz yaitu V/div 2V, t/div 10ms, 𝜆 = 5,

dan h sebanyak 18, lalu didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut Vpp = 36V,

Vrms = 12,6V, T = 0,05s, f = 20Hz, Xc = 79.617,834, Z = 45.319,26, Vout =

0,00221V, Fb = 884,643, Vout pada Fb = 8,909V. seperti pada gambar 4.3.

Gambar [Link] Rangkaian LPF 10-100Hz


15

Didapatkan hasil pengamatan pada 100-3 kHz yaitu V/div 5V, t/div 10ms, 𝜆 = 5,

dan h sebanyak 5, lalu didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut Vpp = 25V,

Vrms = 8,75V, T = 0,05s, f = 20Hz, Xc = 79.617,834, Z = 45.319,26, Vout

0,01537, Fb = 884,643, Vout pada Fb = 6,[Link] pada gambar 4.4.

Gambar4.4. Gelombang LPF 100Hz-3kHz

Didapatkan hasil pengamatan pada 3 k-65 kHz yaitu V/div = 2 V, t/div 10ms, 𝜆 =

3, dan h sebanyak 9, lalu didapatkan hassil pengamatan sebagai berikut Vpp =

18V, Vrms = 6,3V, T = 0,03s, f = 33,3Hz, Xc = 2.091,240000, Z = 119.035,47,

Vout = 0,11068V, Fb = 884,643, Vout pada Fb = 4,[Link] pada gambar

4.5.

Gambar 4.5. Gelombang LPF 3k-65kHz


16

Hasil pengamatan pada 65 k- 1 MHz yaitu V/div 5V, t/div 10ms, 𝜆 = 6, dan h

sebanyak 8, Vpp = 40V, Vrms = 14V, T = 0,03s, f = 33,3Hz, Xc = 2.091,240000,

Z = 119.035,47, Vout = 0,245955V, Fb = 884,643, Vout pada Fb =

9,[Link] pada gambar 4.6.

Gambar 4.6. Gelombang LPF 65kHz-1MHz

4.2 Rangkaian High Pass Filter (HPF)

Rangkaian High Pass Filter (HPF) atau tapis lolos tinggi digunakan untuk

menghilangkan sinyal frekuensi rendah dari spectrum sinyal. Rangkaian ini

sangat sederhana, konsep yang sama dengan Low Pass Filter hanya yang berbeda

adalah penempatan posisi kapasitor dan resistor. Rangkaian nya dapar dilihat di

gambar 4.7.
17

Gambar 4.7. Rangkaian High Pass Filter

Kemudian dengan rangkaian ini digunakan untuk menghitung reaktansi dari

kapasitor pada 1-10 Hz, 10-100 Hz, 100-3kHz, 3k-65Hz, dan 65kHz-1MHz, lalu

menghitung tegangan output pada masing-masing frekuensi, menghitung

frekuensi break dari sirkuit ini, menghitung V0 pada frekuensi break, dan plot

grafik dari tegangan output terhadap frekuensi pada kertas grafik log. Sama

seperti percobaan sebelumnya.

Sehingga didapatkan hasil pengamatan pada 1-10 Hz, V/div 2V, t/div 10ms, 𝜆 = 5,

dan h sebanyak 11, sehingga didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut Vpp =

22V, Vrms = 7,7V, T = 0,005s, f = 20Hz, Xc = 79.617,834, Z = 45.319,26, Vout =

0,00221V, Fb = 884,643, Vout pada Fb = 5,[Link] pada gambar 4.8.


18

Gambar 4.8. Gelombang Rangkaian HPF 1-10Hz

Hasil pengamatan pada 10-100 Hz, V/div 2V, t/div 10ms, 𝜆 = 7 , dan h sebanyak

8. Sehinggga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut Vpp= 16V, Vrms =

5,6V, T = 0,07s, f = 14,28Hz, Xc = 111.509,572, Z = 200.717,23, Vout =

3,11111046V, Fb = 888,643, Vout pada Fb = 3,959 [Link] pada gambar 4.9.

Gambar 4.9. Gelombang Rangkaian HPF 10-100Hz

Hasil pengamatan pada 100-3 kHz, V/div 2V, t/div 10ms, 𝜆 = 7, dan h sebanyak

8. Sehingga didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut Vpp = 24 V, Vrms =

8,4V, T = 0,04s, f = 25Hz, Xc = 63.694,2675, Z = 1,1465, Vout = 466.665,37V,

Fb = 888,643, Vout pada Fb = 5,[Link] pada gambar 4.10.


19

Gambar 4.10. Gelombang Rangkaian HPF 100-3kHz

Hasil pengamatan pada 3 k-65 kHz, V/div 2V, t/div 410ms, 𝜆 = 4, dan h sebanyak

14. Sehingga diapatkan hasil pengamatan sebagai berikut Vpp = 28V, Vrms =

9,8V, T = 0,04s, f = 25 Hz, Xc = 63.694,2675, Z = 1,1465, Vout = 5.444,43V, Fb

= 888,643, Vout pada Fb = 6,929V. Seperti pada gambar 4.11

Gambar 4.11. Gelombang Rangkaian HPF 3-65kHz

Hasil pengamatan pada 65 k-1 MHz, V/div 2V, t/div 10ms, 𝜆 = 2,5 dan h

sebanyak 4. Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut Vpp = 8V,

Vrms = 8,4V, T = 0,025s, f = 40 Hz, Xc = 39.808,917, Z = 71.656,08, Vout =

1,512V, Fb = 888,643, Vout pada Fb = 1,979 V. Seperti pada gambar 4.12.


20

Gambar 4.12. Gelombang Rangkaian 65kHz-1MHz

Pengaplikasian yang dapat digunakan dalam High Pass Filter (HPS) adalah untuk

penguat audio, dalam sistem speaker, dalam sistemm kontrol musik yang berbeda.

Aplikasi pasif Low Pass Filter (LPF) berada pada amplifier audio dan sistem

speaker untuk mengarahkan sinyal frekuensi bass yang lebih rendah untuk speaker

bass yang lebih bersaratau untuk mengurangi noise frekuensi tinggi atau

“mendesis” distorsi jenis.


V. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan setelah dilakukan praktikum filter RC ini adalah sebagai

berikut,

1. Pada rangkaian LPF input berawal dari resistor.

2. Pada rangkaian LPF berfrekuensi rendah gelombang output akan sama dengan

gelombang inputnya.

3. Pada rangkaian LPF gelombang input merupakan gelombang persegi dan

ketika frekuensinya semakin naik gelombang outputya berbentuk segitiga

sehingga output tidak sama dengan input.

4. Pada rangkaian HPF input berawal dari kapasitor.

5. Pada rangkaian HPF berfrekuensi rendah gelombng outputnya tidak akan

sama dengan gelombang inputnya.

6. Pada rangkaian HPF berfrekuensi tinggi gelombang output sama dengan

gelombang inputnya.
DAFTAR PUSTAKA

Basri, Irma Yulia, dan Dedy Irfan. 2018. Komponen Elektronika. Padang:
SUKABINA Press

Nahvi, Mahmood dan Joseph Edminister. 2004. Rangkaian Listrik Edisi Keempat.
Jakarta: Erlangga

Nugraha, Muhammad Iqbal. 2020. Pedoman Praktikum Rangkaian Elektronika.


Bangka Belitung: Polmanbabel Press

Pranata, Kurriawan Budi dan Chandra Sundaygara. 2018. Elektronika Dasar 1.


Malang: Universitas Kanjuruhan Malang

Santoso, Gatot. 2018. Fisika Dasar Perguruan Tinggi. Yogyakarta: AKPRIND


PRESS

Supriyanto, Eko dan Aestatica Ratri. 2019. Rancang Bangun 7- Band Grapich
Equalizer Sebagai Penunjang Praktikum Dasar Sistem Komunikasi.
Indonesian Journal of Laboratory. 1(2)10-15

Zaeni, Ilham A. E. 2021. Dasar-Dasar Elektronika Medik. Malang: Ahlimedia


Press
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai