THERMOMETER
11/1/2008
THERMOMETER
I PENGERTIAN
Thermometer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengetahui perubahan suhu
pada suatu ruangan/ bejana baik ruangan yang bersuhu rendah ataupun ruangan
yang bersuhu tinggi. Pada ruangan yang bersuhu rendah, thermometer dapat
ditempatkan langsung pada ruangan yang akan diukur suhunya ( disebut
thermometer pengukur langsung ), sedang pada ruangan yang bersuhu tinggi
diperlukan alat bantu berupa sensor, thermokoppel dll ( disebut thermometer
pengukur tidak langsung ).
1.1 Thermometer pengukur langsung
Yang dimaksud dengan thermometer pengukur langsung adalah jenis
thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu ruangan dengan tanpa
peralatan bantu dan biasanya digunakan pada ruangan yang bersuhu rendah,
misalnya ruang kantor, ruang tamu dan lain-lainnya. Bentuk thermometer
pengukur langsung dapat dilihat pada gambar 1.
1
Gambar 1. Thermometer pengukur langsung
Keterangan :
3 1. Dudukan Thermometer
2. Sensor suhu
3. Tabung air raksa
2
1.2 Thermometer pengukur tidak langsung
Yang dimaksud dengan thermometer pengukur tidak langsung adalah jenis
thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu ruangan dengan bantuan
peralatan lain berupa sensor, thermokoppel dll. Sensor berfungsi sebagai ditektor
panas yang ditempatkan langsung pada ruangan yang akan diukur suhunya dan
thermometer dapat dipasang pada lokasi sesuai kebutuhan. Peralatan jenis ini
biasanya digunakan pada ruangan atau bejana yang bersuhu tinggi seperti turbin,
generator, transformator dll. Bentuk dari peralatan jenis ini dapat dilihat pada
gambar 2.
A B
Gambar 2. Thermometer pengukur tidak langsung
A. Thermometer bagian luar
B. Thermometer Bagian dalam
3
II. APLIKASI THERMOMETER
Pada instalasi Tegangan tinggi banyak digunakan thermometer jenis pengukur
langsung ataupun pengukur tidak langsung.
2.1 Thermometer pengukur langsung.
Thermometer pengukur langsung banyak digunakan pada instalasi tegangan
tinggi/ Gardu Induk , seperti pada ruang kontrol, ruang rele, ruang PLC dll. Suhu
ruangan dicatat secara periodik pada formulir yang telah disiapkan (contoh
formulir terlampir) dan dievaluasi sebagai bahan laporan.
2.2 Thermometer pengukur tidak langsung
Termometer pengukur tidak langsung banyak digunakan pada instalasi
tegangan tinggi / transformator yang berfungsi untuk mengetahui perubahan suhu
minyak maupun belitran transformator. Suhu minyak dan belitan trafo dicatat
secara periodik pada formulir yang telah disiapkan (contoh formulir terlampir) dan
dievaluasi sebagai laporan. Skema peralatan ukur dimaksud dapat dilihat pada
gambar 3.
4
2 1
Keterangan :
3 1. Trafo arus
2. Sensor suhu
3. Heater
4. Thermometer Winding
Gambar 3 Skema peralatan pengukuran tidak langsung
4
III ALAT UJI THERMOMETER TRAFO
Trasformator merupakan peralatan penting dalam suatu gardu induk , dimana
keandalannya sangat diperlukan. Keandalan trafo dapat dipengaruhi oleh
keandalan peralatan bantunya, diantaranya adalah peralatan untuk memonitor suhu
minyak dan winding trafo yang lazim disebut thermometer. Thermometer akan
berfungsi baik jika alat ini diset atau diuji dengan cara yang baik dan
[Link] SE 032/PST/1984 berikut suplemennya pengujian/ kalibrasi
thermometer dilakukan setiap satu tahun sekali. Namun apabila diperlukan dapat
dilakukan setiap saat.
Pengujian/ kalibrasi thermometer dapat dilakukan dengan cara sbb :
3.1 Pengujian dengan cara konvensional
Pengujian dengan cara konvensional, yaitu pengujian dengan menggunakan
kompor minyak sebagai sumber panasnya dan panci aluminium sebagai alat
penampung minyaknya. Cara ini banyak dilakukan karena peralatannya mudah
didapat dan sekilas murah harganya, walaupun cara ini tidak praktis dan berbahaya
bagi pelaksana.
Gambar pelaksanaan pengujian Thermometer konvensional dapat dilihat pada
gambar 4
Keterangan :
1. Pemanas
2. Panci
3. Minyak
4. Sensor winding
5. Sensor standar
6. Sensor oil
7. Thermometer winding
8. Thermometer standar
9. Thermometer oil
Gambar 4. Pengujian Thermomete cara konvensional
5
Tahapan pelaksanaan pengujian sbb:
3.1.1 Persiapan
- Menyiapkan peralatan bantu seperti kompor listrik/ kompor minyak,
panci aluminium, rol kabel suply 220 Volt, tangga.
- Menyiapkan thermometer standard.
- Menyiapkan minyak sample secukupnya.
- Menyiapkan personil penguji sebanyak 2 orang.
- Menyiapkan blangko/ form uji.
3.1.2 Pelaksanaan pengujian
- Melepas terminasi termocouple/ sensor suhu minyak dan suhu belitan.
- Masukkan sensor kedalam panci yang telah diisi minyak yang akan
diuji.
- Masukkan/ celupkan meter standard pada minyak yang akan diuji.
- Masukkan sumber tegangan 220 Volt untuk menyalakan kompor
listrik atau nyalakan kompor minyak untuk memanaskan minyak yang
akan diuji
- Baca dan perhatikan kenaikan suhu minyak yang terbaca pada
thermometer existing dan bandingkan dengan penunjukan meter
standard . Catat semua penunjukan meter pada form yang telah
disiapkan tahap demi tahap.
Perhatikan dan catat suhu meter pada saat alarm berbunyi dan saat
indikasi trip muncul.
- Matikan pemanas dan tunggu sampai suhu minyak mencapai dibawah
50 derajat celcius.
- Evaluasi hasil uji/ pengukuran.
- Jika terdapat hasil ukur yang tidak sesuai, maka lakukan penyetelan/
kalibrasi dan lakukan uji ulang jika diperlukan.
3.1.3 Paska pengujian/ pengukuran.
- Melepas sumber tegangan 220 Volt.
- Memasang kembali termocouple/ sensor suhu minyak dan suhu
belitan pada tempatnya dan jangan sampai tertukar tempat.
- Bereskan semua peralatan uji dan tempatkan pada tempat yang telah
disediakan.
6
3.2. Pengujian dengan cara modern/ pembaharuan
Zaman modern menuntut kita untuk mengevaluasi peralatan konvensional
dan melakukan pengembangan/ penyempurnaan agar peralatan yang digu
nakan lebih sesuai dengan perkembangan teknologi, praktis, mudah
penggunaannya, akurat dan aman terhadap pelaksana.
Peralatan dimaksud adalah alat uji thermometer “ H U P 2002 “
Thermometer
[Link] R. Heater [Link]
A. Prinsip kerja
Panas yang dihasilkan Heater didorong oleh hembusan fan dan diarahkan
masuk keruang sensor , dimana sensor Thermometer standard ataupun
Thermometer yang di uji di tempatkan. Besaran panas merubah nilai
tahanan pada Thermocouple mengalirkan arus listrik ( dalam orde m A )
yang besarnya berbanding lurus terhadap panas yang dideteksi oleh sensor
serta perubahan besaran panas tersebut ditunjukan oleh thermometer.
B. Gambar alat uji Thermometer
7
3.2.1 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
Persiapan
1. Siapkan alat uji thermometer suhu trafo
2. Siapkan tool set yang dibutuhkan
3. Siapkan blanko pengujian
4. Siapkan kabel roll power supply
5. Catat spesifikasi thermometer suhu trafo yang akan diuji
6. Lepaskan sensor suhu trafo dari tanki utama trafo
7. Bersihkan permukaan sensor
Pelaksanaan
1. Pasang kabel roll supply ke sumber tegangan 220 Volt AC
2. Ukur tegangan pada kabel roll dengan AVO meter pada posisi Volt AC
sehingga terbaca tegangan sebesar 220 Volt
3. Pasang sensor suhu trafo ke terminal object input alat uji
8
4. Hubungkan kabel steker dari alat uji ke kabel roll supply
5. Alat uji akan segera menyala. Pastikan fan berputar dengan benar yakni
menghembuskan udara luar kedalam alat uji.
6. Posisikan switch Auto / Manual dari posisi OFF ( tengah ) ke posisi
AUTO ( atas ) untuk menyalakan heater didalam alat uji secara otomatis
atau ke posisi MANUAL ( bawah ) untuk menyalakan heater secara
manual.
[Link] suhu pengujian (sesuai dengan blangko pengujian) dengan
menggunakan tombol yang berfungsi menaikan dan
menurunkan suhu dan (SV) sebagai displaynya
8. Setelah display themometer standar menunjukan suhu yang sesuai dengan
setting, tahan keadaan tersebut selama ±5 menit untuk mencapai kondisi
stady state pada thermometer yang di uji (thermometer minyak /
thermometer belitan)
9. Catat hasil pengujian yang tertera pada display thermometer standar (PV)
dan manometer thermometer minyak
10. Perhatikan juga keakuratan setting untuk indikasi proteksi (kipas1,
kipas2, alarm dan trip) terhadap thermometer standar dan thermometer uji
9
11. Apabila terjadi deviasi antara nilai setting suhu untuk indikasi proteksi
terhadap thermometer standar, lakukan resetting berdasar pada
thermometer standar
3.2.3 Paska pengujian/ pengukuran.
- Melepas sumber tegangan 220 Volt.
- Memasang kembali termocouple/ sensor suhu minyak dan suhu
belitan pada tempatnya dan jangan sampai tertukar tempat.
- Bereskan semua peralatan uji dan tempatkan pada tempat yang telah
disediakan.
10
IV. VISUALISASI PENGGUNAAN ALAT UJI
4.1 ALAT UJI KONVENSIONAL
4.2 ALAT UJI THERMOMETER HUP 200
11
4.3 THERMOMETER SUHU TRAFO
12