0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan10 halaman

Redesain Landscape SDN 17 Dauh Puri

Dokumen tersebut membahas rencana redesain tata landscape SDN 17 Dauh Puri untuk mendukung aktivitas outdoor learning. Analisis dilakukan pada fasilitas penunjang sekolah seperti TK, SD sekitar, rumah sakit, taman rekreasi, serta kondisi lahan dan batas sekolah. Dokumen ini juga membahas sumber daya manusia yang tersedia di sekolah tersebut. Tujuannya adalah merancang taman yang interaktif dan mendukung proses
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan10 halaman

Redesain Landscape SDN 17 Dauh Puri

Dokumen tersebut membahas rencana redesain tata landscape SDN 17 Dauh Puri untuk mendukung aktivitas outdoor learning. Analisis dilakukan pada fasilitas penunjang sekolah seperti TK, SD sekitar, rumah sakit, taman rekreasi, serta kondisi lahan dan batas sekolah. Dokumen ini juga membahas sumber daya manusia yang tersedia di sekolah tersebut. Tujuannya adalah merancang taman yang interaktif dan mendukung proses
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REDESIGN

LANDSCAPE
PADA SDN 17
DAUH PURI
Pendahuluan
LATAR BELAKANG
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang memiliki
tujuan untuk mendidik anak selama 12 tahun lebih. Hal ini
membuat sekolah ini memiliki program untuk membuat anak
dapat bertumbuh dengan baik dan benar. Ini sudah menjadi
kewajiban negara dalam memiliki sistem pendidikan yang baik
untuk generasi tahun ke tahun. Tentu saja sekolah harus
dibangun di seluruh penjuru daerah. Hal ini menjadi akan
menjadi sarana yang memudahkan masyarakat menyekolahkan
anaknya.
Sekolah dibangun tidak hanya untuk mengajar murid,
melainkan juga memfasilitasi kebutuhan murid, baik dari segi
kecerdasan, kesehatan, kedisiplinan, dan sosial. Kebutuhan-
kebutuhan tersebut bukan saja diperlukan dari ajaran guru, staf,
maupun aturan yang ada, namun juga bangunan sebagai tempat
murid belajar.
Bangunan sekolah pada umumnya memiliki fasilitas
seperti ruang kelas, ruang guru, kantor staf, perpustakaan, toilet
umum, kantin, lapangan, dan lain sebagainya. Sebagian besar
ruang indoor seperti kelas dan ruang guru pasti sudah sangat
penting untuk keperluan murid dan gurunya. Namun, daerah
outdoor dari sekolah juga sangat penting bagi masyarakat
sekolah. Dengan adanya fasilitas outdoor; lapangan upacara,
taman, area parkir, dapat menunjang kebutuhan murid dan guru
baik dari interaksi dengan alam terbuka, hingga kebutuhan lain-
lainnya.
Pada masa era digital ini, kebiasaan masyarakat dalam
berinteraksi dengan lingkungan luar sudah dikatakan jarang.
Hal ini juga terjadi karena adanya pemadatan kota yang penuh
dengan perumahan dan perkantoran. Kurangnya interaksi
dengan lingkungan outdoor dapat mempengaruhi perilaku
anak-anak.
Melakukan interaksi dengan lingkungan outdoor
kepada anak-anak dapat mengembangkan akademik anak-anak.
Mereka dapat memahami dan memecahkan masalah mengenai
lingkungan sekitar (Alfiansyah, 2020). Hal ini menjadi alasan
utama, mengapa sekolah harus memiliki lingkungan outdoor
yang baik agar pihak sekolah dapat melakukan outdoor
learning dengan murid-muridnya demi meningkatkan
akademik mereka. Semakin interaktif lingkungan outdoor di
sekolah, semakin tinggi tingkat kecerdasan murid-murid.
SDN 17 Dauh Puri sudah mulai mengadakan outdoor
learning. Kepala sekolah SDN 17 Dauh Puri benar-benar
mempertimbangkan psikologi anak-anak di sekitar. Sekolah
tersebut mengadakan program menanam tanaman di taman
sekolah kepada murid-murid. Namun, taman sekolah tersebut
masih belum cukup memadai aktivitas outdoor learning. Itulah
dimana arsitek hadir dalam mendesain ulang tata landscape
pada sekolah tersebut.
Oleh karena itu, sebagai arsitek, kita harus memahami
segala aspek yang ada di sekitar kita, khususnya anak-anak
yang akan menjadi generasi penerus kita. Arsitek harus
memikirkan bagaimana merancang taman yang interaktif dana
man bagi anak-anak. Arsitek juga harus mempertimbangkan
orang yang menunjang murid-murid tersebut, yaitu guru dan
staf sekolah. Area parkir sangat penting bagi para penunjang
pendidikan murid. Dengan merancang parkir yang baik, staf
tidak akan kesulitan dalam memarkirkan kendaraan mereka.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa arsitek harus
mempertimbangkan civitas dengan segala situasinya.
Tinjauan Teori
SEKOLAH DASAR
LANSEKAP
Pembahasan
ANALISIS MAKRO
Fasilitas Penunjang
1. Fasilitas Pendidikan Lulusan (Taman Kanak-Kanak)
Keberadaan bangunan Taman Kanak-Kanak di
dalam lingkup Sekolah dasar menjadi keuntungan bagi
SDN 17 Dauh Puri sebagai fasilitasi pendidikan karena
anak-anak yang lulus dari TK tentunya memerlukan
fasilitas SD yang dekat dengan daerah TK yang sudah
mereka lewati.
Terdapat 4 Taman Kanak-kanak sebagai fasilitas
pendidikan lulusan yang berpotensi, antara lain:
1) TK Pembina Denpasar
2) TK Darma Praja
3) TK Titi Darma
4) TK Angsa
C

Gambar 4.1 Peta Sebaran TK


2. Fasilitas Pendidikan Lanjutan (Sekolah Dasar)
Keberadaan bangunan SD di dalam lingkup
SDN 17 Dauh Puri justru menjadi sebuah kendali,
dimana SD-SD yang ada di sekitar dapat berpotensi
menjadi saingan ataupun competitor bagi SDN 17
Dauh Puri untuk terus meningkatkan pendidikan.
Terdapat 4 SD yang berada di dalam radius 5
km sebagai competitor, antara lain:
1) SDN 5 Peguyangan
2) SDN 6 Peguyangan
3) SDN 5 Ubung
4) SDN 10 Peguyangan

Gambar 4.2 Peta Sebaran SDN 17 Dauh Puri

3. Fasilitas Rumah Sakit & Puskesmas


Adanya bangunan RS dan Puskesmas menjadi
potensi yang baik. Bila civitas sekolah mengalami
kondisi yang darurat, di luar dari kemampuan P3K dari
UKS, tentunya bangunan Rumah Sakit dan Puskesmas
menjadi hal yang krusial dalam kesehatan dan
keselamatan civitas.
Adapun 3 bangunan RS dan Puskesmas terdekat,
antara lain:
1) Puskesmas III Denpasar Utara
2) RSGM Universitas Mahasaraswati
3) RSU Bhakti Rahayu

Gambar 4.3 Peta Sebaran Rumah Sakit & Puskesmas

4. Fasilitas Taman Rekreasi


Setiap sekolah sudah pasti mengadakan
aktivitas di luar sekolah seperti kerja bakti, gotong
royong, jalan santai, ekstrakulikuler, dan yang lain
sebagainya. Adanya taman rekreasi yang dekat dengan
sekolah dapat memenuhi program-program yang
mendidik untuk anak-anak.
Berikut merupakan 4 Taman Rekreasi yang terdekat
dengan SDN 17 Dauh Puri, antara lain:
1) Taman Kota Lumintang
2) Youth Park
3) Lapangan Lumintang
4) Taman Lalu Lintas Kanak-Kanak

Gambar 4.4 Peta Sebaran Taman Rekreasi

ANALISIS MIKRO
SDN 17 Dauh Puri berada di Jalan Kahurpian No. 3,
Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar,
Bali 80231. Selain dari Jalan Kahuripan, Sekolah ini juga dapat
diakses melalui Jalan Daha.
Gambar 4.5 Peta Situasi Sekitar SDN 17 Dauh Puri

Lahan Sekolah Dasar ini sudah difungsikan dengan baik


untuk mewadahi pelayanan pendidikannya. Sisi utara
merupakan Gedung II, yang memiliki kantor dan kelas di lantai
2. Sisi Timur merupakan area entrance, sehingga memiliki area
kosong dengan hardscape yang mencukupi seperti paving
block, gazebo, dan gerbang utama. Sisi Selatan merupakan
Gedung I yang memiliki perpustakaan di lantai 1 dan ruang
kelas di lantai 2. Akhirnya, sisi barat memiliki Gedung III yang
berisi ruang kelas 2 lantai dengan entrance dari sisi belakang
(Jl. Daha).
SDN 17 Dauh Putri memiliki batas sebagai berikut:
Batas Utara : UPT Pelayanan Transportasi Darat
Batas Timur : Jalan Kahuripan
Batas Selatan : TK Pembina Denpasar
Batas Barat : Jalan Daha

Civitas
Ketersediaan sumber daya manusia di bidang pendidikan SDN
17 Dauh Puri meupakan pertimbangan yang harus diperhatikan
dalam membuat suatu layanan pendidikan sekolah dasar
terutama dengan pendidikan unggulan.
Sumber daya manusia dalam pembangunan pendidikan terdiri
dari tenaga pendidikan (guru, guru honor, kepala sekolah),
satpam, cleaning service.

Anda mungkin juga menyukai