0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan13 halaman

Perawatan Pasien Stroke Dengan Terapi Komplementer Dan Alternatif Di Rumah: Studi Fenomenologi

Studi ini mengeksplorasi perawatan pasien stroke dengan terapi komplementer dan alternatif di rumah. Terapi yang digunakan meliputi herbal, pijat, olahraga, magnet, cahaya, air laut, listrik dan diet. Hasilnya menunjukkan delapan jenis terapi komplementer yang digunakan beserta metode pemberian dan dosisnya."

Diunggah oleh

k2yyp4xjjg
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan13 halaman

Perawatan Pasien Stroke Dengan Terapi Komplementer Dan Alternatif Di Rumah: Studi Fenomenologi

Studi ini mengeksplorasi perawatan pasien stroke dengan terapi komplementer dan alternatif di rumah. Terapi yang digunakan meliputi herbal, pijat, olahraga, magnet, cahaya, air laut, listrik dan diet. Hasilnya menunjukkan delapan jenis terapi komplementer yang digunakan beserta metode pemberian dan dosisnya."

Diunggah oleh

k2yyp4xjjg
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

264

Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276
Tersedia online di [Link]
ISSN 2527-8487 (Online)

Perawatan Pasien Stroke Dengan Terapi Komplementer Dan Alternatif Di Rumah:


Studi Fenomenologi

Risqi Wahyu Susanti1, Abd. Gani Baeda2, Ekawati Saputri3


1,2,3
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November, Kolaka
Email : risqisusanti90@[Link]

ABSTRACT

A stroke is a brain attack that can result in disability. It is scarce to know the integration between
complementary and alternative therapy into conventional treatment for stroke survivors. Indonesia has various
complementary and alternative therapies due to the length of the country then it is necessary to know any types
of complementary and alternative therapy used by patients. The study aims to explore the treatment of stroke
patients using complementary and alternative therapies. The qualitative design with a phenomenological
approach was used. Data were collected through in-depth interviews with eight families with stroke survivors
according to the inclusion criteria and using source triangulation. The sampling technique used was purposive
sampling. A selective analysis approach and focus are used for data analysis. Results showed there were three
themes derived including types of complementary and alternative therapy, method of manufacture, method of
administration, and therapeutic dose. Types of complementary and alternative therapies used by the participant
include herbal therapy, massage, exercise, magnetic therapy, light therapy, thalassotherapy, electrical
stimulation, and diet. Further research is needed to test the effectiveness, dosage, and safety procedures to
combined with conventional treatment.

Keywords: Complementary and alternative therapies, family care, stroke.

ABSTRAK

Stroke merupakan serangan otak yang dapat mengakibatkan kecatatan pada penderita setelah
stroke, penting untuk mengintegrasikan pengobatan komplementer dan alternatif ke dalam
terapi konvensional pada penderita stroke. Indonesia memiliki banyak terapi komplementer
dan alternatif yang belum banyak diketahui terutama di berbagai daerah sehingga perlu
diketahui jenis terapi komplementer dan alternatif yang dapat digunakan oleh pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perawatan pasien stroke menggunakan terapi
komplementer dan alternatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi, data diambil dengan wawancara mendalam pada 8 keluarga penderita stroke
sesuai dengan kriteria inklusi dan menggunakan triangulasi sumber, teknik sampling yang
digunakan adalah purposive sampling. Analisis data digunakan dengan pendekatan analisis selektif
dan focusing. Penelitian ini menghasilkan tiga tema yaitu jenis terapi komplementer dan
alternatif, cara pembuatan, cara pemberian dan dosis terapi. Jenis terapi komplementer
meliputi terapi herbal, pijat, exercise, terapi magnet, terapi cahaya, thalassotherapy, stimulasi
listrik, dan diet. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji keefektifan terapi, terutama
untuk dosis dan cara penggunaan yang aman pada pasien sehingga dapat dikombinasikan
secara aman dan efektif dengan pengobatan konvensional.
Kata kunci : perawatan keluarga, stroke, terapi komplementer dan alternatif,

Cara mengutip: Susasnti RW., Baeda AG., Saputri E (2023). Perawatan Pasien Stroke Dengan Terapi
Komplementer Dan Alternatif Di Rumah: Studi Fenomenologi.. Care Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2,
2023, hal 264-276 Retrieved from [Link]
265
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

PENDAHULUAN olahraga, penting untuk mengintegrasikan


Stroke adalah penyakit yang mempengaruhi pengobatan tradisional yang aman dan efektif
arteri yang menuju dan di dalam otak dan serta pengobatan komplementer dan
menjadi penyebab kematian No. 5 dan alternatif ke dalam terapi konvensional (Yeh
penyebab utama kecacatan di Amerika et al., 2017). Angka kejadian stroke di
Serikat. Stroke terjadi ketika pembuluh darah Kabupaten Kolaka terus mengalami
yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak peningkatan, dimana pasien stroke tahun
tersumbat oleh gumpalan atau pecah (atau 2018 sebanyak 90 pasien, sedangkan tahun
pecah), sehingga bagian otak tidak bisa 2019 meningkat menjadi 107 dan tahun 2020
mendapatkan darah (dan oksigen) yang menjadi 116 pasien (Dinkes Kab. Kolaka, 2020).
dibutuhkannya, sehingga sel-sel otak mati Pentingnya mengetahui perawatan stroke
(American Stroke Association, 2021). Stroke menggunakan terapi komplementer dan
sering dikatakan sebagai brain attack atau alternative untuk menjadi acuan dari perawat
serangan otak. Stroke terjadi akibat suplai dan tenaga kesehatan lainnya dalam
oksigen dan nutrien ke otak terganggu karena menerapkan terapi komplementer yang baik
pembuluh darah tersumbat atau pecah (Bray pada pasien sehingga perawatan stroke bagi
et al., 2015). Kematian rata-rata terjadi 1 orang pasien dapat lebih maksimal. Studi
tiap 4 menit (Bray et al., 2015). pengalaman keluarga tentang perawatan
stroke menggunakan terapi komplementer
Data Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia masih sangat terbatas terutama di Indonesia,
(PERSI) tahun 2009 menunjukkan bahwa hanya ada satu penelitian yang membahas
penyebab kematian utama di RS akibat stroke tentang terapi tradisional pada pasien stroke
adalah sebesar 15%, artinya 1 dari 7 kematian yang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia
disebabkan oleh stroke dengan tingkat yaitu penelitian yang dikakukan oleh (Agianto
kecacatan mencapai 65% (Kemenkes RI, 2013). et al., 2022), namun penelitian ini terbatas
sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada orang yang terlibat dalam terapi
penderita stroke tidak mau tradisional dan belum menggambarkan jenis
menginformasikan profesional perawatan terapi komplementer yang digunakan,
kesehatan mereka tentang penggunaan terapi sehingga penelitian ini bertujuan untuk
komplementer dan alternatif yang digunakan mengeksplorasi perawatan pasien stroke
oleh pasien stroke (Hsieh et al., 2018), namun menggunakan terapi komplementer dan
diperlukan terapi komplementer dan alternatif dengan pendekatan studi kualitatif
alternatif pada pasien seperti obat herbal, fenomenologi.
pijat, akupunktur, produk alami, dan
266
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

METODE PENELITIAN HASIL


Metode penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu
penelitian ini adalah metode penelitian Tema 1 Jenis terapi komplementer, Tema 2
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. cara pembuatan, Tema 3 cara pemberian dan
Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 8 Tema 4 Dosis
partisipan yaitu keluarga penderita stroke yang
merawat penderita selama stroke dan Tema 1 Jenis terapi komplementer terbagi
triangulasi data dengan wawancara pada dalam 8 sub tema yaitu terapi herbal, pijat,
partisipan lainnya yaitu pasien stroke. Alat exercise, terapi magnet, terapi cahaya,
yang digunakan dalam pengambilan data thalassotherapy, stimulasi listrik, dan diet.
penelitian ini adalah berupa perekam suara
dan data diambil dengan wawancara secara Sub tema 1 terapi herbal
mendalam pada partisipan berupa pertanyaan Terapi herbal meliputi pemberian jamu/obat
terkait perawatan yang dilakukan oleh keluarga tradisional dengan kategori : Mengkudu,
di rumah menggunakan terapi komplenter dan Sirikaya, Jahe merah, Serai merah, Kunyit,
alternatif. Teknik pengambilan sampel minyak gosok, labu siam, ketumbar, daun
dilakukan dengan menggunakan purposive suruhan, yang digambarkan dengan kata
sampling dengan kriteria inklusi keluarga kunci dari pernyataan partisipan sebagai
dengan pasien stroke, berusia 17-50 tahun, berikut :
merawat pasien secara langsung di rumah. “Yang sekarang, mengkudu apa, eh..” (P5)
Kriteria ekslusi adalah responden yang tidak “Anu itu buah srikaya....” (P5)
memahami bahasa Indonesia dengan baik. “Daun sereh merah, di rebus, dimandi sambil
Penelitian ini telah dilakukan sejak bulan diremas-remaskan..” (P1)
Agustus sampai September 2021 di Rumah “dimasak Sereh merah... biasa juga dikasih
Sakit Benyamin Guluh Kolaka dan telah mandi..”(P6)
disetujui oleh KEPK IAKMI SULTRA “pokoknya macam-macam kalo dia bilang
dengan Nomor 74/KEPK-IAKMI / VI/ orang, kayak jahe merah” (P8)
2021. Hasil wawancara pada partisipan “dengan kunyit merah, itu rutin diminum” (P8)
dilakukan pembuatan transkrip verbatim dan “rebusan ketumbar ...”(P7)
selanjutnya dianalisis sampai menghasilkan “...minum jus labu siam” (P7)
tema. dengan pendekatan analisis selektif dan “Kalo disini sembarang dikasih, herbal dianu
focusing. toh, eh, minyak gosok, ada minyak gosoknya
dianu saja...” (P5), minyak gosok adalah
267
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

minyak khas sulawesi yang biasanya juga pada kata kunci pada pernyataan partisipan di
disebut minyak tawon bawah ini :
“daun cinnong-cinnong, daun lepa-lepa anunya “Semacam kalung kesehatan dia beli,... iye yang
itu kasih turun kolesterol, kalo tekanan daun magnet itu di pake ...”(P1)
anu, eh daun apa namanya itu, eh, daun canging-
canging, iya dikasih minumkan untuk kasih Sub tema 5 Terapi cahaya dengan kategori
turun tekanan.” (P4). Daun cinnong- Terapi infrared, yang digambarkan pada kata
cinnong merupakan nama Daun suruhan kunci pada pernyataan partisipan di bawah
yang biasanya disebut oleh suku bugis. ini:
“Setiap kali saya datang disini dia suruh anu,
Sub tema 2 Terapi pijat dengan kategori terapi dengan sinar ultramerah, itu saja, iye, tadi
pijat, yang digambarkan pada kata kunci pada pagi dia suruh saya fisioterapi, tapi jangan
pernyataan partisipan di bawah ini : mi........”(P8)
“Ah, saya rendam dikakinya, dengan
tangannya dipijat toh, dikasih begini....” (P2) Sub tema 6 Thalassotherapy, dengan
“Eh, maras, yang itu ji tiap hari di, kalo sudah kategori Berendam air laut, yang
mandi diurut, dianukan saja toh” (P5) digambarkan pada kata kunci pada
“Pernah tukang urut datang sini, ini yang bikin pernyataan partisipan di bawah ini :
bengkok, seandainya tidak diurut mungkin “Sering juga dibawa pergi di laut, berendam
bagus ji …” (P5) biasanya itu 1 kali seminggu” (P5)
Diperkuat oleh pernyataan partisipan
Sub tema 3 Exercise/Latihan, dengan triangulasi berikut ini :
kategori jalan, menggerakkan anggota badan, “…kadang saya pergi di laut mandi, iye
olahraga. yang digambarkan pada kata kunci berendam…” (Pt2)
pada pernyataan partisipan di bawah ini :
“harus diajar saja kasih naik tangan, digoyang Sub tema 7 stimulasi listrik dengan
kakinya, rutin jalan” (P4) kategori disengat, yang digambarkan pada
“.... dikasih begini (tampak memeragakan) kata kunci pada pernyataan partisipan di
diangkat-angkat tangannya. Kan dia bilang bawah ini :
dokter dilatih-latih” (P2) “....alat-alat terapinya, biasa dibeli Kayak yang
“Olahraga.... ngegym..” (P3) distrom-strom itu..” (P6)

Sub tema 4 Terapi magnet, dengan Sub tema 8 Diet, dengan kategori beras
kategori kalung kesehatan, yang digambarkan merah, susu, makanan rendah karbohidrat,
268
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

yang digambarkan pada kata kunci pada ..saya pergi di laut mandi, iye berendam…”
pernyataan partisipan di bawah ini : (Pt2)
“konsumsi beras merah........” (P8) Hal ini diperkuat oleh pernyataan partisipan
“minum susu Anlene........” (P6) triangulasi berikut ini:
“rutin makan sinonggi......” (P7). Sinonggi “....itu rutin saya minum..” (Pt2)
merupakan makanan khas suku tolaki
yang terbuat dari sagu yang rendah Tema 4 Dosis Terapi
karbohidrat. Dosis terapi dengan kategori waktu dan
frekuensi pemberian, yang digambarkan pada
Tema 2 cara pembuatan
kata kunci pada pernyataan partisipan di
Cara pembuatan dengan kategori : Direbus,
bawah ini :
Diberi air panas, Diparut. yang digambarkan
“Minyak urut juga kadang diurutkan kalo
pada kata kunci pada pernyataan partisipan di
malam” (P1)
bawah ini :
“Tiap hari Tiap mandi..” (P2)
“Daun sereh merah, direbus...” (P1)
“Pijat, saya rasa baru beberapa kali di’, 4 kali
“kalo tiap kalo mandi saya kasih air panas,
kalo ndak salah, kurang lebih” (P3)
daun serai merah” (P2)
“3 kali sebulan, 3 kali seminggu lah” (P4)
“tapi mama Cuma diparut saja..” (P7)
“kalo minum obat herbal siang pi sekitar jam
12 jam 1” (P4)
Tema 3 Cara Pemberian
“biasanya itu 1 kali seminggu” (P4)
Cara Pemberian dengan kata kunci dipijat,
“Pagi-pagi atau sore..” (P4)
direndam, dimandikan, diminum, dikompres,
hal ini diperkuat oleh pernyataan partisipan
yang digambarkan pada kata kunci pada
triangulasi berikut ini:
pernyataan partisipan di bawah ini :
“saya 3 kali barangkali saya terapi ke situ..”
“iye yang magnet itu di pake ...”(P1)
(Pt1)
“...kalo sudah mandi diurut..” (P5)
“Tiap pagi..” (Pt2)
“saya rendam dikakinya, dengan tangannya
dipijat toh..” (P2)
PEMBAHASAN
“...biasa juga dikasih mandi” (P6)
Jenis terapi komplementer dan alternatif yang
“dikasih minumkan....” (P4)
digunakan oleh penderita stroke yaitu terapi
“kalo tidak bisa dikasih mandi, dikompres
herbal, pijat, exercise, terapi magnet, terapi
..”(P6)
cahaya, thalassotherapy, stimulasi listrik, dan
..biasa dibeli Kayak yang distrom-strom itu..
diet.
dibadanta..” (P6)
269
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

Terapi Herbal pada pasien normoglikemik. Konsumsi NFJ


Terapi herbal meliputi pemberian jamu/obat setiap hari berpotensi mengatur peningkatan
tradisional seperti mengkudu, sirikaya, jahe kadar gula darah sehingga sangat cocok untuk
merah, serai merah, kunyit, minyak gosok, diet pasien diabetes (Algenstaedt et al., 2018).
labu siam, ketumbar, dan daun suruhan.
Sebuah review tentang obat herbal untuk Sirikaya (Annona squamosa Linn)
stroke menunjukkan bahwa kemanjuran obat Annona squamosa Linn digunakan dalam
herbal belum bisa dipastikan disebabkan pengobatan diabetes, hepatotoksisitas dan
banyaknya biasa pada sebagian besar penelitin garis sel kanker (Malik et al., 2018). Sebuah
(Wei et al., 2020). Obat-obatan herbal diyakini studi mengungkapkan bahwa ekstrak daun
lebih efektif untuk mengatasi keluhan Annona pada 300 mg/kg dan 600 mg/kg
kesehatan yang sudah berlangsung lama, menghasilkan penurunan kadar glukosa
seperti stroke. Obat herbal memiliki darah (aktivitas antihiperglikemik) yang
prospektif yang sangat baik untuk pengobatan signifikan secara statistik pada tikus diabetes
stroke iskemik, tetapi saat ini lebih banyak yang diinduksi streptozotocin (Malik et al.,
penelitian masih pada hewan coba 2018).

dibandingkan ke manusia (Gaire, 2018).


Jahe merah
Mengkudu Sebuah penelitian menunjukkan bahwa
Morinda citrifolia (mengkudu) merupakan hidroterapi jahe merah hangat terhadap
tanaman obat tradisional rakyat. Kandungan bermanfaat untuk menurunkan tekanan
NFJ mencegah stroke dengan meningkatkan darah pada lansia penderita hipertensi
sirkulasi darah, meningkatkan produksi NO, (Fithriyani et al., 2020). Hasil uji in vivo
dan meningkatkan fosforilasi eNOS dengan menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah
merangsang jalur independen insulin pada berpengaruh terhadap perubahan profil lipid
tikus (Kudo et al., 2018). Efek Morinda dan berat badan tikus hiperlipidemia (Nirvana
citrifolia Linn. (Noni) pada perlindungan et al., 2020).

saraf untuk profilaksis dan untuk pengobatan


stres oksidatif terkait penyakit neurologis dan Serai merah (C. citratus)
neurodegeneratif seperti kecemasan, depresi, Efek hipolipidemik C. citratus melawan
skizofrenia, kecanduan obat dan gangguan peningkatan kadar lipid serum pada individu,
penggunaan alkohol, penyakit Alzheimer dan meningkatkan kadar HDL dalam tubuh
Parkinson, dan stroke iskemik (Pandy et al., membuatnya ideal, mengurangi nafsu makan
2020). NFJ tidak menyebabkan hipoglikemia sehingga dapat menurunkan berat badan
270
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

(Waheed et al, 2009). Minyak sereh Jus Labu siam (Sechium edule)
mengandung myrcene, geranyl acetate, nerol, Studi pre Experimental pada 51 lansia
citronellal, geraniol, neral, dan sisa-sisa kapur menunjukkan bahwa Sechium edule
dan sitrat dengan aroma lemon yang ringan mengandung flavonoid dan potasium
dan segar, minyak serai dapat mengurangi sehingga dapat menurunkan tekanan darah
rasa sakit jika digunakan secara teratur (B.V. pada lansia penderita hipertensi terutama jika
et al., 2018). diolah menjadi Jus (Fauziningtyas et al., 2020).

Kunyit Minyak gosok


Studi literatur mengungkapkan bahwa kunyit Minyak gosok atau yang dsebut minyak
aman digunakan dan tidak menunjukkan efek tawon mengandung minyak kelapa,
toksik hingga dosis 500 mg yang diberikan 2 ekstrak minyak kayu putih, cengkeh, dan lada
kali sehari selama 30 hari, terutama untuk sehingga sangat baik digunakan untuk pijat
aterosklerosis karena mengandung dan memberikan kehangatan pada tubuh.
kurkuminoid (antiinflamasi dan antioksidan)
(Rahmah, 2019). Pijat
sebuah Systematic Review dan Meta-Analysis
Daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) menunjukkan bahwa yerapi pijat khususnya
Kunth) tuina selain terapi konvensional efektif untuk
Peperomia pellucida (L.) Kunth telah meningkatkan fungsi motorik dan
digunakan secara luas untuk mengobati sakit mengurangi spastisitas pada penderita stroke
kepala, penyakit ginjal, demam, dan (Cabanas-vald et al., 2021), beberapa alasan
hipertensi. Penelitian pada tikus penderita mengikuti terapi pijat adalah karena
membuktikan bahwa P. pellucida (L.) Kunth pengaruh informasi, kesesuaian, kepercayaan,
memberikan efek pada sistem renin- pengaruh alat kesehatan dan pengobatan
angiotensin-aldosteron (antihipertensi) alternatif. Manfaat terapi pijat alternatif
(Saputri et al., 2021). sehingga memberikan pada fisik maupun
psikologis (Luqman et al., 2007).
Ketumbar (Coriandrum sativum)
Sebuah studi membuktikan bahwa Exercise
Coriandrum sativum memiliki sejumlah Sebuah studi pada 760 penderita stroke
flavonoid dengan potensi penghambatan iskemik pertama yang mampu berolahraga,
ACE yang dapat mengelola tekanan darah jika durasi latihan lebih dari 4 jam, pasien
dengan sangat efisien (Hussain et al., 2018). memiliki risiko kekambuhan stroke yang lebih
271
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

tinggi dibandingkan dengan variabilitas sedang, menunjukkan bahwa thalassotherapy


kurang dari 2 jam, penderita stroke yang dan terapi akuatik dapat meningkatkan
melakukan olahraga ringan reguler jangka keseimbangan, gaya berjalan dan nyeri. (Morer
panjang (lebih dari 5 sesi per minggu dan et al., 2017). Terapi akuatik dan thalassoterapi
berlangsung rata-rata 40 menit per sesi) intensif selama selama dua minggu juga
memiliki tingkat kekambuhan yang lebih bermanfaat dalam jangka pendek dengan
rendah, olahraga yang tidak teratur mengurangi rasa sakit dan meningkatkan
meningkatkan risiko kekambuhan stroke (Hou status fungsional dan kesejahteraan pasien
et al., 2021). pasca stroke secara keseluruhan (Morer et al.,
2020).

Terapi Magnet
Belum ada bukti yang baik terkait penggunaan Stimulasi Listrik
kalung kesehatan yang digunakan pada pasien Keluarga penderita memberikan terapi listrik
stroke. menggunakan alat yang dijual bebas yang
belum diketahui efektifitasnya, sebuah studi
Terapi Cahaya menunjukkan bahwa efektivitas terapi
Terapi inframerah yang digunakan oleh stimulasi listrik dalam meningkatkan fungsi
penderita stroke menurut sebuah penelitian lengan setelah stroke (J. D. Yang et al., 2019).
menunjukkan bahwa neuroimaging non-invasif
near-infrared spectroscopy (NIRS) dapat Diet
memberikan pemulihan fungsi kortikal, Diet yang dilakukan oleh penderita stroke
perubahan hemodinamik serebral, oksigenasi adalah dengan diet rendah karbohidrat
serebral, serta dalam metode terapeutik, pada menggunakan beras merah dan sagu serta diet
pasien stroke (M. Yang et al., 2019). tinggi kalsium. Sebuah studi menunjukkan
bahwa kontrol berat badan dan perubahan
Thalassotherapy kebiasaan makan pasien post stroke
Thalassotherapy atau berendam di air laut meningkatkan dalam kebugaran fungsional
merupakan salah satu kegiatan rutin yang tangan dan ekstremitas atas sehingga dapat
dilakukan oleh pasien stroke. Sebuah mendorong pemulihan yang lebih cepat dan
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kebugaran fungsional (Leszczak et
pengaruh program intensif thalassotherapy al., 2019). Studi yang dilakukan pada tikus
dan terapi akuatik pada pasien stroke, menunjukkan bahwa nasi beras merah
sebelum dan sesudah 3 minggu pada 26 menurunkan kadar glukosa darah dan
pasien stroke dengan kecacatan ringan- trigliserida secara signifikan (Daeli & Ardiaria,
272
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

2008). Peningkatan asupan kalsium diet perawatan nonkonvensional lainnya (Pandian


dikaitkan dengan penurunan risiko CVD, et al., 2012).
tetapi tidak mempengaruhi risiko stroke atau
patah tulang (Kong et al., 2017), sebuah studi Beberapa terapi herbal dalam penelitian ini
yang menilai pengaruh defisiensi vitamin D memiliki khasiat untuk penyakit stroke seperti
terhadap luaran akut pasca stroke, mengkudu, terapi pijat, exercise, terapi cahaya,
menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D thalassotherapy, stimulasi listrik, dan diet.
tidak berdampak pada hasil fungsional atau Beberapa terapi lainnya secara tidak langsung
volume infark setelah stroke, diet kalisum berpengaruh pada stroke dengan memiliki
tidak berpengaruh pada hasil pasca stroke akut efek antidiabetes yaitu srikaya, efek
(Evans et al., 2017), namun sebuah studi antihipertensi dan penurunan profil lipid di
menjelaskan bahwa pasien stroke iskemik dalam darah yaitu jahe merah, serai merah,
dengan defisiensi vitamin D lebih mungkin daun suruhan, ketumbar, jus labu siam, dan
untuk memiliki gangguan kognitif selama 1 efek antioksidan yaitu kunyit.
bulan (Chen et al., 2018). Penelitian ini terbatas dengan tidak
memberikan efek yang ditimbulkan pada
Terapi komplementer dan alternatif yang pasien stroke yang menggunakan terapi
digunakan oleh keluarga dalam merawat komplementer dan alternatif sehingga
pasien stroke di Kabupaten Kolaka memiliki memerlukan penelitian lanjutan.
berbagai jenis, yaitu : 1) terapi herbal Diketahuinya jenis-jenis terapi komplementer
menggunakan mengkudu, srikaya, jahe pada pasien stroke dapat menjadi dasar
merah, serai merah, kunyit, daun suruhan, perawatan pasien stroke dan edukasi sangat
ketumbar, jus labu siam, minyak gosok; 2) diperlukan karena keluarga perlu mengetahui
Pijat; 3) exercise; 4) terapi magnet; 5) terapi dosis, efek samping dan manfaat terapi yang
cahaya; 6) thalassotherapy; 7) stimulasi Listrik; dilakukan oleh keluarga pasien stroke
dan 8) diet. Dari berbagai jenis terapi sehingga tidak terjadi efek samping yang
komplementer dan alternatif yang dilakukan buruk pada prognosis pasien stroke.
oleh pasien stroke, herbal merupakan terapi
yang paling banyak dilakukan. Seperti studi di KESIMPULAN
India mengungkapkan bahwa perawatan Penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu
CAM pada pasien stroke yaitu pijat ayurveda, jenis terapi komplementer, cara pembuatan,
cairan infus, obat herbal, homeopati, ilmu cara pemberian dan dosis. Jenis terapi
gaib, akupunktur, asupan opium, dan komplementer yang biasa digunakan oleh
penderita stroke yaitu yaitu terapi herbal,
273
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

pijat, exercise, terapi magnet, terapi cahaya, REFERENSI


thalassotherapy, stimulasi listrik, dan diet. Cara
Agianto, A., Kamilah, A., & Agustina, R.
pembuatan herbal yaitu dengan direbus,
(2022). Stroke Traditional Therapy in
disiram air panas, dan diparut. Cara
the Community in Indonesia. KnE Life
pemberian yaitu diurut, kaki direndam,
Sciences.
digunakan saat mandi, diminum, dikompres,
[Link]
dan dipakai langsung di tubuh. Dosis terapi
9
yaitu diberikan sat malam hari, tiap mandi,
Algenstaedt, P., Stumpenhagen, A., &
empat kali sebulan, tiga kali sebulan, tiga kali
Westendorf, J. (2018). The Effect of
seminggu, dimimun siang hari, pagi dan sore.
Morinda citrifolia L. Fruit Juice on the
Beberapa dari terapi komplementer dan
Blood Sugar Level and Other Serum
alternatif yang digunakan oleh penderita
Parameters in Patients with Diabetes
stroke masih memerlukan bukti terkait
Type 2. Evidence-Based Complementary and
khasiat penggunaan terapi bagi manusia
Alternative Medicine, 2018.
sehingga membutuhkan penelitian yang lebih
[Link]
lanjut dan dapat dikombinasikan dengan
7
pengobatan konvensional secara aman dan
American Stroke Association. (2021). About
efektif untuk kemajuan kesehatan penderita
Stroke.
stroke.
Bray, B. D., Ayis, S., Campbell, J., Cloud, G.
C., James, M., Hoffman, A., Tyrrell, P. J.,
UCAPAN TERIMAKASIH
Wolfe, C. D. A., & Rudd, A. G. (2015).
Ucapan terima kasih diberikan kepada
Associations between stroke mortality
sumber dana riset yaitu Direktorat Sumber
and weekend working by stroke specialist
Daya Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
physicians and registered nurses:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Prospective multicentre cohort study.
Riset dan Teknologi dengan nomor kontrak
PLoS Medicine, 11(8).
448/UN56D/PN.01.00/2021 dan kepada
[Link]
seluruh rekan-rekan dari Universitas
001705
Sembilanbelas November Kolaka serta
B.V., D., R.G., D., & A.J., P. (2018). Effect of
seluruh partisipan yang terlibat yang tidak
lemongrass oil on body pain. Drug
dapat disebutkan satu persatu yang
Invention Today, 10(10), 2076–2078.
mendukung dalam pelaksanaan kegiatan
Cabanas-vald, R., Calvo-sanz, J., Serra-llobet,
penelitian ini.
P., & Alcoba-kait, J. (2021). The
Effectiveness of Massage Therapy for
274
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

Improving Sequelae in Post-Stroke Fauziningtyas, R., Ristanto, A. C. A., &


Survivors . A Systematic Review and. Int. Makhfudli. (2020). Effectiveness of
J. Environ. Res. Public Health, 18(4424), 1– Consumption Sechium Edule on
18. Decreasing Blood Pressure in Elderly
Chen, H., Liu, Y., Huang, G., Zhu, J., Feng, with Hypertension in Coastal Area. IOP
W., & He, J. (2018). Association between Conference Series: Earth and Environmental
vitamin D status and cognitive Science, 519(1), 1–5.
impairment in acute ischemic stroke [Link]
patients : a prospective cohort study. Clin 1315/519/1/012005
Interv Aging, 13, 2503–2509. Fithriyani, Putri, M. E., & Nasrullah, D.
Daeli, E., & Ardiaria, M. (2018). Pengaruh (2020). Effect of Hydrotherapy Warm
Pemberian Nasi Beras Merah (Oryza Red Ginger to Reduce Blood Pressure on
nivara) dan Nasi Beras Hitam (Oryza Elderly at Panti Werdha Budi Luhur ,
sativa [Link]) terhadap Perubahan Jambi. Indian Journal of Public Health
Kadar Gula Darah dan Trigliserida Tikus Research & Development, 11(03), 1968–
Wistar (Rattus norvegicus) Diabetes 1972.
Melitus Tipe 2. Jnh (Journal of Nutrition and Gaire, B. P. (2018). Herbal Medicine in
Health), 6(2), 42. Ischemic Stroke: Challenges and
[Link] Prospective. Chinese Journal of Integrative
42-56 Medicine, 24(4), 243–246.
Dinkes Kab. Kolaka. (2020). Profil Kesehatan [Link]
Kabupaten Kolaka 2020. 2828-2
Evans, M. A., Kim, H. A., Silva, T. M. De, Hou, L., Li, M., Wang, J., Li, Y., Zheng, Q.,
Arumugam, T. V, Clarkson, A. N., Zhang, L., & Yao, Q. (2021). Association
Drummond, G. R., Zosky, G. R., between physical exercise and stroke
Broughton, B. R. S., & Sobey, C. G. recurrence among first - ever ischemic
(2017). Diet-induced vitamin D stroke survivors. Scientific Reports,
deficiency has no effect on acute post- 11(1337), 1–9.
stroke outcomes in young male mice. [Link]
Journal of Cerebral Blood Flow & Metabolism, 92736-5
0(0), 1–11. Hsieh, C. Y., Wang, S. Y., Chuang, Y. H., &
[Link] Chen, H. H. (2018). Ischemic Stroke
9208 Patients’ Decision-Making Process in
Their Use of Western Medicine and
275
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

Alternative and Complementary Mass and Functional Fitness — A.


Medicine. Holistic Nursing Practice, 32(1), Nutrients, 11(1227), 1–12.
17–26. Luqman, Tahlil, T., & Mudatsir. (2007). the
[Link] experience of patient post stroke who
000000243 undergone massage therapy alternative.
Hussain, F., Jahan, N., Rahman, K. ur, Sultana, Aceh Global Health International Conference.
B., & Jamil, S. (2018). Identification of Malik, J., Gandhi, R., & Vishwavidyalaya, P.
hypotensive biofunctional compounds of (2018). characterization of rutin isolated
Coriandrum sativum and evaluation of by leaves annona squamosa by modern
their Angiotensin-Converting Enzyme analytical techniques. European Journal of
(ACE) inhibition potential. Oxidative Biomedical and Pharmaceutical Sciences, 5(6),
Medicine and Cellular Longevity, 2018. 484–489.
[Link] Morer, C., Boestad, C., Zuluaga, P., Alvarez-
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Badillo, A., & Maraver, F. (2017).
Kong, S. H., Kim, J. H., Hong, A. R., Cho, N. [Effects of an intensive thalassotherapy
H., & Shin, C. S. (2017). Dietary calcium and aquatic therapy program in stroke
intake and risk of cardiovascular disease , patients. A pilot study]. Revista de
stroke , and fracture in a population with Neurologia, 65(6), 249—256.
low calcium intake. American Society for Morer, C., Michan-Doña, A., Alvarez-Badillo,
Nutrition, 106(1), 27–34. A., Zuluaga, P., & Maraver, F. (2020).
Kudo, M., Yoshitomi, H., Nishigaki, T., & Evaluation of the feasibility of a two-
Gao, M. (2018). The Effects of Morinda week course of aquatic therapy and
citrifolia (Noni) Fruit Juice on the thalassotherapy in a mild post-stroke
Prevention of Stroke by Promoting population. International Journal of
Production of Nitric Oxide through the Environmental Research and Public Health,
Brain of the Spontaneously Hypertensive 17(21), 1–14.
Stroke Prone (SHRSP) Rats. Journal of [Link]
Nutritional Therapeutics, 7(1), 1–12. 3
[Link] Nirvana, S. J., Widiyani, T., & Budiharjo, A.
5634.2018.07.01.1 (2020). Antihypercholesterolemia
Leszczak, J., Czenczek-lewandowska, E., & activities of red ginger extract (Zingiber
Przysada, G. (2019). Diet after Stroke and officinale Roxb. var rubrum) on wistar
Its Impact on the Components of Body rats. IOP Conference Series: Materials Science
and Engineering, 858(1).
276
Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2, Tahun 2023, hal 264-276

[Link] Research, 1(1), 12–18.


899X/858/1/012025 [Link]
Pandian, J., Toor, G., Arora, R., Kaur, P., 18
Dheeraj, K. V., Bhullar, R., & Sylaja, P. Wei, M., Wang, D., Kang, D., Lee, M. S., Choi,
(2012). Complementary and alternative T.-Y., Ang, L., & Song, E. (2020).
medicine treatments among stroke Overview of Cochrane reviews on
patients in India. Topics in Stroke Chinese herbal medicine for stroke.
Rehabilitation, 19(5), 384–394. Integrative Medicine Research, 9(1), 5–9.
[Link] [Link]
Pandy, V., Bonam, S. R., Raya, A. R., & 09
Nadendla, R. R. (2020). Morinda citrifolia Yang, J. D., Liao, C. De, Huang, S. W., Tam,
Linn. (Noni) fruit, antioxidant effects, K. W., Liou, T. H., Lee, Y. H., Lin, C. Y.,
and neuroprotection. In Oxidative Stress & Chen, H. C. (2019). Effectiveness of
and Dietary Antioxidants in Neurological electrical stimulation therapy in
Diseases (pp. 291–307). Elsevier Inc. improving arm function after stroke: a
[Link] systematic review and a meta-analysis of
817780-8.00019-0 randomised controlled trials. Clinical
Rahmah, A. H. A. (2019). Efektivitas Rimpang Rehabilitation, 33(8), 1286–1297.
Kunyit ( Curcuma Domestica ) Terhadap [Link]
Penurunan Risiko Aterosklerosis. Jurnal 9165
Kesehatan Masyarakat, 10(2), 113–120. Yang, M., Yang, Z., Yuan, T., Feng, W., &
Saputri, F. C., Hutahaean, I., & Mun’im, A. Wang, P. (2019). A systemic review of
(2021). Peperomia pellucida (L.) Kunth functional near-infrared spectroscopy for
as an angiotensin-converting enzyme stroke: Current application and future
inhibitor in two-kidney, one-clip directions. Frontiers in Neurology, 10(FEB),
Goldblatt hypertensive rats. Saudi Journal 1–14.
of Biological Sciences, xxxx. [Link]
[Link] 58
75 Yeh, M. L., Chiu, W. L., Wang, Y. J., & Lo, C.
Waheed, S., Itrat, N., Anwar, L., & Javed, T. (2017). An Investigation of the Use of
(2019). Ameliorative Potential of Traditional Chinese Medicine and
Cymbopogon citratus Dried Leaf Complementary and Alternative
Powder in Attenuation of Medicine in Stroke Patients. Holistic
Hyperlipidemia . Asian Journal of Emerging Nursing Practice, 31(6), 400–407.

Anda mungkin juga menyukai